cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,133 Documents
Perlindungan Hukum terhadap Saksi Pemilu di Indonesia Gea, Alex Sokhian
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterangan saksi dalam setian perkara pidana ialah salah satu alat bukti sah yang sangat diperlukan dalam menyelesaikan suatu perkar pidan. Karena itu lah, perlindungan hukum bagi saksi pemilu sangat diperlukan untuk memberikan rasa aman dan perlindungan dari segala bentuk ketakutan dan ancaman dari ancaman dari pelaku tindak pidana yang dapat mempengaruhi kebenaran. Dalam penelitian ini, metode yang digunkana ialah metode penelitian normatif-kuantitatif. Metode penelitian normatif-kuantitatif dengan Undang-Undang No. 31 Tahun 2014 yang merupakan perubahan atas Undang-Undang No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Sumber data dari penelitian ini ialah dai bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Metode penelitian kualitatif degan menggunakan analisis data sekunder dengan teknik pengumpulan data kepustakaan. teknik pengumpulan data berfokus dalam menganalisis norma-norma hukum atau aturan yang berlaku, seperti undang-undang, doktrin hukum, atau prinsip-prinsip yang relevan dan data kuantitatif dapat digunakan dengan jumlah saksi pemilu yang menerima perlindungan dari LPSK sejak berlakunya UU No. 31 Tahun 2014.
Hubungan Regulasi Diri dengan Penyesuaian Diri Siswa di Sekolah Faira Putri, Atisha; Syukur, Yarmis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena di lapangan yaitu masih ditemukannya siswa yang memiliki permasalahan terkait penyesuaian diri. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri yaitu regulasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan regulasi diri siswa di sekolah, mendeskripsikan penyesuaian diri siswa di sekolah, dan menguji apakah terdapat hubungan yang signifikan antara regulasi diri dengan penyesuaian diri siswa di sekolah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 314 siswa dengan sampel 173 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket regulasi diri dan angket penyesuaian diri dengan metode skala Likert. Data yang diolah menggunakan teknik analisis persentase dan untuk menguji hubungan kedua variabel menggunakan rumus pearson correlation product moment. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) regulasi diri siswa secara keseluruhan berada pada kategori tinggi dengan persentase 80,60%, (2) penyesuaian diri siswa berada pada kategori tinggi dengan persentase 76,07%, dan (3) terdapat hubungan yang positif signifikan antara regulasi diri dengan penyesuaian diri dengan nilai korelasi sebesar 0,771 pada taraf signifikansi sebesar 0,000.
Pengembangan E-Modul Flipbook Interaktif: Profil Peluang Kerja dan Usaha Akuntansi Keuangan Lembaga Masruri, Faizah Balita; Farila, Firda Nur; Putri, Michaelia Alriviany; Arif, Amirul; Hakim, Luqman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengembangkan e-modul berbasis flipbook sebagai media interaktif pembelajaran dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Etika Profesi di bidang Akuntansi dan Keuangan. Menggunakan model ADDIE, penelitian meliputi analysis, design, development, implementation dan evaluation dari e-modul. Uji coba dilakukan pada 30 siswa SMK jurusan Akuntansi dan Keuangan, dengan hasil validasi menunjukkan rata-rata persentase sebesar 84% sehingga dengan skor tersebut menunjukkan bahwa e-modul layak dan efektif digunakan. Data kualitatif dan kuantitatif menunjukkan bahwa produk e-modul berbasis flipbook ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, serta menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan bahan ajar yang kreatif dan menarik dalam pembelajaran daring. E-modul ini dirancang untuk memudahkan pemahaman materi secara mendalam dan mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan era digital. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul berbasis flipbook berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, pengembangan produk telah layak dan sesuai bagi pembelajaran siswa.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Active Learning di Kelas V UPT SDN 064021 Medan Helvetia Tahun Pembelajaran 2024/2025 Husna, Isnawati; Siagian, Juniaty; Lestari, Tina Tri; Nurhalizah, Siti; Sinaga, Kathleen; Pasaribu, Dian Natalia; Simarmata, Ester Julinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model Active learning di kelas V UPT SDN 064021 Medan Helvetia tahun pembelajaran 2024/2025. Jenis penelitian yag digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan menggunakan empat tahapan dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian yaitu seluruh siswa kelas V UPT SDN 064021 Medan Helvetia berjumlah 20 siswa dengan 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Tes analisis data yang digunakan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan hasil belajar individual pada pretest yaitu 3 siswa yang tuntas secara klasikal 15% dengan nilai rata-rata 54,25. Pada siklus I secara individual yaitu 9 siswa yang tuntas, secara klasikal 45% dengan rata-rata 60. Pada siklus II secara individual yaitu 17 siswa yang tuntas, secara klasikal 85% dengan rata-rata 82,3. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan.
Pengaruh Model Pembelajaran Air (Auditory, Intellectually, Repetition) Berbantuan Media Flyer Terhadap Kemampuan Menulis Teks Iklan Pada Siswa Kelas VIII MTs Laboratorium UIN SU Medan Tahun Pembelajaran 2024/2025 Purwanti, Leni; Siregar, Syamsul Arif
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) Berbantuan Media Flyer terhadap Kemampuan Menulis Teks Iklan pada Siswa Kelas VIII MTs Laboratorium UIN SU Medan Tahun Pembelajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimental dengan rancangan Two Group Pretest-Posttest Design dengan pendekatan kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa 1) Kemampuan menulis menggunakan model ekspositori berbantuan media gambar di kelas kontrol dengan nilai rata-ratanya adalah 64,533 tergolong kategori cukup. 2) Kemampuan menulis menggunakan model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) berbantuan media flyer di kelas eksperimen dengan nilai rata-ratanya adalah 84,266 tergolong kategori baik. Dengan demikian, diperoleh ttabel = 2,001 sehingga dapat diketahui thitung > ttabel (10,204 > 2,001). Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan menggunakan model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) Berbantuan Media Flyer terhadap Kemampuan Menulis Teks Iklan pada Siswa Kelas VIII MTs Laboratorium UIN SU Medan Tahun Pembelajaran 2024/2025.
Pengaruh Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Peningkatan Toleransi dan Pluralisme di dalam Masyarakat Multikultural Putri, Naurah Ismail; Tazkia, Najwa; Anugrah, Muhammad Raffi Nabil; Syauqi, Algian Cahya; Suhernawan, Fauzi Al Muzakki; Supriyono, Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pendidikan yang wajib diikuti oleh seluruh masyarakat di Indonesia. Tujuan utama diwajibkannya Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang berkarakter, bertanggung jawab dan memiliki pemahaman yang baik tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara. Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Pasal 31 ayat (3): Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Pendidikan Kewarganegaraan juga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai toleransi dan pluralisme di dalam masyarakat multikultural. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah: Menanamkan nilai moral bangsa, menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air, membangun karakter bangsa, dan menumbuhkan sikap toleran. Toleransi berasal dari bahasa Latin, yang berarti menahan, bersabar dan menghormati. Pluralisme berasal bahasa Latin, yang berarti jamak atau beragam. Tujuan toleransi yaitu menciptakan lingkungan yang harmonis, damai dan saling menghormati dalam masyarakat yang beragam. Tujuan pluralisme pada dasarnya adalah menciptakan masyarakat yang menghargai keberagaman dimana setiap individu atau kelompok dapat hidup berdampingan. Dasar dari penelitian ini dimulai dengan pengamatan fenomena sosial, khususnya bahwa hubungan pada masyarakat multikultural menjadi renggang disebabkan adanya perbedaan dari segi kepentingan, pemikiran, sosial budaya dan kesenjangan sosial ekonomi sehingga memicu konflik sosial antara ras, etnis, suku dan bangsa, yang tentu saja dapat memengaruhi kesatuan bangsa suatu negara, alasannya adalah pola komunikasi yang kurang baik serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang toleransi dan pluralisme dalam keberagaman budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap toleransi dan pluralisme dalam mendorong harmoni sosial di dalam masyarakat multikultural. Penelitian ini juga berupaya menyusun strategi yang dapat diterapkan dalam pendidikan formal maupun nonformal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya toleransi dan pluralisme. Dengan begitu, diharapkan tercipta lingkungan sosial yang harmonis dan inklusif, dimana perbedaan dapat diterima sebagai kekayaan bukan sebagai pemicu konflik sosial. Sementara metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menganalisis artikel dan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dari penelitian yang dilakukan, telah terbukti bahwa Pendidikan Kewarganegaraan memainkan peranan penting dalam membentuk serta meningkatkan sikap toleransi dan pluralisme di dalam masyarakat multikultural, dari segi perbuatan dan pemikiran.
Eksplorasi Etnomatematika OBK (Omah Batik Kudus) terhadap Konsep Matematika Geometri Bangun Datar Sekolah Dasar Putri, Anggi Dwi; Putri, Agustina Risqia; Zuliana, Eka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika yang bernuansa budaya sering ditemukan pada batik. Batik Kudus merupakan sentra pembuatan batik khas Kudus yang terletak di Desa Langgardalem No. 59, RT. 04/RW. 01, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus. Ada dua jenis batik Kudus, yaitu batik tulis dan batik cap, yang telah menjadi bagian integral dari budaya Kudus. Penelitian ini mengaitkan batik Kudus dengan konsep geometri bangun datar. Metodologi yang digunakan adalah etnografi deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksplorasi. Fokus penelitian ini adalah pada unsur-unsur etnomatematika yang terdapat dalam berbagai motif batik Kudus. Subjek penelitian ini yaitu bapak Lukman El Hakim dan bapak Fadloli sebagai pemilik sentra batik dan sebagai pakar budaya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi eksplorasi, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian tentang batik Kudus adalah untuk mengungkap nilai matematis dan filosofis yang terkandung dalam motif-motifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap motif memiliki makna filosofis serta konsep matematis yang terkait dengan geometri bangun datar. Beberapa motif yang diteliti antara lain buket bunga krisan, pasung seling, merak kembang krisan, bunga matahari, kiai jangkar, gebyok rogomoyo, dan pakis haji. Konsep matematika yang ditemukan dalam berbagai motif batik Kudus meliputi geometri bangun datar seperti segitiga, persegi, persegi panjang, lingkaran, jajar genjang, dan belah ketupat. Selain itu, motif batik Kudus juga mencerminkan nilai-nilai filosofis yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Kudus.
Peran Guru dalam Perkembangan Sosial dan Emosional Anak TK Rahman, Salwa Azizah; Novianti, Syafira Dwi; Nabilah, Shafa Setya; Qotrunnida, Insani Najwa; Budiman, Nandang; Al-hakim, Ibrahim; Mudrikah, Syifa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain orang tua, Guru bertanggung jawab dalam tumbuh dan perkembangan anak. Dalam dunia Pendidikan, guru memiliki peran penting dalam melayani peserta didik dengan berlandaskan kesadaran, tanggung jawab, dan usaha secara optimal sehingga dapat berdampak positif terhadap perkembangan fisik dan perkembangan psikis. Peran guru tidak hanya dibutuhkan sebagai pengajar saja, guru sangat dibutuhkan perannya sebagai sumber belajar anak, fasilitator yang mempermudah anak dalam memahami sesuatu, mengelola kelas anak, memberikan bimbingan, motivasi, mengevaluasi, dan juga memberikan contoh yang baik kepada peserta didiknya sebagai persiapan bekal untuk kehidupan anak di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam perkembangan sosial dan emosional anak Usia TK, Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik studi literatur dan wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peran guru baik sebagai pengajar, pendidik, teladan, motivator dan fasilitator sangatlah penting dalam perkembangan sosial dan emosional anak TK.
Kaitan antara Impostor Phenomenon dan Self-Esteem di Kalangan Mahasiswa Ginta, Maria Charisse Audrey; Hastuti, Rahmah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa seringkali menghadapi tekanan dalam mencapai prestasi akademik yang baik, hal ini seharusnya membuat mereka merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri dan berdampak positif. Namun, bagi sebagian mahasiswa, prestasi tersebut menimbulkan perasaan tidak layak dan keraguan atas kemampuan mereka. Fenomena ini dikenal sebagai impostor phenomenon, yaitu suatu kondisi psikologis di mana individu meyakini bahwa keberhasilan yang mereka capai disebabkan oleh keberuntungan semata, bukan karena kompetensi atau kemampuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara impostor phenomenon dengan self-esteem pada mahasiswa. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional untuk menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut. Sebanyak 275 mahasiswa berusia 18-25 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS) yang dikembangkan oleh Clance (1985) yang terdiri dari 20 item, dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) oleh Rosenberg (1979) yang terdiri dari 10 item. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif antara impostor phenomenon dengan self-esteem. Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.001 (p < 0.05) dengan koefisien korelasi (r) sebesar -.485, yang menunjukkan ketika impostor phenomenon meningkat, maka self-esteem akan mengalami penurunan, sebaliknya ketika impostor phenomenon menurun, maka self-esteem akan meningkat. Studi ini menunjukkan pentingnya mahasiswa dalam memahami dan mengenali impostor phenomenon dalam diri mereka.
Peran Social Support terhadap Digital Stress pada Dewasa Muda yang Aktif Bermedia Sosial Senjani, Dita Permata; Sahrani, Riana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran media sosial tentunya memudahkan individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Namun, jika tidak adanya batasan dalam penggunaannya akan membawa dampak negatif. Fenomena yang muncul akan menimbulkan kondisi stres karena ada keinginan untuk selalu terhubung yaitu berupa "Digital Stress" yang merupakan ketegangan psikologis dan emosional dikarenakan komunikasi individu terhadap teknologi digital. Dalam penelitian ini melibatkan social support sebagai peranan yang merupakan bantuan yang diberikan oleh seseorang yang memiliki hubungan interpersonal seperti keluarga, teman, pasangan, dan lainnya. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui apakah social support berperan terhadap digital stress pada dewasa muda yang aktif bermedia sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu Multidimensional Digital Stress Scale dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Hasil penelitian pada uji korelasi menunjukkan tidak adanya hubungan korelasi dengan nilai sig. 0.882 > 0.05 sehingga variabel social support (X) dalam penelitian ini tidak memiliki peranan ataupun korelasi pada variabel digital stress (Y).