cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024)" : 11 Documents clear
RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA PASIEN ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Rizky, M. Ali; Primadiamanti, Annisa; Hidayaturahmah, Rizky
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.8838

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengueyang banyak menyerang anak-anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat pada pasien anak DBD di Rumah Sakit Pertamina Bintang Bandar Lampung periode Januari-Desember 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu retrospektif yang bersifat non-eksperimental. Data diambil dari rekam medik pasien selama bulan Januari-Desember 2021 dan sampel diperoleh 62 pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 62 pasien DBD yang diperoleh pasien terbanyak yaitu laki-laki sebanyak 32 (52%) pasien dan pasien usia 7-12 tahun yaitu (55%), terapi yang digunakan adalah pemberian cairan Ringer Laktat sebanyak 54 (87,09%) resep dan terapi Analgetik-Antipiretik adalah Parasetamol sebanyak 62 (100%) resep. Rasionalitas penggunaan obat DBD berdasarkan tepat diagnosis (100%), tepat obat (81,18%), tepat cara pemberian (100%), tepat dosis (82,86%), tepat indikasi (81,18%), tepat interval waktu pemberian (100%), tepat pasien (100%). Penggunaan obat DBD di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung sebagian besar sudah rasional.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN LOTION DARI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN VARIASI EMULSIFYING AGENT ALAMI DAN SINTESIS Asih, Putri; Ulfa, Ade Maria; Winahyu, Diah Astika
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.11354

Abstract

Antioksidan bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas. Antioksidan alami dapat berasal dari tumbuhan dan hewan. Salah satu tanaman sebagai sumber antioksidan alami yaitu bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak bunga telang dapat diformulasikan dalam sediaan bentuk lotion yang memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik, mengetahui variasi emulsifying agent alami dan sintesis ekstrak bunga telang dalam sediaan lotion memiliki aktivitas antioksidan dan mengetahui nilai IC50 yang paling baik dari variasi emulsifying agent alami dan sintesis sediaan lotion ekstrak bunga telang. Ekstraksi bunga telang menggunakan teknik maserasi dengan pelarut air kemudian di freeze dry. Ekstrak diuji fitokimia dan diformulasi menjadi sediaan lotion dengan variasi emulsifying agent alami dan sintesis. Lotion dilakukan uji evaluasi fisik. Hasil rendemen ekstrak didapat sebesar 20,45%. Hasil fitokimia pada ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan tanin. Hasil uji evaluasi fisik sediaan lotion formula I yaitu homogen, pH 6,71, daya sebar 6,4 cm dan daya lekat 4,41 detik. Formula II yaitu homogen, pH 6,91, daya sebar 5,8 cm dan daya lekat 4,50 detik. Hasil uji evaluasi fisik menunjukkan sediaan lotion memenuhi syarat. Sediaan lotion formula I dan formula II memiliki aktivitas antioksidan dilihat dari nilai IC50 , Sediaan lotion ekstrak bunga telang dengan emulsifying agent alami formula II memiliki nilai IC50 yang paling baik sebesar 31,85 ppm yang berarti memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat pada seri konsentrasi 10- 50 ppm. Formula yang lebih baik yaitu formula II dapat dilihat dari hasil uji evalusi fisik, hasil uji hedonik, dan uji antioksidan.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN LOTION VARIASI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN KARAGENAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Wachyuni, Mhella Nia; Ulfa, Ade Maria; Susanti, Dwi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.11915

Abstract

Infeksi kulit adalah penyakit yang secara umum dapat terjadi pada semua kalangan dan usia. Infeksi kulit yang terjadi pada manusia dapat disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan lotion variasi virgin coconut oil (VCO) dan karagena ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Sampel ekstrak bunga telang dibuat dalam bentuk sediaan lotion dalam 6 formulasi, kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan cara sumuran. Parameter uji aktivitas antibakteri meliputi adanya daerah jernih atau diameter zona hambat desekitar lubang sumuran. Konsentrasi ekstrak bunga telang yang digunakan adalah 10% dengan perbandingan VCO dan Karagenan 1:5 , 5:1 dan 3:3. Lotion ekstrak bunga telang memiliki aktivitas antibakteri, yaitu pada F1, F2 dan F3 memiliki zona hambat bertutut-turut yaitu 4,26mm, 7,10mm, dan 5,16mm yang termasuk kategori lemah dan sedang. Sediaan lotion ekstrak bunga telang secara keseluruhan telah memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik menurut SNI 16-3499-1996. Analisis data menggunakan One Way Anova menunjukkan hasil adanya perbedaan bermakna antar setiap formulasi p>0,05. Hasil dari keseluruhan uji menunjukkan bahwa F2 merupakan formulasi yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus serta menunjukkan hasil paling baik pada uji evaluasi fisik sediaan.
UJI TOKSISITAS BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) TERHADAP LARVA UDANG EKSTRAK METANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium Cepa L.) DENGAN METODE EKSTRAKSI SOKLETASI DAN REFLUKS Fitriyanti, Desi; Tutik, Tutik; Ulfa, Ade Maria
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.8386

Abstract

Kulit bawang merah telah lama digunakan sebagai obat tradisional karena kemampuannya menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler, diabetes, kanker dan aterosklerosis. Kulit Bawang merah mengandung senyawa-senyawa yang dipercaya berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antioksidan seperti kuersetin yang bertindak sebagai agen untuk mencegah sel kanker. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji toksisitas ekstrak metanol kulit bawang merah terhadap larva udang laut Artemia Salina Leach dengan metode ekstraksi sokletasi dan refluks. Uji fitokimia kandungan ekstrak metanol menunjukan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Hasil rendemen dari metode ekstraksi sokletasi dan refluks yang telah dilakukan diperoleh 12,5% dan 14%. Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) digunakan dalam skrining untuk menentukan sifat toksik suatu ekstrak secara in vivo. Hasil uji toksisitas ekstrak metanol terhadap Artemia Salina Leach dinyatakan dengan nilai LC50 164.441 µg/mL dan 310.373 µg/mL. Ekstrak metanol kulit bawang merah pada penelitian ini dikategorikan kedalam toksik sedang terhadap Artemia Salina Leach.Kata Kunci : Kulit Bawang Merah, Sokletasi, Refluks, Toksisitas, BSLT
ANALISIS BIAYA BERDASARKAN PERSEPSI RUMAH SAKIT PADA PENDERITA PARKINSON DI RSUD Dr. M. ASHARI PEMALANG Khairunnisa, Fatina Adila; Fatkhiya, Musa Fitri
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.13293

Abstract

Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif progresif kronik yang disebabkan oleh hilangnya neuron dopaminergik. Parkinson tidak dapat disembuhkan dan hanya dapat dikontrol dengan obat sehingga menjadi tantangan kepada pasien dan keluarga untuk mengeluarkan biaya pengobatan rutin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya berdasarkan persepsi rumah sakit pada pasien parkinsol.  Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental dengan pengambiland ata secara retrospektif. Teknik pengambilan data menggunakan Teknik purposive sampling dengan menggunakan data biaya akuntansi pada rawat jalan pada penderita parkinson periode Januari-Juni 2023 di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang. Hasil dianalisis menggunakan Microsoft Excel untuk melihat besarnya atau rata-rata biaya berdasarkan persepsi rumah sakit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komponen biaya terbesar adalah kategoroi biaya pengobatan sebesar Rp. 7.623.587 (76%) dengan rata-rata Rp. 136.135. Rata-rata biaya pada pasien BPJS PBI sebesar Rp 187.775 dan non PBI sebesar Rp. 176.479,43. Kesimpulan diperoleh kategori biaya terbesar berdasarkan persepsi rumah sakit adalah biaya pengobatan
UJI STABILITAS FORMULASI SPRAY NANOEMULSI VARIASI POLIETILEN GLIKOL 400 EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI TABIR SURYA Desbrianto, David; Ulfa, Ade Maria; Lestari, Yovita Endah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.11439

Abstract

Tabir surya adalah suatu sediaan yang mengandung senyawa kimia yang dapat menyerap dan memantulkan sinar UV yang mengenai kulit sehingga dapat digunakan untuk melindungi kulit manusia dari efek negatif sinar UV. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tabir surya yaitu bunga telang. Tujuan penelitian ini mengetahui stabilitas fisik sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan pengujian cycling test agar dapat diketahui hubungan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyimpanan, menentukan nilai SPF spray nanoemulsi untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyimpanan, dan mengetahui stabilitas spray nanoemulsi berdasarkan nilai SPF sebelum dan sesudah uji stabilitas. Ektraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut air dan kemudian di freeze dry, rendemen yang didapat yaitu 29,33%. Variasi PEG 400 yang digunakan 15%(F1), 20%(F2), dan 25%(F3). Berdasarkan hasil evaluasi stabilitas fisik, didapatkan hasil pada formula 1 stabil secara fisik dan statistik (pH, daya sebar, waktu kering, dan viskositas) dalam penyimpanan dengan nilai p>0,05. Nilai SPF yang diperoleh sebelum stabilitas yaitu 15,57; 18,91; 22,84 dan sesudah stabilitas 14,78; 17,69; 22,70. Hasil uji stabilitas nilai SPF didapatkan formula 3 paling stabil dengan nilai p>0,05.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIS Ikakusumawati, Novita Dhewi; Permatasari, Selvi Anna; Farida, Yeni
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.13491

Abstract

ABSTRAKPasien lanjut usia banyak yang mengalami masalah kesehatan, terutama dengan penyakit kronis  dapat mempengaruhi kualitas hidup. Karakteristik sosiodemografi mampu memberikan informasi lansia dalam mengatasi penyakit kronis yang dideritanya. Adanya penyakit kronis juga berhubungan dengan kualitas hidup pasien. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan karakteristik lansia dengan penyakit kronis terhadap kualitas hidup.  Penelitian ini merupakan non-eksperimental dengan desain cross sectional.  Pengambilan data secara wawancara dilengkapi dengan rekam medis dan resep periode April-Mei 2023. Kualitas hidup diukur dengan WHOQoL-OLD versi bahasa Indonesia. Analisis multivariabel menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden menderita hipertensi (88,19%), non-polifarmasi (80,3%), tidak bekerja atau pensiun (72,4%), dan memiliki status pendidikan rendah (75,6%) dan rata-rata QoL total sebesar 58,89. Analisis uji multivariabel hubungan memberikan hasil yang signifikan antara jenis kelamin dan usia terhadap facet sensory abilities (SAB), jenis kelamin dan status pendidikan terhadap facet autonomy (AUT), jumlah penyakit kronis dan usia terhadap facet social participation (SOP), jenis kelamin dan usia terhadap facet death and dying (DAD), status pernikahan dan status pekerjaan  terhadap facet intimacy (IN)T. Karakteristik lansia secara simultan tidak berhubungan signifikan dengan kualitas hidup total namun beberapa karakteristik secara simultan berhubungan signifikan dengan facet WHOQOL-OLD. ABSTRACTMany elderly patients had health problems, especially chronic disease that can affected the quality of life. The characteristic sociodemographic provide information about elderly people to help patients who suffered from chronic disease. The presence of chronic disease was also related to patients quality of life. This research conducted to relations between the characteristic of elderly patients and quality of life. This research was non-experimental with cross-sectional design. Data was measured by interview and completed by medical record and prescription, start form April to May 2023. The quality of life was measured using WHOQoL-OLD Indonesian version. Data analysis was using binary logistic regression. The result showed that the majority of respondents suffered from hypertension (88,19%), from the characteristics non polypharmacy (80,3%), not working or retired (72,4%), dan low education level (75,6%) and average score quality of life was 58,89. Multivariable analysis of relationship had the result of significant between gender and age on the sensory ability (SAB) facet, gender and education status on the autonomy (AUT) facet, number of chronic diseases and age on the social participation (SOP) facet, gender and age on the death and dying (DAD) facet, and martial status and employment status on the intimacy (INT) facet. The characteristic of elderly was not significant simultaneously related to quality of life, but several characteristics were significant simultaneously with the WHOQoL-OLD facet. 
UJI AKTIVITAS ANTI INFLAMASI TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) EKSTRAK METANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Cantika, Maria Tri; Tutik, Tutik; Nofita, Nofita
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.9776

Abstract

ABSTRAKKulit bawang merah (Allium cepa L.) mengandung banyak senyawa kimia, seperti flavonoid. Flavonoid yang terkandung dalam kulit bawang merah adalah kuersetin. Kuersetin adalah golongan senyawa yang memiliki aktivitas anti inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak metanol kulit bawang merah memiliki aktivitas anti inflamasi terhadap mencit putih jantan (Mus musculus).Penelitian ini dilakukan ekstraksi menggunakan metode refluks dengan pelarut metanol. Ekstrak yang di peroleh diukur kadarnya menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan dengan memberikan karagenin sebagai mediator radang pada telapak kaki mencit, lalu pemberian secara oral suspensi ekstrak metanol kulit bawang merah dengan dosis I (175mg/kgBB), dosis II (200mg/kgBB), dan dosis III (250 mg/kgBB), Na-CMC (kontrol negatif) dan Kalium diklofenak (kontrol positif). Hasil % rendemen ekstraksi kulit bawang merah dengan metode refluks diperoleh sebesar 15,7%. Hasil penetapan kadar flavonoid yang diperoleh sebesar 21,57%. Hasil uji aktivitas antiinflamasi ekstrak metanol kulit bawang merah diperoleh dosis 175 mg/kgBB sudah memberikan aktivitas antiinflamasi. Hasil uji Post Hoc LSD dengan nilai < 0,05 yang berarti ekstrak metanol kulit bawang merah mampu memberikan aktivitas anti inflamasi terhadap mencit dengan dosis optimal 250 mg/kgBB.
ANALISIS KUALITAS LAYANAN RATRI TOBAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN Priagung, Andri; Fatkhiya, Musa Firi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.13614

Abstract

Di instalasi farmasi poli rawat jalan RSUD Bendan memiliki sistem antrian pengambilan obat yang baru diluncurkan pada 17 Juli 2023 yaitu layanan RATRI TOBAT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas layanan RATRI TOBAT terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Bendan. Penilaian kualitas layanan RATRI TOBAT dilihat dari indikator mutu pelayanan kesehatan sedangkan kepuasan pasien dilihat dari indikator dimensi kepuasan.
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI TERHADAP CANDIDA ALBICANS EKSTRAK METANOL KULIT BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) Setiya, Kusumaningtiyas Putra; Tutik, Tutik; Marcellia, Selvi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.8702

Abstract

Candida albicans merupakan mikroflora di tubuh manusia yang dapat ditemukan di traktus gastrointestinal, membran mukosa dan kulit. untuk mengetahui ekstrak metanol kulit bawang merah dengan metode ekstraksi refluk memiliki aktivitas antifungi terhadap fungi Candida albicans, tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi ekstrak metanol kulit bawang merah ( Allium cepa L. ) yang berpengaruh terhadap fungi Candida albicans. Teknik ekstraksi yang digunakan yaitu refluks dan uji aktivitas. Hasil ekstrak diperoleh rendemen sebesar 10%. Hasil skrining fitokimia diperoleh senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin.  Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hambatan yang diterima pada fungi Candida albicans pada konsentrasi 5%, 30%, 55%, 80% dan 100%. Ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa L) yaitu senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan tannin. Tidak positif mengandung aktifitas antifungi terhadap Candida albicans. tidak ada penghambatan pertumbuhan terhadap fungi Candida albicans. Karena pada penelitian ini hanya dapat membuktikan adanya suatu senyawa metabolit sekunder secara kualitatif tidak secara kuantitatif terhadap antifungi.

Page 1 of 2 | Total Record : 11