cover
Contact Name
Arie Widodo
Contact Email
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Jl. Mangkurejo, Ds. Kwangsan, Sedati - Sidoarjo
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 23389184     EISSN : 26224283     DOI : 10.31800
Core Subject : Education,
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on 5 areas of educational technology as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least one peer-reviewers. Jurnal Kwangsan is published online and printed twice in a year. July and December. The scope of Jurnal is innovative works on Learning System Design, the development, implementation, assessment, management, research papers, and case studies of educational technology, which are effective in giving positive contributions to schools and educational institutions
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
PENGGUNAAN VIRTUAL LABORATORY DITINJAU BERDASARKAN SELF DIRECTED LEARNING PADA CALON GURU SEKOLAH DASAR Dwi Yuniasih Saputri; Sajidan Sajidan; Agus Efendi; Wiranto Wiranto
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p1--20

Abstract

The purpose of this study is to analyze the use of a virtual laboratory in terms of self-directed learning in elementary school teacher candidates. The research method used in this research is descriptive research. The subjects of this study were 35 students. Data is collected using a questionnaire. The data analysis technique used in this research is qualitative analysis consisting of data collection, data reduction, data presentation, and concluding. The results of this study indicate that the perceptions of prospective elementary school teachers towards virtual laboratory have fulfilled aspects of self-awareness or initiative by 84.20%, independent learning strategies by 78.66%, independent learning activities by 79.22%, evaluation by 81 .54%, and motivating intrapersonal abilities by 89%. The use of a virtual laboratory is recommended for other materials that can involve virtual practicum activities.Abstrak.Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis penggunaan virtual laboratory ditinjau berdasarkan self directed learning pada calon guru sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu 35 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi calon guru sekolah dasar terhadap virtual laboratory telah memenuhi aspek kesadaran atau inisiatif diri sendiri sebesar 84,20%, strategi belajar mandiri sebesar 78,66%, kegiatan-kegiatan belajar mandiri sebesar 79,22%, evaluasi sebesar 81,54%, dan memotivasi kemampuan intrapersonal sebesar 89%. Penggunaan virtual laboratory direkomendasikan untuk materi lain yang dapat melibatkan kegiatan praktikum secara maya.
LEARNING MANAGEMENT IN THE COVID-19 PANDEMIC BASED ON BLENDED LEARNING ON EDUCATION MANAGEMENT STUDENTS UNIVERSITY OF CENDERAWASIH JAYAPURA Tanta Tanta; Martza Merry Swastikasari
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p165--185

Abstract

Pembelajaran Berbasis Blended Learning (PBBL) as a technology-based learning model, has been widely used by most educational institutions in maximizing learning systems. However, unlike the case with Cenderawasih University in Jayapura city, PBBL is still considered new, because the infrastructure systems are not optimal. Based on the preliminary studies that have been carried out, there are indications of student discomfort in carrying out PBBL. The purpose of this study was to find out how the implementation of PBBL management during the Covid-19 pandemic and provide recommendations for good and appropriate PBBL models, so that in the future this model can be applied to the learning system at Cenderawasih University in order to improve the quality of learning. The research subjects were students of the Bachelor of Education Management study program at Cenderawasih University, Jayapura using a qualitative approach with data collection techniques in the form of triangulation which was a combination of interviews with 3 teachers/lecturers as research subjects, observations on the media and lecture facilities and documentation in the form of learning outcomes. As a result of the research, the Education Management Undergraduate Study Program has not implemented PBBL management properly and appropriately, so the authors provide recommendations for a PBBL management model based on previous studies and several literature books related to Blended Learning, which are adapted to the implementation of the system. learning at Cenderawasih University.AbstrakPembelajaran Berbasis Blended Learning (PBBL) sebagai model pembelajaran yang berbasis teknologi, telah banyak digunakan oleh sebagian besar institusi pendidikan dalam memaksimalkan sistem pembelajaran. Namun berbeda halnya dengan Universitas Cenderawasih di kota Jayapura, PBBL masih dianggap baru, dikarenakan sistem sarana prasarana yang belum maksimal. Berdasarkan pada studi pendahuluan yang telah dilakukan, terdapat indikasi ketidaknyamanan mahasiswa dalam menjalankan PBBL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen PBBL di masa pandemi Covid-19 dan memberikan rekomendasi model PBBL yang baik dan sesuai, sehingga kedepannya model ini dapat diaplikasikan pada sistem pembelajaran di Universitas Cenderawasih dalam rangka peningkatan kualitas belajar. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi S1 Manajemen Pendidikan Universitas Cenderawasih Jayapura dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa triangulasi yang merupakan gabungan dari wawancara kepada 3 orang pengajar/dosen sebagai subjek penelitian, observasi pada media dan fasilitas perkuliahan dan dokumentasi berupa nilai hasil belajar. Sebagai hasil penelitian, Program Studi S1 Manajemen Pendidikan belum menerapkan manajemen PBBL dengan baik dan sesuai, sehingga penulis memberikan rekomendasi model manajemen PBBL yang didasarkan pada penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan beberapa buku literature yang terkait dengan Blended Learning, dimana disesuaikan dengan penerapan sistem pembelajaran di Universitas Cenderawasih.
TEACHER PROFESSIONAL LEARNING IN THE PERSPECTIVE OF EDUCATIONAL TECHNOLOGY Wawan Krismanto
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p21--46

Abstract

Teachers' increasingly massive and diverse use of gadgets allows their facility to be directed at teacher learning activities to improve their competence and professionalism. This research explores the professional learning of technology-based teachers from the perspective of learning technology. Apart from the fact that publication on this topic is still limited, this study is also essential as a foundation, framework, or conceptual framework for technology-based teacher professional development research. To achieve the objectives of this research, a qualitative approach through the method of literature study or library research is a research method that is considered relevant. Literature data is collected through books, literature, notes, and relevant previous research reports. The research procedure is reading, taking notes, or recording, then inventorying and processing it into research data. The research results concluded that teacher professional development shifted into professional learning. The process is conditioned and built actively, self-regulated, sustainable, and based on social and contextual processes according to the teacher's problems and needs. The learning technology perspective views that professional teacher learning not only focuses on the results of learning activities but also on processes and resources that are created, managed, and utilized optimally to facilitate various teacher learning activities through different modes or technological devices. Technology provides an opportunity to make teachers' professional learning more inclusive and sustainable. This opens up broad opportunities for future studies on technology-based teacher professional learning in the area or domain of educational technology or instructional technology.Abstrak.Penggunaan gadget yang semakin masif dan beragam oleh guru memungkinkan fasilitasnya diarahkan untuk kegiatan pembelajaran guru dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pembelajaran profesional guru berbasis teknologi dari perspektif teknologi pembelajaran. Selain karena publikasi tentang topik ini masih terbatas, penelitian ini juga penting sebagai landasan, kerangka, atau kerangka konseptual untuk penelitian pengembangan keprofesian guru berbasis teknologi. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur atau studi kepustakaan merupakan metode penelitian yang dianggap relevan. Data pustaka dikumpulkan melalui buku, literatur, catatan, dan laporan penelitian sebelumnya yang relevan. Prosedur penelitiannya adalah membaca, mencatat, atau mencatat, kemudian menginventarisasi dan mengolahnya menjadi data penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan keprofesian guru bergeser menjadi pembelajaran profesional. Proses tersebut dikondisikan dan dibangun secara aktif, mandiri, berkesinambungan, dan berdasarkan proses sosial dan kontekstual sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan guru. Perspektif teknologi pembelajaran memandang bahwa pembelajaran guru profesional tidak hanya terfokus pada hasil kegiatan pembelajaran tetapi juga pada proses dan sumber daya yang diciptakan, dikelola, dan dimanfaatkan secara optimal untuk memfasilitasi berbagai kegiatan belajar guru melalui berbagai moda atau perangkat teknologi. Teknologi memberikan kesempatan untuk menjadikan pembelajaran profesional guru lebih inklusif dan berkelanjutan. Ini membuka peluang luas untuk studi masa depan tentang pembelajaran profesional guru berbasis teknologi pada bidang atau domain teknologi pendidikan atau teknologi instruksional.
MULTIMEDIA GLADHEN AKSARA JAWA UNTUK SISWA KELAS V SD Haprilia Cahyaningsih; Supartinah Supartinah
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p383--402

Abstract

The low score of the Javanese script deserves more attention, not only as a characteristic of Javanese culture, but as part of the identity of the Javanese people. The low score is caused by the low interest of students in learning Javanese script and the absence of media used during learning Javanese script. To overcome these problems it is necessary to develop media that is easily accessible to students, one of which is multimedia. The purpose of this study was to produce a decent, practical, and effective Javanese script gladhen multimedia for teaching Javanese script reading and writing skills for grade V SD. The development research refers to the 5 steps of ADDIE development. Collecting data through interviews, observation, questionnaires, and tests of skills in reading and writing Javanese script. Data analysis was performed using qualitative and quantitative data analysis. The effectiveness of the Javanese script gladhen multimedia for learning Javanese script reading and writing skills was analyzed by means of the n-gain score, t-test, and Manova test with a significance level of 0.05. The results of the study stated that the Javanese script gladhen multimedia was feasible, practical, and effective for learning Javanese script reading and writing skills. AbstrakRendahnya nilai aksara Jawa sudah sepatutnya mendapatkan perhatian yang lebih, bukan hanya sebagai karakteristik budaya Jawa, tetapi sebagai bagian dari identitas masyarakat Jawa. Rendahnya nilai tersebut disebabkan oleh rendahnya minat siswa dalam mempelajari aksara Jawa dan belum adanya media yang digunakan selama pembelajaran aksara Jawa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dikembangkan media yang mudah diakses oleh siswa, salah satunya adalah multimedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan multimedia gladhen aksara Jawa yang layak, praktis, dan efektif untuk pembelajaran keterampilan membaca dan menulis aksara Jawa kelas V SD. Penelitian pengembangan mengacu pada 5 langkah pengembangan ADDIE. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, angket, dan tes keterampilan membaca dan menulis aksara Jawa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Keefektifan multimedia gladhen aksara Jawa untuk pembelajaran keterampilan membaca dan menulis aksara Jawa dianalisis dengan skor n-gain, uji-t, dan uji Manova dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menyatakan bahwa multimedia gladhen aksara Jawa layak, praktis, dan efektif untuk pembelajaran keterampilan membaca dan menulis aksara Jawa. 
PEMANFAATAN SYAIR GULUNG DAN WORDWALL PADA PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BERBASIS PELAJAR PANCASILA PADA SEKOLAH PENGGERAK Syahroni Syahroni; Andayani Andayani; Raheni Suhita
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p127--146

Abstract

Writing competencies demand mastery of other language skills, as writing is perceived to be the most significant aspect of language, especially poetry, which has distinct characteristics. However, despite the fact that learning to write poetry is challenging, it plays a crucial role in literature and education. In this regard, it can affect students' character and personality, broaden their perspectives on life, and improve their language skills. In order to achieve the predetermined goals, contextual learning materials and media must be tailored to the nature and needs of the students. In the context of this research, the materials were ancient poetry texts in the form of verses synchronized with the Wordwall media. The incorporated material and media were determined based on the Pancasila student profile. Researchers employed a qualitative research design with a descriptive method. The study was conducted in three senior high schools in North Kayong Regency, West Kalimantan Province, which implemented the Sekolah Penggerak program. Three Indonesian language teachers and nine students from the three schools participated in this research. The results demonstrated the significance of six Syair Gulung containing Pancasila student profiles that were deemed practical and entertaining as learning materials. Thus, the combination of Syair Gulung and the Wordwall media was viewed as effective for teaching students how to write poetry. AbstrakMenguasai keterampilan menulis harus menguasai keterampilan berbahasa lainnya, karena menulis merupakan aspek kebahasaan tertinggi. Terlebih lagi menulis puisi yang memiliki sifat bahasa yang khas. Namun demikian, walaupun pembelajaran menulis puisi yang merupakan pembelajaran dengan kategori rumit, namun memiliki peranan penting dalam sastra dan dunia pendidikan. Peran tersebut dapat mempengaruhi watak, kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, dan meningkatkan kemampuan berbahasa murid. Dalam hal pemenuhan tujuan pembelajaran tersebut diperlukan materi dan media pembelajaran yang kontekstual sesuai kodrat dan kebutuhan murid. Materi tersebut berupa teks puisi lama berbentuk syair yang dielaraskan dengan media wordwall. Materi dan media tersebut sebagai bentuk pembelajaran berdeferensiasi dengan basis profil pelajar Pancasila. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan bentuk deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah sekolah penggerak tingkat SMA di Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat yang berjumlah 3 sekolah. Subyek penelitian ini adalah 3 guru bahasa Indonesia serta 9 murid yang berasal dari 3 sekolah. Hasil penelitian ini mendeskripsikan makna 6 syair gulung yang memiliki kandungan profil pelajar Pancasila yang efektif dan menyenangkan untuk digunakan sebagai materi pembelajaran. Syair gulung dengan media wordwall merupakan kombinasi yang berdampak pada terpenuhinya kebutuhan murid dalam pembelajaran menulis puisi.
PENGARUH MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS V Syafira Ainiyyah; Sri Astuti; Camelia Safitri
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p437--447

Abstract

The purpose of this study is to provide information on the effects of audio-visual media on learning motivation in social studies learning grade V. This study used quantitative methods using quasi-experimental approach and control group post test only design. The number of samples in the study was 58 students, VD and VC classes each amounted to 29 students. The VD class is set to be an experimental class and the VC class is set to be a control class in the calculation of research prerequisite analysis data using normality test, homogeneity test and t-test hypothesis test. The results of hypothesis calculations using the stated t-test from both classes shThe purpose of this study is to provide information on the effects of audio-visual media on learning motivation in social studies learning grade V. This study used quantitative methods using quasi-experimental approach and control group post test only design. The number of samples in the study was 58 students, VD and VC classes each amounted to 29 students. The VD class is set to be an experimental class and the VC class is set to be a control class in the calculation of research prerequisite analysis data using normality test, homogeneity test and t-test hypothesis test. The results of hypothesis calculations using the stated t-test from both classes show SIG. (2tailed) 0.000 < α 0.05. Then it can be concluded that H0 in rejected Ha is accepted. From the results of this study, it proves that there is an influence on audiovisual media on student learning motivation in social studies learning Class V. AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi adanya dampak dari media audio visual terhadap motivasi belajar pada pembelajaran IPS kelas V. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan pendekatan quasi eksperimen dan control group posttest only desain. banyaknya sampel pada penelitian sebanyak 58 peserta didik, kelas VD dan VC masing – masing berjumlah 29 peserta didik. Kelas VD ditetapkan menjadi kelas eksperimen dan kelas VC ditetapkan menjadi kelas kontrol dalam perhitungan data analisis prasyarat penelitian menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis uji-t. Hasil perhitungan hipotesis menggunakan uji-t dinyatakan dari kedua kelas tersebut menunjukkan sig.(2tailed) 0,000 < α 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 di tolak Ha diterima. dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya pengaruh pada media audiovisual terhadap motivasi belajar siswa pada pemebelajaran IPS Kelas V. ow SIG. (2tailed) 0.000 < α 0.05. Then it can be concluded that H0 in rejected Ha is accepted. From the results of this study, it proves that there is an influence on audiovisual media on student learning motivation in social studies learning Class V.AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi adanya efek dari media audio visual terhadap motivasi belajar pada pembelajaran IPS kelas V. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan pendekatan quasi eksperimen dan control group posttest only desain. banyaknya sampel pada penelitian sebanyak 58 peserta didik, kelas VD dan VC masing – masing berjumlah 29 peserta didik. Kelas VD ditetapkan menjadi kelas eksperimen dan kelas VC ditetapkan menjadi kelas kontrol dalam perhitungan data analisis prasyarat penelitian menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis uji-t. hasil perhitungan hipotesis menggunakan uji-t dinyatakan dari kedua kelas tersebut menunjukkan sig.(2tailed) 0,000 < α 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 di tolak Ha diterima. dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya pengaruh pada media audiovisual terhadap motivasi belajar siswa pada pemebelajaran IPS Kelas V.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS LITERASI MODEL PISA Ni Ketut Wedastuti; Sunismi Sunismi; Anies Fuady
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p459--471

Abstract

The purpose of this research is to determine the validity of the PISA model literacy-based e-module which is valid, practical and effective. The method used in this study is Research and Development which refers to the ADDIE development model. The instruments used were e-module validation sheets, student and teacher response questionnaires, and test methods (pre-test & post-test). Based on the e-module validity test conducted by an expert validator, a score of 85% was obtainedwith a very valid category. The criteria for a good response were also met, because the e-module that was developed received an assessment of student and teacher response questionnaires of 79.11% in the practical category. As for the effectiveness assessment, it was obtained from the n-gain value of 75.5% through the pre-test & post-test during the trial with the effective category. Thus, the developed e-module can be declared valid, practical, and effective. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan e-modul berbasis literasi model PISA  yang valid, praktis dan efektif.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development yang mengacu pada pada model pengembangan ADDIE. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi e-modul, angket respon siswa dan guru, serta metode test (pre-test&post-test). Berdasarkan uji kevalidan e-modul yang dilakukan oleh validator ahli diperoleh skor 85% dengan kategori sangat valid. Kriteria respon baik juga terpenuhi, karena e-modul yang dikembangkan mendapatkan penilaian angket respon siswa dan guru sebesar 79,11%  dengan kategori praktis.  Sedangkan untuk penilaian keefektifan didapatkan dari nilai n-gain sebesar 75,5%  melalui pre-test&post-testpada saat uji coba dengan kategori efektif. Sehingga, e-modul yang dikembangkan dapat dinyatakan valid, praktis, dan efektif.
PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN KINERJA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA Subhan, Roni
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p216--230

Abstract

The aim of this research is to develop a teaching and learning assessment model for speaking skills in Grade VII of MTs. Negeri, Sumberbaru, Jember. The research method used in this study is Research and Development, following Brog and Gall's research model. The subjects of the study were 26 students in Grade VII at MTs. Negeri Sumberbaru, Jember. The research findings are as follows: Firstly, based on the content expert's assessment of the performance assessment, 68.81% of the assessment items obtained a score of 3, while the remaining 32.19% obtained scores below 3. Therefore, it can be concluded that this assessment can be implemented for 35.45% of the items. The performance assessment guide received a score of 4, with 64.55% of the items obtaining a score of 3. Based on the teacher's evaluation, out of the 22 assessment items in the performance assessment guide, approximately 12.12% received a score of 4, 54.55% received a score of 3, and 33.33% received a score of 2. No one chose a score of 1. In the field evaluation, approximately 81.28% of the students responded positively to the performance assessment guide items. Approximately 10.76% of the responses indicated a lack of agreement, with around 3 answers out of 20 questions. Approximately 7.96% of the students disagreed with the assessment model. These findings indicate that students have a positive response to the applied evaluation model. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model penilaian pengajaran dan pembelajaran keterampilan berbicara di kelas VII MTs. Negeri, Sumberbaru, Jember. Metode penelitian ini menggunakan penelitian Research and Development dengan model penelitian Brog and Gall. Subjek yang digunakan adalah siswa kelas VII berjumlah 26 siswa di sekolah MTs. Negeri Sumberbaru, Jember. Hasil penelitian didapatkan sebagai berikut. Pertama, berdasarkan penilaian ahli konten terhadap kinerja penilaian yang mendapatkan skor 3 adalah 68,81%, sisanya mendapatkan skor 32,19%, sehingga dapat disimpulkan bahwa penilaian ini dapat diterapkan sebesar 35,45% item, panduan penilaian kinerja mendapatkan skor 4, yang mendapatkan skor 3 adalah 64,55%. Berdasarkan tes guru, dari 22 item penilaian untuk panduan penilaian kinerja 12,12 %, item panduan penilaian kinerja mendapat skor 4. Sedangkan yang memilih skor 3 adalah 54,55 %, sedangkan yang memilih skor 2 mencapai 33,33%. Untuk skor 1 tidak ada yang memilih. Evaluasi Lapangan, Dari item penilaian untuk panduan penilaian kinerja 81,28% siswa yang merespon dengan pernyataan setuju. Sedangkan yang kurang setuju sekitar 3 jawaban dari 20 nomer pertanyaan atau sekitar 10,76% sedangkan siswa yang tidak setuju sekitar 7,96%. Dengan demikian instrumen keterampilan berbicara memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MODEL MANAJEMEN PROPHETIK DI LINGKUNGAN PESANTREN RAUDLATUL ULUM SUKOWONO JEMBER Nurul Setianingrum; Fauzan Fauzan
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p448--458

Abstract

This study aims to explore the strengthening of character education through a prophetic management model within the Raudlatul Ulum Sukowono Jember Islamic Boarding School. The prophetic management model is an approach inspired by the leadership of the Prophet Muhammad SAW and integrates Islamic principles into the educational process. The type of research in this study is descriptive qualitative. The data were obtained through interviews, observation, and document analysis. This research was conducted at the Raudlatul Ulum Sukowono Islamic Boarding School, Jember, with 1 tutor, 1 teacher, and 2 alumni students as subjects. The research findings show that the prophetic management model is effective in strengthening character education at the Raudlatul Ulum Islamic Boarding School through 4 programs, 1) namely Islamic values-based curriculum, 2) leadership development, 3) application of adab, and 4) morals and spiritual guidance. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penguatan pendidikan karakter melalui model manajemen profetik di lingkungan Pesantren Raudlatul Ulum Sukowono Jember. Model manajemen profetik adalah pendekatan yang terinspirasi oleh kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dan mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam ke dalam proses pendidikan. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Sukowono Jember dengan subyek 1 orang pengasuh pondok, 1 orang ustadz, dan 2 alumni peserta didik.  Temuan penelitian menunjukkan bahwa model manajemen profetik efektif dalam memperkuat pendidikan karakter di Pesantren Raudlatul Ulum melalui 4 program, yaitu 1) kurikulum berbasis nilai-nilai islam, 2) pengembangan kepemimpinan, 3) penerapan adab, dan 4) akhlak serta bimbingan spiritual.  
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA TERINTEGRASI MENURUT TEORI POLYA DITINJAU DARI TINGKAT MATHEMATIC ANXIETY Asrori Septa Sugianto; Indah Wahyuni
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p472--485

Abstract

Math anxiety is a feeling of panic, helplessness, stiffness, and bodily symptoms such as dizziness, stomach aches and mental disorders that come out from within individuals when they are asked to solve math problems. The purpose of this study is to describe the ability to solve polya math integrated problems for class VIII students of MTSS MIFTAHUL ULUM Kalisat Jember on the material of a two-variable linear equation system with high and low levels of math anxiety. The research was conducted by 21 students of class VIII MTSS MIFTAHUL ULUM Kalisat Jember. The method used is descriptive qualitative. The research instruments included: math anxiety questionnaire, integrated math questions, and interview guidelines. Integrated math questions are used to assess students' abilities in the process of solving problems. Interviews were conducted to look at the factors and reasons students made mistakes in the stage of solving math problems. The results of the study were that the integrated math problem-solving skills of MTSS Class VIII students with a high level of math anxiety were lower than the abilities of Class VIII MTSS students with low math anxiety levels.AbstrakKecemasan matematika yaitu rasa panik, tidak berdaya, kekakuan, dan gejala tubuh seperti pusing, sakit perut serta gangguan mental yang keluar dari dalam individu ketika mereka diminta untuk memecahkan masalah matematika. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah polya matematika terintegrasi siswa kelas VIII MTSS MIFTAHUL ULUM Kalisat Jember pada materi sistem persamaan linier dua variabel dengan tingkat math anxiety tinggi dan rendah. Penelitian dilakukan pada 21 siswa kelas VIII MTSS MIFTAHUL ULUM kalisat jember. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian ini antara lain: (1) angket math anxiety, yang dikembangkan oleh Mahmood dan Khatoon adaptasi dari Mathematics Anxiety Scale; (2) soal matematika terintegrasi, yang digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam proses menyelesaikan masalah.; dan (3) pedoman wawancara, untuk melihat faktor serta alasan siswa melakukan kesalahan dalam tahap menyelesaikan masalah matematika. Hasil dari penelitian yaitu Kemampuan pemecahan masalah matematika terintegrasi Siswa MTSS Kelas VIII dengan tingkat kecemasan matematika tinggi lebih rendah dari pada kemampuan Siswa MTSS Kelas VIII dengan tingkat kecemasan matematika rendah.