cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 427 Documents
Pendugaan Keseimbangan Populasi dan Heterozigositas Menggunakan Pola Protein Albumin Darah pada Populasi Domba Ekor Tipis (Javanese Thin Tailed) di Daerah Indramayu (Prediction Equilibrium of Population Used Blood Albumin Pattern of Thin Tailed Sheep Pop Dudung Mulliadi; Johar Arifin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i2.419

Abstract

Penelitian mengenai pendugaan keseimbangan populasi menggunakan pola protein albumin darah pada populasi domba ekor tipis (Javanese Thin Tailed) telah dilaksanakan di Daerah Indramayu Jawa Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui frekuensi genotip dan gen, keseimbangan populasi berdasarkan Hukum Hardy Weinberg, dan heterozigositas keragaman genetik berdasarkan lokus albumin darah yang diamati. Sampel darah  diambil melalui vena jugularis sebanyak 8 (delapan) ekor, kemudian ditetapkan protein serum untuk di analisis albuminnya dengan metode fenol-ciocalteu. Analisis pola a protein albumin darah menggunakan teknik elektroforesis dengan gel poliakrilamid sistem vertikal. Hasil elektroforesis menunjukkan bahwa pola protein albumin darah domba ekor tipis di daerah Indramayu dikontrol oleh oleh 5 macam genotip yaitu AlbAD , AlbAE , AlbBD , AlbBE dan AlbCF dengan frekuensi genotip masing-masing 0.25, 0.375, 0.125, 0.125, 0.125. Sedangkan gen yang mengendalikan populasi tersebut dikontrol oleh enam macam gen yaitu AlbA AlbB AlbC AlbD AlbE AlbF denagn frekuensi gen masing-masing adalah 0,313, 0,125, 0,063, 0,188, 0,25, 0,063.  Perhitungan keseimbangan Hukum Hardy Weinberg pada populasi domba ekor tipis menggunakan rumus chi-square  menunjukan keseimbangan populasi berdasarkan pola protein albumin darah (X2hitung < X2tabel). Nilai keragaman genetik dihitung berdasarkan rumus heterozigositas dengan hasil 0,78 yang menandakan nilai keragaman genetik domba ekor tipis di daerah Indramayu tinggi. Kata Kunci : protein albumin, domba ekor tipis , frekuensi gen dan genotip,      heterozigositas.
Hubungan Berat Potong Kambing Kacang Jantan dengan Kuantitas Kulit Mentah Segar (The Relationship of Slaughter Weight of Male Kambing Kacang with the Quantity of Leather) Husmy Yurmiaty
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2279

Abstract

Kambing Kacang banyak dipelihara di pedesaan, karena mampu hidup dengan baik pada berbagai macam kondisi lingkungan dan mudah beradaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot kulit segar kambing Kacang dan bagaimana hubungannya antara bobot potong dan kuanitas kulit mentah segar (leather), sehingga dapat memprediksi produksi kulit mentah berdasarkan bobot potongnya. Penelitian menggunakan 25 ekor kambing Kacang jantan dengan berat potong pada kisaran 10,50 – 14,75 Kg. Data dari peubah yang diukur dianalisis secara statistik menggunakan regresi linier untuk mengetahui hubungan antara bobot potong dengan berat, luas dan tebal kulit. Hasil uji linieritas regresi menunjukkan hasil yang nyata (P<0,05) antara berat potong kambing Kacang  jantan dengan berat, luas dan tebal kulit mentah segar.  Hubungan antara bobot potong dengan berat kulit mentah segar  mengikuti persamaan regresi  y =  0,066 x + 0,2291 (R2 = 0,83 dan r= 0,91), dan hubungan terhadap luas kulit mentah segar mengikuti persamaan regresi  y = 0,0081 x + 0,2145 (R2 = 0,29 dan r = 0,53), sedangkan hubungan antara berat potong dengan tebal kulit mentah segar mengikuti persamaan regresi  y = 0,0225 x + 0,6512 (R2 = 0,18 dan r = 0,43).Kata kunci :  Kambing, Potong, Kulit
Karakteristik Fisik Pakan Itik Bentuk Pellet Yang Diberi Bahan Perekat Berbeda Dan Lama Penyimpanan Yang Berbeda Jasmal A. Syamsu
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan perekat (tepung tapioka dan tepung gaplek) dan lama penyimpanan terhadap sifat fisik pakan itik bentuk pellet yang telah mengalami penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 3x3 dengan 4 ulangan. Faktor pertama (A) adalah bahan perekat (ransum pellet tanpa bahan perekat,  ransum pellet + tepung tapioka 5%, dan ransum pellet + tepung gaplek 5%) dan faktor kedua (B) adalah lama penyimpanan (0, 2, dan 4 minggu).  Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam (ANOVA), hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT.  Peubah yang diamati adalah berat jenis, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, sudut tumpukan, daya ambang, dan ketahanan benturan pellet. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penambahan 5% tepung tapioka dalam ransum pellet menghasilkan sifat fisik terbaik yaitu kerapatan tumpukan sebesar 549 kg/m3 dan kerapatan pemadatan tumpukan sebesar 746 kg/m3.  Sedangkan penambahan 5% tepung gaplek menghasilkan sifat fisik terbaik yaitu sudut tumpukan 33.31o dan daya ambang 6.15 m/detik. Lama penyimpanan 4 minggu meningkatkan kualitas sifat fisik pakan pellet yaitu menurunkan berat jenis sebesar 1.28 gr/mldan meningkatkan ketahanan benturan pellet sebesar 97.36%, namun menurunkan kualitas kerapatan tumpukan = 532 kg/m3, kerapatan pemadatan tumpukan = 681 kg/m3, sudut tumpukan = 35.39o, dan daya ambang = 6.30 m/detik.Kata kunci: karakteristik fisik, pellet,  perekat, penyimpanan.
Korelasi Fenotipik dan Genetik Produksi Susu dengan Sifat Reproduksi Pada Sapi Fries Holland Nena Hilmia
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui korelasi fenotipik dan genetic produksi susu dengan sifat-sifat reproduksi sebagai dasar untuk seleksi yang efektif terhadap kedua sifat tersebut pada sapi Fries Holland.   Penelitian ini menggunakan catatan produksi laktasi pertama dan catatan reproduksi  dari tahun 1989 sampai 2002.  Parameter genetic  dihitung menggunakan   Animal Model dengan Restricted Maximum Likelihood (REML) dengan program paket yang digunakan adalah VCE 4.2. Selanjutnya korelasi fenotifik dihitung menggunakan program SAS. 6.12.   Hasil penelitian ini menunjukkan  korelasi fenotipik yang rendah antara produksi susu dengan selang beranak , angka kawin per kebuntingan, dan masa kosong, masing-masing sebesar 0,060, 0,066 dan 0,075, sedangkan  korelasi genetiknya tinggi  masing masing sebesar 0,479 ; 0,563 dan 0,609. Seleksi yang efektif untuk  sapi Frisian Holland  perlu  mempertimbangkan sifat reproduksiKata kunci : Korelasi, fenotipik, genetic, produksi dan reproduksi
Performa Produksi Broiler yang diberi Ransum Mengandung Biji Asam Hasil Fermentasi dengan Ragi Tempe (Rhyzopus oligosporus) (Response of Broiler to Diet Containing Fermented Tamarind Seed by Tempe Yeast (Rhyzopus oligosporus)) Theresia Nur Indah Koni
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon broiler terhadap ransum yang mengandung biji asam hasil fermentasi oleh Rhyzopus oligosporus   yang diukur melalui konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4  ulangan. Ransum perlakuan terdiri atas R0   :  Ransum basal tanpa biji asam fermentasi,   R1  :   92,5% R0 + 6,5%     biji asam fermentasi, R2  :   85% R0 + 15% biji asam fermentasi, R3  :  77,5% R0 + 22,5% biji asam fermentasi. Data  dianalisis dengan menggunakan analisis ragam, dan dilanjutkan dengan  Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa broiler memberikan respon yang tidak berbeda terhadap pemberian ransum yang mengandung biji asam fermentasi oleh Rhyzopus oligosporus. Dapat disimpulkan bahwa biji asam yang  difermentasi  oleh  Rhyzopus oligosporus  dapat  digunakan  hingga 22,5%  dalam ransum broiler.Kata kunci : broiler, respon, biji asam, Rhyzopus oligosporus
Menakar Berkelanjutannya Usaha PT Ultra Peternakan Sapi Perah Bandung Selatan Dalam Aspek Lingkungan Andri Hendrawan Adrianto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i1.8038

Abstract

PT Ultra Peternakan Bandung Selatan dikelola secara terpadu dalam menangani limbah yang dihasilkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberlanjutan perusahaan dari aspek lingkungan.
Pengaruh Pemberian Asam Amino Metionin-Sistin Pada Pakan Yang Terkontaminasi Aflatoxin B1 Terhadap Mortalitas Dan Kinerja Organ Dalam Ayam Broiler Listya Purnamasari; Ali Agus; Cuk Tri Noviandi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i1.27564

Abstract

Kondisi iklim di Indonesia dengan suhu dan kelembapan yang tinggi merupakan kondisi optimal bagi perkembangan jamur Aspergillus flavus penghasil toksin alflatoksin. Aflatoksin dapat menurunkan produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan asam amino metionin-sistin untuk menurunkan efek toksin dari aflatoksin B1 (AFB1) pada pakan ayam broiler terhadap mortalitas dan kinerja organ dalam ayam broiler. Sebanyak 240 ekor ayam broiler mixed sex diteliti dengan 9 macam perlakuan dengan pola rancangan faktorial 3×3 dengan faktor kadar asam amino metionin-sistin (75,100, dan 125%) dan kadar AFB1 (0, 200, dan 400 ppb). Variabel yang diamati adalah bobot karkas, mortalitas, bobot hati dan bobot bursa fabrisius. Hasil penelitian menunjukkan interaksi tidak terjadi bobot relatif hati, bobot relatif bursa fabrisius, bobot relatif karkas. Mortalitas tertinggi terjadi pada perlakuan T3 (M+C 125% dan AFB1 0 ppb). Kombinasi pemberian asam amino metionin-sistin sebesar 75, 100, dan 125% serta AFB1 0, 200 dan 400 ppb yang dikonsumsi ayam broiler, belum mampu memperbaiki kinerja organ dalam ayam broiler.
Pengaruh Penggunaan Kulit Lidah Buaya sebagai Disinfektan Alami terhadap Daya Hambat Bakteri di Ruang Penampungan Susu Eulis Tanti Marlina; Ellin Harlia; Yuli Astuti Hidayati; Deden zamzam Badruzzaman; Wowon Juanda
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.31798

Abstract

Kulit daun lidah buaya merupakan limbah yang berasal dari industry minuman  kesehatan berupa jelly yang berbahan baku gel lidah buaya.  Kandungan senyawa aktif berupa antibakteri pada kulit daun lidah buaya dapat dimanfaatkan sebagai disinfektan alami untuk menyucihamakan ruangan penampungan susu.  Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan konsentrasi infusa kulit lidah buaya, yaitu P1 = concentration 50%, P2% = 75%, dan P3 = 100%, setiap perlakuan  masing-masing diulang sebanyak 6 kali.  Metode pembuatan larutan disinfektan alami asal kulit daun lidah buaya melalui teknik infundasi.  Ruangan penanpungan susu yang diuji meliputi dinding, lantai dan meja, sedangkan uji kekuatan hambat infusa kulit daun lidah buaya terhadap bakteri total asal ruang penampungan susu menggunakan metode difusi sumur agar.  Data penelitian dianalisis menggunakan Anova dan Uji Tukey.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat tertinggi pada konsentrasi infusa kulit lidah buaya 100 % dan 75% masing-masing 6,15 mm dan  7,65 mm pada lantai, sedangkan konsentrasi 25% menghasilkan zona hambat paling rendah yakni 2,75 mm.  Penurunan jumlah total bakteri di ruang penyimpanan susu tertinggi pada konsentrasi 100% baik pada dinding, lantai dan meja  di ruang penampungan susu.  
Body Condition Score (BCS), Tingkat Laktasi dan Hubungannya dengan Produksi Susu Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) Imelda Siska; Yoshi Lia Anggrayni1
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.30922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan BCS dan Tingkat Laktasi pada sapi perah terhadap produksi susu. Pelaksanaan penelitian ini pada tanggal  9 April sampai 8 Mei 2019. Penelitian ini menggunakan sapi perah sedang laktasi dengan jumlah 60 ekor sapi perah Peranakan Frisien Holstein (PFH). Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan untuk melihat hubungan menggunakan analisis regresi dan korelasi. Parameter yang diamati adalah BCS, produksi susu, hubungan antara BCS dengan Produksi Susu dan hubungan tingkat laktasi dengan produksi susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata BCS sapi perah di Koperasi Mersi adalah 2,64 ± 0,28 dan rata-rata produksi susu 12,62 ± 6,76 liter/ekor/hari. Hubungan BCS dengan Produksi susu menghasilkan Persamaan Y = 18.23 – 1.81 X dan nilai korelasi 0.42 dengan nilai keeratan sedang. Hubungan tingkat laktasi dan produksi susu menghasilkan persamaan Y = 1,70- 0,06X dan nilai korelasi 0,28 dengan kategori rendah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara BCS dan tingkat laktasi terhadap  produksi susu.
Pengaruh Imbangan Protein dan Energi Terhadap Efisiensi Penggunaan Ransum Domba Garut Jantan Periode Pertumbuhan Ana Rochana; Tidi Dhalika; Budi Ayuningsih; Nyi Mas Popy Indriani; Diding Latipudin; Sugeng Winaryanto; Dedi Rahmat
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i1.23611

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai efisiensi penggunaan ransum yang mengandung berbagai imbangan protein dan energi (Total Digestible Nutrients) pada domba Garut jantan periode pertumbuhan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak lengkap. Perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian ransum domba Garut jantan periode pertumbuhan yang mengandung berbagai imbangan protein (12 %, 14 %, dan 16 %) dengan TDN (60 % dan 65 %), setiap perlakuan diulang sebanyak 4 (empat) kali. Peubah yang diukur adalah jumlah konsumsi bahan kering ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum untuk melihat tingkat efisiensi penggunaan ransum. Jumlah konsumsi bahan kering tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian ransum dengan imbangan 12 % protein dan 60 % TDN, yaitu 973,26 g/ekor/hari, pertambahan bobot badan tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian ransum dengan imbangan 16 % protein dan 65 % TDN, yaitu 114,28 g/ekor/hari, dan nilai konversi ransum terbaik diperoleh pada perlakuan pemberian ransum dengan imbangan 14 % protein dan 60 % TDN, yaitu 8,32. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ransum dengan imbangan 12 % – 16  % protein dan 60 – 65 % TDN memberikan pengaruh terhadap efisiensi penggunaan ransum, dan nilai efisiensi penggunaan ransum paling tinggi pada domba Garut jantan periode pertumbuhan diperoleh pada pemberian ransum dengan imbangan 14 % protein 60 % TDN.   Kata Kunci : protein, energi, domba.