cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,696 Documents
Pemberdayaan Orang Tua dalam Stimulasi Motorik Halus Balita melalui Bermain Bola Warna di Posyandu Balita Lestari 3 Muhammad Luthfi Sholihin; Evy Noorhasanah; Najla Aldossari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26947

Abstract

ABSTRAK Stimulasi motorik halus pada balita sangat penting untuk mendukung perkembangan koordinasi mata-tangan dan kemandirian anak, namun pengetahuan orang tua mengenai cara stimulasi yang tepat masih perlu ditingkatkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan orang tua dalam memberikan stimulasi motorik halus balita melalui bermain bola warna. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan kepada orang tua balita, menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan keterampilan. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melakukan stimulasi motorik halus balita setelah mengikuti kegiatan. Pemberdayaan orang tua melalui bermain bola warna efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam menstimulasi motorik halus balita. Kata Kunci: Pemberdayaan, Orang Tua, Motorik Halus, Balita, Bola Warna.  ABSTRACT Fine motor stimulation in toddlers is important to support hand-eye coordination and independence, yet parental knowledge about appropriate stimulation methods still needs improvement. This activity aims to empower parents in providing fine motor stimulation for toddlers through colored ball play. The activity was carried out through counseling, demonstration, and mentoring for parents of toddlers, using a pre-test and post-test design to measure changes in knowledge and skills. There was an increase in parents' knowledge and skills in performing fine motor stimulation for toddlers after participating in the activity. Parental empowerment through colored ball play is effective in improving parents' knowledge and skills in stimulating toddlers' fine motor development. Keywords: Empowerment, Parents, Fine Motor, Toddler, Colored Ball.
Teacher Readiness for Augmented-Reality Health Education in Elementary Physical Education: A Community-Engaged Evaluation of the BIPINIPAR Interactive Book in Surabaya Junaidi Budi Prihantono; Dwi Lorry Juniarisca; Arifah Kaharina; Aby Nugrah Septanto; Novadri Ayubi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26822

Abstract

ABSTRACT Elementary physical education must translate abstract health messages about hygiene, physical activity, safety, and healthy living into concrete learning experiences. This community-engaged study evaluated BIPINIPAR, an augmented-reality interactive health-education book for Indonesian elementary Physical Education, Sport, and Health (PJOK), by examining changes in teacher readiness and perceived implementation feasibility. A one-group pre–post evaluation was conducted with 44 valid responses from elementary-school physical education teachers or education practitioners in Surabaya. Five readiness indicators were rated before and after training. Because one baseline item used a shorter scale than its paired post-training item, all readiness indicators were min–max normalized to a 0–100 metric. Program appraisal was measured with nine 1–5 items, and open-ended comments were coded thematically. Overall readiness increased from 86.14 ± 18.03 to 91.21 ± 11.94, with a mean gain of 5.08 percentage points (95% CI 1.14–9.01; p = .013; Cohen's dz = 0.39). Gains were strongest for AR-book knowledge, AR-use skill, and confidence to teach with AR. Program appraisal was very high (mean 4.81/5), with 99.5% of item-level responses in the high or very high range. BIPINIPAR is best understood as a teacher-mediated implementation-readiness intervention that can support AR-enhanced physical education, health education when accompanied by pedagogical training and sustained classroom support. Keywords: Augmented Reality, Interactive Health Education Book, Elementary Physical Education, Teacher Readiness, Community-Engaged Learning.
Pengenalan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Meningkatkan Literasi Spasial Siswa SMA Yuni Andriyani Safitri; Vrita Tri Aryuni; Risky Nuri Amelia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26627

Abstract

ABSTRAK Penginderaan Jauh (PJ) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan teknologi spasial yang sangat penting dalam kajian geografi dan berbagai aspek kehidupan, namun pemahaman siswa sekolah menengah terhadap kedua teknologi ini masih terbatas. Kesenjangan literasi geospasial ini menjadi tantangan serius di era digital, terutama karena keterbatasan alat peraga dan media ajar di sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan dasar-dasar PJ dan SIG serta meningkatkan minat dan literasi spasial siswa melalui praktik interpretasi citra menggunakan stereoskop cermin.  Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan demonstrasi dan praktik langsung yang melibatkan 19 siswa kelas IPS SMA Negeri 5 Kota Ternate pada 25 Maret 2022. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata pemahaman siswa terhadap materi PJ dan SIG mencapai 87,4% yang termasuk dalam kategori baik, dengan aspek pengoperasian stereoskop cermin mencapai 94,7%. Siswa mampu mengidentifikasi objek secara tiga dimensi melalui stereoskop serta memahami proses overlay dan skoring dalam analisis SIG. Pengenalan PJ dan SIG melalui metode praktik langsung efektif dalam meningkatkan literasi spasial siswa dan direkomendasikan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kurikulum geografi di tingkat sekolah menengah. Kata Kunci: Literasi Spasial, Penginderaan Jauh, SIG, Stereoskop, PAR.  ABSTRACT Remote Sensing (RS) and Geographic Information Systems (GIS) are very important spatial technologies in geographic studies and various aspects of life, but high school students' understanding of these two technologies is still limited. This geospatial literacy gap is a serious challenge in the digital era, especially due to the limited teaching aids and learning media in schools. This community service activity aims to introduce the basics of RS and GIS as well as increase students' interest and spatial literacy through direct image interpretation practice using mirror stereoscopes. The method used was Participatory Action Research (PAR) with a demonstration and direct practice approach involving 19 social studies class students at SMA Negeri 5 Ternate City on March 25, 2022. The results showed that the average student understanding of RS and GIS materials reached 87.4% which was included in the good category, with the aspect of operating mirror stereoscopes reaching 94.7%. Students were able to identify objects in three dimensions through stereoscopes and understand the overlay and scoring processes in GIS analysis.The introduction of RS and GIS through direct practice methods is effective in improving students' spatial literacy and is recommended to be integrated sustainably into the geography curriculum at the secondary school level. Keywords: Spatial Literacy, Remote Sensing, GIS, Stereoscope, PAR.
Building Better Oral Health Habits Through Education Ika Kusuma Wardani; M. Alfrio Aditama; Nor Najwa; Aida Yanti; Renie Kumala Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.25403

Abstract

ABSTRACT Oral and dental health is an important component of general health and quality of life. Dental caries remains one of the most common oral diseases among school-aged children. This community service project aims to provide oral health education to students of SDN Alalak Tengah 4. This community service project involved 55 students aged 10–14 years. The community service project was conducted by examining dental conditions using the DMF-T index and 20 item questionnaire that assessed oral and dental health knowledge before and after the intervention. The intervention was delivered through health education using posters. The results showed that most respondents were female (60%) and aged 11 years (50.9%). The majority of students were in the very low DMF-T category (45.5%). The questionnaire results showed that students' knowledge increased after the intervention, but there was no significant relationship between the level of oral health knowledge and the DMF-T index. These findings suggest that knowledge only is not sufficient to influence caries status unless accompanied by a positive attitude and consistent oral health practices. Therefore, oral health promotion programs should emphasize not only knowledge improvement but also behavioral changes in daily oral hygiene practices. Keywords: Oral Health, Dental Caries, DMF-T Index, Oral Health Education, School Children.
Peningkatan Pengetahuan Peran Guru, Uks, dan Pedagang Jajanan Sekolah Dasar dalam Menyediakan Makanan Bergizi Desri Suryani; Tonny Cortis Maigoda; Yunita Yunita; Meriwati Meriwati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.27048

Abstract

ABSTRACT A common problem in elementary school cafeterias is that snacks do not meet balanced nutritional and food safety standards, such as high sugar, salt, and fat content, the use of artificial colors and preservatives, coupled with poor sanitation and hygiene, as well as a lack of knowledge and supervision from teachers, school health unit (UKS) managers, and vendors. The objective of this community service project is to enhance the capacity of these three parties to provide food that is safe, nutritious, and meets health standards. The methods used included interactive lectures, Focus Group Discussions (FGDs), practical workshops on developing healthy menus, serving simulations, and on-site mentoring. The community service partners were teachers, school health unit (UKS) managers, and snack vendors at SDN 71 in Bengkulu City, totaling 17 participants. Evaluation was conducted using pre- and post-tests. The results of the community service program showed an increase in knowledge following the intervention, which consisted of training, discussions, and hands-on practice. The average knowledge score increased from 92.94 to 97.94 Keywords: Healthy Canteen, Balanced Nutrition, Food Safety, Teachers, Elementary School.  ABSTRAK Masalah umum di kantin sekolah dasar adalah jajanan yang tidak sesuai standar gizi seimbang dan keamanan pangan, seperti kadar gula, garam, dan lemak tinggi, penggunaan pewarna serta pengawet buatan, ditambah higiene sanitasi buruk serta minimnya pengetahuan dan pengawasan dari guru, pengelola UKS, maupun pedagang. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas ketiga pihak tersebut dalam menyediakan makanan aman, bergizi, dan memenuhi standar kesehatan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, Focus Group Discussion (FGD), workshop praktik penyusunan menu sehat, simulasi penyajian, dan pendampingan lapangan. Mitra pengabdian adalah guru, pengelola UKS, dan pedagang jajanan di SDN 71 Kota Bengkulu sebanyak 17 peserta. Evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah intervensi berupa pelatihan, diskusi, dan praktik langsung. Rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 92,94 menjadi 97,94. Kata Kunci: Kantin Sehat, Gizi Seimbang, Keamanan Pangan, Guru, Sekolah Dasar.
Penyuluhan Menggunakan Video Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Mengenai Konsumsi Fe Pada Remaja Putri Anemia Dewi Rubi Fitriani; Ade Krisna Ginting; Yayuk Sri Rahayu; Rina Dwi Anggraeni; Sarini Sarini; Desty Lismayanti; Anisah Fauziah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26868

Abstract

ABSTRAK Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu penyebab utama anemia adalah rendahnya kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah (Fe), yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan mengenai manfaat, cara konsumsi, serta dampak anemia terhadap kesehatan. Penyuluhan kesehatan menggunakan media video edukasi merupakan salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, mudah dipahami, dan interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai konsumsi tablet Fe melalui penyuluhan menggunakan video edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada remaja putri di SMK Sehati dengan jumlah peserta sebanyak 60 responden. Metode yang digunakan berupa penyuluhan menggunakan video edukasi yang dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan menggunakan video edukasi. Sebelum intervensi, sebanyak 45 responden (75%) memiliki pengetahuan baik dan 15 responden (25%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah intervensi responden yang pengetahuan baik meningkat 91,7%, sedangkan responden yang pengetahuan kurang 8,3%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan penyuluhan. Penyuluhan menggunakan video edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai konsumsi tablet Fe sebagai upaya pencegahan anemia. Media video edukasi dapat dijadikan alternatif yang efektif dalam kegiatan promosi kesehatan di sekolah maupun di masyarakat. Diharapkan tenaga kesehatan dan pihak sekolah dapat mengoptimalkan penggunaan video edukasi dalam program edukasi kesehatan remaja serta melakukan penyuluhan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan mencegah anemia pada remaja putri. Kata Kunci: Remaja, Anemia, Pengetahuan, Konsumsi Tablet Fe.  ABSTRACT Anemia among adolescent girls remains a significant public health problem in Indonesia. One of the primary contributing factors is low adherence to iron (Fe) tablet consumption, which is influenced by inadequate knowledge regarding its benefits, proper consumption methods, and the health consequences of anemia. Health education using educational videos has emerged as an effective strategy to improve knowledge by delivering information in an engaging, easy-to-understand, and interactive manner. This community service program aimed to enhance adolescent girls' knowledge regarding iron (Fe) tablet consumption through health education using educational videos. This community service activity was conducted among adolescent girls at SMK Sehati, involving a total of 60 participants. The intervention consisted of health education using educational videos, followed by interactive discussions and question-and-answer sessions. Participants' knowledge was evaluated using pre-test and post-test questionnaires administered before and after the intervention. Results: The findings demonstrated a significant improvement in participants' knowledge following the educational intervention. Before the intervention, 45 participants (75%) had good knowledge, while 15 participants (25%) had poor knowledge. After the intervention, the proportion of participants with good knowledge increased to 91.7%, whereas those with poor knowledge decreased to 8.3%. Statistical analysis revealed a **p-value of 0.000 (p 0.05)**, indicating a statistically significant improvement in participants' knowledge after the educational intervention. Health education using educational videos was proven to be effective in improving adolescent girls' knowledge regarding iron (Fe) tablet consumption as an effort to prevent anemia. Educational videos can serve as an effective alternative medium for health promotion programs in both school and community settings. Healthcare professionals and schools are encouraged to optimize the use of educational videos in adolescent health education programs and to implement continuous health education activities to improve adherence to iron (Fe) tablet consumption and reduce the prevalence of anemia among adolescent girls. Keywords: Adolescent Girls, Anemia, Educational Video, Health Education, Iron (Fe) Tablets, Knowledge.
Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Anak melalui Edukasi Mitigasi di Wilayah Berisiko Tinggi Medya Aprilia Astuti; Anita Apriliawati; Titin Sutini; Irma Permatasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26689

Abstract

ABSTRAK Anak merupakan kelompok yang sangat rentan terdampak bencana sehingga perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan kesiapsiagaan sejak dini. Edukasi mitigasi bencana di sekolah menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kapasitas anak menghadapi situasi darurat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan memperkuat kesiapsiagaan bencana pada anak sekolah dasar melalui edukasi mitigasi bencana di wilayah berisiko tinggi. Kegiatan dilaksanakan di SDN Ciasmara 01 Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor dengan melibatkan 251 siswa. Edukasi diberikan menggunakan metode ceramah, pemutaran video edukatif, diskusi interaktif, dan role play. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner berisi 31 pertanyaan melalui pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Rata-rata nilai pengetahuan siswa meningkat dari 6,51 sebelum edukasi menjadi 6,79 setelah edukasi. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna secara statistik (p=0,004). Selama kegiatan, siswa juga menunjukkan partisipasi aktif dan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang diberikan. Edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana efektif meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai kesiapsiagaan bencana. Program edukasi serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan serta dikombinasikan dengan simulasi dan latihan evakuasi agar mampu membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Mitigasi, Kesiapsiagaan Bencana, Anak Usia Sekolah.  ABSTRACT Children are among the most vulnerable groups affected by disasters; therefore, they need adequate disaster preparedness knowledge and skills from an early age. School-based disaster mitigation education is an important strategy to improve children's capacity to respond appropriately during emergencies. This community service program aimed to improve disaster preparedness knowledge among elementary school students through disaster mitigation education in a high-risk disaster area. The program was conducted at SDN Ciasmara 01, Pamijahan District, Bogor Regency, involving 251 elementary school students. Educational interventions consisted of lectures, educational videos, interactive discussions, and role-play activities. Knowledge was evaluated using a 31-item questionnaire administered before and after the intervention. Data were analyzed using a paired t-test. The mean knowledge score increased from 6.51 before the intervention to 6.79 after the educational program. Paired t-test analysis demonstrated a statistically significant improvement in students' knowledge (p=0.004). Students also showed active participation and enthusiasm throughout the learning activities. Disaster mitigation education effectively improved elementary school students' knowledge regarding disaster preparedness. Similar educational programs should be implemented regularly and integrated with disaster simulations and evacuation drills to strengthen disaster preparedness culture within school communities. Keywords: Mitigation, Disaster Preparedness, School Age Children.
Penguatan Kesadaran Lingkungan Berbasis Ekoteologi pada Siswa SMK Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Fakhriyatus Shofa Alawiyah; Imaniah Bazlina Wardani; Risma Nurlim; Rachma Dini Fitria
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26192

Abstract

ABSTRAK Kesadaran lingkungan merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa perilaku peduli lingkungan siswa belum sepenuhnya optimal, terutama dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lingkungan berbasis ekoteologi. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan edukasi penguatan kesadaran lingkungan berbasis ekoteologi dan mengetahui tingkat pengetahuan serta sikap kesadaran lingkungan siswa setelah mengikuti kegiatan. Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif dengan bantuan PowerPoint. Data diperoleh melalui angket pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap kesadaran lingkungan siswa. Persentase pretest sebesar 80,64% meningkat menjadi 92,18% pada posttest dengan kategori sangat baik. Peningkatan sebesar 11,55% menunjukkan bahwa kegiatan edukasi penguatan kesadaran lingkungan berbasis ekoteologi mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap kesadaran lingkungan siswa. Kata Kunci: Ekoteologi, Kesadaran Lingkungan, Pendidikan Lingkungan, Pengelolaan Sampah.  ABSTRACT Environmental awareness was an important aspect in shaping students’ character. However, the observation results showed that students’ environmentally responsible behavior had not been fully optimal, particularly in maintaining cleanliness and implementing sustainable waste management. Therefore, environment-based education was needed. This activity aimed to describe the implementation of ecotheology-based environmental awareness strengthening education and to determine the level of students’ environmental knowledge and awareness attitudes after participating in the activity. The method used was an interactive lecture supported by PowerPoint presentations. Data were collected through pretest and posttest questionnaires. The results showed an improvement in students’ environmental knowledge and awareness attitudes. The pretest percentage of 80.64% increased to 92.18% in the posttest, which was categorized as very good. The increase of 11.55% indicated that the ecotheology-based environmental awareness strengthening education activity was able to improve students’ environmental knowledge and awareness attitudes.  Keywords: Ecotheology, Environmental Awareness, Environmental Education, Waste Management.
Peningkatan Kompetensi Kader Posyandu melalui Pelatihan Integrasi Layanan Primer (ILP) dalam Mendukung Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer di Desa Jambewangi Adi Isworo; Suharsono Suharsono; Aisyah Izzati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26994

Abstract

ABSTRAK Integrasi layanan primer (ILP) merupakan strategi transformasi pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup. Keberhasilan implementasi ILP memerlukan dukungan kader kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam penyelenggaraan posyandu ILP.Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam pelaksanaan posyandu integrasi layanan primer (ILP) di desa jambewangi, kecamatan secang, kabupaten magelang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada tanggal 13 dan 20 juni 2026 dengan melibatkan 48 kader kesehatan. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, praktik, simulasi, serta evaluasi kompetensi. Materi pelatihan mencakup pengelolaan posyandu ILP, pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, dan komunikasi efektif. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata kompetensi kader sebesar 83,44 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 50. Sebanyak 28 kader (58,3%) mencapai kategori utama, sedangkan 20 kader (41,7%) mencapai kategori madya. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan kompetensi kader dalam mendukung penyelenggaraan posyandu ILP di tingkat masyarakat. Pelatihan posyandu ILP efektif meningkatkan kompetensi kader kesehatan dalam pengelolaan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup. Penguatan kapasitas kader secara berkelanjutan diperlukan untuk mendukung implementasi integrasi layanan primer dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kata Kunci: Integrasi Layanan Primer, Kader Kesehatan, Posyandu ILP, Kompetensi, Pelatihan.  ABSTRACT Primary health care integration (ILP) is a health service transformation strategy aimed at improving access to and the quality of life cycle-based health services. Successful implementation of ILP requires competent community health volunteers (cadres) with adequate knowledge and skills in managing integrated primary health care posts (posyandu ILP). To improve the knowledge and skills of community health cadres in implementing integrated primary health care (ILP) posyandu in jambewangi village, secang district, magelang regency. This community service program was conducted on june 13 and 20, 2026, involving 48 community health cadres. The activities included lectures, hands-on practice, simulations, and competency evaluations. Training materials covered posyandu ILP management, life cycle-based health services, and effective communication. The evaluation showed a mean competency score of 83.44, with the highest score of 100 and the lowest score of 50. A total of 28 cadres (58.3%) achieved the primary competency category, while 20 cadres (41.7%) were classified as intermediate. These findings indicate an improvement in cadres' competencies to support the implementation of posyandu ILP at the community level.Posyandu ILP training effectively improved the competencies of community health cadres in delivering life cycle-based primary health services. Continuous capacity building is essential to strengthen the implementation of primary health care integration and enhance the quality of community-based health services. Keywords: Primary Health Care Integration, Community Health Cadres, Posyandu ILP, Competency, Training.
Peningkatan Literasi Obat Masyarakat melalui Seminar “Cek Klik” di Rw 39, Dusun Jatirejo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta Ahmad Ainurofiq; Adi Yugatama; Fea Prihapsara; Hana Anisa Fatimi; Imam Prabowo; Rizky Dwi Larasati; Hilwa Taffanina; Insania Dwi Rahmadani; Marsha Aulia Tazkia Rahma; Raka Aditya Pratama; Sheli Gita Revalina; Syarifa Lukitaningtyas; Tsalsa Rizky Ameera
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26512

Abstract

ABSTRAK Penggunaan obat yang tidak aman dan tidak rasional masih menjadi permasalahan utama di masyarakat, terutama akibat rendahnya pemahaman terhadap keamanan dan mutu produk kesehatan yang berpotensi menimbulkan risiko tinggi bagi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat RW 39 Dusun Jatirejo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta dalam menerapkan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) saat memilih produk kesehatan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan melalui seminar interaktif dengan media presentasi dan sesi tanya jawab yang diikuti oleh 22 peserta. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan pendekatan pretest dan posttest sebagai alat ukur perbandingan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan materi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 75,12% menjadi 95,54%, dengan peningkatan sebesar 26,40%. Kegiatan ini membuktikan bahwa metode seminar interaktif berbasis Cek KLIK efektif digunakan dalam penyampaian informasi  dan dapat meningkatkan literasi obat masyarakat secara signifikan. Kata Kunci: Cek KLIK, Literasi Obat, Edukasi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT Unsafe and irrational medicine use remains a major public health concern, largely due to the lack of community awareness regarding the safety and quality of health products. This community service activity aimed to improve the understanding and awareness of residents in RW 39, Jatirejo Hamlet, Mojosongo Village, Jebres District, Surakarta City, in applying the "Cek KLIK" principle (Packaging, Label, Distribution License, Expiry Date) when selecting health products. The activity was conducted through an interactive seminar method using presentation media and question-and-answer sessions, involving 22 participants. Effectiveness was measured using a pre-test and post-test approach. Results showed a significant increase in the average participant comprehension score from 75.12% to 95.54%, reflecting an improvement of 26.40%. This activity demonstrates that the interactive seminar method based on the Cek KLIK principle is effective in improving public medicine literacy. Keywords: Cek KLIK, Medicines Literacy, Health Education, Community Service.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue