cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SARI DAUN SIRSAK DALAM PENGENCER SITRAT KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI PERSILANGAN LANDRACE x DUROC Asing, Adrianus
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21910

Abstract

Kajian ini mengkaji efek ekstrak daun sirsak (SDS) yang ditambahkan ke pengencer kuning telur-sitrat (S-KT) pada mutu semen babi persilangan Landrace × Duroc. Semen dikumpulkan dari babi persilangan Landrace × Duroc sehat berumur 1,5 tahun dengan pemijatan dua kali seminggu. Semen bermutu tinggi dibagi menjadi lima bagian melalui pengamatan makroskopis dan mikroskopis, dan diperlakukan sebagai berikut: P0 yakni S-KT, P1 yakni S-KT ditambah 0,5% SDS, P2 yakni S-KT ditambah 1% SDS, P3 yakni S-KT ditambah 1,5% SDS, P4 yakni S-KT ditambah 2% SDS, dan P5 yakni S-KT ditambah 2,5% SDS. Kemudian mereka dievaluasi dan disimpan dalam kotak styrofoam pada suhu 20 hingga 20 derajat Celsius. Pengamatan dilakukan setiap dua belas jam. Data yang didapat dikenakan analisis varians (Anova) dan uji lanjut Duncan, memakai program SPSS 26.0. Hasil Kajian menampilkan   persentase motilitas yakni 48,00 ± 2,73% atau berbeda secara signifikan dari P0, P1, P2 dan P3 dalam waktu 48 jam. Persentase motilitas sperma yakni 55,30 ± 3,59%, persentase abnormalitas sperma yakni 6,40 ± 0,65%, dan waktu kelangsungan hidup sperma yakni 52,78 ± 1,82 jam. Hasil Kajian menampilkan   mutu semen dari babi hibrida Landrace x Duroc ditingkatkan dengan menambahkan 2,5% ekstrak daun sirsak dalam pengencer sitrat kuning telur. 
PENGOLAHAN PAKAN KONSENTRAT UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS TERNAK RUMINANSIA Deze, Liliana Regina
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.23406

Abstract

Nutrisi ternak dasar membahas tentang nutrisi dan pakan ternak yang berkaitan tentang zat-zat makanan ternak (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral), anti nutrisi, air, fungsi nutrien dalam tubuh, pencernaan dan metabolisme nutrisi pada ternak monogastrik maupun ruminansia serta pengujian kualitas nutrisi dan bahan makanan ternak. Sedangkan bagian pakan ternak berkaitan tentang bahan pakan dan ransum, mengenal nacam-macam bahan pakan dan kandungan nutrisinya, penggolongan bahan pakan berdasarkan asal dan kandungan nutrisi serta fungsinya serta mempelajari cara formulasi ransum untuk ternak dan cara peningkatan mutu pakan melalui praktek pengolahan pakan konsentrat untuk ternak ruminansia. Konsentrat berperan penting pakan tambahan pakan untuk ternak ruminansia. Konsentrat merupakan suatu bahan pakan yang dipergunakan bersama bahan pakan lain untuk meningkatkan keserasian gizi dari keseluruhan makanan dan dimaksudkan untuk disatukan dan dicampur sebagai bahan pakan pelengkap.
PENGARUH SUBSTITUSI SEBAGIAN RANSUM KOMERSIL DENGAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya L) TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER Lubis, Ahmad Padli Rasyidin; Pane, Doharni; Laia, Nursanti
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.23256

Abstract

Penggunaan daun pepaya dengan tujuan untuk meningatkan performa unggas secara umum sangat memungkinkan. Hal ini disebabkan karena adanya enzim papain yang berfungsi meningkatkan nafsu makan dengan adanya polifenol yang membrikan cita rasa khas. Enzim papain juga membantu proses penyerapan nutrisi, pengaturan asam amino, mengoptimalkan kerja usus, dan mengeluarkan racun tubuh sehingga kekebalan tubuh dapat ditingkatkan dan performa ayam dapat ditingkatkan pula. Aplikasi tepung daun pepaya (TDP) dalam ransum ayam broiler sebagai penghasil daging belum banyak diketahui. Ayam broiler merupakan ayam yang telah mengalami banyak modifikasi genetik, sehingga mampu memanfaatkan pakan untuk menghasilkan daging dalam waktu yang relatif singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun pepaya dalam ransum ayam broiler terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dimana terdapat 5 ekor ayam setiap ulangan, sehingga ayam yang digunakan sebanyak 100 ekor. Perlakuan penelitian ini adalah tingkat penggunaan TDP dalam ransum yang terdiri dari : tanpa penambahan TDP(kontrol, P0), penggunaan TDP sebanyak 4% (P1), 8% (P2), dan 12% (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TDP ke dalam ransum tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan dan konversi ransum. Akan tetapi secara individu kelompok perlakuan terbaik untuk meningkatkan performa ayam broiler adalah pada perlakuan P1 karena dapat meningkatkan konsumsi ransum, pertambahan bobot, serta mampu menurunkan konversi ransum walaupun secara statistik tidak berpengaruh nyata
PENGARUH KEPADATAN DAN PERKANDANGAN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN SAPI POTONG asmara, chandra widi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21290

Abstract

Lingkungan Kandang adalah lokasi yang dijadikan tempat tinggal, tempat perlindungan, dan tempat berproduksi yang aman bagi ternak. Namun, dalam penerapannya banyak lingkungan kandang yang tidak memberikan rasa nyaman dan aman kepada ternak sehingga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hidupnya. Penelitian ini dirancang untuk memberikan edukasi mengenai kaitan antara lingkungan kandang dengan perkembangan bobot sapi potong. Penelitian ini disusun menggunakan metode deskriptif-kritis yang menggabungkan penelitian-penelitian sebelumnya untuk mengetahui pentingnya korelasi lingkungan dengan pertumbuhan ternak. Lingkungan kandang dibedakan menjadi lingkungan dalam dan luar. Dimana lingkungan kandang dipengaruhi oleh beberapa faktor penting seperti suhu, bentuk kandang, temperatur, atap, ventilasi, dan lain sebagainya. Faktor-faktor tersebut tentunya memiliki hubungan dengan perkembangan dan pertumbuhan ternak sapi potong.
PEMANFAATAN FITOBIOTIK BERBASIS DAUN SIRIH (Piper betle linn) PADA AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN (PBB) TERNAK AYAM KAMPUNG Kustyorini, Tri Ida Wahyu; Brihandhono, Ari; Supardi, Hilarius
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.22217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian fitobiotik berbasis daun sirih (Piper betle Linn) dalam air minum terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan (PBB) ayam kampung. Penelitian menggunakan ayam betina berumur dua bulan dengan bobot awal rata-rata 1 kg, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari P0 (kontrol, tanpa tepung daun sirih), P1 (tepung daun sirih 2%), dan P2 (tepung daun sirih 2,5%), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Data konsumsi pakan dan PBB dianalisis menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk hasil yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fitobiotik daun sirih berpengaruh sangat nyata (P 0,01) terhadap konsumsi pakan dan berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap PBB, dengan P1 menghasilkan konsumsi pakan tertinggi (133,67 g/ekor/hari) dan P2 menghasilkan PBB tertinggi (12,22 g/ekor/hari). Kesimpulannya, suplementasi air minum dengan 2,5% tepung daun sirih mengoptimalkan pertambahan bobot badan, sedangkan suplementasi 2% memaksimalkan konsumsi pakan, menunjukkan bahwa fitobiotik daun sirih dapat meningkatkan performa pertumbuhan ayam kampung dengan penyesuaian dosis sesuai target hasil yang diinginkan.
KOMPOSISI KIMIA SILASE RUMPUT KUME (Shorgum plumosum var. Timorence) DAN DAUN KELOR (Moringga oleifera) DENGAN IMBANGAN BERBEDA luju, imeldiana linda; Kleden, Markus Miten; Enawati, Luh Sri; Lestari, Gusti Ayu Yudiwati
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21884

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi kimia (PK, LK, BETN, TDN) yang terdapat dalam silase rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorence) dan daun kelor (Moringa oleifera) dengan perbandingan yang berbeda. Studi ini menerapkan metode eksperimen melalui desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang tersusun atas 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Perlakuan yang diberikan tersusun atas P0: 100% rumput Kume, P1: 75% rumput Kume + 25% daun Kelor, P2: 50% rumput Kume + 50% daun Kelor, P3: 25% rumput Kume + 75% daun Kelor. Data penelitian dianalisis dengan analisis varians untuk mengidentifikasi pengaruh perlakuan dan uji beda nyata terkecil dalam mengamati perbedaan antara perlakuan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang sangat signifikan (P0,01) terhadap kadar PK dan LK, pengaruh yang signifikan (P0,05) terhadap kadar BETN serta pengaruh yang tidak signifikan (P0,05) terhadap kadar TDN. Terdapat peningkatan pada nilai PK, LK, dan TDN dengan kisaran nilai PK berturut-turut (P0 5,90%., P1 8,44%., P2 12,75%., P3 14,36%), kisaran nilai LK yaitu (P0 3,60%., P1 7,13%., P2 7,70%., P3 9,53%), dan kisaran nilai TDN yaitu (P0 55,94%., P1 56,74%., P2 58,71%., P3 58,99%), sedangkan terjadi penurunan pada nilai BETN dengan kisaran nilai berturut-turut (P0 45,62%., P1 43,74%., P2 40,96%., P3 40,85%). Disimpulkan bahwa komposisi kimia silase bergantung pada keseimbangan antara rumput Kume dan daun Kelor, di mana keseimbangan terbaik terdapat pada Perlakuan P3.
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN DI KECAMATAN JAYALOKA KABUPATEN MUSI RAWAS MENUJU PEMBANGUNAN PETERNAKAN BERKELANJUTAN Setiawan, Bagus Dimas; Jati, Putri Zulia; Putra, Teguh Dwi; Herlina, Betty; Adlan, Zulhapi Utama
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.23427

Abstract

Pengembangan peternakan ruminansia memerlukan perencanaan berbasis ketersediaan sumber daya pakan agar dapat berlangsung secara berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang penting adalah analisis daya dukung lahan, yang menggambarkan kemampuan suatu wilayah dalam menyediakan pakan bagi populasi ternak tanpa menurunkan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung lahan dan kapasitas peningkatan populasi ternak ruminansia di Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas, sebagai dasar perencanaan pembangunan peternakan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder tahun 2025. Analisis meliputi perhitungan Location Quotient (LQ) untuk menentukan wilayah basis ternak ruminansia, estimasi produksi pakan dari lahan garapan dan limbah pertanian, serta analisis Potensi Maksimum Sumber Daya Lahan (PMSL) dan Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Ruminansia (KPPTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi hijauan pakan di Kecamatan Jayaloka mencapai 8.262 ton bahan kering per tahun dengan potensi maksimum sumber daya lahan sebesar 3.592 satuan ternak (ST). Populasi riil ternak ruminansia sebesar 1.554 ST masih berada di bawah daya dukung lahan, sehingga terdapat peluang peningkatan populasi ternak sebesar 2.038 ST. Wilayah dengan potensi pengembangan tertinggi adalah Desa Ngestiboga II, Kertosono, dan Margatunggal. Berdasarkan analisis LQ, terdapat beberapa desa yang berperan sebagai sentra pengembangan sapi potong, kambing, dan kerbau. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Kecamatan Jayaloka memiliki daya dukung lahan hijauan yang memadai untuk mendukung pengembangan peternakan ruminansia secara berkelanjutan apabila dikelola secara optimal dan terintegrasi dengan pemanfaatan sumber daya pakan lokal.
Biosecurity, Health, Implementation Yaqin, Salwa Khoirul
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.22551

Abstract

Sustainable beef cattle management system. The literature on biosecurity implementation, animal health tactics, and their effects on meat quality and productivity is reviewed in this article. The study was undertaken by analyzing many periodicals discussing disease prevention, animal welfare, and production efficiency. The analysis demonstrates that the installation of biosecurity can lower the risk of infectious diseases and increase cattle performance. The conclusion underlines the necessity to incorporate biosecurity and animal health as fundamental measures in modern livestock management. 
Kualitas Kimia Daging Se'i Sapi Afkir yang ditambahkan Minuman Beralkohol Sophia Mbauth, Maria Nean; Sabtu, Bastari; Sipahelut, Geertruida Margareth
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sophia dengan konsentrasi yang berbeda terhadap kualitas kimia daging se’i sapi afkir. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 = kontrol (0%), P1 = penambahan sophia dengan konsentrasi alkohol 10%, P2 = penambahan sophia dengan konsentrasi alkohol 12%, P3= penambahan sophia dengan konsentrasi alkohol 14%. Variabel yang diamati adalah kadar protein, kadar lemak, oksidasi lemak dan kadar kolesterol. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter yang diamati. Uji lanjut dilakukan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test untuk mengidentifikasi perbedaan antar perlakuan secara lebih spesifik. Analisis statistik dilakukan menggunakan software SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sophia dengan konsentrasi yang berbeda pada pembuatan daging se’i sapi afkir tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas kimia daging (protein, lemak, oksidasi lemak dan kolesterol) (P0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penambahan sophia dengan konsentrasi alkohol 10%, 12% dan 14% pada pembuatan daging se’i sapi afkir tidak mampu mempengaruhi kualitas kimia daging se’i sapi afkir (kadar protein, lemak, oksidasi lemak dan kolesterol). Konsentrasi alkohol yang ditambahkan cenderung aman, karena tidak mempercepat kerusakan dan tidak menurunkan kualitas kimia daging.Kata kunci : Daging se’i, Kualitas kimia, Sapi afkir, Sophia.
PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH ANGGUR (Vitis Vinifera L) DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI PERSILANGAN LANDRECE X DUROC Boimau, Juanttri; Kune, Petrus; Lawa, Alvrado Bire; Uly, Kirenius
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan level sari buah anggur (SBA) dalam pengencer Sitrat-kuning telur (S-KT) guna mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan semen segar yang berasal dari seekor babi persilangan landrace x duroc yang berumur 1,5 tahun dalam kondisi yang sehat dan sudah terlatih dalam penampungan semen. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan yakni: P0 = S-KT, P1: S-KT + SBA 3%, P2: S-KT + SBA 6%, P3: S-KT + SBA 9%, P4: S-KT + SBA 12%. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam styrofom box pada suhu 18-20oC.Variabel yang diuji meliputi: motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan Analisis of Variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 pada jam pengamatan ke-60 menghasilkan kualitas spermatozoa dengan perbedaan nilai yang signifikan (P0,05) dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai motilitas: 57,00%, viabilitas: 66,50%, abnormalitas: 5,10%, dan daya tahan hidup spermatozoa: 56,28 jam. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan sari buah anggur dengan level 9% dalam pengencer Sitrat-kuning telur memberikan respon yang terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc.