cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
PERTUMBUHAN DAN HASIL BABY CORN (ZEA MAYS) AKIBAT PENGGUNAAN NPK PHONSKA DAN PENGATURAN JARAK TANAM PADA LAHAN BERPASIR Murdaningsih, Murdaningsih; B. Katu, Albertus; I B Hutubessy, Josina
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i1.5200

Abstract

This study aims to determine the growth and yield of baby corn due to the use of NPK Phonska, to determine the growth and yield of baby corn due to the spacing of the plants and to see the interaction between the use of NPK Phonska and the regulation of plant spacing on the growth and yield of baby corn plants. The design used in this study was a factorial randomized block design (RAK) with two factors, namely P1 (350 kg/Ha) and P2 (700 kg/Ha) and the second factor was plant spacing, namely J1 (50cm X 15cm), J2 (50cm X 20cm,) and J3 (50cm X 25 cm) so that there are 6 treatment combinations, namely: P1J1, P1J2, P1J3, P2J1, P2J2, P2J3 and repeated 3 times. The variables observed in this study were plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm2), cob length, ear diameter, cob weight per plot, and cob weight per hectare. The indication of the results of this study is the combination treatment of Phonska NPK Fertilizer Application and Planting Distance there is no significant interaction on all growth variables and baby corn yields. Treatment of NPK Ponska fertilizer application 700 kg/Ha showed plant height 105 cm, number of leaves 7.41 strands, leaf area 1079.79 cm2, length of ear 12.26 cm, diameter of ear 1.70 cm, weight of cob per plot 2.54 kg and the weight of the cobs per hectare is 3.82 tons. Likewise, setting a spacing of 50x20 cm for baby corn shows a plant height of 105.86 cm, number of leaves 7.67, leaf area of ​​1310.79 cm2, length of cob 12.25 cm, diameter of cob 1.64 cm, the weight of the cobs per plot is 2.65 kg and the weight of the cobs per hectare is 3.98 tons Keywords: Baby Corn, growth, Phonska NPK, Plant Distance, yield
PENGARUH INTENSITAS CURAH HUJAN BULAN OKTOBER NOVEMBER DAN DESEMBER TERHADAP PRODUKTIVITAS ASPARAGUS (Asparagus officinalis) Randi, Mohammad Jusuf
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i1.4229

Abstract

    Permintaan asparagus pada saat pandemi ini mengalami  peningkat karena kesadaran masyarakat akan konsumsi sayuran tinggi nutrisi. Asparagus mengandung anti oksidan gluthatione yang bermanfaat menjaga imunitas tubuh dari berbagai penyakit. Faktor cuaca menjadi salah satu hal yang perlu di perhatikan dalam Budidaya asparagus. Curah hujan yang tinggi selain membuat kondisi tanah menjadi lembab, juga intensitas cahaya semakin berkurang. Asparagus menghendaki lingkungan tanah yang tidak terlalu basah, namun sejuk dan membutuhkan banyak sinar matahari. Tehnik budidaya dan perlakuan lahan dengan mengetahui faktor intensitas curah hujan di suatu wilayah yang tepat di musim penghujan diharapkan mampu memberikan produktivitas yang optimal. Penelitian ini merupakan percobaan perbandingan tiga bulan hasil produksi  penjumlahan dari dua lahan baik dari total hasil dan rata-rata harian serta total akhir bulan. Variabel penelitian berfokus pada komponen hasil dengan memperhitungkan nilai panen tiap hari selama 3 bulan. Variabel nilai dihitung dengan cara kegiatan panen dilakukan setiap hari, disortir yang masuk dalam panen diterima pasar, lalu dibersihkan dan disterilkan dengan air ozon. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F untuk mengetahui keragamannya  tingkat kesalahan 5% dengan table anova dan untuk mengetahui perbedaan signifikan di antara group dilanjutkan dengan Uji DMRT. Penelitian ini mempunyai tujuan mengetahui pengaruh intensitas curah hujan terhadap produksi  asparagus. Hasil penelitian menunjukkan Angka curah hujan memberikan pengaruh terhadap hasil produksi asparagus. Semakin tinggi curah hujan akan mengurangi hasil panen asparagus dimana pada penelitian ini hasil panen terendah berada di bulan Desember yang angka curah hujannya paling tinggi dibandingkan bulan lainnya.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI BERAS MERAH VARIETAS INPARI ARUMBA PADA LAHAN KERING DAN LAHAN BASAH Garfansa, Marchel Putra; Iswahyudi; Maulidinar Rohmah; Ruly Awidiyantini
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i1.4485

Abstract

Dalam menjaga kesehatan dan imunitas di masa pandemic, beras padi merah banyak di gemari dan dikonsumsi masyarakat umum. Kebutuhan beras merah yang begitu tinggi, perlu adanya upaya peningkatan produksi beras harus dilakukan, baik upaya ekstensifikasi maupun upaya intensifikasi. Salah satunya yaitu mengetahui lingkungan optimum yang baik untuk pertumbuhan beras padi merah. Kondisi lingkungan tumbuh yang basah atau kering menjadi faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman beras padi merah. Sehingga diharapkan dengan adanya penelitian ini akan didapatkan informasi lingkungan yang paling baik serta dampaknya kedua kondisi lingkungan tersebut bagi tanaman beras padi merah. Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 11 September 2021 di Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan dengan menggunakan benih padi merah varietas Arumba. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu lokasi tanam dengan kondisi air menggenang dan lokasi tanam dengan kondisi kering. Pengamatan aspek agronomi meliputi komponen pertumbuhan dan hasil serta panen, yang dilakukan secara non destruktif. Lahan basah memberikan hasil yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman beras padi merah.
EFEKTIVITAS ZAT PENGATUR TUMBUH DARI EKSTRAK BAWANG MERAH PADA BUDIDAYA BAWANG DAUN (ALLIUM PORUM L) Mutryarny, Enny; Endriani, Endriani; Purnama, Indra
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i1.5332

Abstract

Leeks (Allium porum L.) have many health benefits for the human because the fiber, folic acid, calcium, potassium, and vitamin C content is relatively high in it. A study was conducted to determine plant growth regulators' (PGRs) response from shallot extract to leek crops. This study aimed to test the effectiveness of PGR from shallots at the best concentration on the growth and production of leeks. This research was performed experimentally using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with five treatment levels and four replications. Each plot consists of 4 (four) plants and 2 (two) samples. The treatments were: Z0= control (without PGR), Z1= 7.5 mL of PGR shallot extract, Z2= 15 mL of PGR shallot extract, Z3= 22.5 mL of PGR shallot extract, and Z4= 30 mL of PGR shallot extract. In this study, it was found that giving PGR shallots extract to leek crops had a significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, number of tillers, and fresh biomass. The best concentration was at a concentration of 30 mL of PGR shallot extract or Z4 treatment for all observation parameters, i.e., plant height 57.25 cm; the number of leaves 17.75 leaves; the number of tillers 5.75 tillers per hill; fresh biomass per clump 23.75 g. Z0 treatment without PGR shallot extract gave the lowest results for all parameters, such as plant height, number of leaves, number of tillers, and fresh biomass.
TELAH HASIL PRODUKSI TANAMAN KELAPA SAWIT DENGAN PENERAPAN JALAN SELENDANG Aditya, Aprisa; Madusari, Sylvia; Kuvaini , Aang
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i2.5063

Abstract

Oil palm plants can be grown on flat, wavy, and hilly land with a land slope range of 0%-30%. The oil palm plantation area of PT ABC is 14.7 thousand Ha, with the landscape dominated by hilly topography. Conservation practice of the hilly regions in PT ABC is carried out by making contour roads and terraces. At PT ABC on five blocks in Division 1, block O, L, K, M, J was making a non-standard contour road. Therefore, these conditions cause decreases in production because the harvester has difficulty carrying fruit, and finally, the fruit is left behind. To overcome it, PT ABC opens the road (harvesting path) specifically for harvesting to resolve the problem. This research aims to determine the impact of harvesting path formation on oil palm production at PT ABC. The methodology of the study is by comparing data obtained from companies and analyzed descriptively in the field. The data collected are primary data and secondary data. The results showed that harvesting path formation influences oil palm production in PT ABC by increasing output by 21%-38% or increasing by an average of 1 ton/Ha/year.
PRODUKTIVITAS PADI DI LAHAN RAWA DENGAN KAPUR DOLOMIT Kusnadi, Harwi; Desayati; Fauzi, Emlan; Ishak, Andi; Firizon, Jhon; Wawan Eka Putra
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i2.5548

Abstract

Produktivitas tanaman padi di lahan rawa dapat ditingkatkan dengan penambahan kapur dolomit. Penambahan kapur dolomit dapat menurunkan kemasaman tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan produktivitas tanaman padi di lahan rawa dengan penambahan kapur dolomit. Penelitian dilakukan pada bulan September sampai dengan Desember 2021 di Kelompok Tani Sekap Bumi, Desa Padang Tambak, Kecamatan Pino – Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan paket budidaya padi di lahan rawa dengan perlakuan penggunaan kapur dolomit. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Data yang dikumpulkan yaitu produktivitas hasil panen padi pada masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kapur dolomit dapat meningkatkan produktivitas padi di lahan rawa sekitar 10%. Oleh karena itu, petani disarankan memberikan kapur dolomit pada saat membudidayakan padi di lahan rawa.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PENCELUPAN LILIN LEBAH TERHADAP MASA SIMPAN CABAI (Capsicum annum L.) DENGAN PENAMBAHAN LENGKUAS UNTUK KETAHANAN ANTRAKNOSA Hayati, Rita; Hafsah, Siti; Nirwana, Salwa
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i2.6725

Abstract

cabai merah merupakan salahsatu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena nilai ekonomisnya yang tinggi. Namun produksi cabai di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan. Rendahnya produktivitas cabai disebabkan oleh pertumbuhan mikcroorganisme pembusuk seiring dengan perubahan fisiologis produk selama pasca panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama pencelupan lilin lebah terhadap masa simpan cabai ( Capsicum annum L.) dengan penambahan lengkuas untuk ketahanan antraknosa. penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Hortikultura jurusan Agroteknologi fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh pada bulan januari sampai februari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi lilin lebah dengan penambahan ekstrak lengkuas 10 % pada setian konsentrasi dan faktor kedua yaitu lama pencelupan lilin lebah dengan 3 ulan gan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lilin lebah pada konsentrasi 6% dengan penambahan ekstrak lengkuas dapat mempertahankan susut bobot, kadar air, vitamin C, intensitas serangan penyakit, dan memiliki nilai tertinggi pada uji organoleptik terhadap aroma.
KAJIAN DOSIS PUPUK NPK DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Prasetyo, Galih; Joko Santosa, Sartono; Bahri , Saiful B
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i2.6736

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kajian Dosis Pupuk NPK dan Komposisi Macam Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)”. Tujuannya untuk mengkaji Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman (Capsicum frutescens L). Pelaksanaan dilakukan pada tanggal 17 Maret hingga 2 Juli 2022 di KBTPH Tohudan yang beralamat di Dukuh Kepoh, RT 03/RW 06, Desa Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar dengan ketinggian +105 mdpl. Metode yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah terdiri dari 2 faktor. Kedua faktor tersebut yaitu, Macam Media Tanam (Main Plot) dengan 3 taraf yaitu Tanah (Kontrol) (M0), Tanah : Pupuk Kandang Sapi : Sekam Bakar = 1:1:1 (M1) dan M2 = Tanah : Pupuk Kandang Sapi : Pasir = 1:1:1 (M2). Dosis Pupuk NPK (Sub Plot) dengan 4 taraf yaitu, Dosis Pupuk 0 gr/tan (Kontrol) (D0), Dosis Pupuk NPK 3,74 gr/tan (D1), Dosis Pupuk NPK 7,49 gr/tan (D2), dan Dosis Pupuk NPK 11,25 gr/tan (D3). Sehingga dari rancangan tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3x. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, muncul bunga, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, berat buah pertanaman, jumlah buah per tanaman, diameter buah, dan panjang buah. Dari kesimpulan menunjukkan bahwa Perlakuan M0 pada semua parameter menunjukkan peningkatan dengan seiring bertambahnya dosis pupuk NPK, perlakuan M1 menunjukkan peningkatan dengan seiring bertambahnya dosis pupuk NPK terhadap semua parameter kecuali pada parameter muncul bunga, Perlakuan M2 pada semua parameter menunjukkan peningkatan dengan seiring bertambahnya dosis pupuk NPK.
ORGANOLEPTIK DAGING DADA ITIK MAGELANG DENGAN PERBEDAAN LAMA PERENDAMAN SARI BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Hidayah, Nur; Pramono, Pradipta B; Nur, Hidayah
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i2.6813

Abstract

This study aims to utilize of bilimbi fruit and know the length of soaking of the best bilimbi fruit in the organoleptic test properties of the chest of Magelang duck. The experimental design used in this study is a Complete Randomized Design with 4 treatments of differences in the length of soaking bilimbi fruit (0, 20, 40, 60 Minutes) and 5 replays with a concentration of 40%. The observation data was analyzed with ANOVA at a real level of 5%, then if there is different data between treatments, Duncan Multiple Range Test is conducted. The results showed that the difference in the duration of soaking bilimbi fruit juice for 20-60 minutes in Magelang duck breast meat had a significant effect on the change in the color of the meat from red (4.25) to slightly gray (2.54-3.11). The aroma changed from slightly fishy (3.11-3.35) at 0-20 minutes of soaking bilimbi fruit and close to not fishy (3.64-3.65) at 40-60 minutes of immersion. However, the difference in soaking time up to 60 minutes did not affect the taste (2.54-2.90 somewhat addic), texture (2.79-3.13 yaitu not tender near tender), and favorite (2.58-2.93 is a bit like). The duration of soaking starfruit in Magelang duck breast meat for up to 60 minutes was able to reduce the fishy aroma and change color, but did not affect the taste, texture, and preference
PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI BERUPA SABUN MANDI KOMBUCHA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) SEBAGAI ANTIFUNGI Candida albicans Ma’ruf, Aris; Safitri, Endang; Desmak Pertiwi, Fernanda; Ningtias, Retna Yulrosly; Trisnawati, Desi; Rezaldi, Firman; Kusumiyati, Kusumiyati; Andayaningsih, Poniyah
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i2.6920

Abstract

Telang flower kombucha besides playing an important role in the food sector as a probiotic drink, it has potential in the pharmaceutical (cosmetic) field, especially in the preparation of probiotic liquid bath soap in inhibiting the growth of Candida albicans which causes vaginal discharge in the female intimate organs. This study aims to make formulations and preparations of probiotic liquid bath soap with active ingredients from fermented kombucha telang flower solution at concentrations of 20%, 30%, and 40% in inhibiting the growth of Candida albicans. This research method is a laboratory experiment by making 4 preparations of probiotic liquid bath soap with active ingredients from fermented kombucha telang flower solution at concentrations of 20%, 30%, 40%, and soap base as a negative control and the use of biore soap available in the market as a positive control. Testing on the growth inhibition of Candida albicans using the disc diffusion method. Data analysis was carried out statistically using one-way ANOVA and further tests were carried out in the form of post hoc analysis. The conclusion in this study was that the concentration of 40% in the preparation of kombucha flower telang bath soap was the best concentration as antifungal Candida albicans with an average diameter of the resulting inhibition zone was 20.52 mm.