cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,966 Documents
TINJAUAN HUKUM PEMBLOKIRAN REKENING BANK DORMANT OLEH PPATK PERSPEKTIF HUKUM POSITIF INDONESIA Nurhidayani Nurhidayani; Kurniawan Kurniawan; Muhaimin Muhaimin
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan hukum pemblokiran rekening bank dormant oleh PPATK dari perspektif hukum positif di Indonesia, bagaimana penyelesaian sengketa serta upaya hukum yang bisa ditempuh oleh nasabah yang rekeningnya terblokir karena status dormant. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan konseptual, dan perundang-undangan. Teknik pengumpulan bahan hukum dengan studi kepustakaan dan analisis bahan hukum dengan analisis deskriptif dan preskriptif. Hasil penelitian Pertama, Pengaturan pemblokiran rekening bank dormant oleh PPATK diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Lebih khusus diatur dalam Peraturan PPATK No.18 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Penghentian Sementara dan Penundaan Transaksi Oleh Penyedia Jasa Keuangan (PJK). Kedua, Akibat hukum terhadap rekening dormant yang di blokir oleh PPATK karena status dormant sebagai tindakan pencegahan TPPU berdampak terhadap dua aspek utama yakni rekening bank dormant dan nasabah, rekening menjadi tidak aktif dan tidak bisa digunakan sedangkan bagi nasabah kehilangan hak atas akses dananya, dan harus melakukan reaktivasi rekeningnya agar dapat digunakan kembali. Ketiga Mekanisme penyelesain sengketa di Indonesia ada dua macam yaitu litigasi dan non litigasi, sistem penyelesaian litigasi melalui Pengadilan Negeri untuk sengketa perdata antara nasabah dengan bank dan penyelesaian sengketa ke PTUN untuk sengketa adminstrasi antar nasabah dengan PPATK. Penyelesaian non litigasi melalui alternatif penyelesaian sengketa, dalam sengketa perbankan terdapat penyelesaian secara internal perbankan, secara eksternal melalui lembaga alternatif penyelesaian sengketa sektor jasa keuangan (LAPS SJK).Upaya hukum yang bisa dilakukan nasabah yang rekeningnya terblokir karena status dormant adalah dengan upaya administratif melalui reaktivasi rekening dan represif melalui pengadilan dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri dan PTUN.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SOSIO SCINTIFIC ISSUE (SSI) MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS KELAS X SMAN 5 PADANGSIDIMPUAN Lativa JN Maharani Harahap; Nabilah Siregar; Edysyah Putra
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat Penerapan model pembelajaran socio scientific issue (SSI) pada materi perubahan lingkungan terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas X Di SMA Negeri 5 Padangsidimpuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-juni 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Pre-Experimental Designs, sedangkan design yang digunakan adalah One grup Pre-test Post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah 240 orang. Sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakanSensus/sampling total. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan Tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis statistik inferensial berbantuan aplikasi SPSS 27. Berdasarkan hasil analisis deskriptif penerapan model pembelajaran socio scientific issue diperoleh dengan dengan nilai rata-rata 95 termasuk dalam kriteria “Sangat Baik”. Kemampuan literasi siswa pada materi perubahan lingkungan dengan menggunakan model pembelajaran socio scientific issue diperoleh nilai rata-rata sebesar 64,66 yang termasuk dalam kategori “Baik”. Selanjutnya adalah analisis inferensial dengan menggunakan uji “t-test”. Hasil perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 27 diperoleh thitung< ttabel yaitu ,000 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak, Artinya ada pengaruh penerapam model pembelajaran socio scientific issue (SSI) terhadap kemampuan literasi sains siswa pada materi perubahan lingkungan kelas X di SMA Negeri 5 Padangsidimpuan.
PEMANFAATAN TUMBUHAN DAUN KUMIS KUCING SEBAGAI OBAT PENYAKIT GINJAL DAN ASAM URAT Krisdayanti Gaurifa; Levius Hulu; Octeratny Tuberta Memowua Gowasa
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8313

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk tanaman obat tradisional yang telah lama digunakan secara empiris oleh masyarakat. Salah satu tanaman potensial adalah kumis kucing (Orthosiphon aristatus), yang dikenal memiliki efek diuretik dan berbagai manfaat farmakologis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan senyawa aktif dalam daun kumis kucing dan potensinya sebagai pengobatan alternatif alami, khususnya sebagai agen diuretik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library Research) dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur ilmiah terbitan 2018–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa seperti asam litospermat I, dikafeoil tartarat, dan ortositonon C dalam kumis kucing memiliki energi ikatan lebih rendah dibandingkan obat sintetik seperti furosemide dan acetazolamide, yang menandakan afinitas yang lebih tinggi terhadap reseptor diuretik. Selain itu, kumis kucing juga bermanfaat dalam mengatasi gangguan ginjal, hipertensi, rematik, dan asam urat melalui aktivitas flavonoid dan glikosida. Dari sisi ekonomi, tanaman ini mudah dikembangkan dan memiliki prospek pemasaran yang baik melalui sistem distribusi lokal. Dengan demikian, kumis kucing berpotensi dikembangkan sebagai diuretik fitofarmaka berbasis herbal yang aman dan terjangkau.
PEMANFAATAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana) SEBAGAI POTENSI PENGEMBANGAN OBAT HERBAL DIDESA HILISANGOWO’LA KECAMATAN LOLOMATUA Adam Smith Bago; Silvin Yanti Laia; Intan Bestari Bu’ulolo; Intra Damai Jaya Halawa
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antioksidan yang terdapat pada ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana) serta peluang pemanfaatannya sebagai bahan dasar pengembangan obat herbal di Desa Hilisangowo’la, Kecamatan Lolomatua. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan observasi sederhana di lapangan. Penelitian ini didukung oleh kajian pustaka terkait kandungan senyawa aktif pada kulit manggis serta pemanfaatannya dalam pengobatan tradisional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber ilmiah mengenai kandungan senyawa bioaktif kulit manggis, seperti xanton, flavonoid, dan tanin, serta hasil observasi mengenai pemanfaatan tanaman herbal oleh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat Desa Hilisangowòla Kecamatan Lolomatua tentang pemanfaatan kulit manggis (Garcinia mangostana) sebagai antioksidan masih rendah hingga sedang. Kulit manggis dapat diolah secara sederhana menjadi ekstrak herbal yang berpotensi sebagai minuman kesehatan. Ekstrak ini berfungsi sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Penggunaannya memberikan efek positif seperti tubuh terasa lebih segar dan lebih bugar, meskipun tingkat efektivitasnya berbeda pada setiap individu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kulit manggis (Garcinia mangostana) memiliki potensi besar sebagai bahan pengembangan obat herbal alami karena kandungan antioksidannya yang tinggi serta manfaatnya bagi kesehatan. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan melalui metode eksperimen dan uji klinis untuk mengetahui efektivitas, keamanan, serta dosis penggunaan ekstrak kulit manggis agar dapat dikembangkan menjadi obat herbal yang lebih terstandar. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan bahan alami secara tepat sebagai alternatif pengobatan yang aman dan ramah lingkungan.
PEMANFAATAN TANAMAN EKSTRAK Annona muricata L. DAN Melaleuca alternnifolia DALAM PEMBUATAN SABUN HERBAL UNTUK MENGURANGI JERAWAT RINGAN PADA KULIT Adam Smith Bago; Fristin Anjelika Zalogo; Lira Saribalaki Laia; Bezatulo Laia
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dan minyak tea tree (Melaleuca alternifolia)dal pembuatan sabun herbal serta efektivitasnya dalam membantu menguragi jerawat ringan pada kulit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Nias Raya dengan subjek penelitian mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Biologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisi melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data penelitian diperoleh dari hasil pengamatan langsung terhadap proses pembuatan sabun herbal serta hasil wawancara kepada 10 responden mengenai perubahan kondisi kulit setelahh pengunaan sabun herbal dalam janga waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan mahasiswa berada pada kategori cukup, namun belum optimal. Proses pembuatan sabun herbal tergolong sederhana dan mudah dipraktikkan. Penggunan sabun herbal memberikan manfaat dalam membantu mengurangi jerawat ringan, seperti berkurangnya jerawat kecil, minyak berlebih, serta menjadi lebih bersih dan segar tanpa menimbulkan iritasi. Secara umum, sabun herbal ini cukup efektif sebagaia alternatif perawatan kulit alami. Meskipun hasilnya dapat berbeda pada setiap individu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan ekstrak Annona muricata L. dan Melaleuca alternifolia dalam pembuatan sabun herbal memiliki potensi yang baik dan cukup efektif sebagai alternatif perawatan alami untuk mebantu mengurangi jerawat ringan pada kulit. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya dapat mengembangkan formulasi sabun herbal yang lebih optimal serta melibatkan jumlah responden yang lebih banyak agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan menyeluruh. Selain itu, masyarakat dan mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan bahan alami sebagai alternatif perawatan kulit yang lebih aman dan ramah lingkungan.
EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI DARI EKSTRAK DAUN PEPAYA DAN BAWANG PUTIH TERHADAP HAMA GRAYAK DI DESA HILIAMAETALUO Adam Smith Bago; Della Puspita Sari Gaurifa; Eltrianis Waoma; Widerman Halawa
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan ekstrak daun pepaya (Carica papaya) dan bawang putih (Allium sativum) sebagai pestisida nabati, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam mengendalikan hama grayak (Spodoptera litura) pada tanaman di Desa Hiliamaetaluo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian melibatkan masyarakat petani di Desa Hiliamaetaluo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Data primer diperoleh dari pengamatan langsung terhadap proses pembuatan dan aplikasi pestisida nabati, serta hasil wawancara dengan petani mengenai perkembangan kondisi tanaman pasca-penggunaan dalam jangka waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun pepaya dan bawang putih memberikan dampak positif terhadap kesehatan tanaman. Hal ini dibuktikan dengan berkurangnya populasi hama grayak, menurunnya tingkat kerusakan pada daun, serta perubahan perilaku larva yang menjadi kurang aktif. Secara visual, tanaman tampak lebih sehat dan terhindar dari kerusakan fatal melalui penggunaan rutin. Meskipun demikian, penelitian ini mencatat beberapa kendala, seperti efektivitas yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta perlunya frekuensi aplikasi yang intensif untuk hasil optimal. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun pepaya dan bawang putih memiliki potensi besar sebagai alternatif pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan formulasi konsentrasi yang lebih akurat serta memperluas cakupan subjek penelitian. Masyarakat disarankan untuk beralih ke bahan alami guna mewujudkan praktik pertanian yang lebih aman dan berkelanjutan.
PEMANFAATAN TANAMAN SUSUDU (Euphorbia antiquarum L.) DARI GETAHNYA UNTUK MENGOBATI PENYAKIT GINJAL DAN PENYAKIT DIABETES Adam Smith Bago; Krisan Bunga; Meniman Zebua; Desniar Loi
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan getah tanaman susudu (Euphorbia antiquarum L.) dalam pengobatan tradisional serta mengevaluasi efektivitasnya bagi penderita penyakit ginjal dan diabetes berdasarkan pengalaman masyarakat di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data penelitian mencakup keberadaan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid dalam getah susudu, serta testimoni subjektif dari para pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan getah susudu secara konsisten membantu melancarkan fungsi ginjal dan mengontrol kadar gula darah, yang ditandai dengan berkurangnya nyeri pinggang dan stabilnya kondisi glukosa responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tanaman susudu memiliki potensi besar sebagai agen nefroprotektif dan hipoglikemik alami. Sebagai saran, diperlukan penelitian klinis lebih lanjut untuk menetapkan standarisasi dosis dan keamanan medis agar tanaman ini dapat dikembangkan menjadi produk herbal modern yang lebih luas manfaatnya bagi masyarakat.
PEMANFAATAN BATANG TANAMAN (Mallotus SP) UNTUK MEMBANTU MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN PATAH TULANG DI DESA DAO-DAOZANUWO KECAMATAN SUSUA Yohanna Theresia Venty Fau; Friska Tafonao; Arnidar Laia; Arman Ndruru
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8318

Abstract

Patah tulang (fraktur) merupakan salah satu masalah kesehatan yang memerlukan proses penyembuhan dalam waktu relatif lama dan penanganan yang tepat. Keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan modern di beberapa daerah menyebabkan masyarakat masih memanfaatkan pengobatan tradisional sebagai alternatif dalam membantu proses penyembuhan. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Dao-Dao Zanuwo Kecamatan Susua adalah tanaman Mallotus sp., khususnya pada bagian batangnya yang dipercaya dapat membantu mempercepat penyembuhan patah tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan batang tanaman Mallotus dalam pengobatan tradisional, mengidentifikasi kandungan senyawa aktif yang berpotensi dalam penyembuhan fraktur, serta menjelaskan mekanisme kerja, efektivitas, dan keamanan penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan perspektif etnofarmakologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengobat tradisional, masyarakat yang pernah menggunakan tanaman Mallotus, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Dao-Dao Zanuwo masih memanfaatkan batang tanaman Mallotus sebagai pengobatan tradisional untuk membantu penyembuhan patah tulang. Pemanfaatan tanaman ini dilakukan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat. Berdasarkan kajian literatur, tanaman Mallotus mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, terpenoid, glikosida, dan antioksidan yang berpotensi membantu proses penyembuhan fraktur melalui aktivitas antiinflamasi, antioksidan, stimulasi pembentukan kolagen, dan peningkatan aktivitas osteoblas. Masyarakat menilai penggunaan tanaman ini cukup efektif dalam membantu mengurangi nyeri dan mempercepat proses pemulihan. Namun demikian, efektivitas dan keamanan penggunaannya masih memerlukan penelitian ilmiah lebih lanjut melalui pengujian laboratorium dan uji klinis. Dengan demikian, tanaman Mallotus memiliki potensi sebagai salah satu alternatif pengobatan tradisional dalam membantu mempercepat penyembuhan patah tulang sekaligus menjadi bagian penting dari pelestarian pengetahuan lokal masyarakat.
PEMANFAATAN DAUN KEMBANG SEPATU SEBAGAI OBAT TRADISIONAL UNTUK MENYUBURKAN RAMBUT DI DESA HILIGEHO Murnihati Sarumaha; Nyelsi Hati Laia; Esti Purnama Sari Zai; Ekardiana Bohalima
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8319

Abstract

Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional, termasuk untuk perawatan rambut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya masyarakat Desa Hiligeho yang memanfaatkan daun kembang sepatu sebagai penyubur rambut secara turun-temurun, namun informasi mengenai pemanfaatannya belum terdokumentasi secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara pengolahan daun kembang sepatu, mengetahui manfaatnya bagi kesehatan rambut, serta mengidentifikasi tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan tanaman tersebut sebagai obat tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kembang sepatu umumnya diolah dengan cara dicuci, dihaluskan, kemudian diaplikasikan pada rambut dan kulit kepala secara rutin. Masyarakat meyakini bahwa penggunaan daun kembang sepatu dapat membantu mengurangi kerontokan rambut, meningkatkan pertumbuhan rambut, serta menjaga kesehatan kulit kepala. Oleh karena itu, pemanfaatan daun kembang sepatu sebagai bahan perawatan rambut alami perlu terus dilestarikan dan didukung dengan penelitian ilmiah yang lebih mendalam untuk membuktikan efektivitas serta keamanannya.
PEMANFAATAN TANAMAN DAUN MENIRAN SEBAGAI OBAT PEMECAH BATU GINJAL DAN MENJAGA KESEHATAN HATI DI DESA MONDROWE Adam Smith Bago; Natal Limas Hulu; Petrus Perhatikan Zebua; Hermanto Tafonao
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan daun meniran sebagai obat pemecah batu ginjal serta perannya dalam menjaga kesehatan hati pada masyarakat Desa Mondrowe. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memanfaatkan daun meniran sebagai obat tradisional. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, cara pengolahan, serta pengalaman masyarakat dalam menggunakan daun meniran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Mondrowe telah mengenal dan memanfaatkan daun meniran sebagai obat tradisional, terutama untuk membantu meluruhkan batu ginjal dan menjaga fungsi hati. Pengolahan daun meniran umumnya dilakukan dengan cara direbus dan air rebusannya diminum secara rutin. Masyarakat juga percaya bahwa penggunaan daun meniran relatif aman dan efektif, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam pembuktian ilmiah secara klinis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa daun meniran memiliki potensi besar sebagai obat herbal dalam membantu pengobatan batu ginjal dan menjaga kesehatan hati, serta menjadi bagian dari kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dikaji lebih lanjut secara ilmiah. Disarankan dilakukan penelitian lebih lanjut secara kuantitatif dan eksperimental untuk menguji efektivitas, dosis optimal, serta keamanan penggunaan daun meniran (Phyllanthus niruri L.) dalam pengobatan batu ginjal dan pemeliharaan kesehatan hati. Selain itu, uji klinis diperlukan untuk memperoleh bukti ilmiah yang lebih kuat sehingga pemanfaatannya sebagai obat herbal dapat digunakan secara lebih luas dan terstanda.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026 Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue