cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,616 Documents
Pelatihan Pirolisis Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Bagi Pengelola Bank Sampah Sirnajaya, Kabupaten Bekasi Nona Merry Merpati Mitan; E. Byan Wahyu Riyandawita; Agung Nugroho; Anggraini Amelia P.S.; Putri Patricia Pasaribu; Muhammad Fajri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.13256

Abstract

ABSTRAK Sampah plastik merupakan sampah yang sulit didegradasi secara alamiah. Upaya daur ulang sampah plastik dapat dilakukan melalui pirolisis untuk mendapatkan bahan bakar ataupun bahan kimia baru. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk melakukan pelatihan penggunaan peralatan pirolisis pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar bagi pengelola Bank Sampah Sirnajaya. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan peninjauan kondisi dan jenis sampah yang ada di sekitar Bank Sampah Sirnajaya. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis penggunaan peralatan pirolisis. Pelatihan teknis dihadiri oleh 16  orang pengelola Bank Sampah Sirnajaya. Sampah plastik kemasan berlapis yang digunakan berasal dari kemasan mi instan. Dalam pelatihan teknis ini, peserta kegiatan diberikan Tes Awal dan Tes Akhir untuk mengetahui pengetahuan peserta mengenai konsep dasar pirolisis, jenis plastik, peralatan pirolisis, dan hasil yang dapat diperoleh dari pirolisis. Pada pelatihan tersebut, peserta secara langsung dapat melihat dan mempraktikkan teknologi pirolisis menggunakan sampah kemasan mi instan. Hasil pirolisis dari sampah kemasan mi instan berupa fraksi cair yang memiliki nilai Gross Calorific Value sebesar 18.539 BTU/lb yang berpotensi sebagai bahan bakar. Hasil Tes Awal dan Tes Akhir menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta pelatihan mengenai konsep dasar dan aplikasi dari pirolisis yang digunakan dalam mengolah sampah plastik. Sebelum pelatihan dilaksanakan, tingkat pengetahuan peserta tentang pirolisis dan aplikasinya rata-rata 2,5 % dan setelah pelatihan meningkat rata-rata menjadi 98,8 %. Dari hasil kegiatan ini, keberhasilan kegiatan tampak dari peningkatan pengetahuan pengelola Bank Sampah Sirnajaya tentang konsep dasar, teknik sederhana, jenis plastik yang dapat diolah, dan hasil akhir dari pirolisis sampah plastik. Dengan adanya peralatan pirolisis, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pengelola Bank Sampah Sirnajaya mereduksi sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Kata Kunci: Pirolisis, Bank Sampah, Plastik Berlapis, Bahan Bakar.  ABSTRACT Plastic waste is non-biodegradable and can be recycled through pyrolysis to obtain fuel or chemicals. The aim of this Community Service activity is to provide training to the officer of the Sirnajaya Waste Bank on using pyrolysis equipment to process plastic waste into fuel. The implementation of the activity began with an inspection of the condition and type of waste around the Sirnajaya Waste Bank. The activity continued with technical training on the use of pyrolysis equipment. The technical training was attended by 16 officer of Sirnajaya Waste Bank. The layered plastic packaging waste used comes from instant noodle packaging. In this technical training, activity participants are given a Preliminary Test and a Final Test to determine the participant's knowledge regarding the basic concepts of pyrolysis, types of plastic, pyrolysis equipment, and the results that can be obtained from pyrolysis. In this training, participants could directly observe and practice pyrolysis technology using instant noodle packaging waste. The pyrolysis results from instant noodle packaging waste are in the form of a liquid fraction, which has a Gross Calorific Value of 18,539 BTU/lb and has the potential to be used as fuel. The Preliminary Test and Final Tests showed increased training participants' knowledge regarding the basic concepts and applications of pyrolysis in processing plastic waste. Before the training, the participants' knowledge about pyrolysis and its applications averaged 2.5 %, and after the training, the average increased to 98.8 %. The success of this activity can be seen from the advanced knowledge of Sirnajaya Waste Bank managers regarding basic concepts, simple techniques, types of plastic that can be processed, and the final results of pyrolysis of plastic waste. It is hoped that the management of the Sirnajaya Waste Bank can utilize the pyrolysis equipment to reduce plastic waste and use it to create alternative fuels. Keywords: Pyrolysis, Waste Bank, Layered Plastic, Fuel.
Generasi Sehat Tanpa HIV: Hindari Narkoba dan Pergaulan Bebas Citra Dewi Salasanti; Rahmawati Rahmawati; Naila Ismatun Hasanah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25425

Abstract

ABSTRAK Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada kelompok remaja yang rentan terhadap perilaku berisiko seperti pergaulan bebas dan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA). Edukasi sejak usia sekolah menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan HIV melalui edukasi tentang bahaya narkoba dan perilaku seksual berisiko. Sebanyak 46 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, terlibat dalam kegiatan ini. Penyuluhan dilakukan secara interaktif dengan memanfaatkan leaflet dan video edukatif yang dirancang sesuai dengan karakteristik remaja. Penilaian efektivitas kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Rata-rata skor pre-test sebesar 6,57 meningkat menjadi 7,91 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan.Penyuluhan dengan memanfaatkan media edukatif menunjukkan hasil yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terkait upaya pencegahan HIV. Edukasi kesehatan sejak dini di lingkungan sekolah berperan penting dalam membentuk perilaku hidup sehat dan mencegah risiko penularan HIV pada remaja. Kata Kunci: HIV/AIDS, Penyuluhan, Pencegahan, Remaja.  ABSTRACT Human Immunodeficiency Virus (HIV) infection and Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) remained significant public health challenges in Indonesia, particularly among adolescents who were vulnerable to risky behaviors such as unsafe sexual practices and drug abuse. Early health education at the school level was considered a strategic approach to prevention efforts. This community service program aimed to improve students’ knowledge and awareness regarding HIV prevention through education on the dangers of drug abuse and risky sexual behaviors. A total of 46 twelfth-grade students from SMA Negeri 1 Jatiwaras, Tasikmalaya Regency, participated in this program. The educational intervention was delivered interactively using leaflets and educational videos designed according to adolescent characteristics. The effectiveness of the program was evaluated using pre-test and post-test assessments to measure improvements in participants’ knowledge. The mean pre-test score of 6.57 increased to 7.91 in the post-test. The Wilcoxon Signed-Rank Test indicated a significance value of 0.000 (p 0.05), demonstrating a statistically significant difference in knowledge levels before and after the educational intervention. The educational program utilizing informative media was effective in improving students’ understanding of HIV prevention. Early health education in school settings played an important role in promoting healthy behaviors and reducing the risk of HIV transmission among adolescents. Keywords: HIV/AIDS, Health Education, Prevention, Adolescents.
Cegah Dermatitis Sejak Dini melalui Edukasi Kesehatan Kulit Pada Siswa/I SMP N 1 Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya Firman Gustaman; Lusi Nurdianti; Gatut Ari Wardani; Fajar Setiawan; Ade Yeni Aprillia; Ai Rian Julyanti; Widia Primi Annissya; Winda Trisna Wulandari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25692

Abstract

ABSTRAK Dermatitis merupakan salah satu masalah kesehatan kulit yang sering terjadi pada remaja akibat kurangnya pengetahuan serta belum optimalnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan dermatitis melalui edukasi kesehatan kulit. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan pretest dan posttest pada 35 siswa SMP N 1 Puspahiang. Kegiatan meliputi penyampaian materi terkait jenis, penyebab, gejala, serta pencegahan dermatitis yang dikombinasikan dengan diskusi interaktif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan rata-rata nilai dari 68,83 ± 6,67 menjadi 89,37 ± 6,39 dengan nilai p sebesar 0,026 (p0,05). Edukasi kesehatan kulit terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait pencegahan dermatitis. Disarankan agar kegiatan edukasi dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program PHBS di sekolah. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan Kulit, Dermatitis, Siswa, Pengetahuan, PHBS. ABSTRACT Dermatitis is a common skin health problem among adolescents due to limited knowledge and inadequate implementation of clean and healthy lifestyle behaviors (PHBS). This activity aimed to improve students' knowledge regarding dermatitis prevention through skin health education. The method used was counseling with a pretest and posttest approach involving 35 students of SMP N 1 Puspahiang. The activity included delivering materials on types, causes, symptoms, and prevention of dermatitis, followed by interactive discussions. The results showed a significant increase in knowledge, indicated by an increase in the average score from 68.83 ± 6.67 to 89.37 ± 6.39 with a p-value of 0.026 (p0.05). Skin health education is effective in improving students' knowledge regarding dermatitis prevention. It is recommended that such programs be implemented continuously and integrated with school-based PHBS programs. Keywords : skin health education, dermatitis, students, knowledge, PHBS
Peningkatan Well-Being Orang Tua dengan Metode Gamifikasi di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 23 Kota Depok Atikah Ainun Mufidah; Ernawati Ernawati; Novitasari R Damanik; Salsabila Mayang Sari; Arifani Arifani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.24505

Abstract

ABSTRAK Kesejahteraan (well-being) orang tua merupakan faktor penting dalam pengasuhan anak, namun hasil angket awal menunjukkan bahwa 50% orang tua di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 23 Kota Depok masih memerlukan penguatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai well-being sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua melalui metode gamifikasi. Program dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan, dan permainan interaktif. Kegiatan diikuti oleh 31 peserta, terdiri atas 22 orang tua dan 9 guru, namun analisis pre-test dan post-test dilakukan pada 19 orang tua yang bersedia mengisi instrumen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor well-being orang tua dari 56,00 menjadi 57,53. Meskipun peningkatan tersebut tidak signifikan secara statistik, namun peserta memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya well-being, merasa lebih terhubung dengan sesama orang tua, serta mendapatkan inspirasi aktivitas positif yang dapat diterapkan di rumah. Dengan demikian, program ini berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua mengenai pentingnya kesejahteraan psikologis dalam pengasuhan, serta menunjukkan kecenderungan positif terhadap well-being orang tua melalui pendekatan gamifikasi. Kata Kunci: Well Being, Gamifikasi, Edukasi, Orang Tua, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT Parental well-being is an important factor in child-rearing; however, the initial survey results showed that 50% of parents at TK Aisyiyah Bustanul Athfal 23, Depok City, still required further strengthening in this area. This community service program aimed to provide an understanding of well-being while also increasing parents’ awareness through a gamification approach. The program was carried out in the form of counseling, training, and interactive games. A total of 31 participants took part in the activity, consisting of 22 parents and 9 teachers; however, the pre-test and post-test analysis was conducted on 19 parents who were willing to complete the instrument. The results showed an increase in the average parental well-being score from 56.00 to 57.53, although this increase was not statistically significant. Qualitatively, participants gained new insights into the importance of well-being, felt more connected with fellow parents, and obtained ideas for positive activities that could be applied at home. Thus, the program contributed to improving parents’ understanding and awareness of the importance of psychological well-being in parenting, while also showing a positive tendency toward parental well-being through a gamification approach.  Keywords: Well-Being, Gamification, Education, Parents, Community Service.
Pemberdayaan Kader Posyandu Lansia Melalui Edukasi Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Infeksi Pada Rongga Mulut Nur Khamilatusy Sholekhah; Edi Sumarwanto; Ananda Marcella Salsabilla
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.26054

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan gigi dan mulut yang disertai dengan meningkatnya kejadian penyakit infeksi masih menjadi tantangan kesehatan di tingkat komunitas. Kader posyandu lansia berperan strategis sebagai ujung tombak dalam upaya promosi kesehatan, namun keterbatasan pengetahuan dan keterampilan sering membatasi optimalisasi peran tersebut. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu lansia melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit infeksi melalui rongga mulut. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui metode ceramah, pelatihan, praktik keterampilan, serta pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan kader, dengan analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil program pengabdian masyarakat ini menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan kader mengenai metode kontrol infeksi dari 60% menjadi 85%, serta peningkatan pengetahuan terkait penyakit infeksi di rongga mulut dari 74% menjadi 84%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan (p = 0,026). Pemberdayaan kader posyandu lansia melalui edukasi dan pelatihan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader terkait pencegahan penularan infeksi melalui rongga mulut dan berpotensi memperkuat peran kader dalam mendukung upaya promosi dan pencegahan kesehatan di masyarakat. Kata Kunci: Kader Posyandu Lansia, Penyakit Infeksi Di Rongga Mulut, Pencegahan Penularan Infeksi, Kesehatan Gigi Dan Mulut, Edukasi Pencegahan Penyakit Infeksi di Rongga Mulut.  ABSTRACT Oral and dental health problems, accompanied by the increasing incidence of infectious diseases, remain a major public health challenge at the community level. Elderly integrated health service post (posyandu lansia) cadres play a strategic role as front-line agents in health promotion efforts; however, limited knowledge and skills often hinder the optimization of their role. This community service program aimed to enhance the capacity of elderly posyandu cadres by strengthening their knowledge and skills in preventing the transmission of infectious diseases through the oral cavity. This community service program was conducted using a community empowerment approach through lectures, training sessions, practical skill exercises, and mentoring activities. Evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure changes in the cadres’ level of knowledge. Statistical analysis was performed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results of this community service program demonstrated an increase in the average knowledge score of cadres regarding infection control methods from 60% to 85%, as well as an improvement in knowledge related to infectious diseases in the oral cavity from 74% to 84%. The Wilcoxon test revealed a statistically significant difference between knowledge scores before and after the training (p = 0.026). The empowerment of elderly posyandu cadres through education and training was proven effective in improving cadres’ knowledge regarding the prevention of infectious disease transmission through the oral cavity and has the potential to strengthen their role in supporting community-based health promotion and disease prevention efforts. Keywords: Elderly Health Post Cadres, Oral Infectious Diseases, Infection Transmission Preventio, Oral And Dental Health, Oral Infection Prevention Education.
Deteksi Dini Anemia dan Edukasi Terstruktur Berbasis Sekolah untuk Meningkatkan Praktik Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Mercy Nafratilova; Halimah Halimah; Septiyanti Septiyanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25613

Abstract

ABSTRAK Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak pada konsentrasi belajar, kebugaran, dan kualitas kesehatan di masa mendatang. Upaya pencegahan yang efektif perlu dilakukan melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan yang terstruktur di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining kadar hemoglobin (Hb) serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pencegahan anemia di SMP 04 di wilayah kerja Puskesmas Jalan Gedang, Kota Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari 2026 dengan sasaran remaja putri usia 11–15 tahun. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan skrining Hb pada tanggal 14–15 Januari 2026, serta edukasi selama dua hari pada tanggal 19–20 Januari 2026 yang mencakup materi proses terjadinya anemia, dampak menstruasi lebih dari tujuh hari, personal hygiene, pola makan gizi seimbang tinggi zat besi, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), Gerakan Cegah Anemia (GECA), dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hasil kegiatan menunjukkan sebanyak 56% remaja putri mengalami anema ringan, 10,8% anemia sedang, dan 7% mengalami anemia berat. Serta adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi, ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi dan demonstrasi dan peningkatan skor pre test-post test (84.95-93.95). Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi skrining dan edukasi interaktif berbasis sekolah dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang efektif dalam mendukung pencegahan anemia pada remaja putri secara berkelanjutan. Kata Kunci: Anemia, Remaja Putri, Skrining Hemoglobin, Edukasi Kesehatan, Pencegahan Anemia.  ABSTRACT Anemia among adolescent girls remains a significant public health problem that affects learning concentration, physical fitness, and future health outcomes. Effective prevention efforts are needed through early detection and structured health education in school settings. This community service activity aimed to conduct hemoglobin (Hb) screening and to improve the knowledge and awareness of adolescent girls regarding anemia prevention at SMP 04 in the working area of Puskesmas Jalan Gedang, Bengkulu City. The activity was carried out in January 2026 targeting adolescent girls aged 11–15 years. The method consisted of preparation, implementation of Hb screening on January 14–15, 2026, and a two-day educational intervention conducted on January 19–20, 2026. The educational materials covered the pathophysiology of anemia, the impact of menstruation lasting more than seven days, personal hygiene, balanced nutrition with high iron intake, iron supplementation (iron tablets), the Anemia Prevention Movement (GECA), and hygiene and healthy lifestyle practices. The results showed that 56% of participants had mild anemia, 10.8% moderate anemia, and 7% severe anemia. There was also an improvement in participants’ knowledge after the intervention, indicated by active participation during discussions and demonstrations, as well as an increase in pre-test and post-test scores (84.95 to 93.95). This activity demonstrates that the combination of screening and interactive school-based education can serve as an effective community service model in supporting sustainable anemia prevention among adolescent girls. Keywords: Anemia, Adolescent Girls, Hemoglobin Screening, Health Education, Anemia Prevention.
Teknologi Gasifikasi dan Manajemen Usaha untuk Efisiensi Ukm Tahu di Kabupaten Boyolali Asih Handayani; Rispantyo Rispantyo; Eko Surjadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25918

Abstract

ABSTRACT This community service program was conducted at the traditional tofu industry “Sari Tahu” owned by Mr. Aksan in Bangsalan Village, Teras District, Boyolali Regency. The program was funded by the Directorate General of Research and Development through the Community-Based Empowerment Scheme for the 2025 fiscal year. The main problems faced by the partner included the use of conventional stoves and boilers that resulted in low combustion efficiency, high biomass fuel consumption, and increased production costs. In addition, financial records were not well organized, and human resource management was still carried out conventionally. This program aimed to improve production efficiency through the implementation of gasification-based boiler furnace technology, enhance business financial management capabilities, and strengthen human resource capacity in the tofu industry. The implementation methods included field surveys, socialization, training, technology application, mentoring, and program evaluation. The results showed improvements in energy efficiency, reductions in production costs, better financial recording practices, and improved understanding of work division and standard operating procedures. Overall, the program had a positive impact on operational efficiency and the sustainability of the partner’s business. Keywords: Tofu Smes, Gasification Technology, Production Efficiency.   ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada industri tahu tradisional “Sari Tahu” milik Bapak Aksan di Desa Bangsalan, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Program ini didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2025. Permasalahan utama mitra meliputi penggunaan tungku dan boiler konvensional yang menyebabkan efisiensi pembakaran rendah, konsumsi bahan bakar biomassa tinggi, serta meningkatnya biaya produksi. Selain itu, pencatatan keuangan usaha belum tertata dengan baik dan pengelolaan sumber daya manusia masih dilakukan secara sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi melalui penerapan teknologi tungku boiler berbasis gasifikasi, meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan usaha, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia pada industri tahu. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi penggunaan energi, penurunan biaya produksi, peningkatan kemampuan pencatatan keuangan, serta pemahaman yang lebih baik mengenai pembagian tugas dan standar operasional kerja. Program ini memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha mitra. Kata Kunci: UKM Tahu, Teknologi Gasifikasi, Manajemen Usaha, Efisiensi Produksi.
Empowering Social Support Networks for Returned Migrant Workers in Dalegan Village, East Java Indonesia Rifat Nurwita Kusumaningtyas; Izzatul Fithriyah; Rina Kusumaratna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25651

Abstract

ABSTRACT Returned migrant workers often face psychosocial challenges during reintegration, particularly in rural coastal areas with limited access to mental health services. This community service program in Dalegan Village, East Java, aimed to identify psychosocial needs and provide one-on-one counseling while strengthening social support networks through cadre involvement, family engagement, and NGO collaboration. A cross-sectional assessment was conducted with 24 participants using demographic questionnaires, DASS-21, and MSPSS, followed by individualized counseling. Results showed most participants had normal psychological status (83%), while a minority experienced stress, depression, or anxiety. Perceived social support was moderate to high (96%), especially among married participants, those with higher education, and nuclear families. Community discussions emphasized cadre mobilization and family-based support. This PKM activity demonstrates that integrating psychosocial assessment and counseling into village-level reintegration programs strengthens support networks and enhances resilience, ensuring reintegration is socially protective and sustainable. Keywords: Community Psychiatry, Counseling, Psychosocial Support, Returned Migrant Workers, Village Empowerment.
Optimalisasi Peran Kader untuk Meningkatkan Kewaspadaan Stroke melalui Pendekatan Health Belief Model Berbasis Aplikasi Android Gratsia Victoria Fernandez; Finny Warouw; Alfonsius Ade Wirawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25695

Abstract

ABSTRAK Kurangnya pemahaman kader dan masyarakat mengenai faktor risiko maupun pertolongan pertama stroke serta belum melakukan deteksi dini, sementara keterbatasan tenaga, anggaran, dan fasilitas turut menjadi kendala, sehingga diperlukan pelatihan, sarana pendukung, dan media edukasi agar kader dapat berperan optimal dalam pencegahan dan pengendalian risiko stroke. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peran kader dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap stroke melalui pelatihan dan penyediaan fasilitas pendukung. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre test 13,03 dan post test 17,80 (p value 0,05). Selain itu, 80% kader menunjukkan peningkatan keterampilan dalam melakukan peningkatan kewaspadaan terhadap stroke dan 75% kader dan peserta prolanis menyatakan aplikasi SIGAP Stroke mudah diakses, informatif serta mendapatkan respon positif dengan tingkat kepuasan yang tinggi. Penerapan aplikasi SIGAP Stroke dan pemanfaatan alat deteksi dini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader melakukan deteksi dini secara mandiri, serta mendapat respon positif dari masyarakat khususnya kader dan peserta prolanis. Kata Kunci: Aplikasi, Health Belief, Kewaspadaan, Stroke.  ABSTRACT The lack of understanding among health cadres and the community regarding stroke risk factors and first aid, as well as the absence of early detection efforts, along with limitations in workforce, budget, and facilities, remain significant challenges. Therefore, training, supporting facilities, and educational media are required to enable cadres to play an optimal role in stroke prevention and risk control. This program aimed to enhance the capacity of cadres in raising stroke awareness through training and the provision of supporting facilities. The implementation of activities was carried out through socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. The results showed a significant improvement in knowledge, with an average pre-test score of 13.03 and a post-test score of 17.80 (p-value 0.05). In addition, 80% of cadres demonstrated improved skills in increasing stroke awareness, and 75% of cadres and Prolanis participants reported that the SIGAP Stroke application was easily accessible, informative, and received positive responses with a high level of satisfaction. The implementation of the SIGAP Stroke application and the use of early detection tools proved effective in increasing knowledge and skills of cadres in conducting independent early detection, as well as gaining positive responses from the community, particularly cadres and Prolanis participants. Keywords: Application, Health Belief, Awareness, Stroke.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Pendidikan Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Hipertensi di Gmahk Jemaat Kolayinuk Yunita Kristina; Fransisca B.B; Korinus Suweni; Eva Sinaga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.13998

Abstract

ABSTRAK Kasus Hipertensi di Papua menduduki posisi terendah dari 33 provinsi yang ada di Indonesia dengan jumlah 11.893 kasus (Rikesdas Provinsi Papua, 2018). Hasil observasi di GMAHK JEMAAT KOLAYINUK masyarakat suka mengkonsumsi makanan berlemak seperti olahan daging merah, dan masyarakat kurang berolahraga. Ada10 orang ketika diwawancarai mengatakan mengalami hipertensi. Tujuan : Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hypertensi di masyarakat. Eksperimen, pendekatan Pre-experimental design dengan One group pretest- posttest design. Peneliti menggunakan desain untuk mengetahui pengaruh. Analisa uji pengaruh menggunakan Paired samples T Test. Pre testmasyarakat memiliki Sebagian besar pengetahuan kurang sebanyak 72,9 %. Post test masyarakat memiliki pengetahuan baik 100%, Table paired samples T test nilai signifikansi 2 tail = 0.000, kurang dari 0.05, menunjukkan ada perbedaan signifikan variabel awal dengan variable akhir, artinya pretest dan posttest menunjukkan pengaruh bermakna terhadap perlakukan yang diberikan. Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hypertensi di Masyarakat. Pendidikan Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Hypertensi Di GMAHK sangat dibutuhkan masyarakatuntuk membantu mereka agar dapat merawat keluarga Hypertensi dan dapat melakukan pencegahan Hypertensi. Kata Kunci: Pengetahuan, Pendidikan Kesehatan, Penecegahan Hypertensi, Koya Kosso.   ABSTRACT Hypertension cases in Papua occupy the lowest position of the 33 provinces in Indonesia with a total of 11,893 cases (Rikesdas Papua Province, 2018). The results of observations at GMAHK KOLAYINUK CONGREGATION, people like to consume fatty foods such as processed red meat, and people do not exercise enough. There were 10 people when interviewed who said they had hypertension. Increase knowledge about preventing hypertension in the community. Experiment, Pre-experimental design approach with One group pretest-posttest design. Researchers use design to determine influence. Analysis of the influence test using Paired samples T Test. Results: In the pre-test, the majority of people had less knowledge, as much as 72.9%. Post test, the community has 100% good knowledge, Table paired samples T test significance value 2 tail = 0.000, less than 0.05, shows that there is a significant difference between the initial variable and the final variable, meaning that the pretest and posttest show a significant influence on the treatment given. Increased knowledge about preventing hypertension in the community. Health Education in the Context of Preventing Hypertension at GMAHK is really needed by the community to help them be able to care for their families with Hypertension and be able to prevent Hypertension. Keywords: Knowledge, Health Education, Hypertension Prevention, Koya Kosso.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue