cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 1 (2025)" : 16 Documents clear
Urgensi evaluasi ketakwaan diri pada lembaga pendidikan Islam dalam bentuk aplikasi Afiffudin; Hafidhuddin, Didin
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.16277

Abstract

The level of piety of students is the main indicator of the success of national education as stated in Law No. 20 of 2003. Schools labeled as Islamic have a greater responsibility in producing a faithful and pious generation. However, the evaluation of Islamic Religious Education in schools generally only measures the cognitive aspect and has not touched the piety aspect as a whole. This research aims to develop a piety measurement tool based on three main criteria: faith, Islamicity, and piety. The three criteria were formulated through FGDs with local scholars and developed into 25 question items, which represent the six pillars of faith, five pillars of Islam, and 14 indicators of ihsan behavior. Content validation was conducted by 15 Islamic boarding school teachers with average CVI values: relevance 0.90; simplicity 0.89; and clarity 0.93. The application trial was conducted on 67 congregants of Majelis Taklim in South Jakarta, with the results: 12% Muttaqin Good, 45% Excellent, and 43% Great. The application is easy to use and produces an online evaluation certificate, along with suggestions for improving worship. This model has the potential to be used in schools or certain community groups as a practical and standardized piety measurement tool. Abstrak Tingkat ketakwaan peserta didik merupakan indikator utama keberhasilan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003. Sekolah berlabel Islam memiliki tanggung jawab lebih besar dalam mencetak generasi yang beriman dan bertakwa. Namun, evaluasi Pendidikan Agama Islam di sekolah umumnya hanya mengukur aspek kognitif dan belum menyentuh aspek ketakwaan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengembangkan alat ukur ketakwaan berbasis tiga kriteria utama: keimanan, keislaman, dan keihsanan. Ketiga kriteria tersebut dirumuskan melalui FGD dengan ulama setempat dan dikembangkan menjadi 25 butir pertanyaan, yang mewakili enam rukun iman, lima rukun Islam, dan 14 indikator perilaku ihsan. Validasi isi dilakukan oleh 15 guru pondok pesantren dengan nilai CVI rerata: relevance 0,90; simplicity 0,89; dan clarity 0,93. Uji coba aplikasi dilakukan pada 67 jamaah Majelis Taklim di Jakarta Selatan, dengan hasil: 12% Muttaqin Good, 45% Excellent, dan 43% Great. Aplikasi ini mudah digunakan dan menghasilkan sertifikat evaluasi secara daring, disertai saran peningkatan ibadah. Model ini berpotensi digunakan di sekolah atau kelompok masyarakat tertentu sebagai alat ukur ketakwaan yang praktis dan terstandar.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMK Sahid Bogor Satiran, Iksan Kasmudi; Al Kattani, Abdul Hayyie
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.16283

Abstract

This research is motivated by the importance of implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in a vocational education environment as part of the Merdeka Curriculum. The purpose of this study is to describe in depth the process of implementing P5 at Sahid Vocational High School (SMK), especially in the aspects of implementation management and school community involvement. This research uses a qualitative approach with a case study method, which allows researchers to explore in detail the phenomena that occur at one research location within a certain period. Data were collected through interviews, observations, and documentation of informants such as the head of curriculum, head of student affairs, and student activity coaches. The results showed that Sahid Vocational High School has implemented the P5 program in a systematic and structured manner, supported by good school management, adequate infrastructure, and active collaboration between school parties. The conclusion of this study shows that the implementation of P5 at Sahid Vocational High School can be an effective implementation model in developing student character in accordance with the values of Pancasila. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di lingkungan pendidikan kejuruan sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam proses pelaksanaan P5 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sahid, khususnya dalam aspek manajemen pelaksanaan dan keterlibatan warga sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang memungkinkan peneliti menggali secara rinci fenomena yang terjadi di satu lokasi penelitian dalam periode tertentu. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap informan seperti waka kurikulum, waka kesiswaan, dan pembina kegiatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMK Sahid telah melaksanakan program P5 secara sistematis dan terstruktur, didukung oleh manajemen sekolah yang baik, sarana prasarana yang memadai, dan kolaborasi aktif antar pihak sekolah. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 di SMK Sahid dapat menjadi model pelaksanaan yang efektif dalam mengembangkan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Imam Al-Ghazali's educational thought and its relevance to contemporary Islamic education literature review on scopus indexed articles Onilivia, Viva Fadma; Noptario; Maragustam; Putri, Nadya Syafira
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.16586

Abstract

Al-Ghazali is a famous Islamic philosopher scholar, nicknamed Imam Al-Ghazali because of his views and deep knowledge of various religious sciences is as a blasphemy of Islam. According to Imam Al Ghazali, Islamic education is a process that will make humans as brilliant beings so that they will get happiness while living in the world and in the hereafter by staying closer to the creator, namely Allah Almighty through the knowledge that has been obtained through the process of education. Education today is relevant and in line with the concept of Imam Al-Gahzali regarding education which can be known from various components of education, both from educational objectives, curriculum, methods used in the educational process, educators and students themselves. This article traces research on the thought of Imam Al-Ghazali in the journal indexed by Scopus. The reason for choosing the reference limit is only in Scopus indexed journals so that the data obtained can be more reliable because it is published in reputable international journals. The urgency of this discussion is for science in the treasures of Islamic education, namely the relevance between contemporary Islamic education today according to Imam Al-Ghazali and educational thinking. Abstrak Al-Ghazali adalah seorang ulama filsuf Islam yang terkenal, dijuluki Imam Al-Ghazali karena pandangan dan pengetahuannya yang mendalam tentang berbagai ilmu agama adalah sebagai seorang mujtahid. Menurut Imam Al Ghazali, pendidikan Islam adalah sebuah proses yang akan menjadikan manusia sebagai makhluk yang cemerlang sehingga akan mendapatkan kebahagiaan selama hidup di dunia dan di akhirat dengan cara mendekatkan diri kepada sang pencipta, yaitu Allah SWT melalui ilmu yang telah didapatkan melalui proses pendidikan. Pendidikan saat ini relevan dan sejalan dengan konsep Imam Al-Gahzali mengenai pendidikan yang dapat diketahui dari berbagai komponen pendidikan, baik dari tujuan pendidikan, kurikulum, metode yang digunakan dalam proses pendidikan, pendidik dan peserta didik itu sendiri. Artikel ini menelusuri penelitian mengenai pemikiran Imam Al-Ghazali dalam jurnal yang terindeks Scopus. Alasan pemilihan batasan referensi hanya pada jurnal terindeks Scopus agar data yang diperoleh dapat lebih terpercaya karena dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. Urgensi dari pembahasan ini adalah untuk keilmuan dalam khazanah pendidikan Islam, yaitu relevansi antara pendidikan Islam kontemporer saat ini menurut Imam Al-Ghazali dengan pemikiran pendidikan.
Model pembelajaran Nahwu di Madrasah Aliyah Darul Muttaqien Parung Abdulloh, Muhammad; Sa’diyah, Maemunah; Ibdalsyah
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.17003

Abstract

Arabic is the language used in the Qur'an and hadith which is a guide to life for a Muslim, therefore a Muslim is obliged to learn Arabic, and Arabic cannot be understood well except with the knowledge of Nahwu so it is also necessary to study knowledge. The aim of this research is to analyze the nahwu learning model at the Darul Muttaqien Parung madrasah. The research method uses qualitative methods with field research type, the research object is at the Darul Muttaqien Parung madrasah, data collection techniques use triangulation consisting of observation, interviews and documentation. The results of this research show that the nahwu learning model at Madrasah Aliyah Darul Muttaqien Parung uses a tathbiqiyah (applicative) learning model with inductive theory, this model is based on a learning process approach which involves interactive activities inside and outside the classroom to increase students' creativity and independence, in its application there are supporting factors consisting of teachers' efforts to motivate students, Arabic language improvement programs, and tiered supervision divisions, there are also inhibiting factors consisting of lack of student motivation and commitment, lack of an Arabic language environment, and the effectiveness of efforts is still low. In conclusion, although there have been efforts and programs carried out to help the nahwu learning process, there are still several obstacles that hinder the nahwu learning process. Abstrak Bahasa Arab merupakan bahasa yang digunakan dalam Alquran dan hadits yang merupakan pedoman hidup bagi seorang muslim, karena itu seorang muslim wajib mempelajari bahasa Arab, dan bahasa Arab tidaklah dapat dipahami dengan baik kecuali dengan ilmu nahwu maka diharuskan pula mempelajari ilmu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis model pembelajaran nahwu di madrasah aliyah Darul Muttaqien Parung. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian lapangan, objek penelitian di madrasah aliyah Darul Muttaqien Parung, teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwasanya model pembelajaran nahwu di madrasah aliyah Darul Muttaqien Parung menggunakan model pembelajaran tathbiqiyah (aplikatif) dengan teori induktif, model tersebut berlandaskan pendekatan learning process yang melibatkan kegiatan interaktif di dalam dan luar kelas guna meningkatkan kreativitas dan kemandirian siswa, dalam penerapannya terdapat faktor pendukung yang terdiri dari upaya guru dalam memotivasi siswa, program peningkatan bahasa Arab, dan divisi pengawasan berjenjang, terdapat pula faktor penghambat terdiri dari kurangnya motivasi dan komitmen siswa, kurangnya lingkungan berbahasa Arab, dan efektivitas upaya yang masih rendah. Kesimpulannya, meskipun telah ada upaya dan program yang dilakukan untuk membantu proses pembelajaran nahwu, akan tetapi masih ada beberapa hambatan yang menghambat dalam proses pembelajaran nahwu.
A Program mentoring Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum Gani, Ridwan Abdul; Indra, Hasbi
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.17606

Abstract

Learning Islamic Religious Education (PAI) in public universities still faces various challenges, such as learning strategies, quality of lecturers, as well as curriculum and number of credits. This research aims to: (1) analyze Hasan Al-Banna's Usrah program in the book Wasailut Tarbiyah Inda Ikhwanil Muslimin by Ali Abdul Halim Mahmud, (2) analyze the PAI Assistance program at Bogor Agricultural University (IPB University), and (3) formulate a PAI Mentoring program design that can be applied in public universities. This research used a qualitative approach with literature study and field research methods. The literature study was conducted through book content analysis to understand the structure and components of the usrah program, while the field study was conducted by observing the practice of PAI Mentoring program at IPB. The results showed that there are fundamental similarities between the two programs, which consist of 12 main components including objectives, participants, educators, management, time, place, methods, curriculum, regulations, evaluation, facilities, as well as financial management and problems. These similarities are then synthesized into a PAI Mentoring program model that can be a reference for implementation at PTU. The conclusion of this study confirms the importance of preparing a clear, relevant, sustainable, innovative, and collaborative mentoring program to be effective in fostering students. Abstrak Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi umum masih menghadapi berbagai tantangan, seperti strategi pembelajaran, kualitas dosen, serta kurikulum dan jumlah SKS. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis program Usrah Hasan Al-Banna dalam kitab Wasailut Tarbiyah Inda Ikhwanil Muslimin karya Ali Abdul Halim Mahmud, (2) menganalisis program Asistensi PAI di Institut Pertanian Bogor (IPB University), dan (3) merumuskan desain program Mentoring PAI yang dapat diterapkan di perguruan tinggi umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan penelitian lapangan. Studi pustaka dilakukan melalui analisis isi kitab untuk memahami struktur dan komponen program usrah, sedangkan studi lapangan dilakukan dengan mengamati praktik program Asistensi PAI di IPB. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesamaan mendasar antara kedua program, yaitu terdiri dari 12 komponen utama yang meliputi tujuan, peserta, pendidik, manajemen, waktu, tempat, metode, kurikulum, peraturan, evaluasi, sarana, serta pengelolaan keuangan dan masalah. Kesamaan ini kemudian disintesis menjadi model program Mentoring PAI yang dapat menjadi acuan pelaksanaan di PTU. Simpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penyusunan program mentoring yang jelas, relevan, berkelanjutan, inovatif, dan kolaboratif agar efektif dalam membina mahasiswa.
The Strategi bimbingan konseling dalam mendukung tugas perkembangan religiusitas pada remaja Syaiful; Alfaien, Noor Isna
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.18081

Abstract

This research aims to determine guidance and counseling strategies in supporting the task of developing religiosity in adolescents. This research uses descriptive qualitative methods. Descriptive qualitative research is a research procedure that produces descriptive data in the form of words or speech from the people who need to be observed. The descriptive qualitative research referred to in this research is to use an Islamic guidance and cousseling approach, namely that the work reference used in collecting and analyzing data always relies on the framework of Islamic guidance and counseling, namely by describing the conditions and implementation of Islamic guidance and counseling in increasimg religiosity in teenager. This research uses two data source, namely primary data source used in this research include information from teenagers. In this research, the secondry data sources used were written sources such as book sources, scientific magazines, and documents from related parties regarding the issue of religiosity in adolencents. The data collection techniques are observation, interviews and documentation. The results of this research show that the condition of religiosity in adolescents contains aspects of religiosity such as aspects of belief, religious practice, experience, religious khowledge, and consequences. From several of these aspects, it can be seen that teenangers who have quite good religiosity, and there are also those who have weak religiosity which is based on several factors such as family, relationships, social media, lack of basic religious knowledge. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi metode yang dapat digunakan dalam bimbingan konseling untuk mendukung tugas perkembangan religiusitas remaja. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif dalam bentuk kata-kata atau lisan dari subjek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan pendekatan bimbingan dan konseling Islam; acuan kerja yang digunakan dalam pengumpulan dan analisis data selalu bertumpu pada kerangka bimbingan dan konseling Islam, yaitu dengan menggambarkan kondisi dan cara bimbingan dan konseling Islam digunakan untuk meningkatkan religiusitas remaja. Penelitian ini menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini meliputi, Informasi dari para remaja. Sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber tertulis, seperti buku, majalah ilmiah, dan dokumen-dokumen dari pihak yang terkait mengenai masalah religiusitas pada remaja. Observasi, wawancara, dan dokumentasi adalah metode pengumpulan datanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi religiusitas remaja terdiri dari berbagai aspek, termasuk keyakinan, praktik agama, pengalaman, pengetahuan agama, dan konsekuensi. Di antara aspek-aspek tersebut, dapat dilihat bahwa remaja cukup relatif dalam hal religiusitas: ada remaja yang cukup religius, tetapi ada juga remaja yang religiusitasnya menurun karena beberapa faktor, seperti keluarga, pergaulan, media sosial, dan lain-lain.
Analisis metode pendidikan adab anak kepada orang tua dalam kitab Adab Al Mufrad Hakim, Lukman Nol
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.18095

Abstract

Education of children's manners to parents is an important aspect in character building, but is often neglected in educational practices both at home and at school. This study aims to analyze the educational methods of children's manners to parents based on the perspective of the book of Adab al-Mufrad by Imam al-Bukhari. This research uses a qualitative approach with the content analysis method of the relevant hadith texts in the book. The results showed that there are twelve methods of adab education that can be applied to children, including: the method of interesting communication, prayer as a form of affection, the method of silence and listening, raising the voice in teaching, advice, parables, recording, exemplary, dialog (hiwar), reinforcement (takrir), stories, and the method of targhib and tarhib. All of these methods show that adab education in Islam is holistic and applicable. These findings can be utilized by parents and educators as guidelines in instilling the values of manners to children from an early age. Abstrak Pendidikan adab anak kepada orang tua merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter, namun sering terabaikan dalam praktik pendidikan baik di rumah maupun di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pendidikan adab anak kepada orang tua berdasarkan perspektif kitab Adab al-Mufrad karya Imam al-Bukhari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) terhadap teks-teks hadis yang relevan dalam kitab tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua belas metode pendidikan adab yang dapat diterapkan kepada anak, di antaranya: metode komunikasi yang menarik, doa sebagai bentuk kasih sayang, metode diam dan mendengarkan, mengeraskan suara dalam pengajaran, nasihat, perumpamaan, pencatatan, keteladanan, dialog (hiwar), penguatan (takrir), kisah, serta metode targhib dan tarhib. Keseluruhan metode ini menunjukkan bahwa pendidikan adab dalam Islam bersifat holistik dan aplikatif. Temuan ini dapat dimanfaatkan oleh orang tua dan pendidik sebagai pedoman dalam menanamkan nilai-nilai adab kepada anak sejak dini.
Program pendidikan Islamic Worldview untuk murid SMA Boarding School Dhohir, Irfan Ilahi; Tamam, Abas Mansur; Supraha, Wido
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.18152

Abstract

This study aims to formulate an Islamic Worldview education program for dormitory-based high school students in order to form a comprehensive and solid Islamic understanding in the midst of the challenges of the times. A qualitative approach is used with data collection techniques through literature studies, field observations, in-depth interviews, and forum group discussions (FGDs). The concept of Islamic Worldview developed by Syed Muhammad Naquib al-Attas in the work “Prolegomena to the Metaphysics of Islam” became the main foundation in the formulation of this program. Field studies at Pesantren At-Taqwa Depok were used to strengthen the validity of the formulated concept. The results showed that the internalization of Islamic Worldview in education is very important in fortifying students from the influence of liberal ideology and moral deviation. The proposed program includes activities such as book sharing, book studies, Islamic discussions, and insight enhancement forums designed to foster students' critical and spiritual awareness. The conclusion of this study emphasizes the need for integration of Islamic values in adolescent education as a strategy to face global challenges. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan program pendidikan Islamic Worldview bagi murid sekolah menengah atas berbasis asrama dalam rangka membentuk pemahaman keislaman yang komprehensif dan kokoh di tengah tantangan zaman. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi lapangan, wawancara mendalam, dan Forum Group Discussion (FGD). Konsep Islamic Worldview yang dikembangkan oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas dalam karya "Prolegomena to the Metaphysics of Islam" menjadi landasan utama dalam perumusan program ini. Studi lapangan di Pesantren At-Taqwa Depok digunakan untuk memperkuat validitas konsep yang dirumuskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi Islamic Worldview dalam pendidikan sangat penting dalam membentengi siswa dari pengaruh ideologi liberal dan penyimpangan moral. Program yang diusulkan meliputi kegiatan seperti book sharing, pengkajian kitab, diskusi keislaman, serta forum peningkatan wawasan yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran kritis dan spiritual siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan perlunya integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan remaja sebagai strategi menghadapi tantangan global.
Spiritual intelligence in children within Islamic Educational Psychology: development, potential, and guidance Nurislamiah, Siti; Setyawati, Ariesta; Astuti, Sherly
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.18323

Abstract

Spiritual intelligence plays a significant role in Islamic education by bridging the understanding of religious teachings, moral development, and self-awareness regarding the existence of God and humanity. This intelligence involves not only religious knowledge but also values such as empathy, compassion, and a sense of purpose that guide individuals in making ethical decisions and living with integrity. The study emphasizes the importance of spiritual intelligence in fostering well-rounded individuals by integrating intellectual, emotional, and spiritual components. It also highlights the interconnectedness of these aspects, which collectively shape a child’s overall development. The primary objective of this research is to examine the development and potential of spiritual intelligence in children from the perspective of Islamic educational psychology. The study employs a literature review with a qualitative approach, incorporating observations and scientific reasoning to explore this topic. The findings suggest that children's spiritual intelligence can be assessed through their abilities and potential, providing valuable insights into their unique characteristics and developmental needs, which can inform effective educational and parenting strategies. Abstrak Kecerdasan spiritual memainkan peran penting dalam pendidikan Islam dengan menghubungkan pemahaman ajaran agama, perkembangan moral, dan kesadaran diri terkait eksistensi Tuhan dan umat manusia. Kecerdasan ini melibatkan tidak hanya pengetahuan agama, tetapi juga nilai-nilai seperti empati, kasih sayang, dan rasa tujuan hidup yang membimbing individu dalam mengambil keputusan etis dan hidup dengan integritas. Studi ini menekankan pentingnya kecerdasan spiritual dalam membentuk individu yang seimbang dengan mengintegrasikan komponen intelektual, emosional, dan spiritual. Hal ini juga menyoroti keterkaitan antara ketiga aspek tersebut, yang secara kolektif membentuk perkembangan anak secara keseluruhan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memeriksa perkembangan dan potensi kecerdasan spiritual pada anak-anak dari perspektif psikologi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif, yang mencakup pengamatan dan penalaran ilmiah untuk menggali topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual anak dapat diukur melalui kemampuan dan potensi mereka, yang memberikan wawasan berharga mengenai karakteristik unik dan kebutuhan perkembangan mereka, yang dapat menjadi dasar bagi strategi pendidikan dan pengasuhan yang efektif.
Konsep pendidikan akidah untuk menanggulangi bahaya pemurtadan di daerah bencana Santika, Nina Dwi Ayu; Wiryanto, Wisber; Rosyadi, Rahmat
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i1.18681

Abstract

The phenomenon of apostasy that occurs in disaster-prone areas is a serious issue that needs to be addressed with a strategic approach, especially through creed education. This study aims to analyze the concept of creed education in overcoming the danger of apostasy in disaster-affected areas, especially in Kertajaya Village, Ciranjang District, Cianjur Regency. The focus of the study is directed at three main sources, namely the creed education program of the National Muallaf Center Founder Aya Sofya, the strategy to overcome apostasy in the Book of Sullamut Taufiq, and the implementation of the creed education program in Kertajaya Village. This research uses a qualitative method with a field study approach and documentation to explore the data in depth. The results show that the three approaches have an important role, but their implementation still requires optimization, especially in the aspects of material delivery and program sustainability. In conclusion, the integration of the concepts of creed education from the three sources can be the basis for developing a more systematic, comprehensive, and collaborative program in tackling apostasy in disaster areas. Abstrak Fenomena pemurtadan yang terjadi di daerah rawan bencana menjadi isu serius yang perlu ditanggapi dengan pendekatan strategis, khususnya melalui pendidikan akidah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan akidah dalam menanggulangi bahaya pemurtadan di wilayah terdampak bencana, khususnya di Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Fokus kajian diarahkan pada tiga sumber utama, yaitu program pendidikan akidah dari Founder Muallaf Center Nasional Aya Sofya, strategi penanggulangan pemurtadan dalam Kitab Sullamut Taufiq, dan implementasi program pendidikan akidah di Desa Kertajaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan dan dokumentasi untuk menggali data secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pendekatan tersebut memiliki peran penting, namun implementasinya masih memerlukan optimalisasi, terutama dalam aspek penyampaian materi dan keberlanjutan program. Kesimpulannya, integrasi konsep-konsep pendidikan akidah dari ketiga sumber tersebut dapat menjadi dasar pengembangan program yang lebih sistematis, komprehensif, dan kolaboratif dalam menanggulangi pemurtadan di daerah bencana.

Page 1 of 2 | Total Record : 16