cover
Contact Name
Moh Aziz Arifin
Contact Email
cendekiafillia@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fp.uniska@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
ISSN : 25025597     EISSN : 25986325     DOI : -
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia is a scientific journal that was published in 2016, this journal contains scientific writings, summaries of research results, discussion of literature and articles on community service information related to the field of animal husbandry.
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
Performa Produksi Kambing PE dengan Pemberian Daun Lamtoro pada Level yang Berbeda dalam Konsentrat Madi, Darlian Rambu; Susanti, Sri; Sumarno, Sumarno; Supartini, N
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i2.4290

Abstract

Penelitian ini dilakuakn untuk mengkaji pengaruh penggunaan daun lamtoro dengan level yang berbeda pada konsentrat terhadap PBB, Ukuran tubuh dan Konversi pakan pada kambing PE. Penelitian ini dilaksanakan dikelompok Tani Arjuna Sejahtera Dusun Prodo, Desa Klampok, Singosari Malang. Penelitian ini menggunkan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut yaitu: .P1= pakan basal + daun lamtoro 10%. P2= pakan basal + daun lamtoro 20%. P3= pakan basal + daun lamtoro 30%. P4= pakan basal + daun lamtoro 40%. Hasil penelitian menunjukkanmemberikan hasil Pertambahan Bobot Badan P1=80,36±67,41, P2=112,41±34,49, P3=137,50±21,89, P4=88,13±17,12 g/ekor/hari, analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan terdapat perbedaan tidak nyata (P>0,05). ukuran tubuh pertambahan Pertambahan Lingkar Dada P1=47,00±2,87, P2=48,00±87,00, P3=52,00±93,00,P4=40,00±73cm/ekor/28hari, analisis statistik menunjukkan perlakuan memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05). Konversi pakan P1=8,77±3,35 P2=8,92±4,06 P3=6,63±1,65, P4=10,33±2,22 analisis statistik menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan hasil penelitian dengan pengunaan daun lamtoro untuk pembuatan pakan konsentrat pada level yang berbeda samapi level 30% memberikan pengaruh baik terhadap pertambahan bobot badan, pertambahan ukuran tubuh dan konversi pakan pada ternak kambing. Disarankan bahwa pembuatan pakan konsentrat dengan level 30% pada P3 dengan protein kasar 15% dalam pakan konsentrat bisa menjadi pakan tambahan untuk ternak kambing.
Pengaruh Lama Simpan Pada Suhu Dingin Terhadap Mutu Organoleptik Dan Hedonik Susu Pasteurisasi Sosiawati, Endang Sapta Hari; Rahmawati, Nurina
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v9i1.5113

Abstract

The importance of doing this research is for the basis of business applications. Field reality shows that the shelf life of pasteurized milk is relatively short, causing many losses. The aim of the study was to determine the effect of long storage of pasteurized milk at cold temperatures (4oC) on organoleptic and hedonic qualities. The research method used was the experimental method, with a completely randomized design (CRD 7x4). Treatment of 7 pieces (H0 - H6) with 4 repetitions. Research variables: organoleptic quality and hedonic quality, indicators used: color, aroma, texture and taste tested by quality test. In this test, 25 untrained panelists were used per treatment observation. The amount of pasteurized milk used was 1000 mL. Data analysis was carried out using the ANOVA test and if there was a significant or very significant difference, then it was continued with the Duncan test. The results showed that storage time at cold temperatures (40C) had no significant effect (P>0.05) on the organoleptic and hedonic qualities which included color, aroma, texture and taste.
Penampilan Morfometrik Domba Sakub Jantan pada Umur Fisiologis yang Berbeda Meliana, Denis Agita; Sodiq, Akhmad; Setyaningrum, Agustinah; Purwantini, Datta Dewi; Susanto, Agus
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v9i1.5089

Abstract

Domba Sakub jantan memiliki potensi untuk dioptimalkan sebagai ternak penghasil daging karena penampilan produksinya yang tinggi. Penampilan produksi dapat ditinjau melalui nilai-nilai morfometrik berupa panjang badan, lingkar dada, dan tinggi badan. Umur fisiologis merupakan faktor yang berpengaruh terhadap performa produksi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penampilan morfometrik domba Sakub jantan pada umur fisiologis yang berbeda. Penelitian dilaksanakan secara survei (purposive sampling) di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan dan Desa Wanareja, Kecamatan Sirampog yang merupakan sentra pembibitan domba di Kabupaten Brebes. Materi penelitian adalah domba Sakub jantan milik peternak sejumlah 118 ekor dengan kelompok umur fisiologis muda dan dewasa. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Nomograf Harry King. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji chi square untuk menguji kesesuaian atau perbedaan pada setiap kategori dan parameternya. Hasil penelitian menunjukkan rataan penampilan morfometrik domba Sakub jantan pada umur fisiologis muda dan dewasa adalah panjang badan (cm) sebesar 65,02 ± 7,55 dan 77,34 ± 6,35, lingkar dada (cm) sebesar 74,39 ± 7,20 dan 92,49 ± 9,28, serta tinggi badan (cm) sebesar 66,90 ± 6,12 dan 75,59 ± 5,61. Penampilan morfometrik domba Sakub jantan memiliki proporsi atau nilai-nilai parameter tidak sama (terdapat perbedaan) untuk kategori muda dan dewasa. Penampilan morfometrik domba Sakub jantan pada umur fisiologis dewasa lebih tinggi atau lebih baik daripada umur fisiologis muda. Domba Sakub jantan pada umur fisiologis yang berbeda di Desa Wanareja, Kecamatan Sirampog memiliki penampilan morfometrik lebih besar atau lebih tinggi dari domba Sakub jantan pada umur fisiologis yang berbeda di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan.
Histopatologi Paru Dan Hati Pada Kasus Leucocytozoonosis Ayam Broiler Daniel, Daniel; Wardhani, Lailia Dwi Kusuma; Hasan, M.
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v9i1.5108

Abstract

Leucocytozoonosis, known as Malaria Like Disease, is a blood protozoan disease from the genus Leucocytozoon sp. Three broiler chickens from Ampera Jaya Farm Aceh Besar. Chickens experience clinical symptoms of feathers that look dull, the skin on the feet has petechiae, the eye membranes are hyperemic (conjunctivitis), the nasal and oral cavities contain mucous exudate and green feces. Chicken blood is taken via the brachial vein in the wing to be used to observe blood smears. The chicken experienced sudden death and a necropsy was carried out and the lungs and liver were taken to make histopathological preparations. The research results showed that there was Leucocytozoon sp. in blood smear preparations and schizonts in liver and lung histopathology. So in cases of death of broiler chickens it is caused by infection from Leucocytozoon sp. which causes changes in the histopathology of the chicken's lungs and liver with the discovery of schizon Lungs, Liver, Leucocytozoonosis, Broiler chickens
Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kualitas Fisi k Silase Kulit Kentang (Solanum tuberosum) Adi Putra, Febriyan; Lidiyawati, Anna; Haryuni, Nining
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i2.2846

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk bagaimana pengaruh waktu fermentasi terhadap kualitas fisik silase kulit kentang (Solanum tuberosum) yang meliputi uji pH,warna, aroma, dan tekstur. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar Jawa Timur selama satu bulan pada bulan Juni. Bahan yang digunakan adalah kulit kentang yang di dapat di tempat pengumpasan kentang daerah Pakunden, EM4, molases, pollard. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen berdasarkan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dan empat ulangan dan dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple. Hasil penelitian ini menunjukkan rata – rata pH P0 (4,22 ± 0,12), P1 (4,05 ± 0,05), P2 (4,00 ± 0,08), P3 (4,02 ± 0,28), P4 (4,10 ± 0,08), kemudian dari variabel keberadaan jamur tidak terdapat keberadaan jamur disetiap perlakuan. Dari hasil uji organoleptik menunjukan dari variabel warna P0 (3,14 ± 0,16), P1 (2,96 ± 0,13), P2 (2,95 ± 0,06), P3 (2,95 ± 0,15), P4 (2,89 ± 0,08), dari variabel bau P0 (3,11 ± 0,06), P1 (3,12 ± 0,03), P2 (3,03 ± 0,03), P3 (3,05 ± 0,05), P4 (3,10 ± 0,05), dari variabel tekstur P0 (4,00 ± 0), P1 (3,92 ± 0,03), P2 (3,87 ± 0,08), P3 (3,85 ± 0,08), P4 (3,88 ± 0,10). Dari data penelitian dapat disimpulkan bahwa lama fermentasi tidak berpengaruh terhadap warna, bau, tekstur, pH, dan jamur (P>0,05). Hal ini disebabkan rendahnya kandungan WSC (water soluble carbohtdrate) dan LAB (Lactic Acid Bacteria) sehingga proses ensilase berjalan lambat. pH silase pada umur simpan 28 hari menunjukkan angka 4,1 yang menindikasikan bahwa proses silase berjalan dengan baik.
Pengaruh Varian Bubuk Rempah Lokal terhadap Karakteristik Kadar Air, Warna (Hue, Chroma, dan Whiteness Index), Rendemen, dan Persentase Whey Keju Arkan, Naofal Dhia; Setyawardani, Triana; Sumarmono, Juni
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v9i1.5101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan varian bubuk rempah lokal yang paling optimal pada keju. Varian bubuk rempah lokal yang digunakan adalah kayu manis (Cinnamomum burmannii), serai (Cymbopogon citratus), dan kunyit (Curcuma longa L.) dengan perlakuan sebagai berikut; P0: keju susu sapi tanpa tambahan bubuk rempah; P1: keju susu sapi + 1% bubuk kayu manis; P2: keju susu sapi + 2% bubuk kayu manis; P3: keju susu sapi + 3% bubuk kayu manis; P4: keju susu sapi + 1% bubuk serai; P5: keju susu sapi + 2% bubuk serai; P6: keju susu sapi + 3% bubuk serai; P7: keju susu sapi + 1% bubuk kunyit; P8: keju susu sapi + 2% bubuk kunyit; P9: keju susu sapi + 3% bubuk kunyit. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan. Variabel yang diukur meliputi kadar air, Total Asam Tertitrasi (TAT), rendemen, persentase whey, dan warna keju. Kadar air keju berkisar 39,22–61,12%, TAT berkisar 1,08–1,86%, rendemen berkisar 10,89–19,32%, persentase whey berkisar 78,14–88,80%, warna hue berkisar 11,82–26,06%, chroma berkisar 13,49–28,82%, dan Whiteness Index (WI) berkisar 55,86–76,12%. Hasil dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) dan Uji Duncan's Multiple Range Test. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persentase penambahan bubuk rempah lokal 3% merupakan persentase yang paling optimal pada keju, dengan TAT, rendemen, warna hue, dan chroma tertinggi.
Penanganan Peternakan Sapi Potong Terhadap Pmk (Penyakit Mulut Dan Kuku) Di Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar Bachtiar, Aldo Tri; Lestariningsih, Lestariningsih; Hakim, Muhammad Helmi
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v9i2.5326

Abstract

Kegiatan ini dilakukan di Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengetahui atau menindaklanjuti kemiripan data antara data sapi potong yang divaksin dengan sapi potong yang tidak divaksin. Metode yang digunakan merupakan kombinasi dari pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data menggunakan cara observasi dan wawancara dengan menggunakan koesioner. Adapun kesimpulan yang didapat yaitu profi peternak di Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar terdiri dari klasifikasi umur pada peternak, tingkatan pendidikan, lama usaha beternak, serta populasi ternak sapi. Pencegahan PMK peternak di Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar terdiri dari klasifikasi pemberian vaksin, penerapan sanitasi dan biosecurity, frekuensi penyemprotan, pembatasan pengunjung, pembatasan ternak keluar masuk, frekuensi pembersihan kandang dan frekuensi ternak dimandikan. Penanganan dan pengobatan PMK peternak sapi potong di Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar terdiri dari kasifikasi pemberian vitamin, pemberian anti parasit, kondisi fisik ternak yang terinfeksi PMK, frekuensi obat herbal atau jamu, kondisi kaki ternak yang terinfeksi PMK, karantina dan isolasi ternak yang terinfeksi PMK dan kondisi ternak setelah dilakukan pengobatan. Tingkat pengetahuan peternak di Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar mendapatkan skor 4 (baik) terhadap PMK.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr) terhadap Organoleptik Bakso Ayam Broiler Yasin, Felri; Komala, Refika; Elisia, Rini
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v9i2.5910

Abstract

Bakso merupakan teknologi hasil peternakan yang berbahan dasar daging yang berbentuk bulat dan dimatangkan. Daging yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging ayam broiler, karena memiliki kelebihan diantaranya daging ayam berwarna putih, harga lebih murah dibandingkan dengan daging sapi, tekstur lebih halus, lembut serta lebih empuk. Seiring dengan meningkatnya konsumen dan inovasi yang mendorong produsen untuk membuat bakso dengan varian lain dan barbeda dari biasanya seperti bakso ayam broiler dengan pemberian ekstrak bawang dayak. Bawang dayak merupakan tanaman yang berasal dari kalimantan, tanaman ini memiliki kandungan antosianin yang digunakan sebagai pewarna alami. Pada penelitian ini menggunakan daging ayam broiler sebagai bahan utamanya, ekstrak bawang dayak, tepung terigu, tepung tapioka, bawang merah, bawang putih, garam, air es dan telur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 25 ulangan sehingga totalnya berjumlah sebanyak 125 sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian ekstrak bawang dayak yang terdiri dari P0 (0%), P1 (1,5%), P2 (3%), P3 (4,5%), dan P4(6%) diambil dari jumlah adonan. Data hasil yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) terhadap bakso ayam broiler, dengan perlakuan 0% sampai 6% tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap tekstur dan berbeda nyata (P0<0,05) terhadap warna, aroma dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) terhadap bakso ayam broiler dengan perlakuan 0% sampai 6% nyata berpengaruh terhadap warna, aroma dan rasa akan tetapi tidak berpengaruh terhadap tekstur. Kata Kunci : Bakso, Ekstrak Bawang Dayak, Organoleptik
Respon Peternak Sapi Potong Terhadap Keberhasilan Inseminasi Buatan Di Kabupaten Malang Murti, Ariani Trisna; Suroto, Karunia Setyowati; Osi, Matilda
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v9i2.5514

Abstract

This study aimed to evaluate the farmers' responses to the successful implementation of artificial insemination (AI) technology in beef cattle cultivated in Wajak District, Malang Regency. The method used is a survey involving 100 beef cattle farmers as samples, where the characteristics of the samples used are having at least 3 years of farming experience and the number of samples owned between 2 to 7 heads. Based on the analysis, it was found that farmers' assessment of the role of inseminators, farmers' knowledge of artificial insemination technology, and farmers' assessment of the implementation of artificial insemination were in a good category and the level of satisfaction was very satisfactory.The application of artificial insemination technology has a big influence so it has a good impact on the development of beef cattle farming. The factor that has the highest influence is the variable of breeding experience owned by farmers. Breeding experience is an important factor in developing livestock businesses and greatly influences the successful application of artificial insemination technology. The longer experience farmers have in beef cattle farming, the broader the level of experience they have. This condition makes it effective and easy to implement motivation and innovation to develop beef cattle farming. Therefore, farming experience is a key factor in determining the success of implementing artificial insemination for beef cattle in the Wajak sub-district, Malang district.
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dengan Level Berbeda terhadap Kualitas Fisik Bakso Daging Ayam Broiler Yulisriani, Rina; Qurniawan, Anas; lestari, Ayu; Irmawaty, Irmawaty; Nurul Afiyah, Dyah
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v9i2.6145

Abstract

This study aims to determine the effect of the addition of moringa leaf flour (Moringa oleifera) with different levels on the physical quality of broiler meatballs. The study was experimental, using a Complete Random Design, with 4 treatments and 3 replicates. Each test uses 3 meatballs with the given treatment (P0): 0% moringa leaf flour (Moringa oleifera), P1 (2.5%) moringa leaf flour (Moringa oleifera), P2 (30%) moringa leaf flour (Moringa oleifera), P3 (35%) moringa leaf flour (Moringa oleifera). The parameters tested are pH, Cooking Shrinkage, Lentility. Organoleptok test (hedonic test) and hedonic quality or the level of the panelists' preference for the product. The results obtained were that the physical quality test did not have a significant effect (P>0.05) on pH, sour shrinkage and elasticity. The results of the hedonic test had a significant effect (P<0.05) on taste, aroma, color and texture. The results obtained on hedonic quality are to have a significant influence (P>0.05) on pH, sour shrinkage and elasticity. The results of the hedonic test had a significant effect (P<0.05) on taste, aroma, color and texture. The results obtained on hedonic quality are to have a real influence (P<0.05) on taste, aroma, color, texture and chewiness.