cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,696 Documents
Cerdas Cermat Kesehatan dan Edukasi Bagian Tubuh Privat sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Kesehatan dan Perlindungan Diri Remaja Rindani Claurita Toban; M. Alfian Rajab; Astri Yuliandini; Sartika Lukman; Mulyati Mulyati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26635

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan kesehatan dan pemahaman mengenai bagian tubuh privasi merupakan aspek penting dalam mendukung perilaku hidup sehat dan kemampuan perlindungan diri pada remaja usia sekolah. Namun, masih terdapat keterbatasan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai kesehatan serta pengenalan bagian tubuh privasi sehingga diperlukan upaya edukasi yang inovatif dan menarik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan dan pemahaman mengenai bagian tubuh privasi sebagai upaya meningkatkan kemampuan perlindungan diri pada siswa. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan interaktif dan pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) melalui kegiatan Cerdas Cermat Kesehatan dan Edukasi Bagian Tubuh Privasi. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 24 Gowa. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pre-test, pelaksanaan edukasi, cerdas cermat kesehatan, serta evaluasi melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan kesehatan dari 58,5 menjadi 84,0 dan peningkatan rata-rata skor pemahaman mengenai bagian tubuh privasi dari 54,0 menjadi 87,5. Selain itu, sebagian besar peserta menunjukkan tingkat partisipasi dan antusiasme yang tinggi selama mengikuti kegiatan. Cerdas Cermat Kesehatan dan Edukasi Bagian Tubuh Privasi merupakan metode edukasi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan, pemahaman mengenai perlindungan diri, serta keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran. Kata Kunci: Cerdas Cermat Kesehatan, Bagian Tubuh Privasi, Perlindungan Diri, Game-Based Learning.  ABSTRACT Health knowledge and understanding of private body parts are essential components in supporting healthy behaviors and self-protection skills among school-aged adolescents. However, students' awareness and understanding regarding health and private body parts remain limited, highlighting the need for innovative and engaging educational approaches. This community service program aimed to improve health knowledge and understanding of private body parts to enhance students' self-protection abilities. The program employed interactive health education and game-based learning through Health Quiz Competitions and Private Body Parts Education. A total of 20 students from Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 24 Gowa participated in the program. The activities consisted of preparation, pre-test, educational sessions, health quiz competitions, and post-test evaluation. The findings demonstrated an increase in the average health knowledge score from 58.5 to 84.0 and an increase in the average understanding score regarding private body parts from 54.0 to 87.5. Furthermore, most participants showed high levels of participation and enthusiasm throughout the activities. Health Quiz Competitions and Private Body Parts Education are effective educational approaches for improving health knowledge, self-protection awareness, and students' active participation during the learning process. Keywords: Health Quiz Competition, Private Body Parts, Self-Protection, Game-Based Learning
Psychosocial Assistance and Strengthening of Community-Based Islamic Education Services in Post-Flood Disaster Recovery in the Barus Area, Tapteng Regency Nirwana Anas; Adi Hartono; Sapri Sapri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26195

Abstract

ABSTRACT Flood disasters in the Barus area, Central Tapanuli Regency, caused psychosocial impacts and disrupted community-based Islamic education services, particularly local religious learning activities. This condition required assistance efforts aimed at restoring community psychological well-being while strengthening post-disaster Islamic educational services. This community service program aimed to provide psychosocial assistance and strengthen community-based Islamic education services for flood-affected communities in the Barus area, Central Tapanuli Regency. The program employed a participatory approach through field observation, community needs assessment, psychosocial assistance, educational and spiritual activities, and capacity strengthening for community-based Islamic education providers. The target participants included children, adolescents, Qur’anic teachers, and flood-affected residents. The activities contributed to increased learning motivation among children, improved emotional recovery within the community, and greater participation in community-based Islamic education activities. Strengthening educational services was also achieved through the provision of learning media, religious activities, and collaboration with local community leaders. Psychosocial assistance and the strengthening of community-based Islamic education services positively contributed to post-flood recovery efforts in the Barus area. The program supported the social, emotional, and spiritual resilience of the community while reinforcing the sustainability of Islamic education in disaster-affected areas. Keywords: Psychosocial Assistance, Islamic Education, Community Service, Post-Disaster Recovery, Flood Disaster.
Peningkatan Kesehatan Fisik dan Kognitif Lansia melalui Program Golden Age Tatik Trisnowati; Kholifah Hasnah; Ratna Kusuma Astuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.21297

Abstract

ABSTRAK Program Golden Age Sehat hadir sebagai upaya inovatif dalam rangka mengatasi tantangan tersebut. Program ini mengombinasikan aktivitas fisik ringan seperti senam lansia dengan kegiatan stimulasi kognitif yang menyenangkan dan edukatif. Senam lansia bertujuan untuk menjaga kebugaran dan mencegah komplikasi degeneratif, sedangkan permainan otak seperti kuis dan tebak kata dirancang untuk melatih daya ingat, konsentrasi, serta meningkatkan rasa percaya diri. Hasil pretest bahwa kategori cukup sebanyak 71,4%, baik21,5%, dan perlu perhatian khusus sebanyak 7,1% responden Sedangkan hasil Pretest MMSE yaitu sebagaian besar responden pretest dalam kategori gangguan kognitif ringan sebanyak 78,6%, normal sebanyak 7,1%, dan gangguan kognitif berat sebanyak 14,3%. Tujuan dari kegiatan ini adalah Meningkatkan kesehatan fisik dan kognitif lansia melalui program Golden Age Sehat. Metode pelaksanaan  yang digunakan berupa ceramah dan demonstrasi. Kegiatan di di Posyandu ILP Mawar, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta  sangat bermanfaat bagi lansia dan kader kesehatannya. Hasil posttest kategori baik sebanyak 57,1% dan kategori cukup sebanyak 42,9 %  responden sedang hasil posttest MMSE kategori normal sebanyak 64,1%, gangguan kognitif ringan sebanyak 35,7% dan gangguan kognitif berat sebanyak 0%.Kesimpulan Terdapat adanya peningkatan kesehatan fisik meningkat 5 point dan kognitif lansia meningkat 4 point. Kata Kunci: Kesehatan Fisik, Kognitif, Lansia,  Golden Age.  ABSTRACT The Golden Age Sehat program comes as an innovative effort in order to overcome these challenges. The program combines light physical activities such as elderly gymnastics with fun and educational cognitive stimulation activities. Elderly gymnastics aims to maintain fitness and prevent degenerative complications, while brain games such as quizzes and charades are designed to train memory, concentration, and increase self-confidence. The pretest results that the category is sufficient as much as 71.4%, good21.5%, and need special attention as much as 7.1% of respondents While the results of the MMSE Pretest are that most pretest respondents are in the category of mild cognitive impairment as much as 78.6%, normal as much as 7.1%, and severe cognitive impairment as much as 14.3%. The purpose of this activity is to improve the physical and cognitive health of the elderly through the Golden Age Sehat program. The implementation method used is lecturing and demonstration. Activities at Posyandu ILP Mawar, Keprabon Village, Banjarsari District, Surakarta City are very useful for the elderly and their health volunteers. The results of the posttest in the good category were 57.1% and the sufficient category was 42.9% of respondents while the results of the MMSE posttest were in the normal category as much as 64.1%, mild cognitive impairment was 35.7% and severe cognitive impairment was 0%. Conclusion There is an increase in physical health increased by 5 points and cognitive elderly increased by 4 points. Keywords: Physical Health, Cognitive, Elderly, Golden Age.
Edukasi Pencegahan Penyakit Anemia Menggunakan Media Leaflet Dalam Peningkatan Konsumsi Obat Tablet Tambah Darah Pada Remaja Andi Muh. Zulfikar; Ratna Indrasari; Julia Indriaty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26899

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data World Health Organization (WHO) diperkirakan 29,9% perempuan usia reproduksi (15–49 tahun) di seluruh dunia mengalami anemia. Anemia menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling dominan di tingkat Global maupun Nasional. Secara fisiologis, anemia ditandai dengan rendahnya kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah, yang menyebabkan penurunan kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kondisi ini sangat rentan dialami oleh remaja putri karena kehilangan darah rutin melalui siklus menstruasi bulanan. Untuk mengedukasi  Pencegahan Penyakit Anemia Menggunakan Media Leaflet Dalam Peningkatan Konsumsi Obat Tablet Tambah Darah Pada Remaja. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalahParticipatory Health Promotion dan Educational Intervention. Pendekatan ini tidak hanya menempatkan remaja sebagai objek, tetapi sebagai subjek yang aktif dalam mengelola kesehatan mandiri. Peserta dalam kegiatan ini terdiri atas Siswa Perempuan SMK Islam Perti Jakarta sebanyak 38 orang. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai penyakit anemia dan program peningkatan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. mengedukasi tentang penyakit anemia dan Program peningkatan konsumsi obat Tablet Tambah Darah (TTD) memberikan hasil yang bermakna dalam meningkatkan pengetahuannya. Selain itu kegiatan ini juga memperkuat sikap mereka dalam meningkatkan keinginan mengkonsumsi obat Tablet Tambah Darah (TTD). Adanya penggunaan media Power Point (PPT), leaflet, demonstrasi menggunakan media video edukasi dan pemberian tablet tambah darah juga sangat menunjang dalam membentuk perilaku remaja putri, serta adanya ruang diskusi membuat mereka bisa memvalidasi pengetahuannya, dengan itu informasi yang mereka punya dapat menjadi pengetahuan yang mereka anggap benar. Kata Kunci: Anemia, Edukasi, Tablet Tambah Darah, Leaflet.  ABSTRACT According to World Health Organization (WHO) data, an estimated 29.9% of women of reproductive age (15–49 years) worldwide suffer from anemia. Anemia remains one of the most dominant public health problems at both global and national levels. Physiologically, anemia is characterized by low hemoglobin (Hb) levels in the blood, which decreases the blood's capacity to transport oxygen throughout body tissues. Adolescent girls are highly vulnerable to this condition due to routine blood loss during their monthly menstrual cycles. To provide education on anemia prevention using leaflet media to increase the consumption of iron-folic acid (IFA) tablets among adolescents. The methods used in this community service project were Participatory Health Promotion and Educational Intervention. This approach positions adolescents not merely as objects, but as active subjects in managing their own health independently. The participants of this activity consisted of 38 female students from SMK Islam Perti Jakarta. The results of this community service activity successfully improved the knowledge and attitudes of adolescent girls regarding anemia and the program to increase iron-folic acid tablet consumption among female adolescents. Education on anemia and the program to increase the consumption of iron-folic acid (IFA) tablets yielded significant results in improving knowledge. Furthermore, this activity strengthened their attitude and willingness to consume IFA tablets. The use of PowerPoint (PPT) presentations, leaflets, demonstrations via educational videos, and the distribution of IFA tablets heavily supported the shaping of the adolescent girls' behavior. Additionally, the discussion sessions allowed them to validate their understanding, thereby transforming the information received into knowledge they perceive as accurate. Keywords: Anemia, Education, Iron-Folic Acid Tablets, Leaflet.
Edukasi Kesehatan untuk Optimalisasi Peran Keluarga dalam Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis Paru Dicky Wahyudi; Makrup Efendi; Meidianto Meidianto; Melly Miranda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26721

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan pengobatan merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi tuberkulosis (TB), namun peran keluarga sebagai pendamping pasien masih belum dioptimalkan melalui edukasi kesehatan yang terstruktur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai tuberkulosis, kepatuhan pengobatan, dan pencegahan penularan sebagai upaya mengoptimalkan peran keluarga dalam mendukung keberhasilan terapi pasien TB paru kasus baru. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Poliklinik Paru RSUD Raden Mattaher Jambi dengan melibatkan 16 anggota keluarga pasien TB paru kasus baru. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan media leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 16 peserta yang terdiri atas 7 laki-laki (43,8%) dan 9 perempuan (56,2%). Proporsi peserta dengan pengetahuan tinggi meningkat dari 1 orang (6,25%) menjadi 15 orang (93,75%), sedangkan peserta dengan pengetahuan rendah menurun dari 11 orang (68,75%) menjadi tidak ada. Rerata nilai meningkat dari 4,9 menjadi 9,1. Edukasi kesehatan mampu memperkuat pengetahuan dan kesiapan keluarga dalam menjalankan perannya sebagai pendamping pasien sehingga berpotensi meningkatkan kepatuhan pengobatan.  Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Keluarga, Kepatuhan Pengobatan, Tuberkulosis Paru.  ABSTRACT Treatment adherence is a key determinant of successful tuberculosis (TB) therapy; however, the role of family members in supporting patients has not been optimally strengthened through structured health education. This community service activity aimed to improve family knowledge regarding tuberculosis, treatment adherence, and transmission prevention to optimize family support for newly diagnosed pulmonary TB patients. The program was conducted at the Pulmonary Outpatient Clinic of RSUD Raden Mattaher Jambi and involved 16 family members of newly diagnosed pulmonary TB patients. Health education was delivered through interactive lectures, discussions, and educational leaflets. Knowledge was evaluated using pre-test and post-test questionnaires. The program involved 16 participants, consisting of 7 males (43.8%) and 9 females (56.2%). Participants with high knowledge increased from 1 (6.25%) to 15 (93.75%), while those with low knowledge decreased from 11 (68.75%) to none. The mean score increased from 4.9 to 9.1. Health education strengthened family preparedness to support treatment adherence and may contribute to improved treatment outcomes among pulmonary TB patients. Keywords: Family Support, Health Education, Pulmonary Tuberculosis, Treatment Adherence.
Peningkatan Keanekaragaman Pangan melalui Pelatihan Dimsum Ikan Nila pada Kelompok Usaha Pangan Lokal di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng Ni Mada Ayu Suardani Singapurwa; Ketut Agung Sudewa; Luh Suariani; Ni Made Darmadi; Andika Umbu Tiba; Amelia Putri Purnomo; Ernesia Kunigunda Lando
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26489

Abstract

ABSTRAK Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng memiliki potensi sumber daya perikanan air tawar yang dapat dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah melalui diversifikasi olahan ikan nila. Namun, kelompok usaha pangan lokal masih menghadapi keterbatasan variasi produk dan strategi pemasaran yang berdampak pada rendahnya peluang peningkatan pendapatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, pemasaran, dan omzet usaha melalui pelatihan pembuatan dimsum ikan nila. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, praktik produksi, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan praktik, wawancara, dan analisis omzet usaha. Kegiatan melibatkan 10 anggota Kelompok Usaha Pangan Lokal di Desa Bebetin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 41,25 pada pre-test menjadi 78,75 pada post-test atau meningkat sebesar 91,0%. Keterampilan diversifikasi produk juga meningkat dengan kenaikan nilai praktik dari 3,0 menjadi 4,28 (skala 5) atau sebesar 42,7%. Program menghasilkan produk baru berupa dimsum ikan nila dengan berbagai variasi bentuk, ukuran, serta kemasan yang lebih terstandar. Dari aspek pemasaran, kelompok berhasil memperluas kanal promosi, menerapkan pencatatan pesanan, dan menyusun strategi penjualan yang lebih terarah. Dampak ekonomi ditunjukkan oleh peningkatan omzet kelompok dari Rp4.000.000 per bulan menjadi Rp8.000.000 per bulan atau meningkat sebesar 100%. Selain itu, volume penjualan dimsum mencapai 240–540 porsi per bulan dengan frekuensi pesanan 2–4 kali per minggu. Dengan demikian, pelatihan dan pendampingan pembuatan dimsum ikan nila terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kelompok usaha, memperluas diversifikasi produk pangan lokal, dan meningkatkan pendapatan usaha secara berkelanjutan. Kata Kunci: Desa Bebetin, Dimsum, Ikan Nila, Keanekaragaman Pangan, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Bebetin Village, Sawan District, Buleleng Regency has considerable freshwater fishery resources that can be developed into value-added food products through tilapia diversification. However, local food business groups face limitations in product variation and marketing strategies. This community service program aimed to improve participants’ knowledge, skills, marketing capacity, and business income through training on tilapia fish dimsum production. Method: The program involved counseling, hands-on training, production assistance, and evaluation using pre-test and post-test assessments, practical skill observations, interviews, and business turnover analysis. A total of 10 members of a local food business group participated in the activity. Participants’ knowledge significantly increased, with average scores rising from 41.25 in the pre-test to 78.75 in the post-test (91.0% increase). Practical skills improved from an average score of 3.0 to 4.28 on a 5-point scale (42.7% increase). The program successfully introduced new diversified products, including tilapia fish dimsum with improved shape, size consistency, and packaging quality. Marketing capacity improved through expanded promotional channels, simple order-recording systems, and more structured sales strategies. Economically, the group’s monthly turnover increased from IDR 4,000,000 to IDR 8,000,000 (100% increase). Furthermore, dimsum sales reached 240–540 portions per month with an order frequency of 2–4 times per week. Training and mentoring in tilapia fish dimsum production effectively enhanced the capacity of local food business groups, promoted food diversification, and increased business income sustainably. Keywords: Bebetin Village, Fish Dimsum, Tilapia, Food Diversification, Community Empowerment. 
Stress Management and Psychosocial Adaptation Education for Pregnant Women at Risk of Gestational Hypertension Liliek Pratiwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.27046

Abstract

ABSTRACT Gestational hypertension is a prevalent pregnancy complication significantly exacerbated by chronic, unmanaged stress and inadequate psychosocial adaptation. Despite its profound impact on maternal and fetal health, conventional antenatal care frequently overlooks the psychological needs of expectant mothers. This community service program aimed to address this critical gap by enhancing the psychological well-being and functional health literacy of pregnant women at a high risk of developing gestational hypertension. The educational intervention was conducted in Karangmulya Village, targeting a demographic of 30 high-risk expectant mothers. A health promotion approach was utilized, primarily employing a structured didactic lecture combined with an interactive discussion. The core curriculum focused on actionable, evidence-based stress management techniques and psychosocial adaptation strategies. To evaluate the program's overall effectiveness, pre-test and post-test assessments were administered to measure knowledge absorption. The results demonstrated a substantial improvement in the participants' understanding of stress triggers and adaptation mechanisms. Prior to the intervention, the average knowledge score was notably low at 42%, but it surged to 86% following the lecture, reflecting a significant 44% increase. In conclusion, equipping vulnerable pregnant women with practical stress management skills successfully improves their psychosocial resilience. Integrating such targeted, non-pharmacological educational interventions into routine maternal healthcare is essential to mitigate emotional distress and promote safer pregnancy outcomes. Keywords: Gestational Hypertension, Health Education, Maternal Health, Psychosocial Adaptation, Stress Management.
Edukasi Pengolahan Jamu Herbal yang Tepat dan Aman untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu-Ibu PKK Somopuro Lor, Salatiga Febrian Dewana Leode; Elisabeth Binowo; Eklesiana Eskris; Maria Anggela Lefteuw; Maria Julivat Praise; Yulianti Waelauruw; Grace Rahelia; Eta Gelinata T. Bidana; Victor Carlos Masela; Rosiana Eva Rayanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26699

Abstract

ABSTRAK Jamu herbal merupakan salah satu bentuk pengobatan tradisional yang masih banyak dimanfaatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Namun, pengetahuan mengenai pengolahan jamu yang tepat dan benar masih perlu ditingkatkan. Hasil pengkajian pada 30 ibu PKK RT 2, Somopuro Lor, Salatiga, menunjukkan bahwa 25 responden (83,3%) belum pernah mendapatkan edukasi tentang pengolahan jamu herbal dan masih terdapat keterbatasan pengetahuan terkait proses pengolahan serta penyimpanan jamu. Meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK di RT 2, Kota Salatiga mengenai pengolahan jamu herbal berbasis bahan dapur yang tepat dan benar. Service learning meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan jamu herbal, dan diskusi interaktif. Kegiatan melibatkan 30 ibu-ibu PKK RT 2 Somopuro Lor, Salatiga. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (Z = -4,793; p = 0,000). Edukasi pengolahan jamu herbal berbasis bahan dapur efektif meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK RT 2 Somopuro Lor, Salatiga mengenai pengolahan jamu herbal yang tepat dan aman. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat mendukung penerapan pengolahan jamu yang benar di tingkat rumah tangga sehingga kualitas, keamanan, dan manfaat jamu herbal bagi kesehatan keluarga dapat terjaga. Kata Kunci: Edukasi, Herbal, Pengolahan Jamu.  ABSTRACT Herbal medicine (jamu) has remained a traditional remedy widely used by communities to maintain health. However, knowledge of proper and safe processing of herbal medicine remains inadequate. An initial assessment of 30 PKK women in RT 2, Somopuro Lor, Salatiga, showed that 25 respondents (83.3%) had never received education on herbal medicine processing and still had limited knowledge regarding processing and storage procedures. This community service activity aimed to improve the knowledge of PKK women in RT 2, Salatiga City, regarding the proper and safe processing of herbal medicine made from household ingredients. A service-learning approach was employed through health education, herbal medicine preparation demonstrations, and interactive discussions. The activity involved 30 PKK women from RT 2, Somopuro Lor, Salatiga. Participants' knowledge was evaluated using pre-test and post-test assessments before and after the educational intervention. The data were analysed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant difference in participants' knowledge before and after the educational intervention (Z = -4.793; p = 0.000). Education on kitchen-based herbal medicine processing was effective in improving PKK women in RT 2 Somopuro Lor, Salatiga's knowledge of proper and safe herbal medicine processing. The increased knowledge was expected to support the implementation of proper herbal medicine processing practices at the household level, thereby maintaining the quality, safety, and benefits of herbal medicine for family health. Keywords: Education, Herbal Medicine, Herbal Processing.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan dalam Manajemen Stress untuk Memperbaiki Kualitas Tidur pada Pasien Hipertensi dengan PMR (Progresif Muscle Relaxation) dan Dzikir Disekolah Lansia Al Wustho Lampung Nuria Muliani; Heru Supriyatno; Arena Lestari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26640

Abstract

ABSTRAK Stress kronis pada lansia hipertensi dapat mengganggu kalitas tidur dan memperparah kondisi hipertensi. Di Sekolah Lansia Al Wustho Lampung kasus ini terjadi pada 65% kasus lansia hipertensi. Masalah belum tersedia program edukasi manajemen stres berbasis terapi non-farmakologis. Untuk meningkatkan kemampuan lansia dalam mengelola stres dan memperbaiki kualitas tidurnya melalui edukasi dan praktik Progressive Muscle Relaxation (PMR) serta terapi dzikir, dua metode yang telah terbukti menurunkan stres dan tekanan darah. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 1 -30 April 2026 dengan pre post test design. Jumlah partisipan sebanyak 26 orang. Kuesioner kegiatan terdiri dari pengetahuan dan keterampilan manajemen stress dan mengelola kualitas tidur. Analisis menggunakan Wilcoxon signt test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah kegiatan PKM dengan nilai p value 0,001. Selain itu, keterampilan peserta dalam melakukan PMR dan dzikir juga mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai p value 0,001. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan dan mampu mempraktikkan teknik relaksasi secara mandiri. Kegiatan PKM ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen stress sehingga diharapkan kualitas tidur membaik pada kelompok lansia hipertensi Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Manajemen Stres, Kualitas Tidur, Progressive Muscle Relaxation, Dzikir.  ABSTRACT Chronic stress in elderly with hypertension can disrupt sleep quality and worsen hypertension. At the Al Wustho Lampung Elderly School, this case occurs in 65% of cases of elderly with hypertension. The problem is the lack of a stress management education program based on non-pharmacological therapy. To improve the ability of elderly people to manage stress and improve their sleep quality through education and practice of Progressive Muscle Relaxation (PMR) and dhikr therapy, two methods that have been proven to reduce stress and blood pressure. PKM activities were carried out on April 1-30, 2026 with a pre-post test design. The number of participants was 26 people. The activity questionnaire consisted of knowledge and skills in stress management and managing sleep quality. Analysis used the Wilcoxon sign test. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge after the PKM activity with a p value 0.001. In addition, participants' skills in performing PMR and dhikr also experienced a significant increase with a p value 0.001. Participants showed enthusiasm during the activity and were able to practice relaxation techniques independently. This Community Service Program (PKM) activity can positively contribute to increasing knowledge and skills in stress management, thus hopefully improving sleep quality in the elderly with hypertension. Keywords: Hypertension, Elderly, Stress Management, Sleep Quality, Progressive Muscle Relaxation, Dhikr.
Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Lansia dengan Masalah Keperawatan Nyeri pada Pasien Gout Arthritis Menggunakan Terapi Air Serai Hangat di Puskesmas Way Panjilampung Selatan Tahun 2026 Indah Wahyuninsih; M. Ricko Gunawan; Eka Trismiyana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26471

Abstract

ABSTRAK Gout artritis menyerang 1–4% populasi dunia dan lebih sering terjadi pada pria serta lansia. Di Indonesia, prevalensi hiperurisemia mencapai 18,6–47,6%. Di Bandar Lampung, prevalensi gout artritis sebesar 5,07% dengan 2.773 kasus. Terapi nonfarmakologis gout artritis salah satunya terapi air serai hangat yang berfungsi menghilangkan rasa nyeri yang bersifat analgetik serta melancarkan sirkulasi darah. Untuk mengetahui asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan masalah keperawatan nyeri pada pasien gout arthritis menggunakan terapi air serai hangat di Puskesmas Way Panji Lampung Selatan tahun 2026. Pada penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Subjek yang digunakan 2 orang yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut. Penerapan terapi air serai hangat untuk kelompok intervensi adalah kompres dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan frekuensi pemberian kompres 1 kali dalam sehari pukul 11.00 dengan durasi 10-15 menit dalam suhu 40o.Terdapat pengaruh terapi air serai hangat pada lansia dengan masalah keperawatan nyeri pada pasien gout arthritis di Puskesmas Way Panji Lampung Selatan tahun 2026. Pengelolaan keperawatan nyeri akut dengan  penerapan  tindakan  keperawatan terapi air serai hangat yang  penulis  lakukan  selama  5 hari  pada pasien gout arthritis, dimana masalah nyeri akut kedua  klien  teratasi  semua  dibuktikan  dengan klien  Ny. A skala nyeri 1 dan Tn. S skala nyeri 0 dan selama tindakan kedua klien koperatif. Kata Kunci: Gout Arthritis,  Terapi Air Serai Hangat, Nyeri Akut.  ABSTRACT Gouty arthritis affects 1–4% of the global population and is more common in men and the elderly. In Indonesia, the prevalence of hyperuricemia ranges from 18.6–47.6%. In Bandar Lampung, the prevalence of gout arthritis is 5.07%, with 2,773 cases. Non-pharmacological therapies for gout arthritis include warm lemongrass water therapy, which serves to relieve pain through its analgesic properties and improve blood circulation.To determine gerontological nursing care for the elderly with pain-related nursing issues in gout arthritis patients using warm lemongrass water therapy at the Way Panji Community Health Center in South Lampung in 2026. This final project report employs a descriptive research design with a case study approach. The subjects were 2 individuals experiencing acute pain-related nursing issues. The application of warm lemongrass water therapy for the intervention group involved compresses administered for 5 consecutive days, with a frequency of once daily at 11:00 AM, lasting 10–15 minutes at a temperature of 40°C. Warm lemongrass water therapy had a positive effect on elderly patients with acute pain nursing issues, specifically those with gout arthritis, at the Way Panji Community Health Center in South Lampung in 2026. The management of acute pain through the application of warm lemongrass water therapy, which the author administered for 5 days to a patient with gouty arthritis, successfully resolved the acute pain issues in both clients, as evidenced by Ms. A’s pain scale of 1 and Mr. S’s pain scale of 0, and both clients were cooperative throughout the procedure. Keywords: Gout Arthritis,  Warm Lemongrass Water Therapy, Acute Pain.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue