cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Peran Mahasiswa Siaga Bencana Indonesia dalam Upaya Penanganan Bencana Area Komunitas melalui Zoominar Ida Rahmawati; Fernalia Fernalia; Dwi Putri Sulistiyaningsih; Effendi Effendi; Sanisahhuri Sanisahhuri; Dahlia Putri Pratama; Ahmad Guntur Alfianto; Feri Eka Prasetya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7882

Abstract

ABSTRAK Bencana alam tidak hanya menimbulkan korban fisik, akan tetapi berdampak juga pada gangguan pisikologis dan trauma yang mendalam. Hilangnya harta benda dan nyawa dari orang-orang yang dicintainya, membuat membuat sebagian korban mengalami stress dan gangguan kejiwaan. Mitigasi dan kesiapsigaan merupakan salah satu tahapan yang sangat vital dalam manajemen Bencana. Undang-undang No. 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana mengamanatkan untuk melakukan upaya penanggulangan bencana secara tepat, cepat, berdasarkan prioritas, koordinasi, keterpaduan, berdaya guna, berhasil guna, transparansi, akuntabilitas, kemitraan dan pemberdayaan. Tujuan kegiatan ini adalah  meningkatkan peran mahasiswa siaga bencana dalam upaya penanggulangan bencana di Indonesia. Metode kegiatan zoominar dilakukan oleh mahasiswa PERWAGANA STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu secara daring menggunakan aplikasi zoom pada tanggal 15 April 2022. Terdapat 3 sesi dalam kegiatan yaitu Sesi pertama pembukaan acara yang dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan sesi  kedua dengan pemaparan materi, dan sesi ketiga yaitu kesimpulan secara umum oleh moderator dan penutup oleh pihak penyelenggara. Hasil kegiatan menunjukan bahwa pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar. Kesimpulan, setelah dilakukan pendidikan kesehatan secara daring menggunakan aplikasi zoominar kepada mahasiswa, maka peingkatan kesiapsiagaan dan kewaspadaan tentang bencana dapat di serap dengan baik sehingga mahasiswa akan mampu menjadi dan siap menjadi generasi yang siap tanggap dalam kegawatdaruratan dan bencana.        Kata Kunci: Bencana, Kesiapsiagaan, Mahasiswa Perawat    ABSTRACT Natural disasters do not only cause physical casualties, but also have an impact on psychological disorders and deep trauma. The loss of property and lives of loved ones has made some victims experience stress and mental disorders. Mitigation and preparedness are one of the most vital stages in disaster management. Law No. 24 of 2007 concerning disaster management mandates to carry out disaster management efforts appropriately, quickly, based on priorities, coordination, integration, efficiency, effectiveness, transparency, accountability, partnership and empowerment. The puprpose of this activity is to increase the role of disaster preparedness students in disaster management efforts in Indonesia. The zoominar activity was carried out by PERWAGANA STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu students online using the zoom application on April 15, 2022. There were 3 sessions in the activity, namely the first session opening the event which was opened by the presenter, followed by the second session with material presentation, and the third session is a general conclusion by the moderator and closing by the organizers. After conducting online health education using the Zoominar application to students, the increased preparedness and vigilance about disasters can be well absorbed so that students will be able to become and be ready to become a generation that is ready to respond in emergencies and disasters. Keywords: Disaster, Preparedness, Nursing Students 
Keselamatan Kesehatan Kerja Menggunakan Pestisida bagi Petani Hortikultura Kabupaten Lampung Barat Mei Ahyanti; Prayudhy Yushananta; Yetti Angraini; Iwan Sariyanto; Enro Sujito; Dina Dwi Nuryani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6582

Abstract

ABSTRAK Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap 155 wanita usia subur (WUS) petani hortikultura di Kabupaten Lampung Barat berkaitan dengan aktivitas enzim cholinesterase, Hb, status gizi, lamanya paparan, dan penggunaan pelindung. Sebanyak 13 petani dinyatakan keracunan dan 35 orang menderita anemia. Hasil statistik menunjukkan risiko paparan pestisida terhadap anemia sebesar 6,12 kali (95%CI=1,81 - 20,73), dan penggunaan alat pelindung sebesar 3,17 kali (95%CI=1,12 - 8,98). Paparan pestisida akan meningkatkan risiko anemia pada WUS yang bekerja pada pertanian hortikultura. Penggunaan pestisida secara sembarangan harus dinilai secara berkala dan petani harus dilatih dalam penggunaan pestisida yang aman. kegiatan pengabdian ini dikemas untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan petani, tata nilai kesehatan masyarakat akan meningkat. pelaksanaan kegiatan di Kecamatan Belalau, Balik Bukit dan Sukau Kabupaten Lampung Barat pada bulan September – November 2020. Sasaran kegiatan adalah wanita usia subur petani hortikultura. penyuluhan dan pelatihan menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani terhadap penggunaan pestisida yang aman.masyarakat memiliki kemandirian dalam bidang kesehatan yaitu perubahan mindset perilaku pengelolaan pestisida melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Kata kunci: Hortikultura, Pestisida, Petani, Risiko anemia, WUS  ABSTRACT Health checks were carried out on 155 WUS horticultural farmers in West Lampung Regency related to cholinesterase enzyme activity, Hb, nutritional status, duration of exposure, and use of protectors. A total of 13 farmers were declared poisoned and 35 people suffered from anemia. Statistical results showed the risk of pesticide exposure to anemia was 6.12 times (95%CI=1.81 - 20.73), and the use of protective equipment was 3.17 times (95%CI=1.12 - 8.98). Exposure to pesticides will increase the risk of anemia in WUS who work in horticultural agriculture. Indiscriminate use of pesticides should be assessed periodically and farm workers should be trained on the safe use of pesticides. this service activity is packaged to provide the understanding and improve farmer skills, and public health values will increase. Implementation of activities in Belalau, Balik Bukit, and Sukau sub-districts, West Lampung regency in September – November 2020. The target of the activity is women of childbearing age horticultural farmers.extension and training showed increased knowledge and skills of farmers on the safe use of pesticides. the community has independence in the health sector, namely changing the mindset of pesticide management behavior through counseling and training activities. Key Word : Horticulture, risk of anemia, pesticide, farmer, WUS
Peningkatan Kompetensi dengan Metode Perceptorship Bagi Pembimbing Klinik di Rumah Sakit Permata Medika Semarang Emilia Puspitasari Sugiyanto; Dyah Restuning Prihati; Endang Supriyanti; Chandra Hadi Prasetiya; Menik Kustriyani; Wijanarko Heru Pramono; Heny Prasetyorini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7734

Abstract

ABSTRAK Perawat profesional yang memiliki kemampuan intelektual dan ketrampilan diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kepada klien. Pencapaian kompetensi praktik sangat bergantung kepada tersedianya lahan praktik yang memadai dan kesiapan Pembimbing Klinik. RS Permata Medika yang merupakan salah satu lahan praktik mahasiswa. Perawat yang ditunjuk sebagai pembimbing klinik, belum memahami peran sebagai preceptor kepada mahasiswa praktik dan metode pembelajaran di lahan praktik keperawatan. Kegiatan pengabdian masyarakat diberikan kepada preceptor untuk memberikan pengetahuan dan menerapkan metode bimbingan pembelajaran klinik keperawatan di RS. Permata Medika. Pelatihan Perceptorship dilaksanakan dengan ceramah dan demonstrasi.  Evaluasi kegiatan diawali dari pre test dan post test materi Perceptorship dan redemonstrasi metode pembelajaran klinik keperawatan. Terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 90% peserta setelah dilakukan pelatihan preceptorship. Kegiatan PKM pelatihan preceptorship bertujuan untuk meningkat kemampuan kognitif  dan psikomotor tentang metode bimbingan pembelajaran klinik keperawatan. Perlu dilakukan pelatihan metode preceptorship secara berkala di rumah sakit yang digunakan sebagai lahan praktik, diharapkan preceptor akan terus mengikuti perkembangan ilmu keperawatan terbaru. Kata Kunci: Kompetensi, Metode Perceptorship, Pembimbing Klinik  ABSTRACT Professional nurses who have intellectual abilities and skills are needed to improve the quality of nursing services to clients. The achievement of practical competence is very dependent on the availability of adequate practice land and the readiness of the Clinical Supervisor. Permata Medika Hospital is one of the student practice areas. Nurses who are appointed as clinical supervisors do not understand the role of preceptors for practical students and learning methods in the field of nursing practice. Community service activities are given to preceptors to provide knowledge and apply nursing clinical learning guidance methods in hospitals. Medical Gems. Preceptorship training is carried out with lectures and demonstrations. Evaluation of activities begins with the pre-test and post-test of Preceptorship material and demonstration of nursing clinical learning methods. There was an increase in knowledge of 90% of participants after the preceptorship training. PKM activities for preceptorship training are aimed at increasing cognitive and psychomotor abilities regarding clinical nursing learning guidance methods. It is necessary to conduct regular preceptorship method training in hospitals that are used as practice areas, it is hoped that preceptors will continue to follow the latest developments in nursing science. Keywords: Competence, Preceptorship Method, Clinical Supervisor
Health-Education sebagai Upaya Preventif Pandemic Covid-19 pada Anak Upik Rahmi; Septian Andriyani; Lisna Anisa Fitriana; Suci Tuty Putri; Dadang Darmawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7728

Abstract

ABSTRAK Pandemi COVID-19 berdampak pada semua aspek dan penyebaran virus corona ini sangat cepat pada berbagai tahapan usia. Oleh karena itu harus  segera untuk ditangani secara bersama-sama. usia anak-anak sangat rentan terinfeksi Covid-19. Salah satu strategi penting yang dapat diterapkan pada anak usia sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku preventif pencegahan penularan COVID-19 melalui health education. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan promosi kesehatan tentang pentingnya melakukan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Metode kegiatan PKM ini berupa pemberian edukasi dan demonstrasiyang dilakukan secara tatap muka dengan tetap menerapkan protocol kesehatan ketat. Peserta pada pelaksanaan kegiatan ini sejumlah 25 anak dari TK sampai kelas 6 SD. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan dengan hasil pretest dari 76,50 menjadi 95 pada posttest dengan nilai uji efektifitas kegiatan p-value sebesar 0.000 setelah pelaksanaan kegiatan PKM, dan ada peningkatan kemampuan keterampilan anak-anak sekitar 80% dalam mempraktekkan tehnik cuci tangan 7 langkah secara baik dan benar. Edukasi pada anak sangat penting dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku anak. Kata Kunci:  Health Education, Preventif, Pandemi COVID-19  ABSTRACT The COVID-19 pandemic has an impact on all aspects and the spread of this corona virus is very fast at various stages of age. Therefore it must be immediately addressed together. The age of children is very vulnerable to being infected with Covid-19. One of the important strategies that can be applied to school-age children is to increase knowledge and preventive behavior to prevent the transmission of COVID-19 through health education. The purpose of this Community Service (PKM) is to provide health promotion about the importance of preventing and controlling COVID-19 by implementing a Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). This PKM activity method is in the form of providing education and demonstrations that are carried out face-to-face while still implementing strict health protocols. Participants in the implementation of this activity were 25 children from kindergarten to grade 6 SD. The results of the activity showed an increase in the average knowledge with the pretest result from 76.50 to 95 in the posttest with a p-value of 0.000 activity effectiveness test after the implementation of PKM activities, and there was an increase in the ability of children's skills about 80% in practicing washing techniques. hand 7 steps properly and correctly. Education for children is very important as an effort to prevent and control COVID-19 which is considered effective in increasing children's awareness and behavior. Keywords: Health Education, Prevention, COVID-19 Pandemic
Edukasi dan Implementasi Perawatan Luka Klien dengan Diabetes Melitus di Kota Banjarmasin Rohni Taufika Sari; Dessy Handrianti; Anita Agustina; Zaqyyah Huzaifah; Linda linda; Jenny Saherna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.6958

Abstract

ABSTRAK Jumlah penderita DM dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. WHO memperkirakan jumlah penderita DM di dunia pada tahun 2015 sebanyak 415 juta dan meningkat menjadi 642 juta di tahun 2019 . Hiperglikemia jangka panjang dapat mempengaruhi sirkulasi pembuluh darah perifer yang kemudian menyebabkan neuropati (Waspadji, S., 2010). Neuropati perifer sering mengenai saraf ekstremitas bawah (Smeltzer & Bare, 2013). Kejadian Diabetic Foot saat ini masih cukup tinggi dan dialami oleh 85% pasien dengan diabetes melitus (DM). Satu dari setiap 20 pasien DM rawat inap menderita diabetic foot menurut tinjauan sistematis pasien dengan diabetes (Gitarja, 2017). Anggota tubuh bagian bawah hilang karena diabetes setiap 20 detik (Yazdanpanah et al., 2018). Metode perawatan luka yang sesuai kebutuhan akan membantu meningkatkan proses penyembuhan.Saat ini, teknik perawatan luka telah banyak mengalami perkembangan, dimana perawatan luka telah menggunakan balutan yang lebih modern. Prinsip dari manajemen perawatan luka modern adalah mempertahankan dan menjaga lingkungan luka tetap lembab untuk memperbaiki proses penyembuhan luka, mempertahankan kehilangan cairan jaringan dan kematian sel (Ismail, Dina Dewi Sartika, Lestari, n.d.). Pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa edukasi dan implementasi perawatan luka klien dengan Diabetes Mellitus bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit diabetes mellitus, metode perawatan yang tepat pada kondisi diabetic foot dan membantu proses penyembuhan luka. Metode yang digunakan adalah edukasi tentang penyakit diabetes mellitus dan Implementasi perawatan luka modern. keluarga dan klien memahami tentang penyakit diabetes mellitus dan metode perawatan luka klien dengan diabetes mellitus terutama yang mengalami diabetic foot secara tepat, klien merasa nyaman setelah dilakukan tindakan. Pentingnya informasi yang benar mengenai perawatan luka modern pada penderita diabetes mellitus, baik pada anggota keluarga maupun pada klien penderita diharapkan mampu membantu meningkatkan proses penyembuhan luka dan menekan angka kesakitan klien diabetes mellitus yang mengalami diabetic food.Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Diabetic Foot, Perawatan Luka Modern ABSTRACT The number of DM sufferers from year to year continues to increase. WHO estimates that the number of people with DM in the world in 2015 was 415 million and increased to 642 million in 2019. Long-term hyperglycemia can affect peripheral blood circulation which then causes neuropathy (Waspadji, 2010). Peripheral neuropathy often affects the nerves of the lower extremities (Smeltzer & Bare, 2013). The incidence of Diabetic Foot is still quite high and is experienced by 85% of patients with diabetes mellitus (DM). One out of every 20 in patients with diabetes mellitus suffers from diabetic foot according to a systematic review of patients with diabetes. Lower limbs are lost due to diabetes every 20 seconds (Yazdanpanah et al., 2018). Appropriate wound care methods will help improve the healing process. Currently, wound care techniques have undergone many developments, where wound care has used more modern dressings. The principle of modern wound care management is to maintain and maintain a moist wound environment to improve the wound healing process and maintain tissue fluid loss and cell death (Ismail, 2010). The implementation of community service in the form of education and implementation of wound care for clients with Diabetes Mellitus aims to increase public understanding about diabetes mellitus, and appropriate treatment methods for diabetic foot conditions, and assist the wound healing process.The method used is education about diabetes mellitus and the Implementation of modern wound care. Family and clients understand diabetes mellitus and wound care methods for clients with diabetes mellitus, especially those who experience diabetic foot appropriately, the client feels comfortable after the procedure. The importance of correct information regarding modern wound care for people with diabetes mellitus, both for family members and for patients with patients, is expected to be able to help improve the wound healing process and reduce the morbidity of diabetes mellitus clients who experience diabetic food.Keywords: Diabetes Mellitus, Diabetic Foot, Modern Wound Care
Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Dan Fatigue Related Diabetes Aprilia Inggritika Priyatmoko Putri; Nursiswati Nursiswati; Bambang Aditya Nugraha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7637

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus (DM) menyebabkan kelelahan, banyak makan, banyak minum, banyak buang air kecil dan penurunan berat badan. Diperlukan manajemen diabetes melitus yang komprehensif dalam mengendalikan DM dan mencegah komplikasi jangka Panjang. Edukasi merupakan upaya paling penting dalam mengendalikan gejala diabetes dan mempertahankan status Kesehatan klien DM. Program Pendidikan Kesehatan yang berfokus pada manajemen DM dan pengendalian kelelahan terkait DM dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klien dan keluarga klien DM. Masyarakat diundang mengikuti program Pendidikan Kesehatan secara daring dan berkesempatan meningkatkan pengetahuan tentang diabetes dan kelelahan pada diabetes. Program pengabdian kepada masyarakat berupa Pendidikan Kesehatan dan konsultasi ini diikuti oleh 31 peserta baik klien DM maupun yang tidak menderita DM. Rata-rata skor dari keseluruhan peserta yang mengisi pre test sebesar 75,3. Sementara itu, rata-rata skor dari keseluruhan peserta yang mengisi post test sebesar 87,8. Hal ini menunjukkan Pendidikan Kesehatan dan konsultasi yang telah dilaksanakan memberikan manfaat peningkatan pengetahuan bagi peserta. Upaya Pendidikan Kesehatan dan konsultasi pada klien DM dan masyarakat umumnya diharapkan dapat dilanjutkan guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan pencegahan dan penanganan DM. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kelelahan, Edukasi, Pencegahan, Manajemen  ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) causes fatigue, eating a lot, drinking a lot, urinating a lot and losing weight. Comprehensive management of diabetes mellitus is needed in controlling DM and preventing long-term complications. Education is the most important effort in controlling diabetes symptoms and maintaining the health status of DM clients. The Health Education Program which focuses on DM management and DM related fatigue control is implemented with the aim of increasing the knowledge and skills of DM clients and their families. The public is invited to participate in an online Health Education program and has the opportunity to increase knowledge about diabetes and diabetes fatigue. This community service program in the form of Health Education and consultation was attended by 31 participants, both DM clients and those without DM. The average score of all participants who filled out the pre-test was 75.3. Meanwhile, the average score of all participants who took the post test was 87.8. This shows that the Health Education and consultations that have been carried out provide benefits for increasing knowledge for participants. Health education efforts and consultations with DM clients and the general public are expected to be continued in order to increase understanding and ability to prevent and treat DM. Keywords: Diabetes Mellitus, Fatigue, Education, Prevention, Management
1000 Hari Pertama Kehidupan: Nutrisi dan Tumbuh Kembang Anak Adventina Delima Hutapea; Fiorentina Nova; Tirolyn Panjaitan; Glory Clementine; Angelina Angelina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6473

Abstract

ABSTRAK 1000 hari pertama kehidupan merupakan masa krusial (golden age) bagi anak, karena akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan baik dari pengetahuan dan fisik anak. Apabila dalam 1000 hari pertama terjadi gangguan gizi atau malnutrisi, selain dari anak mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi akan berperawakan pendek, namun perkembangan otak juga akan terganggu dan memengaruhi kecerdasan anak, serta mengalami kerentanan penyakit. Gangguan tumbuh kembang ini disebut dengan stunting. Masalah stunting merupakan masalah gizi yang cukup besar terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, pencegahan terjadinya stunting sangat diperlukan melalui pemberian edukasi kepada masyarakat khususnya tentang nutrisi dan tumbuh kembang anak di masa golden age.  Webinar edukasi ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang nutrisi khususnya dalam prinsip MPASI (makanan pendamping ASI) serta mendeteksi tumbuh kembang anak khususnya di 1000 hari pertama kehidupan. Webinar edukasi ini dilakukan dua sesi, dan di setiap sesi diberikan pertanyaan kepada peserta. Sesi pertama berkaitan dengan MPASI dan diberikan pooling tentang pengetahuan ASI dan MPASI, dan diperoleh pengetahuan peserta baik dimana 60% memahami manfaat ASI dan MPASI. Secara keseluruhan kegiatan ini berlangsung dengan baik dan peserta sangat antusias dengan banyak pertanyaan tentang kedua materi. 46% peserta menyatakan bahwa materi sesuai dengan masalah yang terjadi saat ini, dan diharapkan pada webinar selanjutnya dapat dilaksanakan secara berkala tentang tumbuh kembang dan nutrisi anak. Kata kunci: 1000 Hari Pertama Kehidupan, Tumbuh Kembang, Nutrisi  ABSTRACT The first 1000 days of life is a crucial period (golden age) for children, because it will affect the growth and development of knowledge and physical of children. If there is a nutritional disorder or malnutrition in the first 1000 days, besides the child has experiencing growth disorders, but will be short stature, and brain development will also be disrupted and affect the child’s intelligence, and experience disease susceptibility. This growth and development disorder is called stunting. Stunting is a large nutritional problem, especially in Indonesia. Therefore, the prevention of stunting is very necessary through the provision of education to the public about nutrition and child development during the golden age. The aim of webinar was to increasing public knowledge about nutrition, especially about the principles of complementary food for breast milk and detecting child growth and development in the first 1000 days of life. This webinar was conducted in two sessions, and in each session, questions were given to participants. The first session was related to complementary food for breast milk and provided with pooling on knowledge of breast feeding and complementary food, and the participants’ knowledge was good where 60% understood the benefits of breastfeeding and and complementary food element. Overall of this activity going well and the participants were very enthusiastic with many questions about material. Based on evaluation from participants, 46% of participants stated that the material was in accordance with the current problems, and it was hoped that it would be continued regarding child growth-development and nutrition. Keywords: 1000 Days of Life, Growth and Development, Nutrition
Puding Bayam sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) dalam Upaya Pencegahan Stunting Robby Candra Purnama; Vera Yulyani; Atina Atina; Aurelya Rizki Ananda Oktavio; Devin Anggraeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7527

Abstract

ABSTRAK makanan yaitu sesuatu yang boleh dimakan, serta menunjukan arti semua jenis yang sering dikonsumsi oleh manusia. Makanan merupakan sumber protein yang berguna bagi manusia, yang berasal dari tumbuh-tumbuhan disebut protein nabati dan yang berasal dari hewan disebut protein hewani. Responden menegtahui dan memahami tentang Puding Bayam Sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Dalam riset ini peneliti penggunakan metode Kualitatif Lapangan serta menggunakan data sekunder yang dapat membantu dalam mengembangkan karya ilmiah ini. Responden dapat menegtahui dan memahami tentang Puding Bayam Sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Responden dapat mengetahui dan memahami tentang Puding Bayam Sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Kata Kunci: Puding Bayam, Pendamping Asi, Pencegahan Stunting  ABSTRACT Food is something that can be eaten, and shows the meaning of all types that are often consumed by humans. Food is a source of protein that is useful for humans, which comes from plants called vegetable protein and which comes from animals is called animal protein. Respondents know and understand about Spinach Pudding as Complementary Food for Breastfeeding (MP-ASI) in Stunting Prevention Efforts. In this research, the researcher uses the Field Qualitative method and uses secondary data that can assist in developing this scientific work. Respondents can know and understand about Spinach Pudding as Complementary Food for Breastfeeding (MP-ASI) in Stunting Prevention Efforts.Respondents can know and understand about Spinach Pudding as Complementary Food for Breastfeeding (MP-ASI) in Stunting Prevention Efforts. Keywords: Spinach Pudding, Breastfeeding Companion, Stunting Prevention
Program Penyuluhan dan Pelatihan Fortifikasi Pangan Lokal dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk Pencegahan Stunting pada Anak Usia Sekolah Dasar Yustin Ari Prihandini; Azmi Yunarti; Eny Hastuti; Esty Restiana Rusida; Guntur Kurniawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7785

Abstract

ABSTRAK Stunting dapat diidentifikasikan sebagai gambaran dari kurangnnya gizi, kekurangan gizi tersebut bersifat kronik sejak awal kehidupan terjadi pada masa pertumbuhan dan perkembangan. Kelompok Wanita Tani (KWT) Galuh Mandiri Kelurahan Guntung Manggis memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan. Melalui KWT, para perempuan dapat melibatkan diri secara aktif dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam untuk pengembangkan usaha pangan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemberdayaan KWT Galuh Mandiri dalam membangun ketahanan pangan sebagai upaya pencegahan stunting terutama pada anak usia sekolah dasar. Adapun metode pengumpulan data menggunakan observasi, penyuluhan dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan dan pelatihan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Galuh Mandiri dilakukan dengan telah memperlihatkan adanya peran aktif perempuan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan mengembangkan produktivitas wirausaha dengan terciptanya produk olahan pudding kelor dan   kelor sebagai cemilan bernilai jual tinggi serta bernilai gizi tinggi yang dapat memenuhi nutrisi dan zat gizi anak-anak terutama pada anak usia sekolah dasar. Kata Kunci: Stunting, Kelor, Anak Sekolah Dasar, Gizi ABSTRACT Stunting can be identified as a picture of lack of nutrition, malnutrition is chronic from the beginning of life and occurs during growth and development. The Women Farmers Group (KWT) Galuh Mandiri has an important role in maintaining food security. Women can actively involve themselves in utilizing the potential of natural resources to develop food businesses. The purpose of this community service is to find out how the strategy of empowering KWT Galuh Mandiri, Guntung Manggis Village, in building food security as an effort to prevent stunting, especially in elementary school-age children. The data collection method uses observation, counseling, and training. The results of the activity showed that counseling and training at the Women Farmers Group (KWT) Galuh Mandiri was carried out by showing the active role of women to meet food needs independently and develop entrepreneurial productivity by creating processed products of Moringa pudding and Moringa sticks as snacks with high selling value and high nutrition that can meet children's nutrition and nutrients, especially in elementary school-age children Keywords: Stunting, Moringa, Elementary School Children, Nutrition
Perbandingan Efektifitas Kompres Hangat Dan Dingin Terhadap Penurunan Skala Nyeri Desminore Pada Remaja Putri Usia 12-15 Tahun Di SMPN 13 Pesawaran Chelda Ernita; Djunizar Djamaudin; Rika Yulendasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.7299

Abstract

AbstractEffectiveness Of Warm And Cold Compresto reduce Of Desminore Pain In teekage girls Years At SMPN 13 Pesawaran  Introduction: The incidence of dysmenorrhea in Indonesia is 64.25% consisting of 54.89% primary dysmenorrhea and 69.36% secondary dysmenorrhea. The incidence of primary menstrual pain reached 54.89%, while the rest were secondary type sufferersObjective: To find out the comparison of the effectiveness of warm and cold compresses on reducing the pain scale of Desminore in adolescent girls aged 12-15 years at SMPN 13 Pesawaran Punduh Pedada in 2022Method: Student oral case analysis (SOCA) design uses case study design in the form of application by approaching according to descriptive methods, this method is to collect data first, analyze data and then draw data conclusions. The units that are the case are further analyzed and given a therapeutic actionResults: the results of the evaluation obtained there was a difference in effectiveness between warm and cold compresses which showed that there was a difference in the scale of pain. In a significant decrease in pain occurred in patients with warm compresses and in patients who were carried out cold compression only one patient experienced a decrease.Conclusion: There is an effect of comparing the effectiveness of warm and cold compresses on decreasing the pain scale of Desminore in adolescent girls aged 12-15 years at SMPN 13 Pesawaran Punduh Pedada in 2022. Warm compresses are more effective than cold compresses.Keywords: Pain, Desminorea, Warm Compress, Cold Compress Abstrak Pendahuluan: Angka kejadian dismenore di  Indonesia sebesar 64,25 % yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 69,36% dismenore sekunder. Angka kejadian nyeri menstruasi primer mencapai 54,89%, sedangkan sisanya adalah penderita tipe sekunderTujuan: Diketahui perbandingan efektifitas kompres hangat dan dingin terhadap penurunan skala nyeri desminore  pada remaja putri usia 12-15 tahun Di SMPN 13 Pesawaran Punduh Pedada Tahun 2022Metode: Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk  penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapiHasil: Hasil evaluasi yang didapatkan adanya perbedaan efektifitas antara kompres hangat dan dingin yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan skala nyeri. Dalam penurunan nyeri yang signifikan terjadi pada pasien dengan kompres hangat sedangkan pada pasien yang di lakukan kompres dingin hanya satu pasien yang mengalami penurunan.Kesimpulan:Ada pengaruh perbandingan efektifitas kompres hangat dan dingin terhadap penurunan skala nyeri desminore  pada remaja putri usia 12-15 tahun Di SMPN 13 Pesawaran Punduh Pedada Tahun 2022. Kompres hangat lebih efektiv dibandingkan kompres dingin.Kata Kunci : Nyeri, Desminorea, Kompres Hangat, Kompres Dingin

Page 65 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue