cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
khairul.amri@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25274244     EISSN : 2541206X     DOI : -
Core Subject : Education,
RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling diterbitkan dua kali setahun sebagai media publikasi ilmiah dalam pengkajian dan pengembangan Ilmu Bimbingan dan Konseling. Jurnal Ristekdik memuat tulisan ilmiah berupa artikel konseptual, hasil penelitian maupun isu-isu aktual yang relevan dalam bimbingan dan Konseling.
Arjuna Subject : -
Articles 614 Documents
POAC PLUS SEBAGAI SOLUSI PERMASALAHAN MANAJAMEN BK DI SEKOLAH Fuad Mimhamimdala; Riska Ahmad; Yarmis Syukur
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.424-432

Abstract

Bimbingan dan Konseling memiliki peran penting dalam pengembangan potensi, pencapaian tugas perkembangan serta kemandirian peserta didik, namun dalam mewujudkan peran penting ini tidak jarang menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan hal ini dikarenakan pengelolaan yang kurang efektif dan efisien. Tujuannya ialah melalui penerapan POAC Plus dalam manajemen bimbingan konseling akan diperoleh perencanaan yang baik, pengorganisasian yang efisien, pelaksanaan yang tepat, pengawasan yang cermat, evaluasi yang teratur serta tindak lanjut dapat menghasilkan pelayanan bimbingan konseling yang berkualitas. Metode penulisan yang digunakan dalam artikel ialah metode studi literatur dengan tujuan memperoleh data yang komprehensif mengenai objek atau permasalahan yang sedang diteliti dengan mengkaji literatur terkait, hasil dari pembahasan ini ialah manajemen POAC Plus sebagai solusi dalam mengentaskan permasalahan manajerial yang muncul serta meningkatkan kualitas pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.
TEKNIK BEHAVIORAL DALAM MENGURANGI PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA PASCASARJANA KONSENTRASI BKI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Eka Aprilianti
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.347-357

Abstract

Prilaku merokok banyak terjadi pada kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi prilaku merokok dengan menggunakan teknik behavioral. Penelitian ini menggunakan metode penelian kualitatif, dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, jenis penelitian yang digunakan adalah non partisipan. Sedangkan metode analisisnya diawali dengan pengumpulan data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis data dan temuan yang di paparkan sehinnga bisa menjawab fokus penelitian, penelitian ini menyimpulkan bahwa tipe-tipe prilaku merokok, yaitu Tipe perokok yang dipengaruhi oleh perasaan positif, Perilaku yang dipengaruhi oleh perasaan negatif, Perilaku merokok yang adiktif, Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan.. Dengan demikian upaya-upaya yang dilakukan untuk menanggulangi prilaku merokok, memberikan solusi kepada mahasiswa akan bahaya dan dari perilaku merokok, memberikan wawasan baru agar mahasiswa mempuanyai kesibukan, tidak melakukan hal yang bisa memicu terjadinya perilaku merokok.
KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: BAGAIMANA PENGARUH PENERIMAAN ORANG TUA? Wirza Feny Rahayu; Frieda Maryam Mangunsong
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.467-476

Abstract

Being a parent with a child with special needs is a challenge that can cause stressful situations in care. This situation affects the psychological condition of children and harms their social-emotional abilities. The relationship between parents and children is the main influence that shapes a child's social-emotional abilities. This study aims to further review the effect of parental acceptance on the social-emotional abilities of children with special needs. This study involved 291 participants from various regions in Indonesia. The analysis was carried out with regression analysis. The results of this study found that the influence of parental acceptance on the social-emotional abilities of children with special needs (B=0.338) was significant at Los 0.05. Menjadi orang tua dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan suatu tantangan yang dapat menyebabkan situasi stres dalam pengasuhan. Keadaan ini berpengaruh terhadap kondisi psikologis anak dan berdampak negatif pada kemampuan sosial emosional mereka. Padahal, hubungan antara orang tua dengan anak merupakan pengaruh utama yang membentuk kemampuan sosial emosional anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau lebih jauh mengenai pengaruh penerimaan orang tua terhadap kemampuan sosial emosional anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini melibatkan 291partisipan dari berbagai daerah di Indonesia. Analisis dilakukan dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penerimaan orang tua terhadap kemampuan sosial emosional anak dengan kebutuhan khusus (B = 0.338) signifikan pada LoS 0.05.
PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN KONSELING ASERTIVITAS DENGAN TEKNIK BEHAVIOURAL SKILL TRAINING UNTUK SISWA SMA DI WILAYAH TAPANULI BAGIAN SELATAN Nor Mita Ika Saputri; Harun Arrasyd; Fajar Azhari
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.398-404

Abstract

Konseling adalah hubungan terapeutik antara konselor dan klien. Proses terapeutik menekankan pengembangan hubungan terapeutik dengan klien dan mengembangkan tindakan strategis yang efektif untuk memfasilitasi perubahan. Konseling ditujukan pada kondisi pribadi yang mandiri, sukses, dan memiliki kehidupan yang efektif dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini tidak datang dengan sendirinya, tetapi melalui pengembangan yang terarah. Konseling akan berhasil jika konselor dan klien bekerjasama dalam mencapai tujuan konseling yang disepakati bersama, serta menghindari hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses konseling. Salah satu hambatan tersebut adalah resistensi klien, yaitu sikap penolakan atau pembelaan klien yang tidak sejalan dengan tujuan konseling. Konselor dituntut untuk dapat mengatasi hambatan tersebut dengan baik, guna mencapai tujuan dalam konseling.Konseling adalah hubungan terapeutik antara konselor dan klien. Proses terapeutik menekankan pengembangan hubungan terapeutik dengan klien dan mengembangkan tindakan strategis yang efektif untuk memfasilitasi perubahan. Konseling ditujukan pada kondisi pribadi yang mandiri, sukses, dan memiliki kehidupan yang efektif dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini tidak datang dengan sendirinya, tetapi melalui pengembangan yang terarah. Konseling akan berhasil jika konselor dan klien bekerjasama dalam mencapai tujuan konseling yang disepakati bersama, serta menghindari hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses konseling. Salah satu hambatan tersebut adalah resistensi klien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis resistensi klien dalam proses konseling yaitu sikap penolakan atau pembelaan klien yang tidak sejalan dengan tujuan konseling. Konselor dituntut untuk dapat mengatasi hambatan tersebut dengan baik, guna mencapai tujuan dalam konseling. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi literatur (literature review). Hasil penelitian menemukan bahwa klien mungkin menunjukkan resistensi selama proses konseling. Bisa jadi, klien dapat datang kepada konselor secara sukarela atau dipaksa. Dengan mengetahui rahasia sikap klien dan mengetahui bagaimana resistensi terjadi, konselor dapat menganggap resistensi sebagai hal yang baik. Jika klien menentang, konselor tidak boleh terpengaruh oleh perasaan atau marah. Berikan perhatian penuh kepada klien dan jangan memaksa mereka untuk berbicara tentang masalah yang sama. Konselor juga harus memberi tahu klien tentang resistensi ini.
ANALISIS KETERAMPILAN BELAJAR MAHASISWA DITINJAU DARI LATAR BELAKANG PROGRAM STUDI Rini Hayati; Juliyanti Harahap; Sutri Novika
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.433-437

Abstract

Proses pembelajaran melibatkan kecerdasan dan keterampilan yang harus dimiliki untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Keterampilan belajar perlu dikuasai mahasiswa, agar dapat menguasai materi perkuliahan. Untuk menguasai hal tersebut mahasiswa membutuhkan berbagai keterampilan belajar dan penguasaan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendekripsikan keterampilan belajar mahasiswa program studi bimbingan konseling (2) mendeskripsikan keterampilan belajar mahasiswa program studi pendidikan matematika (3) mengetahui perbedaan keterampilan belajar mahasiswa program studi bimbingan konseling dengan mahasiswa program studi pendidikan matematika. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif komparatif dengan sampel penelitian mahasiswa bimbingan konseling dan mahasiswa pendidikan matematika Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah. Adapun pengumpulan data menggunakan angket model skala likert dengan analisis deskriptif, dan uji t atau t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) keterampilan belajar mahasiswa bimbingan konseling berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 69,86 (2) keterampilan belajar mahasiswa pendidikan matematika berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 70,25 (3) keterampilan belajar mahasiswa bimbingan konseling dan pendidikan matematika memiliki nilai thitung  0,531 <  ttabel 1,995 berdasarkan hasil perhitungan t test menunjukan bahwa tidak ada perbedaan keterampilan belajar mahasiswa bimbingan konseling dan mahasiswa pendidikan matematika.
PERAN GURU BK UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA BROKEN HOME DI SMP ISLAM AL-ULUM TERPADU MEDAN Nurussakinah Daulay; Safrina Dita Maritza; Risyad Fikri Abdillah; Sesilia Amanda
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.358-364

Abstract

Penelitian ini memfokuskan kepada Peran Guru BK dalam Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa Broken Home Di SMP Islam Al-Ulum Terpadu Medan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus yaitu memberikan deskripsi, penjelasan, juga validasi mengenai fenomena yang tengah diteliti. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang peneliti gunakan adalah reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa peran yang dilakukan Guru BK untuk meningkatkan interaksi sosial siswa broken home yaitu dengan menyusun program bimbingan dan konseling, melaksanakan program sesuai kebutuhan dari permasalahan yang dihadapinya dengan layanan konseling individual, konseling kelompok dan bimbingan kelompok, mengevaluasi pelaksanaan program, analisis hasil dan tindak lanjut. Pelaksanaan kegiatan konseling mendapati faktor penghambat, maka dari itu sebagai Guru BK harus terus memantau perkembangan dan menyelesaikan permasalahan yang dialami siswa dalam interaksi sosialnya karena kegiatan konseling memiliki banyak manfaat dalam aspek sosial untuk siswa di SMP Islam Al-Ulum Terpadu Medan.
LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN KARIR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 BATANG NATAL Asmaryadi Asmaryadi; Sukatno Sukatno; Anas Munandar Matondang; Hafizah Nasution
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.477-485

Abstract

Penelitian ini menekankan keadaan atau gambaran layanan penempatan dan penyaluran dalam peningkatan pemahaman karir  yang dilakukan Guru Bimbingan Konseling kepada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Batang Natal. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan tentang layanan penempatan dan penyaluran yang dilakukan guru bimbingan dan konseling dalam peningkatan pemahaman karir siswa. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif. Informan penelitian yaitu Guru Bimbingan Konseling, Kepala Sekolah, Guru Kelas dan Siswa. Hasil Penelitian (1) layanan penempatan dan penyaluran yang diberikan pihak sekolah terhadap siswa sudah memadai dan cukup maksimal diberikan pihak  sekolah  kepada  siswa  serta  benar  dilaksanakan  dengan menggunakan metode klasikal, individu dan diberikan dengan situasi tertentu, layanan penempatan dan penempatan yang diberikan pihak sekolah kepada siswa, membuat siswa mempunyai wawasan yang luas tentang masa depan, dan membuat siswa menjadi pribadi yang antusias dalam mengejar cita-citanya. (2) Layanan penempatan dan penyaluran dilakukan ketika kelas VII pada semester genap dengan memberikan tes dan non tes tentang karir. Pemahaman karir dilakukan dengan pendekatan kepada siswa dan juga dengan mengikut sertakan siswa dalam kegiatan ekstrakulikuler yang menjunjang pemahaman karir siswa. Kemudian pelayanan yang belum tercapai dan belum optimal tentu perlu dilakukan pembinaan dan pelatihan agar peningkatan pemahaman karir tercapai
PENTINGNYA KESIAPAN KONSELOR DALAM PROSES KONSELING Alnetia Dwi Kamirsa Amria; Yeni Karneli; Rezki Hariko
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.405-411

Abstract

Konseling adalah upaya untuk memberikan bantuan melalui proses interaksi pribadi antara konselor dan konseli dengan tujuan membantu konseli memahami dirinya, lingkungannya, membuat keputusan, dan menetapkan tujuan, sehingga konseli merasa bahagia dan berperilaku dengan baik atau konseli yang beralih dari KES-T ke KES. Dalam proses pelaksanaan konseling diperlukannya seorang konselor yang profesional, maka konselor hendaknya memiliki kesiapan baik dari segi fisik, materi dan psikis sebelum melaksanaan proses konseling. Beberapa faktor yang mempengaruhi kesiapan konselor dalam konseling, termasuk keterbukaan dalam memberikan dan menerima informasi tentang diri sendiri serta kekuatan konsep. Mereka yang dapat memberikan contoh adalah konselor profesional. Salah satu kompetensi yang paling penting yang harus dimiliki oleh seorang konselor adalah kualitas pribadi mereka. Ini karena konselor harus mampu menunjukkan diri mereka secara asli, tepat, dan signifikan, serta membangun hubungan interpersonal yang baik untuk memastikan bahwa layanan yang mereka tawarkan berhasil. Kualitas pribadi konselor sangat penting untuk mencapai tujuan konseling karena hubungan yang dibangun antara konselor dan klien merupakan inti dari proses terapeutik konseling. Penulisan artikel ini bertujuan menjelaskan pentingnya kesiapan konselor dalam pelaksanaan proses konseling yang baik serta tujuan dari konseling tercapai. Dalam artikel ini, metode yang digunakan tinjauan kepustakaan, atau studi literatur, dilakukan dengan menggunakan buku dan hasil penelitian yang relevan dengan pentingnya kesiapan konselor untuk melakukan konseling dengan baik.
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KARIR UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR SISWA KELAS X SMK PGRI 01 AL - ASY’ARIYAH TAHUN PELAJARAN 2022 - 2023 Muhammad Wildan Arrosyid; Fakhruddin Mutakin; Yurike Kinanthy Karamoy
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.447-452

Abstract

Penelitian tentang pemberian layanan bimbingan karir untuk meningkatkan kematangan karir siswa kelas X SMK PGRI 01 Al-Asy’ariyah tahun pelajaran 2022-2023 dengan responden yang diteliti sebanyak 11 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan angket, analisis data yang digunakan adalah analsis data deskriptif. Berdasarkan besar persentase kematangan karir pada siklus I, 8 siswa berada dikategori sedang dengan persentase 73%. 2 siswa berada dikategori tinggi dengan persentase 18% dan 1 siswa dikategori rendah dengan persentase 9%. Sedangkan pada siklus II, 4 siswa dikategori Sedang dengan persentase 36%, 7 siswa berada dikategori Tinggi dengan persentase 64% dan 0 siswa berada dikategori rendah dengan persentase 0%. Indikator keberhasilan penelitian ini yaitu apabila 60% dari jumlah keseluruhan sampel sudah memiliki kematangan karir yang Tinggi.
RESILIENSI SISWA YANG MENGALAMI BODY SHAMING Nurul Azmi; Eko Sujadi; Harmalis Harmalis
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.365-377

Abstract

This study aims to describe the resilience of students who experience body shaming. This study uses a qualitative method with a narrative approach. This study's informants were five students who experienced body shaming. The results showed that students who experienced body shaming generally did not like their body parts, especially those that often-received body-shaming treatment. Informants internalize environmental assessments that cause them to make their bodies objects/self-objectification. Increased self-objectification causes individuals to become more anxious, feel ashamed, feel inferior, insecure, lack self-confidence, and often reflect and cry. This shows they do not have too good resilience. This study indicates the importance of prevention and intervention programs for students who experience body shaming through guidance and counselling services to achieve effective daily lives.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 01 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2026 Vol 10, No 12 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - DESEMBER 2025 Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025 Vol 10, No 10 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER 2025 Vol 10, No 9 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - SEPTEMBER 2025 Vol 10, No 8 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - AGUSTUS 2025 Vol 10, No 7 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI 2025 Vol 10, No 6 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JUNI 2025 Vol 10, No 5 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MEI 2025 Vol 10, No 4 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL 2025 Vol 10, No 3 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET 2025 Vol 10, No 2 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025 Vol 10, No 2 (2025): RISTEDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025 Vol 10, No 1 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2025 Vol 10, No 1 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING-JANUARI 2025 Vol 9, No 4 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER-DESEMBER 2024 Vol 9, No 3 (2024): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2024 Vol 9, No 2 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL-JUNI 2024 Vol 9, No 1 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2024 Vol 8, No 4 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER-DESEMBER 2023 Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023 Vol 8, No 2 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET-JUNI 2023 Vol 8, No 1 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2023 Vol 7, No 2 (2022): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Juli-Desember 2022 Vol 7, No 1 (2022): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Januari-Juni 2022 Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021 Vol 6, No 1 (2021): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Januari-Juni 2021 Vol 5, No 2 (2020): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - JULI-DESEMBER 2020 Vol 5, No 1 (2020): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2020 Vol 5, No 1 (2020): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING Vol 4, No 2 (2019): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2019 Vol 4, No 1 (2019): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2019 Vol 3, No 2 (2018): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2018 Vol 3, No 1 (2018): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2018 Vol 2, No 2 (2017): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling, Juli-Desember 2017 Vol 2, No 1 (2017): Ristekdik : Jurnal Bimbingan Dan Konseling, Januari - Juni 2017 Vol 1, No 2 (2016): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling, Juli-Desember 2016 Vol 1, No 1 (2016): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling, Januari-Juni 2016 More Issue