cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alfarhanic@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23564903     EISSN : 25798359     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH merupakan jurnal ilmiah berkala yang memuat hasil penelitian dari mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Galuh.
Arjuna Subject : -
Articles 1,127 Documents
PENGENDALIAN PERSEDIAAN KEDELAI SEBAGAI BAHAN BAKU KERIPIK TEMPE DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) (Kasus PT Agustira Sejahtera Kabupaten Cirebon) Salwa Nusita Puteri; Zulfikar Noormansyah; Tenten Tedjaningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24304

Abstract

Pengendalian persediaan bahan baku memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran proses produksi perusahaan. PT Agustira Sejahtera sebagai perusahaan pengolahan keripik tempe masih melakukan pengendalian persediaan kedelai berdasarkan perkiraan kebutuhan produksi dan pengalaman perusahaan. Frekuensi pemesanan yang cukup tinggi juga menyebabkan biaya persediaan perusahaan menjadi lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku kedelai menggunakan metode perusahaan dan metode Economic Order Quantity (EOQ), serta menentukan safety stock, reorder point, dan total inventory cost pada PT Agustira Sejahtera. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data penelitian meliputi kebutuhan bahan baku, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan tahun 2024 sampai 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perusahaan menghasilkan frekuensi pemesanan yang tinggi, yaitu sebanyak 90 kali pada tahun 2024 dan 125 kali pada tahun 2025 dengan jumlah pemesanan yang relatif kecil. Perusahaan juga belum menerapkan safety stock dan reorder point secara khusus. Hasil perhitungan menggunakan metode EOQ menunjukkan jumlah pemesanan optimal sebesar 587,3 kg pada tahun 2024 dan 1.292,6 kg pada tahun 2025 dengan frekuensi pemesanan sekitar 4 sampai 5 kali dalam satu tahun. Metode EOQ juga menghasilkan total biaya persediaan yang lebih rendah dibandingkan metode perusahaan sehingga dinilai lebih efisien dalam pengendalian persediaan bahan baku kedelai pada PT Agustira Sejahtera.
PENGARUH HARGA, PENDAPATAN DAN SELERA TERHADAP PEMBELIAN CABAI MERAH KRITING PADA KONSUMEN DI PASAR BARU BATURAJA KABUPATEN OKU Aldo Samudra; Henny Rosmawati; Windi Lestari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.22925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, pendapatan dan selera terhadap pembelian cabai merah kriting pada konsumen di Pasar Baru Baturaja Kabupaten OKU. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh harga, pendapatan dan selera terhadap pembelian cabai merah kriting pada konsumen di Pasar Baru Baturaja Kabupaten OKU. Besarnya pengaruh harga, pendapatan dan selera terhadap pembelian cabai merah kriting pada konsumen di Pasar Baru Baturaja Kabupaten OKU yaitu sebesar 63,1% sedangkan sisanya 36,9% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Kata Kunci: Harga, Pendapatan, Selera dan Pembelian Cabai
ANALISIS PRIORITAS, UNGGULAN DAN POTENSIAL SUBSEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI BALI PERIODE TAHUN 2018-2024 Suci Novianti; Slamet Abadi; Syifa Fauziah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24078

Abstract

Sektor pertanian berkontribusi terhadap perekonomian daerah melalui penyediaan pangan, bahan baku, tenaga kerja, dan nilai tambah dalam PDRB. Kontribusi tersebut berbeda antarwilayah yang disebabkan oleh karakteristik wilayah, potensi sumber daya alam, serta struktur perekonomian daerah sehingga peran sektor pertanian tidak selalu tercermin dari besarnya kontribusi terhadap PDRB tetapi juga dipengaruhi oleh keunikan wilayah. Fenomena tersebut terjadi di Provinsi Bali sebagai daerah yang perekonomiannya didominasi oleh sektor pariwisata sehingga peran sektor pertanian secara kuantitatif relatif lebih kecil dalam pembentukan PDRB, namun sektor ini tetap menunjukkan kinerja yang baik yang tercermin dari tingkat ketahanan pangan tertinggi di Indonesia. Perkembangan pariwisata tersebut menjadi tantangan karena meningkatkan alih fungsi lahan pertanian. Oleh karena itu diperlukan subsektor khusus dan komoditas agar pengembangan pertanian lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi subsektor prioritas, unggulan, dan potensial sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan pertanian daerah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan 64 komoditas pertanian berdasarkan data BPS, dengan analisis LQ i , DLQ i , dan tipologi klassen . Adapun kriterianya LQ i > 1 unggulan, DLQ i > 1 potensi dan tipologi klassen yang komprehensif ke dalam empat kuadran dimana kuadran I adalah kuadran yang terbaik karena kontribusi dan pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan nasional. Hasil menunjukkan bahwa tanaman pangan dan hortikultura menjadi subsektor unggulan dengan nilai LQ i 2,4211 dengan komoditas utama anggur nilai LQ i 66,7001. Subsektor perikanan menempati posisi strategis untuk dikembangkan karena nilai DLQ i 1,2062, terutama budidaya dengan nilai DLQ i 2,1498. Berdasarkan Tipologi Klassen , subsektor terbaik adalah perikanan yang berada di kuadran II. Secara keseluruhan beberapa komoditas berada pada kuadran I yaitu Cabai Keriting, Semangka, Durian, Jeruk siam, Manggis, Salak, Kelapa, Babi, Ayam petelur dan Perikanan tangkap laut. Berdasarkan hal itu maka subsektor prioritas Provinsi Bali adalah perikanan khususnya perikanan tangkap laut dan budidaya.
ANALISIS NILAI TAMBAH KEDELAI MENJADI TAHU BULAT (STUDI KASUS DI PABRIK TAHU BULAT SONGKHA KECAMATAN CIPAKU KABUPATEN CIAMIS) Ryan Agnia Pamungkas; Dedi Herdiansah Sujaya; Tiktiek Kurniawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23720

Abstract

Pengolahan hasil pertanian merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi suatu komoditas melalui proses perubahan bentuk produk. Salah satu bentuk pengolahan kedelai yang berkembang di masyarakat adalah pengolahan kedelai menjadi tahu bulat. Proses pengolahan tersebut menyebabkan terjadinya nilai tambah karena adanya penggunaan bahan penunjang, tenaga kerja, serta perubahan bentuk produk yang meningkatkan nilai jual di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha, serta menganalisis besarnya nilai tambah dari pengolahan kedelai menjadi tahu bulat di Pabrik Tahu Bulat Songkha Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha dan data sekunder dari berbagai literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Hayami untuk menghitung nilai tambah serta analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total dalam satu kali proses produksi sebesar Rp4.180.102,09 dengan penerimaan sebesar Rp7.600.000 dan pendapatan sebesar Rp3.419.897,91. Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kedelai menjadi tahu bulat sebesar Rp17.663,88 per kilogram (per 125 butir) dengan rasio nilai tambah sebesar 58,10%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pengolahan kedelai menjadi tahu bulat mampu memberikan nilai tambah yang tinggi dan meningkatkan nilai ekonomi kedelai sebagai bahan baku.
Efisiensi Kedelai Berdasarkan Agroekosistem di Kabupaten Tasikmalaya Dina Agustina; Dadun Abdul Mugis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat efisiensi produksi kedelai pada dataran tinggi di Kabupaten Tasikmalaya. (2) Tingkat efisiensi produksi kedelai pada dataran rendah di Kabupaten Tasikmalaya. (3) Uji beda tingkat efisiensi usahatani kedelai pada dataran tinggi dan dataran rendah di Kabupaten Tasikmalaya.Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survai eksplanatory (Explanatory Research). Teknik atau pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling berdasarkan agroekosistem di Kabupaten Tasikmalaya yang terbagi menjadi bagian utara adalah Kecamatan Jamanis dan bagian selatan Kecamatan Pancatengah. Jumlah sampel yang terambil sebanyak 50 orang pada dataran tinggi dan 76 orang pada dataran rendah.Analisis tingkat efisiensi teknis dilakukan dengan pendekatan fungsi produksi frontier, dimana perhitungannya dilakukan dengan menggunakan aplikasi frontier version 4.1c. Sedangkan untuk mengetahui besarnya tingkat efisiensi ekonomis menggunakan pendekatan rasio Nilai Produk Marginal (NPM) dengan harga satuan input (Hx).Hasil penelitian ini menunjukkan efisiensi teknis pada dataran tinggi telah efisien, namun secara ekonomis, tidak ada satu faktor produksipun yang tepat berada pada kondisi NPMXi/PXi = 1. Begitupun pada dataran rendah secara teknis telah efisien, namun secara ekonomis, tidak ada satu faktor produksipun yang tepat berada pada kondisi NPMXi/PXi = 1. Hasil uji beda tingkat efisiensi pada usahatani kedelai pada dataran tinggi dan dataran rendah di kabupaten tasikmalaya tidak terdapat perbedaan.
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Kripnyos dengan Pendekatan Business Model Canvas di PT Nuwansa Glorie Grup Sabrina Nilasari Br Silaban; Nur Rohmah Lufti A'yuni; Fitria Naimatu Sadiyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha produk Kripnyos (keripik salak) di PT Nuwansa Glorie Grup dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis dilakukan menggunakan Business Model Canvas untuk memetakan model bisnis perusahaan, serta analisis SWOT, Internal Factor (IFE), External Factor Evaluation (EFE), dan Blue Ocean Strategy untuk merumuskan strategi pengembangan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IFE sebesar 2,64 yang menunjukkan bahwa kondisi internal perusahaan berada pada kategori cukup kuat. Sementara itu, nilai EFE sebesar 2,88 menunjukkan bahwa perusahaan mampu merespons peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal dengan cukup baik. Berdasarkan analisis SWOT, posisi perusahaan berada pada kuadran Strength–Opportunity (SO), yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kekuatan internal yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan peluang yang ada di pasar. Strategi yang dapat diterapkan antara lain pengembangan inovasi produk, peningkatan kualitas pemasaran, pemanfaatan teknologi digital dalam promosi, serta perluasan jaringan distribusi. Dengan demikian, penerapan strategi yang tepat melalui pendekatan Business Model Canvas diharapkan mampu mendukung pengembangan usaha Kripnyos secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETANI DALAM MELAKUKAN ALIH FUNGSI LAHAN KOPI MENJADI KELAPA SAWIT DI DESA SIMPANG SENDER TENGAH KECAMATAN BUAY PEMATANG RIBU RANAU TENGAH KABUPATEN OKU SELATAN Sri Widia Ningsih; Henny Rosmawati; Putri Ayu Ogari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam melakukan alih fungsi lahan kopi menjadi kelapa sawit di desa Simpang Sender Tengah Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah Kabupaten OKU Selatan, yang telah dilaksanakan pada bulan April–sampai Juni 2025. Penelitian ini dilaksanakan di desa Simpang Sender Tengah Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah Kabupaten OKU Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi survei. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang secara signifikan memengaruhi keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan dari tanaman kopi ke kelapa sawit. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa umur tanaman kopi (X1), harga sawit (X3), dan pendapatan (X4) memiliki pengaruh nyata terhadap keputusan alih fungsi dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,045; 0,039; dan 0,000. Di sisi lain, variabel jumlah anggota keluarga (X2) tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,769. Secara keseluruhan, model regresi yang digunakan mampu menjelaskan 97,2% variasi keputusan petani (R² = 0,972), dan uji F menunjukkan hasil signifikan sebesar 245,838 dengan signifikansi 0,000. Kata kunci: Faktor-faktor, alih fungsi lahan, kopi, kelapa sawit
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN SENSITIVITAS PRODUK PEMPEK BANDENG FORTIFIKASI LIMBAH UDANG Amelia Dwi Nugrahaini; Julia Agustina; Rahmat Dhandy; Elis Rahmawati Mar’atus Sholihah; Andi Muhammad Ismail; Hisyam Dwi Suryana; Warda Rohmatul Jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23920

Abstract

Bandeng dan limbah kulit udang merupakan dua bahan baku yang dapat diolah menjadi produk pempek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha pempek ikan bandeng dengan fortifikasi tepung limbah kulit udang sebagai inovasi produk agroindustri berbasis pemanfaatan limbah perikanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kelayakan usaha (feasibility study) berbasis analisis arus kas (cash flow). Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui observasi dan praktik produksi, serta data sekunder dari literatur dan harga pasar. Analisis dilakukan menggunakan beberapa indikator kelayakan finansial, yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Payback Period (PP), Break Even Point (BEP), serta analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dikembangkan dengan nilai NPV sebesar Rp 58.292.000, Net B/C sebesar 13,48, dan Payback Period selama 3,37 bulan. Selain itu, BEP tercapai pada produksi sekitar 49 kg per bulan, yang berada di bawah kapasitas produksi, sehingga usaha memiliki margin keamanan yang baik. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha tetap menguntungkan meskipun terjadi penurunan harga jual, penurunan volume produksi, maupun kenaikan biaya bahan baku. Dengan demikian, usaha pempek ikan bandeng dengan fortifikasi limbah kulit udang tidak hanya layak secara finansial, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha agroindustri yang berkelanjutan dan bernilai tambah melalui pemanfaatan limbah perikanan.
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi dan Motivasi Terhadap Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani Dalam Program Pekarangan Pangan Lestari (Kasus di Kelurahan Gununggede) Siti Sharah; Dedi Djuliansah; Zulkifar Noormansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23454

Abstract

Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan. Dalam mendukung hal tersebut pemerintah mengembangkan Program Pekarangan Pangan Lestari sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan, khususnya melalui Kelompok Wanita Tani. Keberhasilan Program P2L sangat ditentukan oleh partisipasi aktif anggota KWT, yang dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi dan motivasi. Namun, di Kelurahan Gununggede terjadi penurunan jumlah anggota KWT dari tahun ke tahun yang berpotensi menghambat keberlanjutan program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana faktor sosial ekonomi, motivasi, dan partisipasi anggota KWT, serta menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi dan motivasi terhadap partisipasi anggota KWT dalam Program P2L. Penelitian dilaksanakan di KWT Afyussalam dan KWT Lestari dengan jumlah responden sebanyak 35 orang menggunakan metode sensus. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial ekonomi anggota KWT didominasi oleh pendidikan lulusan SD-SMP, pendapatan kurang dari Rp1.500.000 per bulan, jumlah tanggungan keluarga 4–6 orang, serta status pekerjaan non formal. Motivasi anggota KWT terhadap Program P2L tergolong tinggi, terdiri atas motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Partisipasi anggota KWT juga berada pada kategori tinggi. Selain itu, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap partisipasi anggota KWT dalam Program P2L baik secara simultan maupun parsial.
KINERJA KEUANGAN KOPERASI PRODUKSI PERKEBUNAN KARET WANGUNWATIE Ebylla Agusti; Suyudi Suyudi; Zulfikar Noormansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24305

Abstract

Penelitian kinerja keuangan bertujuan untuk mengetahui kemampuan koperasi dalam mencapai hasil usahanya, untuk memastikan keberlanjutan usaha, kesejahteraan anggota, dan pemenuhan kewajibannya, dengan menggunakan rasio keuangan yaitu rasio likuiditas (current ratio), rasio solvabilitas (debt to equity ratio dan debt to asset ratio), dan rasio rentabilitas (return on equity, return on asset, dan net profit margin). Tempat penelitian di Koperasi Produksi Perkebunan Karet Wangunwatie (KPPKW), dengan periode penelitian 2019 sampai 2024, metode yang digunakan ialah studi kasus, berdasarkan data yang bersumber dari laporan keuangan koperasi, alat analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif, dengan ketetapan dari standar penilaian koperasi berprestasi atau kinerja suatu koperasi berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No.06/Per/M.KUKM/V/2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio dengan nilai rata-rata 83,456 persen berada pada kriteria tidak baik dengan standar kurang dari 125 persen. Debt to Equity Ratio dengan nilai rata-rata 119,538 persen berada pada kriteria cukup baik dengan standar 100 persen sampai 150 persen. Debt to Asset Ratio dengan nilai rata-rata 53,303 persen berada pada kriteria cukup baik dengan standar 50 persen sampai 60 persen. Return On Equity dengan nilai rata-rata 0,945 persen berada pada kriteria tidak baik dengan standar kurang dari 3 persen. Return On Asset  dengan nilai rata-rata 0,475 persen berada pada kriteria tidak baik dengan standar kurang dari 1 persen, dan Net Peofit Margin dengan nilai rata-rata 0,787 persen berada pada kriteria tidak baik kurang dari 1 persen.