cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Published by Smart Education
ISSN : 26154307     EISSN : 26153262     DOI : -
Journal of Science and Social Research is accepts research works from academicians in their respective expertise of studies. Journal of Science and Social Research is platform to disclose the research abilities and promote quality and excellence of young researchers and experienced thoughts towards Change for Development. The journal releases on February and July.
Arjuna Subject : -
Articles 1,307 Documents
KEDUDUKAN HUKUM ANAK ANGKAT WARGA NEGARA ASING TERHADAP HARTA WARISAN ORANG TUA BERKEWARGANEGARAAN ASING DI INDONESIA BERDASARKAN WASIAT (STUDI PUTUSAN NOMOR 486/K/PDT/2020) Chindy, Cathryn Aurora; Purba, Hasim; Siahaan, Rudy Haposan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3056

Abstract

Abstract: Adoption is a legal act in which a child is taken into a family, establishing a legal relationship between the adoptive parents and the adopted child. This study aims to examine and analyze the procedures and legal norms of adaption in Indonesia, this research employs a normative juridical approach with a descriptive-analytical method. The data used is secondary data obtained through a literature studi (document analysis). The findings indicate that the procedures and legal norms of adoption in Indonesia have evolved from customary systems to a more structured legal system involving strict legislative regulations, especially in cases of intercountry adoption. The legal status of an adopted foreign child concerning the inheritance of their adoptive parents obtained through a will, as seen in Decision No. 486/K/PDT/2020. Is subject to Indonesian inhertance law. In this case, the legal status of the adopted foreign child concerning the inhertance stated in the authentic deed was not recognized, aligning, with the court’s decision to overturn the previous high court ruling. Keyword: Adopted Child, Foreign National, Inhertance, Will Abstrak: Pengangkatan anak atau adopsi adalah perbuatan hukum yang mengambil anak orang lain ke dalam keluarga sendiri, sehingga menimbulkan hubungan hukum antara orang tua angkat dan anak angkat. Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder dengan menggunakan studi kepustakaan (dokumen). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Prosedur dan norma hukum pengangkatan anak di Indonesia telah berkembang dari sistem adat ke system hukum yang lebih terstruktur dan melibatkan peraturan perundang-undangan yang ketat, terutama dalam kasus adopsi oleh warga negara asing (Intercountry Adoption). Kedudukan hukum anak angkat WNA terhadap harta peninggalan orang tua angkatnya yang diperoleh berdasarkan wasiat dalam Putusan Nomor 486/K/PDT/2020 bergantung pada hukum waris Indonesia, Dalam kasus ini, kedudukan hukum anak angkat WNA terhadap harta peninggalan orang tua angkatnya yang diatur dalam akta autentik tersebut tidak diakui, sejalan dengan keputusan hakim yang membatalkan putusan pengadilan tinggi sebelumnya. Kata kunci: Anak Angkat, Warga Negara Asing, Harta Warisan, dan Wasiat 
GOOD AND CLEAN GOVERNMENT DALAM SISTEM TATA KELOLA PEMERINTAHAN DI INDONESIA Sholat, Junaidi; Suhargon, Rahmat
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3104

