cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Bagi Anak Balita Penderita Stunting Dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Di Desa Penfui Timur Wilayah Kerja Puskesmas Tarus Loriana Lorinda Manalor; Anak Agung Ayu Mirah Adi; Nur Lailah Al Tadom; Rosmiyati Dappa Loka; Lusia Ina Dawa; Ni Gusti Tara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8170

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini secara nasional belum tercapai pola konsumsi yang beragam.  Hasil analisis  yang dilakukan oleh BKP menyimpulkan pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia masih didominasi oleh pangan sumber karbohidrat atau pangan nabati. Pola konsumsi pangan termasuk pangan sumber protein hewani sangat ditentukan oleh faktor sosial ekonomi rumah tangga seperti tingkat pendapatan, harga pangan, selera, dan kebiasaan makan.  Tujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberian makanan tambahan/PMT mengungkapkan bahwa dalam hal ini peran serta orang tua dan kader posyandu dalam memberikan intervensi pada balita akan menunjang proses tumbuh kembang anak sampai usia 2 tahun secara efektif. Seluruh kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan sesuai dengan jadwal dan perencanaan dengan metode ceramah dan diskusi disertai dengan implementasi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Penfui Timur, Dusun Belfai dan Tuameko, yang dihadiri kader dan beberapa orang tua bayi balita juga ada orangtua balita stunting. Kader dan orang tua dapat mengetahui jenis makan yang dapat meningkatkan gizi keluarga khususnya anak balita yang mengalami gizi kurang atau gizi buruk. Dengan melakukan redemontrasi ini diharapkan kader dan orang tua dapat mempraktekkan apa yang di ajarkan agar bisa memenuhi nilai gizi keluarga. Kata Kunci: Pemberdayaan, Balita, Ikan ABSTRACT Currently, nationally, diverse consumption patterns have not been achieved. The results of the analysis conducted by the BKP concluded that the food consumption pattern of the Indonesian people is still dominated by food sources of carbohydrates or plant foods. The desired pattern of food consumption, including food sources of protein, is largely determined by socio-economic factors of the household, such as income levels, food prices, tastes, and eating habits. Purpose Community service activities in the form of providing supplementary food/PMT revealed that in this case, the participation of parents and posyandu cadres in providing interventions for toddlers will effectively support the growth and development process of children up to the age of 2 years. All community service activities have been carried out according to schedule and planning using lecture and discussion methods accompanied by the implementation. Community service activities were carried out in East Penfui Village, Belfai, and Tuameko Hamlets, which witnessed toddler cadres and several parents of toddlers also having stunted parents. Cadres and parents can find out the types of food that can improve family nutrition, especially for children under five who experience malnutrition or malnutrition. By doing this demonstration, it is hoped that cadres and parents can practice what is offered so that they can fulfill the nutritional value of the family. Keywords: Empowerment, Toddlers, Fish
Peran Ibu terhadap Pemahaman Pentingnya Rontgen Gigi sebagai Tindakan Pendukung dalam Perawatan Kesehatan Gigi Intan Farizka; Deviyanti Pratiwi; Ade Prijanti Dwisaptarini; Niko Falatehan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6769

Abstract

ABSTRAK Pada umumnya, sosok ibu sangat berperan dalam membentuk pola pikir setiap anggota keluarganya.  Saat ini, masyarakat terbiasa memiliki pola pikir yang kritis. Hal ini berpengaruh terhadap perawatan gigi. Dalam beberapa kasus perawatan, keperluan terhadap tindakan rontgen gigi tidak dapat dihindari. Edukasi yang tepat dapat menjadi bentuk awal komunikasi yang baik terhadap suatu tindakan dalam perawatan kesehatan gigi seperti permintaan kesediaan melakukan rontgen gigi demi menegakkan diagnosa yang tepat sehingga perawatan gigi dapat memberikan keberhasilan yang maksimal. kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan pemahaman kepada komunitas ibu terhadap pentingnya rontgen gigi sebagai tindakan pendukung dalam perawatan kesehatan gigi. Kegiatan ini dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom dengan menerapkan metode komunikasi dua arah secara aktif dan menarik untuk menghindari kejenuhan. Penyampaian materi dilakukan dengan pemilihan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat. kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil pretest dan posttest peserta serta antusias peserta dalam tanya jawab terkait tindakan rontgen gigi. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan tingkat keberhasilan yang baik karena didukung oleh metode yang tepat dan komunikasi yang baik antara tim pelaksana dan komunitas. Kata Kunci: Rontgen Gigi, Kesehatan Gigi, Peran Ibu  ABSTRACT In general, the mother figure plays a very important role in shaping the mindset of every member of her family. Nowadays, people are accustomed to having a critical mindset. This affects dental care. In some cases of treatment, the need for dental X-rays is inevitable. Proper education can be an early form of good communication to an action in dental health care such as a request for willingness to do dental X-rays to establish the right diagnosis so that dental care can provide maximum success. This activity aims to provide education and understanding to the mother community on the importance of dental X-rays as a supporting action in dental health care. This activity is carried out online through the zoom application by applying two-way communication methods actively and interestingly to avoid saturation. The delivery of materials is carried out by the selection of language that is easily understood by the public. This activity showed an increase in knowledge based on the results of the participants' pretests and posttests and the enthusiasm of participants in Q&A related to dental X-rays. This activity can be carried out with a good success rate because it is supported by the right methods and good communication between the implementation team and the community. Keywords: Dental X-ray, Dental Health, Mother Role
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi Pelajar SMA N I Bojongmangu Cikarang Bekasi Rini Nurdini; Lusi Noviyanti; Ummu Habibah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7439

Abstract

ABSTRAK Keterlambatan korban gawat darurat dalam penanganan dapat berakibat kecacatan fisik atau bahkan sampai kematian. Lebih sering korban kegawatan ditemukan oleh masyarakat awam yang belum terpapar dengan baik tentang teknik dan cara pertolongan yang benar. Hasil penelitian Rawindi dkk pada tahun 2016 tentang Hubungan Pengetahuan Masyarakat Awam dengan Tindakan Awal Gawat Darurat Kecelakaan Lalu Lintas membuktikan bahwa hampir separuh (46,7%) responden memiliki pengetahuan kurang tentang tindakan awal gawat darurat, lebih dari separuh (56,7%) responden melakukan tindakan awal gawat darurat dengan kurang baik. Pengetahuan dan latihan dalam menangani korban kegawatdaruratan dengan pertolongan bantuan hidup dasar.Pelaksanaan kegiatan diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang berada di area Cikarang.  Kegiatan ini melibatkan tim medikal bedah dan komunitas serta mahasiswa tingkat II dan tingkat III. Para narasumber adalah para dosen, para mahasiswa melakukan simulasi dan menjadi fasilitator. Materi bantuan hidup dasar diberikan dan kemudian  dilakukan simulasi dihadapan pada para peserta. Redemonstrasi dilakukan perwakilan dari peserta terhadap simulasi yang telah dilakukan. Pre dan post test juga  dilakukan menggunakan google form. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tentang pelatihan bantuan hidup dasar pada pelajar SMAN I Bojongmangu oleh 29 orang kelas XI.  Data deskritif distribusi jenis kelamin peserta pelatihan terdiri dari 20 pelajar putri dan 9 pelajar putra. Hasil Pre test tertinggi dengan nilai 50 dan hasil post test tertinggi dengan nilai 100 poin. Rata-rata pengetahuan pre test peserta pelatihan adalah 2.52 dengan median 3.00 dengan standar deviasi 0.087 dan nilai post test rata-rata pengetahuan 5.79 dengan standar deviasi 2.000 dan median 6.00. Terjadi peningkatan pengetahuan para pelajar SMA 1 Bojongmangu setelah diberikan pelatihan bantuan hidup dasar dengan nilai tertinggi dua kali lipat kenaikan. Kata Kunci: Pelatihan, Bantuan Hidup Dasar, Pelajar  ABSTRACT The delay of emergency victims in handling can result in physical disability or even death. More often emergency victims are found by ordinary people who have not been properly exposed to the correct techniques and methods of help. The results of research by Rawindi et al in 2016 on the Relationship of Public Knowledge with Traffic Accident Emergency Actions prove that almost half (46.7%) of respondents have less knowledge about emergency early action, more than half (56.7%) respondents did the initial emergency action poorly. The purpose of this activity is to provide knowledge and training in dealing with emergency victims with basic life support. Implementation of activities begins with identifying training needs in the Cikarang area. This activity involved medical and surgical teams and the community as well as second and third level students. The resource persons are lecturers, students performed simulations and become facilitators. Basic life support materials were given and then a simulation was performed in front of the participants. The demonstration was carried out by representatives of the participants on the simulations that had been carried out. Pre and post tests are also carried out using google form. Implementation of community service activities regarding basic life support training for students of SMAN I Bojongmangu by 29 class XI students. The descriptive data on the sex distribution of the training participants consisted of 20 female students and 9 male students. The highest pre test results with a value of 50 and the highest post test results with a value of 100 points. The average pre-test knowledge of the trainees was 2.52 with a median of 3.00 with a standard deviation of 0.087 and the average post-test value of knowledge was 5.79 with a standard deviation of 2,000 and a median of 6.00. There was an increase in the knowledge of Bojongmangu 1 High School students after being given basic life support training with the highest score doubled.  Keywords : Training, Basic Life Support, Student
Menerapkan Pendidikan Kesehatan Peer Group pada Remaja Putri dalam Beradaptasi dengan PreMenstrual Syndrom Regina Vidya Trias Novita; Ni Nyoman Sri Artina Dewi; Anastasya Febiyani Bari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7704

Abstract

ABSTRAK Pendidikan Kesehatan peer group akan dapat mengurangi terkait gejala PMS. Dampak dari PMS ini khususnya pada remaja terlihat dari gangguan aktivitas belajar antara lain tidak konsentrasi belajar, sampai pada kehilangan semanagat belajar. Pendampingan pendidik sebaya harus memulai pelatihan dengan menyebarkan informasi kesehatan reproduksi khususnya terkait PMS dalam kelompok kecil. Setelah pendampingan menujukkan perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan edukasi sebaya pada siswi SMA didapatkan bahwa sebagian besar responden pada pre edukasi yakni tidak cemas, namun ada responden yang mengalami kecemasan berat sebanyak 10,4% dan berat sekai sebanyak 1,3%, para siswi mengatakan sangat puas 54.5% dan puas 41.6%. Media komunikasi dengan online ini membuat para siswi merasakan manfaatnya menggunakan teknologi untuk mencari infromasi yang diharapakan, sehingga peer edukasi dapat dilakukan secara online. Diiringi dengan kemampuan para fasilitator dalam berkomunikasi menggunakan Teknik konseling yang digunakan 53.2% mengatakan sangat puas dan tingkat puas sebesar 39%. Peer edukasi yang didalamnya diberikan Teknik komunikasi konseling dan mampu memberikan solusi yang tepat sesuai permsalahan terlihat dari survey kepuasan adalah 48.7% sangat puas dan puas 43.4%. Pentingnya pengetahuan, edukasi yang diberikan kepada remaja sehingga dapat mengurangi dampak yang kurang baik untuk kualitas hidup remaja sehingga adanya peer education ini sangat bermanfaat untuk dilakukan.  ABSTRACT Health Education peer groups will be able to reduce PMS-related symptoms. The impact of PMS, especially on adolescents, can be seen from impaired learning activities, including not concentrating on learning, to losing the spirit of learning. Assistance of peer educators should start training by disseminating reproductive health information, especially regarding PMS in small groups. After mentoring showed differences in anxiety levels before and after being given peer education to high school students, it was found that most of the respondents in pre-education were not anxious, but there were respondents who experienced severe anxiety as much as 10.4% and severe anxiety as much as 1.3%. Facilities and facilities (online/offline) that are convenient for conducting education, the students said that they were very satisfied 54.5% and 41.6% satisfied. The counseling techniques, 53.2% said they were very satisfied and 39% satisfied. Peer education in which counseling communication techniques are given and able to provide the right solution according to the problem seen from the satisfaction survey is 48.7% very satisfied and 43.4% satisfied. The importance of knowledge, education provided to adolescents so that it can reduce the unfavorable impact on the quality of life of adolescents so that peer education is very useful to do.
Program Penyuluhan Anemia, Pemeriksaan Hemoglobin dan Pengobatan Anemia pada Siswa di SMK Kesehatan Bali Medika Ni Putu Riza Kurnia Indriana; Putu Ayu Ratna Darmayanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.7396

Abstract

ABSTRAK Anemia pada remaja dapat mengganggu aktivitas remaja dan menurunnya prestasi. Pencegahan anemia dapat dilakukan dengan peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia dan pencegahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia, deteksi dini anemia dan pengobatan anemia yang baik. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan pada 104 siswa SMK Bali Medika dengan target program yaitu penyuluhan anemia dan pemeriksaan hemoglobin dilakukan di SMK Bali Medika melalui tiga tahapan kegiatan. Kegiatan tahap I dilakukan dengan memberikan pretest, penyuluhan anemia, dan postest. Penyebaran kuesioner pretest dan posttes dilakukan untuk mengetahui pengetahuan siswa mengenai anemia. Kegiatan tahap II dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu konjungtiva, pemeriksaan tekanan darah, dan pemeriksaan hemoglobin. Kegiatan tahap III dilakukan dengan melakukan pengobatan anemia pada siswa yang mengalami anemia dengan memberikan tablet tambah darah dan konseling mengenai pola makan yang baik. Uji analisis yang digunakan untuk mengukur pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan yaitu uji dependen t-test. Hasil dari kegiatan ini yaitu sebelum diberikan penyuluhan anemia, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan cukup sebanyak 66 orang (63,5%). Sedangkan, setelah diberikan penyuluhan tentang anemia, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan baik sebanyak 88 orang (84,6%).  Hasil uji analisis didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang anemia di SMK Kesehatan Bali Medika dengan p-value sebesar 0,001 (p <a 0,05). Program peyuluhan anemia, pemeriksaan hemoglobin dan pengobatan anemia pada siswa di SMK Kesehatan Bali Medika sudah efektif.  Diharapkan pihak SMK Kesehatan Bali Medika dapat melakukan pembinaan mengenai gizi remaja dan pencegahan anemia di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan organisasi lain yang melibatkan siswa-siswi. Hasil kegiatan penyuluhan anemia ini pelaksanaannya telah baik dan sesuai dengan target yang ditentukan. Kedepannya agar bisa dilakukan kegiatan ini untuk mengedukasi remaja dengan topik kesehatan lainnya Kata kunci: Penyuluhan, Anemia, Remaja ABSTRACT Anemia in adolescents can disrupt youth activities and decrease achievement. Prevention of anemia can be done by increasing adolescent knowledge about anemia and prevention. This service activity aims to increase adolescent knowledge about anemia, early detection of anemia, and good anemia treatment.  This service activity was carried out on 104 students of Bali Medika Vocational School with the target program of anemia counseling and hemoglobin examination being carried out at Bali Medika Vocational School through three stages of activities. Phase I activities were carried out by giving a pretest, anemia counseling, and posttest. The distribution of pre-test and post-test questionnaires was carried out to determine students' knowledge about anemia. Phase II activities are carried out by conducting a physical examination, namely conjunctiva, blood pressure, and hemoglobin examination. Phase III activities are carried out by treating anemia in students who have anemia by giving blood-added tablets and counseling about a good diet. The analytical test used to measure knowledge before and after counseling is the t-test-dependent test. The result of this activity is that before the anemia counseling was given, most of the students had sufficient knowledge of 66 people (63.5%). Meanwhile, after being given counseling about anemia, most of the students had good knowledge as many as 88 people (84.6%). The results of the analysis test showed that there was a significant difference in the knowledge of respondents before and after being given counseling about anemia at the Bali Medika Health Vocational School with a p-value of 0.001 (p < 0.05). The anemia counseling program, hemoglobin examination, and anemia treatment for students at the Bali Medika Health Vocational School have been effective. It is hoped that the Bali Medika Health Vocational School can provide guidance on adolescent nutrition and anemia prevention in the School Health Unit (UKS) and other organizations that involve students. The results of this anemia counseling activity have been implemented well and in accordance with the specified target. In the future, this activity can be carried out to educate adolescents on other health topics. Keywords: Counseling, Anemia, Adolescents
Penyuluhan Mikrobiologi #2 Edukasi Penggunaan Antibiotika Bantari Wisynu Kusuma Wardhani; Editha Renesteen
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8210

Abstract

ABSTRAK Integrasi program pengabdian masyarakat ini dengan kegiatan pengajaran dilakukan dalam bentuk pemberian tugas kuliah pada mata kuliah Mikrobiologi Farmasi di tingkat dua semester genap tahun ajaran 2021/2022.  Topik yang diangkat adalah penggunaan antibiotika yang tepat dan benar. Penyuluhan Mikrobiologi #2 diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki perilaku masyarakat dalam penggunaan antibiotik. Hal ini tentu saja akan membangun kewaspadaan masyarakat terhadap kejadian resistensi. Penyuluhan dilaksanakan secara virtual menggunakan perangkat lunak Zoom Meeting dan disiarkan secara terbuka melalui live streaming pada kanal youtube Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan Oficial pada hari Sabtu, 4 Juni 2022 pukul 09.00-11.30 WIB. Jumlah peserta sebanyak 74 peserta masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan penyuluhan dilakukan oleh narasumber Dr. apt. Bantari Wisynu Kusuma Wardhani, M.Biomed, apt. Nurul Latifah, M.Clin.Pharm, dan Dr. Anggi Gayatri, SpFK. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan 74% peserta penyuluhan menyatakan sangat berminat terhadap kegiatan serupa dan 89% menyatakan sangat puas dengan pelaksanaan kegiatan. Materi dalam kegiatan ini juga dibutuhkan dan dapat diaplikasian dalam penggunaan antibiotika di kehidupan sehari-hari oleh sebagian besar peserta (>75%). Kata Kunci: Edukasi, Daring, Antibiotika, Infeksi Bakteri ABSTRACT  This community service program integrated with teaching activities by giving assignments in the Pharmaceutical Microbiology course at the second even semester level of the 2021/2022 academic year. The topic raised is the proper and correct use of antibiotics. Microbiology Counseling #2 is aimed to increase knowledge and improve community behavior in the use of antibiotics. This of course will generate public awareness in the incidence of resistance. The counseling was carried out virtually using the Zoom Meeting software and broadcast openly via live streaming on the Youtube channel of the Faculty of Military Pharmacy, Oficial Defense University on Saturday, June 4, 2022, 09.00-11.30 WIB. The number of participants were 74 participants from the society from various regions in Indonesia. Counseling activities were carried out by resource persons, Dr. apt. Bantari Wisynu Kusuma Wardhani, M. Biomed, apt. Nurul Latifah, M.Clin.Pharm, and Dr. Anggi Gayatri, SpFK. Based on the results of the evaluation of activities, 74% of the extension participants stated that they were very interested in similar activities and 89% said they were very satisfied with the implementation of the activities. The material in this activity is also needed and can be applied in the use of antibiotics in daily life by most of the participants (>75%). Keywords: Education, Online Meeting, Antibiotics, Bacterial Infection
Peningkatan Pengetahuan Terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD) Di Perumahan Puri Kampung Baru Rajabasa Bandar Lampung Antika Palupi; Rika Yulendasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.4962

Abstract

ABSTRAK Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah tindakan darurat, sebagai usaha untuk mengembalikan keadaan henti napas dan atau henti jantung (yang dikenal dengan kematian klinis) ke fungsi optimal, guna mencegah kematian biologis. BHD menurut Pro Emergency (2011) bertujuan memberikan bantuan sirkulasi sistemik, serta ventilasi dan oksigenasi tubuh secara efektif dan optimal sampai didapatkan kembali sirkulasi sistemik spontan atau bantuan telah tiba dengan peralatan yang lebih lengkap untuk melaksanakan tindakan bantuan hidup jantung lanjutan.Tujuan setelah penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan bantuan hidup dasar warga perumahan puri kampong baru Rajabasa, Bandar Lampung. Penyuluhan ini menggunakan leaflet,video dan alat sederhana (bantal). Diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampikan dalam memberikan bantuan hidup dasar warga perumahan puri kampong baru, Rajabasa Bandar Lampung. Kata Kunci: Peningkatan, Bantuan Hidup Dasar, Warga ABSTRACT Cardiopulmonary resuscitation (CPR) is an emergency measure,in an effort to restore respiratory arrest and/ or cardiac arrest (known as clinical deathT) to optimal function, in order to prevent biological death. BHD according to pro Emegency (2011) aims to provide systemic circulation assistance, as well as ventilation and oxygenation of the body effectively and optimally until spontaneous systemic circulation is regained or assistance has arrived with more complete equipment to carry out advanced cardiac life support easures. Improve knowledge and skills in providing basic life support for residents of the puri kampong baru, rajabasa Bandar Lampung. Keywords: Improvement, Basic Life Support, Residents
Deteksi Dini Gejala Dengue Shock Syndrome Pada Masyarakat Awam di Lingkungan Banjar Buana Desa Kelurahan Padangsambian I Nyoman Asdiwinata; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Anak Agung Istri Dalem Hana Yundari; Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; Didik Prasetya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7327

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah merupakan salah satu endemic yang teerjadi di Indonesia hampir setiap tahunnya. Kasus tahun 2021 mencapai 2.185 menderita demam berdarah hingga bulan Agustus 2021. Selain menghadapi pandemic COVID-19, masyarakat Kota Denpasar juga menghadapi permasalah Demam berdarah dengan jumlah kasus 35 sampai 45 orang setiap bulannya. Permasalahan bagi masyarakat awam yang paling ditakutkan adalah kondisi renjatan demam dengue atau Dengue Shock Syndrome. Kegiatan ini berupaya untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran terkait dengue shock syndrome agar mampu menjadi penolong dalam keluarga dengan cara mengindetifikasi gejala dengue shock syndrome dengan tepat. Pengadian Kepada Masyarakat ini menggunakan tiga metode yaitu survey lapangan untuk mengobservasi kondisi lingkungan dan kebiasaan masyarakat terkait Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), memberikan ceramah dan diskusi terkait dengue shock syndrome, dan melakukan demostrasi penggunaan bubuk abate. Survey lapangan ditemukan terdapat 29 Kepala Keluarga (KK) yang berada dilingkungan tersebut dan 58,6% menggunakan ember sebagai bak mandi. Setelah diberikannya penyuluhah dengue shock syndrome 85,3% masyarakat memiliki pengetahuan sedang dan masyarakat mampu melakukan demonstrasi penggunaan bubuk abate dengan benar. Pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait deteksi dini gejala dengue shock syndrome Sebagian besar memiliki pengetahuan sedang dan pemberian informasi dan peningkatan pengetahuan harus tetap digalakkan dengan teratur agar kesadaran masyarakat akan bahaya dengue shock syndrome tetap baik. Kata Kunci: Dengue Shock Syndrome, Deteksi Dini, Masyarakat Awam  ABSTRACT Dengue fever is one of the endemics that occurs in Indonesia almost every year. Cases in 2021 reached 2,185 suffering from dengue fever until August 2021. In addition to facing the COVID-19 pandemic, the people of Denpasar City are also facing the problem of dengue fever with 35 to 45 cases every month. The most feared problem for ordinary people is the condition of dengue fever shock or Dengue Shock Syndrome. This activity seeks to provide knowledge and awareness regarding dengue shock syndrome in order to be able to be a helper in the family by correctly identifying the symptoms of dengue shock syndrome. This Community Service uses three methods, namely field surveys to observe environmental conditions and community habits related to the Eradication of Mosquito Nests (PSN), giving lectures and discussions related to dengue shock syndrome, and demonstrating the use of abate powder. The field survey found that there were 29 households (KK) in the neighborhood and 58.6% used a bucket as a bath. After being given dengue shock syndrome counseling, 85.3% of the community had moderate knowledge and the community was able to demonstrate the use of abate powder correctly. Community knowledge and skills related to early detection of symptoms of dengue shock syndrome Most of them have moderate knowledge and the provision of information and knowledge improvement must be encouraged regularly so that public awareness of the dangers of dengue shock syndrome remains good. Keywords: Common People, Dengue Shock Syndrome, Early Detection
Upaya Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Pada Anak Dan Remaja Di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Virtual Konseling Nursiswati Nursiswati; Santi Rukminita Anggraeni; Yanti Rubiyanti; Deasy Silvya Sari; Siti Ulfah Rifa’atul Fitri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6493

Abstract

ABSTRAK Virtual konseling merupakan salah satu upaya guna meningkatkan kesejahteraan psikologis selama masa pandemi Covid-19, khususnya bagi anak dan remaja sebagai sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertema Who Am I. Kegiatan virtual konseling ini ditujukan mengenalkan teknik pengenalan diri, wellbeing therapy dan untuk mengetahui apakah kegiatan virtual konseling dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar anak dan remaja untuk memelihara kesejahteraan psikososial yang dimilikinya. Metode kegiatan ini adalah konseling secara virtual melalui platform zoom dengan memberikan materi, latihan, dan permainan yang disusun untuk menjadi katalis peningkatan kesejahteraan psikologis. Konsep teoretis yang mendasari kegiatan ini adalah kesejahteraan psikologis, self-concept, self-image, life-skill, dan juga privasi. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa virtual konseling yang ditata materinya guna meningkatkan kesejahteraan psikologis mampu menjadi sarana edukasi awal bagi anak dan remaja untuk mengenali diri mereka sendiri. Latihan mandiri secara berkelanjutan perlu dilakukan para peserta agar pengetahuan yang didapat dari kegiatan dapat diolah menjadi keterampilan individu untuk memelihara dan meningkatkan kesejahteraan psikologis yang telah dimiliki. Salah satunya adalah dengan melakukan dan mendalami aspek keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: kesejahteraan psikologis, anak, remaja, pandemi Covid-19, virtual konseling  ABSTRACT Virtual counseling is one of the efforts to improve psychological well-being during the Covid-19 pandemic, especially for children and adolescents as targets in community service activities with the theme of Who Am I. This virtual counseling activity aims to introduce self-awareness techniques, deliver well-being therapy, and determine whether virtual counseling can improve children and adolescents' basic knowledge and skills in maintaining their psychosocial well-being. The method of this activity is virtual counseling through the zoom platform by providing materials, exercises, and games that are designed to be a catalyst for increasing psychological well-being. This activity's theoretical concepts are psychological well-being, self-concept, self-image, life skills, and privacy. This activity showed that virtual counseling delivery using organized materials to improve psychological well-being could be a means of initial education for children and adolescents to identify themselves. Continuous independent training needs to be carried out by the participants so that the knowledge gained from the activities can be processed into individual skills to maintain and improve the psychological well-being that they already have, for example, by doing and exercising religious aspects in everyday life. Keywords: Psychological Well-being, Children, Adolescent, Covid-19 Pandemic, Virtual Counseling
Pemberdayaan Kader Pkk Posyandu Lansia dalam Pengenalan dan Pembuatan Minuman Kesehatan Wedang Uwuh untuk Meningkatkan Kesehatan di Kelurahan Kauman Kota Malang Luluk Anisyah; Venny Kurnia Andika; Lela Veronika Tindaon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7034

Abstract

ABSTRAKAdanya radikal bebas dalam tubuh yang meningkat akan dapat menyebabkan kerusakan sel sehingga dapat menyebabkan timbulnya suatu penyakit, antara lain penyakit degenerative. Solusi untuk pencegahannya adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh dengan salah satu cara yaitu mengkonsumsi bahan tanaman herbal yang kaya akan antioksidan, mudah didapat, dan murah harganya. Salah satu minuman kesehatan khas Indonesia yang berasal dari tanaman herbal yang mempunyai khasiat antioksidan adalah wedang uwuh. Kandungan antioksidan serta antivirus dalam wedang uwuh dapat berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan tubuh, pencegahan dan meminimalkan salah satunya terhadap penyakit degenerative. Pemberdayaan kader PKK Posyandu lansia di Kelurahan Kauman Kota Malang dalam pemanfaatan pembuatan wedang uwuh sebagai bahan pembuatan minuman kesehatan di masa pandemi covid 19 sehingga dengan adanya pemberian edukasi tentang manfaat minuman kesehatan wedang uwuh pada kader PKK melalui pemberian edukasi secara luring akan didapatkan tubuh dan imunitas yang sehat, serta dapat terjadi peningkatan pengetahuan terhadap manfaat dan khasiat wedang uwuh. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat kepada anggota PKK meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: Melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sediaan minuman kesehatan wedang uwuh; Tahap pelaksanaan: Memberikan edukasi kesehatan dan pelatihan terkait manfaat, cara penyajian, dan pembuatan minuman kesehatan wedang uwuh; Tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Hasil dari dilakukannya pengabdian adalah dapat berjalan baik dan lancar sesuai dengan yang telah dijadwalkan, hal tersebut sesuai dengan jumlah prosentase dengan nilai rata-rata untuk peningkatan pengetahuan terkait fungsi sistem organ pada lansia 81,25%; Peningkatan pengetahuan terhadap manfaat dan khasiat wedang uwuh bunga telang 75% dan pelatihan cara pembuatan sediaan minuman kesehatan wedang uwuh bunga telang 34,37% sangat setuju dan 65,63% setuju untuk dilakukan pelatihan. Kesimpulan bahwa tujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait peningkatan pengetahuan terkait fungsi sistem organ pada lansia, Peningkatan pengetahuan terhadap manfaat dan khasiat wedang uwuh bunga telang, dan pelatihan cara pembuatan sediaan minuman kesehatan wedang uwuh bunga telang kepada para kader PKK dapat tercapai.Kata Kunci: Minuman Kesehatan, Wedang uwuh, Antioksidan, Penyakit DegeneratifABSTRACTThe presence of free radicals in the body increases will be able to cause cell damage so that it can cause disease, including degenerative diseases. The solution for prevention is to increase the body's immunity in one way, namely by consuming herbal plant materials that are rich in antioxidants, easy to obtain, and cheap in price. One of the typical Indonesian health drinks derived from herbal plants that have antioxidant properties is wedang uwuh. The antioxidant and antiviral content in wedang uwuh can be efficacious for improving body health, and preventing and minimizing of them degenerative diseases. Empowerment of elderly PKK Posyandu cadres in Kauman Village, Malang City in the use of making wedang uwuh as an ingredient for making health drinks during the covid 19 pandemic so that by providing education about the benefits of health drinks wedang uwuh to PKK cadres through offline education, they will get a strong body and immunity. healthy, and there can be an increase in knowledge of the benefits and efficacy of wedang uwuh. The implementation method used in community service to PKK members includes 3 activities, including Preparation stage: approaching, and preparing materials and tools used for the manufacture of wedang uwuh health drink preparations; Implementation stage: providing health education and training related to the benefits, how to serve, and manufacture of the wedang uwuh health drink; The evaluation stage is carried out using a questionnaire sheet. The results of the service are that it can run well and smoothly according to what has been scheduled, this is in accordance with the number of percentages with the average value for increasing knowledge related to organ system functions in the elderly 81,25%; Increased knowledge of the benefits and efficacy of wedang uwuh flower telang 75% and training on how to make a health drink preparation of wedang uwuh flower telang 34,37% strongly agree and 65,63% agree to conduct training. The conclusion is that the purpose of increasing knowledge related to increasing knowledge related to organ system functions in the elderly, increasing knowledge of the benefits and efficacy of wedang uwuh bunga telang, and training on how to make preparations of wedang uwuh flower telang health drink to PKK cadres can be achieved.Keywords: Health Drink, Wedang uwuh, Antioxidant, Degenerative Disease

Page 66 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue