cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,696 Documents
Pengaruh Video Edukasi Dagusibu Terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Tindakan tentang Antibiotik di Masyarakat Kelurahan Koya Barat Day Stella Maris Gewab; Yosef Wijoyo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26660

Abstract

ABSTRAK Penyalahgunaan antibiotik akibat kurangnya pemahaman publik menjadi isu kesehatan global karena dapat memicu resistensi antibiotik. Program edukasi DAGUSIBU diperkenalkan untuk membimbing masyarakat agar lebih tepat dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penayangan video edukasi DAGUSIBU terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat di Kelurahan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan desain pretest-posttest control group design dengan instrumen berupa kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji MANOVA, dilanjutkan dengan ANOVA univariat dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi video DAGUSIBU antibiotik berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,000), dan tindakan masyarakat (p=0,000). Nilai effect size menunjukkan pengaruh terbesar pada tindakan sebesar 64,8%, diikuti sikap sebesar 49,1%, dan pengetahuan sebesar 15,0%. Uji Tukey HSD menunjukkan peningkatan signifikan dari pretest ke posttest 1 dan posttest 2 pada ketiga variabel, tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan antara posttest 1 dan posttest 2. Edukasi video DAGUSIBU antibiotik efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat, terutama dalam membentuk perilaku yang tepat terkait penggunaan antibiotik. Kata Kunci: Dagusibu, Antibiotik, Video, Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan.  ABSTRACT Antibiotic misuse due to limited public understanding has become a global health issue because it can trigger antibiotic resistance. The DAGUSIBU educational program was introduced to guide the community in properly obtaining, using, storing, and disposing of medicines. This study aimed to analyze the effect of DAGUSIBU educational video exposure on improving the knowledge, attitudes, and practices of the community in Koya Barat Village, Muara Tami District, Jayapura City. This study used a pretest-posttest control group design. The research instrument consisted of knowledge, attitude, and practice questionnaires that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using MANOVA, followed by univariate ANOVA and Tukey HSD post hoc test. The findings showed that the DAGUSIBU antibiotic educational video had a statistically significant effect on knowledge (p=0.001), attitudes (p=0.000), and community practices (p=0.000). The effect size indicated the strongest influence on practice at 64.8%, followed by attitude at 49.1% and knowledge at 15.0%. Tukey HSD results showed significant improvements from pretest to posttest 1 and posttest 2 in all three variables, but no significant difference between posttest 1 and posttest 2. The DAGUSIBU antibiotic educational video is effective in improving community knowledge, attitudes, and practices, particularly in shaping appropriate behavior related to antibiotic use. Keywords: DAGUSIBU, Antibiotics, Video, Knowledge, Attitudes, And Practices.
Peningkatan Literasi Gizi Ibu Balita melalui Edukasi Pemenuhan Gizi Balita di RW 05 Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Dadang Purnama; Gina Utami; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26613

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi pada balita masih menjadi isu penting dalam kesehatan masyarakat karena dapat berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, daya tahan tubuh, dan kualitas hidup anak. Ibu memiliki peran utama dalam pemenuhan gizi balita, sehingga peningkatan literasi gizi menjadi salah satu strategi penting untuk memperbaiki pemahaman dan praktik pemberian makan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi ibu balita melalui edukasi pemenuhan gizi balita. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan materi mengenai kebutuhan gizi balita, prinsip gizi seimbang, variasi makanan, pencegahan masalah gizi, serta praktik pemberian makan yang sesuai usia anak. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita sebesar 34,6% setelah diberikan edukasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi yang diberikan secara terarah, sederhana, dan sesuai dengan kebutuhan ibu balita dapat membantu meningkatkan pemahaman mengenai pemenuhan gizi anak. Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi ibu balita sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung tumbuh kembang optimal serta mencegah masalah gizi pada balita. Program edukasi serupa perlu dilakukan secara rutin dengan melibatkan kader, tenaga kesehatan, dan keluarga agar perubahan pengetahuan dapat berlanjut menjadi praktik pemberian makan yang lebih baik. Kata Kunci: Balita, Edukasi Gizi, Ibu Balita, Literasi Gizi, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT Nutritional problems among children under five remain an important public health issue because they may affect children’s growth, development, immunity, and quality of life. Mothers play a central role in fulfilling children’s nutritional needs; therefore, improving maternal nutrition literacy is an important strategy to strengthen knowledge and feeding practices. This community service activity aimed to improve mothers’ nutrition literacy through education on fulfilling the nutritional needs of children under five. The activity was conducted through health education covering nutritional requirements for toddlers, balanced nutrition principles, food variety, prevention of nutritional problems, and age-appropriate feeding practices. Evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure changes in participants’ knowledge before and after the education. The results showed a 34.6% increase in mothers’ knowledge after the educational intervention. This improvement indicates that structured, simple, and needs-based nutrition education can enhance mothers’ understanding of child nutrition fulfillment. This activity highlights the importance of continuous education for mothers of children under five as a promotive and preventive effort to support optimal growth and development and prevent nutritional problems. Similar educational programs should be implemented regularly by involving cadres, health workers, and families so that improved knowledge can be translated into better feeding practices. Keywords: Children Under Five, Community Service, Mothers of Toddlers, Nutrition Education, Nutrition Literacy.
Peningkatan Kompetensi Penyuluh Kemenag melalui Pelatihan Tekhnik Pengukuran Arah Kiblat di Pulau Belitung Reno Ismanto; Ahmad Fadholi; Priyanggo Karunia Rahman; Muhammad Rizky
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26946

Abstract

ABSTRAK Akurasi arah kiblat masjid masih menjadi problem di masyarakat Indonesia, termasuk di Pulau Belitung. Penelitian yang dilakukan oleh Reno Ismanto, dkk, di Pulau Belitung pada tahun 2023 menemukan dari 14 masjid yang menjadi sampel Penelitian, didapati 8 masjid memerlukan kalibarsi ulang karena arah kiblatnya belum akurat. Salahsatu faktor adalah penggunaan alat sederhana dalam melakukan pengukuran serta kurangnya SDM yang menguasai metode pengukuran arah kiblat. Dengan menggunakan metode PAR, pengabdian yang berjudul "Kaderisasi Ahli Falak dan Pendampingan Kalibrasi Arah Kiblat Masjid di Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung" ini bertujuan untuk melatih penyuluh, staf Kementerian Agama dan kelompok yang berkaitan dengan masjid, kemampuan ilmu falak dasar dan kemampuan mengukur arah kiblat masjid menggunakan alat Istiwaaini yang mengacu kepada cahaya matahari. Pengabdian dilaksanakan dengan dua metode, yaitu metode klasikal dan non klasikal. Pelaksanaan pengabdian tergolong efektif. Hal ini ditunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan melakukan pengukuran arah kiblat dengan metode istiwaaini oleh subjek pengabdian, sebagaimana diukur dari nilai pretest dan postest yaitu dengan perbandingan 84,80 49,77. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pengukuran Arah Kiblat, Pulau Belitung.  ABSTRACT The accuracy of the direction of the Qibla of mosques is still a problem in Indonesian society, including on Belitung Island. For example, research conducted by Reno Ismanto, et al., on Belitung Island in 2023 found that out of 14 mosques that were sampled in the study, 8 mosques needed to be calibrated because the direction of the Qibla was not accurate. One of the factors is the use of simple tools and the lack of human resources who master the method of measuring the direction of the Qibla. By using the PAR method, the community service entitled "Cadreship of Astronomy Experts and Assistance in Calibration of the Direction of the Qibla of Mosques on Belitung Island, Bangka Belitung Islands Province" aims to train instructors, staff of the Ministry of Religion and groups related to mosques, basic astronomy skills and the ability to measure the direction of the Qibla of mosques using the Istiwaaini tool which refers to sunlight. The community service was carried out using two methods, namely the classical and non-classical methods. The implementation of the community service was relatively effective. This shows that there is an increase in knowledge and ability to measure the direction of the Qibla using the istiwaaini method by the devotion of the subjects, as measured by the pretest and posttest values, namely with a ratio of 84.80 49.77. Keywords: Community Empowerment, Qibla Direction Measurement, Belitung Island.
Edukasi Pemanfaatan Kunyit dan Pencegahan Gastritis Selama Ramadan untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Ferdy Firmansyah; Melzi Octaviani; Musyirna Rahmah; Alfitra Raisya; Alimia Woelandri; Putri Binti Jakfar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26800

Abstract

ABSTRAK Perubahan pola makan dan kebiasaan hidup selama Ramadan dapat memengaruhi munculnya keluhan lambung, sedangkan pemanfaatan kunyit oleh masyarakat belum selalu disertai pemahaman yang tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan kunyit secara rasional dan pencegahan gastritis selama Ramadan. Edukasi dilaksanakan secara door-to-door menggunakan leaflet kepada 50 warga RT 03 Kelurahan Air Putih dengan rancangan one-group pretest–posttest. Perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan meningkat dari 56,63 ± 3,80% menjadi 72,20 ± 1,48%, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p0,001). Edukasi door-to-door berbasis leaflet diikuti oleh peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan kunyit secara rasional dan pencegahan gastritis selama Ramadan. Namun, hasil kegiatan ini terbatas pada perubahan pengetahuan jangka pendek dan tidak membuktikan efektivitas klinis kunyit dalam mencegah atau mengatasi gastritis. Kata Kunci: Edukasi, Gastritis, Kunyit, Ramadan, Edukasi Kesehatan.  ABSTRACT Changes in dietary patterns and lifestyle during Ramadan may contribute to gastric complaints, while the use of turmeric in the community is not always supported by adequate knowledge. This community service activity aimed to improve community knowledge regarding the rational use of turmeric and gastritis prevention during Ramadan. Education was delivered door-to-door using leaflets to 50 residents of RT 03, Air Putih Subdistrict, employing a one-group pretest–posttest design. Differences in knowledge scores before and after the intervention were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The mean knowledge score increased from 56.63 ± 3.80% to 72.20 ± 1.48%, with a statistically significant difference (p0.001). Door-to-door education supported by leaflets was associated with improved community knowledge regarding the rational use of turmeric and gastritis prevention during Ramadan. However, these findings were limited to short-term changes in knowledge and did not demonstrate the clinical effectiveness of turmeric in preventing or treating gastritis. Keywords: Education, Gastric, Turmeric, Ramadan, Health Education.
Deteksi Dini Tuberkulosis Berbasis Masyarakat di Dusun Air Ali Frenky Aipassa; Lidya Natalia H Sarira; Ramdhani M Natsir
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26624

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di dunia, dengan sekitar 10 juta kasus dilaporkan setiap tahunnya. Di Kota Ambon, penemuan kasus TB menunjukkan tren yang tinggi dalam tiga tahun terakhir, yaitu 1.935 kasus pada tahun 2023, meningkat menjadi 2.296 kasus pada tahun 2024, dan 2.212 kasus pada tahun 2025. Capaian tersebut telah memenuhi bahkan melampaui target nasional penemuan kasus TB, namun tingginya jumlah kasus menunjukkan bahwa TB masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai TB melalui penyuluhan serta mendukung deteksi dini melalui pemeriksaan dan wawancara terarah terkait riwayat penyakit dan kondisi paru-paru. Materi penyuluhan mencakup faktor risiko, dampak, pencegahan, dan pengendalian TB dengan metode interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata tingkat pengetahuan peserta dari 65% sebelum penyuluhan menjadi 88% setelah penyuluhan, yang mengindikasikan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai deteksi dini dan pencegahan penularan TB. Kata Kunci: Skrining, Pemeriksaan, Tuberkulosis.  ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a significant public health challenge globally, with approximately 10 million cases reported annually. In Ambon City, TB case detection has consistently been high over the past three years. In 2023, 1,935 cases were reported, increasing to 2,296 in 2024 and 2,212 in 2025. Although these figures have met and exceeded national TB case detection targets, the high number of cases indicates that TB remains a substantial public health concern. This community service programme aimed to enhance public knowledge of TB through health education and to support early detection via screening and structured interviews regarding medical history and lung health. Educational materials covered risk factors, impacts, prevention and control of TB using interactive methods. The programme’s results demonstrated an increase in the average participant knowledge score from 65% before the intervention to 88% afterwards, indicating its effectiveness in improving community understanding of early TB detection and prevention of transmission. Keywords: Screening, Examination, Tuberculosis.
Edukasi dan Pendampingan Ibu Hamil sebagai Bentuk Pemberdayaan Perempuan untuk Cegah Stunting pada Bayi Balita si Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Tirza Vivianri Isabela Tabelak; Hasri Yulianti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.16954

Abstract

ABSTRAK Kesehatan reproduksi seorang wanita hamil merupakan komponen prioritas yang sangat erat hubungannya dengan kelangsungan hidup anak yang akan dilahirkan. Jika ibu hamil tidak mendapatkan perawatan kehamilan, asupan nutrisi seimbang maka beresiko terhadap tumbuh kembang janinnya. Ante natal care yang tidak tepat, perawatan kehamilan tidak memadai, status gizi kurang sangat berdampak pada janin antara lain Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT), Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), kecil, pendek, kurus, daya tahan tubuh rendah dan resiko meninggal dunia. Kasus stunting di Kabupaten Kupang tahun 2021 sebesar 40,4 persen. Kabupaten Kupang juga Kabupaten di Propinsi NTT yang tinggi AKI dan AKBnya. Tahun 2021 kematian ibu sebesar 14 kasus. Tahun 2022 kematian bayi baru lahir sebesar 103 kasus. Di Kecamatan Kupang Tengah terdapat 51,2 persen BBLR,  14 persen balita berat badan kurang, 10,8 persen balita pendek, 4,3 persen balita gizi kurang, 0,2 persen balita gizi buruk. Cakupan K1 sebesar 92,15 persen, K4 sebesar 83,52 persen dan K6 sebesar 55,21 persen (Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang,2023). Studi pendahuluan  menunjukkan bahwa sebagian besar ibu-ibu hamil tidak melakukan perawatan kehamilan dengan benar.Sebagian ibu hamil tidak teratur ANC, mengkonsumsi FE, kalk dan vitamin C tidak teratur dan bahkan tidak menghabiskan dosis yang didapat, tidak mengkonsumsi makanan bernutrisi seimbang. Kegiatan pengabdian masyarakat meliputi edukasi dan pendampingan ibu hamil sebagai bentuk pemberdayaan perempuan untuk cegah stunting pada bayi balita. Terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu-ibu untuk perawatan kehamilan sehingga mencegah stunting sejak anak dari kandungan.                Kata Kunci: Edukasi, Pendampingan, Ibu Hamil, Stunting, Bayi Balita.   ABSTRACT The reproductive health of a pregnant woman is a priority component that is closely related to the survival of the child to be born. If pregnant women do not receive prenatal care and balanced nutritional intake, there is a risk to the growth and development of their fetus. Inappropriate ante natal care, inadequate prenatal care, poor nutritional status has a serious impact on the fetus, including inhibited fetal growth, low birth weight, small, short, thin, low immune system and risk of death. Stunting cases in Kupang Regency in 2021 were 40.4persen. Kupang Regency is also a district in NTT Province with a high MMR and IMR. In 2021, there will be 14 maternal deaths. In 2022, newborn deaths will be 103 cases. In Central Kupang District there are 51.2persen LBW, 14persen underweight toddlers, 10.8persen stunted toddlers, 4.3persen malnourished toddlers, 0.2persen malnourished toddlers. K1 coverage is 92.15persen, K4 is 83.52persen and K6 is 55.21persen (Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang,2023). Preliminary studies show that the majority of pregnant women do not carry out proper prenatal care. Some pregnant women don't have regular ANC, consume FE, calc and vitamin C irregularly and don't even finish the dose they get, don't consume balanced nutritional food. Community service activities include education and assistance to pregnant women as a form of women's empowerment to prevent stunting in babies under five. There is an increase in mothers' knowledge and ability to care for pregnancy so as to prevent stunting from the moment the child is born. Keywords: Education, Assistance, Pregnant Women, Stunting, Babies Under Five.
Pemberdayaan Ibu Hamil melalui Program 1000 HPK sebagai Strategi Mewujudkan Generasi Sehat Bebas Stunting Yayah Rokayah; Nur Afifah Harahap; Siti Rusyanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26604

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang terjadi akibat kekurangan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, serta kurangnya pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan karena status gizi ibu hamil sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan janin. Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak merupakan salah satu wilayah dengan permasalahan stunting yang masih cukup tinggi, yaitu terdapat 55 balita stunting dari total 407 balita. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah masih terbatasnya pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil mengenai pentingnya Program 1.000 HPK dalam mencegah stunting. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan Program 1.000 HPK untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting. Sasaran kegiatan ini adalah 20 ibu hamil di Desa Pasar Keong. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi edukasi kesehatan mengenai Program 1.000 HPK, demonstrasi penyusunan menu gizi seimbang dengan konsep Isi Piringku, pendampingan, serta pemantauan melalui kegiatan Posyandu yang melibatkan bidan desa dan tenaga kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap, serta observasi terhadap perubahan perilaku ibu hamil. Sebelum diberikan edukasi, rata-rata nilai pengetahuan ibu hamil sebesar 60 dan nilai sikap sebesar 40. Setelah mengikuti kegiatan pendampingan, rata-rata nilai pengetahuan meningkat menjadi 90 dan nilai sikap meningkat menjadi 80. Selain itu, ibu hamil menunjukkan perubahan perilaku yang positif, ditandai dengan meningkatnya kemampuan dalam menerapkan pola makan bergizi seimbang menggunakan konsep Isi Piringku, melakukan pemantauan kehamilan secara rutin, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mempersiapkan pemberian ASI eksklusif, serta memahami pentingnya pemenuhan gizi ibu dan anak sebagai upaya pencegahan stunting. Ibu hamil juga mampu menjelaskan kembali materi edukasi, memilih bahan makanan bergizi, serta memanfaatkan metode food recall sebagai bagian dari pemantauan konsumsi makanan sehari-hari. Kegiatan pendampingan Program 1.000 HPK terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan stunting sehingga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui dukungan tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan lintas sektor sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting di masyarakat. Kata Kunci: 1000 HPK, Ibu Hamil, Stunting, Pemberdayaan.ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem caused by prolonged undernutrition, recurrent infections, and limited family awareness regarding the importance of adequate nutrition from pregnancy until a child reaches two years of age, commonly referred to as the First 1,000 Days of Life (1,000 HPK). Stunting prevention should begin during pregnancy because the nutritional status of pregnant women plays a crucial role in fetal growth and development. Pasar Keong Village, Cibadak District, Lebak Regency, is one of the areas with a relatively high prevalence of stunting, with 55 out of 407 children under five affected. One of the contributing factors is the limited knowledge, attitudes, and practices of pregnant women regarding the importance of the First 1,000 Days of Life Program in preventing stunting. Therefore, a community service program was implemented through mentoring based on the First 1,000 Days of Life (1,000 HPK) Program to improve pregnant women's knowledge, attitudes, and practices toward stunting prevention. The program targeted 20 pregnant women in Pasar Keong Village. The activities included health education on the First 1,000 Days of Life Program, demonstrations on preparing balanced nutritious meals using the My Plate concept, individualized mentoring, and monitoring through Integrated Health Service Posts (Posyandu) in collaboration with village midwives and other healthcare personnel. Program evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure changes in knowledge and attitudes, as well as observations of participants' behavioral changes. Before the educational intervention, the mean knowledge score of the pregnant women was 60, while the mean attitude score was 40. Following the mentoring program, the mean knowledge score increased to 90, and the mean attitude score improved to 80. In addition, positive behavioral changes were observed, as evidenced by the participants' increased ability to apply balanced nutrition using the My Plate concept, attend routine antenatal care visits, practice Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), prepare for exclusive breastfeeding, and understand the importance of meeting maternal and child nutritional needs to prevent stunting. The participants were also able to explain the educational materials, select healthy food choices, and apply the food recall method to monitor their daily dietary intake. The mentoring program based on the First 1,000 Days of Life (1,000 HPK) successfully improved pregnant women's knowledge, attitudes, and practices regarding stunting prevention. Therefore, the program should be sustained through continuous support from healthcare workers, Posyandu cadres, village authorities, and cross-sector collaboration to accelerate stunting reduction at the community level. Keywords: 1000 HPK, Pregnant Women, Stunting, Empowerment.
Pendampingan Edukasi Diet Seimbang “Piringku” Berbasis Keluarga dalam Meningkatkan Pengetahuan Gizi Pasien Tuberkulosis Dientyah Nur Anggina; Erfiana Umar; Putri Erlyn; Luqyana Azzahra; Nia Ramadhani Syafitri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26518

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit infeksi dengan beban tertinggi di Indonesia. Status gizi yang buruk menjadi faktor yang memperburuk perjalanan penyakit TB, namun kepatuhan diet pada pasien TB masih rendah, terutama akibat kurangnya pengetahuan dan peran keluarga yang belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien TB dan keluarga mengenai diet seimbang berbasis konsep “Piringku” melalui kegiatan pendampingan edukasi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Kelurahan Talang Putri Palembang yang diikuti oleh 34 peserta yang terdiri pasien TB beserta keluarga. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi penyusunan menu, simulasi porsi makan dan konseling berbasis keluarga yang dilanjutkan dengan evaluasi berupa pretes dan postes. Hasil kegiatan ini berupa terjadi peningkatan pengetahuan sesudah edukasi. Proporsi peserta dengan pengetahuan baik meningkat dari 14.7% pada pretest menjadi 73.5% pada posttest, dan tidak ditemukan peserta dengan kategori pengetahuan kurang sesudah edukasi. Pendampingan edukasi diet seimbang “Isi Piringku” berbasis keluarga efektif meningkatkan pengetahuan gizi pasien TB. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku makan yang mendukung keberhasilan terapi TB secara berkelanjutan. Kata Kunci: Diet Seimbang, Edukasi Gizi, Pengetahuan, Tuberkulosis.  ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains one of the highest-burden infectious disease in Indonesia. Poor nutritional status worsens TB outcomes, yet dietary adherence among TB patients remains low, largely due to insufficient knowledge and suboptimal family support. The services activity aimed to improve the nutritional knowledge of TB patients and their families through family-based balanced diet education using the “Piringku” concept. A community service activity was conducted on May 2026 in Talang Putri, Palembang, involving 34 participant consist of TB patients and family members. Methods included interactive lectures, meal planning demonstrations, portion size simulations, and family-based counselling with pre-test and post-test evaluation. Nutritional knowledge improved significantly following the education. The proportion of participants with good knowledge increased from 14.7% at pre-test to 73.5% at post-test, with no participants remaining in the poor knowledge category after the education session. It concluded that family-based “Isi Piringku” balanced diet education effectively improved nutritional knowledge among TB patients, with potential to promote sustained dietary behavior changes supporting TB treatment outcomes. Keywords: Balanced Diet, Nutrition Education, Knowledge, Tuberculosis.
Peningkatan Kapasitas Pelatih dalam Optimalisasi Performa Atlet melalui Pendekatan Sports Science Berbasis Gizi dan Kondisi Fisik di Banjarnegara Purwono Sidik Permono; Kriswantoro Kriswantoro; Tri Aji; Sobihin Sobihin; Natalia Desy Putriningtyas
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26675

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi atlet yang menjanjikan. Potensi ini ditunjukkan melalui berbagai keterlibatan dalam pembinaan atlet usia dini serta kompetisi yang diikuti. Hal ini menuntut peran pelatih sebagai ujung tombak dalam pembinaan atlet. Namun permasalahan yang ditemukan ketika melakukan observasi serta FGD diketahui bahwa proses kepelatihan di lingkungan kabupaten Banjarnegara masih didominasi oleh pendekatan konvensional dan belum ditemukan integrasi antara aspek gizi olahraga dan pengkondisian latihan berbasis pengukuran ilmiah yang sistematis. Upaya yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah adanya sosialisasi sekaligus pendampingan bagi para pelatih cabang olahraga. Kegiatan ini sesuai dengan SDGs nomor 3 dan 4 yakni kehidupan sehat dan sejahtera melalui peningkatan kualitas kesehatan dan kebugaran atlet serta pendidikan berkualitas melalui penguatan kapasitas dan kompetensi pelatih sebagai pendidik di bidang olahraga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan gizi olahraga serta penyusunan program latihan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan sosialisasi, pendampingan, edukasi serta monitoring dan evaluasi dari kegiatan yang dilakukan. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah para pelatih berbagai cabang olahraga yang berada dibawah KONI kabupaten Banjarnegara provinsi Jawa Tengah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang berkaitan dengan gizi olahraga dan penyusunan program latihan, masing-masing mencapai 91,5% dan 100%. Pengabdian ini juga diharapkan mampu meningkatkan ketrampilan para pelatih dalam menerapkan porsi menu makan dan menu latihan yang sesuai dengan cabang olahraga masing-masing. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan para pelatih yang berkaitan dengan gizi olahraga dan penyusunan program latihan. Kata Kunci: Pelatih, Gizi Olahraga, Program Latihan, SDGs No 3, SDGs No 4.  ABSTRACT Banjarnegara Regency has promising athletic talent. This potential is demonstrated through various initiatives in early-age athlete development and the competitions in which athletes participate. This requires coaches to play a pivotal role in athlete development. However, issues identified during observations and focus group discussions (FGDs) reveal that the coaching process in Banjarnegara Regency remains dominated by conventional approaches, with a lack of integration between sports nutrition and training conditioning, which is based on systematic scientific measurements. Therefore, the efforts to be undertaken in this community service project include outreach and mentoring for coaches across various sports disciplines. This initiative is also aligned with SDGs 3 and 4—namely, good health and well-being through improved athletes' health and fitness, and quality education through strengthening coaches' capacity and competencies as educators in sports. This community service activity aims to conduct outreach and mentoring in sports nutrition, as well as develop training programs. The methods used to implement this community service activity include outreach, mentoring, education, and monitoring and evaluation. The partners in this community service initiative are coaches from various sports disciplines under the Banjarnegara Regency Sports Council (KONI) in Central Java Province. The results of the activity show an increase in participants' knowledge regarding sports nutrition and the development of training programs, reaching 91.5% and 100%, respectively. This community service program is also expected to improve coaches' skills in implementing meal plans and training regimens appropriate to their respective sports. This community service program concludes that there has been an increase in coaches' knowledge of sports nutrition and in the development of training programs. Keywords: Coach, Sport Nutrition, Training Program, 3rd Sdgs, 4th Sdgs.
Gema Ptm: Intervensi Promotif dan Preventif Penyakit Tidak Menular melalui Edukasi Kesehatan dan Skrining Witdiawati Witdiawati; Anisa Kamilia; Ismi Raihani; Dadang Purnama; Rida Fadilah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26650

Abstract

ABSTRAK PTM bukan hanya persoalan klinis, tetapi juga masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara berkelanjutan. Beban PTM tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada keluarga dan Masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat Gema PTM ini bertujuan untuk untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular seperti hipertensi dan DM, termasuk faktor risiko, pencegahan, serta pengelolaannya. Metode kegiatan dilakukan melalui rangkaian kegiatan diawali dengan senam hipertensi, dilanjutkan dengan pendidikan kesehatan/penyuluhan, dan diakhiri dengan skrining PTM yang meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan ≥80% peserta mengalami peningkatan nilai minimal 20% dari pretest ke post-test.  Selain peningkatan skor, hasil kegiatan juga menunjukkan bahwa ≥80% peserta mencapai nilai post-test ≥75 dan 100% peserta mengikuti kegiatan skrining. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa GEMA PTM memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan literasi kesehatan dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan PTM. Integrasi kegiatan dengan Posbindu PTM, kader kesehatan, dan puskesmas akan memperkuat keberlanjutan program Kata Kunci: Skrining PTM, Promotif, Preventif, Penyakit Tidak Menular, Edukasi Kesehatan.   ABSTRACT NCDs are not only a clinical problem, but also a public health problem that requires a promotive, preventive, curative, and rehabilitative approach in a sustainable manner. The burden of NCDs does not only have an impact on individuals, but also on families and communities. This community service activity aims to increase public awareness and knowledge about non-communicable diseases such as hypertension and DM, including risk factors, prevention, and management. The method of activity is carried out through a series of activities starting with hypertension gymnastics, followed by health education/counseling, and ending with NCD screening which includes blood sugar, cholesterol, and uric acid checks. Evaluation of activities was carried out using pre-test and post-test to assess changes in participants' knowledge before and after education. The results of the evaluation showed an increase of ≥80% of participants experienced a minimum 20% increase in scores from pretest to post-test.  In addition to the increase in scores, the results of the activity also showed that ≥80% of participants achieved a post-test score of ≥75 and 100% of participants participated in screening activities. The results of the activity show that GEMA PTM make a positive contribution to increasing health literacy and community participation in NCD prevention efforts. The integration of activities with PTM Posbindu, health cadres, and health centers will strengthen the sustainability of the program Keywords: NCD Screening, Promotive, Preventive, Non-Communicable Diseases, Health Education.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue