cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 395 Documents
Populasi, Serangan dan Pola Distribusi Hypothenemus hampei Ferr. pada Kopi Arabika Gayo Berdasarkan Zona Elevasi Hendrival, Hendrival; Usnawiyah, Usnawiyah; Nurdin, Muhammad Yusuf; Ahmadika, Hafizh Mulia; Margono, Margono
Agrikultura Vol 35, No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i1.45701

Abstract

Provinsi Aceh sebagai sentral penghasil kopi arabika berada di Dataran Tinggi Gayo yaitu Kabupaten Bener Meriah. Faktor yang menyebabkan produksi kopi arabika tergolong rendah yaitu serangan hama penggerek buah kopi, Hypothenemus hampei Ferr. Hama ini termasuk hama utama yang paling merugikan yang menyebabkan kerugian kuantitatif dan kualitatif pada kopi arabika dan robusta. Pola sebaran H. hampei dipengaruhi oleh zona elevasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pola sebaran hama H. hampei pada kopi arabika Gayo berdasarkan elevasi.  Lokasi penelitian mencakup wilayah perkebunan kopi arabika milik petani di Kecamatan Bukit, Timang Gajah, dan Pintu Rime Gayo di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh dengan waktu penelitian dari bulan Juli sampai dengan Desember 2021. Lokasi yang dipilih sebagai tempat pengamatan dan pengambilan sampel yaitu perkebunan kopi rakyat dengan variasi zona elevasi. Setiap wilayah ditentukan dua titik lokasi pengamatan dan pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi dan serangan hama H. hampei pada kelompok zona elevasi rendah (700 mdpl–1000 mdpl) tergolong tinggi dibandingkan kelompok ketinggian medium (1000–1250 mdpl) dan tinggi (1250–1500 mdpl). Pola sebaran hama H. hampei pada kopi arabika Gayo pada parameter populasi dan serangan mengikuti pola mengelompok berdasarkan perbedaan zona elevasi. Tindakan monitoring populasi dan serangan hama H. hampei diperlukan untuk mengurangi penurunan produksi kopi arabika Gayo terutama di daerah dengan zona elevasi antara 700–1000 mdpl.
Pengintegrasian Teknologi Internet of Things dalam Optimalisasi Pemupukan Organik untuk Pertumbuhan dan Hasil Panen Sacha Inchi Andayani, Sri Ayu; Wijaya, Acep Atma; Prasetyo, Tri Ferga; Sukmasari, Miftah Dieni; Nugraha, Dadan Ramdani; Wahono, Syiffa Safiera; Imanulyaqin, Taufik; Fernanda, Billy Adrian; Purwanto, Muhamad Dendi
Agrikultura Vol 35, No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i1.51345

Abstract

Tanaman sacha inchi memiliki potensi ekonomi yang baik sehingga perlu pengembangan dengan mempertimbangkan sistem produksi berkelanjutan. Salah satu pendukung peningkatan pertumbuhan dan hasil panen adalah pemupukan dengan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis berbagai perlakuan pupuk dari bahan organik dari kotoran hewan ayam, kambing, dan sapi terhadap pertumbuhan dan hasil panen sehingga terbentuk model yang optimal dari berbagai perlakuan jenis pupuk dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dalam penyiraman dan pemupukan otomatis. Model perlakuan pupuk yang optimal dikembangkan dengan menggunakan metode ANFIS. Pengumpulan data di mulai bulan Maret hingga September 2023 di Desa Cikadu. Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi perlakuan pupuk organik dengan bahan kotoran hewan sapi menunjukkan hasil yang optimal pada paremeter pertumbuhan jumlah daun, jumlah batang dan jumlah buah potensial dengan akurasi prediksi terhadap model yang dihasilkan sebesar 96%. Implikasi hasil penelitian ini secara praktek dapat memanfaatkan bahan organik kotoran sapi sebagai alternatif pemupukan yang selama ini belum dimanfaatkan dan dijadikan nilai tambah. Implikasi lain secara teori yaitu dapat mengembangkan keberlanjutan produksi melalui pertumbuahn jumlah daun, jumlah batang dan jumlah buah potensial yang berdampak pada hasil panen sehingga ekosistem dalam mendukung agroindustri sacha inchi dapat tetap terjaga.
Deteksi dan Identifikasi Nematoda Radopholus similis Cobb pada Tanaman Hias Anthurium andreanum Nursusilawati, Nursusilawati; Sunarto, Toto; Hersanti, Hersanti
Agrikultura Vol 35, No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i1.51980

Abstract

Radopholus similis merupakan organisme pengganggu tumbuhan karantina di beberapa negara. Nematoda tersebut menjadi salah satu kendala ekspor tanaman hias dari Indonesia. Laporan mengenai serangan nematoda pada tanaman hias masih sangat terbatas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengonfirmasi keberadaan nematoda R. similis pada tanaman Anthurium andreanum dengan mengidentifikasinya secara morfologi, morfometri, dan molekuler. Monitoring keberadaan nematoda tersebut dilakukan dengan pengambilan sampel secara acak sebanyak 50 pot di lahan pembibitan A. andreanum Desa Ciherang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Ekstraksi nematoda dilakukan pada sampel akar dengan metode pengkabutan selama 48 jam. Sepuluh ekor nematoda jantan dan betina diidentifikasi secara morfologi dan morfometri dengan pengamatan di bawah mikroskop. DNA satu ekor nematoda betina dewasa diekstraksi dengan DNeasy Blood and Tissue Kit (Qiagen). Identifikasi secara molekuler dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer spesifik RsF1/RsR1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies nematoda adalah R. similis berdasarkan karakter morfologi, morfometri, dan molekuler. Amplifikasi DNA menggunakan primer spesifik RsF1/RsR1 berhasil mendapatkan pita DNA berukuran 271 bp. Analisis runutan nukleotida menunjukkan bahwa R. similis asal Indonesia berkerabat dekat dengan spesies yang sama yang berasal China, Malaysia, Belgia, Australia, Taiwan, India, Mexico, Tanzania dan Spanyol dengan tingkat homologi 100%. Terdeteksinya R. similis pada A. andreanum di lapangan dapat menjadi perhatian bagi seluruh stakeholder untuk segera melakukan pengendalian agar dapat meningkatkan ekspor tanaman hias Indonesia.
Evaluation of Morphological and Cytological Variations in Colchicine-Induced M1 and M2 Generations of Bambara Groundnut (Vigna subterranea L.) Alisha, Tarra Syifa; Saptadi, Darmawan; Damanhuri, Damanhuri
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.53951

Abstract

Kacang bambara (Vigna subterranea L.) memiliki potensi dalam mengamankan pasokan pangan dalam menghadapi perubahan iklim karena memiliki manfaat dari aspek kandungan gizi, kesehatan, dan agronominya. Keterbatasan sumberdaya genetik menghambat pengembangan varietas unggul kacang bambara di Indonesia. Pemuliaan mutasi menggunakan kolkisin merupakan salah satu metode untuk meningkatkan keragaman kacang bambara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman morfologi dan sitologi pada dua generasi kacang bambara yang diinduksi oleh kolkisin pada konsentrasi yang berbeda. Eksperimen dilakukan di dua waktu dan lokasi yang berbeda, yaitu Maret-Juli 2022 di lapangan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan Maret-Juli 2023 di rumah kaca di wilayah Joyo Agung, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Perlakuan kolkisin dilakukan dengan metode tetes pada pucuk apikal bibit dengan konsentrasi yang berbeda (0, 0,1, 0,2, 0,3, dan 0,4%). Pengamatan karakteristik morfologi dan sitologi dilakukan pada generasi M1 dan M2. Perlakuan kolkisin mempengaruhi perubahan morfologi dan sitologi tanaman kacang bambara pada generasi M1 dan M2. Pada generasi M2, perlakuan kolkisin konsentrasi 0,4% meningkatkan lebar daun sebesar 31%, panjang daun sebesar 32%, waktu berbunga sebesar 28%, lebar biji sebesar 29%, panjang biji sebesar 47%, bobot 100 biji sebesar 3%, lebar stomata sebesar 20%, dan panjang stomata sebesar 25% dibandingkan dengan kontrol. Namun, perlakuan kolkisin menurunkan jumlah daun sebesar 30%, tinggi tanaman sebesar 1%, jumlah biji pertanaman sebesar 58%, bobot biji pertanaman sebesar 56%, dan kerapatan stomata sebesar 15% dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan induksi kolkisin menyebabkan peningkatan jumlah kromosom pada generasi M2 sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan variasi dan mengatasi keterbatasan sumber daya genetik kacang Bambara.
Pengaruh Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (Glomus sp.) dan Giberelin terhadap Pertumbuhan Fase Vegetatif Tanaman Porang (Amorphophallus oncophyllus) di Tanah Ultisol Agustini, Fenny; Sembiring, Mariani Br; Damanik, Revandy I.M
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55289

Abstract

Tanaman porang merupakan tanaman semak (herba) yang mempunyai prospek sebagai bahan pangan alternatif dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Umbi tanaman porang yang merupakan bagian yang dimanfaatkan memiliki kandungan polisakarida (glukomanan) yang tinggi dapat digunakan sebagai sumber pangan. Tanaman porang juga sudah banyak dimanfaatkan di bidang industri dan kesehatan. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman porang yaitu minimnya informasi dan teknik budidaya yang baik bagi tanaman porang terutama pada fase pertumbuhan vegetatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian fungi mikoriza arbuskula (FMA) Glomus sp. dan zat pengatur tumbuh giberelin terhadap pertumbuhan fase vegetatif tanaman porang pada tanah Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun V Desa Telaga Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, dimulai pada bulan Februari sampai dengan Juli 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan yang terdiri dari 2 faktor yaitu perlakukan dosis Glomus sp. (M0 = 0 g/tanaman, M1 = 10 g/tanaman, M2 = 20 g/tanaman dan M3 = 30 g/tanaman) dan perlakuan konsentrasi giberelin (G0 = 0 ppm, G1 = 50 ppm, G2 = 100 ppm dan G3 = 150 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Glomus sp. dengan dosis 20 g/tanaman memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman porang yaitu meningkatkan bobot umbi sebesar 21,48 g, serapan hara P sebesar 36,19 mg/tanaman dan derajat infeksi akar sebesar 50% atau masing-masing lebih tinggi 93,17%, 42,59% dan 650% dibandingkan dengan kontrol. Aplikasi giberelin berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman porang dan derajat infeksi akar oleh mikoriza di mana infeksi akar tertinggi sebesar 42,50% justru terjadi pada perlakuan tanpa pemberian giberelin.
Pertumbuhan Tanaman Padi pada Dua Periode Tanam di Tanah Sulfat Masam dengan Perlakuan Biochar Sekam Padi dan Beberapa Amandemen Organik Masulili, Agusalim; Irianti, Agnes Tutik Purwani; Abdurrahman, Tatang; Suci, Urai
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55752

Abstract

Pengembangan tanaman padi di tanah sulfat masam membutuhkan perlakuan yang dapat memperbaiki sifat tanah untuk jangka panjang. Hal ini akan berdampak terhadap peningkatan pertumbuhan tanaman padi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek biochar sekam padi dan beberapa amandemen organik terhadap pertumbuhan tanaman padi pada dua periode tanam di tanah sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Panca Bhakti, Pontianak yang dilakukan dalam dua kali periode tanam yaitu periode tanam kesatu pada bulan Februari-Mei 2022 dan periode tanam kedua pada bulan Mei-Agustus 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu kontrol, Chromolaena odorata (10 ton/ha), jerami (10 ton/ha), biochar sekam padi (10 ton/ha), abu sekam padi (10 ton/ha), C. odorata (10 ton/ha) + biochar sekam padi (5 ton/ha), jerami (10 ton/ha) + biochar sekam padi (5 ton/ha), C. odorata (10 ton/ha) + abu sekam padi (5 ton/ha), jerami (10 ton/ha) + abu sekam padi (5 ton/ha) yang diulang 3 kali. Pelaksanaan penelitian dua kali periode tanam ini dilakukan pada unit polibag yang sama. Pengamatan penelitian terdiri dari beberapa variabel pertumbuhan tanaman padi pada kedua periode tanam. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan C. odorata (10 ton/ha) + biochar sekam padi (5 ton/ha) memberikan efek jangka panjang atau efek residu terbaik terhadap pertumbuhan tanaman padi pada periode tanam kedua. Dengan demikian, penggunaan biochar sekam padi secara tunggal maupun yang dicampur dengan amandemen organik dapat direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi berkelanjutan di tanah sulfat masam.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik dan Anorganik terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tanah serta Produksi Padi pada Lahan Kering yang Disawahkan Putra, Rizky Eka; Rayes, Mochtar Lutfi; Kurniawan, Syahrul; Ustiatik, Reni
Agrikultura Vol 35, No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i1.53686

Abstract

Lahan kering yang disawahkan memiliki proses pelumpuran dan penggenangan yang menyebabkan perbedaan kondisi sifat fisik tanah sehingga menurunkan kesuburan tanah, salah satunya yaitu kerusakan struktur tanah. Upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah pada lahan tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan C-Organik, salah satunya yaitu aplikasi pupuk organik (asam amino dan asam humat). Aplikasi pupuk organik yang dikombinasikan pupuk anorganik dengan dosis yang tepat juga berpotensi untuk memperoleh produksi tanaman yang optimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis perbedaan karakteristik tanah pada lahan kering yang disawahkan serta menganalisis pengaruh pemberian kombinasi pupuk organik dan anorganik terhadap kesuburan tanah dan produksi padi pada lahan kering yang disawahkan. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Jatimulyo, Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Parameter yang diukur yaitu pH, C-Organik, kapasitas tukar kation (KTK), Kdd, kejenuhan basa, berat isi, tekstur, jumlah anakan produktif, dan berat gabah kering panen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan sifat fisik dan kimia tanah akibat perubahan pengolahan dari lahan kering menjadi lahan sawah. Aplikasi pupuk organik dan anorganik memberikan pengaruh nyata terhadap sifat kimia seperti pH, C-Organik, N-total, P-tersedia, Kdd dan KTK. Aplikasi pupuk organik dan anorganik juga meningkatkan produksi padi sebesar 39-59% dengan perlakuan dosis terbaik yaitu 75% pupuk dasar anorganik + 100% pupuk organik.
Aplikasi Pupuk S Elemen pada Budidaya Tiga Varietas Bawang Merah (Allium cepa L.) Manurung, Erpina Delina; Hanum, Hamidah; Sinuraya, Mariati
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.54092

Abstract

Teknologi varietas dan pemupukan sulfur telah banyak diterapkan untuk meningkatkan pertumbuhan, produksi dan kualitas bawang merah. Secara global, defisiensi sulfur telah dilaporkan terjadi pada lahan-lahan subur pertanian sedangkan tanaman bawang merah membutuhkan sulfur dalam jumlah relatif banyak untuk mendukung pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan sulfur terhadap pertumbuhan, produksi, dan kualitas bawang merah serta perubahan karakteristik tanah. Penelitian dilakukan di UPTD Balai Benih Induk Palawija, Tanjung Slamat, Kabupaten Deli Serdang dari September hingga Desember 2022. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor meliputi varietas bawang merah (V) dan dosis S elemen (S). Varietas terdiri dari Kramat 1 (V1), Maja Cipanas (V2) dan Batu Ijo (V3), sedangkan dosis S elemen terbagi atas empat taraf yaitu 0 (S0), 35 (S1),70 (S2), dan 100 (S3) kg/ha. Berdasarkan taraf setiap faktor, terdapat dua belas perlakuan interaksi yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah anakan, berat brangkasan, ruang warna L* dan a* kulit, kandungan antosianin dan serapan S umbi. Jumlah daun dan anakan varietas Batu Ijo paling sedikit tetapi mampu menghasilkan berat brangkasan tertinggi dan berat basah umbi yang tidak berbeda nyata dengan dua varietas lainnya. Dosis sulfur tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter sedangkan interaksi varietas dan dosis sulfur berpengaruh nyata terhadap serapan S umbi. Serapan S umbi tertinggi sebesar 5,98 mg/tanaman dihasilkan pada perlakuan varietas Batu Ijo dengan dosis S elemen 100 kg/ha. Ketidakefektifan S elemen yang diaplikasikan diduga berkaitan dengan bentuknya yang tidak dapat langsung diserap oleh tanaman dan sangat rendahnya C-organik tanah yang tidak mendukung berjalannya proses oksidasinya.
Struktur Pasar Sawi Hijau di Kelurahan Jatirangga Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi Rachmawati, Erna; Wibowo, Bagas Eka Wira
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.53903

Abstract

Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan salah satu jenis sayur yang disukai oleh konsumen. Dalam proses pemasaran sawi hijau, para petani di Kelurahan Jatirangga Kota Bekasi menggunakan lembaga pemasaran yaitu pedagang perantara yang berperan dalam penjualan kepada konsumen. Namun hal ini seringkali menyebabkan harga yang diterima petani menjadi rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji saluran pemasaran dan struktur pasar sawi hijau di Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei hingga Juli 2022 di Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik survey. Metode pengambilan sampel petani sawi hijau menggunakan total sampling dan pengambilan sampel lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan matematik dengan pendekatan struktur pasar yang meliputi analisis pangsa pasar, indeks herfindahl, konsentrasi rasio (CR4), dan hambatan masuk pasar (minimum efficiency scale/MES). Hasil penelitian menunjukkan sistem pemasaran sawi hijau di Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi masih belum efisien. Hal ini diketahui dari hasil analisis struktur pasar yaitu pangsa pasar sawi hijau terbesar dikuasai oleh bandar besar dengan struktur pasar berbentuk oligopoli, nilai indeks Herfindal berada di kisaran 0<HI<1, nilai CR4 bandar besar rata-rata 50%, hambatan masuk pasar bagi pendatang atau pedagang baru yang tinggi dengan nilai MES sebesar 15% (> 10%). Agar pemasaran sawi hijau di lokasi penelitian berjalan efisien dan posisi tawar petani sawi hijau meningkat dapat dilakukan beberapa upaya, antara lain menguatkan atau memberdayakan peran kelompok tani dalam kegiatan usahatani dan pemasaran, disertai dengan pelatihan dan pendampingan pemasaran pada kelompok tani. Selain itu perlu dilakukan kerjasama atau kemitraan pemasaran dengan lembaga pemasaran yang kompeten.
The Potential of Azolla pinnata Powder and Compost as a Carrier-base for Improving N-Fixing and P-Solubilizing Bacteria Performance to Increase Soybean Productivity Suryatmana, Pujawati; Halimah, Ummu ‘Azizah; Kmaluddin, Nadia Nuraniya; Herdiyantoro, Diyan; Setiawati, Mieke Rochimi
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.55096

Abstract

Efektivitas inokulan Azotobacter sp. dan Bacillus sp. sering kali berkurang ketika diaplikasikan di tanah asam seperti Inceptisol, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kinerjanya dalam kondisi ini. Salah satu strategi adalah memilih bahan pembawa inokulan yang tepat seperti tepung Azolla pinnata dan kompos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kepadatan populasi inokulan, pembentukan bintil akar, berat kering akar, dan jumlah daun trifoliat pada tanaman kedelai yang diberi perlakuan tepung A. pinnata dan kompos sebagai carrier inokulan Azotobacter sp. dan Bacillus sp. Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2022 hingga Januari 2023 di Laboratorium Biologi Tanah dan Kebun Percobaan Ciparanje, Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan Rancanagan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu faktor pertama berupa pemberian pupuk NPK dengan dosis 100% (300 kg/ha), 50% (150 kg/ha) dan 0% (0 kg/ha) dan faktor kedua adalah perlakuan inokulan kultur cair, inokulan dalam kompos, inokulan dalam tepung Azolla, inokulan dalam campuran kompos dan Azolla yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carrier tepung Azolla dan kompos meningkatkan populasi Azotobacter spp. dan Bacillus spp. di rizosfer. Inokulan dalam campuran pembawa kompos dan tepung Azolla menghasilkan berat kering akar dan jumlah bintil tertinggi secara signifikan. Inokulasi kultur cair Azotobacter sp. dan Bacillus sp. atau inokulan padat dengan bahan pembawa tepung Azolla menghasilkan polong kedelai yang setara dengan aplikasi NPK 150 kg/ha. Aplikasi inokulan dalam tepung Azolla, kompos, atau campuran keduanya menghasilkan bobot 100 biji yang tidak berbeda nyata, namun, bobot 100 biji setara dengan perlakuan yang menggunakan dosis NPK 300 kg/ha di Inceptisol