cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkp@hamzanwadi.ac.id
Editorial Address
Jalan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No. 132 Pancor Selong, Lombok Timur, NTB, 83612 Tlp. (0376) 21394, 22953, Fax. (0376) 22953.
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 2549841X     DOI : 10.29408/jkp
Core Subject : Social,
JKP terbit dua kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember dengan nomor eISSN: 2549-841X. Adapun tujuannya adalah mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian atau kajian teoritis (invited authors) dalam bidang bimbingan dan konseling yang belum pernah dipublikasikan. Penulis bisa berasal dari berbagai kalangan seperti guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati bimbingan dan konseling. Cakupan dan ruang lingkup materi terdiri dari: Pertama kurikulum bimbingan dan konseling. Kedua teknik bimbingan dan konseling. Ketiga media bimbingan dan konseling. Keempat bimbingan dan konseling berbasis teknologi dan informasi. Kelima penilaian dan evaluasi bimbingan dan konseling. Keenam Lesson Study, dan lainnya yang terkait dengan peningkatan kualitas konselor.
Arjuna Subject : -
Articles 110 Documents
Efektivitas Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Siswa di Sekolah Indonesia: Tinjauan Sistematis Sigit Hariyadi; Mungin Eddy Wibowo; Muslikah; Sinta Saraswati
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.31082

Abstract

Abstrak: Artikel ini merupakan systematic literature review yang bertujuan mengevaluasikan efektivitas konseling kelompok dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa di lingkungan sekolah Indonesia. Metode PRISMA digunakan untuk mengidentifikasi, memilih, dan menganalisis 13 artikel yang telah dipilih secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok tampaknya konsisten menghasilkan hasil yang positif dari berbagai perspektif, termasuk efikasi diri, kecemasan, resiliensi, dan motivasi berprestasi. Konseling kelompok juga membentuk ruang sosial yang aman dan suportif, di mana siswa dapat mengembangkan keterampilan sosial dan coping serta membangun identitas diri yang positif. Sementara itu, berbagai teknik konseling kelompok, dari reality therapy ke self-talk atau thought-stopping, MBCT, dan SFBT, berlaku diterapkan dalam konteks masalah siswa. Hasil temuan ini secara empiris menjelaskan konseling kelompok selain efektif secara klinis dan statistik, juga relevan sosial budaya untuk membantu siswa mengatasi masalah kesejahteraan psikologis masa kini. Oleh sebab itu langkah selanjutnya, studi ini merekomendasikan agar konseling kelompok sebagai strategi promotif dan preventif yang lebih diimplementasikan di sekolah Indonesia. Abstract: This article is a systematic literature review that aims to evaluate the effectiveness of group counseling in improving students' psychological well-being in Indonesian school environments. The PRISMA method was used to identify, select, and analyze 13 articles that have been selected thematically. The results showed that group counseling appears to consistently produce positive outcomes from various perspectives, including self-efficacy, anxiety, resilience, and achievement motivation. Group counseling also forms a safe and supportive social space, where students can develop social and coping skills and build a positive self-identity. Meanwhile, various group counseling techniques, from reality therapy to self-talk or thought-stopping, MBCT, and SFBT, are applicable in the context of student problems. These findings empirically explain that group counseling is not only clinically and statistically effective, but also socio-culturally relevant to help students overcome today's psychological well-being problems. Therefore, the next step, this study recommends that group counseling as a promotive and preventive strategy be implemented more in Indonesian schools.
Hubungan Antara Presepsi Siswa Terkait Kompetensi Keperibadian Konselor dan Sikap Siswa Terkait Pelayanan BK Maria Sensiliana Netu; Eem Munawaroh
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.31147

Abstract

This research is based on preliminary data from interviews with students at SMK IPT Karangpanas, which indicated that students perceive school counselors as having open and friendly personalities toward them. Students also stated that the counselor’s role is not limited to handling problematic students but also includes guiding and accompanying students, whether they are facing issues or are uncertain about choosing further studies. The purpose of this study is to determine: (1) how students perceive the counselor's personality competence, (2) students’ attitudes toward guidance and counseling services at school, and (3) whether there is a relationship between students' perceptions of the counselor's personality and their attitudes toward counseling services. The study involved 11th-grade students at SMK IPT Karangpanas as the population. Data collection methods used perception and attitude scales, while data analysis was conducted using descriptive statistics and product-moment correlation analysis. The results showed that students' perceptions of the counselor's personality competence fell into the fairly positive category, with an average score of 67.41. Similarly, students' attitudes toward counseling services were also fairly positive, with an average score of 60.75. The Pearson correlation test indicated a significant and positive relationship between students’ perceptions of the counselor’s personality competence and their attitudes toward guidance and counseling services, with a correlation coefficient of 0.542 and a significance value of 0.000 (p < 0.01). This means that the more positive students perceive the counselor’s personality, the more positive their attitude toward guidance and counseling services.
Hubungan Self Efficacy dan Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Motivasi Belajar Siswa Fadillah Faizatun Azzahra; Eem Munawaroh
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.31156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa di SMKN 1 Alian. Dengan menggunakan pendekatan korelasional kuantitatif, data dikumpulkan dari 264 siswa melalui kuesioner skala likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar, dengan efikasi diri sebagai faktor yang dominan. Sebanyak 53,9% variasi motivasi belajar dapat dijelaskan oleh efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya. Penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan efikasi diri dan dukungan sosial untuk meningkatkan motivasi belajar melalui layanan bimbingan dan konseling di sekolah kejuruan.
Efektivitas Konseling Kelompok Realita Dalam Meningkatkan Penyesuaian Diri Siswa di SMK N 1 Bawang Hana Amalia; Eem Munawaroh
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.31158

Abstract

Permasalahan diri yang kerap dialami siswa baru di sekolah meliputi kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru, tekanan akademik, serta masalah relasi dengan teman sebaya dan guru. Kondisi ini seringkali berdampak pada penurunan motivasi belajar dan kesejahteraan psikologis yang mengganggu proses belajar dan perkembangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyesuaian diri siswa kelas X PPLG di SMK N 1 Bawang serta menguji keefektifan layanan konseling kelompok realita dalam meningkatkan penyesuaian diri siswa di sekolah. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan design quasi experiment jenis Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. Sampel penelitian dipilih secara purposif berdasarkan skor penyesuaian diri rendah, dengan total 12 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data berupa skala psikologis penyesuaian diri berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Scheneiders (1964). Analisis data menggunakan Paired Sample T-test dan Independent Sample T- test dengan bantuan SPSS 27. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor penyesuaian diri yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah mendapatkan intervensi konseling kelompok realita (Sig. 0,002 < 0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan (Sig. 0,315 > 0,05). Hasil uji Independent T-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada posttest (Sig. 0,001 < 0,05). Dengan demikian, layanan konseling kelompok realita terbukti efektif dalam meningkatkan penyesuaian diri siswa. Penelitian ini merekomendasikan layanan konseling kelompok realita sebagai intervensi strategis bagi guru BK dalam membantu siswa mengatasi permasalahan penyesuaian diri di sekolah. 
Penerapan Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk Mengurangi Perilaku Maladaptif Merokok Pada Siswa lenny indah lorenza; Imaratul Ulwiyah; Bhennita Sukmawati
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.31524

Abstract

Abstract : This study aims to determine the application of cognitive restructuring techniques in reducing maladaptive smoking behavior in 9th grade students of SMP Negeri 2 Tegalsari. Using a qualitative approach, this study explores students' experiences and perceptions in undergoing cognitive restructuring techniques. Data were collected through in-depth interviews and participant observation of students involved in the intervention. The results showed that cognitive restructuring was effective in changing maladaptive thinking patterns related to smoking. Then the challenge in implementing this cognitive restructuring technique was from time constraints. The results also showed changes in student behavior after the intervention, one student managed to reduce the frequency of smoking significantly, while the other only experienced a slight decrease. Increased ability to cope with stress, students reported an increase in their ability to manage stress and negative emotions without relying on cigarettes. Students who received the intervention showed increased confidence in their ability to quit smoking and overcome the temptation to smoke. Changes in mindset, students showed changes in their mindset about smoking. Students began to recognize the negative impact of smoking on their health and well-being, and developed more positive beliefs about their ability to live without cigarettes. Increased resistance to peer pressure, students who received the intervention reported an increase in their ability to resist peer pressure to smoke. This study contributes to a deeper understanding of the application of cognitive restructuring techniques as an intervention to reduce smoking behavior in adolescents. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik restrukturisasi kognitif dalam mengurangi perilaku maladaptif merokok pada siswa kelas 9 SMP Negeri 2 Tegalsari. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali pengalaman dan persepsi siswa dalam menjalani teknik restrukturisasi kognitif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan terhadap siswa yang terlibat dalam intervensi. Hasil penelitian menunjukkan Restrukturisasi kognitif efektif dalam mengubah pola pikir yang tidak adaptif terkait merokok,lalu tantangan dalam penerapan teknik retstrukkturisasi kognitif ini adalah dari keterbatasan waktu, dan hasil penelitian juga menunjukkan adanya perubahan perilaku siswa setelah intervensi, , salah satu siswa berhasil mengurangi frekuensi merokok secara signifikan, sementara yang lain hanya mengalami penurunan yang sedikit. Peningkatan kemampuan mengatasi stres, siswa melaporkan peningkatan kemampuan mereka dalam mengelola stres dan emosi negatif tanpa bergantung pada rokok. Siswa yang mendapat intervensi menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam kemampuannya untuk berhenti merokok dan mengatasi godaan untuk merokok. Perubahan pola pikir, Siswa menunjukkan perubahan dalam pola pikir tentang merokok. Siswa mulai menyadari dampak negatif merokok terhadap kesehatan dan kesejahteraannya, dan mengembangkan keyakinan yang lebih positif tentang kemampuannya untuk hidup tanpa rokok. Meningkatnya penolakan terhadap tekanan teman sebaya, siswa yang mendapatkan intervensi melaporkan peningkatan kemampuannya untuk menolak tekanan dari teman sebaya untuk merokok. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang penerapan teknik restrukturisasi kognitif sebagai intervensi untuk mengurangi perilaku merokok pada remaja, serta implikasinya bagi pengembangan program pencegahan merokok di sekolah.
Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Menangani Adiksi Game Online Pada Siswa Zulfa Amirah Rachman; Dwi Nugroho Hidayanto; Muhaimin Abdillah
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.32438

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa peran guru bimbingan dan konseling dalam menangani adiksi game online pada siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Samarinda. Adiksi game online adalah perilaku tidak sehat yang dialami individu disebabkan oleh kecanduan bermain game online, dimana mereka bermain game online secara berlebihan dan terus-menerus sehingga sulit untuk berhenti dan mereka merasa ketergantungan dengan game. Apabila kecanduan game online tidak mendapatkan penanganan maka peserta didik di sekolah akan sulit fokus pada materi pembelajaran dikarenakan tidak memiliki kemampuan yang baik dalam mengatur waktu belajar dan bermain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK di SMPN 5 Samarinda telah memahami perannya dengan sangat baik, tetapi masih terdapat beberapa usaha yang perlu dilakukan dalam menangani adiksi game online seperti home visit agar mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai kebiasaan siswa ketika di rumah sehingga guru BK dapat bekerja sama dengan orang tua siswa untuk mengurangi perilaku adiksi game online yang dialami oleh anaknya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa guru BK dapat mengklasifikasikan tingkat kecanduan siswa dalam bermain game online, sehingga diperoleh informasi yang lebih spesifik mengenai kondisi siswa yang mengalami kecanduan game online, dengan demikian maka peran guru BK akan lebih mudah disesuaikan dengan penanganan yang akan diberikan kepada siswa sesuai dengan tingkat kecanduan game online yang dialami.
Efektivitas Layanan Konseling Kelompok Dengan Menerapkan Kitab Akhlaqu lil-Banat Terhadap Peningkatan Akhlakul Karimah Siswi SMA AL-HAMZAR Tembeng Putik Santi Mulyana; Ridwan; Musuki
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.32463

Abstract

Penelitian ini membahas tentang fenomena merosotnya akhlakul karimah yang disebabkan oleh perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang dapat mengakses berbagai konten dan informasi sehingga siswi tidak dapat memfilter hal-hal yang boleh dan tidak boleh diikuti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan menerapkan kitab akhlaqu lil-banat untuk meningkatkan akhlakul karimah siswi. Selain itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui deskripsi data sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental dan desain yang digunakan adalah desain A-B-A subjek tunggal. Adapaun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala akhlakul karimah dan analisis data menggunakan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi awal basline (A1) dengan perolehan skor rata-rata yaitu 47,3, pada intervensi (B) dengan perolehan skor rata-rata yaitu 56,3, dan kondisi basline (A2) yaitu setelah diberikan layanan dengan perolehan skor rat-rata 67. Berdasarkan hasil data sebelum dan sesudah diberikan layanan, maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh layanan konseling kelompok dengan menerapkan kitab akhlaqu lil-banat terhadap peningkatan akhlakul karimah siswi.
Meningkatkan Pemahaman Perencanaan Karir Melalui Bimbingan Klasikal Dengan Teknik Diskusi Kelompok Menggunakan Media Mind Mapping Pada Siswa Kelas IX MTS NWDI Tanah Abror Sakra Timur Setiana Wati; Suhartiwi; Dukha Yunitasari
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.32469

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk Meningkatkan pemahaman perencanaan karir melalui bimbingan klasikal dengan teknik diskusi kelompok menggunakan media mind mapping pada siswa kelas IX MTs NWDI Tanah Abror Sakra Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan Pre-Experimental Design dengan model One GroupPretest-Posstest Design yang dianalisis menggunakan Statistic Parametric dengan uji Paired Samples Test pada aplikasi SPSS versi 25. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa dengan sampel sebanyak 20 siswa, karena peneliti menggunakan metode sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya pemahaman perencanaan karir siswa setelah diberikanya layanan bimbingan klasikal dengan teknik diskusi kelompok menggunakan media mind mapping. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji Paired Samples Test pada aplikasi SPSS versi 25 dengan nilai sig. (2-tailed) < taraf signifikan, yaitu 0,000 < 0,05. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, maka Ha diterima. Sehingga dapat di simpulkan bahwa Meningkatnya pemahaman perencanaan karir melalui bimbingan klasikal dengan teknik diskusi kelompok menggunakan media mind mapping pada siswa kelas IX MTs NWDI Tanah Abror Sakra Timur.
Bakat sebagai Penggerak Keberhasilan Belajar: Perspektif Pendidikan Tinggi Titis Ildawati; Neviyarni; Ilham Zamil; Hamsidar
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.32477

Abstract

Penelitian ini menyelidiki peran bakat sebagai faktor determinan dalam proses pembelajaran di pendidikan tinggi. Meskipun bakat diakui sebagai potensi bawaan, implementasinya dalam praktik pendidikan yang personalisasi masih perlu dikaji lebih mendalam. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh bakat terhadap aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa, serta mengidentifikasi strategi pengembangannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumentasi terhadap 25 mahasiswa dan 5 dosen pembimbing akademik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) bakat memberikan pengaruh signifikan terhadap pencapaian akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa; (2) strategi pembelajaran yang adaptif terhadap bakat individu meningkatkan motivasi intrinsik, kreativitas, dan kepercayaan diri mahasiswa; serta (3) pendekatan holistik dalam identifikasi dan pengembangan bakat terbukti efektif menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Temuan ini merekomendasikan perlunya integrasi sistem identifikasi bakat dan pengembangan pedagogi personalisasi dalam kurikulum pendidikan tinggi untuk mengoptimalkan potensi akademik mahasiswa secara maksimal
Layanan Konseling Individu Dengan Teknik Self Control Untuk Mengurangi Kebiasaan Konsumsi Minuman Keras Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Keruak. Mizwar Rosandi; Muhamad Takiuddin; Desi Ariska
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.32482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling individu dengan teknik self control untuk mengurangi kebiasaan konsumsi minuman keras pada siswa kelas IX SMP Negeri 3 Keruak tahun. Oleh karna itu diperlukan intervensi berupa layanan konseling individu dengan pendekatan self control agar siswa mampu mengendalikan diri, menolak ajakan negatif, serta mengalihkan perilaku pada aktivitas yang lebih positif. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain A-B-A dalam kerangka SSQD (Single Subject Quantitative Design) Subjek penelitian adalah 1 orang siswa kelas IX SMPN 3 Keruak. Data dikumpulkan dengan instrumen angket kebiasaan konsumsi minuman keras dan angket self control, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui perbandingan skor pada fase baseline (A1), intervensi (B), dan baseline (A2). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada kebiasaan konsumsi minuman keras setelah diberikan intervensi. Pada fase baseline (A1) skor kebiasaan konsumsi minuman keras sebesar 138 dengan rata-rata 45, kemudian menurun menjadi 114 dengan rata-rata 38 pada fase intervensi (B), dan semakin menurun pada fase baseline (A2) dengan skor 96 dan rata-rata 32. Sementara itu, skor self control siswa meningkat dari 24 pada fase A1 menjadi 33 pada fase B, dan mencapai 40 pada fase A2. Dapat disimpulkan  bahwa layanan konseling individu dengan teknik self control efektif untuk mengurangi kebiasaan konsumsi minuman keras dan meningkatkan kemampuan pengendalian diri siswa kelas IX SMP Negeri 3 Keruak.

Page 10 of 11 | Total Record : 110