cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 395 Documents
Daya Makan dan Mobilitas Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) pada Tanaman Padi Hitam (Oryza sativa L) Berpupuk Ampas Bungkil Nimba (Azadirachta indica A. Juss) dengan Kedalaman Air Berbeda Dewi, Vira Kusuma; Fitrianti, Nur; Puspasari, Lindung Tri
Agrikultura Vol 35, No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i1.40936

Abstract

Keong mas (Pomacea canaliculata L.) merupakan salah satu hama pada tanaman padi hitam. Pengendalian secara kultur teknis seperti penggunaan pupuk mimba dan pengaturan kedalaman air dapat menjadi salah satu strategi dalam pengendalian keong mas di sawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk ampas bungkil mimba, kedalaman air dan ukuran keong mas terhadap daya makan dan mobilitas keong mas. Penelitian dilakukan secara mesocosm yang dilakukan di Rumah Kaca Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada bulan April hingga Juli 2022. Rancangan Acak Kelompok dengan 18 perlakuan dan tiga ulangan digunakan dalam penelitian ini. Pengamatan daya makan dilakukan setiap dua jam sekali selama 24 jam dengan menghitung jumlah tanaman yang terserang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk 10 ton/ha dan kedalaman air 0 cm berpengaruh nyata terhadap penurunan daya makan keong mas hingga 0%. Pengukuran mobilitas keong mas dilakukan secara rutin setiap dua jam sekali, diamati sejak awal keong mas ditempatkan hingga 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk 10 ton/ha dan kedalaman air 0 cm berpengaruh nyata terhadap mobilitas keong mas dewasa yaitu sebesar 4,72 cm. Implikasi dari penelitian ini adalah manfaat dari pengaturan tinggi muka air pada lahan sawah yang merupakan teknologi tepat guna yang efektif untuk mengendalikan serangan keong mas.
Analisis Sikap dan Persepsi Petani untuk Meningkatkan Produksi Cabai Merah Melalui Penggunaan Benih Unggul Saidah, Zumi; Wulandari, Eliana; Hapsari, Hepi
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.53975

Abstract

Komoditas cabai merah menjadi salah satu komoditi yang disukai oleh petani karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta menjadi komoditi yang paling sering mendapat perhatian pemerintah. Pemerintah berupaya meningkatkan produksi cabai merah melalui berbagai cara salah satunya melalui menggunakan benih unggul di kalangan petani. Namun hingga saat ini masih terus terjadi fluktuasi produksi cabai merah. Penelitian ini ingin memetakan permasalahan yang membuat fluktuasi produksi cabai merah serta melihat sikap dan persepsi petani dalam pemilihan dan penggunaan cabai merah. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan diagram tulang ikan (fishbone diagram) untuk memetakan permasalahan fluktuasi produksi, model sikap dianalisis dengan model sikap Multiatribut Fishbein, sedangkan persepsi petani terhadap benih cabai merah dianalisis dengan perceptual mapping. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa serangan hama dan penyakit serta kondisi cuaca menjadi faktor utama terjadinya fluktuasi produksi cabai merah. Berdasarkan sikap dan persepsi petani ditemukan bahwa petani lebih senang menggunakan cabai merah varietas TM 999 karena tahan terhadap penyakit antraknosa, layu fusarium dan layu bakteri serta produktivitas per tanaman cukup tinggi.
Eksplorasi, Isolasi dan Identifikasi Jamur Entomopatogen Asal Rizosfer Tanaman Jagung di Bengkulu dengan Metode Baiting Insect Ginting, Sempurna br; Pamekas, Tunjung; Neildi, Zahara
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55390

Abstract

Jamur entomopatogen merupakan salah satu agen pengendali hayati yang dapat digunakan untuk mengendalikan serangga hama. Penggunaan jamur entomopatogen untuk pengendalian serangga memiliki kelebihan yaitu kapasitas produksi yang tinggi, siklus hidup yang relatif singkat dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi, mengisolasi dan mengidentifikasi jamur entomopatogen asal rizosfer tanaman jagung di Bengkulu dengan metode baiting insect. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret hingga Agustus 2023 di lahan tanaman jagung di tiga lokasi yaitu Desa Taba Mulan, Desa Tebat Monok dan Desa Talang Kering di Kabupaten Kepahiang dan Kota Bengkulu. Identifikasi jamur dan uji patogenisitas dilakukan di Laboratarium Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Metode yang digunakan yaitu isolasi tanah dari tanaman jagung dan trapping jamur entomopatogen menggunakan larva Tenebrio molitor. Jamur yang tumbuh menyelubungi tubuh larva yang terinfeksi diisolasi, diidentifikasi dan dilakukan uji patogenisitas terhadap larva T. molitor. Hasil eksplorasi, isolasi dan identifikasi diperoleh 12 isolat jamur entomopatogen yang terdiri dari 4 isolat berasal dari Lokasi 1 (Desa Taba Mulan, Kecamatan Meringgi), 6 isolat berasal dari Lokasi 2 (Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang) dan 2 isolat berasal dari Lokasi 3 (Desa Talang Kering, Kecamatan Muara Bangkahulu). Perbedaan karakteristik lingkungan ketiga lokasi mempengaruhi jumlah isolat yang diperoleh. Dari 12 isolat yang diperoleh terdapat 10 isolat yang teridentifikasi dan 2 isolat yang belum teridentifikasi yaitu 8 isolat Aspergillus sp. dan 2 isolat Fusarium sp. Laju pertumbuhan jamur entomopatogen yang cepat ditunjukkan oleh isolat CeTMM2, CeTBM2, dan CTBM3. Hasil uji patogenisitas selama 14 hari menunjukkan adanya larva T. molitor yang mati terinfeksi pada semua perlakuan isolat jamur entomopatogen yang diuji. Mortalitas larva terinfeksi berkisar antara 73,33-93,33% dengan mortalitas tertinggi terjadi pada isolat CeTBM5 dan terendah pada isolat CeTK1.
Kajian Sifat Fisika Tanah pada Beberapa Umur Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Rakyat di Nagari Ladang Panjang Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat Ulfa, Nadilla; Yulnafatmawita, Yulnafatmawita; Rasyidin, Azwar
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55692

Abstract

Kondisi fisik suatu lahan merupakan faktor penting dalam budidaya tanaman. Di sisi lain pertumbuhan tanaman dapat mempengaruhi sifat fisik tanah karena perbedaan jenis dan umur tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik tanah pada perkebunan kelapa sawit rakyat pada berbagai umur tanaman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 sampai dengan Mei 2023 di Nagari Ladang Panjang Kabupaten Pasaman dan di Laboratorium Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas. Penelitian ini menggunakan metode survei, pengambilan sampel tanah dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kelompok umur (10, 15, 20 dan 25 tahun) tanaman kelapa sawit. Parameter yang dianalisis adalah tekstur tanah, berat volume tanah, total ruang pori, permeabilitas, stabilitas agregat tanah, dan bahan organik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah di daerah penelitian didominasi oleh tanah liat. Kandungan bahan organik tanah meningkat dari sangat rendah menjadi sedang, kestabilan agregat dari tidak stabil menjadi stabil, permeabilitas dari cukup rendah menjadi cukup cepat seiring dengan bertambahnya umur tanaman. Nilai berat volume tanah dan total ruang pori tanah tergolong sedang untuk semua umur tanaman. Dapat disimpulkan bahwa bertambahnya umur tanaman kelapa sawit dapat memperbaiki sifat fisik tanah.
Potensi Tiga Jenis Khamir dalam Mengendalikan Penyakit Bercak Cokelat (Alternaria solani Sorr.) pada Tomat Hartati, Sri; Istifadah, Noor; Aoliya, Salwa Rohmatul; Meliansyah, Rika; Mayanti, Tri
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.54374

Abstract

Penyakit bercak cokelat yang disebabkan oleh Alternaria solani Sorr. merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman tomat yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 86%. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan untuk penyakit tersebut yaitu dengan agens biokontrol berupa khamir. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi tiga spesies khamir dalam menghambat pertumbuhan A. solani secara in vitro dan menekan penyakit bercak cokelat pada tanaman serta buah tomat. Percobaan dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Proteksi Tanaman dan Rumah Kaca Kebun Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Percobaan in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap, sedangkan percobaan in vivo menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan pada pengujian in vitro dan in vivo berupa spesies khamir, terdiri dari Aureobasidium pullulans Dmg 11 DEP, Candida tropicalis Lm 13 BE, Rhodotorula minuta Dmg 16 BEP, fungisida berbahan aktif klorotalonil 75% (untuk pengujian in vivo), dan kontrol. Pengujian in vitro dilaksanakan dengan metode dual culture antara patogen A. solani versus khamir antagonis. Pengujian in vivo dilakukan dengan penyemprotan pada tanaman dan pencelupan buah tomat dalam suspensi sel khamir. Hasil percobaan in vitro menunjukkan bahwa khamir yang diuji dapat menghambat pertumbuhan koloni A. solani sebesar 23,67 % – 40,56%. Uji penekanan penyakit secara in vivo menunjukkan bahwa khamir yang diuji dapat menekan penyakit bercak cokelat sebesar 47,62% – 75,29% pada tanaman tomat dan 49,86% – 62,18% pada buah tomat. Khamir A. pullulans memberikan penekanan tertinggi, baik terhadap pertumbuhan koloni A. solani maupun terhadap penyakit bercak cokelat pada tanaman dan buah tomat.
Model Perencanaan Kebijakan dalam Peningkatan Produktivitas Tembakau Besuki Na-Oogst di Kabupaten Jember (Mactor Analysis) Yunitasari, Duwi; Adirosa, Clarissa Esline; Istiyani, Nanik; P, Teguh Hadi
Agrikultura Vol 35, No 3 (2024): Desember, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i3.55695

Abstract

Tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Jember dimana 90% produksinya dikirim untuk ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan produktivitas tembakau Besuki Na-Oogst dengan melihat peran aktor dan hubungan antar aktor terhadap pengembangan tembakau Besuki Na-Oogst di Kabupaten Jember. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur sebagai produsen tembakau nomor satu di Jawa Timur. Penelitan ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, sementara itu metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Mactor (Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives and Recommendations). Data penelitian merupakan data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Wawancara dilakukan kepada 25 orang sebagai responden meliputi petani tembakau, bea cukai, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, perusahaan tembakau, perokok aktif dan pasif, perguruan tinggi, dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) yang diambil acak dikarenakan sudah dapat mewakili seluruh populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bea Cukai memiliki peranan tinggi dengan ketergantungan yang tinggi yang berarti aktor Bea Cukai merupakan aktor utama yang sangat memengaruhi pengembangan produktivitas perkebunan tembakau namun tidak memiliki akses secara langsung untuk mengembangkan perkebunan tembakau. Aktor petani tembakau dan APTI memiliki peranan tinggi dengan ketergantungan rendah yang artinya aktor ini bisa memengaruhi pengembangan produktivitas perkebunan tembakau dan memiliki akses secara langsung untuk mengembangkan perkebunan tembakau. Oleh karena itu, diperoleh strategi termasuk peningkatan produktivitas tembakau, peningkatkan permintaan tembakau, melakukan peningkatan infrastruktur, melakukan pengembangan dalam penerapan teknologi, peningkatan lapangan pekerjaan, peningkatan persediaan pupuk subsidi; dan pengembangan pasar yang lebih luas atau peluang ekspor.
Inovasi Teknologi Pengendalian Rayap Tanah Perkebunan Kelapa Sawit: Kajian Pemanfaatan Nematoda Patogen Serangga di Kalimantan Barat Hamdani, Hamdani; Ayen, Rosalina Yuliana
Agrikultura Vol 35, No 3 (2024): Desember, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i3.59007

Abstract

Kalimantan Barat memiliki potensi besar dalam budidaya kelapa sawit, namun petani sering menghadapi tantangan akibat serangan hama, terutama rayap. Kondisi lahan gambut dan iklim setempat memengaruhi biota lokal. Penggunaan nematoda patogen serangga (NPS) sebagai agens pengendalian hayati muncul sebagai solusi inovatif untuk mengatasi infestasi rayap dan meningkatkan produksi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi, mengidentifikasi, mengisolasi, dan menguji patogenisitas NPS indigenous dari perkebunan kelapa sawit terhadap rayap tanah (Captotermes curvignathus). Nematoda patogen serangga dikoleksi dari rhizosfer tanaman kelapa sawit di Kalimantan Barat. Isolasi, identifikasi dan uji patogenesitas NPS terhadap hama rayap tanah dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Panca Bhakti Pontianak, sedangkan analisis tanah dilakukan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni hingga Oktober 2024. Penentuan lokasi pengambilan sampel tanah menggunakan teknik stratified sampling dan isolasi NPS dari tanah rhizosfer kelapa sawit menggunakan metode baiting menggunakan larva Tenebrio molitor. Uji patogenesitas NPS terhadap hama rayap tanah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil eksplorasi menemukan NPS dengan kepadatan populasi bervariasi. Tingkat mortalitas  larva T. molitor tertinggi ditemukan di tanah gambut Kabupaten Kubu Raya. Nematoda yang diidentifikasi adalah Steinernema sp., dengan bakteri simbion Xenorabdhus sp. Uji patogenisitas menunjukkan nematoda Steinernema sp. dari Kubu Raya efektif melawan rayap, dengan mortalitas 97,5% pada dosis 400 JI-3/ml. Hasil tersebut hampir setara dengan insektisida fipronil konsentrasi 2 ml/l yang mencapai 100% mortalitas dalam waktu kurang dari 12 jam setelah aplikasi. Gejala infeksi pada rayap ditandai dengan perubahan warna tubuh, pembengkakan abdomen, dan hancurnya tubuh.
Analisis Daya Saing Usahatani Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl.) di Provinsi Lampung Davina, Diva Fitria; Abidin, Zainal; Kasymir, Eka
Agrikultura Vol 35, No 3 (2024): Desember, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i3.57112

Abstract

Cabai jawa (Piper retrofractum) merupakan tanaman asli Indonesia yang sering disebut juga cabai jamu, memiliki peran penting dalam sektor pertanian dan industri herbal. Tanaman ini terkenal karena buahnya yang memiliki rasa pedas dan khasiat kesehatan, serta digunakan sebagai bahan baku obat tradisional dan produk farmasi. Mengingat potensi ekonomi dan kesehatannya, penting untuk menganalisis daya saing dan dampak kebijakan pemerintah terhadap pengembangan usahatani cabai jawa di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing dan dampak kebijakan pemerintah terhadap input-output usahatani cabai jawa di Provinsi Lampung. Metode penelitian yang digunakan ialah survei yang dilakukan di tiga desa berbeda yaitu Desa Sukoharjo III Barat, Kabupaten Pringsewu, Desa Bandar Rejo, Kabupaten Lampung Selatan, dan Desa Bandar Jaya Barat, Kabupaten Lampung Tengah. Responden ditetapkan menggunakan metode purposive sampling dengan total 18 petani cabai Jawa. Data penelitian diperoleh dari bulan September hingga November 2023. Metode analisis yang digunakan ialah metode Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani cabai jawa di Provinsi Lampung sudah berdaya saing karena memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif dengan nilai Private Cost Ratio sebesar 0,41 dan nilai Domestic Resources Cost Ratio sebesar 0,23. Kebijakan pemerintah yang ada berdampak negatif terhadap usahatani cabai jawa di Provinsi Lampung karena menyebabkan petani membayar biaya input tradable lebih mahal dengan keuntungan yang diterima masih jauh lebih rendah daripada yang seharusnya.
Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap Produktivitas Pangan di Indonesia Pratistya, Sayu Desty; Suharno, Suharno; Buono, Agus
Agrikultura Vol 35, No 3 (2024): Desember, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i3.58339

Abstract

Permintaan pangan dunia diperkirakan meningkat sebesar 35% - 56% antara tahun 2010-2050, peningkatan permintaan ini terkait dengan adanya perkiraan populasi dunia yang meningkat sebesar 9,8 miliar orang pada tahun 2050. Hal ini menyebabkan perlunya tindakan untuk meningkatkan produksi pangan dunia. Saat ini, inovasi teknologi yang relatif baru adalah teknologi pertanian presisi. Pertanian perisisi bertujuan untuk mengadopsi layanan atau perangkat teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengumpulkan dan memproses informasi. Pemanfaatan dan penerapan TIK pada bidang pertanian sudah banyak dilakukan oleh berbagai negara seperti Amerika Serikat, Cina, Jepang, dan Afrika. Penerapan teknologi informasi di negara-negara tersebut memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas hasil pertanian yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani. Di Indonesia, ketahanan pangan selalu menjadi prioritas nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya yang terus bertambah, yang saat ini berjumlah 278 juta orang dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 1,07%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi informasi dan komunikasi terhadap produktivitas pangan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data skunder dengan memilih satu provinsi di Indonesia yaitu Jawa Timur. Pemilihan lokasi dilakukan secara multistage sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan model Propensity Score Matching (PSM) menunjukan penggunaan internet oleh 65,13% atau 86.751 dari 133.187 rumah tangga petani berpengaruh positif terhadap produktivitas pangan yang dilihat dari sisi produktivitas lahan sebesar 1,34 persen, akan tetapi tidak signifikan secara statistik. Namun, hal tersebut tetap menunjukkan adanya potensi positif yang dapat diperoleh. Kemungkinan, pengaruh penggunaan internet terhadap produktivitas lebih kompleks dan membutuhkan penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kualitas internet, karakteristik sosial ekonomi petani, dan aksesibilitas infrastruktur.
Perubahan Iklim Mikro dan Produksi Kopi Arabika (Coffea arabica L.) pada Daerah Aktivitas Geothermal PLTP Kamojang di Kabupaten Bandung Oktaviani, Nurrani; Suriadikusumah, Abraham; Arifin, Mahfud
Agrikultura Vol 35, No 3 (2024): Desember, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i3.50877

Abstract

Kopi Arabika adalah komoditas ekspor perkebunan yang berperan penting bagi perekonomian Indonesia. Namun, produksi kopi arabika ini masih tergolong rendah yaitu 800 kg/ha. Salah satu sentra kopi Arabika di Jawa Barat berada pada daerah aktivitas geothermal Pembangit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak uap dari aktivitas geothermal terhadap iklim mikro dan produksi kopi Arabika. Penelitian dilakukan dengan pengamatan parameter iklim yaitu suhu udara, kelembapan udara, dan intensitas cahaya matahari pada lima lokasi berdasarkan jarak berbeda dari pusat geothermal PLTP Kamojang yaitu Lokasi 1 (0-250 m), Lokasi 2 (250-500 m), Lokasi 3 (500-750 m), Lokasi 4 (750-1.000 m) dan Lokasi 5 sebagai lokasi kontrol (kira-kira berjarak 3 km) yang memiliki karakteristik lahan yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uap panas bumi berpengaruh terhadap kondisi iklim mikro yaitu menurunkan suhu udara sebesar 8,8, 8,3, 6,9 dan 1,8% dibandingkan kontrol, menurunkan intensitas cahaya matahari sebesar 62, 50, 36 dan 19% dibandingkan kontrol serta menaikkan kelembapan udara sebesar 11, 5, 4 dan 1% dibandingkan kontrol untuk masing-masing Lokasi 1-4. Kondisi iklim mikro tersebut berpengaruh terhadap penurunan produksi kopi Arabika (kg/ha) pada Lokasi 1, 2 dan 3 masing-masing sebesar 33, 19 dan 13% dengan radius kurang dari 750 m dari pusat geothermal PLTP Kamojang. Berkurangnya intensitas matahari berdampak pada penurunan suhu udara, dan pada gilirannya kelembaban relatif meningkat. Suhu yang lebih rendah dapat memperlambat pertumbuhan tanaman kopi. Kelembaban yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko kejadian penyakit pada tanaman kopi.