cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
KAJIAN PENAMPILAN RODUKTIVITAS BROILER PADA TIPE KANDANG OPEN HOUSE DAN SEMI CLOSE HOUSE DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA Ripa, Ardi; Supranoto, Supranoto; Evadewi, Fani Dwi; Sukmaningsih, Tri
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.17981

Abstract

Ayam broiler merupakan jenis ayam yang dibudidayakan secara intensif untuk produksi daging, dengan populasi di Indonesia meningkat dari 2,89 miliar pada tahun 2021 menjadi 3,17 miliar pada tahun 2022. Daging broiler kaya akan protein dan memiliki harga yang ekonomis, menjadikannya sumber protein hewani yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa broiler pada dua sistem kandang, yaitu open house dan semi close house, di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah survei dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot tubuh (BW) dan rata-rata pertumbuhan harian (ADG) lebih tinggi pada sistem kandang open house (62,91 gr) dibandingkan dengan semi close house (59,4 gr), meskipun keduanya tidak mencapai standar perusahaan. Faktor-faktor seperti kelembaban, suhu, konsumsi pakan, manajemen kandang, dan stres akibat kepadatan kandang berpengaruh terhadap pertumbuhan ayam. Meskipun nilai Feed Conversion Ratio (FCR) dan Index Performance (IP) tidak menunjukkan perbedaan signifikan, FCR pada kandang open house lebih rendah (1,49) dibandingkan semi close house (1,53), menunjukkan efisiensi pakan yang lebih baik. Secara keseluruhan, kedua tipe kandang memenuhi standar produktivitas, namun kandang open house menunjukkan performa yang lebih baik dalam hal ADG.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA PAKAN TERHADAP PERFORMANS AYAM BURAS Ananda, Suci
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.10023

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian tepung daun pepaya (Carica papaya L.) pada ayam buras meningkatkan performanya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan sebanyak 5 dan jumlah ulangan sebanyak 4 kali. Perlakuan terdiri dari P0 adalah perlakuan yaitu kontrol tanpa daun pepaya; P1 (2% tepung daun pepaya dan pakan komersial); P2, P3, dan P4 berturut-turut terdiri dari pakan komersial dan 4% tepung daun pepaya, 6% tepung daun pepaya, dan 8% tepung daun pepaya. Konsumsi ransum, konversi ransum, pertambahan berat badan, dan berat badan akhir semuanya diamati. Analisis varians dari RAL digunakan untuk menganalisis semua data, dan jika hasilnya signifikan, uji Duncan digunakan untuk melanjutkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penambahan tepung daun pepaya ke pakan ayam buras tidak memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap konsumsi ransum, konversi ransum, pertambahan berat badan, atau berat badan akhir.
EVALUASI TEKNIK PEMOTONGAN AYAM YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS MIKROBIOLOGIS DAGING” Septiyan, Woko Bagus; Windyasmara, Ludfia; Sariri, Ahimsa Kandi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.16924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Escherichia coli dan Coliform dalam menentukan kualitas daging yang aman untuk dikonsumsi serta menjelaskan perbedaan dalam kualitas keamanan mikrobiologis ayam broiler yang disembelih secara tradisional dan modern. Penelitian ini telah terlaksana dari bulan Februari sampai Maret 2024 yang dimulai dari pengambilan sampel daging ayam hingga pengujian kandungan Escherichia coli dan Coliform yang dilakukan di Balai Besar Veteriner Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan 6 sampel yang terdiri dari 3 sampel daging ayam RPA Tradisional dan 3 sampel daging ayam RPA Modern dengan berat sampel 250 gram per sampel. Hasil analisis Independet Sample T-Test menunjukan hasil Escherichia coli tidak signifikan (P 0.05) dan hasil uji Coliform signifikan (P 0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terkait dengan kandungan Escherichia coli pada RPA Tradisional dan RPA Modern, serta terdapat perbedaan yang signifikan terkait dengan kandungan Coliform pada RPA Tradisional dan RPA Modern. Hasil produksi daging dari kedua RPA masih tetap bisa dikonsumsi asalkan dengan cara yang benar dan matang sempurna. 
Pengaruh Nutrisi Bahan Kering dan Serat Kasar Silase Ransum Komplit Berbasis Limbah Ampas Tebu (Bagasse), Indigofera dan Molases Jati, Putri Zulia; Setiawan, Bagus Dimas
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.15576

Abstract

The potential of bagasse has not been utilized optimally due to its low nutritional content, so it is necessary to add feed ingredients such as indigofera which has high nutrition and molasses which is needed for further processing by means of anaerobic fermentation or silage. This research aims to determine the nutritional quality of complete ration silage based on bagasse, indigofera and molasses with different compositions. This research used a completely randomized factorial design consisting of 2 factors, each treatment unit was repeated 3 times. Factor A is the level of bagasse + indigofera, namely A1 = 100% bagasse + 0% indigofera; A2 = 50% bagasse + 50% indigofera; A3 = 75% bagasse + 25% indigofera and factor B is the molasses level, namely B0 = 5% molasses and B1 = 10% molasses. The variables measured are dry matter and crude fiber. The data obtained were analyzed based on analysis of variance carried out with the Duncan test at 5% and 1% levels. The results of this study showed that there was an interaction between factor A and factor B (P0.01) on the dry matter and crude fiber content. Factor A had a very significant effect (P0.01) on the dry matter and crude fiber content. Factor B had a very significant effect (P0.01) on dry matter but did not affect crude fiber. It was concluded that treatment A2, namely the composition of 50% bagasse + 50% indigofera and treatment B0, namely 5% molasses, could increase the dry matter content and reduce the crude fiber content in complete ration silage based on bagasse.
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kadar Air, Kadar Abu, Bahan Kering dan Bahan Organik Cangkuak Daging Ayam KAMPUNG Anggrayni, Yoshi Lia
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.14753

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kadar air, kadar abu, bahan kering, dan bahan organik pada cangkuak daging ayam kampungdengan lama fermentasi yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Dasar Fakultas Pertanian UNIKS untuk pembuatan cangkuak daging ayam kampung dan Laboratorium Teknologi Industri Pakan Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Padang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan kali ulangan. Perlakuan pada penelitian adalah perlakuan A: lama fermentasi 7 hari, peerlakuan B: lama fermentasi 14 hari, perlakuan C: lama fermentasi 21 hari, dan perlakauan D: lama fermentasi 28 hari. Parameter penelitian yang diamati adalah kadar air, kadar abu, bahan kering, dan bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, kadar abu, bahan kering, dan bahan organik cangkuak daging ayam kampung tidak berbeda nyata (P0,05) terhadap lama fermentasi yang berbeda. Nilai rerata kadar air, kadar abu, bahan kering, dan bahan organik cangkuak daging ayam kampung yaitu 66,98%, 5,14%, 33,02%, dan 94,85%.
EVALUASI KUALITAS NUTRISI HIJAUAN PAKAN DI KECAMATAN KUANTAN TENGAH Infitria, Infitria; Jiyanto, Jiyanto; Anggrayni, Yoshi Lia; Mahrani, Mahrani
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.16988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas nutrisi hijauan pakan berupa kandungan Protein Kasar, Serat Kasar, Lemak Kasar, Air, Abu, fkasi serat berupa selulosa, hemiselulosa, lignin, ADF, NDF. Penelitian terdiri atas 4 tahap yaitu survey, pengambilan sampel hijauan, pengolahan sampel hijauan dan analisa kandungan nutrisi hijauan pakan. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas 5 Desa yang ada di Kecamatan Kuantan Tengah. Penelitian diawali dengan survey (observasi lapang dan penentuan lokasi) kemudian pengambilan sampel hijauan pada 5 Desa yaitu desa Jake, Beringin, Pintu Gobang, Kari, Sungai Jering. Masing-masing Desa diambil 5 lokasi, setiap lokasi diambil 5 titik. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel hijauan, dan analisa kandungan nutrien hijauan di Laboratorium. Alat yang digunakan untuk pengambilan sampel hijauan terdiri dari kuadran 0,5 x 0,5 m2, gunting rumput, sabit, kantong plastik ukuran 10 dan ukuran 2 kg, karung, tali plastik, dan alat tulis. Parameter yang diamati Kualitas nutrisi berupa Kandungan bahan kering, abu, Protein Kasar, Serat Kasar, Lemak Kasar, fkasi serat berupa selulosa, hemiselulosa, lignin, ADF, NDF. Data yang diperoleh dianalisis ANOVA, jika terdapat pengaruh nyata terhadap peubah yang diamati, maka dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Rante Test (DMRT). Kesimpulan dari penelitian adalah kandunan nutrisi hijauan yang tumbuh di Kecamatan Kuantan Tengah termasuk baik dengan protein kasar 8.67 % Bk sampai 12.56 % Bk. Fraksi serat masih sesuai standar nutrisi rumput lapangan, namun masih perlu penambahan konsentrat.
PENGARUH PEMBERIAN RANSUM MENGANDUNG KULIT BUAH NAGA YANG DIFERMENTASI DENGAN Neurospora crassa TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH BERDASARKAN UJI ORGANOLEPTIK Pane, Doharni; Nasution, Zakiyah; Tampubolon, Yusni Khairani; Ilham, Ilham
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.14553

Abstract

Puyuh merupakan salah satu jenis unggas yang harus dikembangkan karena sangat potensial menghasilkan kebutuhan protein hewani untuk manusia yaitu daging dan telurnya. Keistimewaan burung puyuh antara lain cepat berproduksi, tidak memerlukan modal yang besar, pemeliharaan yang mudah, serta tidak membutuhkan lahan yang luas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum mengandung kulit buah naga fermentasi (KBNF) dengan kapang Neurospora crassa terhadap kualitas telur puyuh berdasarkan uji organoleptic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Jika terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan’s. Perlakuan yang diberikan meliputi P0 (0% KBNF), P1 (4% KBNF), P2 (8% KBNF), P3 (12% KBNF), P4 (16% KBNF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan taraf pemberian TKBNF dalam ransum burung puyuh memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P0,05) terhadap rataan berat telur, berat kerabang telur, indeks kuning telur, warna kuning telur, indeks putih telur dan nilai haugh unit telur puyuh. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian KBNF sampai taraf 16% dalam ransum dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif tanpa mempengaruhi rataan berat telur, berat kerabang telur, indeks kuning telur, warna kuning telur, indeks putih telur dan nilai haugh unit telur puyuh.
Pengaruh Pemberian Ransum Mengandung Kulit Buah Naga Yang Difermentasi Dengan Neurospora crassa Terhadap Performa Broiler Pane, Doharni; Nasution, Zakiyah; Laia, Nursanti; Nikmatia, Ulfa
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.16455

Abstract

Broiler adalah jenis ayam pedaging yang paling umum diternakkan karena dapat menghasilkan daging dalam waktu yang singkat, yaitu 21 hingga 35 hari. Kelebihan broiler, yaitu dagingnya yang empuk, ukuran badan yang besar, bentuk dada yang lebar, padat, dan berisi, dan pertumbuhannya yang cepat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit buah naga fermentasi (KBNF) dengan kapang Neurospora crassa sebagai bahan pakan alternatif terhadap performa broiler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Jika terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan’s. Perlakuan yang diberikan meliputi P0 = tanpa pemberian KBNF, P1 = pemberian 4% KBNF, P2 = pemberian 8% KBNF, P3 = pemberian 12% KBNF dan P4 = pemberian 16% KBNF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan taraf pemberian TKBNF dalam ransum broiler memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum broiler. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian KBNF sampai taraf 16% dalam ransum dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif tanpa mempengaruhi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum broiler.
PRODUKSI MAGGOT BLACK SOLDIER FLY MELALUI PENGGUNAAN LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI MEDIA TUMBUH Nur'aini, Nur'aini
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.15130

Abstract

Pembudidayaan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai bahan pakan alternatif sumber protein masih memiliki tingkat keberhasilan yang rendah dan terbatas, hal ini disebabkan kurang tepatnya media tumbuh yang digunakan. Dedak, limbah sayuran dan buah memiliki potensi untuk dijadikan media tumbuh dalam memproduksi maggot (Hermetia Illucens), hal ini karena dedak, limbah sayuran dan buah masih memiliki kandungan gizi berupa protein, lemak, air, karbohidrat yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi maggot BSF dari media tumbuh limbah pertanian yang terbaik. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah P0A = dedak 100 %; P0b = limbah sayuran dan buah 100 %;  P1 = dedak 75 % + limbah sayuran dan buah 25 %; P2 = dedak 50 % + limbah sayuran dan buah 50 %; P3 = dedak 25 % + limbah sayuran dan buah 75 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tumbuh maggot dari pencampuran dedak 50% dengan limbah sayur dan buah 50% (P2) merupakan media tumbuh terbaik yang menghasilkan panjang maggot rata-rata sebesar 1,74 cm dan rata-rata produksi maggot 319,33 g. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan limbah pertanian berupa campuran dedak dengan limbah sayuran dan buah sebagai media tumbuh maggot BSF dapat meningkatkan panjang tubuh dan bobot produksi maggot BSF.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK URIN KAMBING DAN PUPUK KOMPOS LIMBAH PETERNAKAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT SETARIA Novita, Maulina; Hidayat, Rahmat; Jati, Putri Zulia; Mahlil, Yusuf; Zaki, M
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.18025

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk organik cair urin sapi terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, panjang daun, serta produksi berat segar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dan lima ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan dimana tiap unit percobaan terdiri dari 10 lobang tanam. Kombinasi perlakuan meliputi K0 : Tanpa Pemberian POC Urin Kambing, K1 : Pemberian POC Urin Kambing Pengenceran 1:10, K2 : Pemberian POC Urin Kambing Pengenceran 2:10, S0 : Tanpa Pemberian Pupuk Kompos Sapi, S1 : 150 gram Pupuk Kandang Sapi per lubang tanam dan S2 : 300 gram Pupuk Kandang Sapi per lubang tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberikan pupuk kompos sebanyak 300 gram per lubang tanam dapat meningkatkan pertambahan tingi tanaman dan panjang daun rumput setaria serta kombinasi pemberian POC urin kambing dan pupuk kompos sapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap produksi berat kering rumput setaria.