cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Health Sciences and Research
ISSN : 26230674     EISSN : 2655643X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jambura Journal of Health Sciences and Research is a health scientific journal which published original articles of public health. This articles Published Twice a year in January and July. Which Focus and Scope in public health issues, including : Epidemiology, Health Education and Promotion, Environmental Health, Occupational Health and Safety, Health Administration and Policy, Biostatistics, Reproductive Health, Hospital Management, Nutrition Science, Health Information System. Moreover, Author can submit articles on any issue relating to public health with editor consideration.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
KASUS RUJUKAN MATERNAL DAN NEONATAL DI UNIT PELAKSANA TEKNIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH PERIODE 2020 DAN 2021 Hadina Hadina; U'din Mustaqim; Hikmah Ananda Armisyah; Mardiani Mangun; Arie Maineny
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.19456

Abstract

Sistem rujukan ibu dan bayi secara umum belum pernah dievaluasi. Prosedur diagnostik berulang, tidak ada sistem rujukan, dan penumpukan pasien di rumah sakit sebagian keluhan sistem rujukan dalam kasus rujukan dokter umum yang biasanya dicirikan sebagai "rujukan" atau "selalu merujuk”. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang rujukan maternal dan neonatal di unit pelaksana teknis rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji faktor penyebab rujukan maternal dan neonatal  di Unit Pelaksana Teknis RSUD Undata Palu. Penelitian ini menggunakan rancangan deskripsi eksploratif dengan populasi semua kasus rujukan maternal dan neonatal periode tahun 2020-2021.  Total sampel 210 responden maternal dan 233 responden neonatal. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Rujukan kasus maternal 44 kasus (2020) pada kehamilan muda dan 32 kasus (2021). Rujukan  kehamilan lanjut terdapat 33 kasus (2020) dan 21 kasus (2021). Pada kehamilan muda kasus pre eklampsia mendominasi kasus rujukan yaitu 63% (2020) dan 43,7% (2021). Sedangkan pada kehamilan lanjut rujukan maternal didominasi ketuban pecah dini yaitu 69,6% (2020) dan  80,5% (2021). Rujukan kasus maternal pada persalinan 18 kasus (2020) dan 14 kasus (2021) yang didominasi kasus malposisi masing-masing 60% (2020) dan 70% (2021). Rujukan kasus neonatal pada tahun 2020 sebanyak 127 kasus, 2021 sebanyak 106 kasus rujukan terbanyak adalah kasus cacat kongenital  29% (2020) dan 23%  (2021). Sedangkan BBLR 21% (2020) dan 12% (2021).  Simpulan bahwa penyebab rujukan maternal pada kehamilan muda, yaitu Pre/Eklampsia, Abortus, Hipertensi dalam kehamilan dan Molahidatidosa. Sedangkan pada kehamilan lanjut disebabkan karena ketuban pecah dini, plasenta previa, solution plasenta dan IUFD.
EVALUASI RASIONALITAS OBAT ANTIDIABETES ORAL TERHADAP EFEKTIVITAS TERAPI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Arief Nur Hidayat; Tiara Ajeng L; Kusumaningtyas Siwi
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.19357

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin secara memadai. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang evaluasi rasionalitas obat antidiabetes oral terhadap efektivitas terapi pasien diabetes melitus tipe II. Tujuan penelitian untuk menganalisis rasionalitas penggunaan obat dan mengevaluasi efektivitas terapi obat antidiabetes oral pasien diabetes mellitus tipe II. Metode penelitian deskriptif secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 97 sampel pasien diabetes melitus tipe II di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2022 laki-laki 46 pasien (47.4%) dan perempuan 51 pasien (52.6%) dengan 25 (25.8%) kasus pasien tanpa komplikasi dan 72 (74.2%) kasus pasien dengan komplikasi. Hasil rasionalitas terapi pasien diabetes melitus dengan tepat pasien 97 (100%), tepat indikasi 91 (93.8%), tepat obat 97 (100%), tepat dosis 97 (100%) dan tepat interval pemberian 97 (100%). Efektivitas terapi ADO dilihat dari hasil perbandingan bulan ke-1 (GDP 1) sampai bulan ke-3 dengan memperoleh nilai thitung sebesar 5,207. Hasil perbandingan bulan ke-1 (GD2JPP 1) sampai bulan ke-3 (GD2JPP 3) memperoleh nilai thitung sebesar 6,907. Hasil uji Paired Sample T- test baik untuk GDP maupun GD2JPP menunjukkan hasil yang signifikan (p0,05) pada bulan ke-3 hingga mencapai rata-rata 125,010 mg/dl. Kesimpulan bahwa terapi kombinasi ADO (biguanida + sulfonilurea) merupakan terapi yang paling sering digunakan pada pasien diabetes melitus tipe II di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dan terapi ini menunjukkan rasionalitas dan efektifitas yang tinggi dalam menurunkan kadar glukosa darah pasien pasca operasi tiga bulan pengobatan.
DETERMINAN KEJADIAN KISTA OVARIUM PADA WANITA USIA SUBUR DI RSIA SITTI KHADIDJAH GORONTALO Mayangsari Kau; Deysi Adam; Lisa Djafar; Hendrik Borolla; Moh. Rivandi Dengo
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.20109

Abstract

Menurut data statistik World Health Organization (WHO) tahun 2020 menunjukkan bahwa hampir semua negara maju memiliki angka kejadian kista ovarium yang tinggi dengan rerata 10 per 100.000 penduduk, kecuali Jepang dengan rerata 6,5 per 100.000 penduduk, kista ovarium adalah tumor jinak yang sering ditemukan pada wanita di usia reproduktif. Kebaruan dalam penelitian ini karena menganalisis faktor-faktor risiko tentang kejadian kista ovarium pada wanita usia subur. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor risiko tentang kejadian  kista ovarium pada wanita usia subur di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo. Penelitian yang digunakan desain  case control dengan sampel sebanyak 144 sampel menggunakan perbandingan 1:2 sehingga jumlah sampel kasus 48 pasien dan kontrol  96  pasien dengan menggunakan matching umur. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian, dismenorea merupakan faktor risiko terhadap kejadian kista ovarium nilai OR 1,923 dengan (nilai LL =0,927 dan nilai UL = 3,988), riwayat keluarga merupakan faktor risiko terhadap kejadian kista ovarium nilai OR 1,145 dengan  (nilai LL = 0,557 dan nilai UL = 2,354), lama haid merupakan faktor protektif terhadap kejadian kista ovarium nilai OR 0,664 dengan (nilai LL = 0,591 dan nilai UL = 0,746) sedangkan menarche merupakan faktor protektif  terhadap kejadian kista ovarium nilai OR 0,878 dengan (nilai LL = 0,433 dan nilai UL = 1,778). Kesimpulan bahwa dismenorea, riwayat keluarga merupakan faktor risiko terhadap kejadian kista ovarium sedangkan lama haid dan menarche merupakan faktor protektif terhadap kejadian kista ovarium.
STRATEGI PENERAPAN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA PADA CABANG PERUSAHAAN PERGUDANGAN: MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SWOT DAN AHP Jafar Shadiq; Tatan Sukwika; Iman Basriman
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.20176

Abstract

Penerapan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) pada cabang perusahaan pergudangan diyakini dapat meningkatkan kinerja pekerja, perbaikan sistem kerja terhadap perusahaan. Namun demikian, penerapannya memerlukan strategi dari manajemen dalam menentukan program prioritas agar penerapan K3 di cabang perusahaan. Kebaruan penelitian ini untuk menganalisis strategi penerapan Keselamatan Kesehatan Kerja pada cabang perusahaan pergudangan dengan menggunakan metode analisis SWOT dan AHP. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal dalam penerapan K3, serta strategi prioritas penerapan K3 pada cabang perusahaan pergudangan. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif menggunakan metode analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) dan AHP (Analytical Hierarchy Process) atau AWOT. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara kepada karyawan dan pimpinan cabang perusahaan pergudangan. Analisis matriks internal dan eksternal (IE) menghasilkan, Total Weight Score (TWS) internal pada sumbu horizontal sebesar 3.42, sedangkan TWS eksternal pada sumbu vertikal yakni 3.48. Secara kondisional posisi cabang perusahaan pergudangan berada pada sel nomor I (satu) atau berkategori strategi Grow and Build. Hasil AHP menunjukkan strategi prioritas tertinggi penerapan K3 cabang perusahaan pergudangan adalah strategi pengembangan sistem K3 dan strategi integrasi horizontal sistem K3. Kondisi penerapan K3 pada cabang perusahaan pergudangan membutuhkan pengembangan secara intensif dan integrasi. Strategi prioritas untuk penerapan K3 pengembangan sistem K3 dan integrasi horizontal sistem K3. Kesimpulan penelitiannya bahwa kondisi penerapan K3 pada cabang perusahaan pergudangan membutuhkan strategi Grow and Build yaitu perlu pengembangan secara intensif dan integrasi dan strategi prioritas adalah pengembangan sistem K3 dan integrasi horizontal sistem K3.
TINGKAT KECEMASAN DAN KERAGUAN ORANGTUA DALAM PEMBERIAN VAKSIN COVID-19 PADA ANAK USIA 6-11 TAHUN Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra; Putu Austin Widyasari Wijaya
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.19510

Abstract

Angka vaksinasi yang tinggi menjadi sangat penting dalam menciptakan herd immunity dalam pencegahan COVID-19. Faktor psikologis, kecemasan orangtua berkontribusi terhadap pemberian vaksinasi pada anak. Penelitian ini mengukur tingkat kecemasan dan keraguan pemberian vaksin COVID-19 pada anak usia 6-11 tahun. Metode penelitian yaitu Studi observasional potong lintang pada orangtua anak sekolah dasar (SD) usia 6-11 tahun di Kuta. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data demografis, usia, jenis kelamin orangtua, status vaksinasi kedua orangtua, status sosial ekonomi keluarga, kontak dengan pasien COVID-19, keraguan orangtua dalam memberikan vaksin, serta faktor yang memengaruhi keraguan orangtua memberikan vaksinasi COVID-19 untuk anak. Kecemasan orangtua diukur dengan kuesioner PHQ-4. Data yang terkumpul disajikan dalam bentuk narasi, tabel, dan grafik untuk menganalisis kecemasan dan keraguan orangtua terhadap pemberian vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6-11 tahun. Hasil Tingkat kecemasan umum pada orangtua bervariasi dari normal hingga berat, persentase normal 78,1%, ringan 19,4%, sedang 2,2% dan berat 0,3%. Skala kecemasan pemberian vaksin, yaitu tidak cemas 43,3%, ringan 39,4%, sedang 18,1% dan berat 8,3%. Skala keraguan pemberian vaksin, yaitu tidak ragu 36,7%, ringan 39,5%, sedang 16,7% dan berat 17,1%. Alasan mayoritas adalah mengenai efek samping yang mungkin terjadi pada anak (68,1%). Simpulan Tingkat keraguan dan kecemasan orangtua dalam memberikan vaksin COVID-19 pada anak bervariasi dari tidak cemas dan tidak ragu sampai dengan berat. Alasan yang mendasari adalah efek samping yang mungkin terjadi pada anak jika diberikan vaksin. 
IDENTIFIKASI BAKTERI YANG DAPAT MENYEBABKAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA URINE PENGGUNA PANTYLINER Ganisya Andriani; Tiara Dini Harlita; Lamri Lamri
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.20579

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi yang diakibatkan adanya bakteri pada saluran kemih. Mahasiswi aktif menggunakan  dikarenakan beberapa mengalami pengeluaran sekret vagina disekitar waktu ovulasi. Penggunaan  yang tidak tepat menjadi salah satu faktor terjadinya ISK. Jenis bakteri yang mengakibatkan ISK diantaranya yaitu Escherichia coli, Proteus mirabilis, Pseudomonas sp., Klebsiella pneumoniae, dan Enterococcus faecalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bakteri yang dapat menyebabkan ISK pada urin pengguna pantyliner. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional. Sampel diambil secara total sampling dan berupa urin porsi tengah dari 30 mahasiswi Diploma III Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Kaltim yang menggunakan pantyliner, yang kemudian diidentifikasi menggunakan kultur. Analisis data menggunakan univariat dan disajikan dalam bentuk diagram dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, didapatkan 2 responden (6,7%) berisiko berdasarkan perilaku personal hygiene; 7 responden (2,3%) berisiko berdasarkan perilaku lama penggunaan; dan 13 responden (43,3%) berisiko berdasarkan jenis yang digunakan. Hasil menunjukkan bahwa ditemukan positif adanya bakteri pada urin sebanyak 20 sampel (66,7%) terdiri dari bakteri Gram positif Staphylococcus sp. (65%); Gram negatif Klebsiella sp. (10%); dan kombinasi bakteri Gram Positif dan Negatif yaitu Streptococcus sp. dan Acinetobacter baumanii pada 1 sampel (5%) serta Staphylococcus sp. dan Klebsiella sp. pada 4 sampel (20%). Kesimpulan bahwa Sebagian besar bakteri yang teridentifikasi yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih adalah Staphylococcus sp.
KORELASI ANTARA ASUPAN CAIRAN DENGAN STATUS HIDRASI PEKERJA BAGIAN PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN DI PT.X SEMARANG Dwiza Rachmadani Nurfrida; Yanesti Nuravianda Lestari
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.20760

Abstract

Dehidrasi merupakan ketidakseimbangan antara asupan cairan dengan cairan yang dikeluarkan oleh tubuh. Hasil riset oleh The Hydration Indonesian Regional Study (THIRST) tahun 2009 menunjukkan bahwa total sebanyak 39.4% orang dewasa mengalami dehidrasi baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Kebaruan penelitian ini menggunakan kategori pembanding rekomendasi asupan cairan National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) untuk pekerja di lingkungan panas yang disesuaikan dengan durasi kerja yaitu 250 ml per 30 menit selama 8 jam kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa korelasi antara asupan cairan dengan status hidrasi pekerja di bagian produksi air minum dalam kemasan di PT. X Semarang. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan desain studi potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 49 pekerja. Data asupan cairan dikumpulkan dengan menggunakan formulir food recall 1 x 24 jam dan berat jenis urin (BJU) menggunakan dipstick urine. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 26,5% pekerja mengonsumsi cukup cairan dan sebanyak 73,5% tidak mengonsumsi cukup cairan dan status hidrasi pekerja menunjukkan sebanyak 55,1% pekerja dehidrasi, diantaranya sebanyak 28,6% pekerja dehidrasi ringan dan sebanyak 26,5% pekerja mengalami dehidrasi sedang. Berdasarkan hasil statistika dapat diketahui nilai P = 0,001 (P-value0,05). Disimpulkan terdapat korelasi antara asupan cairan dengan status hidrasi pekerja di bagian produksi air minum dalam kemasan di PT. X Semarang.
KUALITAS HIDUP PELAKU RAWAT (CAREGIVER) ORANG DENGAN SKIZOFRENIA DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW Irfan Helmi Nugroho
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.20798

Abstract

Pelaku rawat orang dengan skizofrenia memiliki tanggung jawab dalam proses pemberian perawatan sehari-hari. Proses pemberian perawatan dapat memberikan beban fisik, beban psikologis maupun beban finansial pada pelaku rawat terutama yang tinggal bersama, berinteraksi secara teratur dan diharuskan membantu aktivitas harian orang dengan skizofrenia, hal tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas hidupya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pelaku rawat orang dengan skizofrenia di Indonesia. Artikel penelitian ini merupakan sebuah literature review. Pencarian artikel dilakukan pada Januari 2023 yang bersumber dari tiga database yaitu PubMed, Science Directs dan Google Schoolar dandiambil dari artikel yang terbit sejak tahun 2019 sampai 2023 dengan kata kunci “kualitas hidup”, “caregiver” dan “skizofrenia”. Hasil Total sebanyak 4512 artikel didapatkan dan tersisa 17 artikel untuk dilakukan analisis. Artikel yang dianalisis kemudian dikelompokkan berdasar karateristik, tingkat kualitas hidup, faktor yang mempengaruhi dan intervensi untuk meningkatkan kualitas hidup pelaku rawat orang dengan skizofenia. Kesimpulan Kualitas hidup pelaku rawat orang dengan skizofrenia ditemukan berada dalam berbagaimacam tingkat. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai faktor yang dapat mempengaruhi dan intervensi untuk meningkatkan kualitas hidup pelaku rawat orang dengan skizofrenia.
IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN PADA MINUMAN SUSU FORMULA 2 JAM SETELAH DISEDUH Rizqi Fakhrial Husain; Suparno Putera Makkadafi; Ganea Qorry Aina
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.20478

Abstract

Susu formula adalah susu yang terbuat dari susu sapi atau kedelai yang telah dimodifikasi. Pemberian susu formula bayi harus disesuaikan dengan umur, kondisi bayi, dan sesuai dengan takaran saji. Menurut World Health Organization (WHO) atau Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2007, bubuk susu formula bayi tidak steril. Bahan tersebut mengandung bakteri yang dapat menyebabkan penyakit serius pada bayi. Hal ini didukung penemuan dari badan POM Amerika yang menemukan 14% susu formula terkontaminasi Enterobacter sakazakii (Cronobacter spp.). Bakteri pada susu mampu memperbanyak diri setiap 20 menit maka dianjurkan jangan mengkonsumsi susu yang sudah disiapkan lebih dari 2 jam. Kebaruan peneitian ini karena meneliti tentang bakteri pathogen pada minuman susu formula 2 jam setelah diseduh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cemaran bakteri patogen pada minuman susu formula 2 jam setelah diseduh. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 5 sampel susu formula 2 jam setelah diseduh. Data dianalisa dengan univariat yaitu dengan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis lalu dihitung menggunakan rumus persentase dengan rumus frekuensi jumlah sampel yang positif bakteri patogen dibagi jumlah sampel. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya bakteri patogen dengan persentase 100% yang terdiri dari jenis Bacillus cereus dengan persentase 60% dan Bacillus licheniformis dengan persentase 40%. Kesimpulan penelitian ini adalah ditemukan adanya pertumbuhan bakteri patogen (100%) dari 5 sampel yang diidentifikasi.
ANALISIS RISIKO MIKROBIOLOGI (MRA) PADA MASYARAKAT YANG MENGONSUMSI MINUMAN SARABA DI PUSAT KULINER KAKI LIMA TARUNA REMAJA KOTA GORONTALO Widya Ningrum Baharuddin; Ayu Rofia Nurfadillah
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.20565

Abstract

Wilayah sekitaran taruna remaja Kota Gorontalo adalah salah satu tempat umum yang ramai dikunjungi oleh masyarakat gorontalo. Karena lapangan taruna remaja ini terletak di kawasan cagar budaya, pada kawasan ini terdapat beragam pedagang kuliner yang menjual berbagai macam makanan dan minuman salah satunya adalah minuman saraba. Berdasarkan hasil laboratorium ditemukan bakteri Salmonella sp pada minuman saraba yaitu melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh BPOM yaitu negatif/25 ml. Kebaruan dalam penelitian ini karena menganalisis risiko mikrobiologi (MRA) pada masyarakat yang mengonsumsi minuman saraba di pusat kuliner kaki lima taruna remaja Kota Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya risiko paparan mikrobiologi pada minuman saraba di pusat kuliner kaki lima taruna remaja Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancangan Microbial Risk Assessment (MRA). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh masyarakat yang mengonsumsi minuman saraba di pusat kuliner kaki lima taruna remaja Kota Gorontalo dengan responden berjumlah 97 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan paparan mikroba pada minuman saraba dikategorikan risiko kesehatan Non Karsinogenik dengan nilai HQ minimum terdapat pada titik 2 yaitu 0,0000262 dan HQ maksimum terdapat pada titik 5 yaitu 0,0002571. Kesimpulan bahwa agen tidak berisiko menimbulkan efek merugikan bagi masyarakat yang mengonsumsi minuman saraba di pusat kuliner kaki lima taruna remaja Kota Gorontalo.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 4 (2025): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 3 (2025): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 2 (2025): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 4 (2024): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 3 (2024): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 2 (2024): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 1 (2024): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 3 (2022): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 2 (2022): Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 2 (2022): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 1 (2022): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4 (2022): SPECIAL EDITION JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 3, No 2 (2021): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 3, No 1 (2021): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 2, No 2 (2020): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 2, No 1 (2020): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 1, No 2 (2019): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 1, No 2 (2019): July Vol 1, No 1 (2019): JANUARI More Issue