Abstract

Abstract: Good Governance and Clean Government is a collection of functions contained in a series of processes to achieve the goals of an organization, institution or activity (government bureaucracy, companies, environmental management, etc.) that have been previously determined, through the utilization of existing resources including human resources. Management aims to ensure that all available assets and resources can be utilized in such a way that the expected output and outcome can be obtained. The problem is How is the Management Function of Good and Clean Government, How is Good and Clean Government in the Governance System in Indonesia. The purpose of management can be considered achieved or successful if the output and results obtained are in accordance with the 8 indicators of good governance, namely: based on law (rule of law), accountable, transparent, responsive, inclusive & equitable, consensus, participatory, efficient and effective. Good and clean governance is all aspects related to the control and supervision of the power held by the Government in carrying out its functions through formal and informal institutions. To implement the principles of Good Governance and Clean Government, the Government must implement the principles of accountability and efficient resource management. Improving governance is a long-term effort and requires commitment from the government, society, and non-governmental organizations. Keywords: Governance, Government Abstrak: Good Governance and Clean Government merupakan kumpulan fungsi-fungsi yang terdapat di dalam rangkaian proses untuk mencapai tujuan organisasi, institusi atau kegiatan (birokrasi pemerintahan, perusahaan, pengelolaan lingkungan, dan lain-lain) yang sudah ditetapkan sebelumnya, melalui pemanfaatan sumber daya yang ada termasuk sumber daya manusia. Pengelolaan bertujuan agar seluruh aset dan sumber daya yang tersedia dapat didayagunakan sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh luaran (output) maupun hasil (outcome) yang diharapkan. Adapun menjadi permasalah yaitu Bagaimana Fungsi Pengelolaan good and clean government, Bagaimana Good and clean government dalam sistem Tata kelola pemerintahan di Indonesia. Tujuan pengelolaan dapat dianggap tercapai atau berhasil apabila luaran maupun hasil yang diperoleh adalah sesuai dengan 8 indikator tatakelola yang baik (good governance), yaitu: berdasarkan hukum (rule of law), akuntabel, transparan, responsif, inklusif & berkeadilan, konsensus, partispatif, efisien dan efektif. Tata pemerintahan yang baik dan bersih (Good Governance and Clean Government) adalah seluruh aspek yang terkait dengan kontrol  dan pengawasan terhadap kekuasaan yang dimiliki  Pemerintah dalam menjalankan fungsinya melalui institusi formal dan informal. Untuk melaksanakan prinsip Good Governance and Clean Government, maka Pemerintah harus  melaksanakan prinsip-prinsip akuntabilitas dan pengelolaan sumber daya secara efisien. Memperbaiki tata kelola pemerintahan adalah upaya jangka panjang dan memerlukan komitmen dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat. Kata kunci: Tata Kelola, Pemerintahan
PENGARUH BEBAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA GURU DENGAN PENINGKATAN EFISIENSI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM DI DESA SEI MENCIRIM SUNGGAL Zibran, Aldi; Alfahmi, Muhammad
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3368

Abstract

Abstract: This study examines the effect of workload and motivation on teacher performance through efficiency at the Islamic Education Foundation in Sei Mencirim Village, Sunggal. Teacher performance is very important in improving the quality of education, which is influenced by various aspects, such as workload received, motivation, and efficiency. This study uses a quantitative approach with a survey method. Data were collected by distributing questionnaires to 127 teachers at the Islamic Education Foundation in Sei Mencirim Village, Sunggal and data processing using the Smart PLS application. The results of the study indicate that workload has a negative and significant effect on teacher performance, as well as efficiency which also has a negative effect. While motivation has a positive and significant effect on both teacher performance and efficiency. However, it is different from the indirect effect, efficiency acts as an intervening variable in mediating between workload and teacher performance but does not act as a mediation between motivation and teacher performance at the Islamic Education Foundation in Sei Mencirim Village, Sunggal. Keywords: Workload; Motivation; efficiency; Teacher Performance Abstrak: Penelitian ini menguji pengaruh beban kerja dan motivasi terhadap kinerja guru melalui efisiensi pada Yayasan Pendidikan Islam Di Desa Sei Mencirim Sunggal. Kinerja guru sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, yang dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti beban kerja yang diterima, motivasi, dan efisiensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 127 guru pada Yayasan Pendidikan Islam Di Desa Sei Mencirim Sunggal dan pengolahan data menggunakan aplikasi Smart PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja guru, begitu juga dengan efisiensi yang juga memiliki pengaruh negatif. Sedangkan motivasi memiliki pengaruh positif dan signifikan baik terhadap kinerja guru maupun terhadap efisiensi. Namun lain halnya dengan pengaruh tidak langsung efisiensi berperan sebagai variabel intervening dalam memediasi antara beban kerja dengan kinerja guru tetapi tidak berperan sebagai mediasi antara motivasi dengan kinerja guru pada Yayasan Pendidikan Islam Di Desa Sei Mencirim Sunggal. Kata kunci: Beban Kerja; Motivasi; Efisiensi; Kinerja Guru
MENINGKATKAN KESADARAN PAJAK DISUMATERA UTARA MELALUI PERAN DAN STRATEGI PUBLIC RELATIONS BADAN PENDAPATAN DAERAH (BAPENDA) Yolanda, Agnita; Hanum, Zubaidah; Hasibuan, Siska; Muthia, Muthia; Bebi, Bebi; Dhea, Dhea; Nayla, Nayla
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3219

Abstract

Abstract: This study aims to explore the role and strategy of Public Relations (PR) of the North Sumatra Regional Revenue Agency (BAPENDA) in increasing public awareness of motor vehicle tax obligations. Departing from the challenge of low levels of tax compliance, this study uses a qualitative approach to explore in depth the strategic role of PR in building effective communication between Bapenda and the public. Data were collected through in-depth interviews with Bapenda officials responsible for the PR function, focus groups from various circles of society, and analysis of related documents, such as activity reports, socialization materials, and promotional media. The results showed that PR plays an important role in building a positive image of Bapenda through various communication strategies, such as the use of social media, collaboration with influencers, and direct socialization with schools. In addition, Bapenda cooperates closely with stakeholders, including local governments, prosecutors' offices, and neighborhoods, to expand communication outreach and enforce tax rules. Education programs are also a key component, with interactive approaches and incentives such as souvenirs and vouchers to increase public participation. On the other hand, Bapenda has an effective crisis communication plan to deal with negative publicity issues. Through these diverse communication strategies, the research found that a personal approach and the utilization of digital technology are factors in the crisis communication plan. Keywords: Role of PR, Strategy, Regional Revenue Agency, Tax Awareness. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan strategi Public Relations (PR) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Utara dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban pajak kendaraan bermotor. Berangkat dari tantangan rendahnya tingkat kepatuhan pajak, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali secara mendalam peran strategis PR dalam membangun komunikasi yang efektif antara Bapenda danmasyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat Bapenda yang bertanggung jawab atas fungsi PR, kelompok fokus dari berbagai kalangan masyarakat, serta analisis dokumen terkait, seperti laporan kegiatan, materi sosialisasi, dan media promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PR berperan penting dalam membangun citra positif Bapenda melalui berbagai strategi komunikasi, seperti pemanfaatan media sosial, kolaborasi dengan influencer, dan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah. Selain itu, Bapenda menjalin kerja sama erat dengan stakeholder, termasuk pemerintah daerah, kejaksaan, dan kelurahan, untuk memperluas jangkauan komunikasi dan menegakkan aturan perpajakan. Program edukasi juga menjadi komponen kunci, dengan pendekatan interaktif dan pemberian insentif berupa souvenir dan voucher untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Di sisi lain, Bapenda memiliki rencana komunikasi krisis yang efektif dalam menangani isu-isu publikasi negatif. Melalui strategi komunikasi yang beragam ini, penelitian menemukan bahwa pendekatan personal dan pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesadaran pajak masyarakat. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi di bidang perpajakan dan menawarkan rekomendasi kebijakan bagi Bapenda untuk meningkatkan efektivitas program-program sosialisasi pajak di masa depan. Kata kunci: Peran PR, Strategi, Badan Pendapatan Daerah, Kesadaran Pajak.
FENOMENA VIRAL DI MEDIA SOSIAL: ANALISIS POLA KOMUNIKASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP OPINI PUBLIK Azmi, Khairul
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2872

Abstract

Abstract: Social media has become a primary tool for disseminating information and shaping public opinion in the digital era. This study analyzes the role of social media in the process of shaping public perceptions of various social, political, and economic issues. Using content analysis methods, this research examines the patterns of information dissemination, factors influencing content virality, and negative impacts such as the spread of hoaxes and disinformation. The findings indicate that emotional factors, audience engagement, and media framing play a significant role in determining the effectiveness of digital communication. Case studies on content virality in social media also reveal that successful social campaigns tend to employ strong communication strategies, including emotional narratives and influencer involvement. However, the prevalence of hoaxes on social media highlights the need to enhance digital literacy and implement better regulations for managing public information. Therefore, this study recommends strengthening communication strategies based on digital education and enforcing stricter regulations to mitigate the negative impact of social media in shaping public opinion.   Keyword: Social Media, Public Opinion, Virality, Hoaxes, Digital Literacy Abstrak: Media sosial telah menjadi alat utama dalam menyebarkan informasi dan membentuk opini publik di era digital. Penelitian ini menganalisis peran media sosial dalam proses pembentukan persepsi masyarakat terhadap berbagai isu sosial, politik, dan ekonomi. Menggunakan metode analisis konten, penelitian ini mengkaji pola penyebaran informasi, faktor-faktor yang mempengaruhi viralitas suatu konten, serta dampak negatif seperti penyebaran hoaks dan disinformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor emosional, keterlibatan audiens, serta framing media berperan signifikan dalam menentukan efektivitas komunikasi digital. Studi kasus mengenai viralitas konten di media sosial juga mengungkapkan bahwa kampanye sosial yang sukses cenderung menggunakan strategi komunikasi yang kuat, termasuk narasi emosional dan keterlibatan influencer. Namun, di sisi lain, maraknya hoaks di media sosial menunjukkan perlunya peningkatan literasi digital serta regulasi yang lebih baik dalam mengelola informasi di ruang publik. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi komunikasi yang berbasis pada edukasi digital dan regulasi yang lebih ketat untuk mengurangi dampak negatif media sosial dalam pembentukan opini publik.  Kata kunci: Media Sosial, Opini Publik, Viralitas, Hoaks, Literasi Digital
ANALISIS PROBLEMATIKA KEKERASAN SEKSUAL DI PONDOK PESANTREN Suparjon, Suparjon
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2863

Abstract

Abstract: Sexual violence in Islamic boarding schools is a complex and worrying issue, considering that Islamic boarding schools are Islamic educational institutions which are supposed to be safe and educational places for students. This phenomenon is influenced by various factors, such as abuse of authority, patriarchal culture, lack of education about sexual violence, and minimal supervision and regulation of Islamic boarding schools. Cases of sexual violence are often difficult to uncover due to social pressure, threats from perpetrators, and the stigma attached to victims. This research aims to identify the root of the problem of sexual violence in Islamic boarding schools, analyze the causal factors, and formulate strategic steps to prevent and handle these cases. The method used involves literature review, case data analysis, and interviews with related parties. The research results show that public openness in discussing this issue, increasing government supervision, and implementing a safe reporting system are important steps in resolving the problem of sexual violence in Islamic boarding schools.  With a holistic approach, it is hoped that this research can contribute to creating an Islamic boarding school environment that is safe, inclusive, and free from sexual violence, so that Islamic values and public trust in Islamic boarding schools can be maintained. Keyword: Problems, Sexual Violence, Islamic Boarding Schools Abstrak: Kekerasan seksual di pondok pesantren merupakan isu yang kompleks dan memprihatinkan, mengingat pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang seharusnya menjadi tempat aman dan mendidik bagi para santri. Fenomena ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penyalahgunaan otoritas, budaya patriarki, kurangnya edukasi tentang kekerasan seksual, serta minimnya pengawasan dan regulasi terhadap pesantren. Kasus-kasus kekerasan seksual sering kali sulit terungkap karena tekanan sosial, ancaman pelaku, dan stigma yang melekat pada korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar masalah kekerasan seksual di pesantren, menganalisis faktor-faktor penyebabnya, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk mencegah dan menangani kasus tersebut. Metode yang digunakan melibatkan kajian literatur, analisis data kasus, serta wawancara dengan pihak-pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan masyarakat dalam membahas isu ini, peningkatan pengawasan pemerintah, dan implementasi sistem pelaporan yang aman merupakan langkah penting dalam menyelesaikan problematika kekerasan seksual di pesantren.  Dengan pendekatan yang holistik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual, sehingga nilai-nilai Islam dan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren dapat terjaga. Kata kunci: Problematika, Kekerasan Seksual, Pesantren
KEWENANGAN LEMBAGA DAN PROSES PENYELESAIAN SENGKETA PENETAPAN KEHALALAN PRODUK BAGI KONSUMEN DAN PELAKU USAHA DI INDONESIA Lubis, Muhammad Abdul Ali; Sirait, Ningrum Natasya; Siregar, Mahmul
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3162

Abstract

Abstract: Instant food products, fast food, restaurants to market snacks are things that are prone to contamination by types of food that are not halal, both in terms of ingredients and processes. The issue of the halal labeling process has changed since the beginning of the implementation of halal labeling until the emergence of several regulations, namely Law No. 33 of 2014 and updated by Law No. 6 of 2023. This study uses a normative legal research method (juridical normative) To obtain valid and accountable research results, it is necessary to use data collection techniques and tools, namely, Library research and Field research in the form of interviews. The tools used in this research method include document studies and interview guidelines. From the results found that Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection cannot be used as a reference in terms of consumer protection issues in the field of halal labeling, this issue should be the domain of Law No. 33 of 2014 concerning Halal Product Guarantees so that a revision needs to be made to the law, namely by adding legal protection, as well as legal efforts that can be taken by business actors and consumers who feel disadvantaged by the halal labeling process. Keyword: Legal Certainty, Legal Protection, Halal Labeling Process, BPJPH, MUI Abstrak: Produk–produk makanan instan, makanan cepat saji, restoran sampai jajanan pasar merupakan hal yang rawan dicemari oleh jenis makanan yang tidak halal baik dari segi bahan, maupun prosesnya. Persoalan mengenai proses labelisasi halal mengalami perubahan sejak awal mula diberlakukannya labelisasi halal sampai dengan munculnya beberapa aturan yakni Undang–Undang No 33 Tahun 2014 dan diperbeharui dengan Undang–Undang No 6 Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif (yuridis normatif) Untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan akuntabel maka perlu digunakan teknik dan alat pengumpulan data yaitu, Penelitian kepustakaan (library research) dan Studi lapangan (field research) berupa wawancara. Alat yang digunakan dalam metode penelitian ini mencakup studi dokumen dan pedoman wawancara. Dari hasil yang ditemukan bahwa Undang–Undang No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen belum bisa menjadi acuan dalam hal persoalan perlindungan konsumen dibidang labelisasi halal, persoalan ini harusnya menjadi ranah dari UU No 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal sehingga perlu dilakukan revisi dalam UU tersebut yaitu ditambahkan tentang perlindungan hukum, serta upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha dan konsumen yang merasa dirugikan oleh proses labelisasi halal. Kata kunci: Kepastian Hukum, Perlindungan Hukum, Proses Labelisasi Halal, BPJPH,                    MUI
IMPLEMENTASI METODE K-MEANS UNTUK MENGKLASTERISASI JENIS BUAH NAGA DENGAN TEKNIK PENGOLAHAN CITRA Idris, Muhammad; Ramadhanu, Agung
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3091

Abstract

Abstract: This research aims to implement the K-Means method for clustering red and yellow dragon fruit types using image processing techniques. Image processing is carried out by utilizing features such as color, texture, and shape from dragon fruit images obtained using a digital camera. The captured images are then processed through preprocessing stages such as conversion to a specific color space  and feature extraction to describe the visual characteristics of the dragon fruit. Afterward, the K-Means algorithm is applied to cluster the images based on the similarity of their features. The clustering results show that the K-Means method is effective in distinguishing between red and yellow dragon fruit types, with a satisfactory accuracy rate. This study contributes to the development of an automated classification system for dragon fruit type identification based on images, which can be applied in agriculture, especially in the processing and distribution of products. Keyword: K-Means Method; Red Dragon Fruit Clustering; Yellow Dragon Fruit; Image Processing. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode K-Means dalam mengklasterisasi jenis buah naga merah dan buah naga kuning menggunakan teknik pengolahan citra. Pengolahan citra dilakukan dengan memanfaatkan fitur-fitur warna, tekstur, dan bentuk dari citra buah naga yang diperoleh menggunakan kamera digital. Citra yang diambil kemudian diproses melalui tahap pra-pemrosesan seperti konversi ke ruang warna tertentu dan ekstraksi fitur untuk mendeskripsikan karakteristik visual dari buah naga. Setelah itu, algoritma K-Means diterapkan untuk mengelompokkan citra berdasarkan kemiripan fitur yang dimilikinya. Hasil pengklasteran menunjukkan bahwa metode K-Means efektif dalam memisahkan jenis buah naga merah dan kuning, dengan tingkat akurasi yang memadai. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem klasifikasi otomatis untuk identifikasi jenis buah naga berdasarkan citra, yang dapat diterapkan dalam bidang pertanian, terutama dalam proses pengolahan dan distribusi produk. Kata kunci:  Metode K-Means; Pengklasteran buah naga merah; Buah naga kuning; Pengolahan citra.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PEGAWAI NON-PNS TERBAIK DI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN,PERLINDUNGAN ANAK,PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE MOOSRA DAN ROC Aulia, Nurul; Hardinata, Rio Septian; Syahputra, Zulfahmi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2761

Abstract

Abstract: In this research, a Decision Support System (SPK) was created to select the best non-ASN employees in the Department of Women's Empowerment, Child Protection, Community Empowerment and Population Control and Family Planning (DP3APMP2KB) of Medan City. Making this SPK uses the ROC method to calculate the weight of 8 specified criteria, namely violations of absenteeism, competency, education, integrity, length of time the employee has worked in the service, current age of the employee, loyalty and history of the employee's illness. The weight values are then calculated using the MOOSRA method to obtain the Decision matrix values. The calculations for these two methods are carried out using Google Colab with the Python programming language. Calculations using the ROC method produce a weight value for each criterion, namely criterion 1 for absenteeism violations of 0.340, criterion 2 for employee competency of 0.215, criterion 3 for the employee's last education of 0.152, criterion 4 for integrity of 0.111, criterion 5 with a weight of 0.079 for the length of time the employee has worked in the service, criterion 6 for the employee's current age of 0.054, criterion 7 for loyalty with a weight of 0.033 and criterion 8 for history of current illness is 0.016. The results of calculations using MOOSRA show that Yuniarti Exaudia with the criteria code A32 has a Decision Matrix value of 2.915 and is a non-ASN employee who deserves to be the best employee. Keyword: Non-ASN employee, SPK,ROC,MOOSRA, DP3APMP2KB Department Abstrak: Pada penelitian ini dilakukan pembuatan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk memilih  pegawai non-ASN terbaik di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Medan . Pembuatan SPK ini menggunakan Metode ROC untuk menghitung bobot dari 8 kriteria yang ditentukan yaitu pelanggaran absensi, kompetensi, Pendidikan, integritas, lama pegawai telah bekerja di  dinas tersebut, usia pegawai saat ini, loyalitas dan Riwayat penyakit yang dimiliki pegawai. Nilai bobot tersebut kemudian dihitung menggunakan Metode MOOSRA untuk memperoleh nilai matriks Keputusan. Perhitungan kedua Metode ini dilakukan menggunakan bantukan Google Colab dengan Bahasa pemograman Python. Perhitungan menggunakan Metode ROC menghasilkan nilai bobot masing-masing kriteria yaitu kriteria 1 untuk pelanggaran absensi sebesar 0,340, kriteria 2 untuk kompetensi dari pegawai sebesar 0,215, kriteria 3 untuk Pendidikan terakhir pegawai sebesar 0,152, kriteria 4 sebagai integritas sebesar 0,111, kriteria 5 dengan bobot 0,079 untuk lama pegawai tersebut bekerja di dinas tersebut, kriteria 6 untuk usia pegawai saat ini sebesar 0,054, kriteria 7 untuk loyalitas dengan bobot sebesar 0,033 dan kriteria 8 untuk Riwayat penyakit saat ini sebesar 0,016. Hasil perhitungan menggunakan MOOSRA didapatkan bahwa  Yuniarti Exaudia dengan kode kriteria A32 memiliki nilai matriks Keputusan sebesar 2,915 dan menjadi pegawai non-ASN yang patut dijadikan pegawai terbaik.Kata kunci: Pegawai non-ASN, SPK, ROC, MOOSRA, Dinas DP3APMP2KB
PERBANDINGAN KINERJA K-NN DAN NAIVE BAYES DALAM TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENGANALISA TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI SHOPEE Wahyudi, Muhammad; Novelan, Muhammad Syahputra
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3547

Abstract

Abstract: The rapid growth of the e-commerce industry in Indonesia compels companies to actively evaluate customer satisfaction through tingkat kepuasant analysis of app reviews. This study aims to compare the effectiveness of the K-Nearest Neighbors (K-NN) and Naive Bayes algorithms in assessing user satisfaction levels of the Shopee app as a component of IT governance. The research data comprises 2,000 samples of Shopee user reviews collected from Google Play Store and App Store, classified into five rating categories: excellent, good, fair, poor, and bad, based on textual content analysis. The preprocessing stage involved text cleaning (removing stopwords and punctuation), feature extraction using TF-IDF, and an 80:20 split of the dataset (training and testing). The analysis revealed significant differences between the two algorithms. K-NN achieved an accuracy of 54% with the optimal parameter *K=5*, while Naive Bayes demonstrated superior performance with 98% accuracy. The low accuracy of K-NN is suspected to stem from its sensitivity to data imbalance and noise in text features, whereas Naive Bayes, with its probabilistic foundation, better handles the sparse characteristics of review data. These findings emphasize the criticality of selecting appropriate algorithms in IT governance for user satisfaction analysis. Naive Bayes is recommended as the optimal approach for text classification in e-commerce reviews, while K-NN requires refinement through techniques such as feature normalization or class imbalance handling. The study also highlights the need to integrate adaptive models, such as deep learning, to enhance accuracy in complex scenarios. For future research, expanding data scope or implementing multilingual analysis could serve as strategic steps to improve result generalization. Keywords: K-NN, Naive Bayes, E-commerce, user satisfaction, IT governance, Shopee. Abstrak: Perkembangan yang cepat dalam industri e-commerce di Indonesia mendorong perusahaan untuk secara aktif mengevaluasi kepuasan pelanggan melalui analisis kepuasan pelanggan dari ulasan aplikasi. Studi ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas algoritma K-Nearest Neighbors (K-NN) dan Naive Bayes dalam menilai tingkat kepuasan pengguna aplikasi Shopee sebagai komponen tata kelola teknologi informasi. Data penelitian mencakup 2000 sampel ulasan pengguna Shopee yang diambil dari Google Play Store dan App Store, dengan klasifikasi penilaian 5 kategori yaitu sangat puas, puas, cukup puas, kurang puas dan buruk pada konten teks. Proses pra-pemrosesan data melibatkan pembersihan teks (menghilangkan kata penghubung, tanda baca), ekstraksi ciri menggunakan TF-IDF, serta pembagian dataset menjadi 80% pelatihan dan 20% pengujian. Hasil analisis mengungkapkan perbedaan yang signifikan antara kedua algoritma. K-NN mencapai akurasi 58,50% dengan parameter *K=5*, sementara Naive Bayes menunjukkan performa lebih unggul dengan akurasi 100%. Rendahnya akurasi K-NN diduga berasal dari kepekaan algoritma terhadap ketidakseimbangan data dan gangguan pada fitur teks, sedangkan Naive Bayes, yang berbasis probabilitas, lebih mampu mengatasi karakteristik data yang jarang (sparse) dalam ulasan. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan algoritma yang sesuai dalam tata kelola TI untuk analisis kepuasan pengguna. Naive Bayes direkomendasikan sebagai pendekatan optimal untuk klasifikasi teks pada ulasan e-commerce, sedangkan K-NN perlu disempurnakan melalui teknik seperti normalisasi fitur atau penanganan ketidakseimbangan kelas. Studi ini juga mengidentifikasi perlunya integrasi model adaptif, seperti deep learning, untuk meningkatkan akurasi dalam skenario yang lebih kompleks. Untuk penelitian mendatang, perluasan cakupan data atau penerapan analisis multibahasa dapat menjadi langkah strategis guna meningkatkan generalisasi hasil. Kata kunci: K-NN, Naive Bayes, E-commerce, Kepuasan Pengguna, Tata Kelola TI, Shopee.

Page 89 of 131 | Total Record : 1307