cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 3 (2024)" : 16 Documents clear
Studi pengembangan bakat remaja melalui program mentoring islami Budi, Setyo; Sastra, Akhmad; Rahman, Imas Kania
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.16186

Abstract

Every teenager has different talents. The difference does not always lie in the type, but also in the degree or level of possession of a particular talent. Unfortunately, teenagers' talents are not always displayed in real achievements due to various reasons. Among them are due to environmental factors such as the absence of opportunities, infrastructure, support from parents, teachers, family economic level, and location of residence. The purpose of the research is to analyze the development of adolescent talent through the Islamic mentoring program. To be able to develop talent well, a teenager needs the right environment, family support, reliable mentors, and a program that can accommodate his needs. This research uses a library research approach. Data sources come from field surveys, books and various research journals on Islamic education and talent development from the works of scholars, education experts, and mentors. Talent development is an important and main agenda in the adolescent phase. Talent development of adolescents requires support from various parties. The world of education supports talent development programs as seen from the survey results as many as 69.6% of schools already have talent development programs. Of the schools that already have a talent development program, 78.9% have not implemented the talent development program optimally. There is no Islamic mentoring program that has a portion of talent development for adolescents in its program content. Abstrak Setiap remaja mempunyai bakat yang berbeda-beda. Perbedaan tidak selalu terletak pada jenis, tetapi juga pada derajat atau tingkat pemilikan bakat tertentu. Sayang sekali bahwa bakat remaja tidak selalu tertampil dalam prestasi yang nyata karena berbagai macam sebab. Diantaranya karena faktor lingkungan seperti ketiadaan kesempatan, sarana prasarana, dukungan orangtua, guru, taraf ekonomi keluarga, juga lokasi tinggal. Tujuan penelitian adalah menganalisa pengembangan bakat remaja melalui program mentoring islami. Untuk dapat mengembangkan bakat dengan baik, seorang remaja membutuhkan lingkungan yang tepat, dukungan keluarga, mentor handal, dan program yang mampu mewadahi kebutuhanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (library research). Sumber data yang berasal dari survey lapang, buku-buku dan berbagai jurnal penelitian tentang pendidikan islami dan pengembangan bakat dari karya para ulama, ahli pendidikan, dan mentor. Pengembangan bakat menjadi agenda penting dan utama pada fase remaja. Pengembangan bakat remaja membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Dunia pendidikan mendukung program pengembangan bakat yang terlihat dari hasil survey sebanyak 69,6 % sekolah sudah memiliki program pengembangan bakat. Dari sekolah yang sudah memiliki program pengembangan bakat tersebut sebanyak sebanyak 78,9 % belum melaksanakan program pengembangan bakat secara optimal. Belum ada program mentoring islami yang memiliki porsi pengembangan bakat bagi remaja dalam konten programnya.
Metode menghafal Al-Qur’an untuk siswa SMA: Studi komparasi metode tahfidz Sulaimaniyah dan metode Sabaq, Sabqi, Manzil Anshori, Zakarial
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.16270

Abstract

This study aims to compare the Qur'an memorization methods applied in Pondok Tahfidz Sulaimaniyyah and Pondok Pesantren Imam Bukhari Solo. Memorizing the Qur'an is a noble practice that requires effective methods to facilitate the process. The research method uses observation, interviews, and literature studies. Pondok Tahfidz Sulaimaniyyah applies the Turkish Uthmani Method which consists of three stages: new memorization (first round), advanced memorization (second round), and old memorization (third round), starting from the 20th page of each juz until completion. Meanwhile, Imam Bukhari Islamic Boarding School uses the Sabaq, Sabqi, Manzil Method, which starts from the beginning of the juz to completion with an evaluation every juz, five juz, and so on. The results showed that both methods have their respective advantages and can be applied to high school students with some refinements for optimal results. The conclusion of this study is that the integration of the positive aspects of both methods can produce a more perfect approach to learning to memorize the Qur'an. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode tahfidz Al-Qur’an yang diterapkan di Pondok Tahfidz Sulaimaniyyah dan Pondok Pesantren Imam Bukhari Solo. Menghafal Al-Qur’an merupakan amalan mulia yang memerlukan metode efektif untuk mempermudah prosesnya. Metode penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan studi literatur. Pondok Tahfidz Sulaimaniyyah menerapkan Metode Turki Utsmani yang terdiri dari tiga tahapan: hafalan baru (putaran pertama), hafalan lanjutan (putaran kedua), dan hafalan lama (putaran ketiga), dimulai dari halaman ke-20 setiap juz hingga selesai. Sementara itu, Pondok Pesantren Imam Bukhari menggunakan Metode Sabaq, Sabqi, Manzil, yang dimulai dari awal juz hingga selesai dengan evaluasi setiap juz, lima juz, dan seterusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode memiliki keunggulan masing-masing dan dapat diterapkan pada siswa SMA dengan beberapa penyempurnaan untuk hasil yang optimal. Simpulan penelitian ini adalah bahwa integrasi aspek positif dari kedua metode dapat menghasilkan pendekatan yang lebih sempurna untuk pembelajaran tahfidz Al-Qur’an.
Kompetensi kepribadian guru PAI menurut kitab Adabul Alim Wa Muta’alim KH. Hasyim Asy’ari Anwar, Agus Khoirul; Supraha, Wido; Sastra, Ahmad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.16275

Abstract

Education in Islam aims to build a perfect person, as exemplified by the Prophet Muhammad SAW, not just to produce good workers or citizens. The figure of an ideal Islamic Religious Education (PAI) teacher is key in building a generation with character. However, currently many PAI teachers lack exemplary behavior, such as playing games while teaching or joking when students are praying. This study aims to explore the concept of teacher personality competence according to KH. Hasyim Asy'ari in the book Adabul Alim wa Muta'alim as an ideal model that can be applied in the formation of PAI teacher personality. This research method uses a qualitative approach through text study and descriptive analysis. The results showed that the concept of personality competence in the book emphasizes trustworthiness, noble character, and exemplary. In conclusion, the application of this concept is relevant to forming a good PAI teacher personality and producing a golden generation with character and noble character. Keywords: Adabul Alim wa Muta'alim; Hasyim Asy'ari; Islamic Religion Teacher; Personality Competence. Abstrak Pendidikan dalam Islam bertujuan membangun insan yang sempurna, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW, bukan sekadar menghasilkan pekerja atau warga negara yang baik. Sosok guru Pendidikan Agama Islam (PAI) ideal menjadi kunci dalam membangun generasi berkarakter. Namun, saat ini banyak guru PAI yang kurang menunjukkan keteladanan, seperti bermain game saat mengajar atau bercanda saat siswa berzikir. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep kompetensi kepribadian guru menurut KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul Alim wa Muta’alim sebagai model ideal yang dapat diterapkan dalam pembentukan kepribadian guru PAI. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian teks dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kompetensi kepribadian dalam kitab tersebut menekankan sifat amanah, akhlak mulia, dan keteladanan. Kesimpulannya, penerapan konsep ini relevan untuk membentuk pribadi guru PAI yang baik dan menghasilkan generasi emas berkarakter serta berakhlak mulia.
Manajemen kegiatan siswa dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui Pendidikan Agama Islam di SMKN 1 Cibinong Bogor Kasmudi, Iksan; Al Katani, Abdul Hayyie; Tamam, Abas Mansur
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.16280

Abstract

The Strengthening Pancasila Student Profile Project is a program in the Independent Curriculum as an effort to improve the quality of education through character education, in character development one of which is through the Strengthening Pancasila Student Profile Project activities which will be carried out. This research aims to analyze the management of student activities in the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile at SMK Negeri 1 Cibinong Bogor. This research uses a qualitative method with a case study approach because the research location only concerns phenomena and realities that exist in the SMKN 1 Cibinong Bogor environment. The results of this research are internalizing the Pancasila student profile through three stages, namely in learning planning, learning processes, and evaluation. The implementation of the Pancasila student profile at SMKN 1 Cibinong Bogor has been carried out quite well, both in terms of learning, infrastructure suggestions, and many facilitators or teachers also understand the objectives of the Pancasila student profile. Abstrak Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan suatu program dalam Kurikulum Merdeka sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendidikan karakter, dalam pengembangan karakter salah satunya melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang akan dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen kegiatan siswa dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMK Negeri 1 Cibinong Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus karena yang menjadi lokasi penelitian hanya menyangkut fenomena dan realitas yang ada di lingkungan SMKN 1 Cibinong Bogor. Hasil penelitian ini Melalui internalisasi profil pelajar Pancasila melalui tiga tahapan yaitu dalam perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, dan evaluasinya. Pelaksanaan profil pelajar Pancasila di SMKN 1 Cibinong Bogor sudah terlaksana dengan cukup baik, baik dari segi pembelajaran, saran prasarana, dan fasilitator atau guru juga sudah banyak yang megerti tentang tujuan profil pelajar Pancasila.
Implementasi Al Thoriqoh Al Mubasyarah dalam pembelajaran bahasa Arab untuk memperkaya Mufrodat santri MBS Zam zam Hak, M. Fatihul; Darodjat; Sriyanto
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.16851

Abstract

This research aims to determine the implementation of the At Thoriqoh Al Mubasyarah method in learning Arabic in order to enrich the mufrodat (vocabulary) of MBS Zam Zam Cilongok students using the book Al Arabiyah Baina Yadaika. Using a qualitative descriptive approach, this research involved participant observation, in-depth interviews with Arabic teachers, and focus group discussions with students. Observations were carried out to observe the application of this method and the interactions between teachers and students during the learning process. In-depth interviews revealed teachers' perspectives regarding the effectiveness and challenges in implementing this method, while focus group discussions provided insight into students' experiences and opinions regarding the impact of this method on mufrodat mastery. Data analysis was carried out using thematic analysis techniques to identify main patterns and themes from participants' experiences. The research results show that the At Thoriqoh Al Mubasyarah method is effective in enriching santri mufrodat through an interactive and contextual approach. However, the success of implementing this method is very dependent on the active involvement of students and the teacher's competence in managing learning. This research provides an important contribution to the development of Arabic language learning strategies in Islamic boarding schools and can be a reference for other educational institutions interested in adopting the same method. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi metode At Thoriqoh Al Mubasyarah dalam pembelajaran bahasa Arab guna memperkaya mufrodat (kosakata) santri di MBS Zam Zam Cilongok dengan menggunakan kitab Al Arabiyah Baina Yadaika. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru bahasa Arab, serta diskusi kelompok terfokus (focus group discussion) dengan para santri. Observasi dilakukan untuk mengamati penerapan metode tersebut dan interaksi antara guru dan santri selama proses pembelajaran. Wawancara mendalam mengungkap perspektif guru terkait efektivitas dan tantangan dalam penerapan metode ini, sementara diskusi kelompok terfokus memberikan wawasan mengenai pengalaman dan pendapat santri tentang dampak metode ini terhadap penguasaan mufrodat mereka. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama dari pengalaman para partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode At Thoriqoh Al Mubasyarah efektif dalam memperkaya mufrodat santri melalui pendekatan yang interaktif dan kontekstual. Namun, keberhasilan implementasi metode ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif santri dan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran bahasa Arab di pesantren dan dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan lain yang berminat mengadopsi metode sama.
Transformation of education in Minangkabau: A comparation of the educational concepts of Abdullah Ahmad (1878-1933) and M. Sjafei (1893-1966) Syafri, Ulil Amri
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.16981

Abstract

Education in Sumatra has been going on since the entry of Islam into Minangkabau. Through surau, education became part of the value system of Minangkabau society that succeeded in producing great scholars and santri. Surau is a typical tafaqquh fī al-dīn space in the Minangkabau realm. Along with the changes that occurred in the order of society, the role of surau as an Islamic educational institution began to fade, replaced by educational concepts from the Minangkabau renewal figures themselves. Abdullah Ahmad and M. Sjafei emerged as educational reformers in Sumatra. The concept of education developed and slowly replaced the role of surau as a place to educate the children of Nagari Minangkabau. This article tries to describe the transformation of Islamic education that occurred in Minangkabau, which is important because it became the forerunner of the transition period of colonialism and independence that affected education in the archipelago, by photographing the ideas and concepts of education of Abdullah Ahmad and M. Sjafei. The research method used is a qualitative method with a literature review approach and takes a character study analysis. The main data sources are taken from books, articles, papers, and writings that discuss the characterization of Abdullah Ahmad and M. Sjafei. This article concludes that the concept of education brought by Abdullah Ahmad became a turning point in the overall educational modernization movement in Minangkabau, especially in religious education. This movement also became the root of the change in the education model of Surau which was very monumental in the past towards the madrasa model with an academic curriculum design that was much different from the design in Surau. The education offered by M. Sjafei became a turning point in the movement of the skills education model in Minangkabau. His concept focuses on productive education that hones the talent-based skills of the nation's children. Although he does not specialize in academic education, the development of his students is still oriented towards a good religious lifestyle and religious personality, in accordance with the religious culture of the Minangkabau people. Abstrak Pendidikan di Sumatera sudah berlangsung sejak masuknya Islam ke bumi Minangkabau. Melalui surau, pendidikan menjadi bagian dari tata nilai kehidupan masyarakat Minangkabau yang berhasil melahirkan para ulama dan para santri hebat. Surau menjadi ruang tafaqquh fī al-dīn yang khas di ranah Minangkabau. Seiring dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakatnya, peran surau sebagai lembaga pendidikan Islam mulai memudar, tergantikan dengan konsep-konsep pendidikan dari tokoh-tokoh pembaruan Minangkabau itu sendiri. Adalah Abdullah Ahmad dan M. Sjafei yang muncul sebagai tokoh pembaruan pendidikan di tanah Sumatera. Konsep pendidikannya berkembang dan perlahan menggantikan peran surau sebagai tempat mendidik anak-anak Nagari Minangkabau. Artikel ini mencoba menggambarkan transformasi pendidikan Islam yang terjadi di Minangkabau, di mana hal tersebut menjadi penting karena menjadi cikal bakal masa peralihan masa penjajahan dan kemerdekaan yang mempengaruhi pendidikan di Nusantara, dengan memotret gagasan dan konsep pendidikan Abdullah Ahmad dan M. Sjafei. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka dan mengambil analisis studi tokoh. Sumber data utama diambil dari buku, artikel, makalah, dan tulisan-tulisan yang membahas tentang ketokohan Abdullah Ahmad dan M. Sjafei. Artikel ini mendapatkan kesimpulan bahwa Konsep pendidikan yang dibawa Abdullah Ahmad menjadi titik balik dalam gerakan modernisasi pendidikan secara keseluruhan di Minangkabau, khususnya pada pendidikan agama. Gerakan ini pun menjadi akar dari perubahan pendidikan model surau yang sangat monumental dahulunya menuju model madrasah dengan desain kurikulum bercorak akademik jauh berbeda dengan desain di Surau. Adapun pendidikan yang ditawarkan M. Sjafei menjadi titik balik dalam gerakan model pendidikan ketrampilan di Minangkabau. Konsepnya berfokus pada pendidikan produktif yang mengasah skill berbasis talenta anak bangsa. Meskipun ia tidak mengkhususkan diri pada pendidikan akademis, namun pembinaan para pelajarnya tetap berorientasi pada gaya hidup beragama yang baik dan berkepribadian agamis, sesuai dengan kultur budaya masyarakat Minangkabau yang agamis.
Efektivitas metode Mind Mapping pada mata pelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Wiratama, M. Zainul Hadi; Zaki, Muhammad; Azis, Abdul
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.17367

Abstract

One of the impacts resulting from the lack of time allocated for arabic learning, will of course be that student learning outcomes are not optimal. Using the mind mapping method is an alternative for improving student learning outcomes. This research aims to determine the effectiveness of the mind mapping method in improving student learning outcomes in Arabic Learning at MTs NW Badrussalam Sekarbela Mataram. This research study uses a classroom action research (CAR) design with the Kemmis and Mc Taggart model research design. Data collection techniques were carried out using observation by observing and recording the phenomena studied, in-depth interviews with teachers and students regarding the implementation of learning and the methods used as well as tests on student learning outcomes to measure students' abilities before and after actions in the form of pre-tests and post-tests. The data analysis technique uses the Miles and Huberman technique. The results of the research show that the use of the mind mapping method has proven to be effective in improving student learning outcomes in Arabic Learning class VIII MTs NW Badrussalam seen from the results achieved by students, namely 94.44% of students succeeded in learning well and 5.55% of students did not succeed. Abstrak Salah satu dampak yang ditimbulkan dari minimnya alokasi waktu untuk pembelajaran bahasa arab tentunya akan mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi tidak maksimal. Penerapan metode Mind Mapping menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Mind Mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Arab di MTs NW Badrussalam Sekarbela Mataram. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain penelitian model Kemmis dan Mc Taggart. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dengan mengamati dan mencatat fenomena yang diteliti, wawancara mendalam kepada guru dan siswa terkait pelaksanaan pembelajaran dan metode yang digunakan serta tes hasil belajar siswa untuk mengukur kemampuan siswa sebelum dan sesudah tindakan berupa pre-test dan post-test. Teknik analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Mind Mapping terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata Pelajaran Bahasa Arab kelas VIII MTs NW Badrussalam dilihat dari hasil yang dicapai siswa, yaitu sebesar 94,44% siswa berhasil belajar dengan baik dan 5,55% siswa belum berhasil.
Rehabilitasi pengguna narkoba melalui program Muzakarah Resident Pemulihan (MRP) Junita, Maula; Suriana; Zulkhairi, Teuku
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.17437

Abstract

Drugs continue to be a hot issue discussed in society, this is due to the increase in cases of drug users that continue to increase every year. This situation is very worrying considering the many negative impacts caused by drugs, both physically and psychologically. In addition, the impact reaped is not only for users, but also causes various criminal acts such as theft, robbery, fraud, and so on. The purpose of this article is to find out the condition of drug users, the form of rehabilitation, obstacles and solutions in the rehabilitation process of drug users through the Muzakarah Resident Recovery program at Pintu Hijrah Orphanage in Banda Aceh. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The data collection techniques used were observation, interview, and documentation. Respondents in this study amounted to 21 people, 4 orphanage administrators and 17 drug users. The results showed that the condition of drug users in Pintu Hijrah Orphanage Banda Aceh was at mild and moderate levels. The rehabilitation process carried out in the form of individual rehabilitation and group rehabilitation. The obstacle found is the lack of openness in conveying the circumstances experienced by drug users. The quick solution taken is to educate and motivate the drug users. Abstrak Narkoba terus menjadi isu hangat yang diperbincangkan dalam masyarakat, hal ini dikarenakan peningkatan kasus pengguna narkoba yang terus meningkat setiap tahunnya. Keadaan ini sangat mengkhawatirkan mengingat banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh narkoba, baik secara fisik maupun psikis. Di samping itu, dampak yang dituai tidak hanya bagi pengguna saja, akan tetapi menimbulkan berbagai tindak kriminal seperti pencurian, perampokan, penipuan, dan sebagainya. Tujuan dari kajian artikel ini adalah untuk mengetahui kondisi pengguna narkoba, bentuk rehabilitasi, kendala dan solusi dalam proses rehabilitasi pengguna narkoba melalui program Muzakarah Resident Pemulihan yang ada di Panti Pintu Hijrah Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini berjumlah 21 orang, 4 orang pengurus panti dan 17 orang pengguna narkoba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pengguna narkoba yang ada di Panti Pintu Hijrah Banda Aceh berada di tingkat ringan dan sedang. Proses rehabilitasi yang dijalankan berupa rehabilitasi individu dan rehabilitasi kelompok. Adapun kendala yang ditemukan adalah kurangnya keterbukaan dalam menyampaikan keadaan yang dialami pengguna narkoba. Solusi cepat yang diambil adalah dengan melakukan edukasi dan motivasi.
Pengembangan media digital awareness line untuk mencegah bullying dan tawuran di lembaga pendidikan Syarifah; Fauzi, Andika Putra Pratama; Yasmin, Noor Aini; Huaida, Siti Maria; Rahman, Imas Kania
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.17522

Abstract

Based on data from the United Nations Children's Fund (UNICEF), 41% of 15-year-old students in Indonesia have experienced bullying more than a few times a month. Furthermore, the delinquency that is rampant among teenagers is brawls. As stated in the Central Statistics Agency (BPS) report, throughout 2021 there were 188 villages throughout Indonesia that became arenas for mass fights between students. This research aims to develop e-book media for preventing bullying and brawl behavior for junior high school students. The research method used is development research (Research and Development) with the ADDIE model, which includes five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This e-Book has gone through feasibility testing with several stages including feasibility testing by 4 experts, 30 BKPI students, and 30 junior high school students. Furthermore, the e-book was tested on 103 Kosgoro Junior High School students in Bogor City. The results showed that this e-book Awareness Line media innovation had received a feasibility assessment from media experts and material experts. After being tested on Kosgoro Junior High School students, an average result of 99.36% was obtained, which shows that this e-book is quite effective in increasing student awareness in preventing bullying and brawling behavior. Abstrak Berdasarkan data yang dimiliki United Nations Children's Fund (UNICEF) bahwa 41% siswa berusia 15 tahun di Indonesia pernah mengalami bullying lebih dari beberapa kali dalam sebulan. Selanjutnya kenakalan yang marak dilakukan oleh kalangan remaja yaitu tawuran. Sebagaimana tercantum pada laporan Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2021 ada 188 desa/kelurahan di seluruh Indonesia yang menjadi arena perkelahian massal antar pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media e-book pencegahan perilaku bullying dan tawuran untuk siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE, yang mencakup lima tahap: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. E-Book ini telah melalui uji kelayakan dengan beberapa tahap diantaranya uji kelayakan oleh 4 ahli, 30 mahasiswa BKPI, dan 30 siswa SMP. Selanjutnya, e-book diujicobakan kepada 103 siswa SMP Kosgoro Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi media e-book Awareness Line ini telah mendapatkan penilaian kelayakan dari ahli media dan ahli materi. Setelah diujicobakan kepada siswa SMP Kosgoro diperoleh hasil rata-rata sebesar 99,36% yang menunjukkan bahwa e-book ini cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa dalam mencegah perilaku bullying dan tawuran.
Pemikiran pendidikan Syed M. Naquib al-Attas dalam Buku "The Concept of Education in Islam" Hamka, Syamsuar; Umarella, Samad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i3.17535

Abstract

Al-Attas is a prominent individual whose concepts continue to spark discussions and used as a reference in highlighting Islam as a world view in the modern era. In general, what underlies al-Attas's thinking is to summarize Muslims in various systems of life, especially in the fields of education and scientific development. As a result, al-Attas' works generally focus on restoring Islamic values as a worldview, encouraging Islamic independence from the slavery of Western civilization, and the concept of desecularization, an effort to integrate science. Therefore, al-Attas proposed several reform concepts in The Concept of Education in Islam, including the Islamization of science, namely the process of deconstructing Western human knowledge and reconstructing it into an Islamic knowledge system, as well as the concept of Islamic education which aims to create perfection. namely humans who are aware of their individuality and technical skills. The type of research used in this research is library research (penelitian kepustakaan) with the aim of finding out Naquib Al-Attas' thoughts on the concept of education in Islam. Abstrak Al-Attas merupakan salah satu tokoh yang gagasannya masih diperdebatkan dan dijadikan acuan dalam menyoroti Islam sebagai pandangan dunia di era modern. Secara umum, yang mendasari pemikiran al-Attas adalah kemunduran umat Islam dalam berbagai sistem kehidupan, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Alhasil, karya-karya al-Attas secara umum fokus pada pemulihan nilai-nilai Islam sebagai pandangan dunia, mendorong kemandirian Islam dari perbudakan peradaban Barat, dan konsep desekularisasi, upaya mengintegrasikan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, al-Attas mengajukan beberapa konsep pembaharuan dalam The Concept Of Education In Islam, antara lain Islamisasi ilmu pengetahuan, yaitu proses dekonstruksi ilmu pengetahuan Barat dan merekonstruksinya menjadi sistem pengetahuan Islam, serta konsep pendidikan Islam yang bertujuan untuk menciptakan manusia sempurna. yaitu manusia yang sadar akan individualitas dan keterampilan teknisnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), dengan tujuan untuk mengetahui pemikiran Naquib Al-Attas Dalam The Concept Of Education In Islam.

Page 1 of 2 | Total Record : 16