cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Variasi penampilan komponen pertumbuhan beberapa genotip jagung komposit generasi pertama dan ke tiga Murdaningsih Haeruman; Ai Neni Ruhaidah; Syam Arjayanti
Zuriat Vol 2, No 2 (1991)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v2i2.6811

Abstract

Lima belas genotip jagung komposit generasi pertama dan 14 genotip generasi ketiganya ditanam masing-masing pada musim yang berbeda. Diteliti keragaman komponen pertumbuhan vegetatifnya dan dibandingkan dengan kultivar Kalingga. Rancangan acak kelompok yang diulang dua kali digunakan pada setiap pertanaman.Ternyata keseragaman karakter tinggi tanaman, jumlah daun, Index Luas Daun (ILD) dan diameter batang sudah tercapai pada generasi pertama. Pada generasi ke tiga setiap varians karakter-karakter tersebut semakin kecil nilainya. Perbedaan tingkat keseragaman karakter populasi komposit antara generasi yang berbeda tergantung pada kombinasi genotip pembentuknya.
Karakterisasi Plasma Nutfah Padi Beras Merah Lokal Asal Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Karakter Morfo-Agronomi dan Marka SSRs Dwinita W. Utami; , Kristamtini; Prajitno al KS.
Zuriat Vol 20, No 1 (2009)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v20i1.6644

Abstract

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah salah satu Propinsi yang memiliki variasi dalam keanekaragaman plasma nutfah pertanian. Salah satu keanekaragaman plasma nutfah pertanian yang dimiliki Propinsi DIY adalah beberapa aksesi plasma nutfah padi beras merah. Terdapat lima aksesi plasma nutfah padi beras merah, yaitu Mandel Handayani (asal Gunungkidul), Segreng Handayani (asal Gunungkidul), Cempo Merah (asal Sleman), Saodah Merah (asal Bantul ) dan Andel Merah (asal Bantul). Tujuan dari penelitian ini adalah mengkarakterisasi 5 aksesi plasma nutfah padi beras merah lokal yang dimiliki Propinsi DIY sehingga dapat diketahui identitas varietas baik secara fenotipe (morfologi dan agronomi) ataupun secara genotipe (dengan marka simple sequence repeat/SSR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fenotipe kelima aksesi plasma nutfah padi beras merah memiliki karakter morfologi dan agronomi yang bervariasi. Variasi dalam karakter fenotipe ini merupakan potensi dalam program perakitan galur beras merah unggul. Pencirian genotipe aksesi plasma nutfah beras merah Analisis molekuler dilakukan berdasarkan pengujian marka molekuler menggunakan marka (SSR) sebagai marka penanda (tepaut / linked) dengan QTL untuk sifat beras merah (yaitu RM252, RM220 RM180 dan RM224) menunjukkan adanya variasi alel yang berkaitan dengan sifat warna / pigmen pada bagian hull ataupun pericarp dari gabah. Pemanfaatan marka molekuler dalam penentuan ciri genotipe plasma nutfah dapat membantu proses seleksi dalam program perakitan galur unggul beras merah unggul.
MOLECULAR CHARACTERIZATION OF QUALITY PROTEIN MAIZE AND DOWNY MILDEW RESISTANCE LINES BASED ON SIMPLE SEQUENCE REPEATS (SSRs) MARKER D. Ruswandi; N. Wicaksana; M. B. Pabendon; M. Azrai; M. Rachmadi; A. Ismail; N. Carsono; F. Damayanti; F. Kasim
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6779

Abstract

The information on germplasm diversity and genetic relatedness among elite breeding materials is an important element in maize breeding. Molecular characterization and genetic relationship of 11 QPM-DMR lines were analysed using thirty three SSRs markers. Genetic relationship was determined using Jaccard’s similarity coefficient, and dendogram was then constructed based on the unweighted pair-group method with arithmetical averages (UPGMA). Result showed that (i) all SSRs loci were informative for describing the genotypic variation as showed by their PIC, which ranged from 0.19 for umc1304 to 0.93 for phi112; (ii) the eleven maize inbred lines were clustered into one major group A and small groups B and C that corresponds well with the breeding programs adopted at different institutes of release, and (iii) thus, SSRs marker system is a valuable marker for varietals identification and for genetic diversity study of elite breeding materials.
The Production of Tetraploid Swainsona formosa by Colchicine Mutagenesis , Zulkarnain
Zuriat Vol 15, No 1 (2004)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v15i1.6879

Abstract

Swainsona formosa, a legume native to Australia, is a spectacular flowering plant that is used as a hanging basket, container or cut flower plant. Its breeding programme had been emphasized on the production of better flower quality through ploidy modification to produce tetraploid plants. Colchicine, an antimitotic chemical, had been sucessfully used to induce tetraploidyzation in S. formosa. Up to 50% of plants with double chromosome number (2n = 4x = 32) were produced by seedling application of colchicine at 0.01%–0.1%. Concentrations below 0.01% or above 0.1% were found not effective in inducing chromosome doubling. Tetraploid S. formosa were charaterized by larger leaflets, bigger size but lower density of stomata, larger flowers with longer peduncles and larger pollen grains with lower viability. In general, colchicine can be used effectively to induce polyploidyzation in S. formosa and this method should find application in breeding programme.
Deteksi Molekular Mutan Manggis In Vitro denga Marka RAPD Warid Ali Qosim; R. Poerwanto; G. A. Wattimena; , Witjaksono
Zuriat Vol 18, No 2 (2007)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v18i2.6702

Abstract

Informasi variabilitas genetik sangat penting untuk menunjang program pemuliaan manggis. RAPD adalah marka molekuler yang dapat membantu dalam proses seleksi dalam program pemuliaan tanaman manggis.Tujuan penelitian adalah mempelajari variabilitas genetik akibat iradiasi sinar gamma. Dua puluh dua DNA regeneran manggis yang sudah diseleksi diamplifikasi menggunakan random praimer dalam mesin PCR. Praimer yang digunakan adalah SBH 13, SBH 18, SB 13, SB 12, dan SB 19. Pembuatan dendogram dilakukan dengan bantuan program NTSys-pc versi 2.1. Hasil analisis RAPD menunjukkan perubahan pita lima praimer acak berkisar 250−2000 pasang basa (pb). Praimer SB 19 menghasilkan jumlah pita paling banyak, sedangkan praimer SBH 13 menghasilkan jumlah pita paling sedikit. Berdasarkan dendogram analisis RAPD 22 regeneran mutan dan kontrol, nilai koefisien kemiripan genetik antara 0.60–0.91 (60%−91%) atau variasi genetik 9%− 40%. Pada nilai koefisien kemiripan genetik 60% terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok E berbeda dengan kelompok lainnya (A, B, C, D), sehingga secara keseluruhan kelompok regeneran mutan dan tanaman kontrol yang dianalisis menghasilkan lima kelompok utama.
Pengujian Daya Hasil Lanjutan Beberapa Calon Varietas Unggul Cabai Besar yang Memiliki Produktivitas Tinggi (> 10 ton/ha) Di Dataran Medium Subang pada Musim Hujan Rinda Kirana; Y. Kusandriani; S. T. Rahayu
Zuriat Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v22i1.6847

Abstract

Pengujian beberapa calon varietas cabai besar yang memiliki produktivitas tinggi telah dilaksanakan di kebun milik petani di desa Cijambe kecamatan Cijambe Kab. Subang dengan ketinggian 600 meter di atas permukaan laut pada musim hujan bulan Agustus 2009 – Februari 2010. Perlakuan berjumlah delapan nomor yang terdiri dari lima nomor calon varietas dan tiga pembanding (Tanjung-1, Tanjung-2 dan Hot Chilli). Percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Hasil pengujian pada musim hujan di dataran medium Subang, seluruh calon varietas baik cabai besar dapat beradaptasi dengan baik dan menampilkan karakter buah sesuai dengan keinginan pengguna. Telah diperoleh satu calon varietas cabai besar (B2) yang memiliki produksi buah per hektar paling tinggi mencapai 25,1 ton/ha dan secara nyata lebih tinggi dari pembanding dan dapat direkomendasikan masuk pada kegiatan uji daya hasil lanjutan pada musim kemarau. 
Analisis Lintas Karakter Vegetatif dan Generatif Kelapa dalam Kupal Terhadap Jumlah Bunga Betina , Miftahorrachman; Mangindaan H. F.; H. Noverianto
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i1.6670

Abstract

Percobaan dilakukan bulan Agustus 1998 di Desa Kupal, Kecamatan Bacan, Kabupaten Maluku Utara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung beberapa karakter vegetatif dan generatif terhadap jumlah bunga betina sebagai salah satu komponen yang berpengaruh terhadap produksi. Perhitungan sidik lintas dilakukan dengan metoda matris. Hasil sidik lintas terhadap empatbelas karater yang diamati, ternyata enam karakter yang memberikan pengaruh langsung terhadap karakter jumlah bunga betina. Karakter-karakter tersebut adalah lebar petiole, panjang batang, panjang central axis, panjang petiole, panjang pinak daun, dan panjang rachis. Penyederhanaan hubungan kausal antara ke enam karakter tersebut terhadap jumlah bunga betina menunjukkan bahwa karakter panjang central axis, panjang batang pada 11 bekas daun, dan panjang pinak daun berpengaruh langsung terhadap jumlah bunga betina. Karakter-karakter ini dapat digunakan sebagai dasar seleksi pohon induk produksi tinggi untuk kelapa Dalam Kupal.
Variabilitas Genetik Manggis Hasil Iradiasi Sinar Gamma Melalui Analisis RAPD Hamda Fauza; Murdaningsih H. Karmana; Neni Rostini; Ika Mariska
Zuriat Vol 14, No 2 (2003)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v14i2.6802

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui variabilitas genetik tanaman manggis generasi M1 berdasarkan pola pita RAPD sebagai respon terhadap beberapa dosis irradiasi sinar gamma. Dosis iradiasi sinar gamma yang digunakan adalah 0 krad, 1 krad, 2 krad, dan 3 krad. Sumber bahan tanaman yang akan diiradiasi berasal dari biji buah manggis yang berasal dari satu tanaman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan variabilitas genetik di antara individu tanaman baik antar perlakuan maupun di dalam perlakuan. Perlakuan dengan dosis 1 krad memperlihatkan variabilitas genetik yang lebih luas disbanding perlakuan lain. Untuk mendapatkan variabilitas genetik yang luas disarankan menggunakan dosis iradiasi sinar gamma sebesar 1 krad.
Analisis Lini X Tester untuk Hasil dan Komponen Hasil Lima Genotip Mandul Jantan Sitoplasmik-Genetik Padi , Satoto; Ridwan Setiamihardja; Bambang Suprihatno; Achmad Baihaki
Zuriat Vol 4, No 1 (1993)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v4i1.6635

Abstract

Lima genotip mandul jantan sitoplasmik-genetik disilangkan dengan lima kultivar pemulih kesuburan menurut metode  (5x4) lini x tester dengan tujuan untuk mengetahui daya gabung umum dan daya gabung khusus karakter hasil dan komponen hasil. Generasi F1 dievaluasi pada MK 1992 di Sukamandi dalam rancangan acak kelompok tiga ulangan. Analisis daya gabung menunjukkan adanya aksi gen non aditif yang berperan dalam pengendalian ekspresi karakter hasil, produktivitas per hari, persentase gabah hampa per malai, bobot 1000 butir, tinggi tanaman, umur masak; sedangkan pada jumlah gabah ini per malai gen-gen aditif yang lebih berperan. Di antara tetua-tetua, IR297448, IR628298, IR54, dan IR64 adalah penggabung-penggabung umum yang baik untuk hasil; sedangkan persilangan-persilangan yang menunjukkan daya gabung khusus tinggi adalah IR19774A/IR54, IR58025A/IR64, IR29744A/Sadang, dan IR62829A/Cimanuk. 
PERTUMBUHAN DAN VARIABILITAS FENOTIPIK MANGGIS HASIL IRADIASI SINAR GAMMA Hamda Fauza; Murdaningsih H. Karmana; Neni Rostini; Ika Mariska
Zuriat Vol 16, No 2 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i2.6770

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura buah-buahan tropik Indonesia, yang bernilai ekonomi tinggi. Manggis termasuk tanaman yang mengalami reproduksi secara apomiksis, sehingga variabilitasnya sempit. Mendapatkan jenis baru menggunakan metode pemuliaan tanaman konvensional dibatasi oleh sempitnya variabilitas genetik yang ada. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan variabilitas genetik adalah melalui mutasi. Mutasi dapat dilakukan melalui induksi mutagen fisik, salah satunya dengan iradiasi sinar gamma. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan variabilitas fenotipik tanaman manggis generasi M1 sebagai respon terhadap beberapa dosis  iradiasi sinar gamma. Dosis iradiasi sinar gamma yang digunakan adalah 0 krad (A), 1 krad (B), 2 krad (C), dan 3 krad (D). Percobaan di lapangan ditata dalam rancangan acak kelompok (RAK). Sumber bahan tanaman yang akan diiradiasi berasal dari biji buah manggis yang berasal dari satu tanaman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan variabilitas fenotipik di antara individu tanaman, baik antar perlakuan maupun di dalam perlakuan. Iradiasi sinar gamma dengan dosis 1 krad memperlihatkan pengaruh yang paling baik pada pertumbuhan tanaman di lapangan. Disarankan untuk melanjutkan penelitian ini ke tahap selanjutnya dalam melihat variabilitas genetik tanaman manggis dengan menggunakan marka DNA.