cover
Contact Name
Dinno Mulyono
Contact Email
bertiup@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
bertiup@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Comm-Edu (Community Education Journal)
ISSN : 26225492     EISSN : 26151480     DOI : -
Core Subject : Education,
Comm-Edu Journal publishes original research or theoretical papers about : 1. non formal education 2. community education 3. community development 4. training and course 5. informal education 6. social communication to support community learning process
Arjuna Subject : -
Articles 385 Documents
PENDAMPINGAN PEMBUATAN KONTEN DALAM PEMBELAJARAN ILMU FIQIH BERBASIS PLATFORM TIK TOK UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SANTRI MDTA Febrianti, Rima; Mulyono, Dinno
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i3.12677

Abstract

Penggunaan Tik tok sebagai media pembelajaran adalah latar belakang dari penelitian kali ini, dengan tujuan bahwasanya dengan pemanfaatan media yang terbarukan melalui media digital berbasis platform Tik Tok bisa mengefektifkan proses pembelajaran serta dapat meningkatkan daya kreativitas masing-masing dari siswa. Sampel yang diambil berjumlah 5 anak, terdiri dari anak-anak berumur sepuluh tahun di kelas Salahudin Al Ayubi TPQ Majis Darut Tauhid Al Ihsan Padalarang.  Metode penelitian kali ini menggunakan metode kualitatif deskripsif, dengan hasil mengamati, mendampingi, mendokumentasi serta wawancara terdapat hasil yang bisa disimpulkan dengan tahapan-tahapan yang telah dilalui. Pentingnya penelitian ini, karena banyaknyaa penggunaan aplikasi tik tok dalam berbagai usia, di usia anak-anak ini, diteliti untuk cara meningkatkan kreativitas melalui hal yang disukai anak-anak dalam proses pembelajaran dengan pendampingan pembuatan konten. 
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP PENGGUNAAN GADGET UNTUK PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI DESA SUGIHMUKTI Anindita, Tiaranissa; Sukarso, Rita; Karimah, Yayu; Yani, Aurelia Sakti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i3.18905

Abstract

Perkembangan kognitif yang maksimal dapat menjadikan anak lebih cerdas dalam kemampuan berpikir, penalaran, keterampilan, dan membuat anak lebih memahami apa yang terjadi di lingkungan sekitar, sehingga memudahkannya dalam memecahkan masalah-masalah sederhana. Namun di era digital saat ini, ilmu parenting juga sudah mengalami banyak pembaharuan salah satunya cara dalam menstimulasi kognitif anak. Hal ini membuat para orang tua harus lebih dapat beradaptasi terhadap teknologi. Tujuan penelitian adalah untuk melihat persepsi orang tua masa kini dalam memberikan gadget untuk membantu dalam perkembangan kognitif anak di usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei untuk orang tua, teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket (Google Form) dan observasi wawancara online. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi orang tua adalah positif, yaitu bahwa gadget dapat membantu dalam perkembangan kognitif anak, namun masih banyak yang harus diperhatikan dalam penggunaan gadget kepada anak usia dini.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PENGELOLAAN KELOMPOK BERMAIN DENGAN ANALISIS SWOT Asayyidatina Ramadianty, Ashil; Musa, Safuri; Muis, Abdul
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i3.19267

Abstract

The background of this research is the government policy regarding the independent curriculum. The results of studies on the implementation of the independent curriculum show positive and significant changes in the development of learning for students. As what has been done by who year brp. With regard to that, the purpose of this study is to conduct a swot analysis of the planning, organization, implementation, and supervision of the Aditya Karawang playgroup. Implementation of the independent curriculum in play groups in this case is a case study of the aditya play group. The theories used in this research are the independent curriculum according to Wasis, management according to D.Sudjana, playgroups according to the Ministry of Education, swot analysis according to Siagian. This research method uses descriptive qualitative with four research subjects, namely one manager, two tutors, and one parent of students. Based on the results in the field, it was found that the implementation of an independent curriculum in planning, organizing implementation, and supervision. The conclusion of the results of this study is to describe the implementation of the playgroup curriculum running well and smoothly but there are obstacles with limited electronic devices, learning media, control capabilities. The recommendations for the implementation of the independent curriculum in playgroups have not been maximized due to limited communication technology tools, teachers have not participated in med development training.
PENGAWASAN DAN SUPERVISI PROGRAM PEMBINAAN KEMANDIRIAN WARGA BINAAN DI LAPAS KELAS IIA KARAWANG Santomo, Arneta Nindi; Santika, Tika; Muis, Abdul
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i3.19281

Abstract

Pengawasan dan supervisi merupakan kegiatan yang saling melengkapi dan dilakukan agar program berjalan sesuai dengan rencana. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengawasan dan supervisi dalam program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Karawang serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari satu orang pimpinan dan dua orang petugas lapangan seksi kegiatan kerja sebagai pengelola pelaksana dan fasilitator program. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan program kemandirian dilakukan secara langsung melalui inspeksi, on the spot observation dan on the spot report yang dilaksanakan dengan maksud untuk mencegah penyalahgunaan, mempertebal rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban serta memastikan kualitas produk yang dihasilkan. Beberapa indikator kegiatan pengawasan yang dilakukan seperti kegiatan pemantauan, pemeriksaan, bimbingan dan pengarahan, pemberian tindakan disipin serta tindakan koreksi telah dilaksanakan dengan baik. Supervisi program juga dilakukan secara langsung melalui diklat, pelatihan, demonstrasi dan karyawisata yang dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan petugas dalam bekerja sehingga menunjang keberhasilan program yang sasarannya adalah petugas bagian kegiatan kerja. Namun dalam pelaksanaannya baik pengawasan maupun supervisi masih mengalami kendala, yakni benturan perintah dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki.Kata Kunci: Pengawasan, Supervisi, Program Pembinaan Kemandirian
PELATIHAN PROGRAM KECAKAPAN HIDUP BUDIDAYA IKAN LELE SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PKBM LINGGIH SINAU BANYUSARI Ali, Faisal; Hidayat, Dayat; Hoerniasih, Nia
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i3.19295

Abstract

Fenomena yang terjadi di lapangan bahwasannya ada beberapa masyarakat desa sekitar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Linggih Sinau Banyusari sumber daya yang rendah dan kurang terampil dalam hal berwirausaha/ budidaya khususnya budidaya ikan lele, sehingga harus ada program pelatihan kecakapan hidup yang efektif untuk meningkatkan sumber daya manusia sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui proses pelatihan kecakapan hidup di PKBM Linggih Sinau Banyusari, (2) Mengetahui hasil pelatihan kecakapan hidup budidaya ikan lele sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Subjek penelitian terdiri atas 6 Responden. Yaitu 1 Mentor, 1 Ketua PKBM, dan 4 orang peserta pelatihan di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Meningkatkan keterampilan dalam berwirausaha/ budidaya dengan mengikuti pelatihan program kecakapan hidup sesuai dengan harapan dengan adanya hasrat dan keinginan berhasil, harapan dan cita-cita masa depan, kegiatan yang menarik dalam proses pengembangan diri, lingkungan yang kondusif. Namun dorongan dan kebutuhan dalam pelatihan masih sangat diperlukan oleh peserta pelatihan. (2) Hasil dari pelatihan kecakapan hidup masyarakat mampu mengaplikasikan dan mampu memberikan perubahan yang bermanfaat bagi orang lain terutama bagi dirinya sendiri. Contohnya perubahan dalam status sosial dan ekonominyaKata kunci: Pemberdayaan masyarakat, Pelatihan budidaya, Kecakapan hidup
PERAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMANFAATAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI DESA GIRIMUKTI KECAMATAN SAGULING Nur Lailatul Qodariah; Firdaus, Nunu Mahmud; Mulyono, Dinno
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i3.19460

Abstract

This study aims to analyze the role of women farmer groups in the utilization of the Sustainable Food Yard Program or P2L. Sustainable Food Yard or P2L is a joint activity carried out by community groups to make yard land a permanent or sustainable food source. Utilization of Sustainable Food Yard in Girimukti Village is still said to be not optimal, so it is necessary to increase the Utilization of Sustainable Food Yard Program with the role of Women Farmers Group in Girimukti Village. In this study, researchers used descriptive qualitative research, in collecting data researchers used observation techniques, documentation and interviews with a sample of 3 people who were part of the farm women's group. The results of this study indicate that the role of the farm women's group is in the high and good category. Strategies in an effort to increase the role of farmer groups as a place of learning by conducting counseling and conducting pilot plots.
PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM MENANAMKAN NILAI MORAL BERKELANJUTAN BAGI ANAK USIA SEKOLAH Yadi, Yadi Samsul Hidayat; Elshap, Dewi Safitri
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i3.23012

Abstract

The fundamental element of a group is a character. Community figures, as we collectively understand them, are a group that can be used as a collective voice, or can be used as a place to gather and discuss problems faced by society. In this context we discuss individuals who are often referred to as representatives of the general public, such as heads of households, teachers, mosque imams, elderly people, and so on. These people may be able to provide constructive feedback. This is very influential for school-age children, especially in instilling sustainable moral values. Sustainable moral values are the moral values that underlie sustainable development. These values include environmental sustainability, social justice, and peace and harmony. Sustainable moral values are important to instill in every individual. This research uses qualitative methods with the following techniques: observation, documentation, and data collection through in-depth interviews. There are three methods used in data collection: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This research aims to examine the role of community leaders in instilling sustainable moral values in year-old children. Instilling sustainable moral values in school-aged children is a crucial issue in building the nation's next generation with character and responsibility for the environment. Community figures, as role models and opinion leaders in their environment, have an important role in this effort.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGELOLA SAMPAH RUMAH TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN DI KAMPUNG SEKEAWI RT 001 RW 002 Herianto, Herianto; Nandang Rukanda, Nandang Rukanda
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i3.23136

Abstract

Waste is waste that results from a production process, both domestic (household) and industrial. In Law No. 18 of 2008 concerning Waste Management, it is stated that waste is the remains of daily human activities or natural processes in solid or semi-solid form in the form of biodegradable or non-degradable organic or inorganic substances which are deemed no longer useful and are thrown away. to the environment. The bad habit of throwing rubbish carelessly seems to be familiar, even as if it is used to it. Society is the largest human group that has the same habits, traditions, attitudes and feelings of unity. Society is also the main key to the waste problem. As stated by Environmental Health, it is one of the health efforts to create a healthy environmental quality, both physical, chemical, biological and social, which enables everyone to achieve the highest level of health. Management of household waste and similar household waste consists of reducing waste and handling waste. Waste reduction includes several activities, including limiting waste generation, recycling waste, and reusing waste. There are several ways to create a clean environment: (1) Community (2) Garbage (3) Health quality
PELATIHAN PRANIKAH BAGI CALON PENGANTIN UNTUK MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KECAMATAN LEUWILIANG Hilda Gustiani Rahman; Meilya, Ika Rizqi; Dewi, Ratna Sari
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i3.24524

Abstract

Marriage is a sacred bond that requires thorough preparation to form a family that is sakinah, mawaddah, and rahmah. The high rates of divorce and domestic violence in Indonesia make premarital training very important. This study describes the implementation of premarital training at the KUA Kecamatan Leuwiliang, identifies supporting and inhibiting factors, and evaluates the outcomes of the training in forming sakinah families. Descriptive research is used to systematically depict the phenomenon. The training considers participant characteristics such as age, occupation, education, gender, and marital status. The materials are designed with relevant content, supported by competent tutors and adequate facilities. The main obstacles are budget limitations and low participant engagement. The results of the training show a positive impact in helping couples achieve a balance between worldly and spiritual needs. Alumni reported improvements in managing household finances, fulfilling social and psychological needs, as well as understanding and practicing religion within the family. However, alumni stated they have not yet become role models in society. Overall, premarital training at the KUA Kecamatan Leuwiliang is effective in helping couples achieve a harmonious balance in family life and forming sakinah families.
STRATEGI PEMBERDAYAAN ANAK ASUH MELALUI KETERAMPILAN HIDROPONIK DI LEMBAGA YAYASAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK (PSAA) DAARUL HASANAH KARAWANG Handayani, Dini; Sutarjo, Sutarjo; Hoerniasih, Nia
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i3.24552

Abstract

Pemberdayaan anak asuh merupakan langkah yang sangat penting bagi upaya pengurangan penduduk miskin, upaya pemberdayaan anak asuh merupakan kepedulian dalam kemitraan dan kesetaraan dari pihak yang sudah maju kepada pihak yang belum berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pemberdayaan anak asuh melalui keterampilan hidroponik. Lokasi penelitian dilakukan di Lembaga yayasan panti sosial asuhan anak (PSAA) daarul hasanah kabupaten karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu pengelola, pembimbing dan 3 orang anak asuh yang mengikuti kegiatan hidroponik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Anak asuh mendapatkan pemahaman mendalam tentang teknik hidroponik, termasuk cara merawat tanaman, mengatur nutrisi, dan mengelola lingkungan tumbuh tanaman tanpa tanah. Melalui praktik langsung merawat tanaman hidroponik, anak asuh mengembangkan keterampilan praktis seperti keahlian teknis dalam merawat tanaman, dan Anak asuh belajar untuk bertanggung jawab atas perawatan tanaman mereka. Panti Sosial Asuhan Anak Daarul Hasanah Karawang telah berhasil mengimplementasikan strategi pemberdayaan anak asuh melalui pembelajaran keterampilan hidroponik. Melalui program ini, anak asuh tidak hanya mendapatkan pengetahuan praktis tentang pertanian juga keterampilan baru yang relevan di era modern ini. Pertama, anak asuh dapat memperoleh pengetahuan tentang teknik bercocok tanam yang inovatif. Kedua, mereka belajar untuk menghargai proses pertanian.