cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
aam@student.upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
teoremamathunigal17@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Teorema: Teori dan Riset Matematika
Published by Universitas Galuh
ISSN : 25410660     EISSN : 25977237     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Teorema: Teori dan Riset Matematika merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap bulan Maret dan September, dikelola oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis dengan P-ISSN 2541-0660 dan E-ISSN 2597-7237.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
Pengembangan Instrumen Penilaian Berbasis Proyek untuk Membentuk Kreativitas Motorik Matematik Siswa SMP pada Pokok Bahasan Transformasi Geometri Mita, Mita; Manfaat, Budi; Izzati, Nurma
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v8i2.12111

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) untuk menghasilkan sebuah perangkat instrumen penilaian berbasis proyek yang dapat membentuk kreativitas motorik siswa berupa Lembar Tugas Proyek pada materi transformasi geometri yang valid dan reliabel, serta 2) untuk mengetahui tingkat efektivitas siswa setelah menggunakan instrumen yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Develop, Implement dan Evaluate. Subjek uji coba dari penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas VIII E SMPN 1 Gempol dengan jumlah 32 siswa. Hasil dari penelitian pengembangan ini yaitu 1) berdasarkan penilaian oleh validator ahli terhadap instrumen yang dikembangkan diperoleh rata-rata total validitas instrumen sebesar 3,81 termasuk kategori sangat valid, sedangkan hasil estimasi reliabilitas memperoleh nilai rata-rata Intraclass Correlation Coefficients (ICC) sebesar 0,711 yang termasuk kategori tinggi, serta 2) hasil perolehan skala menunjukkan bahwa siswa merespon positif terhadap semua indikatornya dan memperoleh rata-rata 78,12% yang termasuk ke dalam kriteria baik. Dalam hal ini, siswa merasa mempunyai kemampuan berkreasi yang lebih tinggi dan merasa bertanggung jawab atas tugasnya sehingga menjadi lebih aktif untuk melakukan berbagai kegiatan yang mengharuskan untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Dengan demikian, dapat dikatakan instrumen penilaian berbasis proyek yang dikembangkan ini efektif untuk membentuk kreativitas motorik siswa pada pelajaran matematika.
Esensi Literasi Matematis: Pengalaman Guru Matematika SMK Agribisnis Fatimah, Ai Tusi; Isyanto, Agus Yuniawan; Erlin, Euis
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v8i2.10581

Abstract

Penerapan literasi matematis dalam konteks dunia kerja relevan bagi siswa di sekolah kejuruan. Kajian fenomenologi ini bertujuan untuk menggali esensi literasi matematis dari guru matematika yang mengajar di SMK program keahlian agribisnis. Tiga belas guru matematika dari enam sekolah kejuruan agribisnis di Ciamis-Indonesia terlibat dalam penelitian ini. Peserta diberikan pertanyaan open-ended melalui wawancara tentang soal-soal literasi matematis yang dirancang dan pengalaman mendapatkan respon dari siswa ketika diberikan soal-soal tersebut. Pernyataan partisipan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis komparatif konstan untuk memperoleh hakikat literasi matematis di SMK agribisnis. Temuan penting dari pengalaman merancang soal literasi matematis adalah kemampuan guru matematika untuk menemukan konteks agribisnis dan menghubungkannya dengan konsep matematika tertentu. Penyebab kesulitan guru dalam merancang soal literasi matematis adalah perbedaan pemahaman mereka tentang lingkungan sekolah, lingkungan kerja agribisnis, dan pengalaman praktis di bidang pertanian. Semua guru setuju bahwa siswa tertarik pada konteks agribisnis dalam pertanyaan yang diberikan. Kesulitan siswa terletak pada perumusan matematis dan keterkaitan antar konsep. Penelitian ini berimplikasi pada peningkatan pengetahuan guru tentang konteks yang dihubungkan dengan pengetahuan konten matematika dan pembiasaan siswa mengerjakan soal literasi matematis untuk mendukung persiapan siswa memecahkan masalah di tempat kerja yang semakin kompleks.
Berpikir Specializing-Generalizing Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Barisan dan Deret Aritmetika Lorenza, Nella; Sudirman, Sudirman; Susiswo, Susiswo
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.12892

Abstract

Berpikir specializing-generalizing merupakan pasangan proses berpikir matematis yang sangat penting dalam proses pembelajaran matematika. Berpikir specializing adalah berpikir dengan cara memulai dari hal-hal khusus, sedangkan berpikir generalizing adalah berpikir yang mengarah ke bentuk umum yang didasarkan pada specializing. Penerapan berpikir specializing-generalizing dapat menjadi strategi efektif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa dalam menangani berbagai masalah.  Tujuan penelitian  untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk berpikir specializing-generalizing siswa dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret aritmetika. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 siswa kelas X sekolah menengah atas yang berhasil menyelesaikan masalah barisan dan deret aritmetika. Instrumen yang digunakan adalah tes dan wawancara. Data dalam penelitian ini adalah hasil pekerjaan subjek dan hasil transkrip wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan dua bentuk berpikir specializing-generalizing dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret aritmetika, yaitu representasi skematis eksplisit-implisit dan representasi skematis implisit-eksplisit. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berharga bagi guru matematika dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna.     Kata kunci: Berpikir matematis, specializing-generalizing, masalah barisan dan deret aritmetika
Kualitas Pembelajaran Model Discovery Learning Berbantuan Applet Geogebra Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTS Alif Hazira, Kurnia Vera; Pujiastuti, Emi; -, Sugiman
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.12842

Abstract

Kemampuan penalaran matematis siswa perlu ditingkatkan dalam pembelajaran matematika. Salah satunya dengan pembiasaan guru memberikan soal HOTS. Alternatif model pembelajaran yang berpotensi memenuhi standar pembelajaran dan diperkirakan dapat menunjang kemampuan penalaran matematis adalah model Discovery Learning. Discovery Learning mengajak siswa menemukan sendiri solusi dari permasalahan matematis yang dihadapinya.  Berdasarkan beberapa hasil penelitian, pembelajaran dengan media teknologi Geogebra dapat menunjang kemampuan penalaran matematis siswa. Applet Goegebra sebagai kebaruan inovasi dari penelitian ini. Applet Geogebra adalah fitur baru yang dimunculkan dari Geogebra. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas pembelajaran model Discovery Learning berbantuan Applet Geogebra terhadap kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimental berupa The Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design, yaitu kelompok eksperimental dan kontrol dibandingkan. Kedua kelompok tersebut diberikan pre-test kemudian diberikan perlakuan, dan terakhir diberikan post-test. Hasil penelitian ini adalah (1) perangkat pembelajaran dan penelitian memiliki kategori baik dan sangat baik berdasarkan hasil validasi oleh validator serta uji coba tes, (2) pelaksanaan proses pembelajaran dengan Model Discovery Learning berbantuan Media Applet Geogebra memiliki kategori sangat baik berdasarkan hasil pengamatan oleh observer di lembar pengamatan aktivitas pembelajaran dan angket respon siswa, (3) rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa lebih dari 63 (batas tuntas aktual), (4) persentase kemampuan penalaran matematis siswa mencapai nilai 63 lebih dari 75%, (5) rata-rata peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol, dan (6) rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa kelas eksperimen setelah pembelajaran lebih baik dari sebelum pembelajaran.
Pengaruh Self Confidence & Prestasi Belajar Kalkulus : Suatu Studi Korelasional di Perguruan Tinggi Arfia, Kiara; Handican, Rhomiy
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i2.13677

Abstract

Indikasi rendahnya prestasi kalkulus mahasiswa jurusan Tadris Matematika di IAIN Kerinci, yang diduga terkait dengan tingkat self-confidence yang kurang memadai. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara self-confidence dan prestasi kalkulus mahasiswa sebagai langkah mendukung peningkatan kualitas pendidikan, terutama di IAIN Kerinci. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Dari total populasi sebanyak 92 mahasiswa, dipilih 30 mahasiswa sebagai sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari dokumentasi dan angket self-confidence. Analisis data dimulai dengan uji prasyarat seperti uji normalitas yang menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,200. Uji linearitas dengan nilai Sig (2-tailed) Deviation from Linearity sebesar 0,938 (>0,05), mengindikasikan bahwa terdapat hubungan linear signifikan antara variabel self-confidence (X) dan Prestasi Kalkulus (Y). Pada uji regresi linear sederhana, koefisien regresi Self-Confidence (X) terhadap Prestasi Kalkulus (Y) adalah -21,922 dengan nilai yang signifikan, menunjukkan bahwa setiap peningkatan sebesar 1% dalam Self-Confidence menyebabkan penurunan sebesar 1.134 dalam Prestasi Kalkulus. Sementara uji hipotesis menunjukkan bahwa Self-Confidence memiliki pengaruh tidak signifikan sebesar 11% terhadap variasi dalam prestasi Kalkulus. Dari hasil diatas dapat disimpulkan Self-confidence memiliki pengaruh negatif terhadap prestasi kalkulus atau tidak terdapatnya hubungan diantara ke-2 variabel tersebut. implikasinya adalah perlunya penekanan lebih pada faktor-faktor lain seperti metode belajar, kualitas pengajaran, dan pemahaman materi sebagai strategi utama untuk meningkatkan prestasi belajar Kalkulus.
Analisis Kesalahan Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Pecahan Berdasarkan Newman’s Error Analysis Khairunnisaa', Danik Martha; Sutarni, Sri
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i2.15403

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari menurunnya hasil belajar siswa saat menyelesaiakan soal cerita dengan topik pecahan. Sehingga penelitian ini dilakukan bertujuan sebagai identifikasi kesalahan siswa saat menjawab soal cerita materi pecahan untuk siswa pada SMP Negeri 3 Mojosongo yang didasari oleh teori Newman. Penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan sebanyak 29 siswa kelas 7 menjadi subjeknya. Selanjutnya pada setiap siswa yang menjadi subjek, diberi tes tertulis sebanyak 5 soal cerita, dilakukan wawancara serta dokumentasi sebagai teknik dalam pengumpulan data. Analisis data penelitian ini memiliki tiga langkah yang mesti dilakukan, seperti mereduksi data, menyajikan data, serta menyimpulkan hasil penelitian. Sesudah dilaksanakan penelitian, didapat hasil bahwa banyak dari siswa yang masih membuat kesalahan saat mengerjakan jawaban soal cerita pecahan. Kesalahan tersebut digolongkan dalam 5 indikator kesalahan, indikator pertama merupakan kesalahan yang paling sering terjadi dengan persentase 26,67% yaitu kesalahan saat penulisan hasil akhir, selanjutnya yang kedua merupakan kesalahan keterampilan proses sebesar 28,89%, kesalahan memahami sebesar 17,78%, kesalahan transformasi 15,19%, dan kesalahan membaca sebesar 1,85%.
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Kelas VIII Mardliyah, Syifa; Herman, Tatang; Suhendra, Suhendra; Febrianti, Eritha Dewi
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.13312

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang perlu dikuasai siswa. Namun, fakta dilapangan menyatakan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-B berjumlah 22 orang. Analisis data dilakukan dalam tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang sudah memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis. Terdapat satu siswa yang memenuhi empat indikator kemampuan berpikir kritis, tiga siswa yang memenuhi tiga indikator kemampuan berpikir kritis, lima siswa yang memenuhi dua indikator kemampuan berpikir kritis, tujuh siswa yang memenuhi satu indikator kemampuan berpikir kritis, dan enam siswa yang tidak memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis.
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Open Ended Materi Geometri Pradiarti, Refni Adesia; Sudirman, Sudirman; Sisworo, Sisworo
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.12782

Abstract

Berpikir kreatif menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa pada abad 21. Kreativitas matematika siswa dapat diukur melalui pemberian masalah open ended kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pemberian soal open ended. Penelitian dilakukan di SMAN 3 Malang. Banyak subjek penelitian 5 siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian didapatkan dari hasil tes berpikir kreatif dan wawancara dengan subjek. Kemampuan berpikir kreatif subjek dianalisis mengacu pada tercapainya 3 indikator berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, dan originality. Dari hasil penelitian ditemukan 5 tingkat berpikir kreatif yang dikategorikan dalam level 0-4. Subjek S1 yang mampu memenuhi seluruh indikator berpikir kreatif yaitu fluency (kelancaran), flexibility (keluwesan), dan originality (kebaruan) merupakan siswa dengan tingkat berpikir kreatif level 4 yaitu sangat kreatif, subjek S2 yang hanya mampu memenuhi indikator flexibility dan originality dapat dikategorikan sebagai tingkat berpikir kreatif level 3 yaitu kreatif, subjek S3 yang hanya mampu memenuhi indikator flexibility (keluwesan) merupakan siswa dengan tingkat berpikir kreatif level 2 yaitu cukup kreatif, subjek S4 yang hanya mampu memenuhi indikator fluency (kelancaran) merupakan siswa dengan tingkat berpikir kreatif level 1 yaitu kurang kreatif, dan subjek S5 yang belum mampu memenuhi seluruh indikator berpikir kreatif merupakan siswa dengan tingkat berpikir kreatif level 0 yaitu tidak kreatif.Kata kunci: Berpikir kreatif, Masalah Open Ended, Geometri.
Pengembangan Media Pembelajaran Fukudrat Solver Berbasis Matlab Pada Materi Fungsi Kuadrat Yaqin, Alamul; Fathoni, M. Ivan Ariful; Fitri, Anisa
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i2.15658

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah media pembelajaran Fukudrat Solver yang berbasis GUI Matlab, valid dan layak digunakan untuk pembelajaran di sekolah pada materi fungsi kuadrat. Penelitian ini dilakukan di SMK Al-Kyai Sukosewu dari tanggal 31 Mei hingga 8 Juni 2024. Untuk penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall sepuluh tahap yang telah dimodifikasi menjadi enam tahap: (1) penelitian dan pengumpulan informasi; (2) persiapan; (3) pengembangan produk; (4) pengujian lapangan awal; (5) revisi produk awal; dan (6) pengujian lapangan skala besar. Menurut temuan, validasi ahli media dan ahli materi masing-masing memperoleh rata-rata skor dengan kriteria "Media Sangat Valid Digunakan". Dan skor rata-rata dengan kriteria "Media Sangat Layak Digunakan" dari hasil angket respon 20 siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa media pembelajaran Fukudrat Solver berbasis GUI Matlab untuk materi fungsi kuadrat valid dan layak digunakan baik secara mandiri maupun dalam pembelajaran di kelas.
Pengembangan Media Tiga Dimensi (3D) Bangun Ruang Pada Materi Dimensi Tiga Yudha, Sri Indah Dwirahmasari; Qohar, Abd -
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.13169

Abstract

Studi ini merupakan penelitian pengembangan. Studi ini mempunyai tujuan sebagai pengembangan media pembelajaran tiga dimensi (3D) bangun ruang pada materi dimensi tiga. Penelitian yang dikembangkan menggunakan langkah-langkah model Borg dan Gall. Instrumen yang digunakan dalam studi ini meliputi media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Lembar validasi media, dan angket siswa. Teknik pengumpulan dan analisis data dalam penelitian ini dengan uji coba skala kecil melalui peerteaching. Prosedur dalam studi ini meliputi analisis produk yang dikembangkan, validasi produk, dan uji coba produk. Hasil validasi menunjukkan bahwa media sangat valid dengan skor sebesar 87,5%. Sedangkan hasil uji kepraktisan menunjukkan respon siswa sangat baik yaitu sebesar 87,4%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa media dapat menunjang kegiatan belajar siswa dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi. Penggunaan media pembelajaran ini sangat disarankan untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika materi dimensi tiga. Kata kunci:  media pengembangan, tiga dimensi bangun ruang, dimensi tiga