cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)" : 47 Documents clear
Penguatan Keterampilan Kader Posyandu dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang Balita melalui APE (Alat Permainan Edukatif) Handayani, Dwining; Kusuma, Erik; Puspitasari, R.A Helda; Nastiti, Ayu Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17617

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan dan Perkembangan merupakan dua peristiwa yang berbeda, yaitu tumbuh dan berkembang, dimana masa balita merupakan ”Golden Age Period” terutama di usia 0-2 tahun karena perkembangan otak telah mencapai 80%. Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang telah dikelompokkan menjadi tiga yaitu Asah, Asih dan Asuh. Urgensi dari kegiatan ini yaitu mengoptimalkan peran kader posyandu sebagai ujung tombak di masyarakat dalam meningkatkan tumbuh kembang balita. Keterampilan kader Posyandu di Kampung Pertanian dalam stimulasi tumbuh kembang balita dengan memanfaatkan permainan edukatif masih kurang, masyarakat merasa dimudahkan dengan game-game yang ada di gadged. Pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan tumbuh kembang balita di kampung pertanian melalui penguatkan keterampilan kader posyadu melalui APE (Alat Permainan Edukatif). Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi deteksi dini tumbuh kembang dan membuat APE dari bahan bekas. Hasil yang capai dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stimulasi tumbuh kembang balita serta peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat serta memanfaatkan APE sebagai sarana stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kesimpulan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu  kegiatan pengabdian masyarakat telah memberikan sumbangsih inovasi program dan intervensi yang tepat dalam meningkatkan kesehatan keluarga dan komunitas dalam mengoptimalkan tumbuh kembang balita. Saran yang diberikan tetap menjalinnya kerjasama yang terprogram antara pihak desa dengan petugas kesehatan serta melakukan edukasi berkesinambungan baik di kepada kader kesehatan dan juga masyarakat. Kata Kunci: Tumbuh, Kembang, Balita  ABSTRACT Growth and Development are two different events, namely growth and development, where toddlerhood is the "Golden Age Period" especially at the age of 0-2 years because brain development has reached 80%. The basic needs of children to grow and develop have been grouped into three, namely Sharpening, Asih and Nurturing. The urgency of this activity is to optimize the role of posyandu cadres as the spearhead in the community in improving the growth and development of toddlers. The skills of Posyandu cadres in Agricultural Villages in stimulating the growth and development of toddlers by utilizing educational games are still lacking, the community feels facilitated by the games in gadged. This service aims to optimize the growth and development of toddlers in agricultural villages through strengthening the skills of posyadu cadres through APE (Educational Game Tools). The method used is a lecture and demonstration of early detection of growth and development and making APE from used materials. The results achieved from this service are an increase in public knowledge about stimulation of the growth and development of toddlers as well as an increase in the ability and skills of the community in making and utilizing APE as a means of stimulating children's growth and development. The conclusion in this community service is that community service activities have contributed to program innovations and appropriate interventions in improving the health of families and communities in optimizing the growth and development of toddlers. The advice given continues to establish programmatic cooperation between the village and health workers and carry out continuous education both to health cadres and the community. Keywords: Growth, Development, Toddlers
Pengembangan Desa Sehat Ibu dan Remaja Putri (Bu_Retri) dengan Pendekatan Tokoh Gampong Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Abdurrahman, Abdurrahman; Mutiah, Cut; Veri, Nora
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17600

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan ibu hamil,  ibu menopause dan remaja puteri masih terjadi di masyarakat. Masalah kesehatan pada kelompok tersebut disebabkan karena ketidaktahuan mereka terhadap masalah kesehatan dirinya. Masalah-masalah tersebut diantaranya: belum ada kesadaran penyiapan makanan cukup gizi pada ibu hamil dan balita, pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil kurang teratur, belum adanya pemeriksaan SADARI pada remaja putri dan kurangnya Medical checkup rutin ibu menopause. Tujuan Program pengembangan Desa sehat  yaitu meningkatkan pelayanan kesehatan pada ibu hamil, ibu menopause dan remaja puteri  melalui program Bu_Retri. Menggunakan kuantitatif dengan pendekatan experimental pre-posttes. Pemecahan masalah dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner  skala likert 1-5. Peserta pengabmas adalah warga desa Meunasah Tutong Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar berjumlah 40 peserta. Implementasi dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan Kegiatan berlangsung tanggal 3-8 Juli 2022. Data dianalisis dengan SPSS dengan bantuan komputer. Hasilnya ditemukan bahwa penilaian masyarakat tentang pelaksanaan Bu_Retri ditemukan setuju dan mendukung kegiatan tersebut dengan nilai 75%. Nilai rata rata pengetahuan pretest adalah 3,92 (baik) dan rata rata pengetahuan posttest program Bu_Retri yaitu 4.24 (sangat baik). Kegiatan Bu_Retri dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan swadaya masyarakat, kader, tokoh gampong dan Bidan Desa. Kata Kunci: Ibu Hamil, Menopause, Remaja Putri, Gampong  ABSTRACT Health problems for pregnant women, menopausal women, and young women still occur in society. Health problems in this group were caused by ignorance of their health problems. These problems include: there is no awareness of preparing sufficient nutritious food for pregnant women and toddlers, the lack of regular health check-ups for pregnant women, the absence of breast self examinations for young women, and the lack of routine medical check-ups for postmenopausal women. The Healthy Village development program aims to improve health services for pregnant women, menopausal women, and young women through the Bu_Retri program. The research method uses quantitative with an experimental pre-posttest approach. Problem-solving with the nursing process approach includes assessment, planning, implementation, and evaluation. Data collection using a likert scale questionnaire 1-5. The community service participants were residents of the village of Meunasah Tutong, Want Jaya District, Aceh Besar, totaling 40 participants. Implementation is carried out through counseling and training. The activity takes place July 3-8 2022. Data is analyzed using SPSS with the help of a computer. The results found that the community's assessment of the implementation of Bu_Retri was found to agree and support the activity with a value of 75%. The average value of pretest knowledge is 3.92 (good) and the average posttest knowledge of the Bu_Retri program is 4.24 (very good). Bu_Retri activities can be carried out in the form of community self-help activities, cadres, village leaders, and village midwives. Keywords: Pregnant Women, Menopause, Adolescent Girl, Village
Penerapan Green Ergonomics melalui Transformasi Limbah Serutan Kayu Menjadi Papan Partikel Ekonomis pada Kelompok Pengerajin Kayu Woloan Tomohon Sulawesi Utara Suarjana, I Wayan Gede; Parhusip, Bastian Rikardo; Pomalingo, Moh. Fikri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17552

Abstract

ABSTRAK Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah serutan kayu yang melimpah di kelompok pengrajin kayu Woloan, Tomohon, Sulawesi Utara, dengan menerapkan prinsip-prinsip green ergonomics. Program ini mengaplikasikan teknologi pengolahan kayu yang hemat energi dan ramah lingkungan untuk mengubah limbah serutan kayu menjadi papan partikel yang bernilai ekonomis. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan dan pemilahan limbah serutan kayu, desain produk yang mempertimbangkan karakteristik limbah, proses produksi yang efisien, serta finishing menggunakan bahan ramah lingkungan. Selain itu, pelatihan dan workshop ergonomi diadakan untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas pekerja. Pengadaan alat press dengan sistem hidrolik juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah serutan kayu dapat menghasilkan produk papan partikel berkualitas tinggi yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Pelatihan ergonomi berhasil mengurangi keluhan muskuloskeletal dan meningkatkan produktivitas pekerja. Pemasaran produk melalui media sosial dan platform e-commerce berhasil meningkatkan penjualan dan memperkenalkan produk ramah lingkungan kepada konsumen. Program ini tidak hanya memberikan solusi terhadap masalah limbah kayu, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan produk bernilai ekonomis dan peningkatan kesehatan pekerja. Kata Kunci: Green Ergonomics, Limbah Serutan Kayu, Papan Partikel Ekonomis, Pengerajin Kayu Woloan, Teknologi Ramah Lingkungan  ABSTRACT This community service project aims to utilize the abundant wood shavings waste in the Woloan Woodcraft group, Tomohon, North Sulawesi, by applying green ergonomics principles. The program employs energy-efficient and environmentally friendly wood processing technology to transform wood shavings into economically valuable particle boards. The methods include collecting and sorting wood shavings, designing products that consider the characteristics of the waste, efficient production processes, and finishing with eco-friendly materials. Ergonomics training and workshops are also conducted to improve worker health and productivity. A press machine with a hydraulic system is also procured to increase production capacity. The results indicate that wood shavings waste can produce high-quality, eco-friendly, and economically valuable particle boards. Ergonomics training successfully reduced musculoskeletal complaints and increased worker productivity. Marketing the products through social media and e-commerce platforms boosted sales and introduced eco-friendly products to consumers. This program provides solutions to wood waste issues and contributes to community welfare by creating economically valuable products and improving worker health. Keywords: Green Ergonomics, Wood Shavings Waste, Economical Particle Boards, Woloan Woodcraft, Eco-Friendly Technology
Peningkatan Kapasitas Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Meat sebagai Desa Wisata Sehat Jiwa Berbasis Kearifan Lokal di Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba Purba, Jenny Marlindawani; Tuapattinaja, Josetta Maria; Siregar, Cholina Trisa; Siregar, Ronald Leonardo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17382

Abstract

ABSTRAK Desa Meat merupakan salah satu desa yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Toba sebagai desa wisata. Namun, angka kunjungan wisatawan baik lokal, nasional maupun internasional sangat minimal ditambah lagi dengan kondisi lapangan, kesiapan dan komitmen masyarakat yang masih kurang sebagai bagian dari desa wisata. Oleh karena itu, perlu dibentuk suatu desa wisata sehat jiwa yang dibangun melalui kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jiwa serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat yang meliputi sehat jiwa dan fisik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masayarakat dalam mewujudkan desa Meat seagai desa wisata sehat jiwa berbasis kearifan lokal. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, simulasi, mengaktifkan sanggar tari tradisional Batak dan kunjungan rumah. Peserta kegiatan ini adalah Masyarakat desa Meat yang punya komitmen mensukseskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjumlah 60 orang. Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang desa wisata sehat jiwa sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Selain itu, sikap masyarakat juga meningkat terhadap perlunya deteksi dini Kesehatan jiwa sehingga terwujud kesehatan jiwa masyarakat yang optimal dengan menggunakan pendekatan budaya Batak Toba khususnya dalam menyambut para wisatawan yang datang berkunjung ke desa Meat. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan perangkat desa serta pihak luar untuk berkomitmen mewujudkan desa Meat sebagai desa wisata berbasis budaya Batak Toba. Kata Kunci: Kapasitas Masyarakat, Desa Wisata, Sehat Jiwa, Kearifan Lokal  ABSTRACT Meat Village is one of the villages that has been designated by the Toba Regency Government as a tourist village. However, the number of local, national and international tourist visits is very minimal, coupled with field conditions, community readiness and commitment that are still lacking as part of a tourist village. Therefore, it is necessary to form a healthy soul tourism village that is built through community awareness of the importance of mental health and the implementation of clean and healthy living behaviors. Clean and healthy living behaviors that include mental and physical health. This community service activity aims to increase community capacity in realizing Meat Village as a healthy soul tourism village based on local wisdom. The implementation of this activity uses lecture methods, discussions, questions and answers, simulations, activating traditional Batak dance studios and home visits. Participants in this activity are the Meat Village community who have a commitment to making community service activities a success, totaling 70 partipants. There was an increase in community knowledge about mental health tourism villages before and after participating in the activity. In addition, community attitudes also increased towards the need for early detection of mental health so that optimal community mental health is realized by using the Toba Batak cultural approach, especially in welcoming tourists who come to visit Meat Village. This activity received appreciation from the community and village officials as well as external parties to commit to realizing Meat Village as a tourist village based on Batak Toba culture. Keywords: Community Capacity, Tourist Village, Mental Health, Local Wisdom
Program Pemeriksaan Fungsi Paru Dengan Peak Flow Meter pada Komunitas Olahraga Pernapasan Abhinaya di Kelurahan Antapani Kidul, Bandung Huda, Latifa Nurul; Zahrah, Najla Rafifah; Fatkhiyah, Khusnul; Fauziah, Syifa; Nuraya, Tabina Alaika; AR, Keisha Shafira; Reizaputra, Hafizh Al-Gazhali; Mangnga, Vanessa Angelica Grace; Nurfauzi, Najla Aulia Shafa'; Zakira, Adila Jihan; Rismansyah, Aishwarya Zahra Raissa; Maran, Novia Vina; Sujatmiko, Budi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17601

Abstract

ABSTRAK Seiring bertambahnya usia, fungsi paru dapat menurun akibat penurunan imunitas serta perubahan dalam struktur dan elastisitas jaringan. Faktor risiko seperti riwayat penyakit, kebiasaan merokok, dan paparan polusi udara dapat memperburuk kesehatan paru pada lansia, sementara aktivitas fisik berperan penting dalam pemeliharaan fungsi paru. Oleh karena itu, pemeriksaan fungsi paru pada lansia sangat penting untuk mengevaluasi kesehatan pernapasan sehingga intervensi yang tepat dapat dilakukan lebih awal guna meningkatkan kualitas hidup. Program pemeriksaan fungsi paru pada komunitas olahraga pernapasan Abhinaya ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak olahraga pernapasan terhadap fungsi paru anggota komunitas, serta mengidentifikasi hubungan antara usia, riwayat kesehatan, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan paparan polusi dengan nilai peak expiratory flow rate (PEFR) sebelum dan setelah pelaksanaan olahraga pernapasan. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi penilaian PEFR menggunakan peak flow meter (PFM), serta pengukuran tekanan darah, saturasi oksigen, dan antropometri, disertai dengan pendataan riwayat kesehatan subjek melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan hubungan antara faktor risiko dan nilai PEFR. Hasil menunjukkan bahwa olahraga pernapasan memberikan dampak positif terhadap fungsi paru, dengan peningkatan rata-rata PEFR dari 309,15 L/menit (SD=73,65) sebelum olahraga menjadi 321,89 L/menit (SD=70,36) setelah olahraga. Selain itu, frekuensi aktivitas fisik yang lebih tinggi dan durasi aktivitas di luar rumah menunjukkan korelasi positif dengan hasil PEFR, sementara usia berpengaruh negatif terhadap nilai PEFR. Oleh karena itu, program pemeriksaan fungsi paru disarankan untuk dilakukan secara rutin guna memantau kesehatan paru dan mendeteksi potensi gangguan pernapasan pada lansia. Kata Kunci: Lansia, Pemeriksaan Fungsi Paru, Peak Flow Meter, Olahraga Pernapasan ABSTRACT As age increases, lung function may decline due to decreased immunity and changes in the structure and elasticity of lung tissue. Risk factors such as medical history, smoking habits, and exposure to air pollution can worsen lung health in the elderly, while physical activity plays a crucial role in maintaining lung function. Therefore, lung function assessments in older adults are essential for evaluating respiratory health, allowing for timely interventions to enhance quality of life. This lung function assessment program within the Abhinaya respiratory exercise community aims to evaluate the impact of respiratory exercise on the lung function of community members and to identify the relationship between age, health history, smoking habits, physical activity, and pollution exposure with peak expiratory flow rate (PEFR) values before and after respiratory exercises. The assessments included measuring PEFR using a peak flow meter (PFM), as well as evaluating blood pressure, oxygen saturation, and anthropometry, alongside gathering health history data from subjects through questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics to illustrate the relationship between risk factors and PEFR values. Results showed that respiratory exercises positively affected lung function, evidenced by an increase in average PEFR from 309.15 L/min (SD=73.65) before exercise to 321.89 L/min (SD=70.36) after exercise. Furthermore, higher frequencies of physical activity and longer durations of outdoor activity were positively correlated with PEFR results, while age negatively impacted PEFR values. Therefore, it is recommended that lung function assessment programs be conducted routinely to monitor lung health and detect potential respiratory disorders in older adults. Keywords: Elderly, Lung Function Examination, Peak Flow Meter, Respiratory Exercise
Pemberdayaan Remaja Karang Taruna dalam Pelaksanaan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) untuk Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan di Kecamatan Beji Kota Depok Fithri, Nayla Kamilia; Nurcandra, Fajaria; Anggraini, Nourmayansa Vidya; Ramadhanti, Ismaya; Ariantini, Anggrahita Dwi; Mahardika Pambudi, Muhammad Rayhan; Asmara, Danadipa; Nursalsabila, Nursalsabila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.18132

Abstract

ABSTRAK  Berdasarkan data profil Dinas Kesehatan Kota Depok tahun 2020, Desa STBM merupakan wilayah yang mencapai 100% dari 5 pilar STBM dan telah mendapatkan sertifikat wilayah STBM. Sampai tahun ini wilayah STBM belum terjangkau di Kota Depok. Hal tersebut menunjukkan bahwa masalah STBM masih menjadi prioritas yang harus diselesaikan dan diberikan solusi yang tepat. Salah satu upaya untuk meningkatkan capaian STBM adalah dengan memberikan pelatihan terkait dengan pemahaman STBM. Tujuan dalam kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pemicuan dalam kegiatan STBM kepada remaja karang taruna. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan materi melalui cermah dan praktik, dilanjutkan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pemberdayaan remaja melalui kegiatan ini menunjukkan keberhasilannya terhadap peningkatan pengetahuan remaja dan kader sebesar 12% dan signifikan secara statistik. Pengetahuan yang diperoleh para remaja karang taruna dan kader melalui penyuluhan ini bisa menjadi bekal untuk mencegah penyakit menular yang terkait dengan lingkungan dan meningkatkan capaian STBM di daerahnya. Untuk pemerintah setempat diharapkan dapat mendukung kegiatan remaja agar capaian STBM dapat tercapai melalui pemberdayaan kader remaja. Kata Kunci: Pemberdayaan Remaja, Sanitsi Total Berbasis Masyaraka, Penyakit berbasis Lingkungan. ABSTRACT Based on the 2020 profile data from the Depok City Health Office, the STBM Village was the area that achieved 100% of the 5 pillars of STBM and had received the STBM area certificate. Up to that year, the STBM area had not yet been reached in the entire city of Depok. This indicated that STBM issues were still a priority that needed to be addressed with appropriate solutions. One effort to improve STBM achievements was by providing training related to STBM understanding. The objective of this activity was to provide triggering training in STBM activities to youth groups (karang taruna). The method used in this community service was delivering material through lectures and practical sessions, followed by discussions and Q&A sessions. The empowerment of youth through this activity showed success, with a 12% statistically significant increase in the knowledge of both the youth and cadres. The knowledge gained by the youth groups and cadres through this outreach could serve as a foundation for preventing environmentally related infectious diseases and enhancing STBM achievements in their areas. The local government is expected to support youth activities so that STBM achievements can be reached through the empowerment of youth cadres. Keyword: Environment-based diseases, Sanitation Total Based on Community, Youth Empowerment
Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan Penyakit Diare dengan Pengelolaan Bank Sampah di Desa Plumbon Gambang Nurmayanti, Demes; Sari, Ernita; Kriswandana, Ferry; Marlik, Marlik; Amalina, Avita; Setiawan, Mahawiraja
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17475

Abstract

ABSTRAK Desa Plumbon Gambang Kabupaten Jombang menghadapi masalah timbulan sampah yang signifikan akibat dari aktivitas industri manik-manik dan kunjungan turis. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemilahan dan pengelolaan sampah menyebabkan tingginya insiden penyakit seperti diare. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat di desa ini bertujuan untuk membentuk organisasi bank sampah dan meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah menggunakan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Metode yang digunakan adalah penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memilah sampah, pendampingan dalam pembentukan organisasi bank sampah, dan pelatihan kepada pengelola bank sampah dalam melakukan pemilahan sampah. Hasil setelah sosialisasi, terdapat peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai 53 menjadi 73 dan telah terbentuk organisasi bank sampah. Kesimpulannya bank sampah yang terbentuk memiliki struktur lengkap dan diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah serta meningkatkan ekonomi lokal melalui pengelolaan sampah yang lebih efektif. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Bank Sampah, 3R, Penyakit Diare ABSTRACT Plumbon Gambang Village in Jombang Regency faces significant waste generation problems due to the bead industry and tourist visits. The community's lack of knowledge about waste sorting and management has led to high incidences of diseases such as diarrhea. Purpose Community service activities in the village aim to establish a waste bank organization and raise awareness and knowledge about waste management using the 3R method (Reduce, Reuse, Recycle). The methods were counseling to increase community knowledge in sorting waste, assistance in forming waste bank organizations, and training for waste bank managers in sorting waste. Result There was an increase in participants' knowledge from an average score of 53 to 73 and a waste bank organization was formed. Conclusion The waste bank organization that was formed has a complete structure and is expected to be able to reduce waste accumulation and improve the local economy through more effective waste management. Keywords: Waste Management, Waste Bank, 3R, Diarrhea
Program Peningkatan Ketrampilan Menolak Rokok Secara Sopan untuk Remaja di Aceh Besar Tahlil, Teuku; Maulina, Maulina; Hadi, Nurul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.18129

Abstract

ABSTRAK Merokok salah satu masalah kesehatan utama yang sering ditemukan pada masyarakat di dunia termasuk pada remaja di semua wilayah di Propinsi Aceh, Indonesia. Intervensi peningkatan kemampuan menolak rokok (tobacco refusal skill) dianggap penting bagi remaja dan dipercayai dapat memberikan hasil positif untuk pencegahan dan/atau penghentian merokok pada remaja dibanyak negara di dunia. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan ketrampilan dan melatih kemampuan menolak rokok (tobacco refusal skill) remaja dengan benar dan berbasis bukti. Metode kegiatan dimulai dengan pemilihan wilayah dan seleksi remaja peserta, implementasi kegiatan dan evaluasi efektivitas program, dan terminasi. Pengkajian awal (pre-test) dan pengkajian akhir (post-test) dilakukan pada 14 remaja terpilih dari sebuah Gampong (Desa) di Aceh Besar dengan memberikan melalui google form untuk evaluasi efektivitas kegiatan yang dilakukan. Implementasi berupa edukasi tentang rokok dan bahayanya serta demontrasi dan latihan refusal skill dalam beberapa scenario diberikan kepada remaja peserta program. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan menolak rokok remaja setelah mengikuti kegiatan yang diberikan. Pelatihan kemampuan menolak rokok (tobacco refusal skill) terbukti memberikan hasil positif untuk meningkatkan pengetahuan dan strategi merokok bagi remaja. Kepada pihak desa, Puskesmas dan tenaga kesehatan direkomendasikan untuk menggunakan tobacco refusal skill dalam kegiatan pencegahan perilaku merokok pada remaja. Kata Kunci: Refusal Skill, Tembakau, Perilaku Merokok, Remaja  ABSTRACT Smoking is one of the main health issues commonly found in societies around the world, including among teenagers in all regions of Aceh Province, Indonesia. Interventions to improve refusal skills are considered important for teenagers and believed to have positive impact in the prevention and/or cessation of smoking among teenagers in many countries abroad. The current community service program aims to develop and install an appropriate and evidence-based tobacco refusal skill on teenagers.Program Intervention method was started with the selection of intervention setting and participants, followed by implementation intervention, program effectiveness evaluation, and termination. An initial assessment (pre-test) and after intervention completion evaluation (post-test) were administered to the 14 selected students from one village in Aceh Besar using  a google form to determine the effectiveness of the administed program intervention. Program implementation included education about smoking and its dangers as well as demonstration and tobacco refusal skill training in several scenerios were given to program participants. The evaluation results showed an increase in teenagers’knowledge and tobacco refusal skill after the program intervention completion. A tobacco refusal skills training has proven to have positive impacts in enhancing knowledge and strategies regarding smoking among teenagers. It is recommended the village authorities, health centers, and healthcare workers to utilize tobacco refusal skills in their smoking prevention smoking behaviors among adolescents. Keywords: Refusal Skill, Tobacco, Smoking Behavior, Adolescents
Metode Digital Health sebagai Salah Satu Upaya Percepatan Penurunan Stunting Melda Yenni; Isti Harkomah; Rasmala Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17567

Abstract

ABSTRAK Stunting  pada  anak  memiliki  banyak  dampak  negatif  yang  berpengaruh  pada seluruh aspek kehidupan dan kualitas hidup. Metode Digital Health Sebagai Salah Satu Upaya Percepatan Penurunan Stunting memerlukan pemahaman yang mendalam tentang kondisi dan faktor-faktor yang mempengaruhi stunting dalam suatu komunitas. Dari Segi permasalahan masyarakat ditemukan tingginya anggka stunting di wilayah kerjasama Tanjung Pinang sebanyak 314 kasus data Desember 2023 dan ditemukan kejadian ektrem miskin yaitu 174 kasus . Menambah atau merubah tingkat pengetahuan orang tua tentang gizi dan stunting sebelum dan setelah mengikuti program, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan sanitasi pembuangan, Masyarakat bisa melakukan pemantauan kesehatan anak secara mandiri dan konsultasi kesehatan  melalui platform digital. Perapan IPTEKS berupa pembuatan media edukasi aplikasi metode digital helath. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode strategi kolaborasi tenaga kesehatan, kader kesehatan, ibu balita, dan mahasiswa dengan Instrumen pertanyaan terkait dengan pengetahuan, akses pelayanan, sarana dan prasara serta peran kader. Dari kegiatan Pengabdian didapatkan hasil, Peningkatan pengetahuan ibu balita dan kader posyandu terkait stunting mengalami peningkatan menjadi 62,80% yang sebelumnya sebesar 58,10% hasil pengabdian yang telah dilakukan terkait dengan kesadaran ibu balita dalam menjaga lingkungan rumah dan sanitasi pembuangan menunjukan bahwa sebelum diberikan edukasi Penyuluhan dalam menjaga lingkungan dan sanitasi pembuangan Sebagian besar yakni 60,5% memiliki kesadaran kurang baik dan setelah diberikan penyuluhan Sebagian besar memiliki kesadaran baik yakni 72,10%. Sudah terbentuknya aplikasi metode digital health dengan webe : https://giziuntukmasadepan.com/. Kegiatan sosialisasi media edukasi kreatif berbasis digital dinilai cukup efektif dalam peningkatan pengetahuan ibu balita dan memberikan kemudahan bagi  kader-kader posyandu dalam penyimpanan data balita.  Strategi ini dapat dilakukan dalam skala yang lebih luas di Provinsi Jambi.  Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Metode Digital Health, Perkembangan Balita  ABSTRACT Stunting in children has many negative impacts that affect all aspects of life and quality of life. The Digital Health Method as an Effort to Accelerate Stunting Reduction requires a deep understanding of the conditions and factors that influence stunting in a community. In terms of community problems, it was found that the high rate of stunting in the Tanjung Pinang cooperation area was 314 cases in December 2023 data and extreme poverty was found, namely 174 cases. Purpose: Increase or change the level of knowledge of parents about nutrition and stunting before and after participating in the program, increase public awareness in protecting the environment and sanitation of disposal, the community can carry out independent monitoring of children's health and health consultations via digital platforms. The application of science and technology takes the form of creating educational media for the application of digital health methods. This community service is carried out using a collaborative strategy method of health workers, health cadres, mothers of toddlers, and students with question instruments related to knowledge, access to services, facilities and infrastructure as well as the role of cadres. From the service activities, results were obtained, the increase in knowledge of mothers of toddlers and posyandu cadres regarding stunting increased to 62.80%, which was previously 58.10%. The results of the service that had been carried out were related to the awareness of mothers of toddlers in maintaining the home environment and sanitation of disposal. education, counseling in protecting the environment and sanitation, disposal. The majority, namely 60.5%, had poor awareness and after being given counseling, the majority had good awareness, namely 72.10%. A digital health method application has been established using the website: https://giziuntukmasadepan.com/. Digital-based creative educational media socialization activities are considered quite effective in increasing the knowledge of mothers of toddlers and making it easier for posyandu cadres to store toddler data.  This strategy can be implemented on a wider scale in Jambi Province. Keywords: Health Education, Digital Health Methods, Toddler Development
Pemberdayaan Remaja SMA dalam Pemantauan Status Gizi melalui Edukasi dan Demonstrasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan Dini Stunting Zukhra, Ririn Muthia; Putri, Syeptri Agiani; Putri, Fachriani; Khairiyah, Putri Adila; Rendi, Gusti; Alamsyah, Qodri; Ananda, Shalsabila Aulia; Aprianto, Azat; Putri, Abel Aprilia; Adesyahpuri, Diva
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.18029

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi yang timbul akibat asupan gizi yang tidak mencukupi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Kekurangan gizi ini dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti tinggi badan yang lebih rendah atau pendek dibandingkan standar usia, serta keterlambatan dalam kemampuan motorik. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting di Indonesia tahun 2022 menurun dari 24,4% menjadi 21,6% dan di Provinsi Riau 17%. Remaja putri memiliki peran penting dalam pencegahan stunting karena mereka adalah calon ibu yang akan berkontribusi langsung terhadap status gizi anak-anak mereka di masa depan. Jika status gizi remaja putri tidak segera diperbaiki, maka di masa depan akan semakin banyak ibu hamil yang memiliki postur tubuh pendek atau menderita KEK, yang pada gilirannya akan meningkatkan prevalensi stunting di Indonesia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pengukuran dan pemantauan status gizi remaja sebagai upaya pencegahan dini stunting. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan di SMAN 3 Pekanbaru. Kegiatan ini dengan melakukan pelatihan kepada 43 Siswa anggota PMR melalui pemberian edukasi kesehatan dan demonstrasi gizi seimbang. Pelatihan dilakukan sebanyak sekali seminggu selama 3 minggu. Setiap kali pemberian edukasi kesehatan terdiri dari ceramah, pemutaran video, dan demonstrasi. Evaluasi keberhasilan dinilai dengan posttest yang diberikan kepada kelompok remaja sehat yang sudah mengikuti pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan siswa pada kategori baik yaitu sebanyak 30 orang atau 69,7%, kategori cukup sebanyak 10 orang atau 23,2% dan kategori kurang sebanyak 3 orang atau 6,9%.Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan peningkatan keterampilan siswa kelompok remaja sehat mengenai cara pengukuran dan pemantauan status gizi remaja sebagai upaya pencegahan dini stunting. Kata Kunci: Demonstrasi, Pemberdayaan, Pendidikan Kesehatan, Remaja, Stunting ABSTRACT Stunting is a nutritional problem that arises due to inadequate nutritional intake continuously over a long period of time. This nutritional deficiency can result in impaired growth and development in children, such as a height that is lower or shorter than age standards, as well as delays in motor skills. Based on data from the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI), the prevalence of stunting in Indonesia in 2022 will decrease from 24.4% to 21.6% and in Riau Province 17%. Adolescent girls have an important role in preventing stunting because they are prospective mothers who will contribute directly to the nutritional status of their children in the future. If the nutritional status of adolescent girls is not immediately improved, then in the future more and more pregnant women will have short stature or suffer from CED, which in turn will increase the prevalence of stunting in Indonesia. The aim of this community service is to increase students' knowledge and skills in measuring and monitoring the nutritional status of adolescents as an effort to prevent early stunting. This community service activity was carried out at SMAN 3 Pekanbaru. This activity involved training 43 PMR student members through providing health education and demonstrations of balanced nutrition. Training is carried out once a week for 3 weeks. Each time the health education is provided consists of lectures, video screenings and demonstrations.Evaluation of success was assessed by a posttest given to a group of healthy teenagers who had taken part in the training. The results of the activity showed an increase in students' skills in the good category, namely 30 people or 69.7%, in the sufficient category 10 people or 23.2% and in the poor category 3 people or 6.9%. The conclusion from this community service activity was that it was found that the skills of students in the healthy adolescent group had increased regarding how to measure and monitor the nutritional status of adolescents as an effort to prevent early stunting. Keywords: Adolescent, Demonstrations, Empowerment, Health Education, Stunting

Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue