cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra
ISSN : 20892926     EISSN : 25798138     DOI : -
Core Subject : Education,
JENTERA is a literary research journal published by Badan Pengembangan and Pembinan Bahasa, Ministry of Education and Culture. Jentera publishes the research articles (literary studies and field research), the idea of conceptual, research, theory pragmatice, and book reviews. Jentera publishes them biannually on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Pasar Tambak Kumandang al mustofa, Nasirudin; Ma’ruf, Ali Imran Al; Markhamah, Markhamah
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 1 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i1.6433

Abstract

Researchers wish to conduct a study related to local wisdom values in the folklore Tambak Kumandang Market using literary anthropology studies. This research uses a qualitative description method. The strategy used is a single case study with only a focus on one criterion or target. The form of data in this research is words, sentences and discourse. Furthermore, this research uses primary and secondary data sources. This research data collection was carried out using various steps, namely observation, in-depth interviews, recording, noting and document analysis. Then this research uses data validation techniques in the form of triangulation and informant review. There are two triangulations used, namely data source and method triangulation. This research data analysis technique uses an interactive model created by Miles and Huberman. After analysis and discussion, it was concluded that there are seven local wisdoms in the folklore of Tambak Kumandang Market, namely: 1) language system number 4, 2) knowledge system number 10, 3) social organization system number 6, 4) economic system number 10. 3, 5) systems of living equipment and technology number 5, 6) religious systems number 9, and 7) art systems number 3.  AbstrakPeneliti berkeinginan untuk melakukan kajian terkait nilai-nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat Pasar Tambak Kumandang menggunakan kajian antropologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Strategi yang digunakan adalah studi kasus tunggal dengan fokus pada satu kriteria atau sasaran. Bentuk data pada penelitian ini adalah kata, kalimat, dan wacana. Selanjutnya penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan berbagai langkah, yakni observasi, wawancara mendalam, perekaman, pencatatan, dan analisis dokumen. Kemudian, penelitian ini menggunakan teknik validasi data berupa triangulasi dan informant review. Terdapat dua triangulasi yang digunakan, yakni triangulasi sumber data dan metode. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan model interaktif yang diciptakan oleh Miles dan Huberman. Setelah dilakukan analisis dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat tujuh kearifan lokal dalam cerita rakyat Pasar Tambak Kumandang, yakni sistem bahasa sejumlah empat, sistem pengetahuan sejumlah sepuluh, sistem organisasi sosial sejumlah enam, sistem ekonomi sejumlah tiga, sistem peralatan hidup dan teknologi sejumlah lima, sistem religi sejumlah sembilan, dan sistem seni sejumlah tiga.
Harmoni dan Konflik: Eksplorasi Isu Lingkungan Cagar Alam Novel Kekal Karya Jalu Kencana Juanda, Juanda; Afandi, Iswan
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 1 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i1.7060

Abstract

The urgency of preserving nature reserves lies in protecting the flora and fauna within them and maintaining the balance of the wider environment. This research aims to examine ecological issues in the novel Kekal by Jalu Kancana using Greg Garrard's ecocritical approach. The qualitative descriptive method was applied to analyze the nature reserve phenomenon in the novel Kekal by Jalu Kancana, published by Mojok in 2019, with 252 pages. Data collection techniques will be carried out through library research, allowing the extraction of relevant data directly from the novel text. The data analysis technique used is an interactive model. The findings show six ecocritical aspects in the novel: pollution, wilderness, disaster, settlement, animals, and earth. Based on the results of the analysis, the tendency of ecological aspects that appear in the novel Kekal, namely settlement issues amounting to 12.20%, forest destruction issues at 9.16%, animal extinction at 8.95%, disasters at 6.90%, pollution at 5.13%, and earth/global warming amounted to 4.89%. The problem of dense settlements in urban to rural areas has the highest percentage of coverage, which shows that this novel significantly describes or discusses settlements. For policymakers, the findings of this research highlight the urgency of environmental protection. They can be used as a basis for designing more effective policies to overcome housing problems, forest conservation, animal protection, deforestation problems, and anticipating disasters in Indonesia.AbstrakUrgensi pelestarian cagar alam tidak hanya terletak pada perlindungan flora dan fauna yang ada di dalamnya, tetapi juga dalam menjaga keseimbangan lingkungan yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan mengkaji isu-isu ekologi cagar alam dalam novel Kekal karya Jalu Kancana dengan menggunakan pendekatan ekokritik Greg Garrard. Metode deskriptif kualitatif diterapkan untuk menganalisis fenomena cagar alam dalam novel Kekal karya Jalu Kancana, yang diterbitkan oleh Mojok pada tahun 2019 dengan total 252 halaman. Teknik pengumpulan data akan dilakukan melalui studi pustaka, memungkinkan ekstraksi data yang relevan langsung dari teks novel. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif. Temuan menunjukkan bahwa terdapat enam aspek ekokritik dalam novel tersebut, yaitu polusi, hutan belantara, bencana, pemukiman, binatang, dan bumi. Berdasarkan hasil analisis, kecenderungan aspek ekologi yang muncul dalam novel Kekal, yakni isu pemukiman berjumlah 12,20%, kerusakan hutan 9,16%, hewan 8,95%, bencana 6,90%, polusi 5,13%, dan bumi berjumlah 4,89%. Masalah pemukiman di wilayah perkotaan hingga pedesaan memiliki presentase cakupan tertinggi yang menunjukkan bahwa novel ini secara signifikan menggambarkan atau membahas tentang pemukiman. Temuan penelitian ini menyoroti urgensi perlindungan lingkungan dan dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang kebijakan yang lebih efektif dalam mengatasi masalah pemukiman, pelestarian hutan, perlindungan hewan, dan mengatasi masalah deforestasi, serta antisipasi bencana di Indonesia.
Citra Makanan Indonesia dalam Puisi di Atas Meja Makan: Kajian Gastrokritik Nurhalimah, Icha; Ambarwati, Ari
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 12, No 2 (2023): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v12i2.6863

Abstract

This study focuses on describing the image of Indonesian food in the collection of Poems on the Dining Table by Nova. In general, poetry only introduces how the author feels about what he feels about life, but through this gastrocritical research researchers want to show the distinctive form of poems with food themes and as a form of characteristics and culture from the area. Gastronomy has an important role to play in conveying the history of food it originated and became more than just food. The methods used in this study are qualitative methods and careful reading methods to describe the concept of gastrocriticism in culinary and art. The procedures in data collection used to collect data are the stage of determining the source of the data, the stage of reading the whole, the stage of categorizing the concept of gastrocriticism, and the stage of describing the results of gastrocriticism. The discovery of culinary and artistic concepts in poetry on the dinner table includes, 1) the image of taste, 2) the way of presentation, and 3) the way the food is consumed. Of the three culinary and artistic concepts, the most dominant result obtained in poetry research on the dinner table is the way of presentation. AbstrakPenelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan citra makanan Indonesia dalam kumpulan Puisi di Atas Meja Makan karya Nova. Pada umumnya puisi hanya mengenalkan bagaimana perasaan penulis terkait apa yang dirasakan tentang kehidupan, tetapi melalui penelitian gastrokritik ini peneliti ingin menunjukan bentuk khas dari puisi-puisi yang bertema makanan dan sebagai bentuk ciri khas dan budaya dari daerah tersebut. Gastronomi memiliki peran penting dalam menyampaiakan sebuah sejarah makanan itu berasal dan menjadi lebih dari sekedar makanan. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kualitatif dan metode membaca cermat untuk mendeskripsikan konsep gastrokritik pada kuliner dan seni. Prosedur dalam pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu tahap menentukan sumber data, tahap membaca keseluruhan, tahap mengkategorikan konsep gastrokritik, dan  tahap menjabarkan hasil dari gastrokritik. Penemuan konsep kuliner dan seni dalam puisi di atas meja makan diantaranya, 1) citra rasa, 2) cara penyajian, dan 3) cara makanan tersebut dikonsumsi. Dari ketiga konsep kuliner dan seni, hasil yang diperoleh dalam penelitian puisi di atas meja makan yang paling dominan adalah Citra rasa.
Nilai Moral dalam Novel Surga Yang Tak Dirindukan Karya Asma Nadia dan Relevansinya dalam Pembelajaran Sastra Indonesia di SMA Agustina, Novianti; Salam, Salam; Abidin, Aslan
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8350

Abstract

The purpose of this study is to describe the moral values in the novel Surga yang Tak Dirindukan by Asma Nadia based on James Rachels' ethical perspective, and to explain the relevance of these values in learning Indonesian literature in Senior High Schools. The focus of this study lies in the depiction of the form of moral values such as courage, honesty, loyalty, generosity, forgiveness, good deeds, and gentleness which are represented through the characters and conflicts in the novel, as well as the analysis of their relationship to character education in the context of learning literature. Data collection techniques are carried out through reading techniques and note-taking techniques that are relevant to the focus of the study. The main instrument in this study is the researcher herself as the key instrument, assisted by supporting instruments in the form of data corpus tables. The results of the study indicate that the novel Surga yang Tak Dirindukan is full of moral values that are apparent through the actions and choices of the main characters in facing life's problems, especially in the context of polygamy, family conflict, and social responsibility. These values are in line with ethical principles according to James Rachels, such as acting rationally, considering the interests of others, and upholding justice. In addition, the moral values in this novel are very relevant to be applied in literature learning at the high school level, because they support the strengthening of students' character and contextual learning that is in line with the Independent Curriculum and the Pancasila Student Profile. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia berdasarkan perspektif etika James Rachels, serta menjelaskan relevansi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran sastra indonesia di Sekolah Menengah Atas. Fokus penelitian ini terletak pada penggambaran bentuk nilai-nilai moral seperti keberanian, kejujuran, kesetiaan, kemurahan hati, pemaaf, beramal shaleh, dan lemah lembut yang direpresentasikan melalui tokoh dan konflik dalam novel, serta analisis keterkaitannya dengan pendidikan karakter dalam konteks pembelajaran sastra. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan teknik catat yang relevan dengan fokus penelitian. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci, dibantu dengan instrumen pendukung berupa tabel korpus data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Surga yang Tak Dirindukan sarat akan nilai-nilai moral yang tampak melalui tindakan dan pilihan tokoh utama dalam menghadapi permasalahan hidup, terutama dalam konteks poligami, konflik keluarga, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip etika menurut James Rachels, seperti bertindak rasional, mempertimbangkan kepentingan orang lain, dan menjunjung keadilan. Selain itu, nilai-nilai moral dalam novel ini sangat relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran sastra di tingkat SMA, karena mendukung penguatan karakter peserta didik serta pembelajaran kontekstual yang selaras dengan Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila.
Relasi Sastra dan Sosial: Tinjauan Strukturalisme Genetik dalam Cerpen Sebatang Pohon di Luar Desa Karya Seno Gumira Ajidarma Septriani, Hilda; Januarsyah, Gilang; Gantrisia, Kamelia; Cansrina, Genita
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8265

Abstract

This study aims to elaborate the representation of human facts, collective subjects, and worldviews on the surrounding environment depicted in the short story entitled Sebatang Pohon di Luar Desa by Seno Gumira Ajidarma using genetic structuralism and literary sociology approaches. A relevance as an analysis of Goldmann's literary sociology by collecting data sources from the short story Sebatang Pohon di Luar Desa by Seno Gumira Ajidarma. The method in this study is qualitative descriptive with a literary sociology approach. Data was obtained through literature review techniques by reading a short story entitled Sebatang Pohon di Luar Desa as a whole. Data analysis techniques by means of the validity of data obtained from reading sources such as books, journals accompanied by theory triangulation. The results of research from the analysis of the short story Sebatang Pohon di Luar Desa are elaborating on humanitarian facts that are collective subjects and worldviews in recording historical events in realizing independence which are represented very strongly and thick with historical meaning in Timor Timur (now is Timor Leste) at a certain period of time. This research also shows that Seno's short stories do not merely record social realities in life, but also form a critique of symbolic violence and the process of alienation in modern society. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi representasi fakta kemanusiaan, subjek kolektif, dan pandangan dunia terhadap lingkungan sekitar yang digambarkan di dalam cerpen yang berjudul Sebatang Pohon di Luar Desa karya Seno Gumira Ajidarma dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik dan sosiologi sastra. Suatu relevansi sebagai analisis sosiologi sastra Goldmann dengan cara mengumpulkan sumber-sumber data dari cerpen Sebatang Pohon di Luar Desa karya Seno Gumira Ajidarma. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data diperoleh melalui teknik kajian kepustakaan dengan cara membaca cerpen yang berjudul Sebatang Pohon di Luar Desa secara utuh dan keseluruhan. Teknik analisis data dengan cara keabsahan data yang diperoleh dari sumber bacaan seperti buku, jurnal-jurnal disertai triangulasi teori. Hasil penelitian dari analisis cerpen Sebatang Pohon di Luar Desa ini yaitu mengelaborasi fakta kemanusiaan yang bersifat subjek kolektif dan pandangan dunia dalam merekam peristiwa sejarah dalam mewujudkan kemerdekaan yang direpresentasikan dengan sangat kuat dan kental dengan makna historis di Timor Timur (sekarang Timor Leste) pada kurun waktu tertentu. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa cerpen Seno tidak sekadar merekam realitas sosial dalam kehidupan, tetapi juga membentuk kritik terhadap kekerasan simbolik dan proses alienasi dalam masyarakat modern.
Nilai Moral dalam Novel Catétan Poéan Réré Karya Ai Koraliati Wahyudin, Bayu; Ruhaliah, Ruhaliah; Suherman, Agus
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8273

Abstract

This study examines the narrative structure and moral values in the novel Catétan Poéan Réré by Ai Koraliati, a contemporary Sundanese literary work that boldly addresses LGBTQ+ issues, particularly gender identity and sexual orientation (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer/Questioning), within a society that upholds religious norms, propriety, and social harmony. The study employs a qualitative descriptive method with content analysis techniques to identify forms of moral values, classified according to Sudaryat’s framework, which includes human relationships with God, the self, others, nature, time, and the pursuit of both physical and spiritual well-being. The analysis reveals that all six categories of moral values are manifested explicitly and implicitly through the narrative, dialogues, and character actions. The novel presents emotional dynamics, moral conflicts, and reflective processes experienced by the characters as they face social pressures and questions of identity. Beyond its strong narrative structure, the work conveys profound ethical messages without being didactic. Catétan Poéan Réré illustrates how literature can serve as a space for dialectical engagement between traditional values and the complexities of contemporary Sundanese social realities. Abstrak Penelitian ini mengkaji struktur naratif dan nilai-nilai moral dalam novel Catetan Poéan Réré karya Ai Koraliati, sebuah karya sastra Sunda kontemporer yang secara berani mengangkat Isu LGBTQ+ merujuk pada identitas gender dan orientasi seksual (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer/Questioning) yang ada dalam masyarakat yang menjunjung tinggi norma agama, kesopanan, dan harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk nilai moral yang diklasifikasikan oleh Sudaryat, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, alam, waktu, serta dalam meraih kebahagiaan lahiriah dan batiniah. Hasil analisis menunjukkan bahwa keenam kategori nilai tersebut terwujud dalam narasi, dialog, dan tindakan tokoh secara eksplisit maupun implisit. Novel ini menampilkan dinamika emosional, konflik moral, serta proses reflektif tokoh-tokohnya dalam menghadapi tekanan sosial dan identitas. Selain menyuguhkan struktur cerita yang kuat, karya ini juga menyisipkan pesan-pesan etis yang dalam, tanpa kesan menggurui. Catetan Poéan Réré memperlihatkan bahwa sastra dapat menjadi ruang dialektika antara nilai-nilai tradisional dan kompleksitas realitas sosial kontemporer masyarakat Sunda.
Kajian Histori Sastra Lisan Mantra Bercocok Tanam Suku Serawai di Desa Renah Gajah Mati I dalam Perspektif Ontologi Hidayat, Rahmad; Suroso, Suroso
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8347

Abstract

This study aims to explain the history of the Serwai tribe's farming mantras in Renah Gajah Mati 1 Village from an ontological perspective. The research method used in this study is descriptive qualitative with an ethnographic approach. Data collection techniques in this study are interviews, observation, and documentation. Data analysis using a phenomenological hermeneutic approach. From the results of data collection, eight farming mantras were found in Renah Gajah Mati I Village, namely: (1) Jampi tughun sawah/mantra before starting the process of going to the rice fields, (2) Jampi pujung tigo ruang/, three types of punjung mantra (3) Jampi punjung tigo ragi/Three color tumpeng spell, (4) Jampi tughun kebun/before gardening mantra, (5) Jampi pianggang/ pest pianggang mantra, (6) Jampi asal pianggang/mantra origin of pest pianggang, (7) Jampi rancak/mantra pancang, and (8) Jampi nebang kayu/mantra for cutting down wood. From the eight mantras, the researcher then explains the HISTORI behind each mantra using an ontological perspective (what) on the assumptions of the community leaders involved. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan sejarah mantra bercocok tanam Suku Serwai yang ada di Desa Renah Gajah Mati 1 dalam perspektif ontologi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan pendekatan hermeneutik fenomenologis. Dari hasil pengumpulan data ditemukan delapan mantra bercocok tanam yang ada di Desa Renah Gajah Mati I yaitu: (1) Jampi tughun sawah/mantra sebelum memulai proses ke sawah; (2) Jampi pujung tigo ruang/mantra punjung tiga macam; (3) Jampi punjung tigo ragi/mantra tumpeng tiga warna; (4) Jampi tughun kebun/mantra sebelum berkebun; (5) Jampi pianggang/mantra hama pianggang; (6) Jampi asal pianggang/mantra asal mula hama pianggang; (7) Jampi rancak/mantra pancang; dan (8) Jampi nebang kayu/mantra menebang kayu. Dari delapan mantra tersebut kemudian peneliti memaparkan sejarah atau histori di balik setiap mantra dengan menggunakan perspektif ontologi (apa) pada asumsi tokoh masyarakat yang terlibat.
Diskursus Kekuasaan dalam Novel Negeri Senja Karya Seno Gumira Ajidarma dan Novel Dari Rahim Ombak Karya Tison Sahabuddin Bungin: Analisis Wacana Norman Fairclough Rahayuninsi, Dwi; Anshari, Anshari; Abidin, Aslan
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8349

Abstract

This study aims to examine the discourse of power formed and presented in the novel Negeri Senja and the novel Dari Rahim Ombak through Norman Fairclough's critical discourse analysis approach. This study is a qualitative study that emphasizes the deep meaning of literary texts as symbolic representations of power. The analytical method used refers to the three dimensions of Fairclough's model, namely: text analysis (description), discourse practice (interpretation), and social practice (explanation). The main data in the form of quotations in the novel that show the discursive practice of power, supported by secondary data such as theoretical literature, scientific journals, and socio-political contextual studies. The results of the study show that the two novels represent the ideology of power differently. Negeri Senja presents oppressive power that is legitimized through myth and violence, with fear as a tool of domination. In contrast, Dari Rahim Ombak criticizes the exploitation of resources and economic domination through a development narrative that appears progressive but is full of power interests, and emphasizes the importance of environmental conservation. In terms of social relations, Negeri Senja shows a hierarchical and closed structure, forming an alienated subject who loses agency. Meanwhile, Dari Rahim Ombak presents a more dialogical social relationship, although it remains controlled by traditional norms and state authority, and presents a subject who builds identity through ecological concern and collective responsibility. This finding confirms that literary texts function as symbolic fields that not only reflect socio-political realities, but can also reveal and critique the mechanisms of power hidden in narrative structures. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji diskursus kekuasaan dibentuk dan dihadirkan dalam novel Negeri Senja dan novel Dari Rahim Ombak melalui pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang menekankan pada pemaknaan mendalam terhadap teks sastra sebagai representasi simbolik kekuasaan. Metode analisis yang digunakan merujuk pada tiga dimensi model Fairclough, yaitu: analisis teks (deskripsi), praktik wacana (interpretasi), dan praktik sosial (eksplanasi). Data utama berupa kutipan-kutipan dalam novel yang menunjukkan praktik diskursif kekuasaan, didukung oleh data sekunder seperti literatur teori, jurnal ilmiah, dan kajian kontekstual sosial-politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua novel tersebut secara berbeda merepresentasikan ideologi kekuasaan. Negeri Senja menampilkan kekuasaan opresif yang dilegitimasi melalui mitos dan kekerasan, dengan ketakutan sebagai alat dominasi. Sebaliknya, Dari Rahim Ombak mengkritik eksploitasi sumber daya dan dominasi ekonomi melalui narasi pembangunan yang tampak progresif namun sarat kepentingan kekuasaan, serta menekankan pentingnya konservasi lingkungan. Pada aspek relasi sosial, Negeri Senja memperlihatkan struktur yang hierarkis dan tertutup, membentuk subjek yang teralienasi dan kehilangan agensi. Sementara itu, Dari Rahim Ombak menampilkan relasi sosial yang lebih dialogis, meskipun tetap dikendalikan oleh norma tradisional dan otoritas negara, serta menampilkan subjek yang membangun identitas melalui kepedulian ekologis dan tanggung jawab kolektif. Temuan ini menegaskan bahwa teks sastra berfungsi sebagai medan simbolik yang tidak hanya merefleksikan realitas sosial-politik, tetapi juga dapat mengungkap dan mengkritisi mekanisme kekuasaan yang tersembunyi dalam struktur naratif.
Makna Metafungsional dalam Novel Penyelamat Kakakku Karya Jodi Picoult Yin, Roni Lo Vun; Maman, Mayong
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8346

Abstract

This study aims to analyze the realization of metafunctional meaning (textual, interpersonal, ideational) and ideology in the novel Penyelamat Kakakku by Jodi Picoult with a functional systemic linguistic approach, descriptive qualitative method. Data collection through documentation, reading, and note-taking techniques that are analyzed by triangulation. The analysis reveals the author's ideology that emphasizes individual rights, family authority, and the relativity of meaning that textually, ideationally, and interpersonally criticizes the power structure and restrictive social norms, while fighting for bodily autonomy and individual freedom. The research findings correlate with the development of critical literacy, literature based on human values, and character development that emphasizes social sensitivity and critical thinking skills towards social reality. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis realisasi makna metafungsional (tekstual, interpersonal, ideasional) dan ideologi dalam novel Penyelamat Kakakku karya Jodi Picoult dengan pendekatan linguistik sistemik fungsional, metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui teknik dokumentasi, baca, dan catat yang dianalisis secara triangulasi. Analisis mengungkap ideologi penulis yang menekankan hak individu, otoritas keluarga, dan relativitas makna yang secara tekstual, ideasional, dan interpersonal mengkritik struktur kuasa serta norma sosial yang mengekang, sekaligus memperjuangkan otonomi tubuh dan kebebasan individu. Temuan penelitian berkorelasi dalam pengembangan literasi kritis, sastra berbasis nilai kemanusiaan, serta pengembangan karakter yang menitikberatkan pada kepekaan sosial dan kemampuan berpikir kritis terhadap realitas sosial.
Paradoks Individualitas: Penjelajahan Dekonstruksi Nilai Komunal dan Individual dalam Cerpen Jakarta Karya Totilawati Tjitrawasita Sugestian, Laetitia; Taum, Yoseph Yapi
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.7872

Abstract

This study aims to explore alternative interpretations of the short story Jakarta to demonstrate that such interpretation is not absolute. The data for this study is collected through library research. This study employs an eclectic approach by combining objective and discursive methods. Teeuw's semiotic theory is used for objective analysis, while Derrida's deconstruction theory is applied for discursive analysis. In the process data analyzation, the researcher anaylized the short story's elements using Teeuw's semiotic theory, identified the ideology embodied in the story, carried out decentering with Derrida's deconstruction theory, and identified as well as developed novel ideas that arose from the decentering process. The findings of this study reveal that the interpretation of the short story Jakarta is not absolute. The analysis using Teeuw's theory reveals that the story foregrounds the importance of family as a community, in which personal interests are considered secondary. However, the application of Derrida's deconstruction theory uncovers a new idea within the story, namely that each individual has the right to prioritize personal interests over non-urgent communal concerns. This idea is found through the characterization of Pak Pong's selfishness, as reflected in the conflict within the short story Jakarta. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penafsiran alternatif terhadap cerpen Jakarta untuk menunjukkan bahwa penafsiran terhadap cerpen ini tidak bersifat mutlak. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Dalam proses analisis, penelitian ini menggunakan pendekatan eklektik dengan menggabungkan metode objektif dan diskursif. Teori semiotika Teeuw digunakan untuk analisis objektif, sedangkan teori dekonstruksi Derrida diterapkan dalam analisis diskursif. Dalam melakukan analisis, peneliti menganalisis struktur cerpen dengan teori semiotika Teeuw, mengidentifikasi ideologi yang terkandung dalam cerpen, melakukan decentering dengan teori dekonstruksi Derrida, dan mengidentifikasikan serta merumuskan gagasan baru yang muncul dari proses decentering. Penelitian ini menemukan bahwa penafsiran terhadap cerpen Jakarta tidaklah mutlak. Analisis dengan teori Teeuw menunjukkan bahwa cerpen ini mengedepankan pentingnya keluarga sebagai sebuah komunitas, dengan kata lain kepentingan pribadi ditempatkan sebagai urusan sekunder. Namun, penerapan teori dekonstruksi Derrida berhasil mengungkap sebuah gagasan baru dalam cerpen ini, yaitu bahwa setiap individu memiliki hak untuk mengutamakan kepentingan pribadinya dan menomorduakan urusan komunal yang tidak mendesak. Gagasan ini ditemukan melalui karakter keegoisan Pak Pong yang tercermin dalam konflik cerpen Jakarta.