cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 25,715 Documents
Analisis Respons Netizen terhadap Kasus Viral LPDP Dwi Sasetyaningtyas di Media Sosial X Umar Alfaroq Yano; Muhammad Anggie Januarsyah Daulay; Nabila Zahra; Elma Febrianti; Andre Oktanta Sebayang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38551

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam penggunaan bahan ajar berbasis digital pada pembelajaran bahasa asing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap bahan ajar bahasa Jerman berbasis digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa memiliki persepsi yang positif terhadap bahan ajar digital. Pada aspek kognitif, bahan ajar digital membantu mahasiswa memahami materi bahasa Jerman secara lebih mudah melalui fitur multimedia seperti audio dan video. Pada aspek afektif, mahasiswa menunjukkan minat dan motivasi belajar yang tinggi karena bahan ajar digital dianggap lebih menarik dan interaktif. Sementara itu, pada aspek konatif, mahasiswa cenderung memiliki keinginan untuk terus menggunakan bahan ajar digital dalam pembelajaran. Namun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan akses internet, perangkat teknologi, serta perbedaan tingkat literasi digital mahasiswa. Dengan demikian, bahan ajar bahasa Jerman berbasis digital memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan infrastruktur, peningkatan literasi digital, serta penerapan model pembelajaran yang terintegrasi seperti blended learning agar pemanfaatan bahan ajar digital dapat berjalan secara optimal.
Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Tunagrahita Jenjang SMP dan Solusinya Puan Annisa Pane; Naima Azmi Hutagalung; Nila Dwi Amalia; Tri Lande
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38552

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa tunagrahita di tingkat SMP memiliki peranan penting dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. Namun, terdapat banyak tantangan besar dalam pelaksanaannya di lapangan. Studi ini bertujuan untuk menguraikan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa tunagrahita pada tingkat SMP serta langkah-langkah yang diambil oleh para guru. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara dengan guru di SLBN Asahan dan SLB Melati Aisyiyah di Sumatera Utara. Temuan penelitian mengidentifikasi lima permasalahan utama: kesulitan dalam mengenali huruf dan membaca, kesulitan dalam memahami instruksi yang rumit, keterbatasan daya ingat, gangguan dalam konsentrasi, serta rendahnya kepercayaan diri siswa. Sebagai solusinya, guru menerapkan metode membaca secara bertahap, memanfaatkan media visual (seperti kartu huruf, gambar, dan video), menyederhanakan instruksi, melakukan pengulangan materi, dan menciptakan suasana kelas yang mendukung dengan memberikan pujian. Inovasi strategi pembelajaran yang fleksibel dan berbasis aktivitas sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran bagi siswa dengan kebutuhan khusus.
Implementasi Integrasi Kepemimpinan Spiritual dan Transformasional dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Dirosatul Muallimin Al-Islamiyah (DMI) Al-Hamidy Banyuanyar Kholilur Rahman; Mohammad Muchlis Solichin; Ali Nurhadi; Saiful Hadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38553

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan pendekatan transformasional dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan pesantren. Dirosatul Muallimin Al-Islamiyah (DMI) Al-Hamidy Banyuanyar sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren menerapkan pola kepemimpinan yang menggabungkan kedua aspek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi integrasi kepemimpinan spiritual dan transformasional serta implikasinya terhadap peningkatan mutu pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kepemimpinan diwujudkan melalui keteladanan religius, motivasi inspiratif, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan budaya organisasi, yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidik, kedisiplinan peserta didik, serta efektivitas pengelolaan lembaga. Kesimpulannya, integrasi kepemimpinan tersebut merupakan strategi efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Representasi Cita Rasa Kuliner Nusantara dalam Unggahan ‘Food Blogger’ Jaisy Zakia Zahwa; Ghefira Azzahra Dwi Ariani; Vannisya Azzahra Ramadhani; Razkya Fakih Nurihsan; Rahma Nur Oktavia; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38555

Abstract

Makanan sangat penting di Indonesia, berfungsi sebagai kebutuhan dasar dan mencerminkan beragam tradisi budaya yang dibentuk oleh berbagai bahan dan cara memasak. Dengan cepatnya perkembangan media sosial, food blogger menjadi salah satu pihak yang paling berpengaruh dalam memperkenalkan hidangan tradisional Indonesia ke khalayak yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka, dengan memanfaatkan jurnal, buku, dan sumber-sumber yang relevan untuk memahami bagaimana masakan dan cita rasa Indonesia digambarkan dalam unggahan media sosial para blogger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa food blogger tidak hanya memperkenalkan makanan sebagai sesuatu untuk dimakan; mereka juga berbagi nilai-nilai budaya, keunikan bahan-bahan lokal, dan kekayaan rempah-rempah Indonesia. Melalui gambar yang menarik dan cerita pribadi, mereka membentuk bagaimana audiens memandang keaslian dan kesegaran. Dengan demikian, food blogger merupakan tokoh berpengaruh di dunia digital yang membantu mempromosikan dan melestarikan masakan tradisional Indonesia saat ini.
Profesionalisme Guru dalam Perspektif Pendidikan Islam Kontemporer Munawir Munawir; Novi Maulana Sofa; Yazid Ibrahim Alfaridi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38556

Abstract

Profesionalisme guru menjadi elemen penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, termasuk dalam ranah pendidikan Islam kontemporer yang dihadapkan pada tantangan globalisasi, kemajuan teknologi, serta dinamika sosial budaya. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis konsep profesionalisme guru dalam perspektif pendidikan Islam serta relevansinya terhadap tuntutan zaman modern. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan profesionalisme pendidik. Hasil kajian menunjukkan bahwa profesionalisme guru dalam Islam tidak hanya terbatas pada penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga mencakup dimensi spiritual, akhlak mulia, serta tanggung jawab etis sebagai seorang pendidik. Dalam konteks kekinian, guru dituntut mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman, responsif terhadap perkembangan teknologi, serta menjadi teladan bagi peserta didik. Oleh karena itu, profesionalisme guru dalam pendidikan Islam kontemporer merupakan sinergi antara kompetensi modern dan nilai-nilai spiritual yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis.
Dampak Bullying Pada Lingkungan Belajar Siswa: Tinjauan Multiperspektif Ilmu Pengetahuan Sosial K. D. Putriyana; S. Sujarwo; D. Safitri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38557

Abstract

Bullying adalah fenomena sistemik yang mendestruksi kualitas lingkungan belajar siswa di berbagai jenjang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak bullying terhadap lingkungan belajar siswa melalui tinjauan multiperspektif Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), meliputi aspek sosiologi, antropologi dan patologi sosial. Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif deskriptif dengan menelaah 15 artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying menyebabkan kerusakan struktur interaksi sosial melalui pelebelan negatif, menciptakan normalisasi kekerasan sebagai bagian dari budaya sekolah, dan memicu disfungsi kontrol sosial dalam ekosistem digital. Dampak tersebut secara kolektif menurunkan motivasi belajar dan kesejahteraan emosional siswa. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya rekonstruksi pola interaksi inklusif dan penguatan peran orang tua serta sekolah melalui kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA). Perlu kolaborasi lintas sektor untuk mendekonstruksi tradisi kekerasan dan mengembalikan fungsi sekolah sebagai ruang pengembangan karakter siswa yang aman.
Kesulitan Adaptasi Perubahan Rutinitas pada Anak Autis: Studi Kasus Siswa Kelas II di SLB Aisyiyah Sijunjung Rezki Vidora; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38559

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan hasil observasi perilaku pada seorang anak bernama ZK,siswa kelas II di SLB Aisyiyah Sijunjung. Permasalahan utama yang di identifikasi adalah kecendrungan ZK dalam menolak perubahan rutinitas dan memepertahankan kebiasaan yang sama, yang disertai dengan respons emosional berupa kemarahan Ketika terjadi perubahan. Selain itu, hasil asesmen menunjukkan kesulitan dalam aspek perhatian visual, seperti menghindari kontak mata, melihat objek dari sudut yang tidak biasa, serta mendekatkan benda secara berlebihan ke mata. Pendekatan yang digunakan adalah observasi deskriptif kualitatif melalui pencatatan perilaku dalam aktivitas sehari-hari. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ZK sering tidak merespons suara kecuali setelah diberikan pengulangan, namun di sisi lain juga memperlihatkan respons berlebihan terhadap rangsangan auditori tertentu, seperti menutup telinga ketika mendengar suara keras yang umum terjadi. Selain itu, ditemukan adanya kecenderungan eksplorasi sensorik melalui sentuhan, penciuman, dan pengecapan objek, serta respons terhadap nyeri yang tidak konsisten, baik berlebihan maupun kurang. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan adaptasi terhadap perubahan rutinitas pada ZK berkaitan erat dengan perbedaan dalam pemrosesan sensorik. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang terstruktur, konsisten, dan berbasis kebutuhan sensorik untuk membantu meningkatkan kemampuan adaptasi dan respons perilaku yang lebih adaptif dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan Teori Belajar Humanistik dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas III di SDN 001 Tembilahan Hulu Murniati Murniati; Rusi Rusmiati Aliyyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teori belajar humanistik dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III di SDN 001 Tembilahan Hulu. Dalam penelitan ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas III dan siswa kelas III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan prinsip-prinsip humanistik melalui pemberian perhatian individual, komunikasi yang hangat, penghargaan terhadap setiap usaha siswa, serta pelibatan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kondisi tersebut terbukti mampu menumbuhkan rasa percaya diri, antusiasme, keberanian bertanya, dan ketekunan siswa dalam mengikuti proses belajar. Temuan ini sejalan dengan kajian yang menyatakan bahwa pembelajaran humanistik berorientasi pada upaya memanusiakan peserta didik sehingga mampu menumbuhkan motivasi intrinsik dan meningkatkan kualitas hasil belajar siswa sekolah dasar. Dengan demikian, penerapan teori belajar humanistik dapat menjadi alternatif strategis bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan memotivasi siswa.
Fenomena Homesickness dan Dampaknya terhadap Kecemasan Sosial pada Mahasiswa Rantau di Perguruan Tinggi: Studi Kualitatif Khairunisa Khairunisa; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin Miftahuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena homesickness dan dampaknya terhadap kecemasan sosial pada mahasiswa rantau di perguruan tinggi. Fenomena perpindahan lingkungan geografis dan budaya sering kali memicu hambatan psikologis yang memengaruhi interaksi sosial mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggali pengalaman subjektif informan. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan analisis mendalam terhadap berbagai hasil penelitian terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa homesickness yang tidak tertangani dengan baik berkontribusi signifikan terhadap timbulnya kecemasan sosial, yang ditandai dengan penarikan diri dari lingkungan kampus dan kesulitan membangun relasi antarpribadi. Namun, dukungan sosial yang kuat dan strategi coping yang efektif ditemukan mampu memitigasi dampak negatif tersebut. Kesimpulannya, manajemen emosi dan adaptasi lingkungan berperan krusial dalam menurunkan tingkat kecemasan sosial mahasiswa rantau. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penyediaan layanan konseling di perguruan tinggi untuk mendukung proses transisi mahasiswa perantau.
Analisis Manajemen Risiko Bencana Banjir serta Partisipasi Masyarakat dalam Penanggulangan Banjir di Kota Pekanbaru Anggie Noer Apriliani; Dedi Hermon; Rosmadi Bin Fauzi; Samadi Samadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38562

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di wilayah perkotaan Indonesia, termasuk di Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab banjir serta mengkaji partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangan banjir. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi di beberapa wilayah rawan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir di Kota Pekanbaru disebabkan oleh kombinasi faktor alam seperti curah hujan tinggi dan kondisi topografi, serta faktor manusia seperti alih fungsi lahan, sistem drainase yang tidak memadai, dan perilaku membuang sampah sembarangan. Dampak banjir meliputi kerugian material, kerusakan infrastruktur, gangguan aktivitas sosial-ekonomi, serta risiko kesehatan masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam penanggulangan banjir telah terlihat dalam bentuk ide/gagasan, tenaga (gotong royong), serta dukungan sosial, namun masih bersifat terbatas dan belum merata. Partisipasi tersebut juga cenderung reaktif dan belum didukung oleh sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan. Selain itu, rendahnya partisipasi finansial, keterbatasan anggaran pemerintah, serta lemahnya koordinasi dan komunikasi menjadi kendala utama dalam upaya mitigasi banjir. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan banjir serta mewujudkan masyarakat yang tangguh terhadap bencana.