RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling
RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling diterbitkan dua kali setahun sebagai media publikasi ilmiah dalam pengkajian dan pengembangan Ilmu Bimbingan dan Konseling. Jurnal Ristekdik memuat tulisan ilmiah berupa artikel konseptual, hasil penelitian maupun isu-isu aktual yang relevan dalam bimbingan dan Konseling.
Articles
614 Documents
KECEMASAN LANJUT USIA DALAM MENGHADAPI MASA DEPERSONALISASI
Faisal Akbar Manurung;
Elida Hapni;
Dasril Dasril
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i2.211-219
Penelitian ini mengenai kecemasan lanjut usia dalam menghadapi masa depersonalisasi, dimana lanjut usia di Kelurahan WEK I merasakan kecemasan dalam menghadapi kematian. Lanjut usia mengalami penurunan daya imunitas tubuh akibat kecemasan dalam menghadapi masa depersonalisasi berupa ketakutan dalam menghadapi kematian. Dan jenis kecemasan lanjut usia dalam menghadapi masa depersonalisasi di Kelurahan WEK I Kecamatan Padangsidimpuan Utara dan Bagaimana dampak kecemasan lanjut usia dalam menghadapi masa depersonalisasi di Kelurahan WEK I Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang peneliti gunakan, dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Adapu metode pengumpulan data yang dilakukan yakni melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah lanjut usia yang berusia 60-75 tahun, sedangkan sumber data sekundernya adalah keluarga yang tinggal bersama lanjut usia, tetangga, warga masyarakat dan lurah. Hasil penelitian yaitu jenis kecemasan lanjut usia dalam menghadapi masa depersonalisasi di Kelurahan WEK I Kecamatan Padangsidimpuan Utara menjadi 3 yaitu; kecemasan superego, kecemasan neurotis dan kecemasan psikotis. Lanjut usia yang mengalami kecemasan yang paling banyak adalah kecemasan psikis yaitu sebanyak 5 lanjut usia dengan persentase 50% sedangkan untuk kecemasan superego dan kecemasan neurotis sebanyak 3 lanjut usia atau 30%. Dimana individu yang berada pada fase usia lanjut mengalami masa depersonalisasi di Kelurahan WEK I Kecamatan Padangsidimpuan Utara menjadi 2 yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif yaitu: religius, sabar dan berkumpul dengan keluarga. Sedangkan dampak negatifnya yaitu: suasana hati, pikiran dan perilaku. Dampak positif terlihat lebih banyak dari lanjut usia yang mengalami dampak religius dan sabar masing-masing 4 orang atau dengan persentase 40% sedangkan untuk dampak berkumpul dengan keluarga sebanyak 3 lanjut usia atau 30%. Sedangkan untuk dampak negatif terlihat lebih banyak dari lanjut usia yang mengalami dampak suasana hati dan perilaku masing-masing 4 orang atau dengan persentase 40% sedangkan untuk dampak pikiran dengan keluarga sebanyak 3 orang lanjut usia atau 30%.
KETERBUKAAN DIRI PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 4 SEMARANG
Nanda Pramusinta;
Dini Rakhmawati;
Hartoto Sutopo
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i2.254-261
Abstrak: SMK Negeri 4 Semarang menyediakan pelayanan Bimbingan Konseling (BK), pelayanan ini sebagai bentuk perhatian sekolah kepada peserta didik yang memiliki berbagai macam permasalahan, terutama dalam bidang pribadi. Adakalanya, peserta didik kurang terbuka akan permasalahan yang mereka alami. Salah satu aspek penting dalam kehidupan sosial manusia, dalam rangka mengekspresikan kemampuan individu untuk memperlihatkan pikiran, perasaan, dan kegiatan dengan orang lain secara jujur dan terbuka perlu adanya keterbukaan diri. Kemampuan untuk terbuka diri sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pendidikan yang berhubungan dengan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat keterbukaan diri peserta didik kelas X Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK N 4 Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterbukaan diri peserta didik di SMK N 4 Semarang Tahun Ajaran 2022/2023 rata-rata berada diposisi kategori sedang dengan 90,8%, walaupun ada sebagian dari peserta didik yang memiliki tingkat keterbukaan diri yang tinggi 8,3% dan rendah 0,9%. Kata kunci: Keterbukaan Diri, Peserta Didik, Sekolah Menengah Kejuruan
TAHAPAN DAN TEKNIK KONSELING PSIKOANALISIS DALAM LINGKUP PENDIDIKAN: STUDI LITERATUR
Bakhrudin All Habsy;
Dyas Noviarale Fitriani;
Dyah Nopitasari;
Nik Matul Rodiyah;
Farah Nikmatus Sania
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i2.179-189
Seiring berjalannya waktu, masalah yang dihadapi oleh setiap individu terutama peserta didik/konseli semakin kompleks. Masalah tersebut akan menimbulkan rasa cemas dan takut yang berlebihan sehingga mengganggu keseimbangan kepribadian manusianya seperti id, ego, dan superego. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja konseling Psikonalisis bagi konselor untuk dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik/konseli. Metode penulisan artikel ini adalah studi literatur. Pengumpulan data dengan menelusuri, menelaah, dan memahami sumber-sumber penulisan jurnal yang telah dibuat sebelumnya dari 10 tahun terakhir. Hasil akhir dari penulisan ini menunjukkan cara kerja dari konseling Psikoanalisis meliputi 4 tahapan yaitu tahap asessmen, perkembangan transferensi, bekerja melalui transferensi, dan resolusi transferensi. Serta 6 teknik meliputi: talking cure, asosiasi bebas, analisis mimpi, analisis resistensi, analisis transferensi, dan interpretasi. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa tahapan dan teknik konseling Psikoanalisis dapat membantu dalam menyelesaikan masalah konseli.
INTERVENSI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI KONSELING DI DESA MANYABAR JAE
Asmaryadi Asmaryadi;
Khairul Amri;
Devi Adriyani;
Lanna Dahlia;
Emma Puspa Ningsih;
Ela Hentina;
Devi Febriani Siregar;
MAK Riyadhul Fikri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i2.293-298
Stunting (tubuh pendek) merupakan masalah gizi kronis pada bayi karena kurangnya pemberian asupan makanan dalam waktu yang relative lama, meningkatnya morbiditas serta terjadinya peningkatan tinggi badan yang tidak sesuai dengan umurnya. Namun kurangnya kesadaran masyarakat khususnya seorang ibu akan pentingnya gizi menyebabkan minimnya upaya dan penanganan yang harus dilakukan untuk pencegahan stunting.Salah satu Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang di selenggarakan oleh mahasiswa dengan memberikan layanan konseling kepada ibu-ibu yang memiliki balita, terkait bahaya stunting serta Intervensi Pencegahan Stunting Melalui Konseling. tujuan penelitian ini dengan menderipsikan gambaran intervensi pencegahan stunting, metode penelitian dengan pendekatan metode deskriptif kualitatatif. Hasil penelitian ini melihat beberapa program yang dilakukan oleh desa Manyabar Jae sudah sangat baik didukung oleh masyarakat yang sudah teredukasi akan bahaya kasus stunting. Di sisi lain petugas kesehatan desa Manyabar Jae terus menggaungkan manfaat membawa anak ke posyandu agar masyarakat rutin membawa anak menimbang berat badan ke posyandu, sehingga data berat badan anak dapat dipantau terus oleh petugas. Jika ada anak yang terindikasi stunting bidan sudah tanggap dalam pelayanan program selanjutnya. Maka dari itu desa Manyabar Jae tergolong sudah mampu mencapai capaian target penekanan angka stunting dibandingkan dengan kelurahan atau desa-desa lain di Kabupaten Mandailing Natal
GAMBARAN PERILAKU KONSUMTIF SISWA DI MEDAN
M. Harwansyah Putra Sinaga;
Padiahani Filja;
Rahma Febriani;
Siti Aisah Saragih;
Yuli Lestari
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i2.220-225
Perilaku konsumtif adalah suatu keinginan untuk mengkonsumsi barang-barang yang sebenarnya kurang diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan yang maksimal serta tidak didasarkan pada pertimbangan yang rasional. Penelitian dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan yang terjadi dalam perilaku konsumtif siswa di sekolah yaitu pada umumnya siswa lebih mementingkan penampilan daripada hasil belajarnya dan kecenderungan ikut-ikutan dengan apa yang dipakai oleh temannya. Berdasarkan fenomena tersebut diketahui bahwa banyak hal-hal negatif yang sangat merugikan siswa akibat perilaku konsumtif, maka perlu antisipasi dan penanganan yang baik bagi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku konsumtif pada siswa di MTs Negeri 2 Medan. Dalam penelitian ini yang dipakai adalah metode kuantitatif dengan desain survei, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 responden atau 100% dari seluruh total responden memiliki perilaku konsumtif pada tingkatan sedang.
KOMPETENSI GURU BK DALAM KONSELING LINTAS BUDAYA
Elida Hapni;
Novita Fitri;
Silvianetri Silvianetri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.438-446
Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kompetensi guru Bk dalam konseling lintas budaya. Metode penelitian dalam penulisan artikel ini menggunakan teknik literature review. Langkah-langkah kajian pustaka meliputi: (a) tentukan tujuan dan tentukan apa yang ingin diteliti. (b) mencari bahan-bahan yang akan di literature review. (c) penilaian studi. (d) menggabungkan hasil dan akhirnya. (e) menentukan hasil, kemudian mengklasifikasikan hasil sehingga dapat ditarik kesimpulan. Hasil kajian literatur mengungkapkan bahwa konseling lintas budaya memiliki makna yang sangat luas. Selanjutnya, terdapat beberapa kompetensi konselor dalam pelaksanaan konseling lintas budaya antara lain: kesadaran akan keragaman budaya klien, serta pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan budaya klien. Dengan keragaman budaya, konselor dapat melakukan model konseling lintas budaya antara lain: model berpusat pada budaya, model interaktif dan model etnomedis.
HUBUNGAN ATTACHMENT ORANGTUA DENGAN KEMANDIRIAN SISWA SMP NEGERI 9 PADANG SIDEMPUAN
Rina Sari Lubis;
Nor Mita Ika Saputri;
Vitria Larseman Dela
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.419-423
Pada masa remaja, terdapat beberapa tugas perkembangan yang harus dihadapi, yaitu perkembangan kemandirian. Peran orangtua tidak terlepas pada pembentukkan kemandirian remaja, karena adanya suatu ikatan emosional Antara orangtua dengan remaja. Ikatan emosional yang bertahan dalam jangka waktu yang lama disebut dengan kelektan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan attachment orangtua dengan kemandirian siswa SMP Negeri 9 Padang Sidempuan dengan jumlah subjek sebanyak 141 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik cluster sampling pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologi, yaitu skala kelekatan dan skala kemandirian, dengan teknik analisa uji korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS 23 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan attachment orangtua dengan kemandirian siswa SMP Negeri 9 Padang Sidempuan dengan nilai 1.000 dengan 0,048 (p < 0,05). Artinya, semakin tinggi kelekatan remaja dengan orangtua, maka semakin tinggi pula kemandirian remaja.Â
PANDANGAN PESERTA DIDIK TERKAIT PARENTAL SUPPORT TERHADAP PEMILIHAN KARIER
Abdul Hadi;
Veronica Amalia Dwi Cahya Pertiwi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.339-346
Peserta didik pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan remaja dimana pada masa remaja ini mulai menentukan pilihan karier. Dalam proses pemilihan karier ini tentu banyak faktor yang mempengaruhi baik itu faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal ialah parental support atau dukungan orang tua. Dalam proses pemilihan karier, orang tua sangat berperan penting, sehingga jika peserta didik memiliki dukungan yang baik maka akan mempermudah dalam menentukan pilihan karier, namun sebaliknya jika peserta didik tidak mendapatkan dukungan orang tua maka akan menyebabkan peserta didik mengalami kegalauan dan kebingungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan peserta didik terkait parental support terhadap pemilihan karier di SMK N 1 Semanu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek dari peneliitian ini ialah 3 peserta didik kelas XII SMKN 1 Semanu. Metode pengumpulan data ini menggunakan wawancara dan studi dokumentasi yang telah dibuat. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, data display, dan conclusion drawing atau verification. Dalam melakukan keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini ialah 3 peserta didik mendapatkan parental support atau dukungan orang tua terhadap pemilihan karier, baik untuk bekerja maupun untuk melanjutkan kuliah
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING (STUDI DESKRIPTIF-KUALITATIF DI AEK GALOGA DESA PIDOLI)
Erlina Harahap;
Fatya Mawaddah;
Anggi Putri Annisa;
Asrul Fadli;
Aswin Harahap;
Endang Agustina
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.459-466
Pengetahuan yang kurang dapat mempengaruhi informasi ibu tentang stunting itu sendiri sehingga dapat memicu pertumbuhan stunting pada balita. Sedangkan sikap ibu berkaitan dengan pengetahuan tentang suatu objek. Semakin banyak aspek positif dari objek yang maka akan menimbulkan sikap positif terhadap objek tertentu dalam hal ini sikap terhadap stunting itu sendiri. Berdasarkan data yang di peroleh dari Puskesmas Panyabungan Jae di bulan Oktober 2022 khususnya di lokasi dusun Aek Galoga berjumlah 26 balita yang masuk daftar balita stunting. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan dan sikap ibu terhadap kejadian stunting di dusun Aek Galoga Desa Pidoli. Manfaat penelitian dapat digunakan posyandu, maupun puskesmas dalam menurunkan angka balita stunting di dusun Aek Galoga Desa Pidoli. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria responden yang dipilih adalah keluarga yang memiliki balita stunting usia 0 bulan sampai 3 tahun sebanyak 10 keluarga. Sedangkan informan sebanyak 3 orang yang terdiri dari Kepala Desa, Bidan Desa dan Kader Posyandu. Metode penelitian yang diguanakan adalah deskriptif kualitatif. Dalam penelitian kualitatif ini peneliti menggunakan dirinya sendiri sebagai perangkat penelitian, mengupayakan kedekatan dan keakraban antara dirinya dengan obyek dalam menggali kejadian tentang stunting di dusun Aek Galoga. Hasil temuan 1) Minimnya  pengetahuan ibu tentang stunting salah satunya kurangnya informasi tentang stunting itu sendiri 2) Penyebab lain para ibu yang memiliki balita enggan membawa balitanya ke posyandu 3) Bagi sebagian orangtua karena stunting (pendek) itu bukan penyakit melainkan keturunan. Kesimpulannya pengetahuan dan sikap positif ibu tentang kejadian stunting sangat mempengaruhi angka penurunan terhadap balita stunting di dusun Aek Galoga Desa Pidoli.
PERILAKU BULLYING PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Bagus Surya Kusuma;
Wiwik Kusdaryani;
Sri Wahyu Puji Astuti
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.388-397
Bullying merupakan tindakan yang merugikan dan berdampak buruk pada kesejahteraan siswa, serta dapat mempengaruhi kinerja akademik dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat perilaku bullying yang terjadi pada pembelajaran di sekolah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku bullying peserta didik. Penelitian ini, digunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif serta pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan formulir online angket skala psikologi. Populasi penelitian terdiri dari 72 peserta didik kelas IX di SMP Negeri 6 Semarang, dengan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian menggambarkan rata-rata sebesar 90,51 dan standar deviasi sebesar 8,429. Tingkat bullying menunjukkan angka 18,05% peserta didik termasuk dalam klasifikasi tinggi serta 81,95% termasuk dalam klasifikasi sedang dan tidak ada peserta didik yang termasuk dalam klasifikasi rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik memiliki tingkat perilaku bullying sedang.