cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital untuk Membangun Ekonomi Desa Tangguh Berbasis Kewirausahaan Pada, Andi Tenri; Yahya, A. Fauziah; Isma, Andika; Malik, Anhar Januar; Syarief, Rahmat; Paramita, A. Jamiati; Araz, Rezty Amalia; Sucipto, Kiki Resky Ramdhani; Syamril, Syamril
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i2.1559

Abstract

Desa Sudirman adalah sebuah kawasan berkembang di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Kehadiran Bumdes Dinaril sebagai badan usaha yang dikelola oleh desa sejak tahun 2017 mencoba menggerakkan sektor ekonomi kreatif melalui kegiatan membatik ecoprinting yang dijalankan oleh ibu-ibu desa dan pemberdayaan jamur tiram. Pandemi Covid 19 mematikan sentra usaha ini, Berdasarkan analisis potensi masalah yang dilakukan, tingkat kunjungan ke desa berkurang dan beberapa produk kreatif hanya tersimpan di etalase karena pameran dan penjualan langsung menjadi terhambat. Pemerintah desa harus segera “wake up” dan melakukan inovasi agar dapat bangkit segera dari kondisi tersebut. Perlu dukungan pelatihan manajemen pengelolaan yang lebih profesional namun tetap kekinian. Pengurus Bumdes dan masyarakat perlu didampingi dalam peningkatan kapasitas seperti marketing, penyusunan video profil & foto produk, literasi keuangan hingga katalog branding di sosial media. Di samping itu, motivasi dan peningkatan kapasitas SDM pengelola Bumdes juga penting diperhatikan. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian masyarakat terpadu Institut Teknologi dan Bisnis Kalla memberikan pelatihan yang dirancang untuk mendorong semangat kewirausahaan serta menginspirasi anak muda dan aparat desa untuk dapat membangun potensi desanya menjadi lebih tangguh di masa pandemic COVID 19. Sudirman Village is a developing area in Tanralili District, Maros Regency. The presence of Bumdes Dinaril as a business entity managed by the village since 2017 tries to move the creative economy sector through ecoprinting batik activities run by village women and empowerment of oyster mushrooms. The Covid-19 pandemic has killed this business center. Based on the analysis of potential problems carried out, the number of visits to the village has decreased and some creative products are only stored in the storefront because exhibitions and direct sales are hampered. The village government must immediately "wake up" and innovate in order to get up immediately from this condition. Need support for management training that is more professional but still up-to-date. Bumdes management and the community need to be assisted in capacity building such as marketing, compiling profile videos & product photos, financial literacy to branding catalogs on social media. Besides that, it is also important to pay attention to the motivation and capacity building of the Bumdes managers. Therefore, through integrated community service activities, the Kalla Institute of Technology and Business provides training designed to encourage the entrepreneurial spirit and inspire young people and village officials to be able to build the potential of their villages to be more resilient during the COVID-19 pandemic.
Kondisi Aksi Pengungsi Dan Pencari Suaka Terhadap Implementasi Perpres No. 125 Tahun 2016 Rasyid, Moh. Arpat
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i2.1560

Abstract

Keberadaan pengungsi dan pencari suaka di Indonesia bukanlah hal baru, meskipun Indonesia belum meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951 dan Protokol 1967, yang berarti seharusnya bukan menjadi kewajiban Indonesia untuk mengurus mereka. Dalam menghadapi masalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode empiris dan normatif empiris untuk menggambarkan masalah yang diteliti. Peninjauan kembali penempatan Pengungsi dan Pencari Suaka di Rumah Detensi Imigrasi berdasarkan UU No. 6 Tahun 2011 dan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016. The existence of refugees and asylum seekers in Indonesia is not new, even though Indonesia has not ratified the 1951 Convention on Refugees and the 1967 Protocol, which means it should not be Indonesia's obligation to take care of them. In dealing with these problems, this study uses an empirical and normative empirical method to describe the problem under study. Review the placement of refugees and asylum seekers in the Immigration Detention Center under Law no. 6 of 2011 and Presidential Regulation No. 125 the Year 2016.
Perubahan Fungsi Lahan Kawasan Lindung Menjadi Kawasan Budidaya Di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa Latief, Rudi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i2.1561

Abstract

Penelitian ini tentang faktor perubahan fungsi lahan kawasan lindung menjadi kawasan budidaya di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Alih fungsi lahan yang saat ini marak terjadi di Kelurahan Malino, dimana kondisi eksisting yan terjadi alih fungsi lahan kawasan lindung konservasi ke fungsi kawasan budidaya. Dimana pada RTRW Kabupaten Gowa Kecamatan Tinggimoncong ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Lindung yang bersifat melindungi kawasan dibawahanya serta ditetapkan juga sebagai Kawasan Taman Wisata Alam namun pada kenyataannya pembangunan bangunan dengan fungsi budidaya seperti kawasan hunian kerap dibangun oleh Masyarakat setempat karena penguasaan lahan yang dimiliki oleh Masyarakat Setempat di Kecamatan Tinggimoncong yang termasuk pada Kawasan Lindung. Penelitian ini menggunakan variabel Alih fungsi lahan, Kesulitan dalam mendapakan pekerjaan, Pemahaman masarakat terhadap status Kawasan lindung. Dalam penelitian ini menggunakan Alat Analisis Chi-Kuadrat, untuk menjawab rumusan masalah Faktor Penyebab Perubahan Fungsi Lahan Kawasan Lindung Menjadi Kawasan Budidaya di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa.Berdasarkan Analisis Chi-Kuadrat yang dilakukan maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor Pemahaman masarakat terhadap status kawasan lindung. In the research that it was about the factors of changing the function of protected area land into a cultivation area in Malino Village, Tinggimoncong District, Gowa Regency. The land use change that is currently rife in Malino Village, where the existing condition occurs is the conversion of the land function of the conservation protected area to the function of the cultivation area. Where in the RTRW of Gowa Regency, Tinggimoncong District, it is designated as a Protected Forest Area that protects the area below it and is also designated as a Nature Tourism Park Area, but in reality the construction of buildings with a cultivation function such as residential areas is often built by the local community because of land tenure owned by the local community in the area. Tinggimoncong District which is included in the Protected Area. This study uses the variables of land conversion, difficulty in getting a job, community understanding of the status of protected areas. In this study, using Chi-Square Analysis Tool, to answer the problem formulation of the Causes of Changes in Land Functions from Protected Areas to Cultivation Areas in Malino Village, Tinggimoncong District, Gowa Regency.Based on the Chi-Square Analysis carried out, the conclusion in this study is the factor of community understanding of the status of protected areas.
Status Pencemaran Logam Berat Timbal dan Kadmium di Sungai Tallo Menggunakan Bioindikator Ikan Nila Oreochromis Niloticus Indrawati, Erni; Musada, Zulkarnain; Tantu, Andi Gusti; Renal, Renal
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i2.1562

Abstract

Perairan Sungai Tallo mengalami tekanan dari lingkungan di sepanjang aliran sungai berupa pemukiman, pertambakan, dan pertanian. Disamping itu, beberapa perusahaan diduga melakukan pencemaran dengan membuang limbah cair serta bahan berbahaya dan beracun di sepanjang aliran Sungai Tallo tanpa melalui proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa status pencemaran logam berat timbal dan cadmium di perairan Sungai Tallo menggunakan bioindikator ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019-Februari 2021, di perairan Sungai Tallo, Kota Makassar. Pengabilan sampel air dan ikan nila berupa organ hati dan insang dilakukan di tiga stasiun Keramba Jaring Apung, kemudian dianalisis di Laboratorium Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Makassar. Parameter kualitas air yang diukur yakni parameter fisika meliputi suhu, kekeruhan, kecerahan, kecepatan arus dan kedalaman, sedangkan parameter kimia meliputi pH, oksigen terlarut, salinitas, Biochemical Oxygen Demand, amoniak, nitrat, timbal dan kadmium. Selanjutnya parameter biologi organ ikan nila, yaitu organ hati dan insang. Data yang dianalisis berupa indeks pencemaran lingkungan dan biokonsentrasi faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter yang masuk ke dalam kategori cemar ringan yaitu oksigen terlarut, logam berat timbal, dan kadmium, cemar sedang yaitu suhu dan Biochemical Oxygen Demand, serta cemar berat yaitu amoniak. Sedangkan kategori baik yaitu kedalaman, kecepatan arus, kecerahan, pH, dan salinitas. Nilai biokonsentrasi faktor tertinggi logam berat timbal pada organ insang yaitu umur pemeliharaan satu bulan dan yang terendah umur pemeliharaan empat bulan. Nilai biokonsentrasi faktor logam berat kadmium pada organ insang dan hati memiliki nilai yang sama untuk semua waktu pemeliharaan. The waters of the Tallo River experience pressure from the environment along the river in the form of settlements, aquaculture, and agriculture. In addition, several companies are suspected of polluting by disposing of liquid waste as well as hazardous and toxic materials along the Tallo River without going through a processing process. This study aims to analyze the pollution status of lead and cadmium heavy metals in the waters of the Tallo River using tilapia bioindicators. This research was conducted in November 2019-February 2021, in the waters of the Tallo River, Makassar City. Water samples and tilapia in the form of liver and gills were carried out at three floating net cages stations, then analyzed at the Makassar Plantation Product Industrial Center Laboratory. The water quality parameters measured were physical parameters including temperature, turbidity, brightness, current speed and depth, while chemical parameters included pH, dissolved oxygen, salinity, Biochemical Oxygen Demand, ammonia, nitrate, lead and cadmium. Furthermore, the biological parameters of tilapia organs, namely the liver and gills. The data analyzed in the form of environmental pollution index and bioconcentration factors. The results showed that the parameters that fall into the category of light pollutants are dissolved oxygen, heavy metals lead, and cadmium, moderate pollutants are temperature and Biochemical Oxygen Demand, and heavy pollutants are ammonia. While the good categories are depth, current velocity, brightness, pH, and salinity. The highest bioconcentration value of lead heavy metal in the gills was one month of rearing age and the lowest was four months of rearing age. The value of the heavy metal factor cadmium bioconcentration in the gills and liver had the same value for all rearing timesdecisions.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Kentang terhadap Jenis Bioetanol dan Ekstrak Daun Gamal di Dataran Medium Maulana, Zulkifli; Muhibuddin, Andi; Fatmawati, Fatmawati; Mahmud, Haris
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i2.1635

Abstract

Budidaya kentang selama ini dikembangkan di dataran tinggi (>1000 m Dpl), karena kentang berproduksi tinggi jika ditanam pada dataran tinggi dengan suhu 17-20 ºC. Namun,  di dataran tinggi terkendala masalah terbatasnya areal dan biaya produksi tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2022 di desa loka,  Balai Benih Hortikultura, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng sebagai sentra pengembangan kentang di Sulawesi Selatan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis bioetanol dan konsentrasi ekstrak daun gamal terhadap pertumbuhan dan hasil kentang, serta interaksi antara jenis bioetanol dengan konsentrasi ekstrak daun gamal terhadap pertumbuhan dan hasil kentang. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan yang disusun menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah penggunaan  Ekstrak Daun Gamal dan tanpa perlakuan dengan ekstrak daun gamal. Ekstrak daun gamal yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 0 ml/l air, 200 ml/ l air, and 400 ml/ l air. Anak petak adalah penggunaan  bioetanol dengan 4 taraf yaitu, tanpa perlakuan bioetanol, bioetanol  dari eceng gondok, bioetanol dari kulit singkong, dan bioetanol dari kulit kentang.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan  bioetanol yater baik adalah bioetanol dari kulit kentang. Ekstrak daun gamal 400 ml/l air menghasilkan pengaruh yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kentang. Potato cultivation has been developed in the highlands (>1000 m above sea level), because potatoes produce high yields if grown in the highlands with a temperature of 17-20 0C. However, in the highlands, there are problems with limited area and high production costs. This research was conducted from April to July 2022 at the Horticulture Seed Centre in the Ulu Ere subdistrict, Bantaeng Regency, South Sulawesi. The study aims to analyze the effect of the type of bioethanol and the concentration of gliricidia sepium extract on the growth and yield of potatoes, as well as the interaction between the type of bioethanol and the concentration of gliricidia sepium extract on the growth and yield of potatoes. The study was conducted in the form of an experiment arranged using a split plot design (SPD). The main plot is the use of gliricidia sepium extract and without treatment with gliricidia sepium extract. Gliricidia sepium extract consisted of 3 treatment levels, namely 0 ml/l water, 200 ml/l water, and 400 ml/l water. The sub-plots used bioethanol with 4 levels, namely, without treatment with bioethanol, bioethanol from water hyacinth, bioethanol from cassava peels,, and bioethanol from potato skins. The experimental results show that the best use of bioethanol is bioethanol from potato skins. gliricidia sepium extract 400 ml/l water gave the best effect on potato growth and yield.
Efek Penghambatan Aktivitas Enzim Polo-Like Kinase 1 (PLK1) Pada Pembelahan Mitosis Sel Kanker Serviks Hartono; Hasri; Yustisia, Ika; Bte Ladju, Rusdina; Rapi, Irma; Putri Amelia, Tiara; Putri Apriliani Basri, Nur; Risdayanti, Eka; Afdalia, St. Sulfia
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i2.1975

Abstract

Analisis Tingkat Kekotaan Wilayah Kabupaten Sorong Berdasarkan Jumlah Fasilitas Sosial Ekonomi Widodo, Slamet; Murni, Murni; Manaf, Murshal; Salam, Rahmi Ariani; Rahayu, Usiyani
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1769

Abstract

Sebagai wilayah yang sedang berkembang, Distrik Aimas sebagai Ibukota wilayah Kabupaten Sorong memiliki tantangan tentang masalah kesenjangan dan ketidakmerataan pembangunan fasilitas sosial ekonomi, sehingga penentuan tingkat kekotaan sekaligus wilayah dengan potensi sebagaia sentral perkembangan fasilitas sosial ekonomi menjadi penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kekotaan wilayah dan hirarki wilayah di Distrik Aimas. Adapun metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder untuk kemudian dianalisis menggunakan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2020 dan analisis skalogram.Berdasarkan hasil perhitungan, menyatakan kawasan Distrik Aimas terbagi dalam dua golongan tingkat kekotaan yaitu Distrik Mariat Gunung, Distrik Klafma, Distrik Aimas, Distrik Malawili, Distrik Malagusa, Distrik Malawele, Distrik Malasom, Distrik Mariat Gunung, Distrik Klabinain dan Kampung Maibo sebagai Desa Perkotaan. Kemudian kawasan Distrik Warmon, Kampung Aimo, Kampung Malasaum dan Distrik Klaigit sebagai Desa Perdesaan. Kemudian dari hasil analisis skalogram menyatakan bahwa Distrik Malagusa sebagai pusat pelayanan dan berpotensi sebagai sentral perkembangan fasilitas sosial ekonomi di Distrik Aimas. Hasil penelitian dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan arah pembangunan dan pengembangan di Distrik Aimas. As a developing region, Aimas District as the capital of the Sorong Regency area has challenges regarding the problem of inequality and inequality in the development of socio-economic facilities, so that determining the level of urban areas as well as areas with potential as a center for the development of socio-economic facilities is important to do. The purpose of this study is to determine the level of regional urbanization and regional hierarchy in Aimas District. The method used is to collect primary data and secondary data to then be analyzed using the Regulation of the Head of the Central Statistics Agency (BPS) in 2020 and scalogram analysis. Based on the calculation results, it is stated that the Aimas District area is divided into two groups at the urban level, namely Mariat Gunung District, Klafma District, Aimas District, Malawili District, Malagusa District, Malawele District, Malasom District, Mariat Gunung District, Klabinain District and Maibo Village as Urban Villages. Then the Warmon District, Aimo Village, Malasaum Village and Klaigit District as Rural Villages. Then from the results of the scalogram analysis, it is stated that Malagusa District is a service center and has the potential to be a center for the development of socio-economic facilities in Aimas District. The results of the research can be taken into consideration by the government in determining the direction of development and development in Aimas District.
Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Pupuk Organik Limbah Kotoran Kambing (Kohembing) Bubuk Sriwahyuningsih, A.Erna; Arman, Arman; Rusdi, Rismawaty
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1827

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai tambah pupuk organik bubuk yang berasal dari limbah kotoran kambing (kohembing) dan aspek kelayakan usahanya dari aspek pasar, tekhnis dan finansial. Metode penelitian menggunakan analisis nilai tambah Hayami. Hasil penelitian menunjukkan nilai tambah pupuk organik kohembing bubuk yaitu Rp. 3.865/kg dengan rasio sebesar 57%. Margin keuntungan sebesar Rp. 6.565/kg dengan rasio 49,7%. untuk aspek pasar lebih meluas melalui penggunaan digital marketing seperti fb, wa, messenger dan marketplace serta kemitraan pada toko pertanian, pada aspek tekhnis diperkuat oleh tampilan produk yang bersih dan penggunaan kemasan plastik putih. Pada aspek finansial dirasa cukup menguntungkan dengan profitabilitas sebesar Rp. 249.540/produksi, pendapatan sebesar Rp. 246.299/produksi dengan besaran R/C ratio sebesar 3.495. The purpose of this study is to analyze the added value of organic powder fertilizer derived from goat manure waste (kohembing) and aspects of business feasibility from market, technical and financial aspects. The research method uses Hayami value-added analysis. The results showed the added value of powdered kohembing organic fertilizer, which was Rp. 3,865 / kg with a ratio of 57%. The profit margin is Rp. 6,565/kg with a ratio of 49.7%. For the market aspect is more widespread through the use of digital marketing such as Facebook, WhatsApp, Messenger and marketplace as well as partnerships in agricultural stores, in the technical aspect is strengthened by the clean appearance of products and the use of white plastic packaging. In the financial aspect, it is considered quite profitable with profitability of Rp. 249,540 / production, the revenue of Rp. 246,299/production with an R/C ratio of 3,495.
Kinetika Slow-Released Pupuk Urea Terenkapsulasi Dalam Alginat Suyatmo, Reviana Inda Dwi; Nulhakim, Lukman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1830

Abstract

Pupuk urea merupakan komoditas yang penting di sektor pertanian. Pupuk urea yang digunakan petani seringkali terbawa air sehingga pelepasannya tidak efisien. Oleh karena itu diperlukan proses enkapsulasi pupuk urea agar pelepasannya dapat dikontrol. Alginat dapat digunakan sebagai pelapis berbagai material. Tujuan penelitian adalh untuk mengetahui diameter rata-rata hasil enkapsulasi urea dengan alginate dan hasil uji pelepasan pupuk urea terenkapsulasi dalam alginat dalam air.  Pada penelitian ini dilakukan pembuatan urea terenkapsulasi dalam alginat serta permodelan kinetika slow-release urea terenkapsulasi. Enkapsulasi urea dalam alginat menghasilkan butiran dengan diameter rata-rata 3,01 mm.  Uji pelepasan urea dalam air masih terjadi setelah waktu 20 menit. Berdasarkan hasil permodelan diperoleh data nilai difusivitas efektif urea dalam butiran sebesar 5,2342 x 10-10 m2/s dan koefisien transfer massa urea dari permukaan butiran ke badan cairan sebesar 1,9684 x10-06 m/s. Urea fertilizer is an important commodity in the agricultural sector. Urea used by farmers is often carried away by water so that its release is inefficient. Therefore, it is necessary to encapsulate urea so that its release can be controlled. Alginate can be used as a coating for various materials. In this study, the preparation of urea encapsulated in alginate and slow-release kinetics modeling was done. The encapsulated urea in alginate produced granules with an average diameter of 3.01 mm. The urea release test in water still occurred after 30 minutes. Based on the modeling, the effective diffusivity value of urea in granules was 5,2342 x 10-10 m2/s and the mass transfer coefficient of urea from the surface of the granules to the liquid was 1,9684 x 10-06 m/s.
Angka Kebuntingan Sapi Bali yang Diinseminasi Menggunakan Semen Beku Plus Sari Kopi Firmiaty, Sri; Basri, Muhammad; Idrus, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fertilitas semen beku sapi Bali yang diberi sari kopi dalam pengencer dengan melakukan inseminasi buatan pada sejumlah akseptor betina, dilihat dari nilai Non Retur Rate, Service per Conceprtion, dan Angka kebuntingan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 40 ekor induk sapi yang sudah pernah beranak, kondisi fisiolgy normal, dibagi dalam 2 kelompok yaitu Kelompok I: diinseminasi menggunakan semen beku tanpa sari kopi (20 ekor) dan Kelompok II: diinseminasi menggunakan semen beku tanpa sari kopi (20 ekor). Hasil inseminasi buatan (IB) dianalisis pada 60 hari pasca IB menunjukkan Service per Conception berbeda nyata antara semen tanpa sari kopi vs semen plus sari kopi yaitu 1,53 vs 1.3 (P<.05), sedangkan Angka Kebuntingan pada IB pertama tidak menunjukkan perbedaan yaitu 11 ekor (55%) vs 14 ekor (70%). Dapat disimpulkan bahwa kafein dapat digunakan untuk meningkatkan motilitas spermatozoa semen afkir sapi Bali dengan fertiltas baik. Disarankan semen pejantan unggul yang mempunyai motilitas di bawah 70 persen atau minimal 60%, dapat dipertimbangkan untuk diproses menjadi semen beku dengan penambahan sari kopi. This study aims to determine the fertility of frozen semen of Bali cattle given coffee extract in diluent by performing artificial insemination on a number of female acceptors, seen from the values of Non-Return Rate, Service per Conception, and Pregnancy Rate. The material used in this study were 40 cows that had given birth, normal physiological conditions, divided into 2 groups, namely Group I: inseminated using frozen semen without coffee extract (20 cows) and Group II: inseminated using frozen semen without coffee extract (20 heads). The results of artificial insemination (IB) analyzed 60 days after IB showed a significantly different Service per Conception between semen without coffee extract vs semen plus coffee extract, namely 1.53 vs 1.3 (P <.05), while the Pregnancy Rate at the first IB showed no difference that is 11 heads (55%) vs 14 heads (70%). It can be concluded that caffeine can be used to increase spermatozoa motility of culled semen of Bali cattle with good fertility. It is recommended that superior male semen that has motility below 70 percent or at least 60%, can be considered for processing into frozen semen with the addition of coffee extract

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue