cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
TEKNIK PENGAWETAN TELUR DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN PANDAN (Pandanus amaryllifolius), SEREH (Cymbopogon citratus) DAN JERUK PURUT (Cytrus Hystrix) Wisnu, Febryan Kusuma; Sinuraya, Eden Ericson; Saputri, Kade Wahyu; Nur'aini, Nur'aini
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i1.16727

Abstract

Kualitas telur ayam ras akan mengalami penurunan selama penyimpanan. Teknik pengawetan telur diperlukan untuk mempertahankan kualitas dan memperpanjang daya simpan. Pelapisan kerabang telur menggunakan bahan alami dengan kandungan antibakteri dan antioksidan menjadi salah satu solusi pengawetan telur secara sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelapisan kerabang telur menggunakan larutan bahan alami selama penyimpanan dingin terhadap nilai Haugh Unit, pH putih telur, dan pH kuning telur. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali ulangan. Perlakuan pelapisan kerabang telur terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol, larutan sereh, larutan daun jeruk purut dan larutan daun pandan. Telur ayam ras akan disimpan selama 30 hari. Data pengamatan diambil setiap 10 hari sekali. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dengan uji lanjut Tukey pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pelapisan kerabang telur menggunakan bahan alami selama penyimpanan dingin mampu mempertahankan kualitas telur ayam ras selama 30 hari dibandingkan perlakuan kontrol pada suhu ruang. Larutan sereh menjadi bahan herbal terbaik dengan menghasilkan nilai Haugh Unit 83,66 (grade AA), nilai pH putih 8,72 dan nilai pH kuning telur 6,67. Simpulan dari penelitian ini adalah pelapisan kerabang telur dengan larutan sereh dapat mempertahankan kualitas telur paling baik selama penyimpanan dingin 30 hari.
EVALUASI PRODUKSI SUSU DAN PEMELIHARAAN SAPI PERAH KELOMPOK TANI TERNAK DI KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN Sudrajat, Ajat; Luthfitriyani, Cintya Ayu; Christi, Raden Febrianto
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.15240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi produksi susu dan manajemen pemeliharaan sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2023 di Kelompok Tani Ternak, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan metode survei, pengambilan data dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria peternak mempunyai minimal 1 induk laktasi dan minimal 1 tahun beternak. Sampling dilakukan pada 50 responden. Variabel yang diukur adalah profil peternak, produksi susu dan manajemen pemeliharaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan profil peternak sapi perah mayoritas berjenis kelamin laki-laki (76%), dengan rentang umur 25-56 tahun (56%) dan 50 tahun (44%), mayoritas berpendidikan SMP (58%), mayoritas memiliki pekerjaan pokok sebagai peternak (86%) dan paling banyak memiliki pengalaman berkisar 31-40 tahun. Produksi susu rata-rata 12,3 liter/ekor/hari, dan manajemen pemeliharaan cukup baik. Dapat disimpulkan bahwa produksi susu dan manajemen pemeliharaan sapi perah rakyat di kelompok tani ternak Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman cukup baik.
JENIS INFESTASI TELUR CACING PADA INDUKAN SAPI POTONG DI PASAR HEWAN AEK NAULI KABUPATEN PADANGLAWAS UTARA DAN HUBUNGANNYA DENGAN BODY CONDITION SCORE (BCS) Sipahutar, Luky Wahyu; Nurmi, Aisyah; Harahap, Muharram Fajrin; Harahap, Ari Ashari; Nurhalimah, Masayu; Siregar, Abir Juhdi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.17799

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui jenis infestasi telur cacing pada indukan sapi potong yang dijual di Pasar Hewan Aek Nauli Kabupaten Padanglawas Utara dan hubungannya dengan Body Condition Score (BCS). Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Hewan Aek Nauli, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Penelitian berlangsung pada bulan Desember tahun 2023 selama 4 minggu. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan 2 variable meliputi pengamatan Body Condition Score (BCS) atau sebagai variabel bebas (variabel X) dan infestasi jenis cacing atau sebagai variabel tak bebas (variabel Y). Materi sampel yang digunakan sebanyak 30 ekor dengan kriteria yang ditentukan. Pengambilan data BCS dilakukan dengan cara melakukan pengamatan dan perabaan (insfeksi dan palpasi). Indukan sapi potong yang telah diperoleh data BCS kemudian diambil sampel kotorannya (feses) untuk diidentifikasi di laboratorium menggunakan metode Natif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis korelasi dan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa skor BCS dari 30 sampel yang diambil pada indukan sapi potong rata rata sebesar 2.673. Keeratan korelasi antara skor BCS dan jenis infestasi telur cacing sangat kuat dengan korelasi sebasar 0,7888 dengan persamaan regresinya yaitu y= -0.7905x + 4.7798. Dapat disimpulkan bahwa adanya keeratan hubungan antara jenis infestasi telur cacing memiliki hubungan keeratan yang kuat terhadap skor BCS
Analisis Penataan Ruang Ternak Sapi Potong di Kabupaten Lampung Utara sebagai Upaya Menunjang Ketahanan Pangan Putra, Boby Arya
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.13089

Abstract

Livestock development is a series of continuous activities to develop the capabilities of farming communities, especially livestock communities, so that they are able to carry out productive businesses in the livestock sector independently. The livestock sub-sector has a strategic role in the development of the agricultural sector, namely in efforts to strengthen food security to meet animal protein needs, empower the community's economy, and can spur regional development. The development of the livestock sub-sector as an integral part of the agricultural sector needs special attention while still paying attention to the preservation of existing resources and the environment. This development effort cannot be separated from the availability of existing resources in the development area. However, it is still not optimal, because the causal factor is that the available land is not yet optimally utilized because it is only used for one type of farming business even though it can actually be used for integrated livestock farming. Meanwhile, the beef cattle development program is faced with the problem of increasingly narrow business land due to increasing competition in land use. However, the reality shows that with increasing population density, the land available for forage for livestock is increasingly narrowing, while feed is a component and key to the success of livestock production (Putra, 2021). It is not uncommon for livestock areas to be sacrificed because of the demand for this land for the development of certain sectors such as industry and residential areas, which have greater opportunities for short-term profits (Arfa'i, 2009). Continuous land conversion occurs due to the increasing need for land such as residential areas, industry, offices, tourist attractions, roads and other infrastructure to support community development. North Lampung Regency is one of the regencies in Lampung Province which has quite large potential in developing beef cattle farming. North Lampung Regency has quite an area of land, namely 2,726 km2. According to BPS North Lampung, in 2019, the recorded area of rice fields was 19,383 ha, the area of raw rice fields was eroded to 14,973 ha by 2021 (Central Statistics Agency, 2022). North Lampung Regency is also an area with quite a large livestock population, namely 32,490 heads (Central Bureau of Statistics, 2022). To develop the Beef Cattle business in a region, various information about the potential of the region, programs and activities that have been carried out, needs to be studied and analyzed so that the existing condition of the livestock can be accurately identified, and a better strategy for developing Beef Cattle can be formulated. in the future.
PERAN RESIN ANIONIK SEBAGAI PENGGANTI AMONIA PADA PROSES PEWARNAAN ARTIKEL SUEDE KULIT SAPI Rosiati, Nur Mutia
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.16412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi resin anionik sebagai bahan pembantu pengganti amonia pada proses pewarnaan artikel suede kulit sapi. Proses pewarnaan dilakukan dengan menggunakan bahan resin anionik sebanyak 6% kemudian hasilnya dibandingkan dengan proses pewarnaan dengan amonia 3%. Kulit hasil pewarnaan dikarakterisasi secara organoleptis yang meliputi uji kerataan warna, ketembusan warna, dan writing effect dengan skala penilaian 1-5. Hasil uji kerataan warna menunjukkan resin anionik dan amonia menghasilkan tingkat kerataan yang sama (3,5). Uji tingkat ketembusan warna dan writing effect menunjukkan bahwa resin anionik menghasilkan tingkat yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan amonia, yakni hasil tiap uji 3,5 untuk resin anionik dan 3,25 untuk amonia. Hal ini membuktikan bahwa resin anionik dapat digunakan sebagai pengganti amonia pada proses pewarnaan artikel suede kulit sapi.
PENAMBAHAN EKSTAK BAYAM HIJAU (Amaranthus Hybridus L.) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK SOSIS DAGING AYAM Supranoto, Supranoto; Alfiyan, Riski; Sulistyaningtyas, Sulistyaningtyas; Sukmaningsih, Tri; Viastika, Yanita Mutiaraning
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.15342

Abstract

The research aims to evaluate the effect of adding green spinach extract to broiler chicken sausages in terms of organoleptic properties, namely color and taste. The research used an experimental method with a completely randomized design (CRD) with a 4 x 5 unidirectional pattern. The treatments given bijau spinach extract were: P0: 750 g meat without green spinach extract + 200 g flour; P1: 750 grams of meat + 35 ml green spinach extract + 200 g flour; P2: 750 grams of meat + 45 ml green spinach extract + 200 g flour; and P3: 750 grams of meat + 55 ml green spinach extract + 200 g flour. The results showed that the addition of green spinach extract significantly affected the color and taste of broiler meat sausages. The more green spinach extract was added, the more intense the green color of the sausage, and the panelists preferred the color and taste of the sausage with the addition of green spinach extract. The color and taste of broiler meat sausage were highest at P3. The addition of green spinach extract can improve the organoleptic quality of broiler chicken sausage and is preferred. 
EVALUASI SUHU AIR PADA VAGINA BUATAN YANG BERBEDA TERHADAP VOLUME SEMEN DAN KONSENTRASI PERMATOZOA SAPI SIMENTAL DI BIB UNGARAN JAWA TENGAH Tanjung, Aria Dipa; Prasetiyo, Heru; Wahyuni, Sri
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.14602

Abstract

Inseminasi Buatan (IB) merupakan salah satu teknologi reproduksi yang menggunakan alat khusus dengan memasukkan semen ke dalam vagina tanpa mempertemukan ternak jantan dan betina. Kegiatan IB dimulai dari penampungan semen pejantan ke dalam vagina buatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu vagina buatan terbaik dalam penampungan semen sapi Simental terhadap kualitas semen. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Ungaran, Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu Sapi Simental sebanyak 18 ekor. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu P1 = 38℃, P2 = 40℃ dan P3 = 42℃. Data dianalisis menggunakan analisis ragam yaitu dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel. Parameter yang diamati dalam penelitian yaitu volume semen dan konsentrasi spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu vagina buatan yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas semen (volume dan konsentrasi). Rata-rata volume semen berturut turut 5,9 ml, 7,1 ml dan 6,3 ml. Rata-rata konsentrasi spermatozoa berturut turut 1585,3 x 106, 1524,4 x 106 dan1410,2 x 106. Simpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perlakuan suhu air pada vagina buatan yang mempengaruhi volume semen dan konsentrasi spermatozoa. Kata Kunci :   Suhu, Vagina buatan, Sapi Simental, Volume Semen, KonsentrasiSpermatozoa,
KUALITAS FISIK TELUR ITIK HIBRIDA YANG DIBERI PAKAN TAMBAHAN DEDAK SELAMA MASA PRODUKSI PADA LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA Putri, Naila; Sipahutar, Luky Wahyu; Ridhana, Fita; Haryadi, Haryadi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.16957

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kualitas fisik telur itik hibrida yang diberi pakan tambahan dedak selama masa produksi pada lama penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan penelitian Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi masa simpan telur itik 0 hari (P1), 5 hari (P2), 10 hari (P3), 15 hari (P4), dan 20 hari (P5). Itik petelur hibrida dipelihara dimasa produktif (8 bulan) dan diberi pakan komersil HI-PRO-VIT 144 CP ditambah dedak dengan perbandingan 1:4 sebanyak 10 persen dari Berat Badan. Pengambilan sampel telur menggunakan metode random sampling sebanyak 30 butir lalu dipilih sesuai umur simpan untuk diukur kualitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata (P0.05) terhadap bobot telur itik  (63,00-70,66 gram), indeks kuning telur (0,103-0,492), ketebalan kerabang (0,061-0,283 mm), dan nilai HU telur itik (62.9-120,10). Sedangkan lama penyimpanan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P0.05) terhadap indeks putih telur (0,073-4.053). Namun, secara deskriptif dapat digambarkan bahwa adanya penurunan kualitas telur seiring dengan lama penyimpanannya. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kualitas telur itik hibrida yang diberi pakan komersil dan campuran dedak 1:4 secara umum menunjukkan penurunan kualitas dengan lama periode simpan 0 sampai 20 hari.
DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN DARI PETERNAKAN KAMBING DI DESA P2 PURWODADI KABUPATEN MUSI RAWAS Bimasri, john
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.13738

Abstract

ABSTRAKTernak kambing merupakan ternak yang sangat potensial untuk di budidayakan di wilayah pedesaan. Jumlah ternak yang mengalami peningkatan dan tanpa pengolahan limbah yang baik akan menimbulkan dampak pencemaran lingkungan. Penelitin ini  bertujuan untuk menganalisis sebaran ternak kambing dan bentuk pencemaran yang terjadi di Desa Purwodadi.  Penelitian dilakukan di Desa P2 Purwodadi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas yang dilaksanakan dari bulan September sampai November 2023.  Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah: 1) jumlah peternak, 2) jumlah ternak kambing, 3) Perbandingan kambing jantan dan betina, 4) bentuk kandang, 5) interval waktu pembersihan kandang, dan 6) persepsi masyarakat terhadap pencemaran dari ternak kambing.  Data hasil penelitian dianalisis secara tabulasi, lalu dijelaskan secara deskriptif.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa jumlah peternak yang beternak kambing di desa Purwodadi sebanyak 19 orang, yang memelihara kambing sebanyak 118 ekor yang terdiri kambing jantan sebanyak 57 ekor atau 48,31%,  dan kambing betina betina sebanyak 61 ekor atau sebesar 51,69%.  Tipe kandang  yang dimiliki peternak berupa kandang semi permanen 16 peternak atau 84,21% dan sederhana sebanyak 3 atau 15,79%.  Interval waktu pembersihan kandang yang dilakukan oleh peternak paling banyak adalah 2 bulan sekali atau 32%.  Sedangkan pencemaran yang ditimbulkan berupa pencemaran suara, bau, dan pencemaran air.  Kesimpulan dari pelaksanaan penelitian ini adalah bahwa ternak kambing yang dilakukan petani di Desa Purwodadi masih dilakukan secara tradisional, sehingga banyak menimbulkan dampak pencemaran lingkungan yang dirasakan oleh masyarakat. Kata Kunci :  Kambing; Kotoran;  Limbah;  Pencemaran; Peternakan.
PENGARUH JARAK TANAM DAN JUMLAH RUAS STEK TERHADAP PRODUKSI RUMPUT GAJAH (Pennisetum Purpureum) Widnyana, I Gusti Ngurah Putu
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.15806

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan (tinggi tanaman, panjang daun dan lebar daun) rumput Gajah yang ditanam dengan jarak dan jumlah ruas stek yang berbeda. Penelitian dilakukan di Kelurahan Tendeadongi Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan mengggunakan Faktorial 2 x 2. Masing-masing perlakuan terdiri dari 6 ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah sebagai berikut : P₁ = 60 cm x 60 cm + 2 ruas stek; Pâ‚‚ = 60 cm x 60 cm,  + 3 ruas stek; P₃ = 80 cm x 80 cm, + 2 ruas stek;  Pâ‚„ = 80 cm x 80 cm + 3 ruas stek. Peubah respon yang diukur adalah pertumbuhan rumput Gajah yang meliputi tinggi tanaman, panjang daun dan lebar daun yang diukur mulai umur 1 - 8 minggu. Data pertumbuhan rumput Gajah dari umur 1 – 8 minggu disajikan secara deskriptif, sedangkan data akhir pertumbuhan rumput Gajah umur 8 minggu dianalisis dengan analisis ragam dengan program MS EXCEL dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata terkecil (BNT) sesuai petunjuk Steel dan Torrie (1993).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahawa produksi rumput Gadjah dengan jarak 80 cm x 80 cm dengan jumlah ruas 3 lebih baik dibandingkan dengan jarak tanam 60 cm x 60 dengan jumlah ruas 2. Â