cover
Contact Name
Febry Maharlika
Contact Email
febry.maharlika@email.unikom.ac.id
Phone
+6281226100654
Journal Mail Official
wacaciptaruang@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Program Studi Desain Interior Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati Ukur No.112-116 Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Waca Cipta Ruang: Jurnal Ilmiah Desain Interior
ISSN : 23016507     EISSN : 26561824     DOI : https://doi.org/10.34010
Core Subject : Art, Engineering,
Waca Cipta Ruang merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Desain Interior UNIKOM pada bulan Mei dan Nopember setiap tahunnya. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian dan studi-studi Desain Interior meliputi kajian teori, kajian seni dan budaya, dan kajian desain dalam konteks ruang, yang difokuskan pada tema ruang dan kebudayaan.
Articles 128 Documents
Representasi Budaya Baduy dan Peranakan pada Estetika Interior Hotel Episode Gading Serpong Suriastuti, Mira Zulia; Rr. Chandrarezky Permatasari
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 1 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i1.13541

Abstract

Pelestarian kebudayaan diperlukan untuk mempertahankan identitas budaya lokal yang dapat menjadi sarana sebagai pengenal identitas dan karakter. Representasi budaya dalam desain interior mencerminkan identitas, nilai dan tradisi suatu kelompok masyarakat. Hotel Episode Gading Serpong dipilih menjadi studi kasus dalam penelitian ini, karena  letaknya yang berada di Provinsi Banten serta menghadirkannya konsep yang bertemakan Baduy dan Peranakan dalam interior hotelnya. Dalam kemodernitasan saat ini, Hotel Episode Gading Serpong menghadirkan representasi budaya Baduy dan Peranakan dalam estetika interior menciptakan pengalaman ruang yang tidak hanya estetis tetapi juga memiliki makna historis dan kultural. Penelitian ini menggunakan Teori Applied Aesthetic yang dikemukakan oleh Ahadiat Joedawinata digunakan untuk membahas ulasan bagaimana representasi budaya pada estetika interior diterapkan dalam perancangan ruang serta menganalisa bagaimana elemen budaya Baduy dan Peranakan muncul menjadi bagian estetika interior hotel. Metode penelitian secara kualitatif disampaikan secara analitif deskriptif dengan melakukan observasi  dan dokumentasi dari setiap elemen-elemen terpilih pada studi kasus dan studi literatur unuk pembahasannya. Melalui penelitian ini dapat menjadi pengetahuan tambahan tentang bagaimana korelasi antara representasi budaya dan desain pada interior ruang baik secara visual maupun perlakuan pada karakter seperti material, teknik, maupun sumber daya lainnya yang tampil pada estetika interior ruang. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan memberikan rekomendasi implementasi sebuah konsep ruang dengan menunjukkan identitas budaya setempat.   Kata Kunci: representasi budaya, estetika interior, fenomena budaya, identitas budaya
KAJIAN ELEMEN DOME JATI PADA BANDARA INTERNASIONAL KERTAJATI DI MAJALENGKA Havier, Maugina Rizki; Firly Fathia Azzahra
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 1 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i1.15365

Abstract

Pada pembahasan ini dilakukan penelitian ornamen dome jati yang merupakan sebuah fasilitas yang berada di dalam area kedatangan bandara internasional kertajati, majalengka, provinsi jawa barat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tahun 2024 yang terfokus kepada salah satu ornamen yang menggabungkan gaya interior modern dan budaya lokal sunda yaitu simbol pohon jati yang dijadikan ikon pada daerah kertajati. Permasalahan pada dome jati adalah bagaimana dome jati dapat mendukung sebagai estetika interior dan dapat memperkenalkan identitas budaya lokal di bandara kepada pengunjung bandara. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif melalui observasi lapangan langsung sebagai data primer dan studi literatur sebagai data sekunder. Hasil penelitian pada dome jati ialah tidak hanya berfungsi sebagai ornamen dekoratif tetapi juga memperkuat identitas visual pada bandara kertajati. Penggunaan ornamen yang berbentuk daun jati, memiliki pola yang geometris, dan warna netral memberikan peran  penting terhadap pengembangan ruang yang fungsional, estetis, serta memperkuat identitas bandara kertajati.   Kata Kunci: Dome Jati, Bandara Kertajati, Budaya Sunda, Ornamen Desain, Identitas Lokal.
Implementasi Tema Sanctuary dan Konsep Wellness Berbasis Evidence-Based Design (EBD) sebagai Strategi Inovatif dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan:Studi Kasus di Puskesmas 1 Baturiti, Tabanan, Bali Ni Kadek Amami; Pranajaya, I Kadek; Ni Made Sri Wahyuni Trisna
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 1 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i1.15676

