cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
Identifikasi Kawasan Permukiman Kumuh Nelayan Dusun Pantai Bahari Desa Raja Kecamatan Bua Kabupaten Luwu Indrajaya, Indrajaya; Rusida, Rusida; Baharuddin, Andi Fathussalam; Ermayanti, Ermayanti
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1978

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tipologi dan tingkat kekumuhan kawasan permukiman kumuh nelayan Dusun Pantai Bahari Desa Raja Kecamatan Bua Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pembobotan dan qounten analisis melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif baik data primer maupun data sekunder yang selanjutnya dideskripsikan  dalam bentuk kalimat-kalimat yang sesuai dengan pokok masalah yang diteliti. Hasil analisis menunjukkan bahwa tifologi kawasan permukiman kumuh nelayan Dusun Pantai Bahari Desa Raja Kecamatan Bua Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan adalah permukiman kumuh yang berada di atas air, di tepi air, di dataran dan daerah rawan bencana alam  dan termasuk kategori kumuh sedang yang memerlukan penanganan dan pengendalian secara komprehensif dan berkelanjutan. The purpose of this study was to determine the typology and level of slums of fishermen's slums in Pantai Bahari Hamlet, Raja Village, Bua District, Luwu Regency, South Sulawesi Province. The research method used is weighting and quantitative analysis through qualitative and quantitative approaches both primary data and secondary data which are then described in the form of sentences according to the subject matter under study. The results of the analysis show that the typology of the fishermen's slum area in Pantai Bahari Hamlet, Raja Village, Bua District, Luwu Regency, South Sulawesi Province is a slum located above the water, at the edge of the water, on a plain and in an area prone to natural disasters and belongs to the category of moderate slums that require handling and comprehensive and sustainable control.
Pengaruh Karakteristik Petani Terhadap Tingkat Adopsi Pemupukan Berimbang Pada Usahatani Jagung: Studi Kasus Petani Jagung di Desa Watangpanua, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur Apriliandis, Andi Nelly; Rasyid, Rasmeidah; Adam, Andi Maslia Tenrisau
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1979

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik petani jagung, menganalisis tingkat adopsi pemupukan berimbang pada usahatani jagung, dan menganalisis faktor karakteristik petani yang mempengaruhi tingkat adopsi pemupukan berimbang pada usahatani jagung di Desa Watangpanua, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini dilakukan di Desa Watangpanua, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur pada bulan April-Juni 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan teknik pengukuran metode scoring dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik petani di Desa Watangpanua yaitu usia responden dengan rata-rata 45 tahun, pendidikan formal responden mayoritas tingkat SD. Luas lahan yang dimiliki rata-rata 0,27 Ha, pengalaman berusahatani responden rata-rata 18,27 tahun, pendapatan responden rata-rata 2.830.232 juta, jumlah tanggungan keluarga rata-rata 3 orang, dan intensitas mengikuti penyuluhan dominan aktif yaitu sebanyak 35 orang dengan persentase 81,4%. (2) Tingkat adopsi pemupukan berimbang pada usahatani jagung adalah sedang dengan persentase sebesar 69,4% dan (3) Faktor karakteristik petani secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi pemupukan berimbang. Namun jika di uji secara parsial maka tingkat pendidikan dan intensitas mengikuti penyuluhan memiliki pengaruh yang signifikan. Sedangkan usia, jumlah tanggungan, pengalaman berusahatani, luas lahan dan pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi pemupukan berimbang pada usahatani jagung di daerah penelitian. The aims of this study were to describe the characteristics of corn farmers,  to analyze the level of adoption of balanced fertilization in corn farming, and to analyze the characteristics of farmers that influence the adoption rate of balanced fertilization in corn farming in Watangpanua Village, Angkona District, Luwu Regency. East. This research was conducted in Watangpanua Village, Angkona District, East Luwu Regency in April-June 2022. The research method used was descriptive analysis using the scoring method and multiple linear regression analysis. The results showed that (1) the characteristics of the farmers in Watangpanua Village were the age of the respondents with an average of 45 years, the formal education of the majority of the respondents was at the elementary level. The area of land owned is an average of 0.27 Ha, the average respondent's farming experience is 18.27 years, the average respondent's income is 2,830,232 million, the average number of family dependents is 3 people, and the intensity of participating in counseling is dominantly active, namely as many as 35 people with a percentage of 81.4%. (2) The adoption rate of balanced fertilization in corn farming is moderate with a percentage of 69.4% and (3) Farmer characteristic factors together have a significant effect on the adoption rate of balanced fertilization. However, if tested partially, the level of education and intensity follow counseling has a significant effect, while age, number of dependents, farming experience, land area and income have no significant effect on the adoption rate of balanced fertilization in corn farming in the study area.
Pemanfaatan Ampas Kelapa Hasil Fermentasi Cairan Rumen Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Burhanuddin, Burhanuddin; Akmaluddin, Akmaluddin; Soadiq, Syawaluddin; Haris, Abdul; Malik, Abdul; Ikbal, Muhamad; Saleh, Muhammad Syaiful
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1980

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui pemanfaatan ampas kelapa yang difermentasi cairan rumen dalam pakan terhadap pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini dilakasanakan pada bulan September sampai Oktober 2022 di Balai Benih Ikan (BBI) Bontomanai Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Alat dan bahan yang digunakan adalah Rancagan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulagan. Perlakuan A Cairan Rumen (40 ml), Perlakuan B (60 ml), Perlakuan C (80 ml), Perlakuan D (100 ml). Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa perlakuan dengan kadar ampas kelapa hasil fermentasi cairan rumen yang berbeda dalam pakan diperoleh rata-rata laju pertumbuhan tertinggi pada perlakuan C (80ml) sebesar 3.465, disusul perlakuan B (60ml) sebesar 2.36%, kemudian perlakuan A (40 ml) sebesar 1.68%, dan terendah pada perlakuan D (100ml) sebesar 1.57%.  Selanjutnya  hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan kadar ampas kelapa hasil fermentasi cairan rumen tidak berpengaruh nyata (p> 0,05) terhadap laju pertumbuhan benih ikan nila. Hasil analisis ragam ANOVA menunjukan bahwa perlakuan dengan penambahan ampas kelapa hasil fermentasi cairan rumen dalam pakan dengan kadar yang berbeda tidak berpegaruh nyata (p>0,05) terhadap sintasan benih ikan nila. The purpose of this study was to find out the use of fermented coconut dregs in rumen fluid in feed for the growth of tilapia. This research was carried out from September to October 2022 at the Bontomanai Fish Seed Center (BBI), Bontomarannu District, Gowa Regency, South Sulawesi, the tools and materials used is a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments 3 replications. Treatment A Rumen Fluid (40ml), Treatment B (60ml), Treatment C (80ml), Treatment D (100ml). Based on the results of the study it can be seen that the treatment with different levels of coconut dregs fermented rumen fluid in the feed obtained the highest average growth rate in treatment C (80ml) of 3.465, followed by treatment B (60ml) of 2.36%, then treatment A (40ml)) of 1.68%, and the lowest was in treatment D (100ml) of 1.57%. Furthermore, the results of the analysis of variance showed that treatment with the addition of coconut dregs from fermented rumen liquid had no significant effect (p> 0.05) on the growth rate of tilapia fry. The results of ANOVA analysis of variance showed that treatment with the addition of coconut dregs fermented rumen fluid in feed with different levels had no significant effect (p>0.05) on survival of tilapia fry.
Strategi Pengembangan Agribisnis Sereh Wangi Di Desa Pasir Putih Kecamatan Sumarorong Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat Oktavia, Wildia; Salam, Suryawati; Sheyoputri, Aylee Christine Alamsyah; Abri, Abri
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1982

