cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
PARAMUROBI
ISSN : 26155680     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Jurnal ini memuat artikel yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan dan pustaka. Penerbitan jurnal mencakup berbagai dimensi pendidikan, seperti kurikulum, pembelajaran, evaluasi, manajemen, kualitas pendidikan, dan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi, dalam berbagai jenjang pendidikan. Jurnal ini terbit setiap dua kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
STRATEGI INOVATIF DALAM METODOLOGI PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA Arum Nuzulur Rohmah; Miftah M. Fauzi; Panji Hardiko; Riskiyah; Siti Maryam Munjiat
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 9 No 1 (2026): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/aexbrj48

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis berbagai strategi inovatif dalam metodologi pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 15 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2019–2025 dan diperoleh dari berbagai jurnal nasional maupun internasional yang relevan dengan tema penelitian. Proses pengumpulan data dilakukan melalui tahapan identifikasi, penyaringan, seleksi kelayakan, dan inklusi artikel berdasarkan pedoman PRISMA. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, tren, dan efektivitas strategi inovatif yang diterapkan dalam pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi inovatif dalam pembelajaran PAI dapat dikelompokkan ke dalam enam tema utama, yaitu pemanfaatan media digital, blended learning, gamifikasi, contextual teaching and learning (CTL), pembelajaran aktif dan berdiferensiasi, serta inovasi evaluasi pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media digital, blended learning, gamifikasi, pembelajaran aktif, dan pembelajaran berdiferensiasi memiliki dampak paling signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa. Selain itu, integrasi teknologi, pendekatan kontekstual, dan evaluasi autentik terbukti mampu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi inovatif yang mengintegrasikan teknologi digital, pembelajaran aktif, diferensiasi pembelajaran, dan evaluasi autentik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta memperkuat pemahaman siswa terhadap materi keagamaan.
DARI TILAWAH KE PEMANTIK PERUBAHAN AWAL: DAMPAK QUR'AN CAMP INTENSIF TERHADAP LITERASI QUR'ANI MAHASISWA MELALUI DESAIN PRE-TEST–POST-TEST amir syaifurrohman; Fina Aulika Lestari; Nisa Nurrohmah
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 9 No 1 (2026): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/m0hrxh39

Abstract

Rendahnya Rendahnya literasi Al-Qur'an mahasiswa tidak hanya mencerminkan masalah kemampuan membaca, tetapi juga defisit afektif dan spiritual yang jarang diukur secara terstruktur. Penelitian ini menawarkan kerangka evaluasi multidimensional yang mengukur dimensi kognitif, afektif, dan spiritual secara simultan melalui program Qur'an Camp intensif tiga hari berbasis small-group mentoring di perguruan tinggi kesehatan. Menggunakan desain pre-eksperimental one-group pre-test dan post-test, penelitian melibatkan 194 mahasiswa semester II dari sembilan program studi di Universitas Aisyah Pringsewu. Instrumen meliputi kuesioner self-assessment skala Likert enam item, tes kognitif pilihan ganda dan uraian terbuka, serta analisis kualitatif keterlibatan reflektif, yang dianalisis menggunakan paired sample t-test, uji Wilcoxon signed-rank, dan Cohen's d. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada dimensi afektif (self-efficacy) (d = 0,156), terutama pada pemahaman kandungan Juz Amma dan penerapan tajwid. Dimensi kognitif menunjukkan penguasaan materi faktual yang baik, namun masih terdapat kesenjangan pada konsep tajwid yang kompleks. Dimensi spiritual menunjukkan indikasi awal pendalaman refleksi melalui sesi tadabbur, meski masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dengan instrumen yang lebih sistematis. Peserta dengan baseline rendah memperoleh manfaat terbesar, mengonfirmasi hipotesis ceiling effect. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model micro-intervention dalam pendidikan Islam di perguruan tinggi serta memperluas asesmen holistik literasi Al-Qur'an di luar pendekatan teknis semata.
EFEKTIVITAS QOUTES EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA PADA PEMBELAJARAN FIQIH DI MTS JAKARTA PUSAT siti Nurbaiti; sri wahyuni
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 9 No 1 (2026): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/s6089r42