Abstract

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) berperan sebagai garda terdepan dalam layanan kesehatan primer di Indonesia. Namun, sering kali menghadapi keterbatasan infrastruktur dan pengelolaan ruang yang kurang optimal. Puskesmas 1 Baturiti, Tabanan, Bali mengalami tantangan serupa sehingga diperlukan perancangan ulang untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Penelitian ini mengadopsi tema Sanctuary dan Wellness, menawarkan pendekatan inovatif dengan menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman guna mendukung proses penyembuhan holistik. Tujuan dari penelitian ini adalah menyediakan solusi komprehensif yang mengintegrasikan aspek fisik, psikologis, dan emosional melalui penggunaan palet warna lembut serta elemen alami. Metode deskriptif kualitatif diterapkan dengan melakukan observasi lapangan, wawancara mendalam, serta analisis dokumen arsitektural. Analisis mengungkap beberapa permasalahan utama, seperti keterbatasan ruang tunggu, pola sirkulasi tidak efisien, serta kurangnya fasilitas pendukung, termasuk ruang relaksasi. Pendekatan evidence-based design dalam perancangan ulang menghasilkan perbaikan pada efisiensi alur kerja, pengurangan waktu tunggu, serta peningkatan kenyamanan psikologis bagi pengguna. Inovasi desain diharapkan dapat menjadi model bagi fasilitas kesehatan lainnya dalam menerapkan elemen penyembuhan holistik yang mendukung pemulihan pasien serta kesejahteraan tenaga medis. Selain itu, perbaikan lingkungan fisik berkontribusi pada optimalisasi layanan kesehatan secara keseluruhan. Keunikan dari penelitian ini terletak pada integrasi konsep sanctuary dan wellness sebagai pendekatan inovatif dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur serta meningkatkan layanan kesehatan primer.   Kata Kunci: evidence-based design, inovasi pelayanan, puskesmas, sanctuary, wellness  
Reimagining Vegetable Markets Eco-Friendly, Waste Efficiency, & Neo-Vernacular Inspired Traditional Market for Agritourism Potential Ni Putu Cahyanti; Hendrawan, Freddy; Ni Nyoman Sri Rahayu; Lelo
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 1 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i1.15713

Abstract

Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti merupakan pusat perdagangan hasil pertanian lokal yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat Desa Baturiti. Namun, pasar ini masih menghadapi beberapa permasalahan, seperti kurangnya daya tarik pasar, kebutuhan ruang yang luas, kurangnya fasilitas pendukung, serta sistem pengelolaan limbah yang belum optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan perancangan ulang Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti menggunakan pendekatan desain neo-vernakular yang mengintegrasikan elemen-elemen budaya lokal dengan prinsip ramah lingkungan guna mendukung potensi agrowisata. Penelitian deskriptif kualitatif menggunakan analisis tematik di dalam mengidentifikasi dan menginterpretasikan data-data empiris untuk kemudian digunakan di dalam proses perancangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur terkait desain berkelanjutan dan sistem pengelolaan limbah organik. Perancangan ulang ruang Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti mempertimbangkan aspek zonasi ruang yang lebih efisien, penerapan sistem pengelolaan limbah melalui fasilitas pengomposan terpadu, penggunaan material lokal yang ramah lingkungan, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti rest area, kios pedagang suvenir, kios kuliner, dan pojok edukasi agrowisata. Melalui perancangan ulang ruang ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan desain ruang pasar tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga sebagai destinasi agrowisata yang dapat mendukung perekonomian lokal dan pelestarian budaya setempat dengan konsep modern, efisien, dan berkelanjutan.   Kata Kunci: pasar tradisional, desain neo-vernakular, agrowisata.
REVITALISASI PASAR INDUK SAYUR MAYUR BATURITI DENGAN KONSEP OPEN FLOWING MARKET Utami, Ni Kadek Yuni; Maharani, I Gusti Ayu Made Regina Bintang; Suyoga, I Putu
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 1 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i1.15720

Abstract

Pasar tradisional memiliki peran strategis dalam sistem distribusi pangan di Indonesia, namun keberadaannya semakin terancam oleh perkembangan pasar modern dan e-commerce. Revitalisasi pasar tradisional menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saingnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting dan memberikan rekomendasi revitalisasi fisik Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mencakup observasi langsung, wawancara, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti menghadapi berbagai permasalahan, seperti tata letak kios yang tidak terorganisir, sirkulasi pengunjung, distribusi barang yang kurang optimal, keterbatasan fasilitas umum seperti toilet dan area interaksi sosial. Konsep Open Flowing Market diterapkan dalam perancangan revitalisasi, menekankan fleksibilitas ruang, sistem zonasi yang efisien, serta jalur pedestrian dan distribusi barang yang terpisah. Selain itu, penambahan fasilitas pendukung seperti ruang terbuka hijau, foodcourt dan toilet yang lebih memadai diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, daya tarik pasar dan mampu mempertahankan identitas budaya pasar tradisional sebagai ruang interaksi sosial masyarakat di Bali.      Kata kunci: Revitalisasi pasar, pasar tradisional, tata letak, sirkulasi, Open Flowing Market, Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti.   
TINJAUAN STYLE INTERIOR KOSAKU COFFEE LAB TERHADAP PENGALAMAN KONSUMEN Zahran, Talitha Annora; Nastiti, Ratna Andriani
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 1 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i1.15779

Abstract

Banyaknya kafe bermunculan di Surabaya merupakan pengaruh dari berkembangnya industri hiburan dan gaya hidup di Indonesia. Sebagai bagian dari tren ini, styleinterior kafe menjadi semakin penting dalam menarik perhatian konsumen dan menciptakan pengalaman yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh styleinterior terhadap pengalaman konsumen. Metode yang akan digunakan penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis hasil penelitian. Adapun pengambilan data pada penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur, sehingga diperoleh data yang sesuai dengan penelitian. Hasil penelitian menjelaskan adanya perbedaan pada masing-masing persepsi konsumen terhadap styleKasoku coffee lab. Namun secara umum persepsi konsumen terhadap café berfokus pada aspek visual baik dari style, warna, pencahayaan hingga sirkulasi pada desain interior Kosaku coffee lab. Studi ini diharapkan dapat memberikan panduan dan inspirasi bagi pengusaha kafe atau restoran dalam mengembangkan desain interior yang menarik dan bisa memberikan pengalaman yang berkesan dan mendorong loyalitas konsumen untuk datang kembali.   Kata Kunci:, Interior kafe, Kosaku Coffee Lab, pengalaman konsumen., style interior, warna,pencahayaan
Kecerdasan Buatan sebagai Alat Bantu dalam Pembelajaran Penggayaan Interior Rumah Tinggal Maarif, Yosi Samsul; Rifanindio, Edwin
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 1 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i1.15784

Abstract

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) saat ini menjadi alat inovatif dalam mendukung pembelajaran desain interior, khususnya dalam eksplorasi dan penerapan penggayaan interior rumah tinggal. Penelitian ini mengkaji peran AI dalam membantu mahasiswa dan desainer memahami serta mengembangkan konsep gaya interior melalui analisis tren, rekomendasi desain, dan simulasi visual berbasis data. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen terapan yang bersifat komparatif, dengan tujuan untuk membandingkan efektivitas metode eksplorasi desain interior rumah tinggal berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan metode konvensional yang umum digunakan dalam proses pembelajaran desain. Penelitian ini difokuskan pada mahasiswa Prodi Desain Interior STDI Bandung yang mengikuti mata kuliah Studio Desain Interior 2 pada semester keempat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis komparatif dan analisis konten visual. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mendapatkan tugas untuk merancang interior ruang tidur pada proyek rumah tinggal, dengan menerapkan dua pendekatan eksplorasi gaya: (1) pencarian referensi secara konvensional melalui media sosial dan sumber pustaka, dan (2) eksplorasi visual menggunakan platform kecerdasan buatan mnml.ai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu meningkatkan efisiensi dalam pembelajaran, mempercepat eksplorasi desain, serta memberikan rekomendasi yang lebih personal dan berbasis data. Dengan demikian, AI tidak hanya berperan sebagai alat bantu teknis, tetapi juga sebagai medium interaktif yang memperkaya proses edukatif dalam desain interior. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi dan praktisi dalam mengoptimalkan AI untuk pendidikan desain interior yang lebih adaptif dan inovatif. Kata Kunci: desain interior ,kecerdasan buatan,, penggayaan interior rumah tinggal, pembelajaran desain, rekomendasi AI.
Estetika Wabi-Sabi dan Kenyamanan Interior Pendekatan Berbasis Data terhadap Desain Holistik Giri, Kadek Risna Puspita; Ni Kadek Yuni Utami; Ni Made Sri Wahyuni Trisna
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 1 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i1.15822

Abstract

Konsep Wabi-Sabi dalam desain interior menekankan estetika ketidaksempurnaan, kesederhanaan, dan keterhubungan dengan alam, yang semakin relevan dalam menciptakan ruang yang nyaman dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi prinsip Wabi-Sabi dalam desain interior melalui pendekatan holistik dengan meninjau empat aspek utama kenyamanan ruang, yaitu suhu ruangan, pencahayaan alami, refleksi material, dan warna interior. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 80 responden yang memiliki pengalaman terhadap ruang dengan elemen Wabi-Sabi, serta analisis observasional terhadap satu restoran dengan konsep Wabi-Sabi. Teknik analisis data melibatkan regresi linier untuk memahami hubungan variabel kenyamanan interior dengan elemen desain berbasis Wabi-Sabi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi material alami dan pencahayaan alami memiliki korelasi signifikan terhadap persepsi kenyamanan pengguna, sedangkan suhu ruangan dan warna interior lebih berpengaruh secara subjektif tergantung preferensi pengguna. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori kenyamanan interior berbasis estetika filosofis serta menjadi referensi bagi desainer dalam menciptakan ruang yang lebih harmonis dan berkelanjutan. Kata kunci: desain holistik, estetika wabi-sabi, interior berkelanjutan, kenyamanan interior, material alami
Analisis Penerapan Konsep Eco-Interior Pada Interior Ruang Baca Microlibrary Warak Kayu Semarang Wibowo, Kezia Listyana; Aryani , Silfia Mona
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.14089

Abstract

Seiring memburuknya kondisi lingkungan, penerapan desain interior berkelanjutan menjadi penting dalam upaya mitigasi lingkungan. Penelitian ini menganalisis kesesuaian penerapan konsep eco-interior pada interior Microlibrary Warak Kayu, sebuah microlibrary yang memanfaatkan limbah kayu sebagai material utama. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi berulang (Januari–Mei 2024), dokumentasi fotografik, pengukuran lingkungan (Environment Meter 5-in-1 dan Anemometer yang dikalibrasi sesuai petunjuk pabrik sebelum pengukuran), serta wawancara terhadap narasumber kunci (petugas perpustakaan, perwakilan PT Kayu Lapis Indonesia selaku produsen dan kontraktor Microlibrary Warak Kayu, dan penggagas parameter eco-interior). Analisis menggunakan instrumen parameter eco-interior menurut Kusumarini (2007). Hasil menunjukkan empat dari delapan aspek (organisasi ruang, pemilihan material, sistem pencahayaan, dan sistem penghawaan) mencapai kategori situasi ideal (A), polusi dalam ruang berada pada kategori upaya substansial (B), dan tiga aspek lainnya (sanitasi air, emisi elektromagnetik, manajemen sampah) termasuk terapan umum (D). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan limbah kayu bersama strategi desain eco-interior dapat menjadi model bagi desain interior berkelanjutan. Hasil ini menguatkan bahwa prinsip eco-interior terapan dapat diintegrasikan pada bangunan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dalam ruangan dan mengurangi jejak ekologis bangunan tersebut.   Kata Kunci: Eco-Interior, Limbah Kayu, Microlibrary Warak Kayu, Sustainable Design
Aplikasi Teknik Tatah Timbul Pada Perancangan Produk Interior Berkonsep Modular Razak, Reinny Devi Febryanti; Yuafni; Maulana, Noor Rachman
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.14786

Abstract

Sebuah elemen estetis interior dapat menjadi focal point dalam suatu ruang, salah satunya menggunakan material kulit nabati yang dirancang dengan mengaplikasikan teknik tatah timbul. Tatah timbul hampir menyerupai teknik ukir pada material kayu, hanya saja menggunakan material berbeda yaitu bahan kulit nabati. Teknik tatah timbul juga berbeda dengan tatah sungging yang digunakan pada kulit perkamen. Pada penelitian ini teknik tatah timbul diaplikasikan pada elemen estetis interior sebagai wujud diferensiasi produk dengan elemen estetis berupa hiasan dinding yang memiliki konsep modular. Adapun bahan kulit nabati yang digunakan berukuran 30x30 cm dengan tebal 0,3 cm. Kulit nabati tersebut ditatah membentuk motif Toraja kemudian dibentuk menjadi sebuah panel. Panel kulit nabati yang telah ditatah kemudian dibuatkan rangka menggunakan besi hollow berwarna hitam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bertujuan untuk meninjau teknik tatah timbul yang diaplikasikan pada elemen estetis interior dan dilakukan pada Juli 2025 bekerja sama dengan industri tatah kulit. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan, sehingga penelitian ini menghasilkan sebuah elemen estetis ruang berupa hiasan dinding berkonsep modular menggunakan teknik tatah timbul pada tiap panelnya yakni motif Toraja. Penelitian ini diharapkan dapat menambah ragam penerapan tatah timbul pada suatu produk, terutama sebagai elemen estetis pada sebuah ruangan.   Kata Kunci: elemen estetis, interior, kulit, tatah

Page 12 of 13 | Total Record : 128