cover
Contact Name
Ahmad Subhan Yazid
Contact Email
aplikasiajournal@gmail.com
Phone
+6289512005330
Journal Mail Official
aplikasia@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto 55281 Yogyakarta Telp. 0274-550778, Fax. 0274-550776
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama is an online, open-access, peer-reviewed scientific journal that publishes original articles in the field of community service activities based on Islamic values. Aplikasia covers all disciplines including: - Dissemination of innovations, conceptual ideas, study and application of theory, and the development of community empowerment models; - Socio-economy and business, cultural and society, and educations based on Islamic values.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 24 No. 1 (2024):" : 9 Documents clear
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PRAKTIKUM PENGHANTAR PANAS BAGI ANAK-ANAK KOMUNITAS SATOE ATAP SEMARANG UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM Shofwan Bahar; Sugoro Bhakti Sutono; Akhmad Zidni Hudaya; Rianto Wibowo; M. Abdul Wahid
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3413

Abstract

The need for appropriate methods in linking theory with the real world of everyday life so that students can understand the material provided by educators. The method commonly used to relate everyday phenomena to existing theories and to increase students' understanding is practicum. From the results of the visit to the Satoe Atap community, during the lesson no one had brought material about physics, especially heat transfer. Based on this background, one solution to foster understanding, interest and creativity in the children of the Satoe Atap community in learning physics is through practicums using simple tools and materials. Learning natural sciences in the field of physics, especially heat-conducting materials at the Satoe Atap Community through a practical method which is divided into three posts (practice of expanding solid objects, practice of conducting heat in solid objects, and practice of conducting heat in liquid objects) has proven to be effective and its benefits can be seen by participants because they were able to increase their understanding of concepts related to the material provided. ====================================== Perlunya metode yang tepat dalam mengaitkan teori dengan dunia nyata sehari-hari dalam kehidupan agar peserta didik dapat memahami materi yang diberikan oleh pendidik. Metode yang biasa digunakan dalam mengaitkan fenomena sehari-hari yaitu dengan teori yang ada serta mampu meningkatkan pemahaman peserta didik adalah dengan praktikum. Dari hasil kunjungan ke komunitas Satoe Atap, bahwa selama pembelajaran belum ada yang pernah membawakan materi tentang fisika khususnya perpindahan panas. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka salah satu solusi untuk menumbuhkan pemahaman, minat, dan kreativitas diri anak-anak komunitas Satoe Atap dalam pembelajaran fisika yaitu melalui praktikum menggunakan alat dan bahan sederhana. Pembelajaran ilmu pengetahuan alam di bidang fisika khususnya materi penghantar panas pada Komunitas Satoe Atap melalui metode praktikum yang terbagi menjadi tiga pos (praktik pemuaian benda padat, praktik penghantar panas pada benda padat, dan praktik penghantar panas pada benda cair) terbukti efektif dan terlihat manfaatnya oleh peserta karena mampu meningkatkan pemahaman konsep terkait materi yang diberikan.
GERAKAN KOMUNITAS ALUE DEAH TEUNGOH (ADT) BANDA ACEH MENGUBAH SAMPAH SASET MENJADI KEMASAN BERHARGA Thamara Putriani Br Matanari; Welhendri Azwar; Muhamad Jamil
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3515

Abstract

This research aims to reveal good practices in sachet waste management in Alue Deah Teungoh Village, Meuraxa District, Banda Aceh City. Waste management there began with Banda Aceh City government program in collaboration with the Higashimatsushima City, Japan, related to the Community-Based Reconstruction Acceleration Program by creating a Village Garden program. To support this program, a new program was created, namely a WCP (Waste Collecting Point) based waste sorting program. Currently this program has shown positive results. This type of research is field research with a qualitative approach, using observation, interview and documentation data collection techniques. The findings show that waste management carried out in Alue Deah Teungoh Village focuses more on sachet waste. The research results show that the management of sachet waste has had many positive impacts felt by the commnity includingthe name of Alue Deah Tengoh Village has become known to many people because of the creative achievements made by the Alue Deah Teungoh community in managing waste. Sachet waste management can increase the economic income of the community, especially mothers who join the community. Then, the village environment becomes clean and the sachet waste that is recycled becomes a valuable item. ========================================= Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan praktik baik pengelolaan sampah saset di Desa Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Pengelolaan sampah yang ada di sana berawal dari adanya program pemerintah Kota Banda Aceh yang bekerjasama dengan pemerintah Kota Higashimatsushima Jepang, terkait Program Percepatan Rekonstruksi Berbasis Masyarakat dengan menciptakan program Village Garden. Untuk mendukung program tersebut maka dibuatlah program baru yaitu program pemilahan sampah berbasis WCP (Waste Collecting Point) saat ini program tersebut telah menunjukkan hasil yang positif. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan di Desa Alue Deah Teungoh lebih berfokus pada sampah saset. Hasil penelitian menunjukkan dari pengelolaan sampah saset ini banyak dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat antara lain nama Desa Alue Deah Tengoh jadi banyak dikenal orang karena prestasi kreatif yang dilakukan komunitas Alue Deah Teungoh dalam mengelola sampah. Pengelolaan sampah saset dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat terutama ibu-ibu yang bergabung di komunitas. Selanjutnya, lingkungan desa menjadi bersih dan sampah saset yang di daur ulang menjadi barang yang bernilai.
PEMBERDAYAAN ORANG MUDA KATOLIK PAROKI MUTING, KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE DALAM BIDANG PASTORAL-KATEKESE DENGAN MODEL SHARED CHRISTIAN PRAXIS Pranyoto, Yohanes Hendro
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3556

Abstract

The Catholic Youth (OMK) Empowerment Program in the pastoral-catechetical field, using the shared Christian Praxis (SCP) model, departs from the problem that young people are often used as pastoral objects of the church and not the subjects or pastoral actors themselves. We implemented this program as a workshop for four days using seminar methods, guided practice, simulation, evaluation, reflection, and follow-up. The target participants were 49 Catholic youths representing each station of the Muting Parish. The techniques for data collection are using questionnaires, observation, and documentation studies as portfolios of participants' work and also parish reports. The results: first, implementing SCP model catechesis training activities for OMK. Second, improving the quality of human resources (OMK) in terms of pastoral catechesis knowledge and skills, especially using the SCP model. Third, the formation of a work program and road map for parish-level catechesis themes for one year. The findings from this activity, especially the catechesis themes, which result from a social analysis by the activity participants, are very contextual and useful for the development of pastoral-catechetical programs in the parish. We hope the programs developed based on this theme mapping can answer the needs and problems of life of people in stations and parish. =========================================== Program pemberdayaan Orang Muda Katolik (OMK) dalam bidang pastoral-katekese dengan model shared christian praxis (SCP) ini berangkat dari permasalahan bahwa kaum muda sering kali dijadikan objek pastoral gereja dan bukan subjek atau pelaku pastoral itu sendiri. Program ini dilaksanakan dalam bentuk workshop selama 4 (empat) hari dengan metode seminar, praktik terbimbing, simulasi, evaluasi, refleksi dan tindak lanjut. Peserta sasaran adalah pengurus organisasi dan aktivis Orang Muda Katolik perwakilan dari setiap stasi berjumlah 49 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan  kuesioner, observasi dan studi dokumentasi berupa portofolio karya peserta dan juga laporan paroki. Hasil dari program ini adalah; pertama, terlaksananya kegiatan pelatihan katekese model SCP bagi OMK. Kedua, peningkatan kualitas SDM (OMK) dalam hal pengetahuan dan keterampilan pastoral katekese khususnya dengan model SCP. Ketiga, terbentuknya program kerja serta road map tema katekese tingkat paroki untuk satu tahun. Hasil temuan dari kegiatan ini khususnya tema-tema katekese yang merupakan buah-buah pemikiran dan analisis sosial oleh peserta kegiatan sangat kontekstual dan bermanfaat bagi pengembangan program-program pastoral-katekese di tingkat paroki maupun stasi. Program-program yang dikembangkan berdasarkan pemetaan tema ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan dan permasalahan hidup umat di stasi maupun paroki.
REDESAIN ALAT IRAT BAMBU BERBASIS ERGONOMI PADA PENGRAJIN ANYAMAN BAMBU DI DESA JEPANG KABUPATEN KUDUS Akh Sokhibi; Dina Tauhida; Christata, Bellachintya Reira; Vikha Indira Asri; Eko Darmanto
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3569

Abstract

Jepang Village, Mejobo District, Kudus Regency is a village dominated by bamboo weaving artisans. Bamboo weaving activities in Jepang villages are carried out every day as a livelihood using knife as a main tool. In their daily lives, people often complain about the use of knives as an irat tool often injuring their hands, being uncomfortable and inefficient use evidenced by the quite a long time needed in grinding bamboo. Therefore, this service aims to design ergonomics-based bamboo irat tools so that the woven craftsman community can be safe and comfortable in grinding bamboo. The stages in making ergonomics-based bamboo irat tools are taking anthropometric data, testing data adequacy and data diversity, percentile analysis, determining knife size, drawing knife designs, and making knives. In the community service in the Jepang Village, the customers in question are the bamboo weaving craftsmen in the village, and the product in question is a bamboo irat tool. The expected output of this activity is the creation of ergonomic bamboo weaving tools, so that craftsmen are able to carry out the process of making woven bamboo comfortably, safely, and get maximum output. ========================================== Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus merupakan satu desa yang didominasi oleh perajin anyaman bambu. Aktivitas menganyam bambu di Desa Jepang dilakukan setiap harinya sebagai mata pencaharian dengan alat utamanya adalah pisau. Dalam kesehariannya masyarakat sering mengeluhkan penggunaan pisau sebagai alat irat sering melukai tangan, tidak nyaman dan tidak efisien dibuktikan dengan waktu yang dibutuhkan dalam mengirat bambu menghabiskan waktu yang lama. Maka dari itu pengabdian ini bertujuan untuk merancang alat irat bambu berbasis ergonomi agar masyarakat perajin anyaman dapat aman dan nyaman dalam mengirat bambu. Tahapan dalam pembuatan alat irat bambu berbasis ergonomi adalah melakukan pengambilan data antropometri, pengujian kecukupan data dan kesragaman data, analisis persentil, menentukan ukuran pisau, menggambar desain pisau, dan membuat pisau. Pada pengabdian masyarakat di Desa Jepang, pelanggan yang dimaksud adalah para perajin anyaman bambu di desa tersebut, dan produk yang dimaksud adalah alat irat bambu. Kegiatan pengabdian ini telah menciptakan alat pengirat bambu yang ergonomis, agar para perajin mampu melakukan proses pembuatan anyaman bambu dengan nyaman, aman, dan mendapatkan output yang maksimal.
MONITORING KUALITAS AIR SECARA KOLABORATIF DI SUNGAI BOYONG, YOGYAKARTA Awaliyah, Dien Fitri; Uyun, Shofwatul; Sulistiyowati, Eka
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3573

Abstract

Biotilik is an uncomplicated method to monitor the stream quality and can be handled communally with the help of information technology. However, involving community in a monitoring, especially those based on applications, is a challenge that requires a comprehensive approach. Therefore, this research was conducted to measure how deep the community can be involved and the significancy of the community services. A collaborative approach has been done, starts with activity planning, mobile app developing, introducing the app to the community, until doing some collaborative regular monitoring activities through biomonitoring workshops. The communities involved in this study include KPLS, Waterforum Kalijogo, and the Entomology Study Group. The results show that mobile applications are successfully created and adopted by the community, although there are some community members who have difficulty accessing them, especially senior citizens. Biomonitoring workshops were conducted several times along with measurements of community knowledge and skills before and after the workshop. The result shows that the change in knowledge was not statistically significant because the public was already familiar with biomonitoring.  Changes in skills occurred in this study because the community conducted biomonitoring workshops for some time and was assisted by mobile applications. ======================================= Metode biotilik adalah metode pemantauan kualitas air yang sederhana dan dapat dilakukan secara komunal dengan bantuan teknologi informasi. Walaupun begitu, pelibatan masyarakat dalam pemantauan air secara komunal apalagi yang berbasis pemanfaatan aplikasi merupakan tantangan yang membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengukur seberapa besar masyarakat dapat terlibat dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan pemantauan kualitas sungai dan bagaimana dampak yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut. Pendekatan kolaboratif yang dimulai dengan perencanaan kegiatan, perancangan aplikasi mobile untuk membantu pemantauan kualias air, pengenalan aplikasi, sampai kepada kegiatan pemantauan secara berkala. Komunitas yang terlibat berasal dari Komunitas Pecinta Lingkungan dan Sungai (KPLS), Waterforum Kalijogo, dan Kelompok Studi Entomologi. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi mobile yang dibangun dapat diadopsi oleh masyarakat, meskipun ada beberapa yang kesulitan mengaksesnya terutama warga senior. Selanjutnya, workshop biomonitoring dilakukan beberapa kali bersamaan dengan pengukuran terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebelum dan sesudah workshop. Hasilnya, perubahan pengetahuan tidak signifikan secara statistik karena masyarakat sudah cukup mengenal biomonitoring.  Perubahan keterampilan terjadi di dalam penelitian ini karena masyarakat melakukan workshop biomonitoring dalam beberapa waktu dan dibantu dengan aplikasi mobile.
PELATIHAN DAUR ULANG KAIN BEKAS MENJADI KESET: UPAYA PENGEMBANGAN EKONOMI BERKELANJUTAN DI MASYARAKAT DUSUN JENGGLONG DESA TEGALWERU Anisah Ananta Ardani; Miftakhul Rohkmah; Shofil Fikri; Intan Putri Yuliana
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3578

Abstract

This study aims to explore the impact of training on recycling used fabrics into doormats as a sustainable economic development strategy in the community of Jengglong Hamlet, Tegalweru Village. Through a participatory approach, this research involved villagers in training on recycling skills and doormat making using used fabrics. Observation and interview methods and documentation analysis used to determine the training process to increase participants' knowledge and skills as well as the economic development of the local community. The results showed that the training successfully improved participants' knowledge and skills in recycling used fabrics into doormats. In addition, this recycling practice has a positive impact on the community's economy by increasing their income through the sale of recycled doormats. The active involvement of residents in the recycling process also has the potential to reduce the negative environmental impact due to textile waste. This research shows that training in recycling used fabrics into doormats can be an effective model in developing sustainable economies at the local community level. The implications of this research can make a positive contribution to sustainable economic development policies at local and regional levels. ======================================== Penelitian ini bertujuan untuk menggali dampak pelatihan daur ulang kain bekas menjadi keset sebagai strategi pengembangan ekonomi berkelanjutan di masyarakat Dusun Jengglong, Desa Tegalweru. Melalui pendekatan partisipatif, penelitian ini melibatkan penduduk desa dalam pelatihan keterampilan daur ulang dan pembuatan keset menggunakan kain bekas. Metode observasi dan wawancara serta analisis dokumentasi digunakan untuk menentukan proses pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta serta pengembangan ekonomi masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mendaur ulang kain bekas menjadi keset. Selain itu, praktik daur ulang ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dengan meningkatkan pendapatan mereka melalui penjualan keset daur ulang. Keterlibatan aktif warga dalam proses daur ulang juga berpotensi mengurangi dampak negatif lingkungan akibat limbah tekstil. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan daur ulang kain bekas menjadi keset dapat menjadi model yang efektif dalam mengembangkan ekonomi berkelanjutan di tingkat masyarakat setempat. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap kebijakan pembangunan ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal dan regional.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) PADA KELOMPOK PEMUDA DESA BANGGLE KABUPATEN LAMONGAN DALAM MENYIKAPI PERMASALAHAN LINGKUNGAN Moh. Yusuf Dawud; Badiatud Durroh; Joko Hadi Susilo; Fina Sulistiya Ningsih; Eko Wahyu Abriyandoko; deviana diah probowati
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3589

Abstract

The agricultural cultivation system in Banggle Village, Lamongan Regency, has several problems that are worrying the youth of the Danyang Youth Association of Banggle Village. Farmers in this village still rely heavily on the use of chemical fertilizers as protection and nutrition for their plants. The training program for making liquid organik fertilizer in Banggle village provides a long-term solution for farmers and a more productive soil life. Another problem that occurs is the management of household waste that has accumulated and been wasted in the village, which has the potential to be used as liquid organik fertilizer. The program implementation method is carried out by examining several existing problems, then holding joint discussions to find solutions to the problems faced, and then implementing them through training and outreach. The results of community service generally went well and were in accordance with the planned PKM objectives, namely managing household waste well and effectively and training partners to make liquid organik fertilizer from household waste. ===================================== Sistem budidaya pertanian di desa Banggle Kabupaten Lamongan terdapat beberapa permasalahan yang menjadi keresahan pemuda Paguyuban Danyang desa Banggle, petani di desa tersebut masih sangat mengandalkan penggunaan pupuk kimia sebagai proteksi dan nutrisi tanaman mereka. Program pelatihan pembuatan pupuk organik cair di desa Banggle memungkinkan menjadi solusi jangka Panjang bagi petani dan umur tanah yang lebih produktif.  Permasalahan lain yang terjadi adalah pengelolaan sampah rumah tangga yang menumpuk dan terbuang di desa tersebut cukup memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair. Metode pelaksanaan program dilakukan dengan mengkaji beberapa permasalahan yang ada, selanjutnya melakukan diskusi secara Bersama untuk mencari solusi permasalahan yang dihadapi kemudian diimplementasikan dengan pelatihan dan sosialisasikan. Hasil dari pengabdian masyarakat secara umum berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan PKM yang direncanakan yaitu mengelola sampah rumah tangga dengan baik dan efektif dan melatih mitra membuat pupuk organik cair berbahan dasar sampah rumah tangga.
KZ-PROFESI: DEVELOPMENT OF PROFESSION ZAKAT CALCULATING APPLICATION FEATURES AND SERVICES Hidayah, Eni Zulfa; Rozikin, Zainur; Agustiningsih, Maulida Dwi; Adnan, Fahrobby
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3616

Abstract

Indonesia has a huge potential for zakat, given that the majority of its population is Muslim. This potential comes from various types of zakat, such as zakat fitrah, zakat maal, professional zakat, and infaq and sadaqah. This research aims to develop professional zakat application features and services that can help people understand and calculate the amount of professional zakat. The research uses the 4D approach: Define, Design, Develop, and Disseminate. The user needs definition phase is carried out through a literature review. Before the application development, design is conducted using Use Case diagrams and Flow screen diagrams. The application is developed using Kodular and implemented on Android smartphones. Testing is performed using black box testing for functional and System Usability Scale (SUS) testing for non-functional requirements. The functional testing results show that the application's primary function successfully calculates professional zakat. The results of the non-functional testing using SUS indicate that the application is categorized as good. =============================================== Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar, mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam. Potensi ini berasal dari berbagai jenis zakat, seperti zakat fitrah, zakat maal, zakat profesi, serta infaq dan sedekah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan fitur dan layanan aplikasi zakat profesi yang dapat membantu masyarakat dalam memahami dan menghitung besaran zakat profesi. Penelitian menggunakan pendekatan 4D: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Tahap pendefinisian kebutuhan pengguna dilakukan dengan studi literatur. Sebelum pembuatan aplikasi, dilakukan desain menggunakan diagram Usecase dan Flowscreen. Pengembangan aplikasi menggunakan Kodular dan diimplementasikan pada smartphone Android. Pengujian dilakukan dengan menggunakan pengujian black box untuk kebutuhan fungsional dan pengujian System Usability Scale (SUS) untuk kebutuhan non fungsional. Hasil pengujian fungsional menunjukkan bahwa fungsi utama aplikasi telah berhasil menghitung zakat profesi. Hasil pengujian non fungsional menggunakan SUS menunjukkan bahwa aplikasi termasuk dalam kategori baik.
PENATAAN LAYOUT INTEGRATED FARMING KEBUN BUAH EDUWISATA BENDOSARI Faridah, Eulis Yulianti
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3907

Abstract

Bendosari orchard, which has been transformed into an edu-tourim orchard, is the result of a collaboration between the orchard manager and UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. To complement the educational program in the orchard, integrated farming is made which aims to create an efficient and environmentally friendly agricultural system, and can provide more economic and social benefits for the local community. The creation of a layout for integrated farming in this edu-tourism orchard applies a descriptive method with a sustainable design orientation. Some key aspects of the design include site analysis, precedent study, sustainable principles implementation study, concept, and design creation. The design that will be used as a reference for this development considers aspects of space, circulation aspects, aspects of vegetation and commodities, as well as facilities that accommodate integrated farming systems and edu-tourism aspect. In this integrated farming system, fish pond areas, sheep farms (sheep pens, sheep feed areas, fertilizer making areas, feeding areas as tourist facilities) and of course the existing plantation areas are also designed. There are many advantages and benefits that can be obtained from the implementation of this system, especially when combined with educational activities. ======================================== Kebun buah Bendosari yang bertansformasi menjadi kebun eduwisata adalah hasil dari kerjasama pengelola kebun dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Untuk melengkapi program edukasi dalam kebun, dilakukan pembuatan integrated farming yang bertujuan untuk menciptakan sistem pertanian yang efisien dan ramah lingkungan, serta dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih bagi masyarakat setempat. Pembuatan layout untuk integrated farming pada kebun buah eduwisata ini menerapkan metode deskriptif dengan berorientasi pada desain yang berkelanjutan. Beberapa aspek kunci dalam perancangan tersebut seperti analisis tapak, studi preseden, studi implementasi prinsip berkelanjutan, konsep, dan pembuatan desain. Desain yang akan digunakan sebagai acuan pembangunan ini mempertimbangkan aspek ruang, aspek sirkulasi, aspek vegetasi dan komoditasnya, serta fasilitas yang mengakomodir sistem integrated farming serta eduwisatanya. Pada sistem integrated farming ini juga didesain area kolam ikan, peternakan domba (kandang domba, area pakan domba, area pembuatan pupuk, area feeding sebagai sarana wisata) dan tentu saja area perkebunan yang memang sudah ada. Banyak keuntungan dan manfaat yang bisa didapatkan dari penerapan sistem ini, terlebih lagi jika dipadukan dengan kegiatan eduwisata.

Page 1 of 1 | Total Record : 9