Abstract

Sereh Wangi merupakan tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri yang dikenal dengan nama citronella oil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal serta merumuskan alternatif strategi pengembangan agribisnis sereh wangi. Penelitian ini dilaksanakan bulan April-Mei 2022, di Desa Pasir Putih. Metode analisis yang digunakan adalah SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan yaitu faktor internal meliputi kekuatan (antusias masyarakat membudidayakan sereh wangi; luas lahan tersedia; kondisi iklim mendukung; peluang pasar) dan kelemahan (lahan sebagaian berpasir; alat penyulingan manual; tenaga kerja kurang terampil). Faktor eksternal meliputi peluang (pertama kali dikembangkan di Kabupaten Mamasa; tanaman sereh wangi tahan terhadap hama dan penyakit; dukungan pemerintah; permintaan pasar tinggi) dan ancaman (harga berfluktuasi; kondisi pandemic membatasi sosialisasi; lahan sebagian berpasir). Analisis faktor strategi internal IFAS, diperoleh total skor sebesar 2,85. Sementara  analisis faktor strategi eksternal EFAS diperoleh total skor sebesar 2,48. Strategi pengembangan sereh wangi yang paling tepat untuk diterapkan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa adalah strategi SO. Lemongrass is a plant that can produce essential oils known as citronella oil. This study aims to determine internal and external factors and to formulate alternative strategies for developing lemongrass agribusiness. This research was conducted in April-May 2022, in the village of Pasir Putih. The analytical method used is SWOT. The results of this study indicate that internal factors include strengths (Community enthusiasm for cultivating lemongrass; available land area; favorable climatic conditions; market opportunities) and weaknesses (partially sandy land; manual distillation equipment; unskilled labor). External factors include opportunities (first developed in Mamasa District; lemongrass plants are resistant to pests and diseases; government support; high market demand) and threats (fluctuating prices; pandemic conditions limit socialization; land is partially sandy). IFAS internal strategy factor analysis, obtained a total score of 2.85. Meanwhile, EFAS's external strategy factor analysis obtained a total score of 2.48. The most appropriate strategy for developing lemongrass is the SO strategy.
Persepsi dan Motivasi Petani Terhadap Kearifan Lokal Dalam Berusaha Tani Padi: Studi Kasus Kearifan Lokal Mappalili di Desa Manakku, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Rosada, Ida; Amran, Farizah Dhaifina; Azizah, Nurul
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1983

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi petani terhadap tradisi Mappalili di Desa Manakku, menganalisis motivasi petani dalam melaksanakan kegiatan tradisi Mappalili di Desa Manakku, menganalisis jumlah produksi petani di dataran rendah usahatani padi sawah di Desa Manakku, dan menganalisis pengaruh persepsi dan motivasi petani padi tradisi Mappalili terhadap produksi usahatani padi sawah di Desa Manakku. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, analisis produksi dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persepsi petani terhadap Tradisi Mappalili memperoleh skor 80,93% artinya sangat baik, (2) Motivasi petani dalam melaksanakan tradisi Mappalili diperoleh skor 81,77% artinya sangat tinggi, (3) Tingkat jumlah produksi peternakan responden per peternakan rata-ratan  5.770 kg dan jumlah produksi usahatani responden/ha rata-rata 5.767,70 kg, (4) Pengaruh persepsi dan motivasi petani padi pada tradisi Mappalili berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap produksi usahatani padi di Manakku Desa. The objectives of the study were (1)to analyze farmers' perceptions of the Mappalili tradition in Manakku Village, (2) to analyze the motivation of farmers in carrying out Mappalili tradition activities in Manakku Village, (3) Analyze the amount of production farmers in lowland rice farming in Manakku Village, (4) Analyzing the effect of perceptions and motivations of rice farmers in the Mappalili tradition on lowland rice farming production in Manakku Village. This study uses quantitative descriptive analysis methods, production analysis and multiple linear regression analysis. The results showed that (1) Farmers' perceptions of the Mappalili Tradition obtained a score of 80.93% meaning very good, (2) The motivation of farmers in carrying out the Mappalili tradition was obtained a score of 81.77% meaning very high, (3) The number of respondents' farm production per farm was average of 5,770 kg and the number of respondents' farm production/ha an average of 5,767,70 kg, (4) The influence of perception and motivation of rice farmers in the Mappalili tradition has a simultaneous and significant effect on rice farming production in Manakku Village.
Tinjauan Pengelolaan Sistem Ruang Parkir Daerah Tujuan Wisata Belanja Pasar Butung Kota Makassar Cahyani, Erna; Syamsuddin, Syamsuddin; Safaruddin, Safaruddin; Mastutie, Faizah; Ibrahim Yunus, Andi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1984

Abstract

Pasar menjadi sarana kegiatan perekonomian tempat bertemunya penjual dan pembeli. Salah satu pasar di Makassar yang cukup ramai adalah Pasar Butung yang merupakan daerah tujuan wisata belanja dimana sebagian besar penjual maupun pembeli memakai sepeda motor sebagai sarana transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sistem ruang parkir Pasar Butung berupa distribusi jumlah kendaraan maksimum yang masuk sebanyak 67 kendaraan dan yang keluar sebanyak 41 kendaraan, akumulasi parkir maksimum sebesar 265 kendaraan, volume parkir maksimum sebesar 702 parkir/kendaraan, pergantian parkir maksimum sebesar 1,95 kendaraan/kapasitas, dan indeks parkir maksimum sebesar 0,73. Hasil penelitian diperoleh kapasitas ruang parkir saat ini ternyata belum dapat memenuhi kebutuhan kendaraan yang akan parkir maka perlu penambahan ruang parkir. The market is a means of economic activity where sellers and buyers meet. One of the most crowded markets in Makassar is Butung Market, which is a shopping destination where most sellers and buyers use motorbikes as a means of transportation. This study aims to determine the management of the Pasar Butung parking space system in the form of the distribution of the maximum number of vehicles entering as many as 67 vehicles and leaving as many as 41 vehicles, the maximum accumulation of parking is 265 vehicles, the maximum parking volume is 702 parking lots/vehicles, the maximum parking turnover is 1,95 vehicles/capacity, and a maximum parking index of 0.73. The results of the study showed that the current parking space capacity was not able to meet the needs of vehicles to be parked, so additional parking spaces were needed.
Penilaian Risiko K3 Dengan Metode Hirarc Dan Safety Policy Pada Preservasi Jalan Oransbari-Mameh Di Kabupaten Manokwari Pagoray, Gebion Lysje
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1985

Abstract

Preservasi  jalan Oransbari-Mameh terletak pada ruas jalan Maruni-Mameh Kabupaten Manokwari mengakibatkan berbagai risiko dapat timbul pada setiap tahapan konstruksi terutama pada saat pelaksanaan dan operasional, sehingga dapat menjadi risiko bagi pihak pemilik, pelaksana dan masyarakat sekitar serta pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan agar dapat menjadi informasi dan pengembangan pengetahuan dalam bidang pengendalian K3 pada proyek konstruksi. Sehingga bagi perusahaan dapat merumuskan penerapan system manajemen K3 dalam hal pengendalian K3, dan bagi dunia konstruksi mendapatkan informasi mengenai pengendalian K3 pada proyek konstruksi sehingga dapat merumuskan kebijakan dalam menerapkan sistem manajemen K3 pada proyek. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, dilakukan dengan melakukan penelitian langsung pada Pekerjaan Preservasi Jalan Oransbari-Mameh di Kabupaten Manokwari yaitu dengan pengamatan langsung dilingkungan yang diteliti untuk mengetahui potensi bahaya, dan wawancara dengan melakukan tanya jawab terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan penelitian seperti konsultan pengawas, pekerja dan pihak managemen kontraktor. Penelitian ini menggunakan metode HIRARC. Hasil penelitian ini teridentifikasi sebanyak 75 temuan potensi bahaya yang kemudian digolongkan berdasarkan sumbernya menjadi 22 sumber bahaya dan 1 identifikasi bahaya Ekstrim potensi kecelakaan yaitu bahaya akibat lereng galian longsor pada penggalian pekerjaan  galian biasa. Oransbari-Mameh road preservation on the Maruni-Mameh road, Manokwari Regency causes various risks can arise at every stage of construction, especially during implementation and operation, become risks for the owner, the surrounding community road and users. This research aims to be information and knowledge development in the field of K3 control in construction projects, for companies to formulate the application of an K3 management system in terms of K3 control, for the construction world to get information about K3 control in construction projects so that they can formulate policies in implementing the management system of K3 on the project. This study uses qualitative research with descriptive research type, carried out by conducting direct research on the Oransbari-Mameh road preservation work in Manokwari Regency, namely by direct observation of the environment under study to determine potential hazards, and interviews by conducting questions and answers with parties involved. parties related to research such as supervisory consultants, workers contractor management parties. This study uses the HIRARC method. The results of this study identified as many as 75 potential hazard findings which were then classified based on the source into 22 sources of hazard and 1 identification of Extreme hazard potential accidents, namely Hazards due to slopes of landslide excavation in ordinary excavation work.
Karakteristik Penderita Tuberkulosis Anak Rawat Jalan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Wahyudin, Bob
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1987

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik pasien tuberkulosis anak yang berobat jalan di poliklinik rawat jalan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik retrospektif. Data diambil dari data sekunder status pasien rawat jalan di Klinik Respirologi Anak RS Wahidin Sudirohusodo tahun 2010. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara status gizi dengan diameter indurasi, maupun adanya scar BCG dan diameter indurasi tuberkulin. Pada pasien tuberkulosis terdapat perbedaan proporsi malnutrisi dan rerata diameter indurasi tuberkulin yang sangat signifikan dibandingkan dengan pasien non tuberkulosis. The purpose of this study was to analyze the characteristics of pediatric tuberculosis patients who attended the outpatient clinic at Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar. The research method was retrospective descriptive analytics. Data taken from secondary data on the status of outpatients at Pediatric Respirology Clinic, Wahidin Sudirohusodo Hospital in 2010 The study revealed no relationship between nutritional status and induration diameter, nor the presence of BCG scars and tuberculin induration diameter. In tuberculosis patients, there was a significant difference in the proportion of malnutrition and a very significant mean diameter of tuberculin induration when compared to non-tuberculosis patients.
Pengaruh Konsentrasi Tepung Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii Sebagai Sumber Karbohidrat Terhadap Efisiensi Dan Retensi Nutrient Pakan Udang Windu Penaeus Monodon Salam, Nur Insana
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai konsentrasi tepung rumput laut K.alvarezii sebagai sumberkarbohidrat terhadap retensi nutrient dan efisiensi pakan udang windu Metode yang dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yang mana perlakuan A. pakan uji dengan konstrasi rumput laut K.alvarezii 10,0%, B. pakan uji dengan konstrasi rumput laut K.alvarezii 17,5%, C. pakan uji dengan konstrasi rumput laut K.alvarezii 25,0%, dan D. Pakan kontrol tanpa rumput laut K.alvarezii. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi rumput laut K alvarezii memberikan nilai tertinggi untuk efisiensi pakan 34%, dan nilai retensi protein 17,0, retensi lemak 21,69 dan retensi energi 16,13. Tepung rumput laut dapat dijadikan bahan baku pakan dengan konsentrasi 10% yang dapat memberikan nilai efisiensi pakan dan retensi nutrient udang windu Penaeus monodon. This study aims to determine the various concentrations of K.alvarezii seaweed powder as a source of carbohydrates on nutrient retention and efficiency of tiger prawn feed. marine K.alvarezii 10.0%, B. test feed with 17.5% K.alvarezii seaweed concentration, C. test feed with 25.0% K.alvarezii seaweed concentration, and D. Control feed without K seaweed . alvarezii. The results showed that the concentration of K alvarezii seaweed gave the highest value for feed efficiency of 34%, and the value of protein retention was 17.0, fat retention was 21.69 and energy retention was 16.13. Seaweed meal can be used as raw material for feed with a concentration of 10% which can provide value for feed efficiency and nutrient retention for tiger shrimp Penaeus monodon.
Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Module Biologi Dasar untuk Mendukung Pembelajaran Biologi Dasar secara Online Pratiwi, Andi Citra; Jamaluddin, Asham Bin; Azis, Andi Asmawati; Arifin, Arifah Novia; Dipalaya, Tismi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1990

Abstract

Terjadinya Pandemi Covid-19 yang menyebabkan perubahan pola pembelajaran secara offline menjadi pembelajaran online, sehingga memberikan tantangan tersendiri bagi dunia Pendidikan tinggi, baik bagi mahasiswa maupun bagi dosen. Sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran Biologi Dasar secara online, maka dinilai penting untuk menganalisis pengalaman mahasiswa selama mengikuti pembelajaran online Biologi Dasar, khususnya terkait jenis sumber belajar yang digunakan dan kendala yang dialami selama pembelajaran di masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis sumber belajar yang dimanfaatkan mahasiswa selama pembelajaran Biologi Dasar secara online, kendala yang dialami mahasiswa selama pembelajaran Biologi Dasar secara online, dan persepsi mahasiswa terkait potensi penggunaan E-Module Biologi Dasar untuk mendukung pembelajaran online Biologi Dasar. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Biologi Angkatan 2021 yang telah mengikuti pembelajaran Biologi Dasar secara online. Sebanyak 60 mahasiswa berpartisipasi secagai responden dengan mengisi kuesioner yang diedarkan melalui google form. Hasil analisis data terkait pengalaman mahasiswa dalam Pembelajaran Biologi Dasar secara online menunjukkan bahwa jenis sumber belajar yang paling umum digunakan oleh responden adalah Buku Fisik/Text Book (47%), Internet (43%), dan Powerpoint (42%). Responden umumnya menggunakan satu atau dua jenis sumber belajar, hanya sedikit responden yang menggunakan lebih dari dua sumber belajar. Jaringan yang tidak stabil (40%) dan kesulitan memahami materi yang disampaikan secara online (21%) merupakan kendala yang paling banyak dialami oleh responden selama pembelajaran Biologi Dasar secara online. The occurrence of the Covid-19 Pandemic which caused the change in learning patterns from offline to online learning posed its own challenges for the world of higher education, both for students and for lecturers. As an effort to improve the quality of online General Biology learning, it is considered important to analyze students' experiences while participating in online Basic Biology learning, especially regarding the types of learning resources used and the obstacles experienced during the Covid-19 Pandemic. Therefore, this study aims to find out 1) Types of learning resources used by students during online General Biology learning, 2) Constraints experienced by students during online Basic Biology learning, and 3) Student perceptions regarding the potential use of General Biology E-Module to support online Biology learning. The population of this study were students majoring in Biology Class of 2021 who had taken online Basic Biology lessons. As many as 60 students participated as respondents by filling out a questionnaire which was distributed online via the Google form. The results of data analysis related to students' experiences in learning Basic Biology online show that the most common types of learning resources used by respondents are Physical Books/Text Books (47%), Internet (43%), and Powerpoint (42%). Respondents generally use one or two types of learning resources, only a few respondents use more than two learning sources. Unstable network (40%) and difficulty understanding material delivered online (21%) are the most common obstacles experienced by respondents during online General Biology learning.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue