cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pelatihan Empati untuk Meningkatkan Kerjasama pada Siswa Sma di Bandar Lampung Asri Mutiara Putri; Octa Reni Setiawati; Dewi Lutfianawati; Diah Ayu Nurjanah; Intan Rahmawati; Mia Rosalina; Nailul Laila Az Zahra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6862

Abstract

ABSTRAK Siswa SMA membutuhkan keterampilan kerjasama untuk memaksimalkan proses belajar maupun berorganisasi di luar sekolah. Salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan dalam kerjasama adalah empati. Berdasarkan tinjauan literatur dan penggalian data di lapangan, kemampuan kerjasama siswa SMA yang dirasa masih kurang terkait dengan empati. Oleh karena itu dalam program pengabdian masyarakat kali ini akan dilaksanakan kegiatan pelatihan untuk membangun kemampuan kerjasama dengan fokus pada pengembangan empati. Pelatihan yang dilakukan akan memberikan pengalaman dan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh wawasan serta mempraktekan langsung keterampilan yang dapat membangun empati dan kerjasama. Peserta kegiatan ini adalah 20 siswa SMA di Bandar Lampung. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan empati dalam diri siswa sebagai salah satu aspek penting dalam keterampilan kerjasama. Hal ini terlihat dari adanya perubahan perilaku peserta sesuai dengan target yang ditetapkan di setiap sesi pelatihan. Kegiatan pengabdian seperti ini dapat di lakukan secara rutin pada cakupan peserta yang lebih luas. Materi pelatihan juga dapat dimaksimalkan pada keterampilan lain yang juga dibutuhkan peserta untuk mengembangkan kerjasama, mengingat pentingnya keterampilan kerjasama untuk dimililiki siswa SMA. Kata kunci: Empati, Kerjasama, Pelatihan, Siswa SMA  ABSTRACT High school students need teamwork skills to maximize the learning process and to organize outside of school. One important aspect that needs to be developed in teamwork is empathy. Based on the literature review and data collection in the field, the teamwork ability that still lact in high school is empathy. Therefore, in thin community service program, training activities will be carried out to build empathy in teamwork skills. The training will provide experience and opportunities for students to gain insight and practice skills that can build empathy and teamwork. The participants of this activity were 20 high school students in Bandar Lampung. Based on the implementation of the training program, it can be concluded that the training is effective in improving empathy in students as an important aspect of teamwork skills. This can be seen from the changes in participant behavior in accordance with the target set in each training session. Activities like this can be carried out routinely for a wider range of participants to develop teamwork skills, given the importance of teamwork skills for high school students. Keywords: Empathy, Teamwork, High School Students, Training
Penerapan Cognitive Behavior Therapy (CBT) pada Masyarakat dalam Menghadapi Pandemic Covid-19 Tiur Romatua Sitohang; Marganda Limbong
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7960

Abstract

ABSTRAK Penyintas Covid 19 cenderung mengalami Post Traumatic Stress Disorder sebesar 30,2% (Janiri, 2020). Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia menyatakan sebanyak 80% mengalami gejala stres pasca trauma psikologis karena mengalami atau menyaksikan peristiwa tidak menyenangkan terkait Covid-19,  46% memiliki gejala berat, 33% sedang, 2% ringan, dan sisanya tidak bergejala. Gejala PTSD dapat dikurangi dengan intervensi psikoterapi yaitu CBT (Cognitif Behavior Therapy). Tujuan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah Meningkatkan pengetahuan  masyarakat mengenai Pandemic Covid 19 dan Therapy Cognitive Behavior, dan memperkenalkan Therapy Cognitive Behavior sebagai salah satu terapi menurunkan Post Trauma Stres Disorder, ketidaknyamanan, kecemasan, masalah perilaku dan tekanan psikologis selama pandemic Covid 19. Berdasarkan hasil pre test sebelum dilakukan Cognitive Behavior Therapy diperoleh hasil sebanyak 4 orang tidak memiliki gejala PTSD, 27 orang memiliki gejala ringan dan 5 orang memiliki gejala PTSD sedang. Setelah dilakukan Cognitive Behavior Therapy ditemukan  Post Trauma Distres Sindrom berada pada kategori tidak memiliki gejala sebanyak 10 orang dan  24 orang memiliki gejala PTSD pada kategori ringan dan 2 orang kategori sedang. Kesimpulan : Terapi Cognitive Behavior efektif  menurunkan gejala Post Trauma Sindrom Disorder dialami penyintas Covid 19 dan keluarga sehubungan dengan adanya pandemic covid 19.  Kata Kunci: CBT, PTSD, Pandemi Covid-19  ABSTRACT Janiri (2020) stated that 30.2% of the total 381 respondents who survived Covid 19 experienced Post Traumatic Stress Disorder. According to the Association of Indonesian Mental Medicine Specialists, as many as 80% of the 182 self-examination results experienced symptoms of psychological post-traumatic stress due to experiencing or witnessing unpleasant events related to Covid-19, 46% had severe symptoms, 33% moderate, 2% mild, and the rest did not. symptomatic. PTSD symptoms can be reduced by psychotherapy intervention, namely CBT (Cognitive Behavior Therapy). The purpose of this community service activity is to increase public knowledge about the Covid 19 Pandemic and Cognitive Behavior Therapy, and introduce Cognitive Behavior Therapy as a therapy to reduce Post Traumatic Stress Disorder, discomfort, anxiety, behavioral problems and psychological stress during the Covid 19 pandemic. Based on the results of the pre-test prior to Cognitive Behavior Therapy, it was found that 4 people did not have PTSD symptoms, 27 people had mild symptoms and 5 people had moderate PTSD symptoms. After doing Cognitive Behavior Therapy, it was found that the Post Traumatic Distress Syndrome was in the asymptomatic category as many as 10 people and 24 people had PTSD symptoms in the mild category and 2 people in the moderate category. Conclusion: Cognitive Behavior Therapy is effective in reducing the symptoms of Post Traumatic Syndrome Disorder experienced by Covid 19 survivors and their families in connection with the COVID-19 pandemic. Keywords: CBT, PTSD, COVID-19 pandemic
Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan Tanda Bahaya Kehamilan di Desa Candali Ida Nuraida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6717

Abstract

ABSTRAK Tanda  bahaya  pada  kehamilan  adalah  suatu  pertanda  telah  terjadi permasalahan pada ibu hamil dan janin sehingga dapat membahayakan kesehatan ibu maupun janin yang dikandungnya. Jika ibu hamil tidak dapat mengetahui tanda bahaya maka bisa meningkatkan kesakitan bahkan paling fatalnya adalah dapat menyebabkan kematian baik bagi ibu maupun janinnya. Maka dari itu perlu sebuah upaya untuk mendorong pengetahuan ibu hamil untuk mengidentifikasi tanda bahaya guna mengurangi risiko kesakitan ataupun kematian pada masa kehamilan. Penyuluhan kesehatan adalah salah satu langkah yang sudah diprogramkan oleh pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat terutama bagi ibu hamil dalam kemampuan mengidentifikasi tanda bahaya di masa kehamilan dan dapat melakukan pencegahan atau pengurangan risiko serta memeriksakan kehamilan pada tenaga Kesehatan. Metode kegiatan pengabdian kepada ibu hamil di Desa Candali Kecamatan Ranca Bungur Kabupaten Bogor yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan mengenai tanda bahaya. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil Desa Candali terjadi peningkatan pengetahuan mengenai identifikasi tanda bahaya serta pencegahannya yang dapat dilakukan. Perlu adanya sebuah upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan peran serta keluarga dalam mengenali tanda bahaya kehamilan. Kata kunci: Kehamilan, Tanda bahaya, penyuluhan Kesehatan.  ABSTRACT A danger sign in pregnancy is a sign that a problem has occurred in the pregnant mother and fetus so that it can endanger the health of the mother and the fetus she contains. If pregnant women cannot know the danger signs, it can increase pain and even the most fatal is it can cause death for both the mother and the fetus. Therefore, an effort is needed to encourage knowledge of pregnant women to identify danger signs in order to reduce the risk of illness or death during pregnancy. Health education is one of the steps that have been programmed by the government in increasing public knowledge. The purpose of this community service is to increase knowledge and public awareness, especially for pregnant women in the ability to identify danger signs during pregnancy and to be able to prevent or reduce risk and check pregnancy with health workers. The method of community service activities for pregnant women in Candali Village, Ranca Bungur District, Bogor Regency, which was carried out was health education regarding danger signs. The result of this community service activity is that pregnant women in Candali Village have increased knowledge about the identification of danger signs and their prevention. Continuous efforts are needed to increase family understanding and participation in recognizing the danger signs of pregnancy. Keywords : Pregnancy, Danger signs, Health education.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Cair Berbahan Dasar Limbah Cair Tahu Untuk Menunjang Pertanian Rahma Diyan Martha; Fatimah Fatimah; Nurul Chamidah Kumalasari; Elen Vikelavianis; Ega Nurgia Adisyaningrum; Ita Rhosida; Azriel Restu; Jalu Prakoso
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7448

Abstract

ABSTRAK Desa Bendiljati Wetan merupakan Desa Binaan STIKes Karya Putra Bangsa Tulungagung yang didominasi oleh beberapa kegiatan salah satunya adalah home industri tahu. Home industri tahu berproduksi setiap hari, tidak hanya menghasilkan suatu produk siap jual, namun juga menghasilkan suatu limbah cair yang menimbulkan permasalahan tersendiri bagi masyarakat. Limbah yang dibuang menghasilkan bau yang tidak sedap sehingga mengganggu warga sekitar. Inovasi Mikroorganisme Lokal (MOL) limbah cair tahu merupakan solusi permasalahan tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya limbah cair tahu dan pemanfaatannya sebagai bahan dasar MOL. Metode dalam kegiatan pengabdian ini dengan ceramah dan evaluasinya dengan pembagian angket sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan, dari segi infomasi dan pengetahuan tentang bahaya limbah cair tahu dan pemanfaatannya sebagai bahan dasar MOL. Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dan lancar. Kata Kunci: limbah cair tahu, home industri, MOL (Mikroorganisme Lokal) ABSTRACT Bendiljati Wetan Village is a Foster Village of STIKes Karya Putra Bangsa Tulungagung, which is dominated by several activities, one of which is the tofu home industry. The home industry knows to produce every day, producing a product ready to sell and producing liquid waste that causes problems for the community. The discarded waste produces an unpleasant odor that disturbs the surrounding residents. Innovation of Local Microorganisms (MOL) of liquid tofu waste is the solution to this problem. This service activity aims to provide socialization and education about the dangers of tofu liquid waste and its use as a basic material for MOL. The method in this service activity is lectures and evaluations with the distribution of questionnaires before and after the activity. The evaluation results showed a piece of increasing information and knowledge about the dangers of tofu liquid waste and its use as a basic material for MOL. This service activity was carried out well and smoothly. Keywords: Liquid Tofu Waste, Home Industry, LM (Local Microorganisms)
Pelatihan dan Pendampingan Kader Kesehatan Perempuan tentang Deteksi Dini Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur Ajeng Dwi Retnani; Suryani Hartati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7835

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Angka stunting secara nasional mengalami penurunan sebesar 1,6% per tahun dari 27,7% tahun 2019 menjadi 24,4% tahun 2021. Dampak jangka panjang perkembangan pada balita yang mengalami stunting ialah penurunan fungsi kognitif dan prestasi belajar (Kemenkes, 2016). Tumbuh kembang balita merupakan hal yang sangat penting untuk dimonitor oleh orang tua, petugas Kesehatan dan kader. Program Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) merupakan kegiatan melakukan skrining atau deteksi dini adanya penyimpangan tumbuh kembang anak termasuk menindaklanjuti keluhan orang tua terhadap masalah tumbuh kembang anaknya (Kemenkes RI, 2012). Deteksi dini dan tindakan evaluasi sangat penting untuk menilai keterlambatan perkembangan karena akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya (Tjandrajani et al., 2012). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan pada kader Kesehatan mengenai cara deteksi dini stunting berbasis SDIDTK di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara. Kader posyandu mempunyai peran besar dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Dalam kegiatan Posyandu tugas kader posyandu adalah melakukan pendaftaran, penimbangan, mencatat pelayanan ibu dan anak dalam buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), serta mengedukasi orang tua jika ditemukan keterlambatan pada anak. Berdasarkan latar belakang di atas, maka perlu diberikan pendidikan kesehatan skrining tumbuh kembang pada balita berbasis aplikasi SDIDTK guna mempermudah kader kesehatan untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang balita di wilayah Puskesmas Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur. Kata kunci : kader, stunting, SDIDTK ABSTRACT Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. The national stunting rate has decreased by 1.6% per year from 27.7% in 2019 to 24.4% in 2021. The long-term impact of development on toddlers who experience stunting is a decrease in cognitive function and learning achievement (Kemenkes, 2016). The growth and development of toddlers is very important to be monitored by parents, health workers and cadres. The Early Growth Stimulation, Detection and Intervention Program (SDIDTK) is an activity to screen or detect early developmental deviations in children, including following up on parents' complaints about their child's developmental problems (Kemenkes RI, 2012). Early detection and evaluation are very important to assess developmental delays because they will affect subsequent development (Tjandrajani et al., 2012). The purpose of this study was to provide training and assistance to health cadres regarding early detection of stunting based on SDIDTK in the working area of the Puskesmas Cipinang Besar Utara. Posyandu cadres have a major role in efforts to improve maternal and child health. In Posyandu activities, the duties of posyandu cadres are to register, weigh, record maternal and child services in the MCH book (Maternal and Child Health), and educate parents if there is a delay in the child. Based on the above background, it is necessary to provide health education on growth and development screening for toddlers based on the SDIDTK application to make it easier for health cadres to carry out early detection of toddler growth and development in the Cipinang Besar Utara Public Health Center, East Jakarta.Keywords: cadres, stunting, SDIDTK
Promosi Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kemampuan Kader Rukun Ibu dalam Penyebaran Covid 19 pada Anak dengan Penyuluhan Kesehatan di Paroki Roh Kudus Babakan, Desa Canggu, Kabupaten Badung Bali Yustina Ni Putu Yusniawati; I Gde Agus Shuarsedana Putra; Emanuel Ileatan Lewar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6802

Abstract

ABSTRAK Angka covid 19 pada pertengahan juni 2021 kembali mengalami peningkatan dengan berbagai varian baru dan dialami pada anak dan bayi. Maka perlu upaya untuk dapat melakukan pencegahan penularan di keluarga. Kader Rukun ibu di Paroki Roh Kudus Babakan sebagian besar sudah memahami petentang penyebaran covid 19 namun penanganan covid 19 dilakukan hanya berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari media elektronik dan belum mendapatkan pelatihan optimal secara langsung tentang penanganan kasus covid 19 tersebut. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader ibu dengan penyuluhan kesehatan dalam penanganan penularan covid 19 pada anak dan bayi. Metode kegiatan ini adalah dengan pertemuan daring melalui zoom meeting, dengan jumlah peserta 20 orang yang merupakan kader rukun ibu. Materi yang diberikan adalah penyuluhan tentang kiat sukses dalam penanggulangan penyebaran covid dengan pelatihan 6 M, khususnya di bagian mencuci tangan, menggunakan masker, dan membersihkan diri setelah dari bepergian. hasil uji statistik nilai pre test dan post test diperoleh rata-rata nilai pre test 91.70 dan post test 100. Terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan 6M. Kata Kunci: Promosi Kesehatan 6 M, Kader Rukun Ibu, Covid 19  ABSTRACT The number of covid 19 in mid-June 2021 has increased again with various new variants and is experienced in children and infants. So efforts are needed to be able to prevent transmission in the family. Most of the cadres of the Mother Pillars at the Holy Spirit Babakan Parish understand the spread of covid 19, but the handling of covid 19 is carried out only based on knowledge obtained from electronic media and has not received optimal training directly on handling the covid 19 case. To increase the knowledge and ability of maternal cadres by providing health education in handling the transmission of COVID-19 in children and infants. The method of this activity is an online meeting through a zoom meeting, with 20 participants who are cadres of the mother association. The material provided was counseling on tips for success in overcoming the spread of covid with 6M training, especially in the section on washing hands, using masks, and cleaning oneself after traveling. The results of statistical tests of pre-test and post-test scores obtained an average pre-test score of 91.70 and post-test of 100. Conclusion: there was an increase in participants' knowledge and abilities after being given 6M counseling and training. Keywords: 6M Health Promotion, Mother's Pillar Cadre, Covid 19
Pemberdayaan Kelompok Pendukung Asi Kader Sahabat dalam Upaya Peningkatkan Pemberian Asi Eksklusif di Desa Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah Tetes Wahyu W; Jumiyati Jumiyati; Desri Suryani; Arie Krisnasary; Kusdalinah Kusdalinah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7698

Abstract

ABSTRAK Menyusui merupakan aspek yang sangat penting untuk kelangsungan hidup bayi guna mencapai tumbuh kembang bayi dan anak yang optimal sekaligus mempertahankan kesehatan ibu setelah bersalin. Sejak lahir, bayi hanya diberi ASI saja hingga usia 6 bulan. Peran ibu sangat penting dalam pemberian ASI kepada anak bawah dua tahun.  Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pemberdayaan kelompok pendukung Air Susu Ibu (KP-ASI) kader SAHABAT dalam upaya peningkatan pemberian ASI eksklusif di Desa Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Metode yang digunakan dalam pelaksanan kegiatan Pengembangan Desa Mitra SAHABAT di Desa Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah adalah Model Participatory Rural Appraisal (PRA) yaitu menekankan keterlibatan kader dan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kegiatan dan menempatkan masyarakat sebagai pengambilan keputusan dan bertanggung jawab atas kegiatan yang dilakukan. Sasaran  pengabdian masyarakat adalah kader berjumlah 20 orang, wanita usia subur (WUS), ibu hamil (Bumil) dan Ibu menyusui di Desa Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Jenis luaran yang dihasilkan pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah modul KP-ASI SAHABAT terkait dengan pemberian ASI eksklusif, buku pencatatan pendampingan KP ASI SAHABAT dan berbagai teknologi tepat guna yang dapat digunakan masyarakat seperti media yang sudah diberikan. Hasil dan luaran yang dicapai yaitu: Pembentukan KP-ASI kader SAHABAT, pelatihan KP-ASI kader SAHABAT, pendampingan WUS, ibu hamil dan Ibu menyusui, monitoring dan evaluasi pendampingan yang dilakukan KP ASI kader SAHABAT pada WUS, Bumil dan ibu menyusui di Desa Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah dan tersedia Pojok Laktasi di lokasi Posyandu. Perlu adanya sosialisasi kegiatan KP ASI yang telah berjalan dengan melibatkan lintas sektor terkait seperti tim pengerak PKK Desa Pondok Kelapa untuk program kesehatan ibu dan anak, sehingga kegiatan mendapatkan dukungan untuk keberlanjutan. Kata Kunci: KP-ASI, Eksklusif, Kader      ABSTRACT Breastfeeding is a very important aspect for the survival of infants in order toachieve optimal growth and development of infants and children while maintaining maternal health after childbirth. From birth, babies are only given breast milk (ASI) until the age of 6 months. The mother role is very important in breastfeeding children under two years of age. Mothers who received support in breastfeeding mostly exclusively breastfed. The purpose of this activity was to empower the breastfeeding support group (KP-ASI) of SAHABAT cadres to increase exclusive breastfeeding in Pondok Kelapa Village, Central Bengkulu Regency. The method used in implementing the SAHABAT Partner Village Development activities in Pondok Kelapa Village, Central Bengkulu Regency was the Participatory Rural Appraisal (PRA) model, which emphasizes the involvement of cadres and the community in all activities started from planning, implementing and evaluating activity programs and placing the community as decision-making and responsible for the activities carried out. The target of community service was 20 cadres, women fertile (WUS), pregnant women (Bumil) and breastfeeding mothers in Pondok Kelapa Village, Central Bengkulu Regency. The types of outputs produced in community service activities were the KP-ASI SAHABAT module related to exclusive breastfed, the recording book for KP ASI SAHABAT assistance and various appropriate technologies that can be used by the community such as the media that has been provided. The results and outputs achieved were: Establishment of KP-ASI SAHABAT cadres, training of KP-ASI for SAHABAT cadres, assistance for WUS, pregnant women and breastfeeding mothers carried out, monitoring and evaluation of assistance carried out by KP ASI for SAHABAT cadres at WUS, pregnant women and breastfeeding mothers, and a Lactation Corner at the Posyandu. it is necessary to socialize the activities of KP ASI that have been carried out by involving relevant cross-sectoral such as Pondok Kelapa Village PKK mobilization team for maternal and child health programs so that the activities receive support for sustainability. Keywords: KP ASI, Exclusive, Cadre 
Pemberdayaan Keluarga dalam Pencegahan Stunting di Desa Rai Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur Maria Sriana Banul; Makrina Sedista Manggul; Silfia Angela Norce Halu; Claudia Fariday Dewi; Catherine Clarita Yoana Mbohong
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6525

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah serius yang dihadapi oleh dunia termasuk Indonesia. Kejadian stunting dianggap serius karena mengakibatkan keterlambatan perkembangan motorik dan menurunnya tingkat kecerdasaan pada balita. Tujuan kegaiatan ini adalah meningkatkan peran keluarga dalam melakukan upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini diikuti oleh oleh 4 keluarga penderita stunting, perwakilan warga Desa Rai, kepala Desa Rai, Kepala Dusun, Ketua RT/RW dan bidan coordinator di Desa Rai. Metode yang digunakan adalah edukasi dengan penyajian materi dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab serta pembagian leaflet dan lembar balik kepada peserta. Semua peserta yang ikut dalam kegiatan ini sangat antusias, aktif dan mampu memahami materi yang disampaikan. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting. Aparat desa seperti kepala Desa, bidan, anggota BPD dan masyarakat berkomitmen untuk bekerjasama  dalam pencegahan stunting di Desa Rai.  Kata Kunci: Pemberdayaan, stunting, Keluarga ABSTRACT Stunting is still a serious problem faced by the world, including Indonesia. The incidence of stunting is considered serious because of the delay in motor development and the decreased level of intelligence in toddlers. The purpose of this activity is to increase the role of families in preventing stunting. This activity was attended by 4 families of stunting sufferers, representatives of Rai Village residents, Rai Village heads, Hamlet heads, RT/RW heads and the coordinator of midwives in Rai Village. The method used is education by presenting the material using the lecture, discussion, questioning, and distribution of leaflets and answer sheets to participants. all participants who took part in this activity were very enthusiastic, active and able to understand the material presented. The result of this activity is public understanding about stunting prevention. Village officials such as village heads, midwives, BPD members and the community are committed to being committed to preventing stunting in Rai Village. Keywords: Empowerment, stunting, Family
Pelatihan Pijat Endorphin dengan Aromatherapy Lavender dalam Meredakan Nyeri Persalinan pada Ibu Hamil Trimester III di Kelurahan Sinaksak Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun Zuraidah Zuraidah; Sukaisi Sukaisi; Vera Renta Siahaan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7543

Abstract

ABSTRAK Nyeri persalinan merupakan pengalaman yang menyakitkan bagi beberapa Wanita yang disebabkan fisiologi dan psikologis.  Ketakutan akan  nyeri  persalinan  adalah  salah  satu  alasan  paling  penting  yang  membuat wanita melakukan operasi caesar. Nyeri yang berlebihan   pada   ibu   bersalin dapat menyebabkan keinginan untuk segera mengakhiri  masa  persalinan. Persalinan merupakan fenomena alami namun rasa sakit yang menyertai persalinan sering dianggap parah bahkan ekstrim. Terapi komplementer yang non farmakologi untuk meredakan nyeri selama persalinan adalah pijatan. Pijat endorphine pada persalinan mengurangi nyeri dan kecemasan. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil TM III tentang teknik mengurangi kecemasan dan nyeri dalam persalinan, Mengurangi kecemasan dan nyeri pada saat hamil dan persalinan, Suami   bersedia   melakukan   pijat   endorphine   dengan   aromatherapy lavender pada istrinya. Kegiatan Pengabdian masyarakat berupa penilaian pengetahuan   dan   kecemasan   ibu   hamil  sebelum   dan   sesudah   diberikan penyuluhan teknik mengurangi kecemasan dan nyeri dalam persalinan serta tehnik relaksasi  dan  dilakukan  pelatihan  pijat  endorphine  dengan  aroma  therapy lavender. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan pengetahuan sebanyak 6 (20%) responden memiliki pengetahuan cukup, dan  sebanyak 24 (80%) responden memiliki pengetahuan baik. Setelah diberikan pijat endorphine selama 5 kali diperoleh hasil sebanyak 9 (30%) responden memiliki kecemasan ringan dan sebanyak 21 (70%) responden tidak memiliki kecemasan. Pelatihan bermanfaat meningkatkan pengetahuan ibu dan pijat endorphine menggunakan aroma theraphy lavender dapat menurunkan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan. Kata Kunci: Pijat Endorphin, Kecemasan, Ibu Hamil, Lavender  ABSTRACT Labor pain is a painful experience for some women due to physiology and psychology. Fear of labor pains is one of the most important reasons that make women perform caesarean sections. Excessive pain in childbirth can cause the desire to immediately end the labor period. Labor is a natural phenomenon but the pain that accompanies labor is often considered severe or even extreme. Non-pharmacological complementary therapy to relieve pain during labor is massage. Endorphin massage in labor reduces pain and anxiety. The purpose of this community service is to increase the knowledge of TM III pregnant women about techniques to reduce anxiety and pain in labor, reduce anxiety and pain during pregnancy and childbirth, husbands are willing to do endorphin massage with lavender aromatherapy on their wives.Community service activities in the form of assessing knowledge and anxiety of pregnant women before and after being given counseling on techniques to reduce anxiety and pain in childbirth as well as relaxation techniques and endorphin massage training with lavender aroma therapy. The results of community service obtained that there was an increase in knowledge of pregnant women after being given knowledge as many as 6 (20%) respondents had sufficient knowledge, and as many as 24 (80%) respondents had good knowledge. After being given endorphin massage for 5 times, 9 (30%) respondents had mild anxiety and 21 (70%) respondents had no anxiety. Training is useful in increasing mother's knowledge and endorphin massage using lavender aromatherapy can reduce anxiety for pregnant women in facing the labor process. Keywords : Endorphin Massage, Anxiety, Pregnant Women, Lavender
Pemberdayaan Peran Wanita Menuju Desa Mandiri Bebas Stunting Ida Zuhroidah; Mukhammad Toha; Mokh. Sujarwadi; Nurfika Asmaningrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7778

Abstract

ABSTRAKBebas stunting adalah salah satu tujuan dari pembangunan nasional berkelanjutan (SDGs). Kerjasama lintas sector yang saling bersinergi melalui kegiatan promotive, preventif dan kuratif adalah upaya untuk mengatasi permasalahan stunting yang masih dijumpai di negeri ini. Mengatasi stunting perlu melibatkan peran serta keluarga. Upaya membangun keluarga sejahtera melalui program-program pemerintah adalah langkah strategis  mencegah terjadinya stunting. Keluarga sejahtera bebas dari kemiskinan merupakan bagian dari tujuan membangun desa mandiri. Sesuai amanah undang-undang No.6 tahun 2014 tentang desa, yang telah memberikan arah dan petunjuk dalam membangun dan memberdayakan masyarakat desa menuju mandiri dan sejahtera. Keluarga sejahtera adalah cerminan dari desa yang mandiri dan sejahtera. Kondisi jasmani, rohani dan ekonomi yang sehat dalam keluarga  adalah modal menuju keluarga sejahtera. Menurut kriteria Indeks Desa Membangun (IDM) Mojoparon adalah desa dengan kategori berkembang. Sumber daya alam di desa mojoparon sangat mendukung untuk menuju desa yang mandiri, namun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki diantaranya adalah masih dijumpai sejumlah balita dengan permasalahan stunting, tidak adanya kelompok sebagai role model dalam transfer of knowledge pada pelayanan social dasar dan pemberdayaan perempuan, perilaku masyarakat membuang sampah pada tempatnya yang masih rendah, pembangunan ekonomi produktif berbasis keluarga masih rendah. Tujuan dari kegiatan ini menambah pengetahuan ibu rumah tangga tentang stunting dan penatalaksanaannya di keluarga, memperkuat peran kelompok masyarakat yang sudah terbentuk melalui upgrade pengetahuan dan keterampilan tentang stunting, memberdayakan peran ibu rumah tangga dalam mensupport fungsi ekonomi keluarga melalui pelatihan-pelatihan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa mikro teaching pada kelompok ibu-ibu dengan masalah stunting. Pelatihan keterampilan assessment kader kesehatan desa tentang stunting, pelatihan ibu-ibu rumah tangga tentang pengolahan makan sehat dan bergizi bagi balita stunting, serta pelatihan keterampilan tentang peningkatkan ekonomi keluarga. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah sebagian besar peserta (85%) memahami dan mengerti tentang stunting dan penatalaksanaannya di rumah tangga, Sebagian besar peserta (90%) memahami dan mampu tentang assessment balita dengan masalah stunting. Kata Kunci: Peran Wanita, Bebabas Stunting, Desa Mandiri ABSTRACTStunting free is one of the goals of sustainable national development (SDGs). Cross-sectoral collaboration that synergizes through promotive, preventive, and curative activities is an effort to overcome the stunting problem that is still found in this country. Overcoming stunting needs to involve family participation. Efforts to build prosperous families through government programs are strategic steps to prevent stunting. A successful family free from poverty is part of the goal of creating an independent village. The mandate of Law No. 6 of 2014 concerning villages, which has provided directions and instructions in building and empowering rural communities towards independence and prosperity. A prosperous family is a reflection of an independent and successful village. Healthy physical, spiritual and economic conditions in the family are the capital of a prosperous family. According to the Developing Village Index (IDM) criteria, Mojoparon is a developing village. Natural resources in Mojoparon village are very supportive of an independent village. However, several things need to be improved, including there are still several toddlers with stunting problems, the absence of groups as role models in the transfer of knowledge on basic social services, and women's empowerment, behavior people throwing garbage in its place which is still low, family-based productive economic development is still low. The purpose of this activity is to increase the knowledge of housewives about stunting and its management in the family, to strengthen the role of community groups that have been formed through upgrading knowledge and skills about stunting, to empower the role of housewives in supporting the family's economic function through creative economy training. The method used in this activity is micro-teaching to groups of mothers with stunting problems. Skills training for village health cadres on stunting, training for housewives on processing healthy and nutritious food for stunted toddlers, and skills training on improving the family economy. The results of this activity are that most participants (85%) understand stunting and its management in the household. Most participants (90%) understand and can assess toddlers with stunting problems.Keywords: The Role Of Women, Stunting Free, Independent Village

Page 67 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue