cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25982370     DOI : -
BIOMA (ISSN 1410-8801) adalah Majalah Ilmiah Biologi yang bertujuan mewadahi semua informasi hasil penelitian, telaah pustaka, makalah teknis, dan kajian buku, dari berbagai cabang ilmu Biologi. Diharapkan penerbitan ini dapat berkontribusi dalam penyampaian informasi ilmiah yang merupakan mata rantai proses kegiatan ilmiah. Terbit sejak tahun 1999.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
Analisis Produksi Karbon Serasah Mangrove di Hutan Mangrove Desa Kurau Timur Kabupaten Bangka Tengah Farhaby, Arthur Muhammad; Henri, Henri; Randiansyah, Randiansyah
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25, No 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/vol%viss%ipp%p

Abstract

Hutan mangrove memiliki banyak fungsi secara ekologi seperti menahan dan menjebak sedimen, meredam gelombang, memberi perlindungan bagi ikan dan biota lainnya, dan mengasimilasi nutrien. Unsur hara yang dikembalikan ke lantai hutan sebagian besar adalah dalam bentuk serasah. Serasah yang jatuh akan menyediakan karbon organik penting bagi ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur produktivitas dan kandungan karbon serasah mangrove di hutan mangrove Desa Kurau Timur. Metode yang digunakan untuk mengukur produksi karbon serasah yaitu dengan pengumpulan serasah menggunakan perangkap (litter trap) yang berukuran 1m x 1m dengan pengambilan serasah setiap 7 hari selama 3 bulan, sedangkan pengukuran kandungan karbon dilakukan dengan metode Loss on Ignition (LOI) pada suhu 550˚C selama 4 jam. Analisis data parameter lingkungan dilakukan dengan PCA (Principal Component Analysis). Komposisi vegetasi pada hutan mangrove Desa Kurau Timur yaitu 6 jenis yang merupakan mangrove sejati. Persentase kandungan karbon dari sampel serasah yang didapatkan adalah sebesar 53,71% dengan perkiraan produksi karbon 2,28 gr/m2/hari atau 6,85 ton/ha/tahun. Lapisan serasah di lantai hutan mangrove Desa Kurau Timur yaitu dengan berat kering rata-rata 85,92 gram, kandungan air 40,92%, dan perkiraan biomassa rata-rata 3,44 ton/ha. Parameter lingkungan yang paling berpengaruh terhadap produksi serasah adalah DO (kadar oksigen), sedangkan  kandungan karbon serasah lebih dipengaruhi oleh pH dibandingkan parameter lainnya. Semakin tinggi pH pada kawasan tersebut, maka hasil produksi   karbon serasah lebih tinggi.
Growth Characteristics of Vibrio parahaemolyticus Isolated from Lobster (Panulirus sp.) Under Different Temperatures, pH, and NaCl Concentrations Ansar, Novalina Maya Sari; Ijong, Frans Gruber; Tanod, Wendy Alexander; Cahyono, Eko; Pumpente, Obyn Imhart; Palawe, Jaka Frianto Putra
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25, No 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.25.1.74-87

Abstract

Vibrio parahaemolyticus is a bacterium found in estuaries and marine and is a pathogenic bacterium that harms human health. Vibrio parahaemolyticus can contaminate fishery products and potentially contaminate lobster products in North Sulawesi. This study was conducted to determine the presence of V. parahaemolyticus in lobsters collected in two shelters in North Sulawesi. This study also serves as a monitoring function and a means of information on the presence of V. parahaemolyticus. The samples used were lobsters (Panulirus sp.) taken from Malalayang and Tuminting shelters in North Sulawesi. Observations in this study include total bacteria, total Vibrio, and identified V. parahaemolyticus. Isolates of V. parahaemolyticus were characterized by their growth at different temperatures (5, 37, 43 oC); pH (5 - 9); and concentrations of NaCl (0, 1, 3, 5%). The results show total plates for lobster meat from Malalayang 4.3×104 ‒ 1.0×105 CFU/g, while from Tuminting shelter 1.4×104 ‒ 3.9×104 CFU/g. The total plate on lobster gills from Malalayang is 6.2×104 ‒ 1.2×105 CFU/g, while from Tuminting shelter 2.0×104 ‒ 6.7×104 CFU/g. Total Vibrio in lobster meat from Malalayang 6.2×103 ‒ 1.4×104 CFU/g, while from Tuminting shelter 5.2×103 ‒ 7.9×103 CFU/g. Total Vibrio in lobster gills from Malalayang 8.5×103 ‒ 4.6×104 CFU/g, while from Tuminting shelter 7.8×103 ‒ 9.5×103 CFU/g. The Gram staining analysis obtained 96 isolate strains with Gram-negative rods, and 42 strains showed characteristics as V. parahaemolyticus based on the biochemical assay. Vibrio parahaemolyticus can grow optimally at 37°C, pH 7‒8, and NaCl concentration 3‒5%.
Ulasan Botani dan Potensi Kunyit Hitam (Curcuma caesia Roxb.) sebagai Program Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Pembinaan Kelompok Tani Cianjur oleh PT. Tirta Investama Cianjur Nuraeni, Siti; Raihandhany, Reza; Suparman, Usep; Warsono, Warsono; Winajat, Uden
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25, No 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.25.1.1-10

Abstract

Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) memiliki aktivitas farmakologi serta dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit dengan pemanfaatan rhizoma, akar, dan daun. Penelitian ulasan artikel ini bertujuan untuk mengetahui manfaat kunyit hitam sehingga dapat diharapkan sebagai salah satu bahan obat alami sekaligus meningkatkan potensi ekonomi masyarakat melalui budidaya pertanian yang dirintis oleh kelompok tani yang dibina oleh PT. Tirta Investama (TIV) Cianjur. Metode dalam penelitian ini yaitu studi literatur menggunakan artikel terkait penelitian farmakologi kunyit hitam dengan dengan cara mencari sumber di Google scholar menggunakan kata kunci ‘Curcuma caesia’, ‘kunyit hitam’, ‘aktivitas kunyit hitam’, ‘potensi kunyit hitam’, ‘deskripsi kunyit hitam’, ‘manfaat kunyit hitam’, dan ‘etnobotani kunyit hitam’. Komponen metabolit sekunder dan bioaktif yang terdapat dalam kunyit hitam di antaranya curcuminoid, kandungan minyak esensial, flavonoid, fenolik, alkaloid hingga berbagai asam amino. Sejumlah masyarakat tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia masih memanfaatkan kunyit hitam dalam kehidupannya untuk pengobatan. Usaha budidaya kunyit hitam oleh Kelompok Tani Cianjur ini memiliki prospek dengan potensi besar dan dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat tani dengan harga jual yang tergolong tinggi.
Aktivitas Makan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Kawasan Resort Pengelolaan Taman Nasional Tapos, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Iffatalya, Hana; Haribowo, Dinda Rama; Khairiah, Ardian; Pirmansyah, Fitra; Rijal, Ahmad; Wahyuni, Amin Indra; Haidar, Taqiyuddin Zanki; Basyuri, Ade; Sondari, Kenni; Sopiah, Wanda; Zidny, Faqih Fathurahman; Wulandari, Salsabila Ratna
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25, No 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.25.1.60-73

Abstract

Monyet ekor panjang (MEP) memiliki peran dalam meregenerasi hutan, salah satunya melalui aktivitas makan. Resort PTN Tapos merupakan salah satu habitat MEP yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga sehingga dapat mempengaruhi aktivitas makan MEP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas makan MEP yang meliputi aktivitas yang sering dilakukan, aktivitas makan berdasarkan waktu, usia, serta jenis pakan yang dimakan oleh MEP pada dua lokasi pengamatan, yaitu Blok Hutan Pasir Beunyeng (PB) dan Pasir Koja (PK). Pengamatan aktivitas MEP menggunakan metode instantaneous scan sampling dan disajikan dalam bentuk persentase. Aktivitas makan MEP yang teramati di Blok PB sebesar 10,92%, sedangkan di blok PK sebesar 21,72%. Aktivitas waktu makan MEP di blok PB tertinggi pada sore hari 71,43%, sedangkan di blok PK tertinggi pada pagi hari 76,92%. Aktivitas makan MEP berdasarkan usia di blok PB tertinggi pada remaja 53,85%, sedangkan di blok PK tertinggi pada remaja 41,07%. Kelompok MEP di blok PB lebih memilih jenis pakan daun Calliandra sp. sebesar 76,92%, sedangkan MEP di blok PK lebih memilih jenis pakan daun Bambusa sp. sebesar 39,29%. Sumber pakan MEP di habitatnya terus berkurang disebabkan peralihan fungsi lahan sehingga pergerakan MEP cenderung memasuki perkebunan penduduk sekitar.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Heterotrofik di Perairan Pantai Pandaratan Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara Pratiwi, Lini; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25, No 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.25.1.28-37

Abstract

Perairan Pantai Pandaratan merupakan pantai yang terletak di Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara. Pantai ini merupakan salah satu pantai di daerah Sumatera Utara bagian Barat yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Aktivitas yang ada di perairan Pantai Sibolga menghasilkan berbagai macam bahan pencemar baik bahan organik maupun anorganik yang secara langsung maupun tidak langsung masuk kedalam perairan yang menyebabkan penurunan kualitas perairan. Perairan yang tercemar akan menyebabkan munculnya mikroorganisme salah satunya yaitu bakteri heterotrofik. Bakteri heterotrofik merupakan bakteri yang memiliki kamampuan dalam menguraikan zat atau senyawa organik dalam perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri heterotrofik yang berperan sebagai pengurai bahan organik pada perairan Pantai Pandaratan, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara serta mengetahui apa saja genus dari bakteri heterotrofik yang ditemukan. Tahapan dalam penelitian ini yaitu isolasi, pemurnian, karakterisasi morfologi, pewarnaan gram, dan karakterisasi fisiologi berupa uji biokimia. Hasil penelitian diperoleh 11 isolat bakteri, 8 isolat dinyatakan tergolong bakteri heterotrofik. 6 genus Bacillus, 1 genus Micrococcus, dan 1 genus Pseudomonas, dan 3 isolat dinyatakan tidak tergolong bakteri heterotrofik. Kesimpulan dari penelitian ini ditemukan 8 isolat bakteri heterotrofik di perairan Pantai Pandaratan, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara dengan genus Bacillus, Micrococcus, dan Pseudomonas.
Ethanolic Extract of Black Rice ‘Sembada Hitam’ Bran Did not Show Cytotoxic Effect on HeLa Cell (Cervical Cancer Cell Line) Nuriliani, Ardaning; Conara, Flafiani Cios; Oktavya, Galuh; Hidayah, Lailly Tsania Nur; Purwestri, Yekti Asih
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25, No 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.25.1.49-59

Abstract

Black rice (Oryza sativa L.) contains various phenolic compounds such as anthocyanins which act as antioxidants. Antioxidants inhibit cell proliferation and induced apoptosis of cancer cells as well as protect cells from damage that triggers cancer. 'Sembada Hitam' is a new cultivar of black rice in Indonesia that has not been studied for its anticancer potential. This study aimed to study the cytotoxic activity and apoptosis induction of the ethanolic extract of black rice (Oryza sativa L. 'Sembada Hitam') bran against HeLa cells. The method used was the cytotoxicity test with the MTT assay and the apoptosis test with the AO-PI double staining method. The test used various concentrations of black rice bran extract, DMSO as solvent control, and doxorubicin as a positive control for 24 and 48 hours. Data analysis was performed using one-way ANOVA (p = 0.05) followed by the Tukey HSD test. The results showed that ethanolic extract of black rice 'Sembada Hitam' bran has no cytotoxic activity against HeLa cells (p > 0.05). Moreover, extracts at the concentrations of 250 and 500 µg/mL only induced apoptosis of HeLa cells by 11.62 ± 0.50 and 11.49 ± 9.88% respectively. These results indicate that the ethanolic extract of black rice 'Sembada Hitam' bran has no potential to be developed as an agent for cervical cancer therapy.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Selulolitik Dari Lumpur Mangrove Pantai Pandaratan Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara Ananda, Dwika; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25, No 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.25.1.20-27

Abstract

Bakteri selulolitik merupakan bakteri yang memiliki kemampuan dalam mendegradasi selulosa menjadi glukosa dengan memanfaatkan enzim selulase. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keberadaan bakteri selulolitik dan mengkarakteristik isolat dari lumpur mangrove Pantai Pandaratan Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumataera Utara. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan hasil berupa deskriptif. Bakteri selulolitik diisolasi dari lumpur mangrove menggunakan media CMC dengan metode pour plate. Karakteristik bakteri dilihat berdasarkan pengamatan morfologi, pewarnaan gram dan uji biokimia. Uji pembentukan zona bening selulosa berdasarkan indeks selulolitik (IS) dari pewarnaan dengan Congo red 0,1%. Hasil isolasi diperoleh 14 isolat bakteri pendegradasi selulosa. Sebanyak 7 isolat diduga bakteri selulolitik dan dikarakterisasi berdasarkan tingkatan kategori. SL4 kategori tinggi, SL3; SL5; dan SL8 kategori sedang, dan SL7; SL9; dan SL11 kategori rendah. Sebanyak 3 anggota genus bakteri selulolitik yang ditemukan berdasarkan hasil karakterisasi yaitu Cellulomonas (SL3 dan SL8), Bacillus (SL4; SL5; dan SL11), dan Micrococcus (SL7 dan SL9). Kesimpulan dari penelitian ini ditemukan sebanyak 7 isolat bakteri selulolitik dari lumpur mangrove Pantai Pandaratan Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara yaitu genus Cellulomonas, Bacillus, dan Micrococcus. Berdasarkan hasil uji mikromolekular ditemukan spesies Bacillus subtilis dengan kode isolate SL4.
Inventarisasi Avifauna Di Kawasan Ekowisata Desa Malasari Taman Nasional Gunung Halimun Salak Widiya, Yayu; Rafik, Muhammad; Az Zahra, Intan; Ramdhani, Hadiyati Adilla; Rifdah, Assyifa; Nazulfah, Indah; Amelia, Lisa; Kholifah, Nurul; Humairoh, Mamai; Oktaviani, Haifah Dwi; Pratama, Tania Lingga; Lestari, Triana Yuni; Magdalena, Magdalena; Komariah, Siti; Saraswati, Diah Ayu; Elisabeth, Febriyani; Basyuni, Maftuh; Haryandi, Yopi; Dewi, Nurul Aulia
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25, No 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.25.1.38-48

Abstract

Salah satu hutan hujan tropis yang ada di Indonesia adalah Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Hutan hujan tropis ini menjadi salah satu kawasan hutan hujan terluas di Jawa Barat. Kondisi alam yang masih asri dan alami merupakan habitat yang relevan bagi kehidupan avifauna. Terdapat 204 jenis burung yang ada di TNGHS, 90 jenis diantaranya merupakan burung yang menetap dan 35 jenis termasuk jenis burung endemik di Jawa, salah satunya burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai keanekaragaman jenis burung (avifauna) yang ada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, tepatnya pada jalur interpretasi dari Cikaniki – Citalahab. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu metode point count. Metode ini dilakukan dengan cara berjalan menuju tempat tertentu, lalu menandai tempat tersebut dan selama waktu kurang lebih 10 menit catat semua jenis yang dijumpai beserta jumlahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 49 jenis burung yang ada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Kata Kunci:  Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Avifauna, Burung, Inventarisasi, Keanekaragaman
Analisis Kadar Seng (Zn) dan Besi (Fe) Pada Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forssk.) Berdasarkan Tempat Tumbuh Dengan Metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) Khoirunnisa, Aishwarya; Nur, Achmad Vandian; Rahmasari, Khusna Santika; WIrasti, Wirasti
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 25 No 2, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2023.57317

Abstract

Water spinach (Ipomoea aquatica Forssk.) is a vegetable that is widely found and consumed by the public, containing among others protein, calcium, phosphorus, iron, potassium, zinc and vitamins A, B1 and C. Zn is a micronutrient that functions for growth and development of bone metabolism. Fe is a micromineral for the formation of hemoglobin in the blood. The purpose of this study was to determine the content and amount of zinc and iron in water spinach based on different growing places using the AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) method. The sample used in this study was water spinach (Ipomoea aquatica Forssk.) taken from 3 locations, namely Sapugarut, Coprayan and Kandang Panjang. The method in this study was qualitatively using color testing and quantitatively using AAS. The results of qualitative testing on Fe produced a brownish color and Zn produced a clear solution with a white precipitate. Quantitative test results using the AAS method at a wavelength of 248.3 nm for zinc and 213.9 nm for iron. The Zn content in the sample obtained was sample A of 0.3869 mg/100 g, sample B of 0.5199 mg/100 g and sample C of 0.2556 mg/100 g while the level of Fe in sample A was 2.502 mg/100 g, sample B was 2.275 mg/100 g and sample C was 1.925 mg/100 g. The results of the study showed that the Zn and Fe levels had different levels, this was because the nutrient content in the soil had different nutrients.
Dimensi Ekologis Sedekah Laut: Analisis Teori Aktor-Jaringan (Actor Network Theory) Nurcholis, Luckfi
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.64181

Abstract

Wilayah pesisir, khususnya di Indonesia, merupakan ekosistem penting yang mendukung keanekaragaman kehidupan laut dan menopang penghidupan jutaan orang. Di tengah meningkatnya tantangan lingkungan hidup, tradisi budaya Sedekah Laut, muncul sebagai sebuah lensa penting untuk memahami interaksi yang rumit antara manusia dan lingkungan pesisir. Makalah ini menggunakan teori aktor-jaringan (Actor Network Theory-ANT) untuk menyelidiki jaringan interaksi kompleks yang membentuk Sedekah Laut dan implikasi ekologisnya. Melalui penelitian etnografi di Desa Jetis, Kabupaten Cilacap, penelitian ini mengungkap beragam peran aktor manusia dan non-manusia dalam ekosistem pesisir. Mulai dari komunitas pesisir yang melakukan ritual untuk mengungkapkan rasa syukur kepada laut hingga pemimpin spiritual yang menjadi perantara antara praktik manusia dan kondisi lingkungan, setiap aktor berkontribusi pada pembentukan jaringan yang dinamis. Praktik Sedekah Laut tidak hanya memupuk identitas budaya dan kohesi masyarakat tetapi juga mendorong praktik penangkapan ikan berkelanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan mengintegrasikan keyakinan spiritual dan pengelolaan ekologi, Sedekah Laut mewujudkan pendekatan holistik terhadap konservasi pesisir, menyoroti keterkaitan sistem sosial, budaya, dan ekologi. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mengenali dan memanfaatkan pengetahuan dan praktik tradisional dalam menjaga ekosistem pesisir untuk generasi mendatang.