cover
Contact Name
Arie Widodo
Contact Email
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Jl. Mangkurejo, Ds. Kwangsan, Sedati - Sidoarjo
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 23389184     EISSN : 26224283     DOI : 10.31800
Core Subject : Education,
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on 5 areas of educational technology as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least one peer-reviewers. Jurnal Kwangsan is published online and printed twice in a year. July and December. The scope of Jurnal is innovative works on Learning System Design, the development, implementation, assessment, management, research papers, and case studies of educational technology, which are effective in giving positive contributions to schools and educational institutions
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
KOLABORASI ANTARA ORANG TUA DAN GURU DALAM MENUMBUHKAN LITERASI MEMBACA MELALUI PROGRAM MAJALAH DINDING S D NEGERI 1 CELEP Fariz Rafdan Bimantara; Nur Amalia
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p328--341

Abstract

Parents and teachers find it very difficult to foster a culture of reading literacy in students. Reading books is very important. Low reading interest in students can result in decreased learning outcomes. Therefore, collaboration between parents and teachers is very important in increasing students' interest in reading through wall magazines. This study aims to describe the collaboration between parents and teachers in fostering reading literacy through the wall magazine program. The type of research used is qualitative research with a phenomenological research design. Data collection techniques used were observation and interviews, and data validity was carried out by source and technique triangulation. Based on the results of research at SD Negeri 1 Celep, it was found that low interest in reading was caused by the influence of gadgets and the absence of parental guidance. One of the efforts made by parents and teachers to increase students' interest in reading is through the wall magazine program. In addition to providing motivation for the importance of reading, there is guidance from parents, making books available in the library, making a literacy tree and making a study schedule. AbstrakOrang tua dan guru sangat kesulitan dalam menumbuhkan budaya literasi membaca pada peserta didik. Membaca buku sangatlah penting. Minat membaca rendah pada peserta didik dapat mengakibatkan hasil belajar turun. Oleh karena itu, kolaborasi antara orang tua dan guru sangat penting dalam meningkatkan minat membaca pada peserta didik yaitu melalui majalah dinding. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait kolaborasi antara orang tua dan guru dalam menumbuhkan literasi membaca melalui program majalah dinding. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara, serta validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan hasil penelitian di SD Negeri 1 Celep memperoleh hasil bahwa minat membaca rendah diakibatkan oleh pengaruh gadget dan tidak adanya bimbingan orang tua. Upaya yang dilakukan orang tua dan guru untuk meningkatkan minat membaca peserta didik adalah salah satunya melalui program majalah dinding. Selain itu memberikan motivasi akan pentingnya membaca, adanya bimbingan dari orang tua, membuat buku hadir perpustakaan, membuat pohon literasi dan membuat jadwal belajar.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI PEMBUATAN CELANA ANAK Dian Retnasari; Chytra Mahanani; Laila Nurul Himmah
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p509--523

Abstract

The learning process requires learning media in an effort to increase student motivation and competence. In children's fashion learning, the basic competence of making pants is considered quite difficult by students; this is shown by the results of unsatisfactory student competence and low learning motivation. So it is important to develop interactive multimedia to help students learn. This research aims to develop learning media and test their feasibility. The development method used is 4D, namely define, design, develop, and disseminate. The results of the feasibility assessment of learning media based on the opinions of material experts received a percentage of 89% and were included in the "Very Feasible" category. And the assessment results based on student opinions obtained a percentage of 87%, which means that multimedia can help students understand children's material. Thus, it can be concluded that the media can be used to improve student competence in making children's pants. AbstrakProses pembelajaran membutuhkan media pembelajaran sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi belajar dan kompetensi mahasiswa. Pada pembelajaran busana anak, kompetensi dasar pembuatan celana dianggap cukup sulit oleh mahasiswa, hal ini ditunjukkan dari hasil kompetensi mahasiswa yang kurang memuaskan dan motivasi belajar yang rendah. Sehingga penting dikembangkan multimedia interaktif yang dapat membantu mahasiswa untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dan menguji kelayakannya. Metode pengembangan yang digunakan adalah 4D yaitu define, design, develop, disseminate. Hasil penilaian kelayakan media pembelajaran berdasarkan pendapat ahli media memperoleh prosentase sebesar 96% dan termasuk dalam kategori “Sangat layak”. Hasil penilaian kelayakan media pembelajaran berdasarkan pendapat ahli materi mendapat prosentase sebesar 89% dan termasuk dalam kategori “Sangat layak”. Dan hasil penilaian berdasarkan pendapat mahasiswa memperoleh prosentase sebesar 87% yang artinya multimedia dapat membantu siswa memahami materi celana anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam materi pembuatan celana anak.
PENDIDIKAN POLITIK MELALUI PENGUATAN LITERASI DIGITAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Erna Yuliandari; Moh. Muchtarom; Pipit Widiatmaka
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p186--205

Abstract

In the 2019 general election, many students were disqualified and took a stand of apathy towards the interests of the nation and the state, because they got information from social media whose existence could not be accounted for so it was very necessary to carry out political education through civic education by utilizing digital literacy. This research aims to find out 1) the importance of political education for students through civic education courses, 2) political education strategies through digital literacy in the learning process, and 3) obstacles to political education through digital literacy in the learning process. This research uses a qualitative approach with a descriptive research method. The data collection technique uses interviews, observations, and document studies, and the data analysis used is interactive. The results showed that the civic education course is very effectively used as a vehicle for political education for students, considering that the content of the material is related to the rights and obligations of citizens, the state of law, democracy, and so on. A lecturer's strategy in providing political education through digital literacy is that lecturers present material related to political education by utilizing digital technology, using varied learning methods, utilizing political issues that are currently hot to be discussed and analyzed, providing space for students to discuss, utilizing social media as a learning medium, and providing motivation and inspiration. The obstacles experienced in the political education process are that some students still use their mobile phones to play games, limited time in the learning process, limited student knowledge related to the technology used, and lack of focus when the learning process is carried out online. AbstrakPemilihan umum tahun 2019 banyak mahasiswa yang golongan putih dan mengambil sikap apatis terhadap kepentingan bangsa dan negara, karena mendapatkan informasi dari media sosial yang keberannya belum bisa dipertanggungjawabkan sehingga sangat perlu dilakukan pendidikan politik melalui pendidikan kewarganegaraan dengan memanfaatkan literasi digital. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui 1) pentingnya pendidikan politik bagi mahasiswa melalui mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, 2) strategi pendidikan politik melalui literasi digital dalam proses pembelajaran, dan 3) kendala pendidikan politik melalui literasi digital dalam proses pemebelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode peneltian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen serta analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif. Pendidikan kewarganegaraan sangat penting dan efektif digunakan sebagai wahana pendidikan politik bagi mahasiswa, mengingat muatan materinya berkaitan dengan hak dan kewajiban warga negara, negara hukum, demokrasi dan lain sebagainya. Strategi seorang dosen dalam memberikan pendidikan politik melalui literasi digital yaitu dosen mempresentasikan materi terkait pendidikan politik dengan memanfaatkan media digital, menggunakan metode pembelajaran yang bervariatif, memanfaatkan isu-isu politik yang sedang hangat untuk didiskusikan dan dianalaisis, memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berdiskusi, memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran, dan memberi motivasi dan inspirasi. Kendala yang dialami dalam proses pendidikan politik yaitu masih ada beberapa mahasiswa yang memanfaatkan ponselnya untuk bermain game, keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran, keterbatan pengetahuan mahasiswa terkait teknologi yang digunaka, dan kurang fokus ketika proses pembelajaran dilakukan secara daring.
KAMPUS MERDEKA (INDEPENDENT CAMPUS) POLICY IN INDONESIA: A BRIEF OVERVIEW Eristian Wibisono; Etik Umiyati
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p255--278

Abstract

Implementing the Kampus Merdeka (Independent Campus) policy for higher education in Indonesia opens new perspectives on the transformation of higher education. This strategic approach aims to improve institutions' quality flexibly and wants to place students in a central position in the university by involving students in the real-world activities through various field projects. Nevertheless, few doubts arise on how this policy program is implemented, including its sustainability. Through evidence-based critical review, this article aims to review the implementation of the Kampus Merdeka policy and some of the challenges that may arise. We identify three main challenges, including decision-making authority, external collaboration, and benchmarks of success which then lead to conclusions and recommendations regarding the skills of higher education institutions in carrying out external collaboration and tools to measure the success of field projects.AbstrakPenerapan kebijakan Kampus Merdeka pada pendidikan tinggi di Indonesia membuka perspektif baru dalam transformasi pendidikan tinggi. Pendekatan strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas institusi secara fleksibel dan menempatkan mahasiswa pada posisi sentral di perguruan tinggi dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan di dunia nyata melalui berbagai proyek lapangan. Namun demikian, beberapa keraguan muncul tentang bagaimana program kebijakan ini diimplementasikan, termasuk keberlanjutannya. Dengan pendekatan tinjauan literatur berbasis bukti, artikel ini mengulas implementasi kebijakan Kampus Merdeka dan beberapa tantangan yang mungkin muncul. Kami mengidentifikasi tiga tantangan utama, antara lain kewenangan pengambilan keputusan, kolaborasi eksternal, dan tolok ukur keberhasilan. Ketiganya mengarah pada kesimpulan dan rekomendasi mengenai keterampilan institusi pendidikan tinggi dalam melakukan kolaborasi eksternal beserta instrumen untuk mengukur keberhasilan proyek-proyek di lapangan.
KUALITAS PEMBELAJARAN JARAK JAUH: IMPLEMENTASI PEMANFAATAN MEDIA RADIO Anna Nurhayati; Rohmadi Rohmadi
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p342--362

Abstract

This article is the result of research that aims to determine the use of radio media during distance learning on the quality of learning in Muhammadiyah Sapen Yogyakarta Elementary School. This type of case study research uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques used primary and secondary data by means of structured interviews and passive observation. Data analysis begins by summarizing the main points from interviews, documents and observations. The summary of selected data is narrated and compiled into a conclusion. The results showed that the process of providing Sapen Radio was technically divided into two, namely the provision of studio facilities and broadcast programs. The learning approach is student-centered, where learning is carried out directly interactively and combines media and modules developed by the teacher. The implementation of radio media at Muhammadiyah Sapen Elementary School is an alternative that has a positive impact in maintaining the quality of distance learning during the pandemic. This can be seen in terms of teachers in making lesson plans, preparing materials, using other supporting media, learning climate and student activities during learning using school radioAbstrakPembelajaran jarak jauh merupakan metode pengajaran berbasis telekomunikasi interaktif yang menghubungkan antara guru dan peserta didik pada lokasi yang berbeda. Metode ini memudahkan komunikasi serta pemberian materi belajar. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan mengetahui pemanfaatan media radio guna pembelajaran jarak jauh terhadap kualitas pembelajaran di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta. Jenis penelitian studi kasus menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder dengan cara wawancara terstruktur dan observasi pasif. Analisis data dimulai dengan merangkum hal-hal pokok dari salianan wawancara, dokumen dan catatan pengamatan. Rangkuman data terpilih dinarasikan dan disusun menjadi sebuah kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyediaan media radio Sapen Radio secara teknis dibagi menjadi dua yaitu penyediaan sarana studio dan program siaran. Guru memanfaatkan sarana media radio dengan mengedepankan pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa, dimana pembelajaran dilakukan secara live interaktif serta menggabungkan antara media audio dan media cetak dengan bantuan buku paket dan modul yang dikembangkan oleh guru. Implementasi media radio di SD Muhammadiyah Sapen menjadi alternatif yang berdampak positif dalam mempertahankan kualitas pembelajaran jarak jauh selama pandemi. Hal ini terlihat dalam hal guru dalam membuat rancangan pembelajaran, penyiapan materi, penggunaan media pendukung lain, iklim pembelajaran serta aktivitas peserta didik selama mengikuti pembelajaran menggunakan radio sekolah.
TREN KEPEMILIKAN GAWAI SISWA SEKOLAH DASAR DI PULAU JAWA: TINJAUAN HASIL SURVEY Indra Suhendra; Tatat Hartati; Rahman Rahman; Lina Marlina Nur Rizkiya
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p115--126

Abstract

This study aims to investigate the trends of smartphone ownership among primary school students in Java Island. The research method used was a survey using a questionnaire as a data collection instrument. The research respondents were students from grades 1 to 6 in several schools on Java Island. The survey results showed that smartphone ownership among primary school students varied depending on their grade level. Most students in grades 1 and 2 used smartphones owned by their parents, while in grades 3 to 6, the percentage of students who owned personal smartphones increased. It was found that approximately 8.7% of grade 1 students owned personal smartphones, while in grade 6, as many as 82% owned personal smartphones. These findings indicate that the ownership of smartphones among primary school students in Java Island is increasing as students progress to higher grade levels. This may be due to changes in students' needs and interests in using technology and peer influence. Although most students still use smartphones owned by their parents, the percentage of students who own personal smartphones increases in higher grades. The results of this study can serve as a reference for those who want to develop policies or programs related to smartphone usage among primary school students. In this case, schools or parents can consider the importance of education and supervision in using smartphones for students, especially those who already have personal smartphones.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tren kepemilikan gawai, khususnya smartphone, di kalangan siswa Sekolah Dasar di Pulau Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Responden penelitian adalah siswa kelas 1 hingga 6 dari beberapa sekolah di Pulau Jawa. Hasil survei menunjukkan bahwa kepemilikan gawai di kalangan siswa SD bervariasi tergantung pada kelas mereka. Mayoritas siswa kelas 1 dan 2 menggunakan smartphone milik orang tua, sedangkan pada kelas 3 hingga 6, persentase siswa yang memiliki smartphone pribadi semakin meningkat. Ditemukan bahwa sekitar 8,7% siswa kelas 1 memiliki smartphone pribadi, sedangkan pada kelas 6, sebanyak 82% siswa memiliki smartphone pribadi. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemilikan smartphone di kalangan siswa SD di Pulau Jawa semakin tinggi seiring dengan kenaikan kelas siswa. Hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan kebutuhan dan minat siswa dalam menggunakan teknologi, serta pengaruh dari teman sebaya. Meskipun mayoritas siswa masih menggunakan smartphone milik orang tua, persentase siswa yang memiliki smartphone pribadi semakin tinggi pada kelas yang lebih tinggi. Dalam hal ini, pihak sekolah atau orang tua dapat mempertimbangkan pentingnya pendidikan dan pengawasan dalam penggunaan smartphone bagi siswa, terutama mereka yang sudah memiliki smartphone pribadi.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL MELALUI MATA KULIAH UMUM PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK MENGANTISIPASI BERKEMBANGNYA BERITA HOAX Anis Suryaningsih; Yayuk Hidayah; Wachid Pratomo
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p403--417

Abstract

Students are easily influenced by hoax news, so many students are easily provoked and become victims of hoax news (fraud). This study aims to determine the role of Pancasila education courses in improving digital literacy and Pancasila course strategies in anticipating the development of hoax news on social media. The research approach used in this study is qualitative and uses literature-based research methods. The data collection technique used is document study, and the data analysis used in this study is content analysis. The results showed that Pancasila Education plays a role in strengthening digital literacy by maximizing the competence of lecturers who teach Pancasila Education courses (professional, pedagogic, personality, and social). An effective strategy for strengthening digital literacy by building knowledge, skills, and character based on Pancasila This is done by utilizing digital technology and being encouraged to actively access information from digital technology, which then analyzes the information wisely. In addition, it is not easy to be provoked by fake news, which indirectly maintains the existence of Pancasila as the ideology of the Indonesian nation. Through this strategy, students can become good and smart digital citizens. AbstrakMahasiswa merupakan salah satu kalangan yang mudah terpengaruh dengan berita hoax, sehingga banyak mahasiswa yang mudah terprovokasi dan menjadi korban berita hoax (penipuan). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran mata kuliah pendidikan Pancasila dalam meningkatkan literasi digital dan strategi mata kuliah Pancasila dalam mengantisipasi berkembangnya berita hoax di media sosial. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendidikan Pancasila dalam penguatan literasi digital dengan memaksimalkan pemanfaatan kompetensi dosen yang mengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila (profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial). Strategi yang efektif dalam penguatan literasi digital dengan membangun pengetahuan, keterampilan dan karakter berdasarkan Pancasila. Hal tersebut dilakukan dengan cara memanfaatkan teknologi digital dan didorong untuk aktif mengakses informasi dari teknologi digital yang kemudian menganalisis informasi tersebut dengan bijak. Selain itu, dengan tidak mudahnya terprovokasi dengan berita bohong pada dasarnya secara tidak langsung dapat menjaga eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Melalui strategi tersebut mahasiswa dapat menjadi warga digital yang baik dan cerdas.
THE INFLUENCE OF TEACHER PERCEPTIONS OF THE NATIONAL ASSESSMENT AND UTILIZATION OF INSTRUCTIONAL MEDIA ON THE QUALITY OF HIGH SCHOOL LEARNING Arfianto Wisnugroho; Haryanto Haryanto
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p47--65

Abstract

Changes to the assessment system with the abolition of the UN (National Examination) and the implementation of the AN (National Assessment) elicited mixed reactions from teachers. AN is not a determinant of graduation but a school quality assessment program. It is necessary to study teachers' perceptions of AN and how these perceptions influence teachers' use of supportive learning media in improving the quality of learning. This study aims to determine the effect of teachers' perceptions of AN and instructional media on the quality of learning in senior high schools in South Aceh District. Quantitative research with a survey research design was carried out using a questionnaire sheet as a research instrument. Data analysis used inferential statistics, namely, linear regression and descriptive statistics, namely, the ideal assessment category. The results show that there is a significant influence between teachers' perceptions of AN and the use of instructional media on the quality of learning. Abstrak.Perubahan sistem asesmen dengan penghapusan UN (Ujian Nasional) dan penerapan AN (Asesmen Nasional) menimbulkan reaksi yang beragam dari kalangan guru. AN bukanlah penentu kelulusan namun program penilaian mutu sekolah. Kajian tentang persepsi guru terhadap AN dan bagaimana persepsi tersebut memengaruhi guru memanfaatkan media pembelajaran yang mendukung dalam peningkatan kualitas pembelajaran perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi guru terhadap AN dan pemanfaatan media pembelajaran terhadap kualitas pembelajaran SMA di Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei dilakukan dengan menggunakan lembar angket sebagai instrumen penelitian. Analisis data menggunakan statistik inferensial yaitu regresi linear dan statistik deskriptif yaitu kategori penilaian ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi guru terhadap AN dan pemanfaatan media pembelajaran terhadap kualitas pembelajaran. 
LITERATURE REVIEW: PEMBELAJARAN DISCOVERY INQUIRY BERBASIS TIK Bramastia Bramastia; Ida Trisnawati
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p486--496

Abstract

In the era of globalization, education has an important role for a nation and state in the face of advances in science and technology. One effort that can be done is to integrate information and communication technology-based learning. This study aims to determine the improvement of learning outcomes by applying the ICT-Based Discovery Inquiry learning model. The research method used is a qualitative description method by collecting literature study data, reading and recording research materials. The type of data used is secondary data in the form of research articles from previous studies. The data obtained were compiled, analyzed, and opened so as to obtain conclusions about ICT-Based Discovery Inquiry learning. Based on the results of the literature study that has been done, it can be said that student learning outcomes treated with ICT-based discovery inquiry learning models have a significant effect on student learning outcomes. Empirical data show that an increase in student activity has a significant effect on learning outcomes which include mastery of concepts, affective, and psychomotor.AbstrakDi era globalisasi pendidikan memiliki peran penting bagi suatu bangsa dan negara dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan pembelajaran yang berbasis teknologi infomasi dan komunikasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Inquiry Berbasis TIK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif dengan mengumpulkan data studi pustaka, membaca dan mencatat bahan penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa artikel lmiah dari penelitian-penelitian sebelumya. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai pembelajaran Discovery Inquiry Berbasis TIK. Berdasarkan hasil penelitian study literature yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran discovery inquiry berbasis TIK berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa atau mahasiswa. Data empirik menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas siswa atau mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar yang meliputi penguasaan konsep, afektif, dan psikomotor.
E-MODUL BERBASIS ANDROID “KITKAT VERSI 4.4” UNTUK MEMFASILITASI ASYNCHRONOUS LEARNING MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DI TERNATE Teguh Wibowo; Ageng Triyono; Rusmin R. M. Saleh; Rusdyi Habsyi; Riawan Yudi Purwoko
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p147--164

Abstract

Learning in asynchronous learning in introductory basic mathematics courses in Ternate is hampered by unstable internet conditions. These conditions require the existence of electronic teaching materials that can be accessed when conditions without the internet. So this study aims to develop electronic teaching materials in the form of e-modules that meet valid and practical criteria as an alternative solution to the constraints experienced during the asynchronous learning process in introductory basic mathematics courses. This goal will be achieved through the Research and Development (R&D) method which is carried out following the stages of the ADDIE model. The research subjects involved consisted of 1 instrument expert, 2 material experts, 2 learning technology experts, 1 IT expert, and 11 Mathematics Education students at STKIP Kie Raha-Ternate. Research data were collected using instruments in the form of material validation sheets, media validation sheets, and practicality response questionnaires. The data obtained was analyzed for its validity from the material aspect, media aspect, and practicality aspect. Based on the results of data analysis, it can be shown that the developed e-module has met the valid criteria from the media aspect and the material aspect. In addition, e-modules are also practical when implemented using the asynchronous learning method. So it can be concluded that the research conducted has achieved the stated objectives.AbstrakPembelajaran pada mata kuliah pengantar dasar matematika secara asynchronous learning di Ternate terhambat oleh kondisi internet yang tidak stabil. Kondisi tersebut menuntut adanya bahan ajar elektronik yang dapat diakses ketika kondisi tanpa internet. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar elektronik berupa e-modul yang memenuhi kriteria valid dan praktis sebagai alternatif solusi terhadap kendala yang dialami selama proses asynchronous learning pada mata kuliah pengantar dasar matematika. Tujuan tersebut akan dicapai melalui metode Research and Development (R&D) yang dikerjakan mengikuti tahapan model ADDIE. Subjek penelitian yang terlibat terdiri dari 1 orang ahli instrumen, 2 orang ahli materi, 2 orang ahli teknologi pembelajaran, 1 orang ahli IT, dan 11 mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP Kie Raha-Ternate. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen berupa lembar validasi materi, lembar validasi media, dan angket respon kepraktisan. Data yang diperoleh dianalisis validitasnya dari aspek materi, aspek media, dan aspek kepraktisan. Berdasarkan hasil analisis data dapat ditunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dari aspek media dan aspek materi. Selain itu e-modul juga praktis jika diterapkan menggunakan metode asyncrhonous learning. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan telah mencapai tujuan yang ditetapkan.