Abstract

Pada penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat membaca siswa pada materi Fiqih sehingga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi capaian pembelajaran siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas quotes edukatif untuk meningkatkan minat membaca siswa pada pembelajaran Fiqih di kelas VIII Mts Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis experimental melalui desain non-equivalent control group design. Teknik pada pengambilan data pada sampel yaitu kelas kontrol VIII A 31 siswa dan kelas eksperimen VIII C 30 siswa. Tes yang diberikan berupa angket berisikan 10 pernyataan dengan memilih salah satu jawaban sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sebanyak 10 butir pernyataan. Analisis data dilakukan melalui uji deskriptif, normalitas, homogenitas, independent t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan quotes edukatif tidak efektif untuk peningkatan minat membaca siswa. Meskipun demikian, quotes edukatif tetap memiliki potensi sebagai media pembelajaran yang menarik dan inovatif dalam pembelajaran Fiqih.
INTERNALISASI NILAI – NILAI PANCA JIWA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SANTRI DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR KAMPUS 7 LAMPUNG Subhi Nur Ishaki; Muhammad Akmansyah; Syarifudin Basyar
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 9 No 1 (2026): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/x8v16p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai Panca Jiwa dalam pembentukan karakter tanggung jawab santri di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam proses pembentukan karakter santri melalui kehidupan pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Panca Jiwa berlangsung melalui tiga tahap, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Tahap transformasi dilakukan melalui pengenalan nilai-nilai Panca Jiwa secara sistematis melalui kegiatan formal, media visual, keteladanan, dan budaya pondok. Tahap transaksi nilai berlangsung melalui penerapan nilai dalam kehidupan sehari-hari melalui metode keteladanan, pembiasaan, penugasan, pengawasan, bimbingan, hadiah dan hukuman, serta evaluasi berkelanjutan. Adapun tahap transinternalisasi menunjukkan bahwa nilai-nilai Panca Jiwa telah menyatu dalam kepribadian santri dan membentuk karakter tanggung jawab yang tercermin dalam sikap disiplin, kesungguhan menjalankan tugas, kemampuan mengendalikan diri, menjaga amanah, bertanggung jawab terhadap perkataan dan tindakan, serta kesiapan menerima konsekuensi dari setiap keputusan. Penelitian ini berimplikasi bahwa pendidikan karakter di pesantren dapat berlangsung secara efektif apabila nilai-nilai pendidikan tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga diinternalisasikan melalui keteladanan, pembiasaan, dan sistem kehidupan yang terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari santri.
PENDIDIKAN AKHLAK MELALUI PENDEKATAN PEDAGOGI ISLAM: SEBUAH KAJIAN KEPUSTAKAAN PENDIDIKAN ISLAM Agil Husain Abdullah
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 9 No 1 (2026): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/52vkb423

Abstract

Pendidikan akhlak menekankan perilaku teladan dalam diri para peserta didik, mendorong mereka untuk berbuat baik, dan menghindari hal-hal yang dibenci oleh Allah Ta’ala. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual peran dan relevansi pendekatan pedagogi Islam dalam pendidikan akhlak dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan melalui tinjauan literatur yang relevan mengenai pendidikan akhlak, pendidikan Islam, dan pedagogi Islam. Kajian akademik yang secara khusus membahas pendidikan akhlak melalui pendekatan pedagogi Islam masih relatif terbatas, terutama yang disusun secara sistematis dalam kerangka kajian kepustakaan pendidikan Islam. Penelitian ini menjawab kesenjangan tersebut dengan menawarkan konsep pendidikan akhlak yang lebih menjurus pada nilai-nilai pedagogi Islam yang holistis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam upaya sintesis pendidikan akhlak dan pedagogi Islam, pendidikan akhlak diposisikan sebagai materi pembelajaran dan pedagogi Islam sebagai metode, kemudian pendidikan akhlak disintesiskan dengan tujuh prinsip pedagogi Islam dengan mempertimbangkan tingkat pendidikan. Pendidikan akhlak dalam tahap pendidikan anak usia dini menerapkan prinsip pedagogi Islam nomor 1-4 dengan fokus kajian budi pekerti, pendidikan dasar menerapkan prinsip pedagogi Islam nomor 1-7 dengan fokus kajian akhlak baik, dan pendidikan menengah menerapkan prinsip pedagogi Islam nomor 3-7 dengan fokus kajian akhlak buruk.
STRATEGI INTERNALISASI NILAI MORAL SANTRI GENERASI Z DI ERA BUDAYA DIGITAL Ira Safitri; Rosidi
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 9 No 1 (2026): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/n4ymnm45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi internalisasi nilai moral santri Generasi Z di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Tempurejo Jember serta mengidentifikasi respons pesantren terhadap tantangan budaya digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tiga informan utama. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren berhasil menginternalisasi empat dimensi nilai moral, yaitu religius, disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun, melalui pembiasaan yang terstruktur, keteladanan (uswah hasanah), sistem reward and punishment berjenjang, serta pemberdayaan organisasi santri. Kebijakan pembatasan penggunaan smartphone tidak menimbulkan resistensi, melainkan membentuk kesadaran moral santri secara bertahap.Penelitian ini menyimpulkan bahwa model tradisional kepesantrenan tetap relevan sebagai respons efektif terhadap tantangan moral di era digital, serta merekomendasikan integrasi literasi digital berbasis nilai Islam secara bertahap.
ISLAM KAFFAH  DALAM KARYA FIKSI SERTA  RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR KONTRA-RADIKALISME BAGI MAHASISWA UIN KHAS JEMBER Shidiq Ardianta; Lidia Maziyyatun Nikmah
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 9 No 1 (2026): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/g0hzgz87

Abstract

Fenomena infiltrasi paham ekstremisme di kalangan akademisi muda saat ini menuntut adanya strategi preventif yang tidak hanya bersifat doktrinal, melainkan juga kultural. Kesalahan dalam menafsirkan konsep teologis secara tekstual sering kali menjadi pintu masuk utama bagi berkembangnya radikalisme di area kampus. Penelitian ini membedah representasi Islam kaffah dalam karya fiksi sebagai instrumen kontra-radikalisme bagi mahasiswa UIN KHAS Jember. Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi. Data diperoleh berdasarkan isi fiksi yang dipilih untuk dikaji. Keabsahan data diperoleh dengan Teknik kesungguhan dalam membaca.Melalui analisis wacana kritis, ditemukan bahwa narasi sastra yang mendialektikkan ketaatan total dengan nilai inklusif efektif mendekonstruksi pemahaman kaku tentang jihad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya fiksi memiliki potensi sebagai media pedagogis yang mendukung internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif kontra-narasi terhadap ideologi radikal di lingkungan perguruan tinggi.
PENDEKATAN HUMANIORA DALAM AL-QUR’AN DAN HADIS TERHADAP ETIKA BELAJAR DAN MENGAJAR Atania Firdaus; Malikha Kumala Nabila; Zuliyantika Rizmandani; Aulia Amanni; Khoirul Anwar
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 9 No 1 (2026): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/8we1wf25

Abstract

Ilmu dalam Islam memiliki kedudukan yang penting karena terintegrasi dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Oleh karena itu, proses belajar dan mengajar tidak hanya dipahami sebagai aktivitas akademik, tetapi juga sebagai praktik etis yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etika belajar dan mengajar dalam perspektif Islam melalui pendekatan humaniora. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), melalui analisis isi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, Hadis, serta literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika belajar dan mengajar dalam Islam bertumpu pada dua prinsip utama, yaitu penanaman adab dalam belajar dan pengajaran sebagai tanggung jawab sosial. Pendekatan humaniora menegaskan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan akhlak, integritas moral, dan tanggung jawab sosial peserta didik dan pendidik.