cover
Contact Name
Suhanto
Contact Email
suhanto@poltekbangsby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mail@poltekbangsby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian
ISSN : 19786832     EISSN : 26225948     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
DESAIN ANTENA MIKROSTRIP UNTUK ALTERNATIF ANTENA SIDEBAND DVOR (DOPPLER VHF OMNIDIRECTIONAL RANGE) totok warsito; yuyun Suprapto; margono margono; romma diana
Jurnal Penelitian 50-58
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v5i1.486

Abstract

Antena merupakan salah satu perangkat penting yang ada pada sistem navigasi Doppler VOR (DVOR). Saat ini pengembangan antena dengan biaya produksi rendah menjadi salah satu alternatif tujuan para peneliti. Salah satu teknologi yang banyak digunakan sebagai solusinya adalah antena berbasis mikrostrip. Sebab antena berbasis mikrostrip menawarkan biaya produksi yang sangat rendah dibandingkan dengan jenis antena lain. Antena yang dipakai pada sistem DVOR saat ini adalah antena Alford Loop. Pada penelitian ini dilakukan perancangan antena mikrostrip rectangular dengan pencatuan coaxial sebagai alternatif antena DVOR yang bekerja pada frekuensi VHF (frekuensi 108-118 MHz), sehingga hal ini memungkinkan biaya produksi yang lebih murah dibandingkan antenna Alford Loop pada umumnya. Perancangan dan simulasi antena dilakukan menggunakan software CST Microwave Studio menggunakan material FR-4 dengan konstanta dielektrik (). Hasil perancangan dan simulasi antena menunjukkan return loss (S11) sebesar -16.1 dB dan gain sebesar 4 dB pada frekuensi 113 MHz. Dari hasil simulasi juga dapat diketahui bahwa memiliki polarisasi linier horizontal dan polaradiasi yang bersifat omni-directional.
IMPLEMENTASI METODE NUMERIK PADA RANGKAIAN LISTRIK MENGGUNAKAN SCILAB khoirul anam
Jurnal Penelitian 59-67
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v5i1.487

Abstract

Beberapa kasus pada analisa rangkaian listrik banyak digunakan model matematika dalam menyelesaikannya. Model matematika selanjutnya dirumuskan secara numerik dalam Sistem Persamaan Linier (SPL). Persamaan linier yang dihasilkan dapat diselesaikan dengan menggunakan Metode Numerik yaitu Metode Pembalikan Matriks (matriks invers), metode Cramer, Metode Eliminasi Gauss, Metode Eliminasi Gauss-Jordan dan Metode Dekomposisi LU. Untuk menghitung persamaan dengan jumlah n variable yang tidak diketahui dari sistem yang besar dan kompleks, membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak efisien. Untuk memudahkan dalam perhitungan digunakan aplikasi Bahasa Pemrograman Scilab. Scilab merupakan sebuah freeware yang dapat digunakan secara gratis untuk keperluan pribadi maupun komersial yang tersedia dalam berbagai macam sistem operasi, seperti Windows, Linux, dan MacOS X.
Optimalisasi Metode Pembelajaran Taruna Program Studi Lalu Lintas Udara menggunakan Computerized Aerodrome Control Tower (ADC) Artmacs Simulator di Politeknik Penerbangan Surabaya imam sonhaji; dimas arya; paramitha dwi nastiti
Jurnal Penelitian 68-77
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v5i1.488

Abstract

Kemajuan teknologi mendorong Politeknik Penerbangan Surabaya untuk meningkatkan kualitas lulusannya. Lalu Lintas Udara merupakan salah satu program studi yang terdapat di Poltekbang Surabaya. Dengan berbekal ilmu pengetahuan dan teknologi yang diberikan dalam masa pendidikan, diharapkan seluruh lulusan Poltekbang Surabaya dapat menjadi handal di bidangnya masing-masing pada saat bekerja. Poltekbang Surabaya juga melengkapi sarana praktik yang berbasis teknologi yaitu ADC Artmacs Simulator untuk Program Studi Lalu Lintas Udara. Sistem simulasi ini merupakan pengembangan dari system simulasi manual yang masih menggunakan layout aerodrome sebagai proses pembelajaran secara langsung pada objek yang tidak sebenarnya. ADC Artmacs Simulator dirancang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan dapat mensimulasikan traffic pesawat maupun keadaan cuaca yang diinginkan, sehingga membuat taruna bisa merasakan seolah-olah berada dilapangan sebenarnya dan taruna diharapkan lebih mudah memahami sistem pelatihan. Namun peralatan ini belum digunakan secara maksimal karena beberapa faktor teknis operasional dan diharapkan dengan perbaikan dan penyempurnaan, sistem ini bisa digunakan sebagai sarana utama pelatihan taruna LLU di Politeknik Surabaya serta dapat meningkatkan kualitas metode pembelajaran.
Analisis Efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Politeknik Penerbangan Surabaya Dewi Ratna Sari; Fairuza Amrozi
Jurnal Penelitian 1-10
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v5i2.491

Abstract

Politeknik Penerbangan Surabaya sebagai salah satu intitusi Perguruan Tinggi vokasi di bawah Kementerian Perhubungan pembinaan BPSDM Perhubungan berkewajiban memberikan layanan akademik kepada seluruh taruna. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan salah satu metode pembelajaran yang disarankan sebagai bentuk penerapan kebijakan physical distancing di tengah wabah Covid-19. Ada berbagai media yang digunakan dosen dalam Pembelajaran Jarak Jauh. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui bagaimana efektifitas dari pelaksanaan PJJ di Politeknik Penerbangan Surabaya yang nantinya bisa digunakan sebagai bahan evaluasi agar PJJ bisa lebih baik. Adapun hasil dari indikator-indikator yang diteliti adalah Efektifitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan katergori efektif, Efektifitas Interaksi dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan kategori efektif, Efektifitas Pemahaman Taruna dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan kategori efektif.
DESAIN DAN ANALISA ANTENNA MICROSTRIP RECTANGULAR PATCH PADA ADS-B MENGGUNAKAN SOFTWARE CST2018 Mochammad Rifai; Achmad Nadzar Haq; Achmad Setiyo Prabowo; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Penelitian
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v5i2.492

Abstract

Antena mikrostrip adalah antena yang banyak dikembangkan dalam berbagai aplikasi karena bebannya yang ringan, mudah disesuaikan bentuknya dan baiyanya yang rendah. Perancangan antenna umumnya menggunakan software CST 2018. Sofware ini mampu mensimulasikan proses desain antenna dengan dimensi dan bentuk yang fleksibel beserta pengukuran parameter antenna dengan tepat. Penelitian ini bertujuan menguji perancangan antena mikrostrip berbentuk rectangular patch pada frekuensi kerja 1090 MHz untuk perangkat ADS-B receiver menggunakan software CST2018 dengan parameter bandwidth, frekuensi kerja, VSWR, dan gain. Hasil simulasi menunjukkan parameter return loss, bandwitdh, VSWR, dan gain memenuhi ketentuan dan spesifikasi ADS-B receiver.
PERENCANAAN PERKERASAN PADA PERLUASAN APRON DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO supriadi supriadi; Aditya Eka Abdi Susanto; Nurani Hartatik
Jurnal Penelitian 19-28
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v5i2.493

Abstract

Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi merupakan bandar udara yang namanya dipilih dari nama Pahlawan Nasional Indonesia asal Minahasa, Sulawesi Utara, yaitu Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi. Terletak 13 km dari pusat kota Manado, tepatnya di Jalan A.A. Maramis Kecamatan Mapanget, serta memiliki titik koordinat 01° 32’ 44” N, 124° 55’ 30” E. Apron sebagai unsur yang paling penting untuk tempat pemarkiran pesawat. Bandar Udara Sam Ratulangi Manado saat ini telah memiliki apron dengan 22 aircraft stand yang dapat menampung pesawat udara tipe B.737 all series, A.320, CRJ-1000, ATR 72. Namun, kondisi tersebut masih belum sesuai dengan rencana induk Bandar Udara Sam Ratulangi Manado yang menyebutkan bahwa terdapat 6 aircraft stand untuk pesawat udara yang lebih besar, yaitu Airbus tipe A330-300. Oleh karena itu penelitian ini disusun guna menyampaikan bagaimana merencanakan perluasan dan tebal perkerasan apron yang standar dengan mengacu pada Federal Aviation Administration (FAA). Dan sesuai hasil perhitungan maka pengembangan dimensi apron yang direncanakan adalah 421 x 149,3 m untuk penambahan 6 parking stand dan juga diperoleh tebal perkerasan keseluruhan apron adalah 66 cm. Terdiri dari tebal slab beton 38 cm, tebal stabilized base 13 cm yang menggunakan cement treated base (CTB) dan tebal subbase 15 cm untuk subgrade dengan CBR 5,07 % yang dalam perencanaan akan ditingkatkan.
ANALISA PENGARUH IGNITION TIMING TERHADAP DAYA DAN TORSI PISTON ENGINE SOHC FOUR STROKE Bayu Dwi Cahyo; M. Rizal Al Fauzi
Jurnal Penelitian 29-37
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v5i2.494

Abstract

Kualitas piston engine tentunya ditentukan oleh beberapa komponen-komponen di dalamnya, salah satunya yaitu sistem pengapian. Jika sistem pengapian itu bagus dan tepat tentunya piston engine bisa bekerja dengan maksimal. Pengubahan sistem pengapian salah satu cara menyempurnakan pembakaran dalam piston engine tersebut, dengan pembakaran yang sempurna diharapkan unjuk kerja dari piston engine tersebut dapat meningkat tanpa mengurangi efisiensi dari piston engine tersebut. Bila putaran engine bertambah sedangkan saat pengapian tidak dimajukan maka yang terjadi adalah kelambatan waktu pembakaran (karena waktu yang tersedia tetap sedangkan putaran makin cepat) yang akan mengakibatkan sebagian bahan bakar tidak terbakar sempurna dan tenaga engine berkurang cylinder menjadi panas berlebihan (overheat), jadi dapat disimpulkan bahwa saat pengapian perlu dimajukan berdasarkan perubahan putaran engine dengan tujuan agar tekanan dan temperatur maksimal tetap berada dekat sesudah TDC, untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan performa piston engine yang baik sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan uji ukur pada daya dan torsi piston engine tipe SOHC four stroke dengan memajukan ignition timing 10 dan 20 dari posisi standart 150 sebelum TDC sehingga nantinya muncul hasil dari perhitungan dari pemajuan ignition timing tersebut pada putaran 3500 – 10000 Rpm. Hasil dari pengujian dynotest nilai torsi paling tinggi adalah saat waktu pengapian maju 20 dari standartnya dengan nilai 11,07 N.m pada 3797 Rpm. Nilai daya paling tinggi adalah pada saat waktu pengapian 20 dari standartnya dengan nilai 9,3 Hp pada 6943 Rpm.
PENGARUH VARIASI SUHU DAN WAKTU HEAT TREATMENT PADA ALUMINIUM ALLOY 2024-T3 TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS DENGAN MEDIA PENDINGIN OLI Bambang Junipitoyo; Mochammad Farid Anfasa; Linda Winiasri
Jurnal Penelitian 38-47
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v5i2.495

Abstract

Aluminium merupakan salah satu material rekayasa yang banyak digunakan untuk kepentingan konstruksi karena sifatnya yang ringan dan kuat. Paduan aluminium tersebut membutuhkan serangkaian proses untuk meningkatkan kekuatan material sebelum dipergunakan sebagai bahan struktur pesawat terbang. Benda uji diberi perlakuan panas dengan suhu 300˚C, 350˚C & 400˚C dan waktu tahan 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Kemudian dilakukan proses quenching dengan media oli. Pengujian ini menggunakan pengujian tarik, pengujian kekerasan brinell dan foto struktur mikro. Dari hasil penelitian, nilai kekerasan tertinggi terjadi pada suhu aging 400˚C selama 90 menit dengan nilai kekerasan sekitar 119,09. Sedangkan kekuatan tarik tertinggi terjadi pada suhu aging 400˚C selama 120 menit dengan nilai tensile stress nilai sekitar 128,17 MPa.
STUDI KELAYAKAN TEKNIS: ILS FLIGTH INSPECTION MENGGUNAKAN PESAWAT TANPA AWAK ade irfansyah; Achmad Setiyo Prabowo; Totok Warsito; Teguh Imam Suharto
Jurnal Penelitian 48-57
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v5i2.496

Abstract

Keselamatan penerbangan dan pengendalian pergerakan pesawat udara memerlukan pelayanan fasilitas navigasi penerbangan yang akurat, handal dan dapat dipercaya. Untuk mencapai tingkat keselamatan yang diinginkan, maka dibuatlah suatu prosedur pemeliharaan terhadap standar fasilitas navigasi penerbangan. Fasilitas navigasi penerbangan senantiasa memberikan pelayanan yang maksimum kepada para pemakai, dengan memberikan informasi yang seragam sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pemeriksaan fisik pola pancaran elektromagnetik di ruang udara dan fasilitas navigasi penerbangan harus dilakukan untuk menentukan kualitas derajat akurasi dan informasi yang diberikan dan untuk meyakinkan keakuratan fasilitas tersebut. Pada partikel ini akan menjelaskan beberapa faktor kelayakan terutama dari sisi teknis pada proses flight inspection Instrumen Landing System (ILS) menggunakan wahana pesawat tanpa awak. Menguji kelayaan teknis menggunakan metode TELOS yaitu melihat beberapa faktor yang akan menetukan suatu desain dinyatakan layak. Faktor-faktor tersebut adalah Teknis, Ekonomi, Legal/ hukum, operasional dan Sechedul/ jadwal. Faktor kelayakan teknis melihat teknologi yang digunakan pada penelitian ini, jika sudah tersedia dan personel juga menguasai maka nilainya 9.5 s.d 10 Teknologi yang diginakan pada penelitian ini adalah teknologi yang sudah lama di aplikasikan seperti: teknologi Portable ILS Receiver sebagai peralatan gorund check, Acces Point Wi-Fi, Ground station yeng mengguakan PC, dan pesawat tanpa awak dengan MTOW (Maksimum Take Off Weight) sebesar 12 Kg. Dari penelusuran data dan hasil analisis, faktor kelayakan teknis mendapatkan hasil nilai rata-rata sebesar 9.5 melampaui batas kelayakan sebesar 8. Fator teknis dinyatakan layak dan selanjutkan akan dikombinasikan kembali bersama beberapa faktor lainnya untuk dibut nilai rat-rata yang baru
OPTIMALISASI PENGGUNAAN GROUND SUPPORT EQUIPMENT DI EXISTING AREA TERHADAP TINGKAT KELANCARAN OPERASIONAL DI SISI UDARA BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI BALI kusno kusno; Mubarok
Jurnal Penelitian 58-68
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v5i2.497

Abstract

Moda transportasi udara saat ini mempunyai peranan yang sangat penting sebagai sarana angkutan penumpang dan barang atau cargo dari suatu tempat ke tempat lainnya. Hal ini dikarenakan moda transportasi udara memiliki kemampuan memindahkan penumpang dan barang atau kargo secara masal dan kemampuan jelajah yang jauh dalam waktu yang lebih cepat, sehingga dalam menunjang sistem transportasi dibutuhkan prasarana berupa bandar udara. Kondisi saat ini Pada unit kerja Ground Support Equipment (GSE) di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali saat ini kurang optimal terkait proses pelayanan yang diberikannya, dikarenakan sering terjadi keterlambatan baik itu pada saat penanganan bongkar muat bagasi maupun ketika pesawat akan datang dan berangkat. Hal ini disebabkan karena ketidak-siapan dari pihak divisi operator GSE dalam memberikan pelayanan kepada pesawat udara, kurang optimalnya pelayanan yang diberikan ini dipengaruhi oleh banyaknya kendaraan dan peralatan yang beroperasi di sisi udara Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang masih belum tertib dalam hal menempatkan peralatan dan kendaraan GSE yang sedang tidak digunakan, sehingga menyebabkan terjadinya kepadatan kendaraan dan menganggu kelancaran lalu lintas pada saat kegiatan operasional di sisi udara khususnya dibagian Service Road dan No Parking Area dan Lahan area untuk tempat penyimpanan kendaraan dan peralatan Ground Support Equipment juga sudah disediakan oleh pihak bandar udara akan tetapi hal ini masih belum terkodinir dengan baik, sehingga seringkali ditemukan petugas/operator GSE yang telah selesai mengoperasikan kendaraan ataupun peralatan GSE tidak menempatkannya kembali ke area yang sudah ditentukan dan terkesan menempatkannya dengan sembarangan sehingga perlu peninjauan dan pengawasan dalam menertibkan operator Ground Support Equipment (GSE) yang tidak disiplin oleh petugas Apron Movement Control (AMC) kurang optimal.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Juni 2025 Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Maret 2025 Vol. 9 No. 4 (2024): Jurnal Penelitian Desember 2024 Vol. 9 No. 3 (2024): Jurnal Penelitian September 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Juni 2024 Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Maret 2024 Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Juni 2023 Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Juni 2017 Vol 1 (2016): Jurnal Penelitian Maret 2016 343-352 332-342 323-331 316-323 312-322 311-320 306-315 305-310 297-311 297-305 295-301 292-304 289-296 289-294 283-296 282-288 278-291 278-288 276-281 273-282 270-277 268-275 264-272 261-267 260-269 257-263 256-269 254-260 250-259 249-253 247-255 246-256 242-248 240-249 237-246 236-241 235-245 232-239 230-235 227-236 224-234 223-229 222 -231 216-223 215-226 214 - 221 212-222 204 - 214 203 - 213 203-211 199-215 197-202 194-203 192 - 202 191-198 188-196 187-193 181 - 191 180-190 180-186 178-187 173-179 171 - 180 171-179 170-177 164 - 170 163-169 159-172 159-170 155 - 163 155-162 151 -158 147-158 142 - 150 138-147 135-146 133 - 141 129-137 125-134 123 - 132 121-128 114 - 122 113-124 110-120 102-112 101 - 113 100-109 90-101 90 - 100 93-99 86-96 84-92 79 - 89 77 - 89 75-85 75-83 71-80 71-77 70-77 69-77 68-77 67-77 66-77 66-74 65 - 76 64-77 64-69 62-70 61-69 60-69 59-70 59-67 58-68 58-66 58-65 57-65 56-65 56-64 56-63 55-63 52-61 52-60 50-59 50-58 49-57 49-56 49-55 48-57 47-57 45 - 54 45-54 45-51 44-48 43-51 42-55 42-49 42-48 41-49 40-48 40-44 38-47 38-46 38-41 37-48 37-44 36-44 36-43 35-41 32-37 31-40 30-41 29-42 29-39 29-37 29-35 28-41 28-34 27-37 27-35 27-31 25-39 25-36 24-36 23-29 21-30 21-28 21-26 20-28 20-27 19-28 18-26 16-27 16-24 15-24 14-28 14-20 13-20 12 - 23 12-22 11-20 11-19 11-14 10-17 9-17 8-13 7-12 1-19 1-15 1-13 1-11 1-10 1-9 1-8 1-7 1-6 More Issue