cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Inovasi
ISSN : 14115549     EISSN : 25276220     DOI : -
The Journal contains the original article of the research related to the problem areas of Agricultural Production, Animal Production, Agribusiness Management, and Agricultural Technology.
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
Pengaruh Penambahan Bubuk Jahe (Zingiber officinale Var.Amarum) Terhadap Karakteristik Fisikokimia Dan Sensori Kopi Robusta (Coffea Canephora L) nuraisyah, anni; Mutia Salsabila, Marsha; Fatimah, Titien
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v25i3.5947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penambahan bubuk jahe (Zingiber officinale Var. Rubrum) terhadap kualitas fisikokimia dan sensori kopi robusta (Coffea canephora L). Kopi robusta, yang banyak dibudidayakan di Indonesia, memiliki karakteristik rasa yang kuat dan pahit, yang dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan alami seperti jahe. Jahe, yang mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol dan shogaol, memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dapat mempengaruhi karakteristik fisikokimia produk kopi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan empat perlakuan dan empat pengulangan untuk analisis fisikokimia, serta 50 panelis untuk uji sensori. Perlakuan yang diuji meliputi berbagai konsentrasi bubuk jahe dalam campuran kopi robusta: P1 (96% kopi: 4% jahe), P2 (94% kopi: 6% jahe), P3 (92% kopi: 8% jahe), dan P4 (90% kopi: 10% jahe). Parameter yang diamati termasuk kadar air, nilai pH, kadar kafein, kadar padatan terlarut (TDS), dan uji organoleptik (aroma, rasa, tekstur/body, aftertaste, dan overall). Konsentrasi bubuk jahe mempengaruhi kualitas fisiokimia kopi robusta pada nilai kadar air nilai tertinggi pada perlakuan P4, untuk nilai pH perlakuan terbaik pada perlakuan P2 dengan nilai 5,67, sedangkan kafein nilai tertinggi ada pada P4, dan pada parameter padatan terlarut hasil tertinggi pada perlakuan P2 dengan nilai 1,17%. Pada parameter aroma nilai tertinggi yaitu pada perlakuan P4, pada parameter rasa, tekstur, keseluruhan dan overall nilai terbaik pada perlakuan P3.
Strategi Pengembangan Agrowisata Berkelanjutan Berbasis Triple Layered Business Model Canvas di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember: Sustainable Agrotourism Development Strategy Based on Triple Layered Business Model Canvas in Rowosari Village, Sumberjambe District, Jember Regency Nogroho, Ragel Satrio; Muksin, Muksin; Kustiari, Tanti
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Pengembangan Agrowisata Berkelanjutan Berbasis Triple Layered Business Model Canvas di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember'. Latar belakang penelitian dilandasi oleh potensi Desa Rowosari yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan agrowisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan model bisnis agrowisata di Desa Rowosari yang efektif dan berkelanjutan dengan alat bantu Analisis AHP, SWOT, dan TLBMC. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan berbagai pihak terkait (petani, pengelola wisata, pemerintah desa), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa strategi pengembangan model bisnis agrowisata yang meliputi pengembangan produk wisata berbasis pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur pendukung, serta strategi pemasaran yang tepat sasaran. Kesimpulannya, pengembangan model bisnis agrowisata di Desa Rowosari memerlukan perencanaan yang terintegrasi dan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak terkait untuk mencapai keberhasilan dan keberlanjutan usaha. Strategi yang dirumuskan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Rowosari melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal.
Integrasi Analisis Multidimensional Scaling dan Analytical Hierarchy Process untuk Pengembangan Berkelanjutan Agrowisata Gumuk Watu di Desa Dukuhdempok: Integration of Multidimensional Scaling and Analytical Hierarchy Process for the Sustainable Development of Gumuk Watu Agrotourism in Dukuhdempok Village Anggraeni, Vania Puspita; Muksin, Muksin; Putu Yudhia Kurniawan, Bagus
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v25i3.6292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan dan merumuskan strategi pengembangan Agrowisata Gumuk Watu di Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah Multidimensional Scaling (MDS) untuk menilai keberlanjutan berdasarkan dimensi ekologi serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan strategi prioritas. Hasil MDS menunjukkan bahwa dimensi ekologi berada pada kategori cukup berkelanjutan. Atribut pengungkit utama meliputi luas lahan, akses pasar, penanganan keluhan, dan regulasi kelembagaan. Hasil AHP menetapkan strategi prioritas secara berurutan: peningkatan akses pasar, pengelolaan keluhan, penyesuaian regulasi organisasi, dan pengelolaan lahan. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan agrowisata berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Pendekatan Strategis dalam Mengembangkan Usaha Hidroponik Asosiasi Petani Hidroponik (ASTANIK) Bondowoso Mulyo Juniarto, Ginanjar; Rizal, Rizal; Dwi Wahyono, Nanang
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya permintaan terhadap sayuran hidroponik merupakan potensi besar sektor pertanian sebagai penopang ekonomi daerah, namun pengembangan usaha hidroponik di Kabupaten Bondowoso tengah dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia, minimnya promosi, tantangan persaingan, dan kelemahan serta tantangan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha hidroponik yang dijalankan oleh Asosiasi Petani Hidroponik (ASTANIK) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Penelitian ini menggabungkan metode SWOT dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk merumuskan strategi pengembangan usaha berdasarkan kondisi lingkungan usaha ASTANIK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha hidroponik ASTANIK memiliki kekuatan dalam kualitas produk, legalitas usaha, dan efisiensi penggunaan lahan, namun juga menghadapi kelemahan seperti keterbatasan tenaga ahli, promosi yang minim, dan harga produk yang relatif mahal. Peluang strategis seperti loyalitas pelanggan dan perkembangan teknologi pertanian membuka ruang pengembangan yang besar, namun juga dihadapkan pada tantangan berupa cuaca, serangan hama, pesaing, dan tantangan lainnya. Berdasarkan hasil AHP, strategi utama yang direkomendasikan adalah meningkatkan kegiatan pemasaran melalui saluran online dan offline secara terintegrasi. Strategi ini dinilai paling efektif untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisi ASTANIK di tengah meningkatnya tren pertanian berkelanjutan.
Profil Senyawa Metabolit Ekstrak Daun Mint, Daun Stevia, dan Kulit Melinjo Menggunakan GC-MS Apriliyanti, Mulia Winirsya; Subaktilah, Yani; Ardiyansyah Suryanegara, Muhammad
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia sering memanfaatkan tanaman dan rempah-rempah sebagai bahan tambahan pada produk makanan atau minuman untuk memperkaya cita rasa produk. Diantaranya daun mint sebagai bahan aroma alami (flavor agent) dan daun stevia sebagai bahan pemanis alami. Penelitian sebelumnya telah mempelajari aktivitas antioksidan dan sifat sensoris dari minuman kulit melinjo dengan penambahan daun mint dan daun stevia. Kulit melinjo berpotensi sebagai antioksidan karena kandungan senyawa fenoliknya. Daun mint mengandung minyak peppermint yang menciptakan aroma segar sedangkan daun stevia mengandung steviosida, steviolbiosida, rebaudiosida A–E dan dulkosida A yang berperan sebagai pemanis alami. Bahan-bahan tersebut tentunya mengandung senyawa bioaktif lainnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit ekstrak dari kombinasi daun mint, daun stevia, dan kulit melinjo menggunakan GC-MS sehingga harapannya dapat memanfaatkan dan mengembangkan potensi dari bahan tersebut. Jumlah senyawa yang teridentifikasi dari ekstrak kombinasi daun mint, daun stevia, dan kulit melinjo menggunakan GC-MS lebih banyak pada ekstrak dengan pelarut etanol (45 senyawa). Senyawa yang dominan dalam ekstrak MSK-Aq dan MSK-EtOH adalah Hexadecanoic acid (CAS) Palmitic acid (asam palmitat) sedangkan pada ekstrak MSK-MetOH adalah 9-Octadecenoic acid (Z)- (CAS) Oleic acid (asam oleat).
Optimalisasi Karakteristik Biodegradable Foam Menggunakan Selulosa Daun Kelapa Sebagai Penguat dan Variasi Jenis Pati Sebagai Pengikat Samang, Andi Marlisa Bossa; Nurul Fathanah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kemasan styrofoam konvensional menimbulkan permasalahan lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai secara alami. Selain itu, polistirena sebagai bahan utama styrofoam berpotensi melepaskan senyawa berbahaya, seperti styrene, yang dapat bermigrasi ke dalam pangan dan bersifat toksik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alternatif kemasan ramah lingkungan berupa biodegradable foam (biofoam) berbahan dasar alami dengan penambahan selulosa daun kelapa (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) dan jenis pati (pati sagu dan kentang). Karakteristik biofoam diuji melalui daya serap air, kuat tarik, kuat tekan, densitas, biodegradasi, dan morfologi menggunakan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan optimal diperoleh pada kombinasi konsentrasi selulosa 20% dengan pati kentang (A5B2). Biofoam A5B2 memiliki daya serap air rendah (4%) dan densitas terendah (0,666 g/cm3), serta menunjukkan peningkatan seifat mekanis dengan kuat tarik sebesar 0,417 N/mm2 dan kuat tekan 0,032 N/mm2. Selain itu, laju biodegradasi biofoam A5B2 tertinggi yaitu 18,446%. Hasil uji SEM memperlihatkan bahwa biofoam tanpa selulosa (A1B1 dan A1B2) memiliki rongga besar dengan distribusi pori tidak merata, sedangkan biofoam pada perlakuan optimal (A5B1 dan A5B2) menunjukkan struktur yang lebih rapat dan padat, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan sifat fisik dan mekanis.
Sistem Agribisnis Faktor Dalam Pengembangan Usahatani Jamur Jonggol (Pleurotus Ostreatus ) Pada Petani Subsisten Menuju Komersial Sri Hastuti; Handayani, Nurma; Sumarliani, Sri; Afina, Afina
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agribisnis adalah suatu kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan hasil dan pemasaran yang ada hubungannya dengan pertanian dalam arti luas.Komponen Sistem Agribisnis adalah Subsistem pengadaan dan penyaluran sarana produksi, Usahatani , Pengolahan hasil pertanian , Pemasaran hasil pertanian dan Penunjang Kelembagaan.Jamur janggel jagung termasuk jenis jamur Basidiomycota karena mempunyai Basidium seperti payung dan dapat dibudidayakan petani di rumah . Janggel jagung bisa digunakan sebagai media pertumbuhan jamur.Petani Subsisten adalah usahatani pencukup kebutuhan keluarga, Petani Komersial adalah berusahatani untuk kentungan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi  yang dapat diterapkan dalam pengembangan usahatani Jamur Jonggol di desa Igir-Igir Kecamatan Kencong  Kabupaten Jember.Metode penelitian yang digunakan metode Deskriptif dan Kuantitatif.. Penarikan responden dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan kriteria tertentu yang dipandang mampu memberikan data maksimal, responden   yang   diambil adalah1 orang Pengusaha, 3 orang karyawan/keluarga  ibunya, Istri, anak , 1 orang pelanggan dan 1 orang reseller. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa ,  Strategi pengembangan yang dapat dilakukan oleh pengusaha Jamur Jonggol adalah Strategi Agresif/strategi SO (Strength-Opportunities), yaitu dengan menggunakan kekuatan ( Nilai Ekonomi Tinggi, Mudah Dilakukan Prosesnya, Bahan Baku Murah, Nilai Gizi Tinggi, Bibit Mudah Diperoleh) untuk memanfaatkan peluang ( Belum Banyak yang Membudidayakan, Pasar Masih Terbuka, Kesempatan dikembangkan Usahanya, Teknologi Pengemasan yang Baik, Menjadi Bidang Usaha yang Menjanjikan) yang ada. Pengembangan Usahatani Jamur Jonggol cukup baik karena disukai konsumen.
Pengaruh Kombinasi Frekuensi dan Lama Waktu Perlakuan High Pulsed Electric Field dan Sinar Ultraviolet Terhadap Kualitas Susu Sapi Segar: Combined Effects of Frequency and Treatment Duration of High Pulsed Electric Field and Ultraviolet Light on Fresh Cow Milk Quality Triardianto, Dimas; Hariono, Budi; Adhamatika, Adhima; Kusumasari, Findi Citra
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu sapi segar merupakan bahan pangan bergizi tinggi yang mudah rusak akibat aktivitas mikroba dan enzim. Proses pemanasan konvensional seperti pasteurisasi dan sterilisasi termal dapat memperpanjang umur simpan, tetapi berpotensi menurunkan kualitas sensori dan nilai gizi. Oleh karena itu, teknologi non-termal seperti High Pulsed Electric Field (HPEF) dan penyinaran ultraviolet (UV) mulai dikembangkan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekuensi dan lama waktu perlakuan kombinasi HPEF – UV terhadap mutu susu sapi segar, dengan parameter warna (lightness, redness, yellowness), pH, dan EC (electrical conductivity). Penelitian dilakukan dengan mengkombinasikan dua faktor. Faktor pertama adalah frekuensi HPEF (10, 20, dan 30 Hz), sedangkan faktor kedua adalah lama waktu perlakuan (10, 15, dan 20 menit). Parameter warna diuji menggunakan colorimeter, pH dan EC diukur menggunakan water quality tester, dan data dianalisis menggunakan two-way ANOVA serta uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi dan lama waktu perlakuan berpengaruh nyata terhadap semua parameter mutu. Nilai lightness (L*) dan redness (a*) menurun dengan meningkatnya frekuensi dan durasi perlakuan, menandakan sedikit penggelapan warna dan penurunan rona kemerahan akibat perubahan struktur protein dan lemak. Sebaliknya, nilai yellowness (b*) meningkat signifikan, menunjukkan penguatan rona kekuningan. Perlakuan HPEF – UV juga mampu mempertahankan kestabilan pH, mengindikasikan inaktivasi enzim penghasil asam dan penurunan aktivitas mikroba. Sementara nilai EC menurun pada frekuensi rendah, namun meningkat kembali pada frekuensi tinggi akibat pelepasan ion-ion bebas dari efek elektroporasi ireversibel
Development of a Low-Cost Precision Drop Tester Integrating Digital Height Measurement and Rapid Release Mechanism for Academic Packaging Labs Ralisnawati, Dani; Kurniawan, Muhammad Prasetya; Setioningrum, Desy; Astuti, Ratdiyanti Puji
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drop testing is a key method in evaluating the mechanical durability of packaging and products during distribution. This research develops a low-cost drop tester prototype that is precise and applicable for academic environments, referring to ASTM D5276 and ISTA standards. The integrative design using CAD/CAE and FEA simulation ensures the mechanical strength and reliability of the structure, while the electronic system based on microcontroller and ultrasonic sensor supports digital drop height measurement and deformation monitoring through high-speed camera. Experimental validation shows an average fall height deviation of less than 1 mm with stable fall orientation and quick release mechanism. Weaknesses such as the absence of arm height limit, limitations of the load cell sensor in recording load peaks, and the need for lubrication and maintenance of the slider are the focus of further development. Recommendations include full automation of data logging and application of AI for video analysis of the test process. This prototype has the potential to improve the quality of practicum learning and open up space for research development and packaging industry applications.
Neraca Massa–Energi Konversi Limbah Kopi menjadi Pupuk Organik Cair (POC): Penilaian Gate to Gate Brilliantina, Aulia; Fatur Rohman, Hanif; Ratri Andia Sasmita, Irene; Citra Kusumasari, Findi; Hasanuddin Slamet, Ahmad Haris
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v25i3.6549

Abstract

Limbah kopi berpotensi tinggi untuk divalorisasi menjadi pupuk organik cair (POC), namun kajian yang mengaitkan neraca massa–energi dengan mutu POC dan kepatuhan regulasi masih terbatas. Penelitian ini menyusun kerangka neraca massa–energi gate‑to‑gate untuk konversi limbah kopi menjadi POC (pencampuran–fermentasi–penyaringan), mengkuantifikasi rendemen POC, massa cake filtrasi, dan kehilangan air, serta menautkannya pada indikator kepatuhan Kepmentan 261/2019. Metode memisahkan aliran in–process–out per tahap dan menghitung penutupan massa; parameter mutu diukur/pedoman menurut praktik baku (TS; C‑organik via TOC/Walkley–Black; N total/organik via Kjeldahl; pH; mikrobiologi), sementara beban energi dievaluasi dari kerja listrik pengadukan/pompa dan panas laten penguapan. Studi kasus ilustratif menunjukkan tiga pengungkit utama: pengenceran, fraksi padatan yang lolos ke filtrat (θ), dan kadar air cake (MC_cake); ketiganya mengendalikan kompromi volume–konsentrasi (rendemen vs. TS/C‑organik). Pada operasi tanpa pemanasan, konsumsi energi didominasi pengadukan dan relatif rendah, sehingga efisiensi material lebih menentukan daripada efisiensi energi. Kerangka disertai templat perhitungan yang dapat direplikasi untuk analisis “what‑if” (setelan pengenceran/filtrasi) dan audit mutu per batch, membantu produsen kecil–menengah merancang proses yang konsisten, terdokumentasi, dan berpeluang memenuhi ambang Kepmentan 261/2019.