cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2024)" : 19 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN PENYAKIT DIARE DENGAN TINDAKAN UNTUK MELAKUKAN SWAMEDIKASI DI APOTEK SARAS SRHAT SLAWI Khusna, Nala Milatul; Sari, Meliyana Perwita; Pratiwi, Rosaria Ika
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.14536

Abstract

 Diare adalah buang air besar dengan tinja encer atau berair dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (normalnya). Swamedikasi ialah pengobatan yang dilakukan sendiri oleh individu yang menderita penyakit ringan tanpa harus membeli obat dengan resep dokter. Pengetahuan merupakan hasil pengamatan manusia, atau hasil pemahaman seseorang terhadap objek indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan penyakit diare dengan tindakan untuk melakukan swamedikasi di Apotek Saras Sehat Slawi. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan acicidental sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 responden yang bertempat di Apotek Saras Sehat Slawi. Data penelitian diperoleh dari kuisioner yang telah diisi oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53% konsumen yang mempunyai tingkat pengetahuan cukup. Tindakan Swamediasi Diare menunjukkan bahwa 61% responden mempunyai tindakan cukup. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan swamedikasi diare dengan nilai pearson correlation 0,127 (tidak ada korelasi). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang swamedikasi diare di Apotek Saras Sehat Slawi tergolong cukup. Kata kunci : Pengetahuan, Tindakan, Swamedikasi Diare, Apotek Saras Sehat
PENENTUAN NILAI SPF DARI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Seto, Deni Gagat; Tutik, Tutik; Amalia, Putri
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.11529

Abstract

Kulit yang terpapar sinar ultraviolet (UV) dalam waktu cukup lama dapat menimbulkan efek negatif seperti fotokarsinogenesis, upaya yang dapat dilakukan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV diantaranya adalah tabir surya yang melindungi serta menjaga  kulit agar tetep sehat, salah satu bahan alam yang berpotensi untuk menjadi tabir surya adalah ekstrak kulit bawang merah, indikator yang menjelaskan keefektifan suatu zat yang bersifat UV protector adalah SPF (Sun Protection Factor), semakin tinggi nilai SPF suatu zat aktif maka semakin efektif untuk melindungi kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh yang lebih efektif dalam formula krim tabir surya ekstrak etanol 96% kulit bawang merah dengan konsentrasi yang berbeda menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian, krim memenuhi semua persyaratan setelah dilakukan berbagai uji kualitas sediaan dan pengukuran nilai SPF dengan factor koreksi (CF) 7,8 yang didapatkan dari sediaan komersial. Memperlihatkan, krim ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) dengan kode formulasi K(-), FI, FII, dan FIII konsentrasi 0%, 0,02%, 0,08%, dan 0,14%, dihasilkan nilai SPF berturut-turut 0,6; 2,7; 9,8; dan 18,9. Hal ini menunjukkan penambahan ekstrak kulit bawang merah pada FIII sudah termasuk kategori ultra berdasarkan ketentuan FDA yaitu tidak kurang dari >15.
FORMULASI DAN UJI EVALUASI FISIK SEDIAAN LOSIO MINYAK ATSIRI BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) SEBAGAI REPELAN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti Maulana, Difa Aryan; Hidayaturahmah, Rizky; Ulfa, Ade Maria
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.9648

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang di sebabkan oleh virus dengue yang dapat kapan saja bisa menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ke manusia yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Dibutuhkan produk repellan yang aman yang berasal dari tanaman yang aman salah satunya yaitu batang serai wangi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi fisik sediaan losio dan untuk mengetahui berapakah konsentrasi ekstrak batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) dalam sediaan losio yang memiliki efektivitas sebagai daya tolak terhadap nyamuk Aedes aegypti. Ekstraksi menggunakan metode destiasi uap air dengan pelarut aquades. Hasil rendemen yang didapat dari metode destilasi yaitu 0,035. Sediaan losio ekstrak daun serai wangi (Cymbopogen nardus L.) dengan konsentrasi 0,5% memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik yang baik meliputi uji organoleptik, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan losio formula III dengan konsentrasi 1,5% merupakan sediaan yang paling baik karena memiliki efektivitas terhadap nyamuk aedes aegypti pada 30 detik dan tidak efektif pada jam ke 6 dengan syarat diatas 80% kemudian data diuji menggunakan repeated measures ANOVA yang diperoleh nilai signifikan yaitu <0,05.
FORMULASI MASKER GEL PEEL OFF DARI SERBUK SARI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) Yanuarto, Tri; Wara, Tanza Dinda Vovies
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15934

Abstract

Kosmetik yang secara topical dipergunakan untuk memperbaiki penampilan, menjaga komponen cairan kulit, membersihkan kulit, dan anti penuaan dini. Salah satu kosmetik sebagai perawatan kulit adalah masker gel peel off. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan sediaan masker gel peel off dengan penambahan serbuk sari bunga telang yang mempunyai kandungan antioksidan.Formulasi masker gel peel off dibuat tiga formula masing-masing dengan menggunakan serbuk sari bunga telang dengan konsentrasi berbeda-beda (F1:2%); (F2: 4%); dan (F3: 6%). Penelitian ini dilakukan pengujian untuk melihat mutu fisik sediaan yaitu berupa pengujian organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, waktu mengering dan pengujian hedonik.Hasil penelitian yang telah dilakukan dari masker gel peel off dari ketiga formula memperlihatkan sediaan homogen, mempunyai warna biru muda, biru, biru keunguan; serta memenuhi parameter pengujian pH, daya lekat, dan uji waktu mengering. Sedangkan pengujian viskositas dan daya sebar tidak memenuhi standar.
Mini Review: Hubungan Mikrobiom Usus Dengan Kesehatan Manusia Fitria, Murni; Saputra, Anggi; Variyana, Yeni
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.14348

Abstract

Mikrobioma usus manusia, sebuah ekosistem kompleks yang terdiri dari jutaan mikroorganisme, telah menjadi fokus penelitian yang signifikan dalam konteks kesehatan manusia. Studi-studi terbaru menunjukkan bahwa komposisi mikrobioma usus dapat mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan, termasuk dalam konteks kondisi neuropsikiatrik seperti autisme dan depresi, serta penyakit kardiovaskular. Hubungan antara mikrobioma usus dengan autisme, misalnya, menunjukkan adanya perbedaan dalam kelimpahan bakteri tertentu pada anak-anak dengan autisme dibandingkan dengan yang sehat. Selain itu, gangguan keseimbangan mikroorganisme dalam usus atau disbiosis telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung. Metode analisis berupa Next Generation Sequencing (NGS), telah memungkinkan peneliti untuk memahami komposisi mikrobioma usus dan interaksinya dengan kesehatan manusia. Semenatar itu, penggunaan probiotik dan prebiotik berpotensi menangani masalah Kesehatan dengan cara memperbaiki keseimbangan mikrobioma usus. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami lebih dalam hubungan antara mikrobioma usus dan kesehatan manusia, serta potensi terapi probiotik dan prebiotik dalam mengatasi masalah kesehatan yang berkaitan dengan ketidakseimbangan mikrobioma usus. 
IDENTIFIKASI INTERAKSI OBAT POTENSIAL PADA PERESEPAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS HAJI PEMANGGILAN Lestari, Yovita Endah; Nurkhalika, Rachmi; Samor, Vania Amanda
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.16610

Abstract

Interaksi obat menjadi salah satu permasalahan dalam peresepan yang memiliki lebih dari lima macam obat didalam satu resep. Hal ini bisa menyebabkan obat yang diresepkan tidak dapat bekerja secara optimal. Pasien dengan penyakit hipertensi mempunyai resiko yang tinggi untuk mengalami interaksi obat. Hal ini berhubungan dengan komplikasi yang sering terjadi pada pasien hipertensi. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif. Pengambilan data secara retrospektif dari data rekam medik dan resep pasien hipertensi pada bulan November 2022 – Januari 2023 di Puskesmas Haji Pemanggilan, Lampung Tengah. Hasil penelitian menunjukkan karateristik pasien terbanyak pada jenis kelamin perempuan sebesar 111 (52,4%)  dan usia lansia (> 50 tahun) sebesar 133 (63,4%). Resep yang memiliki potensi mengalami interaksi obat sebanyak 90 resep (42,8%)  dari 210 resep. Gambaran pada potensi interaksi obat terbanyak masuk kedalam kategori moderate sebanyak 61 kasus (42,8%) dan terdapat 76 kasus (84,5%) interaksi obat berdasarkan mekanisme farmakodinamik.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT SAWI LADANG (Nasturtium Montanum) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-2-pycrilhydrazyl) Jannah, Syauqul; Mulyani, Elly; Maharani, Nathasia Aulia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15550

Abstract

Antioksidan ialah zat penghambat respons yang dilakukan oleh ekstremis bebas. Salah satu contoh antioksidan adalah tanaman sawi. Pemanfaatan daun sawi ladang (Nasturtium montanum) dalam pembuatan fraksi asam etil asetat dan efek antioksidan saat ini belum diketahui secara pasti. Selanjutnya, penting untuk melakukan penelitian mengenai aksi antioksidan dari bagian turunan asam etil asetat daun sawi sawah (Nasturtium Montanum). Uji penelitian dilakukan dengan tujuan agar mengetahui khasiat fraksi etil asetat sebagai antioksidan pada sawi ladang (Nasturtium Montanum) dengan menggunakan teknik DPPH. Pada fraksi etil asetat dilakukan dengan 4 rangkaian konsentrasi yaitu 40, 60, 80, 100 ppm. Tiap konsentrasi yang dibuat, dipepet sebanyak 2ml kemudian di tambahkan 2 ml DPPH 50 ppm. Lalu di inkubasi sekitar 30 menit. Absorbansi diperkirakan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ 517 nm dan disebut sebagai Nilai IC 50 (Inhibitory Focus) untuk menunjukkan konsentrasi antioksidan pada suatu senyawa yang menghasilkan tangkapan setengah atau 50% dari DPPH. Hasil uji coba antioksidan fraksi asam etil asetat sawi ladang (Nasturtium Montanum) menunjukkan adanya efektivitas Antioksidan dengan Nilai IC 50 senilai 98,57 µg/mL, termasuk kuat, 50-100 µg/mL . Berdasarkan penelitian ini, daun sawi putih (Nasturtium Montanum) mempunyai khasiat sebagai antioksidan.
UJI KUALITATIF KANDUNGAN HIDROKUINON PADA TIGA MEREK KRIM PEMUTIH WAJAH DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) Meilyda, Nadira Ayu; Febriani, Alik Kandhita; Balfas, Rifqi Ferry
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15818

Abstract

Hidrokuinon merupakan golongan fenol yang memiliki sifat larut dalam air. Bahaya penggunaan hidrokuinon dalam kosmetik antara lain menyebabkan okronosis (kulit berbintil seperti pasir, berwarna coklat kebiruan, terasa gatal dan terbakar). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan hidrokuinon pada tiga merek krim pemutih wajah yang dijual di media online. Sampel yang diteliti sebanyak 3 krim pemutih wajah yang dijual di media online dengan metode kromatografi lapis tipis. Hasil uji kualitatif hidrokuinon dengan reagen FeCl₃ 1%, memperoleh hasil sampel A, B dan C positif hidrokuinon. FeCl₃ merupakan reagen yang umum digunakan untuk uji kualitatif senyawa siklik, sehingga kurang spesifik karena akan menghasilkan uji positif terhadap senyawa yang mengandung siklik. Hasil uji reaksi warna dengan reagen benedict, O-fenantrolin dan hasil uji Kromatografi lapis tipis dengan menggunakan fase gerak metanol P:kloroform P (50:50), menunjukan sampel krim pemutih yang positif mengandung hidrokuinon yaitu sampel A dan C dengan nilai Rf yang mendekati Rf baku Hidrokuinon. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat 2 sampel positif mengandung hidrokuinon.
GAMBARAN KEPATUHAN PENGOBATAN (Medication Adherence) PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA DI KECAMATAN TEGALREJO YOGYAKARTA Cahayani, Dian Ameilia; Nasriyah, Chotijatun; Hartanto, Fajar Agung Dwi; Rahayu, Novi Widyastuti; Anggraini, Cristine
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.14757

Abstract

Latar Belakang: Gangguan jiwa merupakan penyakit yang tejadi gangguan pada kejiwaannya yang dapat berpengaruh dalam cara berpikir, berperilaku dan emosinya dalam kehidupan sehari-hari. Keefekivitasan terapi pasien dengan gangguan jiwa dipengaruhi oleh salah satunya adalah kepatuhan terhadap pengobatan. Psikoedukasi dan farmakoterapi menjadi pengobatan lini pertama untuk pasien dengan gangguan kejiwaan. Ketidakpatuhan menjadi faktor terjadinya kekambuhan. Menghentikan terapi pengobatan dapat meningkatkan risiko kekambuhan hampir lima kali lipat. Oleh karena itu, menjaga kepatuhan pengobatan merupakan hal yang penting.Tujuan: mengetahui gambaran kepatuhan pengobatan (Medication Adherence) pada pasien dengan gangguan jiwa di Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif bersifat prospektif dengan pengambilan sampel secara Purposive Sampling dengan teknik total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 31 orang dengan waktu pelaksanaannya sejak bulan Februari sampai bulan Maret di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta. Analisis data dengan statistik SPSS 26 yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dengan versi terjemahan dalam bahasa Indonesia dari penelitian Syahroni (2017).Hasil: Kepatuhan pengobatan pasien gangguan jiwa di Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta menunjukkan hasil kategori rendah sebanyak 22 orang (71%) dan yang memiliki kepatuhan sedang sebanyak 9 orang (29%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kategori tingkat kepatuhan masih tergolong sangat rendah.

Page 2 of 2 | Total Record : 19