cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 395 Documents
Perbaikan Pertumbuhan dan Hasil Kentang (Solanum tuberosum L.) G0 Varietas Granola L dengan Teknik Pengaturan Pemupukan pada Media Tanam Fadhilah, Nurma Ferdiana; Widhiarso, Danang; Karyawati, Anna Satyana
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55091

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kualitas benih kentang terus dilakukan guna meningkatkan produksi benih G0, salah satunya melalui pemupukan. Sumber pupuk kandang yang berbeda dapat memberikan pengaruh yang berbeda pula dalam hal pertumbuhan dan perkembangan tanaman kentang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perlakuan penambahan pupuk kandang yang memberikan pengaruh terbaik pada tanaman kentang G0 Granola L, ditinjau dari aspek pertumbuhan, hasil, dan analisis usaha taninya. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis sidik ragam 5% dengan tiga kali ulangan dan dilanjutkan dengan uji DMRT 5%, korelasi, dan analisis usaha tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi secara tunggal dengan dosis 40 ton/ha mendorong tanaman untuk tumbuh lebih tinggi dan luas daun yang optimal, sehingga memberikan hasil yang lebih baik pada jumlah umbi per tanaman, berat umbi per tanaman, dan persentase umbi standar. Aplikasi pupuk kandang sapi tunggal juga menghasilkan nilai kelayakan usaha tani terbaik. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya korelasi positif antara tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun terhadap kualitas dan kuantitas umbi kentang yang dihasilkan.
Sistem Deteksi Hama dan Penyakit Tanaman Mangga (Mangifera indica L.) Berbasis Deep Learning Menggunakan Model Pra Latih YOLOv5 Harmiansyah, Harmiansyah; Oviana, Ella Trilia; Alpaizon, Remi; Khalifah, Devi Putri; Dwirotama, Paska
Agrikultura Vol 35, No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i1.53834

Abstract

Mangga (Mangifera indica L.) merupakan komoditas pertanian penting di Indonesia yang mengalami penurunan produktivitas dalam beberapa tahun terakhir akibat serangan hama dan penyakit. Pengetahuan yang terbatas tentang identifikasi dan penanganan masalah ini oleh para petani menjadi salah satu faktor penyebabnya. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan hyperparameter berdasarkan parameter epoch pada kinerja model pra-latih YOLOv5 dalam mendeteksi hama dan penyakit pada daun mangga. Penelitian ini dilakukan di kebun mangga Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, pada periode Oktober hingga Desember 2023. Pengambilan dataset dilakukan dengan menggunakan kamera handphone dan melibatkan 1000 gambar yang termasuk dalam empat klasifikasi: daun sehat,  daun terserang kutu putih, daun terserang ulat daun, dan daun  terkena hawar daun. Proses anotasi data dilakukan menggunakan platform Roboflow, dan dataset dibagi menjadi tiga bagian: 70% training, 20% validasi, dan 10% testing. Penelitian ini melakukan 2 kali training dengan menggunakan hyperparameter epoch yaitu 200 dan 300. Berdasarkan parameter training untuk total nilai loss pada epoch 200 adalah 0,0324 sedangkan pada epoch 300 didapatkan nilai 0,0342. Parameter validasi menunjukkan nilai mAP pada ambang 0,5 mencapai 0,9546 dan untuk nilai mAP pada ambang 0,5-0,95 memiliki nilai 0,7269 sedangkan pada epoch 300 nilai mAP pada ambang 0,5-0,95 adalah 0,9441 serta nilai mAP pada ambang 0,5-0,95 didapatkan nilai sebesar 0,7357. Berdasarkan parameter testing sebagai evaluasi sistem, pada epoch 200 didapatkan nilai mAP 90,05% serta untuk epoch 300 didapatkan nilai mAP sebesar 85%. Berdasarkan keseluruhan parameter kinerja sistem didapatkan hyperparameter terbaik epoch pada penelitian ini adalah 200. Oleh karena itu sistem ini dapat digunakan untuk mendeteksi daun mangga yang rusak karena terserang kutu putih, ulat daun serta daun sakit karena hawar daun.
Introduksi Varietas Unggul Baru Didukung Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Meningkatkan Produktivitas Padi di Manggarai Barat Sitorus, Alfonso; Lumban Tobing, Jeannette Maryanty; Manurung, Erpina Delina; Purba, Hendri Ferianson; Hutasoit, Rudi Tomson; Purmanto, Dwi
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.54057

Abstract

Padi adalah bahan makanan pokok penting di Indonesia, tetapi produktivitasnya di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur masih rendah. Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) dengan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan salah satu kunci peningkatan produksi padi di NTT. Tujuan penelitian ini adalah menemukan varietas yang beradaptasi baik di Manggarai Barat dengan penerapan PTT untuk direkomendasikan sebagai alternatif pilihan petani. Penelitian dilaksanakan pada Mei-Agustus 2021 di Desa Compang Longgo Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat. Budidaya menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuannya adalah tiga VUB: Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 48 Blas, Inpari IR Nutri zinc, dan satu varietas yang sudah tersebar luas Inpari 32 HDB sebagai pembanding. Semua varietas dibudidayakan dengan menggunakan paket teknologi PTT. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap variabel tinggi tanaman, anakan per rumpun, malai per rumpun, gabah per malai, gabah isi per malai, berat 1.000 butir, dan gabah kering giling (GKG), sementara variabel jumlah panjang malai tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil VUB yang diuji berkisar antara 6,87-7,28 ton GKG/ha lebih tinggi dibandingkan dengan varietas pembanding Inpari 32 HDB. Lebih lanjut, secara ekonomi penerapan VUB dengan teknologi PTT di Manggarai Barat layak diusahakan (B/C>1). Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 48 Blas, Inpari IR Nutri Zinc dengan penerapan PTT mampu beradaptasi baik dan layak diusahakan di Kabupaten Manggarai Barat sebagai alternatif varietas untuk petani.
Analisis Pendapatan Usahatani Bawang Merah di Dataran Tinggi Kota Batu Hasbiy, Khoirul Umam; Hardana, Andrean Eka
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.53760

Abstract

Komoditas bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan untuk sayuran dan menjadi target pengembangan agribisnis bagi Pemerintah Kota Batu. Tujuan penelitian adalah untuk (1) menganalisis kelayakan finansial petani yang berusahatani bawang merah, dan (2) mendeskripsikan manajemen usahatani bawang merah di dataran tinggi Kota Batu. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja yakni di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Metode pengambilan responden usahatani dilakukan dengan pendekatan probability sampling dengan metode rancangan sampel acak sederhana. Metode analisis data yang sesuai untuk penelitian analisis usahatani bawang merah adalah analisis data kuantitatif untuk analisis pendapatan usahatani dan kualitatif untuk deskrispi manajemen usahatani bawang merah. Rata – rata produksi komoditas bawang merah sebesar 14,6 ton/ha, dengan perhitungan total biaya rata – rata usahatani meliputi biaya tetap serta biaya variabel yang dikeluarkan sebesar Rp 54.010.236,2/ha dan penetapan harga jual rata - rata sebesar Rp 7.000. Maka didapatkan perhitungan pendapatan usahatani di daerah penelitian sebesar Rp 47.916.916,2/ha, sehingga data dikatakan usahatani bawang merah menguntungkan. Manajemen usahatani bawang merah di Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu telah berjalan sesuai dengan pelaksanaan di lapang, namun terdapat beberapa fungsi manajemen yang harus mendapatkan perhatian seperti fungsi controling yang lebih diperhatikan lagi dalam pelaksanaan di lapang terutama berkaitan dengan aplikasi input usahatani.
Potensi Minyak Atsiri Biji Adas dalam Menginduksi Resistensi Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) terhadap Penyakit Antraknosa (Colletotrichum acutatum J. H. Simmonds) Fahmi, Rahmad Bahaudin; Suganda, Tarkus; Yulia, Endah
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.54580

Abstract

Induksi resistensi adalah strategi untuk meningkatkan ketahanan tanaman dengan mengaktifkan mekanisme pertahanan tanaman sehingga dapat mencegah infeksi patogen dari awal pertumbuhan tanaman. Minyak atsiri biji adas adalah salah satu agen penginduksi resistensi yang dapat meningkatkan ketahanan tanaman. Kandungan senyawa utama dalam minyak atsiri biji adas dilaporkan dapat merangsang produksi metabolit sekunder seperti fenolik dan flavonoid yang memiliki sifat antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan minyak atsiri biji adas sebagai agen penginduksi resistensi pada tanaman cabai, menelusuri cara aplikasi yang optimal guna menekan penyakit antraknosa serta mengidentifikasi perbedaan kandungan metabolit sekunder seperti fenolik dan flavonoid pada daun cabai setelah diinduksi. Penelitian dilakukan dari bulan Desember 2023 hingga Maret 2024 di Laboratorium Fitopatologi dan rumah kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, serta Laboratorium Aplikasi Kimia dan Pelayanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan lima ulangan yaitu kontrol tidak diinokulasi, kontrol yang diinokulasi, perendaman benih, penyemprotan bibit, kombinasi perendaman benih dan penyemprotan bibit serta fungisida M-Bion 1/48 MZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara perendaman benih dan penyemprotan bibit dengan minyak atsiri biji adas efektif meningkatkan ketahanan tanaman cabai terhadap penyakit antraknosa. Perlakuan kombinasi berhasil mengurangi perkembangan total penyakit antraknosa (AUDPC) pada daun cabai sebesar 29,75% dan menekan penyakit antraknosa pada buah cabai sebesar 45,75%. Hasil juga menunjukkan kandungan total fenolik dan flavonoid tertinggi pada perlakuan kombinasi antara perendaman benih dan pemyemprotan bibit dengan minyak atsiri biji adas masing-masing sebesar 0,87% dan 0,56%. Dengan demikian, perlakuan induksi resistensi menggunakan minyak atsiri biji adas memiliki potensi signifikan dalam pengendalian penyakit antraknosa pada tanaman cabai.
Keefektifan Penggunaan Pupuk Anorganik dan Aplikasi Kitosan dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Teh (Camellia sinensis L.) Rachman, Annisa Lugina; Anjarsari, Intan Ratna Dewi; Soleh, Mochamad Arief; Rezamela, Erdiansyah
Agrikultura Vol 35, No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i1.53754

Abstract

Selama lima tahun terakhir, produktivitas teh di Indonesia cenderung fluktuatif dengan tren meningkat. Salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas tanaman teh adalah melalui pemupukan.  Aplikasi pupuk anorganik dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman the. Kitosan merupakan senyawa organik turunan kitin yang berasal dari limbah atau cangkang kepiting dan udang dimana salah satu peran dari  kitosan dapat meningkatkan kandungan klorofil sehingga diharapkan aktivitas fotosintesis tanaman  teh lebih efektif Pemberian pupuk anorganik N, P, K dan kitosan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pucuk teh sehingga terjadi peningkatan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons morfologis, dan fisiologis tanaman teh menghasilkan klon GMB 7 serta menentukan kombinasi dosis pupuk anorganik dan bahan organik cair yang mengandung kitosan. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni 2023 sampai dengan September 2023  di Kebun Percobaan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, Jawa Barat dengan ketinggian tempat 1.250 m dpl. Tanaman yang digunakan adalah tanaman teh menghasilkan (TM) klon GMB 7 umur  tujuh  tahun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Percobaan terdiri dari sembilan perlakuan kombinasi pupuk anorganik dan kitosan  dan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pemberian pupuk anorganik N, P, K dan bahan organik cair kitosan pada tanaman teh menghasilkan klon GMB 7, berpengaruh  terhadap pertumuhan dan hasil  meliputi indeks klorofil daun dan nilai konduktansi stomata dan bobot segar pucuk, namun tidak berbeda nyata terhadap bobot kering pucuk dan rendemen pucuk. Perlakuan yang diberikan memberikan hasil yang berbeda-beda di setiap pengamatannya pada parameter jumlah peko, jumlah burung dan rasio peko-burung. Kombinasi pemberian 75% pupuk anorganik dan 30 ml/l bahan organik cair kitosan memberikan pengaruh yang paling baik terhadap bobot  pucuk segar tanaman teh klon GMB 7. Kombinasi ini juga memberikan pengaruh yang terbaik pada respons jumlah pucuk peko, jumlah pucuk burung, indeks klorofil daun dan nilai konduktansi stomata.
Peranan Biochar dan Kompos dalam Meningkatkan Retensi Air dan Produksi Jagung Manis (Zea mays L. var. saccharata) pada Tanah Bertekstur Kasar Anwar, Al Hidayati Maulana; Prasetyo, Teguh Budi; Yulnafatmawita, Yulnafatmawita
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.53995

Abstract

Kemampuan tanah meretensi air akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman. Tanah bertekstur kasar mempunyai kemampuan retensi air yang rendah sehingga tidak mampu menopang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan biochar dan kompos dalam meningkatkan retensi air tanah serta produksi jagung manis (Zea mays L. var. saccharata). Penelitian dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada November 2022 hingga Juni 2023, dengan mengunakan bahan berupa tanah bertekstur kasar dari ordo Inceptisol yang diambil dari lahan di Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, biochar yang berasal dari kulit kopi, dan kompos yang berasal dari jerami jagung. Penelitian ini terdiri dari delapan perlakuan yaitu kombinasi antara biochar dan kompos yaitu A = 0 ton/ha biochar + 0 ton/ha kompos, B = 24 ton/ha biochar + 0 ton/ha kompos, C = 20 ton/ha biochar + 4 ton/ha kompos, D =16 ton/ha biochar + 8 ton/ha kompos, E = 12 ton/ha biochar + 12 ton/ha kompos, F = 8 ton/ha biochar + 16 ton/ha kompos, G = 4 ton/ha biochar + 20 ton/ha kompos, dan H = 0 ton/ha biochar + 24 ton/ha kompos dengan 3 ulangan. Satuan percobaan dialokasikan berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL). Parameter yang dianalisis yaitu bahan organik tanah (BOT), berat volume (BV), total ruang pori (TRP), permeabilitas, retensi air, pori air tersedia, serta pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis terbaik untuk meningkatkan retensi air, pori air tersedia, dan hasil tanaman jagung adalah 24 ton/ha biochar + 0 ton/ha kompos dengan peningkatan berturut-turut sebesar 23,18%, 85,5%, dan 633%. Namun, dosis terbaik untuk perbaikan sifat fisika tanah lainnya adalah 16 ton/h biochar + 8 ton/ha kompos yang ditandai dengan peningkatan BOT (9,2%), TRP (3,2%), permeabilitas (109%), stabilitas agregat (13,9%) dan penurunan BV (9,2%).
Keefektifan Ekstrak Metanol Daun dan Biji Kemangi (Ocimum basilicum Sims) dalam Mengendalikan Hama Kutukebul (Bemisia tabaci Genn) pada Tanaman Tomat Sudarjat, Sudarjat; Zahra, Maghfira Az; Djaya, Luciana
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55455

Abstract

Kutukebul (Bemisia tabaci Genn)0merupakan salah satu0hama yang mengganggu produksi tanaman tomat. Saat ini sudah banyak tumbuhan yang0dapat dijadikan ekstrak pestisida nabati untuk mengendalikan serangga hama di antaranya adalah0tanaman kemangi (Ocimum basillicum Sims). Tanaman kemangi mengandung senyawa saponin, eugenol, tannin, dan flavonoid terutama pada bagian daun dan bijinya. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan0konsentrasi ekstrak0metanol daun dan biji kemangi yang tepat dalam menekan0populasi B. tabaci pada tanaman tomat. Percobaan0ini dilakukan di Laboratorium Pestisida dan Toksikologi Lingkungan dan rumah kaca0Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas0Padjadjaran pada bulan Maret hingga Agustus 2023. Penelitian ini0menggunakan metode percobaan0Rancangan Acak0Kelompok (RAK) yang terdiri atas sembilan perlakuan ekstrak metanol dan0tiga kali ulangan, yakni P1 (kontrol), P2 (3,8 g/l daun kemangi), P3 (8,3 g/l daun kemangi), P4 (16,7 g/l daun kemangi), P5 (25,1 g/l daun kemangi), P6 (4,1 g/l biji kemangi), P7 (9,1 g/l biji kemangi), P8 (18,3 g/l biji kemangi), dan P9 (27,4 g/l biji kemangi). Berdasarkan hasil pengujian toksisitas didapatkan nilai LC₅₀ dan LC₉₅ ekstrak metanol daun kemangi secara berurutan sebesar 3,8 g/l dan 8,3 g/l, sedangkan LC₅₀ dan LC₉₅ ekstrak metanol biji kemangi secara berurutan sebesar 4,1 g/l dan 9,1 g/l. Hasil0penelitian menujukkan ekstrak1metanol daun dan biji kemangi masing-masing pada konsentrasi terendah yaitu 3,8 g/l ekstrak methanol daun kemangi dan 4,1 g/l ekstrak methanol biji kemangi mampu menekan kepadatan populasi B. tabaci pada tanaman tomat.  Aplikasi025,1 g/l ekstrak metanol daun kemangi dan 27,4 g/l ekstrak metanol biji kemangi merupakan perlakuan yang paling tinggi penekanannya dalam mengendalikan B.tabaci.
The Thickness Changes of Anatomical Ornamental Monocotyledon Plant Leaves Affected by the Interactions between Plant Types and Light Intensity Daningsih, Entin; Febriyanti, Inka; Mardiyyaningsih, Asriah Nurdini
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.48669

Abstract

The different levels of light intensity affect the anatomical thickness of monocotyledon ornamental plant leaves. The aim of this research was to determine the anatomical thickness of several monocotyledon ornamental plant leaves under different light intensities. The research used a factorial complete randomized design with two main factors, namely plant type and different light intensity, repeated three times. The first factor was the plant type, which consisted of six plant species of monocotyledon ornamental plants which were Chlorophytum laxum, Dracaena reflexa, Rhoeo discolor, Aglaonema commutatum, Cordyline fruticosa and Hymenocallis littoralis. The second factor was light intensity, which consisted of high light intensity (open areas) and low light intensity (shaded areas). The observation was carried out on preserved leaf anatomy made using the paraffin method with modification. The observation variables were the total thickness of the leaf, upper and lower epidermis, mesophyll (for undifferentiated mesophyll), and palisade and sponge (for differentiated mesophyll). Data were analyzed using analysis of variance followed by the LSD test if the treatment was significant. Correlation tests were carried out between total leaf thickness and each leaf anatomical part under conditions of high and low light intensity. The results showed that the interaction between plant types and light intensity influenced the total thickness of the leaves, upper and lower epidermis, and palisade. The plant types independently influenced the mesophyll and sponges, while the light intensity independently influenced only the mesophyll but not the sponge thickness. Hymenocallis littoralis was the only plant that showed thicker under low light intensity, with an increase in the thickness of the upper and lower epidermis. The palisade mainly influenced leaf thickness changes in the differentiated mesophyll.
Efek Pemberian Jakaba terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) pada Tanah Organosol Ramadita, Ramadita; Ibnusina, Fedri; Nofrianil, Nofrianil
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi hijau (Brassica juncea L.) termasuk sayuran yang disukai masyarakat. Permasalahan yang muncul pada Budidaya sawi hijau penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan, Harga pupuk yang mahal dan penggunaan tanah organosol yang bersifat asam. Adanya upaya untuk rehabilitasi lahan diperlukan adanya pupuk alternatif yang salah satunya adalah dengan pupuk jakaba yaitu pupuk organik cair hasil fermentasi yang mengandung jamur menguntungkan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh dosis jakaba terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau. Penelitian dilakukan pada lahan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan Juli sampai dengan September 2023. Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah 100% pupuk anorganik (P1), 30 ml/l jakaba (P2), dan 40 ml/l jakaba (P3). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak enam kali sehingga seluruhnya terdapat 18 petakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antar perlakuan pada variabel pengamatan panjang daun, tinggi tanaman, dan bobot segar tanaman. Akan tetapi sayangnya tidak ditemukan adanya perbedaan yang nyata pada variabel jumlah daun dan lebar daun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi jakaba belum dapat bersaing dengan aplikasi pupuk anorganik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi sawi hijau. Perlakuan yang paling baik dalam mendukung pertumbuhan dan produksi sawi hijau adalah perlakuan 100% pupuk anorganik. Pemberian jakaba 30 ml/l dan jakaba 40 ml/l belum memberikan efek terhadap pertumbuhan dan produksi sawi sebaik perlakuan pemberian 100% pupuk anorganik.