cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Maternal Factors And Antenatal Care Visits That Are At Risk For Low Birth Weight (LBW) Arinta, Illa; Nuurjannah, Febri Annisaa; Marlita, Frida; Soleha, Sofiatus
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i8.17044

Abstract

Latar Belakang: Bayi berat badan lahir rendah masih merupakan salah satu isu kesehatan global dengan berat lahir kurang dari 2500gram. BBLR mempunyai dampak jangka panjang terhadap kehidupan bayi baru lahir dan anak serta berkontribusi signifikan terhadap peningkatan angka kematian dan kecacatan neonatal. Tujuan : Untuk mengetahui faktor maternal dan kunjungan antenatal care yang berisiko terhadap kejadian berat badan lahir rendah. Metodelogi : Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan case control dengan desain penelitian retrospektif suatu penelitian dengan melakukan pengamatan bersalin dengan BBLR yang melakukan persalinan di Puskesmas Kemayoran dalam satu kali waktu pada waktu bersamaan. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ibu yang mempunyai umur beresiko (umur <20 dan umur >34 tahun) sebanyak 15 responden (65,2%) melahirkan bayi BBLR, ibu dalam kategori umur beresiko (umur 20-34) sebanyak 8 responden (34,7%) melahirkan bayi BBLR. Berdasarkan data hasil penelitian bahwa ibu kategori paritas beresiko (paritas 0 dan paritas lebih dari 4) sebanyak 11 responden (47,8%) melahirkan BBLR. Ibu kategori paritas tidak beresiko sebanyak 12 responden (52,1%). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ibu yang melakukan pelayanan antenatal kurang baik, sebanyak 17 responden (73,9) melahirkan BBLR. ibu yang melakukan kunjungan antenatal yang baik sebanyak 6 (26,9%) melahirkan BBLR. Kesimpulan : Faktor risiko umur didapatkan OR = 4,28 (95%CI:1,4-12,4) bahwa kategori umur ibu beresiko mempunyai peluang melahirkan BBLR 4,28 kali dibandingkan dengan ibu kategori umur yang tidak beresiko. Berdasarkan analisis secara paritas uji statistik didapatkan nilai p = 0,397 dapat disimpulkan tidak ada hubungan bermakna antara paritas terhadap kejadian BBLR. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,0001, dapat diartikan ada perbedaan yang signifikan persentase BBLR antara ibu yang memiliki kunjungan antenatal kurang baik dengan ibu yang melakukan antenatal baik. Kata kunci : Maternal, Antenatal Care, Berat Badan Lahir Rendah, Umur, Paritas. ABSTRACTBackground Low birth weight babies are still one of the global health issues with a birth weight of less than 2500 grams. LBW has a long-term impact on the lives of newborns and children and contributes significantly to the increase in mortality and neonatal disability.Objective: To determine maternal factors and antenatal care visits that are at risk for the incidence of low birth weight.Methodology: The research design used is a quantitative descriptive method with case control approach with a retrospective research design of a study by observing childbirth with LBW who gave birth at the Kemayoran Health Center at one time at the same time.Results: Based on the results of the study, motherswho have a risk age (<20 years old and >34 years old) as many as 15 respondents (65.2%) give birth to LBW babies, mothers in the at-risk age category (20-34 years old) as many as 8 Respondents (34.7%) gave birth to LBW babies. Based on the data from the results of the study, 11 respondents (47.8%) gave birth to LBW in the at-risk parity category (parity 0 and parity more than 4). Mothers in the parity category are not at risk as many as 12 respondents (52.1%). Based on the results of the study, mothers who performed poor antenatal services gave birth to LBW, as many as 17 respondents (73.9) gave birth to LBW. mothers who had good antenatal visits as many as 6 (26.9%) gave birth to LBW.Conclusion:The age risk factor was obtained OR = 4.28 (95%CI: 1.4-12.4) that the age category of mothers at risk had a chance of giving birth to LBW 4.28 times compared to mothers in the age category who were not at risk. Based on the analysis of parity in the statistical test, the value of p = 0.397 can be concluded that there is no significant relationship between parity and the incidence of LBW. Based on the results of the statistical test, a value of p = 0.0001 was obtained, it can be interpreted that there is a significant difference in the percentage of LBW between mothers who had poor antenatal visits and mothers who did good antenatal visits.  Keywords:Maternal, Antenatal Care, Low Birth Weight, Age, Parity.
Low Knowledge And Attitude Of Adolescent Women Regarding Nutrition Results In The Incident Of Anemia In Adolescent Women Delarosa, Sitha Paradilla; Saragih, Rapida; Damanik, Syahroni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i6.15480

Abstract

Latar Belakang : remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rentan menderita anemia dikarenakan remaja putri mengalami mentruasi setiap bulan, selain itu remaja putri juga sering menjalani diet demi mendapatkan bentuk tubuh yang langsing ideal, sayangnya diet yang mereka lakukan lebih mengarah kepada diet tidak sehat karena kurang memperhatikan kecukupan gizi dari makanan yang mereka konsumsi. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas XI IPA SMAN 6 Tanjung Jabung Barat tahun 2023. Metode: desain penelitian ini adalah penelitian survei analitik Dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di SMAN 6 Tanjung Jabung Barat tahun 2023. Waktu penelitian bulan April s/d September tahun 2023. Populasi adalah seluruh remaja putri di SMAN 6 Tanjung Jabung Barat tahun 2023 berjumlah 48 orang. Sampel diambil secara total sampling berjumlah 48  orang. Analisa data dengan univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil : 35,4% responden berpengetahuan cukup tentang gizi remaja putri, 60,4% responden dengan sikap positif tentang gizi remaja putri dan 68,8% remaja putri dengan tidak anemia.Hasil bivariat ada hubungan pengetahuan (p value 0,000) dan  sikap (p value 0,003) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas XI IPA SMA N 6 Tanjung Jabung Barat Tahun 2023. Kesimpulan: hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian anemia remaja putri. Saran : bagi tempat penelitian Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan agar melakukan penyuluhan ditempat bekerja kepada remaja putri tentang faktor yang mempengaruhi anemia pada remaja putri. Kata Kunci: Anemia Remaja Putri, pengetahuan, sikap ABSTRACT Background: Adolescent girls are one of the groups that are vulnerable to suffering from anemia because adolescent girls experience menstruation every month, apart from that, adolescent girls also often go on diets to get an ideal slim body shape, unfortunately the diet they follow is more likely to lead to an unhealthy diet because they lack pay attention to the nutritional adequacy of the food they consume. Objective: This research is to determine the relationship between knowledge and attitudes about nutrition and the incidence of anemia in female teenagers in class XI IPA at SMAN 6 Tanjung Jabung Barat in 2023. Method: The design of this research is analytical survey research with a cross sectional design. The research was conducted at SMAN 6 Tanjung Jabung Barat in 2023. The research period was April to September 2023. The population was all young women at SMAN 6 Tanjung Jabung Barat in 2023 totaling 48 people. Samples were taken as a total sampling of 48 people. Data analysis was done using univariate and bivariate using chi square test. Results: 35.4% of respondents had sufficient knowledge about adolescent girls' nutrition, 60.4% of respondents had a positive attitude about adolescent girls' nutrition and 68.8% of adolescent girls were not anemic. Bivariate results showed a relationship between knowledge (p value 0.000) and attitude ( p value 0.003) with the incidence of anemia in teenage girls in class Suggestions: for research sites. Conclusion:It is hoped that this research can be used as input for conducting outreach in workplaces to young women about the factors that influence anemia in young women. Keywords: Anemia in Adolescent Girls, knowledge, attitudes
The Effect Of Education With Booklet Media On Cadre Knowledge About Akdr Contraception Patmawati, Endang; Yunita, Laurensia; Lestari, Yayuk Puji; Sri Redjeki, Dwi Sogi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i2.19137

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2021-2024 data pengguna kontrasepsi AKDR tidak bertambah di Puskesmas Jejangkit ditunjukkan dari data 1.262 pasangan usia subur (PUS) hanya ada 11 akseptor yang menggunakan kontrasepsi AKDR. Kurangnya pengetahuan kader tentang KB AKDR/IUD, menyebabkan wanita usia subur (WUS) tidak teredukasi membuat penggunaan kontrasepsi AKDR/IUD masih rendah. Pengaruh edukasi dengan media Booklet diharapkan lebih efektif memiliki pengaruh dari pada media edukasi lain seperti ceramah atau video.Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan kader tentang kontrasepsi AKDR di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit Kabupaten Barito Kuala.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif menggunakan teknik random sampling 30 orang responden dengan desain pre eksperimen yang rancangannya menggunakan RCT Pretest-posttest. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat T-Test untuk mengetahui efektifitas dari variabel penelitian.Hasil: Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai sig = < 0,001 dimana p < 0,05 artinya ada pengaruh antar variabel. Hasil ini menyatakan ada edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan kader tentang kontrasepsi AKDR di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit Kabupaten Barito Kuala.Simpulan: Hasil penelitian edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan kader tentang kontrasepsi AKDR di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit Kabupaten Barito Kuala yaitu diketahui adanya pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap pengetahuan kader tentang kontrasepsi AKDR di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit Kabupaten Barito Kuala. Kata Kunci: AKDR/IUD, Booklet, Edukasi, Kader ABSTRACT Background: Lack of knowledge of cadres about AKDR/IUD contraception, causing women of childbearing age (WUS) to be uneducated, making the use of IUD contraception still low.Objective: To determine the influence of education through booklet media on cadres' knowledge about AKDR contraception in the working area of the Jejangkit Health Center, Barito Kuala Regency.Method: This study was quantitative using a random sampling technique of 30 respondents with a pre-experimental design whose design used RCT Pretest-posttest. Data collection was carried out using a questionnaire. The analysis of research data used univariate and bivariate T-Test analysis to determine the effectiveness of the research variables.Results: The results  of the Wilcoxon obtained  a sig = < 0,001 where p < 0.05 meaning that there is an influence between variables. This result states that there is education through booklet media on the knowledge of cadres about AKDR contraception in the work area of the Jejangkit Health Center, Barito Kuala Regency.Conclusion: The results of educational research through booklet media on cadre knowledge about AKDR contraception in the working area of the Jejangkit Health Center, Barito Kuala Regency, are the average results of knowledge before/pretest (1.13) and after/posttest (2.47) where there is an increase in the number of pretest scores to posttest scores, which means that there is an increase in knowledge from cadres after being given education through booklet media. Keywords: AKDR/IUD, Cadre, Booklet, Education
Identification Of Iron Content In Red Guava Juice As A Treatment Of Anemia In Pregnant Women Hardaniyati, Hardaniyati; R A, Dian Soekmawaty; Setyawati, Irni; Hartika, Loli
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14849

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan kondisi ibu hamil dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari 11 g/dl. Presentase anemia pada ibu hamil di NTB tahun 2022 diestimasikan sebesar 1,481 di Kabupaten Lombok Barat, 1,248 di Kabupaten Lombok Timur, 1,129 di Kota Mataram, 1,034 Tingginya angka  anemia disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya anemia. Pencegahan dan pengendalian anemia gizi besi melalui pendekatan nonfarmakologis  dengan  memperbaiki  pola  makan dan  mengonsumsi  makanan kaya  zat besi dan zat gizi seperti jambu biji merah yang diolah menjadi jus jambu yang mengandung Fe yang membantu meningkatkan penyerapan  zat  besi  dalam  tubuh dan membantu meningkatkan  kadar Hb.Tujuan:Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kandungan zat besi pada jus jambu biji merah sebagai penanganan anemia ibu hamil.Metode: Pembuatan dan identifikasi zat besi pada jus jambu dilakukan dengan 2 tahapan. Pembuatan pertama, daun pembuatan jus jambu biji dengan di blender dan di saring. Tahap kedua Identifikasi zat besi dengan  pembuatan larutan induk Fe dengan di encerkan  larutan satandar Fe 1000mg/L sebanyak 10 ml kedalam labu ukur dengan menggunakan metode KSCN 2M.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, dalam 100 ml jus jambu merah mengandung Fe yang di tandai dengan terbentuknya larutan warna merah dengan kadar fe 0,25%.  Sehingga jus jambu merah bisa dikonsumsi ibu hamil anemia sebagai salah satu penangaan anemia.Kesimpulan:  Dalam 100 grm Jus jambu merah yang dibuat dengan cara diblender terdapat kandungan zat besi yang berperan dalam meningkatkan kadar Hb ibu hamil anemia. Oleh karena itu, disarankan bagi ibu hamil untuk tetap mengkonsumsi jus jambu merah untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil yang mengalami anemia. Kata Kunci: Anemia, ibu hamil, Jambu biji merah. ABSTRACT Background: Anemia is a condition of pregnant women with hemoglobin (Hb) levels in the blood less than 11 g / dl. The percentage of anemia in pregnant women in NTB in 2022 is estimated at 1,481 in West Lombok Regency, 1,248 in East Lombok Regency, 1,129 in Mataram City, 1,034 The high rate of anemia is caused by low knowledge and awareness of the dangers of anemia. Prevention and control of iron nutrition anemia through a nonpharmacological approach by improving diet and eating food.Objective: The purpose of this study was to identify the iron content in red guava juice as a treatment of anemia for pregnant women.Method: The manufacture and identification of iron in guava juice is carried out in 2 stages. The first manufacture, leaves make guava juice with in a blender and filtered. The second stage is identification of iron by making Fe mother solution by diluting 1000mg/L Fe satandar solution as much as 10 ml into a measuring flask using the KSCN 2M method.Results: Based on the results of the study, in 100 ml of red guava juice contains Fe which is characterized by the formation of a red color solution with a fe content of 0.25%.  So that red guava juice can be consumed by anemic pregnant women as one of the treatments for anemiaConclusion: In 100 grams of red guava juice made by blending there is iron content which plays a role in increasing Hb levels of anemic pregnant women. Therefore, it is recommended for pregnant women to keep consuming red guava juice to increase hemoglobin levels of pregnant women who have anemia. Keywords: Anemia, pregnant women, Red guava.
The Influence Of Midwife's Information On Choice Of Contraception Devices Wulandhari, Yopi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.15979

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi merupakan pengaturan kehamilan dengan menggunakan alat atau metode dengan tujuan mencegah kehamilan. Tidak banyak pula WUS yang memilih untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun, dikarenakan pengetahuan WUS terhadap efek samping alat kontrasepsi. Sedangkan WUS yang menggunakan alat kontrasepsi banyak sekali memiliki ragam pilihan terhadap alat kontrasepsi yang akan atau sedang digunakannya, banyak sekali faktor yang mempengaruhi WUS dalam memilih alat kontrasepsi salah satunya adalah informasi bidan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh informasi bidan terhadap pemilihan alat kontrasepsiMetode : Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dan metode pengambilan sampel dengan simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di klinik Azki Medika Kec. Rengat dengan jumlah sampel 95 orang. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Maret 2024Hasil: Hasil penelitian yang didapat adalah untuk informasi bidan mayoritas responden mengatakan sudah Lengkap sebanyak 58.8 %. Sedangkan untuk pemilihan alat kontrasepsi, mayoritas memilih karena informasi bidan sebanyak 61.1 %. Hasil analisis berdasarkan Uji statistik Chy Square nilai p < 0,05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji statistik, ada pengaruh yang signifikan antara informasi bidan terhadap pemilihan alat kontrasepsi.Saran: Diharapkan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan dapat meningkatkan pemberian informasi terkait Keluarga Berencana terhadap calon akseptor KB. Kata Kunci : Informasi; Bidan, Informasi,  Kontrasepsi ABSTRACT Background: Contraception is the management of pregnancy using devices or methods with the aim of preventing pregnancy. There are also not many WUS who choose not to use any contraceptives, due to WUS' knowledge of the side effects of contraceptives. Meanwhile, WUS who use contraceptives have a wide variety of choices regarding the contraceptives they will or are currently using, there are many factors that influence WUS in choosing contraceptives, one of which is midwife information.Objective: This study aims to determine the influence of midwife information on the choice of contraceptivesMethod: This research method uses quantitative analytical methods and sampling methods using simple random sampling. This research was conducted at the Azki Medika clinic, Kec. Rengat with a sample size of 95 people. The research was conducted in January-March 2024Results: The research results obtained were that for midwife information, the majority of respondents said it was complete, 58.8%. Meanwhile, for the choice of contraceptives, the majority chose because of the midwife's information, 61.1%. The analysis results are based on the Chy Square statistical test with a p value <0.05.Conclusion: Based on the results of statistical tests, there is a significant influence between midwife information on the choice of contraceptives.Suggestion: It is hoped that health workers, especially midwives, can increase the provision of information related to family planning to prospective family planning acceptors. Keywords: Midwife; Information; Contraception
The Influence Of Giving Ginger Water On The Pain Of Dysmenorroa In Adolescent Women Desiana, Desiana; Utami, Vida Wira; Nurliani, Nurliani; Sary, Lolita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.11847

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a symptom of pain or discomfort in the lower abdomen during menstruation so that it can interfere with daily activities, which is most often found in young and reproductive women. In Indonesia, dysmenorrhea is also a complaint that is often found in young women. In Indonesia, the incidence of menstrual pain in 2018 was 107,673 people (64.24%), consisting of 59,671 people (54.89%) experiencing primary menstrual pain and 9,496 people (9.36%) experiencing secondary menstrual pain. Research objective: To know the effect of giving ginger water on dysmenorrheal pain in young women at Tri Bhakti Vocational School, Abung Tengah District, North Lampung Regency in 2023Research Methods: The type of research used was pre-experimental with a one-group pre-test and post- test design approach. Research population The population in this study were all young women at Tri Bhakti Vocational School who experienced dysmenorrhea as many as 53 people. The sample in this study amounted to 23 people. Sampling technique purposive sampling Analysis using the Wilcoxon test.The results of the study: The average level of dysmenorrhea before administration of ginger decoction (zingibers officinale) in female adolescents was 4.43 with a standard deviation of 0.662. A minimum of 3 and a maximum of 5. The average rate of dysmenorrhea after administration of ginger decoction (zingibers officinale) in young women is 2.39 with a standard deviation of 0.789. Conclusion Minimum 1 and maximum 3 There is a significant difference between giving ginger concoction to the level of dysmenorrhea pain in young women at Tri Bhakti Vocational School, Abung Tengah District, North Lampung Regency, p value 0.000. Suggestion  that the findings of this study can be a solution in overcoming dysmenorrhea by using a type of non-pharmacological therapy, namely giving red ginger water. Keywords : dysmenorrhea, ginger, young women ABSTRAK : PENGARUH PEMBERIAN AIR JAHE TERHADAP NYERI DISMENORROA PADA REMAJA WANITA Latar Belakang: Dismenore merupakan gejala nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah saat menstruasi sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, yang paling sering dijumpai pada wanita usia muda dan reproduktif. Di Indonesia, dismenore juga menjadi keluhan yang sering dijumpai pada remaja putri. Di Indonesia, angka kejadian nyeri haid pada tahun 2018 sebanyak 107.673 orang (64,24%), terdiri dari 59.671 orang (54,89%) mengalami nyeri haid primer dan 9.496 orang (9,36%) mengalami nyeri haid sekunder. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian air jahe terhadap nyeri dismenore pada remaja putri di SMK Tri Bhakti Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara Tahun 2023Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri SMK Tri Bhakti yang mengalami dismenore sebanyak 53 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 23 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling Analisis menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian: Rata-rata tingkat kejadian dismenore sebelum pemberian rebusan jahe (zingibers officinale) pada remaja putri adalah 4,43 dengan standar deviasi 0,662. Minimal 3 dan maksimal 5. Rata-rata kejadian dismenore setelah pemberian rebusan jahe (zingibers officinale) pada remaja putri adalah 2,39 dengan standar deviasi 0,789.Kesimpulan Minimal 1 dan Maksimal 3 Terdapat perbedaan yang signifikan pemberian ramuan jahe terhadap tingkat nyeri dismenore pada remaja putri di SMK Tri Bhakti Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara p value 0,000. Saran hasil penelitian ini dapat menjadi solusi dalam mengatasi dismenore dengan menggunakan jenis terapi non farmakologi yaitu pemberian air jahe merah. Kata Kunci : dismenore, jahe, remaja putri  
Effectiveness Of Pericardium Point 6 Acupressure On Emesis Gravidarum In Pregnant Women In The First Trimester Hafifah, Noor; Meldawati, Meldawati; Lestari, Yayuk Puji; Suhartati, Susanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i2.19138

Abstract

Latar Belakang : Akupresure titik P6 merupakan sebuah tindakan untuk mengurangi atau menurunkan rasa mual dan muntah pada kehamilan yang dilakukan dengan cara penekanan pada titik tubuh tertentu (titik pericardium 6 atau tiga jari dibawah pergelangan tangan). Dalam 6 bulan terakhir ada sekitar 50 ibu hamil yang mengalami emisis gravidarum di PMB As-Shofa Kabupaten Hulu Sungai Tengah.Tujuan : Untuk Mengetahui Efektivitas Akupresur Titik Perikardium 6 Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I di PMB As-Shofa Kabupaten Hulu Sungai Tengah.Metode : Jenis penelitian pre-experimental design dengan rancangan One-Group Pretest-Postest Design. Populasi penelitan 25 orang. Teknik sampel menggunakan Purposive sampling. Sampel berjumlah 20 responden.Hasil : Frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja PMB As-Shofa Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebelum diberikan perlakuan derajat ringan 15 (75%) derajat sedang 5 (25%) dan frekuensi mual dan muntah sesudah diberikan perlakuan derajat ringan 19 (95%) derajat sedang 1(5%). Hasil uji wilcoxon signed ranks test didapat nilai sebesar p.value 0,000 < 0,05.Simpulan: Ada pengaruh dari akupresur titik perikardium 6 sebagai terapi non farmakologi dalam upaya mengurangi frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja PMB As-Shofa kabupaten Hulu Sungai Tengah.Saran : Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk lebih memperhatikan kelengkapan data yang ada di buku register seperti nomor telepon, dan juga diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat mengontrol langsung prosedur pijat akupresur setiap hari selama penelitian berlangsung. Kata Kunci : Ibu Hamil Trimester I, Mual Muntah, Titik Perikardium 6. ABSTRACT Background: P6 point acupressure is an action to reduce or reduce nausea and vomiting in pregnancy which is carried out by pressing certain body points (pericardium point 6 or three fingers below the wrist). In the last 6 months there have been around 50 pregnant women who experienced emission gravidarum at PMB As-Shofa, Hulu Sungai Tengah Regency.Objective: To determine the effectiveness of pericardium point 6 acupressure on emesis gravidarum in first trimester pregnant women at PMB As-Shofa, Hulu Sungai Tengah Regency.Method: This type of research is pre-experimental design with a One-Group Pretest-Posttest Design. The research population was 25 people. The sample technique uses purposive sampling. The sample consisted of 20 respondents.Results: The frequency of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester in the PMB As-Shofa Working Area, Hulu Sungai Tengah Regency before being given mild treatment was 15 (75%) the moderate degree was 5 (25%) and the frequency of nausea and vomiting after being given mild treatment was 19 ( 95%) moderate degree 1(5%). The results of the Wilcoxon signed ranks test obtained a p value of 0.000 < 0.05.Conclusion: There is an effect of acupressure at pericardium point 6 as a non-pharmacological therapy in an effort to reduce the frequency of nausea and vomiting in first trimester pregnant women in the PMB As-Shofa work area, Hulu Sungai Tengah district.Suggestion: It is hoped that future researchers will pay more attention to the completeness of the data in the register such as telephone numbers, and it is also hoped that future researchers will be able to directly control the acupressure massage procedure every day during the research. Keywords: First Trimester Pregnant Women, Nausea, Vomiting, Pericardium Point 6. 
The Effect Of Baby Massage On Smooth Bowel Movements In Constipated Toddlers Aged 12-24 Months Safitri, Ana; Evrianasari, Nita; Utami, Vida Wira; Susilawati, Susilawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.11816

Abstract

Latar Belakang: Konstipasi adalah suatu gejala sulit buang air besar yang ditandai dengan konsistensi feses yang keras, ukuran besar, dan penurunan frekuensi buang air besar. Konstipasi sering ditemukan pada anak dengan pravelensi kejadian sebanyak 0,3%-8%. Pijat merupakan suatu gerakan manipulasi jaringan lunak di area seluruh tubuh untuk memberikan kenyamanan kesehatan, seperti relaksasi, peningkatan kualitas tidur, menurunkan kecemasan, atau manfaat pada bagian fisik tertentu. Pijat pada abdomen dipikirkan dapat mendorong feses dengan peningkatan tekanan intraabdominal.Tujuan Penelitian: Untuk Mengetahui pengaruh pemberian pijat bayi terhadap kelancaran BAB pada Balita konstipasi usia 12-24 bulan di PMB Feby Yulistia Bandar Lampung. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Eksperimental dengan design penelitian  one group pretest-posttest design. Responden pada penelitian ini adalah balita berusia 12 – 24 bulan sebanyak 30 bayi di PMB Feby Yulistia,S.Tr.Keb.,S.KM Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling yaitu sebanyak 30 responden menggunakan kuesioner Bristol Chart. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nila rata-rata kelancaran BAB pada balita konstipasi sebelum diberikan pijat sebesar 1.90 dengan standar deviasi 0.305. Sedangkan nila rata-rata kelancaran BAB pada balita konstipasi sesudah diberikan pijat sebesar 2.80 dengan standar deviasi 0.484. Analisis Bivariat mendapatkan bahwa nilai perbedaan rata-rata kelancaran BAB pada balita konstipasi sebelum dan sesudah diberikan pijat sebesar 0.9 dengan Uji Wilcoxon mendapatkan p= 0,000 yang berarti terdapat pengaruh bermakna dari terapi pijat bayi terhadap kelacaran BAB pada balita konstipasi usia 12-24 bulan di PMB Feby Yulistia Bandar Lampung. Kesimpulan: Ada pengaruh pijat bayi terhadap kelancaran BAB pada balita konstipasi usia 12-24 bulan di PMB Feby Yulistia tahun 2023 dengan nilai p-value sebesar 0,000 (<0.05). Saran: Dapat diberikan pijat bayi untuk kelancaran BAB pada balita konstipasi Usia 12-24 bulan. Kata Kunci : Balita,Konstipasi, Pijat bayi ABSTRACT Background: Constipation is a symptom of difficult bowel movements characterized by hard stool consistency, large size, and decreased frequency of bowel movements. Constipation is often found in children with a prevalence of 0.3%-8%. Massage is a movement of soft tissue manipulation in areas throughout the body to provide health comfort, such as relaxation, improved sleep quality, decreased anxiety, or benefits to certain physical parts. Abdominal massage is thought to encourage stool with increased intraabdominal pressure. Research purposes:To find out the effect of giving baby massage on the smooth bowel movements in constipated toddlers aged 12-24 months at PMB Feby Yulistia Bandar Lampung. Research methods:This research uses the methodQuasi-Experimentalwith research designone group pretest-posttest design. Respondents in this study were toddlers aged 12-24 months as many as 30 babies at PMB Feby Yulistia, S.Tr.Keb., S.KM Bandar Lampung. Sampling technique usingnon probability sampling ie as many as 30 respondents using a questionnaireBristol Chart. Bivariate analysis using testWilcoxon. Results:Based on the research that has been done using the testWilcoxon obtained the average smoothness of defecation in constipated toddlers before being given a massage of 1.90 with a standard deviation of 0.305. Meanwhile, the average smoothness of bowel movements in toddlers with constipation after being given a massage is 2.80 with a standard deviation of 0.484. Bivariate analysis found that the average difference in the fluency of bowel movements in constipated toddlers before and after being given a massage was 0.9 with the TestWilcoxon obtained p = 0.000, which means that there is a significant effect of infant massage therapy on bowel movements in constipated toddlers aged 12-24 months at PMB Feby Yulistia Bandar Lampung. Conclusion:There is an effect of baby massage on the smooth bowel movements of constipated toddlers aged 12-24 months at PMB Feby Yulistia in 2023 with a p-value of 0.000 (<0.05). Suggestion:Baby massage can be given to smooth bowel movements in constipated toddlers aged 12-24 months. Keywords : Constipation, baby massage,Toddlers
Factors Related To Providing Early MPASI To Babies Aged 0-6 Months Naswati, Wawat; Mariza, Ana; Anggraini, Anggraini; Iqmy, Ledy Octaviani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.12547

Abstract

Latar belakang : Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2021) 52,5% atau hanya setengah dari 2,3 juta bayi berusia kurang dari enam bulan yang mendapat ASI eksklusif di Indonesia, atau menurun 12 persen dari angka di tahun 2019. Menurut Dinas Kesehatan Propinsi Lampung pada tahun 2021 bayi yang diberikan MPASI sampai usia 6 bulan hanya (32,2%). Dari data Desa Sidokayo juga menyebutkan angka kejadian diare pada bayi umur kurang dari 1 tahun pada tahun 2022 meningkat sebanyak 39 kasus, sedangkan pada bulan Januari hingga Februari 2022 terdapat 8 kasus diare bayi dalam 1 bulan. Dan dari 8 kasus tersebut bayi yang terkena diare kebanyakan dari mereka telah diberikan MP ASI sebelum usia 6 bulan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor apasaja yang berhubungan dengan diberikannya MPASI dini pada anak usia 0-6 bulan di Desa Sidokayo Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara Tahun 2023. .Metode penelitian : penelitian ini merupakan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan yang berjumlah 40 bayi. Tehnik sampling dengan Total Sampling yaitu sebanyak 40 bayi. Cara pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat  (chi square).Hasil penelitian ada hubungan hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan dengan diberikannya MPASI dini pada anak usia 0-6 bulan.Kesimpulan Berdasarkan hasil univariat menujukkan distribusi frekuensi pengetahuan ibu yang baik (52,5%), Pendidikan tinggi (52.5%), ibu yang bekerja (52.5%) dan responden yang memberikan MPASI dini sebanyak 57.5%. Hasil bivariat didapatkan bahwa dari tiga variabel yang diteliti yaitu pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan diperoleh p = 0,001,  022 ≤ α = 0,05, , maka ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan dengan diberikannya MPASI dini pada anak usia 0-6 bulan. Diharapkan bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan pengetahuan dengan media yang ada, seperti internet, youtube, leflet dan lain sebagainya.Saran Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan kesehatan tentang MP-ASI terutama kepada ibu dengan pendidikan rendah dan atau ibu yang bekerja Kata kunci : MPASI Dini, Pengetahuan, Pendidikan, Pekerjaan ABSTRACT Background : According to Basic Health Research data (RISKESDAS, 2021) 52.5% or only half of the 2.3 million babies aged less than six months are exclusively breastfed in Indonesia, a 12 percent decrease from the 2019 figure. According to the Lampung Provincial Health Office in 2021, only 32.2% of infants were given complementary foods until 6 months of age. Data from Sidokayo Village also states that the incidence of diarrhea in infants aged less than 1 year in 2022 increased by 39 cases, while in January to February 2022 there were 8 cases of infant diarrhea in 1 month. And of the 8 cases of infants affected by diarrhea, most of them had been given MP ASI before the age of 6 months. This study was conducted to determine what factors are associated with early complementary feeding in children aged 0-6 months in Sidokayo Village, Abung Tinggi District, North Lampung Regency in 2023. .Research method : this research is an analytical survey using a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had babies aged 0-6 months totaling 40 babies. The sampling technique with Total Sampling is as many as 40 babies. How to collect data with a questionnaire. The analysis used was univariate and bivariate analysis (chi square).The results showed that there was a relationship between knowledge, education and work with the provision of early solidity in children aged 0-6 months.Conclusion Based on the univariate results, the frequency distribution of good maternal knowledge (52.5%), high education (52.5%), working mothers (52.5%) and respondents who gave early solids as much as 57.5%. The bivariate results showed that of the three variables studied, namely knowledge, education and work, p = 0.001, 022 ≤ α = 0.05, so there is a relationship between knowledge, education and work with early complementary feeding in children aged 0-6 months . It is expected for the community to further increase knowledge with existing media, such as the internet, YouTube, leaflets and so on.Suggestions It is hoped that health workers can provide health counseling about complementary foods, especially to mothers with low education and or working mothers. Keywords : Early complementary feeding, knowledge, education, work 
Role Of Youth Information Centers And Counseling In Minimizing Premature Wedding Events Putri, Hernisa Trisna; Yuliana, Fitri; Mahdiyah, Dede; TM, M. Fajriannor
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.14346

Abstract

Latar Belakang: Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) adalah suatu wadah yang dikembangkan dalam program GenRe, yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memebrikan pelayanan informasi dan konseling kepada remaja salah satunya upaya pendewasaan usia perwakinan untuk meminimalkan kejadian dari pernikahan usia dini. Kejadian pernikahan usia 15-19 tahun pada tahun 2018 Barito Kuala menduduki peringkat tertinggi sedangkan pada tahun 2022 barito Kuala menduduki peringkat ke 12.Tujuan: Mengetahui peranan Pusat Informasi Konseling remaja (PIK R) dalam meminimalkan kejadian pernikahan usia dini di Barito Kuala.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian sebanyak lima orang informan utama dan empat orang informan triangulasi. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan analisis isi.Hasil: Pernikahan usia dini yang terjadi di Barito Kuala masih sering terjadi dengan beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu pengetahuan, pergaulan, orang tua dan kebiasaan turun-temurun. Peran dari PIK R sendiri sudah cukup baik, namun SDM untuk PIK masih kurang, sehingga pelayanan yang diberikan masih sangat terbatas.Simpulan: Pusat Informasi Konseling Remaja di Barito Kuala berperan dalam meminimalkan kejadian pernikahan di usia dini.Saran: Diharapkan untuk meningkatkan promosi PIK R di kalangan remaja, agar peranan dari PIK R sendiri bisa terjalankan dengan baik Kata Kunci: pernikahan usia dini, Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R), remaja ABSTRACT Background: The youth counseling information center (PIK R) is a vessel developed in genre, run of, by, and for youth to provide information services and counseling to youth, one of which is an  effort to increase the age of the delegation to minimize incidents of premature marriage. The incidence of a 15-19 - year - old wedding in 2018 named Barito Kuala finished its high rating by 2022; Barito Kuala received its 12th.Objective: Knowing the role of the youth counseling information center (PIK R) in minimizing youth wedding events in Barito Kuala.Methods: Qualitative descriptive methods, Informant in research as many as five key informant and four persons informant triangulation. Data collection USES in-depth interviews with content analysis.Results: Early marriage that takes place in barito Kuala Lumpur is not uncommon with some factors affecting his knowledge, associations, parents, and past customs. Whereas the role of the PIK R itself was good enough, however, because human resources for PIK R were so small that service was still so limited.Conclusion: The role of the youth counseling information center in Barito Kuala plays in minimizing premature marriage events.Suggestion: It is hoped to enhance the PIK R promotion among teenagers, so that the role of PIK R properly carried out. Keywords: youth,  Youth Counseling Information Center (PIK R), Youth marriage, 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue