cover
Contact Name
Akhmad Rizkhi Ridhani
Contact Email
rizkhi.ridhani@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
annur.uniskamab@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL MAHASISWA BK AN-NUR : BERBEDA, BERMAKNA, MULIA
ISSN : 24609722     EISSN : 26228297     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia ini menyediakan akses terbuka yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Arjuna Subject : -
Articles 567 Documents
PERAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM (BKI) DALAM MENANGANI DAMPAK PSIKOLOGIS REMAJA AKIBAT PERCERAIAN Nurwahidah Alimuddin; Siti Rahmi
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.502 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i3.5806

Abstract

Idealnya, keluarga merupakan suatu lingkungan pertama bagi anak dan tempat untuk membimbing anak serta untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan fisik maupun psikis, maka orang tua harus memberikan suasana keluarga yang harmonis, sehingga anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun, terkadang apa yang terjadi dalam kehidupan perkawinan orang tuanya tak bisa semulus apa yang diharapkan. Berbagai masalah dan perselisihan yang tak bisa terselesaikan pada akhirnya bisa mengarah pada sebuah perceraian. Bagi sebagian pasangan, perceraian dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar terbaik agar bisa keluar dari masalah pelik yang dihadapi. Padahal, akibat suatu perceraian, tahun pertama perceraian merupakan masa krisis yang paling sulit. Pada tataran inilah secara langsung maupun tidak langsung anak-anak, terutama anak yang sedang memasuki masa remaja dalam keluarga tersebut akan merasakan dampak dari perceraian yang terjadi. Adapun hasil dari penelitian dalah peran orang tua melakukan komunikasi intensif dengan anak, memberikan suluhan kepada pihak keluarga agar terus berusaha untuk memenuhi kesedihan anak-anak, memberikan suluhan kepada pengasuh agar siap menjawab alasan perceraian apabila anak-anak, disarankan agar sebaiknya orang tua memberikan waktu dan dukungan kepada anak-anak untuk menyampaikan perasaannya, serta selalu diingatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt
Layanan Informasi Tentang Tahapan Perkembangan Psikososial Pada Guru TK Balita Qur’an Jakarta Devi Ratna Sari; Christine Masada H.T
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.861 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i3.5909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses kegiatan layanan informasi dan respon peserta kegiatan layanan informasi tentang tahapan perkembangan psikososial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Sumber data merupakan kelompok guru TK Balita Qur’an yang berjumlah 10 orang. Berdasarkan data hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa proses kegiatan layanan informasi tentang tahapan perkembangan psikososial pada guru TK Balita Qur’an dapat berjalan dengan lancar. Rangkaian kegiatan dikemas dalam tahapan POAC, yaitu planning, organizing, actuating. controlling. Respon yang ditunjukkan peserta juga sangat baik dengan adanya keaktifan peserta dalam bertanya juga ketertiban peserta dalam menyimak kegiatan layanan informasi. Rsepon peserta tersebut diperlihatkan pula dalam aspek berpikir, merasa, bersikap, bertindak, dan bertanggungjawab (BMB3).
GAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING MAHASISWA SELAMA PROSES PERKULIAHAN ONLINE GUNA UNTUK MELIHAT LEARNING LOSS DI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Cici Ismuniar; Emmy Ardiwinata
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.528 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i3.5807

Abstract

Psychological well being merupakan salah satu keadaan psikologis yang dialami oleh mahasiswa yang mempengaruhi pembelajarannya terutama disaat mewabahnya virus corona baru (COVID 19). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Psychological well being mahasiswa dalam menjalani kuliah daring. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dan skala penelitian ini menggunakan teori PWB (Psychological Well-Being) yang dikembangkan oleh Carol Ryff (1989). Skala PWB (Psychological Well-Being)  yang di gunakan terdiri atas enam aspek yaitu otonomi, penguasaan atas lingkungan, pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, tujuan hidup, dan penerimaan diri. Responden dalam penelitian ini merupakan Mahasiswa semester III dan IV Universitas Borneo Tarakan. Pemilihan sampel penelitian menggunakan Teknik simple random sampling sehingga respon pada penlitian ini sebanyak 250 mahasiswa. Hasil penelitian adalah Psychological well being mahasiswa Universitas Borneo Tarakan termasuk dalam kategori sedang, psychological well being mahasiswa berada di kategori sedang dimana artinya mahasiswa Universitas Borneo Tarakan cukup memiliki kesejahteraan psikologis atau  Psychological Well-Being selama perkuliahan daring saat pandemic Covid-19. Namun di satu sisi selama pandemic proses pembelajaran daring/online, mahasiswa banyak mengalami kesulitan. Adanya kesulitan-kesulitan dalam proses pembelajaran ini akan mengakibatkan munculnya Learning loss.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENINGKATKAN SELF-ESTEEM SISWA BROKEN HOME DI KELAS XI MAN 4 BANJAR Rizky Ananda; Muhammad Yuliansyah; Eka Sri Handayani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.949 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v8i1.5266

Abstract

Keluarga yang tidak harmonis (broken home) dapat memberikan dampak yang buruk pada perkembangan anak. Salah satu permasalahan yang terjadi pada anak broken home yakni anak akan memiliki self-esteem yang rendah. Umumnya seseorang dengan self-esteem rendah juga memiliki tingkat ketegasan yang rendah, hal ini akan membuat anak mudah menjadi korban dari perilaku penyimpangan ataupun sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat self-esteem siswa broken home sebelum dan sesudah diberikannya layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training serta mengetahui efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training dalam meningkatkan self-esteem siswa broken home di kelas XI MAN 4 Banjar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian ini adalah pre-experiment dengan pola One Group Pre-test – Post-test Design. Pre-test diberikan sebelum adanya perlakuan dan post-test diberikan setelah perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dan sesudah diberikannya layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training dapat dilihat dengan cara membandingkan hasil skor pre-test dan post-test yakni 450% < 595% atau dengan rata-rata 56% < 74%, dengan demikian (Ho) ditolak dan (Ha) diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training efektif dalam meningkatkan self-esteem siswa broken home di kelas XI MAN 4 Banjar.
PENGARUH METODE EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN HIV DENGAN ART (ANTIRETROVIRAL THERAPY) Resti Hapsari Nugrahani; Handayani Handayani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.817 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i3.5785

Abstract

Edukasi adalah kegiatan penyampaian pesan kesehatan kepada kelompok atau individu dengan tujuan dapat memperoleh pengetahuan yang lebih baik. Media edukasi merupakan alat bantu yang berfungsi dalam menjelaskan sebagian  ataupun keseluruhan program pembelajaran yang sulit dijelaskan secara verbal. Media yang dipilih dalam penelusuran literature ini adalah audiovisual, dan Buklet. Tujuan: Mengetahui penggunaan media edukasi yang tepat terhadap pengetahuan ODHA terkait gizi. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian literature review, metode yang digunakan adalah penelusuran database pada PubMed, Google Scholar, dan Research Gate dengan rentang periode publikasi tahun 2010-2021. Hasil: Media edukasi kesehatan yang tepat untuk penderita ODHA terhadap pengetahuan terkait gizi media Buklet. Kesimpulan: Media edukasi yang tepat untuk penderita ODHA yaitu menggunakan media Buklet untuk peningkatan pengetahuan terkait gizi.
IDENTIFIKASI PUTUSAN KARIR MAHASISWA UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN APLIKASI ANDROID MIHG (MULTIPLE INTELLIGENCE BY HOWARD GARDNER) Widi Fajar Widyatmoko; Ari Prasetyoaji
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.796 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i3.5894

Abstract

The future challenges of higher education students for determining their future career in the era of industrial revolution 4.0 and society 5.0, getting more complex. Student may facing career uncertainty, lack of access to information and career development programs, and economic and technological challenges. Previous research shown many student need for career guidance to be addressed for choosing their course study. Student at the University level are grouped into groups of fields according to their choice of interests. Research findings in the field reveal that not a few students have a career decision level that is still not optimal, whereas many as 71% of students still need help regarding career decisions. The existence of this individual intelligence identification application can help students in making career decisions. This is shown by the results of the media use test in the field that 89% of UTY students experienced an increase in career decisions after using Howard Gardner's Multiple intelligence identification application. Thus, the application of multiple intelligence in helping to make career decisions is said to be suitable as a medium to help students make career decisions for UTY students.
KONSELING REALITA UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI PESERTA DIDIK Anita Dewi Astuti; Indriani Puji Hastanti
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.044 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i3.5790

Abstract

Kesehatan mental merupakan ciri utama seseorang memiiliki penerimaan diri yang baik. Seseorang dengan penerimaan diri yang baik mampu menerima diri apa adanya dan bisa mencapai aktualisasi diri. Namun pada kenyataannya belum semua orang memiliki penerimaan diri yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan konseling individu dengan pendekatan realita untuk meningkatkan penerimaan diri peserta didik kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kokap Tahun Pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah guru bimbingan dan konseling dan peserta didik kelas X yang memiliki masalah terkait penerimaan diri. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan skala penerimaan diri. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan pembahasan. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa konseling individu dengan pendekatan realita dapat meningkatkan penerimaan diri peserta didik, dibuktikan dengan terlaksananya rencana yang dibuat oleh peserta didik saat proses konseling. Kata Kunci: Konseling realita; Penerimaan diri
PENGEMBANGAN IDENTIFIKASI MULTIPLE INTELLIGENCE ( HOWARD GARDNER) BERBASIS APLIKASI ANDROID DALAM PENENTUAN PUTUSAN KARIR MAHASISWA DI YOGYAKARTA. Ari Prasetyoaji; Widi Fajar Widyatmoko
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.781 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i3.5895

Abstract

Technology in this era, especially during pandemic, has become something important in supporting self-improvement activities. Online learning and mobile applications become more practical to use to help optimize individual self. This research has developed an application product to assist students in determining their career decisions through multiple intelligence detection initiated by Howard Gardner. The application that has been develop consists of 3 menus, namely 1) multiple intelligence by Howard Gardner, 2) intelligence test (Howard Gardner), and 3 ) education about multiple intelligences. Howard Gardner stated that every child has more than one potential intelligence that may be able to develop and the development of intelligence may differ from one person to another. The purpose of developing this application is to make it easier for students in Yogyakarta in making career decisions so that they are in accordance with the abilities, intelligence that exist within themselves. This research was developed using the Borg & Gall R&D research method.
KAJIAN EMPATI BUDAYA DALAM PERSPEKTIF FILSAFIAH DAN ILMIAH Noviana Diswantika; Sunaryo Kartadinata; Mamat Supriatna
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.727 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v8i1.6175

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan empati budaya berdasarkan tinjauan Filsafiah dan Ilmiah secara komprehensif. Selanjutnya disajikan tinjauan mengenai Posisi Empati Budaya dalam Bimbingan dan Konseling, Perkembangan riset selama 10 tahun terakhir berkaitan dengan Empati Budaya dalam Bimbingan dan Konseling, dan diakhir akan dikemukakan kerangka pikir riset tentang Empati Budaya. Analisis pada artikel ini menggunakan system literature review dengan berpusat pada database bereputasi yang relevan. Lemahnya empati budaya berdampak kurangnya rasa dominasi sosial, melakukan perilaku dalam kehidupan sosial secara destruktif, tidak memiliki rasa toleransi dan melakukan diskriminasi. Empati Budaya merupakan konsep empati lebih komprehensif dan mendalam dibandingkan dengan empati konvensional. Hasil pada kajian ini berupa konsep mengenai meningkatkan Empati Budaya pada Konseli sebagai Tujuan dalam Bimbingan dan Konseling.
KENDALA DAN STRATEGI GURU DALAM MEMOTIVASI ANAK UNTUK BELAJAR DARI RUMAH (BDR) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PAUD NEGERI PERCONTOHAN KABUPATEN SIJUNJUNG Vera Wati; Suswati Hendriani; Irman Irman; Yuliana Nelisma
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.148 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v8i1.6802

Abstract

The COVID-19 pandemic has changed study practices and habits. Learning that is usually carried out in the education unit then moves to learning from home (BDR). Teachers and students are involved in distance learning which presents a number of challenges ranging from the obstacles experienced in BDR, both obstacles in planning, implementing and assessing learning, as well as requiring teachers to try to motivate children in implementing BDR during this pandemic. This is because changes in learning patterns that are so drastic have the risk of causing a decrease in the quality of learning. Whereas the quality of learning is the key to student learning outcomes. If the quality of learning decreases, the learning outcomes of students also tend to decrease (learning loss). This study aims to describe the obstacles experienced and the teacher's strategies in motivating children to learn from home (BDR) during the Covid-19 pandemic at PAUD Negeri Pilot Sijunjung Regency. This type of research is a qualitative research with a case study design. This research was carried out at the Pilot State PAUD in June and July 2021. The primary data sources or core informants in this study were 6 people, namely the teacher council, additional informants from the principal. The researcher acts as a key instrument, using supporting instruments in the form of interview guidelines and documentation studies. Secondary data in this study were related documents regarding BDR learning during the covid 19 pandemic. Data collection techniques were carried out by interviews and documentation studies, then the data collected was tested for validity using triangulation techniques. Then the data is analyzed using the opinions of Milles and Hubberman through reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study indicate that the teacher's obstacles in implementing BDR include obstacles in BDR planning, teachers are constrained in determining learning indicators. In the implementation of BDR, the teacher has difficulty in determining activities according to the situation and condition of the child, while in the BDR assessment, the teacher is constrained in assessing aspects of child development because the child's development cannot be monitored by the teacher. The teacher's strategy in motivating children to BDR is to provide BDR activities according to the child's world, namely through games, creating whatshaap groups, delivering interesting learning videos, giving rewards in the form of words of praise and emoticons that add to the passion and enthusiasm of children in implementing BDR.