cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alfarhanic@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23564903     EISSN : 25798359     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH merupakan jurnal ilmiah berkala yang memuat hasil penelitian dari mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Galuh.
Arjuna Subject : -
Articles 1,127 Documents
ANALISIS PERTUMBUHAN LUAS PANEN, PRODUKSI, DAN PRODUKTIVITAS PADI PADA KABUPATEN DAN KOTA DI SUMATERA BARAT TAHUN 2018-2025 Andreas Sitanggang; Hendra Alfi; Aflizar Aflizar; Eka Susila
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23798

Abstract

Ketahanan pangan berkaitan erat dengan ketersediaan pangan, dimana padi sebagai komoditas utama memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Perubahan luas panen, produksi, dan produktivitas padi di tingkat daerah menjadi indikator penting dalam melihat dinamika ketersediaan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju pertumbuhan luas panen, produksi, dan produktivitas padi pada kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat selama periode 2018-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan menggunakan metode Compound Annual Growth Rate (CAGR) untuk mengukur tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas panen dan produksi padi di Provinsi Sumatera Barat cenderung menurun dengan laju pertumbuhan masing-masing sebesar -1,38% dan -1,00% per tahun. Penurunan luas panen terjadi pada 15 kabupaten/kota dan peningkatan pada 4 kabupaten/kota, sedangkan produksi menurun pada 14 kabupaten/kota dan meningkat pada 5 kabupaten/kota. Di sisi lain, produktivitas padi mengalami peningkatan sebesar 0,39% per tahun, dengan 15 kabupaten/kota menunjukkan pertumbuhan positif dan 4 kabupaten/kota mengalami penurunan. Secara umum, penurunan produksi terjadi sejalan dengan penurunan luas panen, sementara peningkatan produktivitas belum sepenuhnya mampu mengimbangi penurunan tersebut. Temuan ini menunjukkan adanya dinamika perkembangan produksi padi yang mencerminkan perubahan pada luas panen dan produktivitas antar wilayah, sehingga diperlukan upaya menjaga keberlanjutan lahan pertanian serta peningkatan produktivitas secara bertahap guna mendukung stabilitas ketersediaan pangan daerah.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI ALPUKAT (Persea americana Mill) (Studi Kasus Pada Usahatani Alpukat di Dusun Sukamulya Desa Hujungtiwu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis) Abdul Rahman Wahid; Agus Yuniawan Isyanto; Sudradjat -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kelayakan finansial usahatani alpukat di Dusun Sukamulya Desa Hujungtiwu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis (2) untuk mengetahui Payback period usahatani alpukat di Dusun Sukamulya Desa Hujungtiwu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah  penelitian deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Responden dalam penelitian ini berjumlah satu orang yang dipilih berdasarkan pada kemampuan dalam memberikan data yang diperlukan untuk analisis kelayakan finansial, meliputi informasi mengenai biaya investasi, operasional, penerimaan, keuntungan serta faktor - faktor ekonomi yang mempengaruhi keberlanjutan usahatani alpukat. Penentuan responden dilakukan secara purposive sampling dengan luas lahan sebesar 8 hektar dan jumlah tanaman sebanyak 2.500 pohon. Analisis kelayakan finansial dilakukan menggunakan empat kriteria investasi yaitu Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP) dengan tingkat suku bunga pinjaman 6 persen per tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya investasi yang dikeluarkan sebesar Rp451.010.000, dengan nilai NPV sebesar Rp12.106.736.357, BCR sebesar 5,19, IRR sebesar 54,9 persen. Berdasarkan hasil tersebut, usahatani alpukat dinyatakan layak untuk diusahakan, dengan masa pengembalian modal (Payback Period) selama 7,5 tahun. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa usahatani alpukat di Dusun Sukamulya Desa Hujungtiwu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis, layak diusahakan secara finansial, karena mampu memberikan keuntungan yang tinggi dan dapat mengembalikan modal dalam jangka waktu yang relative singkat dibandingkan dengan umur ekonomis tanaman.
THE ROLE OF FARMER GROUPS IN IMPROVING FARMERS’ INDEPENDENCE IN THE MODERN ERA (CASE STUDY IN CISARUA VILLAGE, NAGRAK DISTRICT, SUKABUMI REGENCY) Reshy Destira Rahmalia; Reny Sukmawani; Ema Hilma Meilani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24181

Abstract

The agricultural sector in the modern era is characterized by the increasing adoption of digital technology, which drives the transformation of agricultural systems. However, farmers still encounter various limitations, particularly in terms of low digital literacy and weak institutional capacity. This study aims to analyze the role of farmer groups in enhancing farmers’ independence and to assess its relevance in addressing agricultural digitalization in Cisarua Village, Nagrak District, Sukabumi Regency.This research applied a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires, interviews, and field observations. The respondents consisted of 30 active members of the Sri Rahayu II Farmer Group. Data analysis was conducted using multiple linear regression with SPSS software.The results indicate that leadership, member participation, and communication have a positive and significant effect on the role of farmer groups, both partially and simultaneously. Leadership is the most dominant variable influencing the role of farmer groups. The coefficient of determination (R²) of 0.586 shows that 58.6% of the variation in the role of farmer groups is explained by the studied variables, while the remainder is influenced by other factors outside the model. Overall, farmer groups have contributed to improving farmers’ independence; however, limitations still exist in communication and digital literacy, which need to be strengthened through technology-based institutional development.farmer groups; farmers’ independence; communication; leadership; agricultural digitalization
FEASIBILITY ANALYSIS OF RAINFED RICE FARMING IN SERDANG MENANG VILLAGE SIRAH PULAU PADANG DISTRICT OKI REGENCY Nur aisyah; Henny Rosmawati; Endang Lastinawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23966

Abstract

This study aims to analyze the income and feasibility of rainfed rice farming in Serdang Menang Village, Sirah Pulau Padang District, OKI Regency. This study used a survey method with a stratified disproportionate random sampling technique. The analysis was carried out through the income approach and RC ratio. The results showed that the income of rainfed rice farmers increased along with the increase in land area. The average income on narrow land was Rp5.714.699 lg/mt, medium land was Rp15.226.350 lg/mt, and large land was Rp52.084.000 lg/mt. While the RC ratio results on narrow land were 2.5, on medium land were 2.7, and on large land were 3.4, which means that all three lands are feasible to be cultivated. When compared between categories, land area showed the highest level of feasibility; the wider the land managed, the higher the income obtained and the more efficiently the farming business is run. Keywords: rainfed rice, income, farming feasibility, RC ratio
PROSPEK PRODUKSI DAN EKSPOR MINYAK KELAPA SAWIT INDONESIA: TREN DAN PERAMALAN Elviati Elviati; Andreas Sitanggang
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23536

Abstract

Minyak kelapa sawit merupakan komoditas strategis subsektor perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia sebagai sumber devisa ekspor dan bahan baku industri domestik. Perkembangan produksi dan ekspor menunjukkan dinamika fluktuatif yang dipengaruhi faktor internal dan eksternal, sehingga diperlukan analisis tren dan proyeksi untuk mendukung perencanaan kebijakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren produksi dan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia periode 2004–2024 serta melakukan peramalan menggunakan metode Least Square. Data yang digunakan berupa data sekunder deret waktu dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta regresi linier sederhana (Least Square), dengan evaluasi akurasi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi memiliki tren meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 6,93% per tahun, sedangkan ekspor tumbuh rata-rata 5,07% per tahun. Rasio ekspor terhadap produksi dalam beberapa tahun terakhir cenderung menurun, mengindikasikan peningkatan pemanfaatan domestik. Model peramalan menunjukkan tingkat akurasi yang sangat baik untuk produksi dan baik untuk ekspor berdasarkan nilai MAPE. Proyeksi hingga tahun 2029 memperlihatkan kecenderungan peningkatan produksi dan ekspor sejalan dengan tren jangka panjang, meskipun fluktuasi tahunan tetap mungkin terjadi.
STRATEGI PEMASARAN BENIH IKAN MAS DI DESA SINGKIR KECAMATAN CIKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA Ivan Sayid Nurahman; Riadi Mulya Febriana; Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.17915

Abstract

Pengembangan strategi pemasaran benih ikan mas yang efektif dapat meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pasar, serta mendukung keberlanjutan usaha perikanan dalam memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembenihan ikan mas di Desa Singkir Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, saluran pemasaran benih ikan mas di Desa Singkir Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, dan strategi pemasaran benih ikan mas di Desa Singkir Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus. Sedangkan untuk mengetahui saluran pemasaran dan lembaga pemasaran benih ikan sampel diambil menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembenihan ikan mas di Desa Singkir Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya melalui beberapa tahap yakni pemberokan indukan mas, proses pemijahan, penetasan telur ikan mas, perawatan larva, pendederan dan pemanenan. Terdapat 2 saluran pemasaran yakni, saluran nol tingkat dan satu tingkat. Strategi pemasaran benih ikan mas di Desa Singkir sangat potensial didukung oleh kualitas benih yang baik, stabilitas harga, dan minimnya pesaing, namun perlu ditingkatkan melalui inovasi pemasaran, perbaikan peralatan budidaya, serta upaya mengatasi dominasi tengkulak dalam penentuan harga.
KELAYAKAN USAHATANI MELON (Cucumis melo. L) HIDROPONIK DENGAN SISTEM IRIGASI TETES (Studi Kasus di Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis) Dalik Muldad Nurhamdajani; Dedi Herdiansah Sujaya; Rian Kurnia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23326

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan petani dalam melakukan analisis usahatani melon hidroponik dengan sistem irigasi tetes sehingga kurang mengetahui kelayakan dari usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, tingkat penerimaan, serta pendapatan pada usahatani melon hidroponik dengan penerapan sistem irigasi tetes, sekaligus menilai kelayakan usahanya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif guna memperoleh informasi mengenai analisis usahatani melon hidroponik berbasis sistem irigasi tetes. Data yang dianalisis terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik analisis yang diterapkan adalah analisis deskriptif terhadap hasil kuesioner. Hasil penelitian menujukan bahwa : 1) Rata-rata biaya total usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes dalam satu kali proses produksi milik bapak Hilman Firmanudin sebesar Rp. 12.560.771 sedangkan milik bapak Darif Haidarifan sebesar Rp. 38.618.507, dengan total penerimaan yang diperoleh dalam satu kali proses produksi milik bapak Hilman Firmanudin sebesar Rp. 31.500.000 sedangkan  milik bapak Darif Haidarifan sebesar Rp. 105.000.000. Dan pendapatan usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes milik bapak Hilman Firmanudin sebesar Rp. 18.939.229 sedangkan milik bapak Darif Haidarifan sebesar Rp. 66.381.493. 2) Rata-rata nilai R/C usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes sebesar 2,50 milik bapak Hilman Firmanudin dan R/C 2,71 milik bapak Darif Haidarifan. Dengan nilai R/C dari kedua responden pemilik usahatani melon hidroponik dengan sistem irigasi di Kecamatan Baregebeg dua-duanya memilik nilai R/C lebih dari 1 (satu), maka usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes di Kecamatan Baregbeg layak untuk dijalankan.
ANALISIS PERAN KUR BANK SUMSEL BABEL TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI KARET DI KECAMATAN LUBUK BATANG Dita Amellia; Endang Lastinawati; Septianita Septianita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan oleh Bank Sumsel Babel terhadap pendapatan usahatani karet di Kecamatan Lubuk Batang. Penelitian dilakukan terhadap 10 responden petani karet dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah menerima KUR, khususnya terhadap aspek biaya produksi dan pendapatan bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menerima KUR, terjadi peningkatan pendapatan kotor dari Rp 2.700.000 menjadi Rp 3.000.000 per bulan, dan pendapatan bersih meningkat dari Rp 2.300.000 menjadi Rp 2.800.000 per bulan. Selain itu, total biaya produksi per bulan menurun dari Rp 400.000 menjadi Rp 200.000, menunjukkan efisiensi biaya yang signifikan. Hasil analisis menggunakan metode Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan sebelum dan sesudah menerima KUR, dengan nilai Z = -2,803 dan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,005 < 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian KUR berpengaruh nyata dalam meningkatkan pendapatan usahatani karet. Dengan demikian, KUR berperan penting dalam membantu permodalan, meningkatkan efisiensi biaya, dan mendukung keberlanjutan usaha petani karet di daerah penelitian.
ANALISIS EFISIENSI PERSEDIAAN KACANG HIJAU DI PT TUMBUH JAYA BEKASI Nyda Aulia; Muhamad Rom Ali Fikri; Indrajit Wicaksana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23833

Abstract

Pengelolaan persediaan bahan baku merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kelancaran distribusi dan efisiensi biaya pada perusahaan berbasis komoditas impor. PT Tumbuh Jaya Bekasi sebagai pemasok kacang hijau untuk industri menghadapi permasalahan fluktuasi permintaan, waktu tunggu pengiriman, serta kenaikan harga bahan baku yang berdampak pada pengendalian persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi persediaan bahan baku, menentukan jumlah pemesanan optimal, Reorder Point (ROP), dan safety stock menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), serta menganalisis efisiensi biaya persediaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode EOQ Model VII yang mempertimbangkan penawaran dan masa tenggang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pemesanan optimal yang disesuaikan dengan kapasitas gudang sebesar 60.000 kg dengan frekuensi pemesanan 37 kali per tahun. Titik pemesanan kembali (ROP) diperoleh sebesar 8.299 kg, kebutuhan rata-rata selama masa tenggang sebesar 6.247 kg, serta safety stock sebesar 2.052 kg. Total biaya persediaan dengan metode EOQ sebesar Rp433.221.722 per tahun, lebih rendah dibandingkan metode perusahaan sebesar Rp654.125.000, sehingga menghasilkan efisiensi biaya sebesar Rp220.903.278 atau 33,77%. Penerapan metode EOQ terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan serta mengurangi risiko kelebihan dan kekurangan stok, sehingga dapat mendukung punahnya operasional perusahaan.Kata Kunci : persediaan, EOQ , titik pemesanan ulang, stok pengaman , efisiensi biaya
POTENSI DAN PERGESERAN PADA SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI BANTEN Kevin Chandra Dio; Aris Supriyo Wibowo; Dian Anggraeni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi posisi sektor pertanian dalam struktur ekonomi Provinsi Banten serta mengkaji prospek pertumbuhannya berdasarkan pergeseran struktural yang terjadi selama periode 2015–2024. Sektor pertanian memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, menyediakan lapangan kerja, dan mendorong pembangunan berbasis potensi lokal. Namun, transformasi struktural yang terus berlangsung seiring pertumbuhan ekonomi dapat mengurangi peranan sektor ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Location Quotient (LQ) untuk menentukan apakah sektor pertanian berfungsi sebagai sektor basis atau non-basis, serta analisis Shift-Share untuk menilai dinamika perubahan dan kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dibandingkan sektor lainnya. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tahun 2010 selama periode 2015–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sebagian besar wilayah Provinsi Banten, sektor pertanian diklasifikasikan sebagai sektor non-basis, yang mengindikasikan kontribusi relatif lebih kecil terhadap perekonomian daerah dibandingkan rata-rata nasional. Meskipun demikian, analisis shift-share menunjukkan bahwa di beberapa wilayah, sektor pertanian tetap menunjukkan pertumbuhan positif, yang mengindikasikan adanya potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu, meskipun mengalami pergeseran, sektor pertanian tetap memiliki arti strategis dan perlu didukung melalui kebijakan pembangunan yang menekankan keunggulan lokal dan keberlanjutan,