cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Inovasi
ISSN : 14115549     EISSN : 25276220     DOI : -
The Journal contains the original article of the research related to the problem areas of Agricultural Production, Animal Production, Agribusiness Management, and Agricultural Technology.
Arjuna Subject : -
Articles 447 Documents
Karakteristik Fisikokimia Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Terfermentasi Hasil Pengeringan Menggunakan Air Fryer Anjarsari, Dini; Iga Siska, Astri; Yuniantari, Ni Luh Putu
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v25i3.6562

Abstract

Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi besar produksi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.), namun pemanfaatannya masih terbatas pada bentuk segar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis fermentasi terhadap karakteristik fisikokimia tepung ubi jalar ungu hasil pengeringan menggunakan air fryer. Penelitian menggunakan empat perlakuan, yaitu kontrol tanpa fermentasi (K), fermentasi dengan yogurt (FY), fermentasi spontan (FS), dan fermentasi dengan ragi (FR). Proses fermentasi dilakukan selama 48 jam pada suhu ruang, kemudian bahan dikeringkan menggunakan air fryer pada suhu 70°C selama 20 menit. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, kadar pati, dan warna (L, a, b). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter fisikokimia tepung. Perlakuan FR menghasilkan kadar air terendah (6,92%) dan tingkat kecerahan tertinggi (L = 78,05), sedangkan FY memiliki kadar abu tertinggi (4,69%), dan FS menghasilkan kadar pati tertinggi (82,63%). Kombinasi fermentasi dan pengeringan air fryer terbukti mampu menghasilkan tepung ubi jalar ungu dengan mutu fisikokimia yang baik, stabil terhadap penyimpanan, serta berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku produk pangan fungsional dan diversifikasi komoditas lokal.
Analisis Proksimat Mie Sorame: Mie Substitusi Sorgum (Sorgum bicolor L. Moench) dan Edamame (Glycine max (L.) Merill) Indis, Nadhifah; Adhamatika, Adhima; Yani, Subaktilah; Rosyadi, A. Sirojul Anam Izza; Rakhmadina, Casilda Aulia
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v26i1.6570

Abstract

Sorghum is a gluten-free grain that has the potential to be used as an alternative substitute for wheat flour. There are two types of sorghum red sorghum and white sorghum). The sorghum we used in this study is the red sorghum (Sorghum bicolor L. Moench). Exploration of sorghum flour as the main ingredient for noodles is relatively limited if compared with corn, rice, and mocaf. This study aims to determine proximate content of SORAME noodles (Sorghum and Edamame Substitution). The method using CRD design with 5 treatments and 3 replications. The resulting data was analyzed statistically (normality, ANOVA, and LSD Fischer) using SPSS software at significance level of 0.05. Water content, ash content, and crude fiber analysis results are tended to increase with increasing sorghum flour, while the protein and carbohydrate content tended to decrease. The lowest water content (34.50%), the highest protein (5.75%) and the highest carbohydrate (60.05%) were obtained from SRM0, the highest ash (1.46%) and the highest fiber (14,15%) was obtained from the SRM4. Based on these results, the best formulation is SRM4 (sorghum and wheat flour 60:40). This formulation has high fiber and ash mineral content, but low carbohydrate and gluten.
Integrating LCA and Carbon Accounting for Gate-to-Gate Sustainability Improvement: Evidence from Liquid Nitrogen Injection in KBR Purifier Unit for Liquid Ammonia Production Kurniawan, Muhammad Prasetya; Wijaya, Hanung; Huda, Khoirul; Anggraini, Ananda Dian; Larasati, Errika Anggraini; Nurramdhana, Almaira Daffa
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research combines Life Cycle Assessment (LCA) and Carbon Accounting to quantify sustainability performance improvements in ammonia production. Emphasis is placed on gate-to-gate in the start-up phase of the purifier unit where energy use is high. Typically, start up in ammonia plants is a 20-25 hour long process that consumes large volumes of natural gas and steam resulting in substantial carbon emissions and inefficiency. This statement presents the technology of LIN (Liquid Nitrogen) Injection, which is used to accelerate the cooling process of purifier units at a temperature between −100 to−186 °C, reduces star-up duration by an estimation about 10.56 hours. ISO 14064-1 and SNI 7724:2011 standards were used, a gaseous mass, energy, and emission balance was carried out. Results also indicate that LIN Injection reduces natural gas consumption of 10.92 tons, steam with a factor of 899.56 tons and total energy Mech/ηµ using start-up cycle 592.89 GJ. This is equivalent to 33.3-34.2 tons of CO₂e emission reduction. This process-oriented decarbonization supports the MRV system, which enables carbon credit registration according to Indonesian’s IDX Carbon market framework.
Respon Fisiologis Domba Akibat Pemberian Pakan Dengan Imbangan RDP (Rumen Degradable Protein) dan NFC (Non Fibrous Carbohydrate) yang Berbeda Hendrarti, Etty Nuri Hendrarti; Joelal Achmadi; Agung Purnomoadi; Saraceen Erla Pratama; Mukh Arifin; Retno Adiwinarti
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh rasio Rumen Degradated Protein (RDP) dan Non Fibrous Carbohydrate (NFC) pada pakan terhadap respon fisiologis domba. Sebanyak 20 domba ekor tipis jantan, berumur 5-6 bulan dengan bobot badan 17,18 ± 1,26 kg (CV=7,34%) dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan pakan yang berbeda imbangan RDP dan NFC dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan meliputi T1 (pakan komplit dengan rasio RDP/NFC = 0,32), T2 (pakan komplit dengan rasio RDP/NFC = 0,29), T3 (pakan komplit dengan rasio RDP/NFC = 0,26), dan T4 (pakan komplit dengan rasio RDP/NFC = 0,23). Data suhu rektal, denyut jantung, dan laju respirasi diambil 3 kali, pada minggu ke 1, 4 dan 7. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju respirasi ternak domba, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap suhu rektal dan denyut jantung domba. Rata-rata suhu rektal dan denyut jantung sebesar 39,21℃ dan 74,67 kali per menit, sedangkan laju respirasi pada T2 tercatat sebesar 54,17 kali tiap menit, lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan perlakuan lain. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perbedaan rasio RDP dan NFC dalam pakan pada besaran 0,23 sampai dengan 0,32 masih dapat ditoleransi oleh DET melalui mekanisme termoregulasi
Pendapatan Usaha Penetasan Telur Itik Skala Kecil di Kabupaten Jember : Income of Small-Scale Duck Egg Hatchery Enterprises in Jember Regency Subagja, Hariadi; Kustiawan, Erfan; Hasanah, Niswatin; Laksito Rukmi, Dyah; Supriadi Saleh, Anang
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v25i3.6617

Abstract

This study aims to analyze the income efficiency level of small-scale duck egg hatching businesses with an incubator capacity of 1,000 eggs in Jember Regency in 2025. The analysis focuses on financial aspects, including production costs, revenue, income, profitability, the revenue-cost ratio (R/C ratio), and the Break-Even Point (BEP). Data were collected through field observations and direct interviews with hatchery farmers in Jember, East Java. The results showed that the average production cost per period was IDR 5,500,000 with a total revenue of IDR 5,600,000, resulting in a net income of IDR 100,000 per period. The BEP value was 786 units with a BEP price of IDR 6,875 per duckling, while the R/C ratio was 1.02 and profitability was 1.82%. Although the profit margin is relatively low, duck egg hatching businesses in Jember remain feasible to operate with improved management efficiency, particularly in feed cost control and hatchability optimization.
Pengaruh Penggunaan Bentonit Sebagai Perekat Pakan Bentuk Pellet, Kualitas Fisik Dan Performance Ayam Kampung Yunianta, Yunianta; Zamroni, Zamroni; Widata, Sri; Subagja, Hariadi; Setiawati, Evi
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama dalam pengembangan budidaya ayam kampung adalah pakan, yang merupakan unsur penting dalam usaha tani. Biaya pakan yang semakin mahal dapat mencapai lebih dari 70% biaya produksi, sehingga peternak berusaha membuat pakan sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada pabrik pakan. Salah satunya adalah dengan membuat pakan pellet menggunakan bentonit sebagai perekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentonit terhadap karakteristik fisik dan performa ayam KUB. Penelitian dilakukan di Laboratorium Terpadu, Fakultas Pertanian UST, dengan 3 perlakuan bentonit (0%, 1%, dan 2%) dan 4 ulangan. Setiap ulangan menggunakan 10 ekor ayam KUB umur 4 minggu yang dipelihara selama 5 minggu (minggu ke-4 hingga 10). Data dianalisis dengan ANOVA dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentonit berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap kualitas fisik pakan, seperti kekuatan pellet, keseragaman, tekstur, dan bau. Penggunaan bentonit 2% meningkatkan kualitas fisik pakan dan performa ayam, dengan peningkatan berat badan hingga minggu ke-10. Kesimpulannya, pakan dengan bentonit 2% dapat meningkatkan kualitas fisik pakan dan berat badan ayam KUB.
Analisis Strategi Digitalisasi Agroindustri Keripik Buah Dan Sayur Dalam Meningkatkan Daya Saing Di Era Digital Yesi Mustika Ningsih; Shintok Nabila; Dwi Laila Maulida
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v12i1.6263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digitalisasi yang diterapkan oleh agroindustri keripik sayur dan buah dalam meningkatkan daya saing di era digital. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang difokuskan pada Agroindustri keripik buah dan sayur yaitu CV Kajeye Food yang berlokasi di Kota Malang, Jawa Timur. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam dengan pemilik dan staf pemasaran, observasi partisipatif terhadap aktivitas digital harian, serta analisis dokumentasi dari platform e-commerce dan media sosial yang digunakan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi digitalisasi yang dijalankan oleh CV Kajeye Food sebagai pelaku agroindustri keripik sayur dan buah berperan penting dalam meningkatkan daya saing di tengah dinamika pasar digital yang semakin kompetitif. Pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai alat promosi visual, serta pemanfaatan platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data melalui fitur analitik yang tersedia.Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman strategi digital Agroindustri keripik dan buah dari sudut pandang pelaku usaha, serta memperluas literatur mengenai integrasi teknologi dengan nilai lokal dalam konteks agroindustri. Implikasi dari penelitian ini mencakup pentingnya dukungan kelembagaan untuk peningkatan kapasitas digital Agroindustri, serta pengembangan strategi yang kontekstual dan berkelanjutan.
Dekafeinasi Penurunan Kadar Kafein Kopi Arabika: Inovasi Dekafeinasi Kopi: Penurunan Kadar Kafein Kopi Arabika Tanpa Merubah Kualitas Melalui Metode Proses Air Swiss Yang Ramah Lingkungan A. Nur Farahdiba Suriadi; Rizka Aulia Safarni; Ayu Indayanti Ismail
