cover
Contact Name
Julia Pertiwi
Contact Email
jmiakrecmed@gmail.com
Phone
+6282310902010
Journal Mail Official
jmiakrecmed@gmail.com
Editorial Address
“Program Studi Rekam Medis & Informasi Kesehatan” Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Veteran Bangun Nusantara Jl. Letjend. Sujono Humardani No. 01, Jombor, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta - Jawa Tengah 57521. Telp (0271) 593156, Fax (0271) 591065,
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan
ISSN : 26216612     EISSN : 26226944     DOI : https://doi.org/10.32585/jmiak.v1i1.119
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), diterbitkan oleh Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan UNIVET. Terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Berisi naskah ilmiah berupa hasil penelitian, studi literatur/ artikel review, editorial dan makalah ilmiah/ paperdi bidang Ilmu Rekam Medis, Manajemen Informasi Kesehatan dan Administrasi/ Kebijakan di Bidang Kesehatan.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK" : 24 Documents clear
Evaluasi Implementasi Rekam Medis Elektronik Ruang VK dengan Metode HOT-Fit di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Azzakia, Fatimah; Rima Diaty; M Noor Aditya Pratama; Mariani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7337

Abstract

Dalam upaya meningkatkan standar pelayanan kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan No. 24 Tahun 2022 mewajibkan penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME). Namun demikian, masih terdapat kendala teknis dan non-teknis yang perlu diatasi di Rumah Sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin. Dengan menggunakan model HOT-Fit yang mempertimbangkan faktor organisasi, teknologi, dan manusia, penelitian ini berupaya untuk memulai penerapan RME. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah empat informan yang dipilih secara purposive, yaitu kepala IT, petugas rekam medis, bidan, dan perawat. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek manusia, pelatihan penggunaan RME belum merata sehingga sebagian tenaga medis masih mengalami kesulitan. Dari aspek organisasi, dukungan manajemen dan SOP belum optimal. Dari aspek teknologi, sistem sering mengalami error dan lambat, meskipun tetap membantu mempercepat akses data pasien. Secara umum, RME dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja tenaga medis meski belum berjalan optimal. Implementasi RME di RS Sultan Suriansyah Banjarmasin masih menghadapi hambatan pada kesiapan SDM, dukungan organisasi, dan kualitas sistem. Rumah sakit perlu meningkatkan pelatihan, memperkuat infrastruktur, menyusun SOP yang jelas, serta menyediakan dukungan teknis yang berkelanjutan agar RME dapat berjalan lebih efektif.
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Farmasi di Rumah Sakit Militer Banjarmasin Melly Nadya; Rima Diaty; M. Aditya Pratama; Azura Arisa
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7339

Abstract

Kepuasan pasien menjadi indikator yang penting untuk menilai pelayanan rumah sakit dan berperan dalam membentuk citra serta kepercayaan masyarakat. Kualitas pelayanan berperan sebagai faktor utama dalam mempengaruhi kepuasan pasien karena mencakup aspek kecepatan, ketepatan, sikap petugas, dan kejelasan informasi. Penelitian ini diselenggarakan dengan tujuan memahami hubungan diantara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Militer Banjarmasin. Kemudian dipergunakan metode kuantitatif melalui cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 responden dipilih mempergunakan purposive sampling melalui berupa kriteria pasien yang sudah menerima pelayanan farmasi dan bersedia menjadi responden. Variabel independen yang dipilih yaitu kualitas pelayanan yang diukur melalui 5 dimensi SERVQUAL, sementara untuk variabel dependen berupa kepuasan pasien yang diukur mempergunakan skala Likert 4 poin. Analisis data dilaksanakan dengan cara univariat dan bivariat melalui uji Chi-Square. Hasil yang didapat memperlihatkan kualitas pelayanan ada dalam kategori baik sejumlah 43%, sedangkan kepuasan pasien terbanyak ada dalam kategori kurang puas sejumlah 46%. Uji Chi-Square menghasilkan p-value=0,017 (p<0,05) dimana menjelaskan adanya hubungan secara signifikan diantara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien. Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan diantara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, sehingga peningkatan kualitas pelayanan akan memberi dampak positif untuk kepuasan pasien dan citra rumah sakit.
The Relantionship of Knowledge to The Use of BPJS Health Cards in The Community at Teluk Tiram Public Health Center Banjarmasin: KNOWLEDGE, BPJS Ningsih, Novita Dwi Widiya; Della; Karinda, Merlin; Rifqiannor
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7441

Abstract

BPJS Kesehatan is a national social security program that functions to provide comprehensive health protection for the Indonesian people. The utilization of BPJS Kesehatan cards is greatly influenced by of knowledge, ease of access, and public awareness in using health services. The research was conducted to ensure relation between knowledge and the utilization of BPJS Kesehatan cards in the community at Teluk Tiram Banjarmasin Health Center in 2025. The species of research conducted was quantitative research in with an analytical survey using a cross-sectional approach. The sample consisted of 98 people as active BPJS Kesehatan participants at Teluk Tiram Health Centre. Sampling technique is Purposive sampling. Data analysis using Univariate and Bivariate analysis tests. The Pearson Correlation test analysis stated that the p-value of the knowledge variable obtained p-value = 0.015, and perception p-value = 0.004 towards the used of BPJS Kesehatan services in Teluk Tiram Banjarmasin Health Center. The study found a relationship between knowledge and BPJS Kesehatan card utilization at Teluk Tiram Community Health Centre in 2025. The study concluded is that BPJS Kesehatan card utilization at the Teluk Tiram Community Health Centre in Banjarmasin has been optimal. The community health center is expected to continue improving outreach, education, and service quality to ensure more equitable utilization of the program.
Korelasi antara Kesiapan Teknologi dengan Persepsi Kemudahan pada Pengguna Aplikasi Mobile JKN Ibrahim, Mochammad Malik; Titis Eka Gusti; Ayu Wulandari
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7264

Abstract

The Mobile JKN application was developed to facilitate participants in accessing digital health services, but its utilization is still low due to limited user technological readiness. This study aims to analyze the correlation between technological readiness and perceived ease of use among Mobile JKN users at Prof. Dr. Soekandar Regional General Hospital, Mojokerto Regency in 2025. The study population was 3,094 users with a sample of 354 respondents selected through a purposive sampling technique. This study used a quantitative, correlative analytical design with a cross-sectional approach. The instrument was a questionnaire based on the Technology Readiness Index (TRI) and the Technology Acceptance Model (TAM). The results showed that most respondents had a moderate level of technological readiness and perceived ease of use, and there was a significant correlation between the two variables. The conclusion of this study is that the higher the technological readiness, the higher the perceived ease of use of Mobile JKN. Efforts to improve this can be done through socialization activities at least twice a month to strengthen participant digital literacy.
Arah Masa Depan Rekam Medis Elektronik dalam Era Kesehatan Digital: Literature Review : Arah Masa Depan Rekam Medis Elektronik dalam Era Kesehatan Digital: Literature Review I Gusti Agung Ngurah Putra Pradnyantara; Harinto Nur Seha; Nisa Nur Kusuma
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7306

Abstract

Electronic Medical Records (EMR) have become one of the key pillars of digital health transformation, particularly in improving documentation efficiency, quality of care, and patient data integration. However, the implementation of EMR in various countries, including Indonesia, still faces several challenges such as limited infrastructure, user resistance, data standardization issues, and information security concerns. This study is a scoping review aimed at mapping the challenges and strategies of EMR implementation based on relevant literature from the past ten years. Articles were searched through PubMed, Scopus, and Google Scholar using the keywords “electronic medical record,” “implementation challenges,” and “strategies.” The review findings indicate that the main barriers to EMR implementation include technical factors (interoperability, infrastructure costs), human factors (digital literacy of healthcare professionals, resistance to change), and organizational factors (management support, policies, and regulations). Strategies frequently recommended in the literature include continuous training, early stakeholder engagement in the planning phase, clear national policies, and strengthening data security and privacy. This study provides a comprehensive overview of the dynamics of EMR implementation and can serve as a basis for decision-making by healthcare managers and policymakers in supporting digital health transformation. Keywords: electronic medical record, implementation, challenges, strategies, scoping
Analisis Pengaruh SIMRS Terhadap Kinerja Perawat Di Rumah Sakit X Kota Banjarmasin Muhammad Nur Raihan; Rima Diaty; Novita Dwi Widiya Ningsih
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7431

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) termasuk sebagai komponen yang bisa mempengaruhi kinerja perawat untuk menyelesaikan segala pelayanan, melalui keberadaan SIMRS ini manajemen mampu menetapkan tindakan yang tepat menyesuaikan informasi yang dikumpulkan pada sistem. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan mengetahui pengaruhnya SIMRS terhadap kinerja perawat dalam pengisian rekam medis elektronik pada unit rawat inap di RS X. Metode yang diterapkan yaitu kuantitatif melalui metode cross sectional dengan pengambilan random sampling terhadap 62 orang perawat yang menggunakan SIMRS dalam pengisian RME di unit rawat inap sebagai responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert, serta uji hipotesis dianalisis dengan uji regresi linier sederhana mempergunakan SPSS 27. Hasil yang didapat menjelaskan SIMRS memberikan pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja perawat, yang dibuktikan melalui koefisien regresi sejumlah 0,843 dengan sig. 0,000 (p < 0,05). Kemudian diperoleh R2 dengan nilai 0,283 yang mengindikasikan 28,3% variasi dari kinerja perawat mampu dijelaskan penerapan SIMRS.
Kelengkapan Pengisian Surat Keterangan Kematian Pasien Rawat Inap Rumah Sakit X Yuliana Pratiwi; Andi Suhenda; Fery Fadly; Ayu Rahayu Lestari
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7217

Abstract

Incorrect completion of death certificates can hinder the identification of causes of death and affect the accuracy of mortality data. This study aims to evaluate the completeness of death certificates for inpatients at Hospital X in 2023. The study used a quantitative approach with descriptive methods and total sampling techniques. The study population consisted of all SKKs for inpatients in 2023. Data were collected through a process of collecting, editing, tabulating, and presenting. The results showed that the highest completeness was found in the items of the name of the person filling out the form and the day/date of death at 100%, while the lowest completeness was found in the items of occupation at 42% and gender at 75%. This incompleteness was due to the low awareness of doctors in filling out the SKK. In conclusion, although some items were completely filled out, several items were found to be incomplete and needed improvement. Hospitals are advised to create and consistently implement quantitative analysis SOPs and increase the awareness of medical personnel regarding the importance of completing the SKK to support the accuracy of death reporting and health policy decision-making Pengisian Surat Keterangan Kematian (SKK) yang tidak sesuai standar dapat menghambat identifikasi penyebab kematian dan berdampak pada ketepatan data mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelengkapan pengisian SKK pasien rawat inap di Rumah Sakit X tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah seluruh SKK pasien rawat inap tahun 2023. Data dikumpulkan melalui proses collecting, editing, tabulating, dan penyajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan tertinggi terdapat pada item nama pengisi serta hari/tanggal meninggal sebesar 100%, sementara kelengkapan terendah ditemukan pada item pekerjaan 42% dan jenis kelamin 75%. Ketidak lengkapan ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran dokter dalam pengisian SKK. Kesimpulannya, meskipun terdapat item yang telah terisi lengkap, masih ditemukan beberapa item yang kurang lengkap sehingga perlu perbaikan. Rumah sakit disarankan untuk membuat dan menerapkan SOP analisis kuantitatif secara konsisten serta meningkatkan kesadaran petugas medis terhadap pentingnya kelengkapan pengisian SKK guna mendukung akurasi pelaporan kematian dan pengambilan keputusan kebijakan kesehatan
Analisis Pelaksanaan Alih Media Rekam Medis Manual ke Elektronik di Pelayanan Rawat Inap RS Bhakti Mulia Mawardi, Arilla Nugrahi; Sonia, Dina Sonia; Widjaja, Lily Widjaja; Rumana, Nanda Aula Rumana
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7525

Abstract

The transition from manual medical records to electronic medical records (EMR) is a strategic policy of the Indonesian Ministry of Health through Ministerial Regulation No. 24 of 2022, which requires all healthcare facilities to implement digital recording. This study aims to investigate the implementation of the transition from physical documents to an electronic system in the inpatient unit at Bhakti Mulia Hospital. The research method used is qualitative descriptive, with data collection techniques including observation and interviews with six informants from the medical records unit. The research findings indicate that the hospital has established Standard Operating Procedures (SOPs) for the transition to electronic medical records, as well as retention policies for inactive documents, in accordance with national regulations. The transition process has been ongoing since 2022, supported by infrastructure such as scanners, computers, and the SIMRS application. Supporting factors are evaluated using the 5M management approach (People, Budget, Methods, Equipment, and Materials). As a result, implementation has not been optimal due to limitations in human resources, technical constraints with equipment, communication challenges, and human errors in the completeness of medical record documentation. It is recommended to increase the number and quality of human resources according to qualifications, provide further training, conduct regular system evaluations, and align communication between units. Therefore, support from management and regular evaluations are needed to ensure that the media transfer process can run optimally.
Pengembangan Sistem Pendaftaran Online Terintegrasi Mesin Antrian Menggunakan Model Waterfall di Laboratorium Rekam Medis Poltekkes Kemenkes Semarang Darmawan, Mochammad Arief; Siti Masroch
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7534

Abstract

Penelitian ini mengembangkan dan mengimplementasikan sistem pendaftaran online yang terintegrasi dengan printer antrian POS untuk meningkatkan efisiensi pelayanan laboratorium di Laboratorium Rekam Medis Poltekkes Kemenkes Semarang. Sistem dikembangkan menggunakan model Waterfall melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan evaluasi pengguna. Hasil evaluasi performa menunjukkan penurunan rata-rata waktu pendaftaran dari lebih dari 10 menit (600 detik) pada proses manual menjadi kurang dari 5 menit (300 detik) dengan sistem online, atau peningkatan efisiensi sebesar 50%. Tingkat keberhasilan pencetakan nomor antrian otomatis mencapai 95%, dengan rata-rata waktu respons sistem 258s. Simulasi yang melibatkan 20 mahasiswa menunjukkan peningkatan keteraturan layanan dan proses pendaftaran yang lebih cepat. Temuan ini menunjukkan bahwa model Waterfall efektif digunakan dalam pengembangan sistem informasi kesehatan yang andal dan mendukung transformasi digital di institusi pendidikan kesehatan.
Gambaran Pending Klaim di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Tipe C Pertiwi, Julia; Rika Andriani; Iik Sartika
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijamin aksesibilitas dan kualitasnya, termasuk pelayanan rawat inap di rumah sakit. Dalam konteks sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), rumah sakit, khususnya Rumah Sakit Tipe C yang melayani sebagian besar rujukan tingkat pertama, memiliki peran vital dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang komprehensif. Implikasi dari sistem JKN adalah perlunya mekanisme pembiayaan yang terstruktur, dimana klaim biaya pelayanan diajukan rumah sakit kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Keberlanjutan operasional dan kualitas pelayanan rumah sakit sangat bergantung pada kelancaran proses klaim ini.

Page 2 of 3 | Total Record : 24