cover
Contact Name
Siti Juariah
Contact Email
sitijuariah@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sitijuariah@univrab.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Klinikal Sains (Jurnal Analis Kesehatan)
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 23384921     EISSN : 26141515     DOI : -
Jurnal klinikal sains program studi analis kesehatan adalah jurnal ilmiah yang membahas tentang kompetensi analis kesehatan yang meliputi kompetensi Mikrobiologi, Hematologi, Parasitologi, Imunoserologi, Toxikologi, dan Kimia Klinik. Jurnal klinikal sains akan terbit setiap enam bulan, dalam satu periode setiap tahun ajaran akan terbit dua kali yakni pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
UJI RESISTENSI BAKTERI BASIL GRAM NEGATIF PADA SPUTUM PENDERITA PNEUMONIA TERHADAP ANTIBIOTIK LEVOFLOXACIN DAN CEFOTAXIM DI RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Nirwana, Ardy Prian; Parmawati, Jatu
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.3779

Abstract

Pneumonia is a common infection at all ages. It is the leading cause of death among all age groups with 4 million deaths (7% of the world's total mortality) (CDC, 2015). WHO in its 2017 report stated that more than 808,00 children under the age of 5 died from pneumonia. The purpose of this study was to determine the results of the sensitivity test of gram-negative bacilli bacteria in sputum samples of patients with pneumonia against Levofloxacin and Cefotaxime antibiotics at Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten General Hospital. This type of research is descriptive with purposive sampling technique. The population of this study were all sputum samples that were examined for culture at the Microbiology Laboratory of dr Soeradji Tirtonegoro Hospital. There were 26 samples with Acinetobacter baumannii as much as 32%, Klebsiella pneumoniae as much as 29%, Pseudomonas aeruginosa as much as 26%, Enterobacter cloacae as much as 10%, and Kluyvera ascorbata as much as 3%. Antibiotic resistance test against gram negative rod bacteria found 30% of bacteria resistant to levofloxacin antibiotics and 63% resistant to cefotaxime antibiotics.
EFEKTIFITAS RENDAMAN DAUN ANDONG (Cordyline fruticosa (L) A. Chev) SEBAGAI PENGGANTI EOSIN 2% PADA PEMERIKSAAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) Wahyuni, Rizka Ayu; Rizqina, Ainun; Nurbidayah, Nurbidayah; Sari, Putri Kartika
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.3835

Abstract

Worm infection is still a health problem in developing countries like Indonesia. The prevalence of worms in Indonesia is generally still very high, especially among the less fortunate, with poor sanitation. Diagnosis of worm infection can be made by examining preparations using 2% Eosin dye. The simplest technique for examining intestinal nematode worm eggs is the native method, this technique uses 2% eosin reagent with the following objectives: to assess the various elements in preparations or preparations. Eosin itself is not easily decomposed and creates toxic and flammable waste, so a natural dye is needed for soaking horseradish leaves (Cordyline fruticosa (L) A. Chev) as an alternative dye. ) in coloring STH worm eggs. The research design used in this study was experimental. Andong leaves were soaked using 2N HCl for 24 hours. of 20%, 40%, 60%, 80% and 100% which gives effective results only at concentrations of 80% and 100%. Keyword : Soil Transmitted Helmint (STH), Eosin, Andong leaf
AKTIVITAS ANTIJAMUR Candida albicans INFUSA DAUN BUAS-BUAS (Premna cardifolia) SECARA IN VITRO Nurbidayah, Nurbidayah; Nafila, Nafila; Kartika Sari, Putri; Al Medina, Namira
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.3936

Abstract

Buas-buas (Premna cardifolia) merupakan tanaman dari famili Verbenaceae yang merupakan tanaman obat di Indonesia. Pengobatan yang dapat diberikan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan jamur C. albicans kebanyakan menggunakan obat-obatan kimia. Namun, penggunaan dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan efek samping. Oleh karena itu diperlukannya pengobatan dengan bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa fitokimia dan aktivitas antijamur menggunakan persentase penghambatan jamur. Jenis penelitian yang digunakan adalah True Eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian Posttests-Only with Control Group Design. Sampel akan dibuat menjadi infusa daun buas-buas dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Hasil skrining fitokimia yang terkandung dalam infusa daun buas-buas menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, saponin, alkaloid, dan fenol. Hasil aktivitas antibakteri yaitu pada kontrol negatif (0%) dan konsentrasi 20% tidak terlihat zona bening, kontrol positif dengan menggunakan ketokonazol respon hambatan koloni jamur kuat, konsentrasi 10%, 40%, dan 50% respon hambatan koloni jamur lemah, sedangkan konsentrasi 30% respon hambatan koloni jamur kuat. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi 30% lebih efektif menghambat pertumbuhan jamur.
PEMANFAATAN ARANG BIJI TERUNG BELANDA SEBAGAI PEWARNAAN ALTERNATIF KAPSUL BAKTERI Bastian, Bastian; Veronneca, Rossa; Apriani, Devi; Natalia, Anggie
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.4040

Abstract

Pewarnaan kapsul merupakan teknik yang digunakan untuk mengetahui suatu bakteri memilik kapsul pada tubuhnya. Kapsul adalah lapisan polimer yang terdapat diluar dinding sel. Teknik kultur dapat dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri Klebsiella pneumonia. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan arang biji terung belanda dapat dimanfaatkan sebagai reagensia alternatif pewarnaan kapsul. Penelitian ini meliputi pengumpulan terung belanda, penghangusan biji terung belanda sehingga menjadi arang, penghalusan arang biji terung belanda, pembuatan media MCA, inokulasi bakteri Klebsiella pneumonia pada media, pembuatan larutan pewarna dari arang biji terung belanda dengan tambahan NaOH 4N, pengamatan kapsul bakteri secara mikroskopis. Kualitas pewarnaan kapsul dari arang biji terung belanda 62,5% dan tinta nigrosin / tinta india 75%. Hasil penelitian menunjukan perbandingan antara pewarna arang biji terung belanda dengan tinta nigrosin / tinta india sebagai pembanding hanya 12,5 sehingga pewarna alternatif arang biji terung belanda dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pewarna pewarna kapsul.
PENGARUH VARIASI LAMA PENYIMPANAN LARUTAN TURK MODIFIKASI AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus Aurantifolia) TERHADAP HITUNG JUMLAH LEUKOSIT sapria, hanipa; Maulida, Norlaila Puteri; Sari, Ratna Amanah; Sari, Putri Kartika
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.4086

Abstract

Ketersediaan reagen Turk untuk pemeriksaan hitung jumlah leukosit secara manual yang biasa dilakukan oleh klinik sederhana atau klinik Puskesmas terpencil seringkali tidak tersedia, dapat terjadi karena kehabisan atau masa pakai yang sudah kadaluarsa. Sehingga banyak peneliti melakukan penelitian untuk mengatasi masalah tersebut dengan membuat larutan turk modifikasi salah satunya menggunakan air perasan jeruk nipis, namun reagensia alternatif tersebut belum diuji kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh lama penyimpanan larutan turk modifikasi air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang disimpan selama 1 hari, 7 hari dan 14 hari pada suhu ruang terhadap hitung jumlah leukosit. Merupakan penelitian eksperimen yaitu Post Test Only Control Group Design dengan variasi lama masa simpan 1, 7 dan 14 hari diulang sebanyak 12x dan dianalisis secara statistik. Rerata hitung jumlah leukosit untuk H1 sebesar 6.083 sel/mm3 H7 sebesar 7.612 sel/mm3 dan H14 sebesar 6.304 sel/mm3 serta kontrol sebesar 7.675 sel/mm3. Hasil uji ANOVA dan LSD menyatakan terdapat perbedaan bermakna hasil hitung jumlah leukosit H1 dan H14 dengan turk kontrol, sedangkan H7 tidak, akan tetapi interpretasi hasil hitung jumlah leukosit larutan Turk modifikasi jeruk nipis pada H1, H7 dan H14 masih menunjukkan kesesuaian dengan nilai rujukan yaitu 4.000-10.000 sel/mm3.
HASIL PEMERIKSAAN TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTH MENGGUNAKAN CAMPURAN PEWARNA ALAMI DARI DAUN MIANA DAN KULIT BUAH NAGA charisma, acivrida mega; Prasetyo, Rio
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.4098

Abstract

The simplest method for checking worm eggs is by a native technique using a 2% eosin reagent. Eosin itself has properties that are not easily decomposed, causing hazardous and easily flammable waste. Hence, an alternative staining method is needed, environmentally friendly, using natural materials, such as natural dye substances. This research aims to understand the depiction of results in examining Soil Transmitted Helminth (STH) eggs using mint leaves and dragon fruit skin as alternative reagents. The research method involves examining feces using a direct method (wet preparation) to detect worm eggs in feces directly using a 2% Eosin solution. The comparison results between dragon fruit peel extract concentration using aquadest, tested with SPSS analysis version 20 using the Kruskal-Wallis method with a significance value of 0.09 ≥ 0.05, indicating significantly different research outcomes. Thus, it can be concluded that there is no difference in staining quality compared to the control. The conclusion drawn from this study is that there's no difference in staining worm egg suspensions using mint leaf extract. This is evident as when observing the worm egg suspension using mint leaf extract, the worm eggs were not clearer, unlike with dragon fruit skin and miana.
STATUS KADAR TROMBOSIT AKIBAT PAPARAN PESTISIDA PADA PETANI Purwaningsih, Nur Vita; Saputro, Tri Ade; SM, Ellies Tunjung; Widyastuti, Rahma; Ainutajriani, Ainutajriani; Kunsah, Baterun
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.4132

Abstract

Pestisida adalah zat atau bahan kimia yang digunakan terutama dibidang pertanian, kehutanan, holtikultura dan dilahan publik untuk meningkatkan hasil panen. Sampai saat ini pestisida merupakan pilihan utama petani untuk melindungi tanaman dari gangguan berbagai organisme pengganggu tanaman. Terpaparnya pestisida terhadap tubuh dapat menimbulkan dampak negatif pada komponen yang ada dalam tubuh, diantaranya yaitu darah. Pestisida dapat diperkirakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi profil darah, salah satunya yaitu trombosit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar trombosit pada petani yang terpapar pestisida di Desa Trece Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan observasi. Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa jumlah trombosit petani di Desa Trece Kabupaten Mojokerto yang dilakukan secara automatic dengan menggunakan alat hematology analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani Desa Trece Kabupaten Mojokerto yang memiliki kadar trombosit normal sebanyak 26 orang dengan persentase 87% dan rendah sebanyak 4 orang dengan persentase 13%. Simpulan dalam penelitian ini yaitu, tidak semua penurunan kadar trombosit akibat paparan pestisida dan tidak selamanya yang terpapar pestisida memiliki kadar trombosit yang rendah
UJI TOKSISITAS MERKURI (Hg) TERHADAP ORGAN GINJAL PADA TIKUS GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) DENGAN PEMERIKSAAN UREUM DAN KREATININ SERTA HISTOPATOLOGI GINJAL Karsanto, Narindro -; Kresnadipayana, Dian; Narang, Yemima Adelia
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.4144

Abstract

Heavy metals have a bad effect for the body of animals and humans. The heavy metal that has the highest toxicity is mercury. Mercury (Hydrargyrum) is a chemical compound that is toxic to the body. Exposure to mercury that enters the body can cause acute and chronic poisoning effects as well as disturbances in various organ systems of the body. This study aims to determine the effect of subchronic toxicity on the kidneys by examining levels of urea, creatinine and histopathology of rat’s kidney organs. In this preclinical study, the toxic compound used was mercury sulfate in powder form, then dissolved in aquabidest. This study used 12 male rats divided into 4 groups. The first group, the control group was given aquabidest solution, the 3 treatment groups were given mercury sulfate preparations at a dose of 10 mg/Kg BW, 20 mg/Kg BW, 30 mg/Kg BW. This research lasted for 4 weeks. Urea levels were checked three times, namely at week 0, week 2, and week 4 during the treatment period. At the end of the examination, the test animals were sacrificed for histopathological examination. Administration of mercury sulfate with varying doses had an effect on the kidneys of rats as seen from the results of examination of unstable urea and creatinine levels, namely decreased and increased from normal limits, as well as histopathological examination of the kidneys which showed damage to the parts of the kidney. The conclusion of this study was that there was a toxic effect on the kidneys of white rats when exposed to mercury sulfate orally with graded doses for 4 weeks.
DETEKSI GEN TEM DAN GEN SHV PADA Klebsiella pneumoniae PADA SAMPEL URIN PASIEN RAWAT INAP Irma, Ade; Ka’bah, Ka’bah; Fathoana, Nurul
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.4248

Abstract

Salah satu penyebab utama infeksi terkait layanan kesehatan adalah kejadian infeksi akibat Klebsiella pneumonia yang umumnya menyebabkan pneumonia, bakteremia, dan infeksi saluran kemih (ISK). Peningkatan risiko terinfeksi bakteri Klebsiella pneumonia banyak dikaitkan dengan munculnya gen resistensi antibiotik. Kemunculan dan penyebaran gen resisten antibiotik, mengurangi kemungkinan pengobatan dan meningkatkan mortalitas dan morbiditas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi gen TEM dan gen SHV pada Klebsiella pneumonia pada urin pasien rawat inap. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi laboratorium dengan pendekatan cross sectional study menggunakan metode Polymerase Chain Reaction dengan 15 sampel urin pasien rawat inap. Hasil penelitian ini ditemukan 6 sampel positif (40%) Klebsiella pneumonia pada urin pasien rawat inap dengan ukuran target 260bp. Kemudian dilanjutkan dengan deteksi gen TEM dan gen SHV. Ditemukan 1 sampel positif gen TEM (16,6%) dengan ukuran target 445bp dan 4 sampel positif gen SHV (66,6%) dengan ukuran target 747bp. Kesimpulan pada penelitian ini, ditemukan gen TEM dan SHV pada Klebsiella pneumonia yang resisten terhadap antibiotik golongan sefalosporin pada pasien rawat inap.
PERBANDINGAN KADAR TIMBAL (Pb) DARAH YANG DISIMPAN PADA BERBAGAI TABUNG VACUTAINER Nyoman, Sudarma; Bintari, Ni Wayan Desi
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.4249

Abstract

Pengujian logam berat timbal (Pb) dengan menggunakan spesimen darah perlu memperhatikan pada pemilihan tabung vacutainer. Kandungan koagulan dalam tabung vacutainer memungkinkan mempengaruhi kadar logam timbal (Pb) darah yang diperiksa. Jenis tabung vacutainer yang sering digunakan dalam pemeriksaan logam timbal darah yaitu tutup merah, tutup ungu, dan tutup biru gelap. Tabung vacutainer tutup merah tidak mengandung koagulan sedangkan tutup ungu mengandung koagulan EDTA, dan tutup biru mengandung koagulan bebas logam. Pemilihan jenis tabung vacutainer yang tepat merupakan tahap pra analitik yang mempengaruhi hasil pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar timbal (Pb) darah yang disimpan pada tabung vacutainer melalui uji akurasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, yaitu melakukan perbandingan kadar timbal darah yang disimpan pada tabung vacutainer tutup merah, ungu, kuning, dan biru gelap. Perbandingan dianalisis berdasarkan validasi persen perolehan kembali. Masing-masing sampel darah pada tabung vacutainer dilakukan proses destruksi basah, dan analisis kadar timbal dilakukan dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dengan penambahkan standar internal. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, persen perolehan kembali pada tabung vacutainer tutup merah, ungu, biru gelap dan kuning berturut-turut 110%, 36,33%, 110%, dan 21,6%. Persen perolehan kembali yang baik berada dalam rentang 80% - 110% sehingga dapat disimpulkan bahwa tabung vacutainer tutup merah dan tutup biru gelap memiliki kadar timbal dengan persen perolehan kembali yang baik yaitu sebesar 110%.