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Minuman ini mengandung berbagai senyawa kimia kompleks, salah satunya kafein yang dapat meningkatkan aktivitas psikomotorik dan merangsang sistem saraf. Namun, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, sehingga perlu upaya pengurangan kadar kafein agar sesuai standar SNI dan EUFIC. Penelitian ini bertujuan menurunkan kadar kafein menggunakan larutan air bersuhu tinggi dengan tambahan arang aktif. Terdapat tiga tahapan, yaitu: penurunan kafein dengan variasi suhu perebusan (70°C, 80°C, 90°C) dan konsentrasi arang aktif (10%, 15%, 20%), proses dekafeinasi menggunakan metode Swiss Water Process, serta analisis kadar kafein, pH, asam klorogenat, dan cupping test. Hasil menunjukkan kadar kafein awal kopi arabika sebesar 1,49%. Dua perlakuan terbaik diperoleh pada suhu 70°C dengan arang aktif 15% (A1B2) yang menurunkan kafein menjadi 0,72%, serta suhu 80°C dengan arang aktif 15% (A2B2) menghasilkan 0,79%. Asam klorogenat kontrol sebesar 1,28%, turun menjadi 1,06% pada A1B2 dan 1,10% pada A2B2. Nilai pH juga menurun dari 4,7 menjadi 4,3 (A1B2) dan 4,2 (A2B2).Kesimpulannya, perlakuan terbaik adalah A1B2 dengan hasil kafein 0,72%, asam klorogenat 1,06%, pH 4,3, dan skor cupping test 81,88
Uji Efektivitas Minyak Parafin dan Ekstrak Daun Kirinyu (Chromolaena odorata) Terhadap Mortalitas Hama Kutu Kebul (Bemisia tabaci). Bakhroini Habriantono; Alrio Putra Nusantra; Khaerani Nurlaelita
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kutukebul (Bemisia tabaci) merupakan hama tanaman hortikultura yang aktivitas makan serta perannya sebagai vektor virus. Kehilangan hasil akibat serangan OPT pada cabai mampu mencapai 25 – 100%, terutama akibat serangan kutukebul (Bemisia tabaci). Salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai upaya pengendalian kutukebul (Bemisia tabaci) yaitu dengan menggunakan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk menentukkan tingkat toksisitas ekstrak daun Chromolaena odorata dan minyak parafin serta kombinasi ekstrak daun C. odorata dan minyak parafin terhadap imago B. tabaci. Pada taraf LC50 minyak parafin 1,3 kali lipat lebih beracun daripada ekstrak daun C. odorata pada dan pada taraf LC95 minyak parafin 0,9 kali lebih beracun daripada ekstrak daun C. odorata terhadap imago B. tabaci. Kombinasi ekstrak daun C. odorata dan minyak parafin 1,03 kali lebih beracun daripada esktrak daun C. odorata tunggal dan 0,78 kali lebih beracun daripada minyak parafin tunggal pada taraf LC50, Pada taraf LC95 kombinasi ekstrak daun C. odorata dan minyak parafin 1,01 kali lebih beracun daripada ekstrak daun C. odorata dan 1,02 kali lebih beracun daripada minyak parafin pada aplikasi secara tunggal. Hasil perhitungan indeks kombinasi pada taraf LC50 dan LC95 kombinasi ekstrak daun C. odorata dan minyak parafin bersifat aditif
Strategi Pengembangan Kawasan Agribisnis Ikan Gurami Di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember Abdilah Mudzakir; Tanti Kuastiari; Nanang Dwi Wahyono
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kawasan agribisnis ikan gurami, mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi, merumuskan alternatif strategi serta menentukan strategi prioritas dalam pengembangan kawasan agribisnis ikan gurami di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif, yang dilakukan pada bulan Juni-September 2025, dengan menggunakan teknik analisis Statistical Descriptive Analysis, SWOT dan QSPM. Hasil Statistical Descriptive Analysis menunjukkan bahwa kawasan termasuk kategori berkembang dan memiliki potensi yang baik, namun perlu adanya peningkatan terutama pada dari aspek rantai pasok, literasi keuangan dan kapasitas manajerial, serta pendampingan teknis dari pemerintah. Hasil identifikasi faktor internal menunjukkan bahwa kekuatan utama pada sumberdaya air yang memadai dan kelemahan utama pada akses teknologi, sedangkan hasil identifikasi faktor eksternal menunjukkan bahwa peluang utama pada ketersediaan sumber pakan non-komersial dan ancaman terbesar pada harga pakan yang terus mengalami kenaikan. Hasil analisis matriks IE menunjukkan bahwa posisi usaha kawasan pada strategi menjaga dan mempertahankan, dengan cara penetrasi pasar dan pengembangan produk. Hasil analisis SWOT menghasilkan formulasi 9 strategi alternatif. Hasil analisis QSPM menunjukkan bahwa strategi prioritas pengembangan kawasan agribisnsi ikan gurami di Kecamatan Umbulsari yakni optimalisasi lahan, air dan pengalaman budidaya melalui pembiayaan dan kemitraan.